Anda di halaman 1dari 28

[Type text]

STUDY PENGAMBILAN PREPARASI SAM


PADA PT.
KECAMATAN LATIMOJONG KABUPATEN LUWU
PROVINSI SULAWESI TENGGARA

I.

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan salah satu negara yang memimiliki potensi sumber
daya

mineral

yang

cukup

banyak.

Dengan

perkembangan

dinamika

pembangunan dan pertumbuhan pendudukan membuat semakin meningkat pula


kebutuhan akan sember daya mineral tersebut. Hal ini membuat sektor
pertambangan menjadi sebagai salah satu sektor utama dalam pengolahan
sember daya alam tersebut.
Bahan galian adalah semua bahan atau substansi yang terjadi dengan
sendirinya di alam dan sangat dibutuhkan oleh manusia untuk keperluan
industrinya. Bahan tersebut dapat berupa logam maupun non logam dan dapat
berupa bahan tunggal ataupun berupa campuran lebih dari satu bahan.
Penggunaan logam diberbagai sektor industri di dunia semakin
meningkat, bagi indonesia, nikel merupakan salah satu komoditi tambang yang
utama hingga saat ini masih menjadi penghasil devisa cukup besar bagi negara,
sehingga nikel merupakan cadangan yang strategis, khususnya bagi negara kita

[Type text]

[Type text]

yang mempunyai cadangan nikel yang cukup besar untuk dapat memberikan
kontribusi mnikelok kebutuhan nikel di dunia.
Oleh karena itu kegiatan eksplorasi merupakan salah satu kegiatan
penting yang harus di lakukan sebelum usaha pertambangan di laksanakan.
Hasil dari kegiatan eksplorasi itu harus dapat memberikan informasi yang
lengkap dan akurat mengenai sumber daya mineral/ bahan galian maupun
kondisi geologi yang ada, agar upaya kelayakan untuk usaha pertambangan
yang di maksud dapat di lakukan dengan baik dan benar.
Tingkat kepastian dari penyebaran endapan, jumlah cadangan serta
kualitas cadangan merupakan dasar dalam perencanaan aktivutas pada industri
pertambangan, sehingga peranan kegiatan eksplorasi menjadi hal yang sangat
penting sebagai langkah awal dari seluruh rangkaian pekerjaan dalan industri
pertambangan.
Saat ini PT.Bososi Pratama masih tahap eksplorasi dan kontruksi, kegiatan
eksplorasi di lakukan untuk mengetahui bentuk penyebaran biji nikel dan
kegiatan kontruksi di lakukan dengan membangaun perkantoran, perumahan staf
dan

karyawan,

jalan,

laboratorium,

dan

fasilitas

penunjang

kegiatan

pertambangan yang lain, kemudian di lanjutkan dengan pembangunan pabrik.


Kegiatan eksplorasi lebih di fokuskan agar cepat terselesaikan dan dilanjutkan
kegiatan yang lain seperti kontruksi dan penambangan.
Atas dasar latar belakang inilah yang mendorong kami Kerja Praktek ( KP )

[Type text]

[Type text]

dengan judul : Study Preparasi Sampel Endapan Nikel hasil Pemboran


Eksplorasi pada PT. Kecamatan Latimojong Kabupaten Luwu Provinsi Sulawesi
Selatan.
1.2

Rumusan masalah

1.2.1 masalah
1. Tahapan-tahapan dalam preparasi sampel belum tidak sesuai.

2.

Peralatan yang digunakan dalam preparasi sampel yang belum sesuai


standar.

3.
1.2.2

Cara menganalisis sampel yang belum diketahui


Permasalahan penelitian
Dari identifikasi masalah diatas maka masalah yang timbul adalah

1.

Apakah sistem pengambilan sampel dari front penambangan, stock yard


dan stock pile sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP)
pengambilan sampel ?
2. Peralatan apa saja yang digunakan dalam kegiatan preparasi sampel ?
3. Bagaimana cara menganalisa sampel yang telah dipreparasi agar kadar
nikel dapat diketahui ?

