Anda di halaman 1dari 30

PEMBUATAN DAN ANALISIS PERMEN (HARD CANDY) KAYA VITAMIN C

DENGAN BAHAN TAMBAHAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.)


Proposal Praktik Kimia Terpadu Tahun Ajaran 2013/2014

oleh Kelompok PKT 11, XIII-2


Akhmad Yusuf B.W.

095506364

Alfikar Pandu Adha

105606624

Dian Iryanti

105606678

Dwinda Puteri Lestari

105606693

KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA


Pusat Pendidikan dan Pelatihan Industri
Sekolah Menengah Kejuruan SMAK
Bogor
2013

LEMBAR PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN

Disetujui dan disahkan oleh:


Disetujui oleh,

Dra. Nenny Hendrawati


NIP: 19590724 198003 2 007
Pembimbing

Disahkan oleh,

Ir. Tin Kartini, M.Si.


NIP 19640416 199403 2 003
Kepala Laboratorium SMK-SMAK Bogor

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Permen disukai oleh anak-anak karena rasanya yang manis dan
memiliki beraneka macam rasa lainnya. Namun, kebanyakan dari permen
yang dikonsumsi oleh anak-anak memiliki efek samping pada kesehatan
anak-anak. Hal ini sebenarnya dapat dicegah apabila anak-anak
mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran yang cukup. Tetapi anak-anak
banyak sekali yang tidak menyukai buah dan sayur. Maka, akan
diciptakan

permen

yang

mengandung

vitamin

untuk

memenuhi

kebutuhan vitamin pada anak-anak yang tidak suka mengkonsumsi


sayuran dan buah-buahan.
Pada pembuatan permen yang kaya akan vitamin ini digunakan
tomat sebagai bahan tambahan pembuatan permen . Tomat mengandung
kadar vitamin C yang tinggi dibandingkan jeruk. Semakin matang buah
tomat maka kadar vitaminnya semakin tinggi. Vitamin C adalah
komponen penting bagi tubuh untuk melindungi jaringan sel dari serangan
radikal bebas penyebab tumor dan kanker.

B. Rumusan Masalah
Pentingnya masalah dalam pembuatan permen keras tomat diantaranya:
1. Pembuatan permen keras dengan bahan tambahan buah tomat.
2. Metode analisis yang digunakan pada pembuatan permen keras dengan
bahan tambahan buah tomat.
C. Tujuan

Tujuan dari pembuatan permen keras tomat diantaranya:


1. Memanfaatkan tomat sebagai bahan tambahan pembuatan permen
keras.
2. Mengaplikasikan metode metode analisis yang telah dipelajari
3. Memenuhi tugas Praktikum Kimia Terpadu ( PKT ).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


A. Kembang Gula
Menurut SNI No. 01-3547-1994, kembang gula atau permen adalah
jenis makanan selingan yang berbentuk padat, dibuat dari gula atau
campuran gula dengan pemanis lain atau tanpa penambahan bahan pangan
lain dan bahan tambahan pangan (BTP) yang diizinkan. Bahan tambahan
lain yang biasanya dipakai antara lain asam sitrat, asam laktat, asam
tartat, flavour, susu, coklat dan sebagainya.
Kembang gula atau permen lebih dikenal dengan sebutan confectionery,
yang berasal dari bahasa latin confecto (conficere) yang mempunyai arti
penambahan sedangkan kata candy berasal dari bahasa Arab Quand yang
berarti gula. Kembang gula dapat dikonsumsi oleh berbagai macam
kalangan usia. Mulai dari anak kecil, remaja, hingga orang dewasa.
Saat ini produksi permen telah mengalami banyak variasi.
Kembang gula diklasifikasikan dalam empat jenis, diantaranya:
1. Permen Keras (Hard Candy)
Menurut SNI No.3547.1.2008, kembang gula keras merupakan jenis
makanan selingan yang berbentuk padat, dibuat dari gula atau campuran
gula dengan pemanis lain, dengan atau tanpa penambahan bahan pangan
lain dan bahan tambahan pangan yang diizinkan, bertekstur keras, tidak
menjadi lunak jika dikunyah.
2. Permen Kunyah (Chewy Candy)
Permen kunyah adalah permen yang mempunyai tekstur relatif lunak.
Permen kunyah (Chewy Candy) sering disebut juga sebagai hydrocolloid
sweets, disebabkan sistem inilah yang memungkinkan tekstur permen
menjadi lunak.
3. Permen Karet (Gummy Candy)
Permen karet adalah permen yang mengandung getah jelutung (Dyena
costulata) atau getah sintetik khusus.
4. Permen Nirgula

