Anda di halaman 1dari 1

Energi adalah kekal, ini adalah hukum kekalan energi yang pernah kita degar atau bahkan

pelajari. Saat kita melepaskan energi positif kalau menganut hukum kekekalan energi
mestinya energi tersebut akan kembali lagi ke kita dalam betuk aslinya atau energi
lainnya kalau tidak tidak akan membentuk keseimbangan.

Saat menulis hal yang positif sebetulnya kita sedang melepaskan energi positif, semakin
baik dan bermanfaat energi positif yang kita lepaskan kepada banyak orang semakin
banyak pula energi positif (pahala) yang akan mestinya kita terima. Kalau boleh pinjam
istilahnya Mas Krishnamurti semakin banyak kita melepaskan energi positif semakin
banyak tabungan energi positif yang kita punya (boleh ya mas Krishna), kita tinggal
menunggu kapan memanennya.

Ini kalau artikel ini kita sebut sebagai energi tapi bagaimana kalau artikel ini kita sebut
sebagai ilmu pengetahuan saja? Kita tidak dapat dong tabungan energi positif dong.

Tentu saja tidak begitu.


Bagi umat Islam ada ajaran yang kurang lebih sebagai berikut:
Apabila seorang muslim telah meninggal terputus semua pahalanya kecuali 3 perkara:

Anak-anak yang sholeh yang selalu mendoa-kan orang tuanya.


Amal Sholeh.
Ilmu yang bermanfaat.

Ternyata menulis artikel yang positif dan berguna bagi orang banyak, tetap manfaatnya
kembali ke penulisnya lagi energi positif yang kembali sebelum meninggal atau pahala
setelah meninggal.

Ternyata menulis artikel yang baik tidak ada ruginya!