[Type text]

[Type text]

1.2.3 Batasan masalah


Adapun dalam kerja praktek ini,penulis membatasi masalah dalam
preparasi sampel endapan nickel hasil pemboran eksplorasi di PT.
Bintangdelapan Mineral.
1.3 Tujuan penelitian
Adapun tujuan kerja praktek ini yaitu untuk mengtahui :

a. Sistem pengambilan sample yang sesuai dengan Standar Operasional


Prosedur

b. Peralatan apa saja yang digunakan dalam kegiatan preparasi sampel


c.Hasil akhir ( produk ) dari preparasi sampel.
1.4 Metode penelitian

Adapun teknik pengambilan data penelitian yang digunakan dalam


penulisan dan penyusunan laporan kerja praktek yaitu :
a. Sumber Data
Data-data yang digunakan dalam penulisan laporan kerja praktek ini,
diperoleh langsung dari lapangan , laboratorium dan berbagai literatur
serta laporan yang ada di lokasi penelitian.
b. Jenis Data Data yang diperoleh terdiri atas :
1.
Data Primer

[Type text]

[Type text]

Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari


perusahaan berupa hasil pengamatan dan perolehan dokumen
perusahaan serta konsultasi langsung pada pimpinan perusahaan
maupun karyawan yang bersangkutan.
2.Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh dari informasi tertulis
Lainnya yang ada hubungannya dengan penulisan ini.
.

[Type text]

[Type text]

II.
LANDASAN TEORI
II.1 Metode Sampling
II.1.1 Konsep Sampling
Sampel (conto) merupakan satu bagian yang representatif atau satu
bagian dari keseluruhan yang menggambarkan berbagai karakteristik
untuk tujuan inspeksi atau menunjukkan bukti-bukti kualitas dan
merupakan sebagian dari populasi statistik dimana sifat-sifatnya telah
dipelajari untuk mendapatkan informasi keseluruhan.
Secara spesifik, conto dapat dikatakan sebagai sekumpulan
material yang dapat mewakili jenis batuan, formasi atau badan bijih
(endapan) dalam arti kualitatif dan kuantitatif dengan deskripsi termasuk
lokasi dan komposisi dari batuan, formasi atau badan bijih (endapan)
tersebut. Proses pengambilan contoh tersebut disebut sampling.
Sampling dapat dilakukan karena beberapa alasan (tujuan) maupun
tahapan pekerjaan (tahapan eksplorasi, evaluasi maupun eksploitasi).
Selama fase eksplorasi sampling dilakukan pada badan bijih (mineable
thickness) dan tidak hanya terbatas pada zona mineralisasi saja tetapi juga
pada zona-zona low grade maupun material barren, dengan tujuan untuk
mendapatkan batas yang jelas antara masing-masing zona tersebut.
Selama fase evaluasi, sampling dilakukan tidak hanya pada zona endapan
saja, tapi juga pada daerah-daerah sekitar endapan dengan tujuan
memperoleh informasi lain yang berhubungan dengan kestabilan lereng
dan pemilihan metode penambangan.
[Type text]

[Type text]

Selama fase eksploitasi, sampling tetap dilakukan dengan tujuan kontrol


kadar (quality control) dan monitoring front kerja (kadar pada front kerja
yang aktif, kadar pada bench open pit, atau kadar umpan material).
Pemilihan metode sampling dan jumlah conto yang akan diambil
tergantung pada beberapa faktor, antara lain :

Tipe endapan, pola penyebaran serta ukuran endapan.

Tahapan pekerjaan dan prosedur evaluasi.

Lokasi pengambilan conto (pada zona mineralisasi, alterasi atau


barren).
Kedalaman pengambilan conto yang berhubungan dengan letak

dan kondisi batuan induk.


Anggaran untuk sampling dan nilai dari bijih.

Beberapa kesalahan yang mungkin terjadi dalam sampling, antara lain :


Salting, yaitu peningkatan kadar pada conto yang diambil sebagai akibat
masuknya material lain dengan kadar tinggi ke dalam conto.
Dilution, yaitu pengurangan kadar akibat masuknya waste ke dalam conto.
Erratic high assay, yaitu kesalahan akibat kekeliruan dalam penentuan
posisi (lokasi) sampling tidak memperhatikan kondisi geologi.
Kesalahan dalam analisis kimia, akibat conto yang diambil kurang
representatif.
Kesalahan yang memberikan bobot nilai.
Secara umum, dalam pemilihan metode sampling perlu diperhatikan
karakteristik endapan yang akan diambil contonya. Bentuk keterdapatan
[Type text]

[Type text]

dan morfologi endapan akan berpengaruh pada tipe dan kualitas sampling.
Logam nikel disamping diambil mineral primer, juga dapat diambil dari
endapan sedimen residu yang berupa mineral granierit. Proses pelapukan
kimia yang terjadi pada batuan ultra basah yang mengandung unsur nikel
di dalamnya. Makin lama endapan yang tertinggal di tempat asal akan
terakumulasi, sehingga kemurnian dan nilai komersil tercapai, karena
unsur-unsur yang tidak dikehendaki meninggalkan tempatnya. Persyaratan
yang bisa membentuk endapan laterit nikel ini antara lain :
Batuan induk berupa batuan beku basa ultra basa yang mengandung
unsur Ni.
Iklim tropis sampai subtropis, dimana pelapukan kimia jauh lebih besar
dari pada pelapukan mekanis.
Pelapukan terjadi pada batuan yang letaknya pada atau dekat permukaan
bumi.
Kadang-kadang endapan nikel ditemukan pada retakan ultra basa dan
terdapat di bawah lapisan laterit. Endapan nikel laterit yang ekonomis
biasanya terdiri dari 1,5 3,9 % Ni, 6 10% H2O, 40 55% SiO2, 20
30% MgO, 13 20% Fe2O3, 0 1% Al2O3 dan CaO, 0 2% CO, dan 0,1
0,8% Cr2O3.
II.2

Preparasi Conto
Setelah conto diperoleh, kemudian dibawa ke laboratorium untuk
dilakukan assay (analisis kadar). Karena yang dianalisis tersebut hanya
sebagian kecil dari contoh maka diperlukan preparasi (persiapan) conto,
agar bagian yang dianalisis masih representatif terhadap kondisi yang

[Type text]

[Type text]

sebenarnya. Namun secara umum, ukuran conto dapat berpengaruh


terhadap hasil analisis sehingga biasanya analisis dilakukan sedikitnya
pada 2 (dua) laboratorium yang berbeda dan sebagian conto lagi disimpan
sebagai dokumentasi (lihat Gambar 3.1).
Pengurangan conto (reduksi sample) sebaiknya dilakukan setelah
pengurangan ukuran partikel atau dengan kata lain proses pembagian
(split) conto dilakukan pada fraksi ukuran yang telah seragam. Secara
teoritis, pengurangan bobot conto mengikuti persamaan berikut :

RW = OW x

D1

..... (1)

D2
Dimana

RW

= Berat conto yang dikurangi

OW

= Berat conto awal

D2

= Diameter partikel yang dikurangi

D1

= Diameter partikel awal

Formula ini hanya dapat diterapkan pada conto yang telah mempunyai
ukuran relatif seragam. Jika distribusi tidak homogen, maka ukuran conto
harus dikurangi sampai dengan didapatkan ukuran yang paling ekonomis
(secara kadar). Sebagai ilustrasi dapat dilihat contoh hasil assay pada
beberapa kondisi ukuran (Tabel 3.1)

[Type text]

[Type text]

prosedur umum dalam proses reduksi ukuran conto dapat dilihat pada
gambar 3.2

Sumber : PT Aneka Tambang Tbk. Unit Bisnis Pertambangan Nikel Operasi Pomalaa

Gambar 3.1
Prosedur Umum (Coning & Quatering) Preparasi Conto untuk Analisis
Laboratorium dan Dokumentasi (Chaussier et al., 1987)

Tabel 3.1
[Type text]

[Type text]

Hasil Analisis pada Masing-Masing Tahapan Reduksi Ukuran Conto


(Chaussier et al., 1987)
Bagian Kasar yang Dihancurkan

Conto-1

Conto-2

Rentang hasil analisis

5-51 ppm

24-106 ppm

Kadar rata-rata

21,90 ppm

61,20 ppm

Simpangan baku

10,10 ppm

21,30 ppm

0,46

0,35

Conto-1

Conto-2

Rentang hasil analisis

10-31 ppm

31-69 ppm

Kadar rata-rata

21,80 ppm

49,50 ppm

Simpangan baku

3,90 ppm

8,90 ppm

0,18

0,18

Conto-1

Conto-2

Rentang hasil analisis

20-26 ppm

44-53 ppm

Kadar rata-rata

23,80 ppm

49,90 ppm

Simpangan baku

1,00 ppm

1,90 ppm

0,04

0,04

Koefisien variansi
Bagian Halus yang Dihancurkan

Koefisien variansi
Bagian yang Dihaluskan

Koefisien variansi

Sumber : PT Aneka Tambang Tbk. Unit Bisnis Pertambangan Nikel Operasi Pomalaa

Gambar 3.2 Prosedur Umum Proses Pengecilan Ukuran


(Chaussier et al., 1987)
Setelah ukuran dari conto terdistribusi pada fraksi yang seragam,
kemudian dilakukan pengurangan (reduksi) bobot/jumlah conto. Metode

[Type text]

[Type text]

reduksi yang umum digunakan adalah splitting dan quartering. Metode


reduksi splitting dapat dilihat pada Gambar 3.3 dan metode quartering
dapat dilihat pada Gambar 3.4

Sumber : PT Aneka Tambang Tbk. Unit Bisnis Pertambangan Nikel Operasi Pomalaa

Gambar 3.3 Reduksi Jumlah Conto dengan Menggunakan Metode


Splitting (Chaussier et al., 1987)

[Type text]

[Type text]

Sumber : PT Aneka Tambang Tbk. Unit Bisnis Pertambangan Nikel Operasi Pomalaa

Gambar 3.4 Reduksi Jumlah Conto dengan Metode Quartering


(Chaussier et al., 1987)

II.3

Penentuan Kadar Conto


Pada suatu kegiatan pengambilan conto (sampling) dan penentuan
kadar rata-rata dari lokasi pengambilan conto, dilakukan penentuan kadar
dengan menggunakan pembobotan kadar. Secara umum ada 2 (dua)
metode pembobotan dalam penentuan kadar, yaitu :

Pembobotan

aritmetik

sederhana

yang

digunakan

jika

interval

pengambilan contoh seragam dan homogenetis dari masing-masing


interval diasumsikan tinggi (besar).
Pembobotan oleh lebar, tebal, panjang, luas, volume, tonase dan SG
(Specific Gravity), jika interval pengambilan contoh tidak seragam dan
diasumsikan bahwa karakteristik material pada masing-masing interval
[Type text]

[Type text]

tidak sama (bervariasi).


Pembobotan aritmetik sederhana :
Hitungan kadar rata-rata yang sederhana.
Endapan homogen (variasi kecil), dan
Ukuran blok dan interval sampling seragam.

Persamaan: k =

k 1+ k 2 +k 3 + +k n
n

ni

..

i=1

.. (2)
Pembobotan tebal(t), lebar(l), panjang(p)
Jika semua blok mempunyai luas dan SG relatif sama (seragam)

Persamaan : k =

t 1 .k 1+t 2 . k 2+ t 3 . k 3 ++t n .k n
t 1 +t 2+ t 3 ++ t n

i=1

ti . ki
ti

(3)

k =

[Type text]

l 1 . k 1+ l 2 . k 2 +l 3 .k 3+ +l n . k n
l 1+l 2 +l 3 ++l n

i=1

li . k i
li

[Type text]

(4)

p1 . k 1 + p2 . k 2+ p3 . k 3 ++ pn . k n
p 1+ p 2+ p3 ++p n

i=1

p i . ki
pi

.. (5)
Pembobotan Luas (A)
Jika semua blok mempunyai ketebalan san SG relatif sama (seragam)
n
k 1 . A1 +k 2 . A 2 +k 3 . A 3+ +k n . A n
Ai . ki

Persamaan : k =
=
A 1 + A 2 + A3 ++ A n
Ai
i=1

..

(6)
Pembobotan Volume (A)
Jika semua blok mempunyai SG relatif sama (seragam)

Persamaan :

k=

k 1 . V 1 +k 2 .V 2+ k 3 . V 3 ++ k n .V n
V 1+ V 2+V 3+ +V n

i=1

V i. k i
Ai

(7)

Pembobotan Tonase (T)


Jika semua blok mempunyai tonase yang berbeda-beda
k 1 . T 1+ k 2 . T 2+ k 3 .T 3+ +k n . T n
Persamaan : k =
T 1 +T 2+ T 3 ++T n

=
i=1

T i . ki
Ti

(8)
Untuk penyederhanaan, masing-masing pembobotan, (weighting) dapat
ditentukan terlebih dahulu, sehingga membentuk persamaan linier dalam
penentuan kadar rata-rata.
[Type text]

[Type text]

Contoh : Pembobotan dengan tebal dan SG

Inter

Teb

Kad

val

al

G
S

ar

t1

k1
G1
S

t2

k2
G2
S

t3

k3
G3

Maka :
k =

k 1 . SG 1 . t 1 +k 2 . SG 2 . t 2 +k 3 . SG 3 . t 3
t 1 SG 1+t 2 SG 2 +t 3 SG3

..

(9)
Dapat ditulis kembali :
k = W1.k1 + W2.k2 + W3.k3
Disini W disebut faktor pembobot

[Type text]

(10)

[Type text]

1. PERALATAN DAN FASILITAS PENELITIAN


Untuk kelancaran jalannya penelitian, peralatan dan fasilitas yang
diperlukan diharapkan dapat disediakan oleh perusahan
PT. selama penelitian berlangsung.
(Lampiran 1)
2. Data data yang akan diambil dilapangan
Adapun data penelitian yang digunakan dalam penulisan dan penyusunan
laporan kerja praktek (lampiran 2)
3. RENCANA JADWAL KERJA
Kegiatan ini direncanakan pada bulan Maret April 2016 (Lampiran 3)
4. RENCANA DAFTAR PUSTAKA
[Type text]

[Type text]

Rencana daftar pustaka yang mendukung sebagai bahan literatur


penelitian. (Lampiran 4)
5. RENCANA DAFTAR ISI
Peneliti akan menyusun laporan hasil penelitian secara sistematis sesuai
sub bahasan masalah. (Lampiran 5)
6. PENUTUP
Demikian proposal ini dibuat, untuk menjadi pertimbangan dari Bapak
/Ibu, atas perhatiannya saya ucapkan banyak terima kasih.

Lampiran 1
Perihal

: Permohonan bantuan fasilitas dan peralatan

Kepada Yang Terhormat,


Bapak/Ibu Pimpinan PT.
Di,Tempat
Dengan Hormat
Sehubungan dengan program Fakultas Teknik UVRI - Makassar yang mewajibkan
bagi setiap mahasiswa untuk melaksanakan Kerja Praktek (KP), sebagai salah
satu syarat untuk memenuhi mata kuliah.
Maka dengan ini saya selaku mahasiswa menerangkan bahwa:

[Type text]

[Type text]

Nama

Stambuk

: C 08 12 31 136

Alamat

: BTN Antara, Blok C3, No.1

Telepon

: 082348343703

Bermaksud untuk memohon bantuan fasilitas dan peralatan selama saya


melakukan penelitian Kerja Praktek (KP) di perusahaan yang Bapak/Ibu Pimpin,
ada pun fasilitas dan peralatan penelitian yang saya butuhkan adalah:
1.

Peralatan Lapangan (Peralatan


Safety) : Sepatu lapangan, Helm, Sarung Tangan, Rompi, dan Peralatannya
yang dibutuhkan.

2.

Konsumsi

dan

penginapan

selama saya melakukan penelitian.

Olehnya itu saya bermohon dengan segala kerendahan hati agar sekiranya
Bapak/Ibu berkenan untuk memberikan bantuan dalam penyediaan fasilitas dan
peralatan penelitian tersebut.

[Type text]

[Type text]

Hormat Saya,
WAHYU VICKY UTAMI

Lampiran 3
Rencana Waktu Pelaksanaan Penelitian

Maret

April

KEGIATAN
I
Orientasi
Lapangan
Pengambilan Data

[Type text]

II

III

IV

II

III

IV

[Type text]

Pengolahan Data
Penyusunan
Laporan
Konsultasi
Laporan

Lampiran 4
Rencana Daftar Pustaka

1. Annnels, Alwyn E.,1991 Mineral Deposite Evalution, A Partical


Approach,

Chapman and Hall, Londn,

2. Doddy Setia Graha, 1987 Batuan dan Mineral.


3. Graha, Doddy Setia, Batuan dan Mineral, Penerbit NOVA, Bandung,
1987.

[Type text]

[Type text]

4. Notosiswoyo Sudarto, dkk, 2005, Teknik Eksplorasi, Bandung :


Fakultas

Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral Institut Teknologi

Bandung.
5. Partanto

Projosumarto,

1983

Pemindahan

Tanah

Mekanis

Departemen Tambang, ITB Bandung.


6. Partanto Projosumarto, Irwandy Arif, 1983 Pengantar Teknologi
Mineral

Pertambangan, Bandung.

7. Sudarto Notosiswoyo, 2000 Teknik Eksplorasi, Jurusan teknik


Pertambangan, ITB Bandung.
8.

, 1978 Tambang Terbuka, Diktat Kuliah, Jurusan


Teknik

Pertambangan Fakultas Teknologi Mineral Bandung.

Lampiran 5
Rencana Daftar Isi
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN
[Type text]

[Type text]

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian
1.4 Metode Penelitian
BAB II TINJAUAN UMUM
2.1 Keadaan Umum Lokasi Penelitian
2.2 Geologi Daerah Pomalaa
2.3 Kegiatan Pertambangan di Bososi Pratama
BAB III LANDASAN TEORI
3.1 Metode Sampling
3.2 Preparasi Conto
3.3 Penentuan Kadar Conto
BAB IV PROSEDUR DAN HASIL PENGAMATAN
4.1 Prosedur Penelitian
4.2 Hasil Pengamatan
4.2.1

Pengecilan Ukuran (Sizing)

4.2.2

Pencampuran (Mixing)

4.2.3

Pengambilan Conto (Sieving)

BAB V PEMBAHASAN

[Type text]

[Type text]

5.1 Pengambilan Sampel


5.2 Preparasi
5.3 Analisis Kadar Conto
5.4 Moisture Content
5.5 Cake Moisture Indeks
BAB VI PENUTUP
6.1 Kesimpulan
6.2 Saran
6.3 DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

Lampiran 6
Rencana Estimasi Biaya Penelitian

No.

Kegiatan

Estimasi Biaya

1.

Studi Literatur

Rp.

200.000,-

2.

Biaya Transportasi Makassar- (PP)

Rp.

500.000,-

3.

Pengolahan Data

Rp.

100.000,-

4.

Pembuatan dan Penyusunan Laporan

Rp.

150.000,-

5.

Biaya Tak Terduga

Rp.

300.000,-

TOTAL
(Terbilang : Satu Juta Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah)

[Type text]

Rp. 1. 250.000,-

[Type text]

Lampiran 2
Data-data yang akan diambil di lapangan, yaitu:
Data primer
Data pemboran.
Data kadar disample house.
Pengambilan sample di stock yard ke stock fiel.
Data hasil laboratorium.
Sample yang sudah dipreparasi.
Data Sekunder

[Type text]

[Type text]

Data geologi.
Data stratigrafi.
Data topografi.
Data iklim dan curah hujan.

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. atas
segala berkat dan penyertaan-Nya sehingga pembuatan proposal dapat
terselesaikan.
Proposal diajukan untuk memenuhi persyaratan mata kuliah Kerja
Praktek (KP172) pada Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas
Veteran Republik Indonesia.
[Type text]

[Type text]

Saya selaku penyusun proposal ini mengakui bahwa tidak mudah dalam
merampungkan pembuatan proposal ini, banyak halangan dan hambatan yang
harus dilalui, namun berkat petunjuk-Nya serta beberapa pihak, sehingga
penyusunan proposal ini dapat diselesaikan. Oleh karena itu, melalui kesempatan
ini saya selaku penyusun proposal mengucapkan banyak terima kasih kepada:
1. Bapak, Rektor.. Universitas Veteran Republik Indonesia.
2. Bapak Andi Ilham Samanlangi, ST., MT, Dekan Fakultas Tehnik Universitas
Veteran Republik Indonesia
3. Ibu Enny Trimahyuni, ST., MT, Ketua Jurusan Teknik Pertambangan Fakutas
Teknik.
4. Ibu Ir. Ruth Bunga R. M.Si, selaku Pembimbing pembuatan proposal.
5. Bapak/Ibu dosen beserta seluruh staf karyawan Fakultas Teknik Jurusan Teknik
Pertambangan Universitas Veteran Republik Makassar
6. Kepada kedua orangtua dan saudara saya yang selalu mendukung memberikan
motivasi baik moral maupun materi. Sehingga tanggungjawab yang diberikan
dapat saya pegang teguh dan saya pertangungjawabkan.
7. Kawan-kawan seperjuangan Mineral SC, O.P.A Forest Eagle ,PKPT IPMIL
UVRI ,GMKI Komisariat UVRI Makassar terima kasih atas semangatnya
semua.
Saya menyadari bahwa proposal ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk
itu saya berharap kritik dan sarannya yang sifatnya membangun demi kelancaran
[Type text]

[Type text]

dan perbaikan selanjutnya.


Saya pribadi sangat berharap semoga proposal ini kiranya dapat
bermanfaat bagi kita semua dan semoga Tuhan Yang Maha Esa. selalu
melimpahkan Berkat dan Perlindungan-Nya bagi kita semua. Amiiiinnnn.

[Type text]