Permen nirgula adalah permen gula yang dibuat tanpa menggunakan


gula, tapi pemanis lain (pemanis buatan). Dibuat khusus untuk penderita
diabetes atau yang membutuhkan makanan berkalori rendah.
Saat ini produksi kembang gula telah mengalami banyak variasi seperti
yang telah disebutkan diatas. Kembang gula yang dibuat oleh kelompok PKT
11 adalah permen keras (hard candy).
B. Tomat
Tomat

(solanum

lycopersicum)

adalah

tumbuhan

dari

keluarga

Solanaceae, tumbuhan asli Amerika Tengah dan Selatan, dari Meksiko


sampai Peru. Tomat merupakan tumbuhn siklus hidup singkat, dapat tumbuh
setinggi 1 sampai 3 meter. Tomat merupakan keluarga dekat dari kentang.
Kata tomat berasal dari kata dalam bahasa Nahuatl, tomat.
Klasifikasi Tomat:
Kingdom

: Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom

: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi

: Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi

: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas

: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas

: Asteridae

Ordo

: Solanales

Famili

: Solanaceae (suku terung-terungan)

Genus

: Solanum

Spesies

: Solanum lycopersicum L.

Sinonim

: Lycopersicon lycopersicum, Lycopersicon lycopersicum

Saat ini buah tomat sudah berkembang menjadi banyak varietas berkat
rekayasa genetika pertanian. Sebagian besar masakan di seluruh dunia juga
tidak bisa lepas dari kehadiran buah ini. Tomat menjadi semakin naik daun
setelah para ilmuwan menemukan senyawa likopen dalam buah ini. Likopen
dipercaya ampuh untuk mengatasi beberapa jenis kanker seperti kanker
payudara dan prostat. Selain itu, kandungan vitamin dalam buah tomat juga
tidak dapat dianggap remeh.

Kandungan buah tomat per 100 gram :


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

11 mg Kalsium
27 mg Posfor
6 mg Besi
23 mg Vitamin C
0,56 mg Thiamine
20 mg Klaori
1 gram Protein
1000 UI Vitamin A, dan Vitamin K

Kandungan vitamin dalam buah tomat:


1. Vitamin A
Satu cangkir porsi tomat diketahui mengandung sekitar 58 mcg
vitamin A, atau sekitar 7% dari asupan harian yang disarankan. Vitamin
ini sangat penting untuk mencegah infeksi pada kulit dan untuk
mengontrol jerawat. Selain itu, vitamin A juga mempunyai peranan dalam
pemeliharaan kekuatan tulang dan gigi, serta melindungi paru-paru,
ginjal, dan kandung kemih dari infeksi jamur dan bakteri.
2. Vitamin B3
Satu cangkir porsi tomat mengandung sekitar 1,277 mg vitamin
B3, atau setara dengan 8% dari asupan harian yang disarankan. Vitamin
B3 atau sering juga disebut dengan niacin, berfungsi untuk meningkatkan
sirkulasi darah pada arteri dan pembuluh darah. Selain itu, vitamin ini juga
membantu tubuh dalam memetabolisme protein, lemak, dan karbohidrat
untuk menjadi energi dan memperbaiki jaringan sel. Kedua fungsi ini
sangat berpengaruh pada kesehatan jantung. Selain membuat kerja
jantung menjadi semakin ringan, kadar LDL (kolesterol jahat) dalam aliran
darah juga semakin berkurang.
3. Vitamin C
Buah tomat termasuk dalam buah yang mempunyai kandungan
vitamin C yang tinggi. Satu cangkir porsi buah tomat yang sudah dimasak
akan memberikan sekitar 55 mg vitamin C. Ini setara dengan 61% dari
asupan harian yang disarankan. Seperti yang telah seringkali saya bahas
dalam blog ini, vitamin C mempunyai sangat banyak manfaat untuk tubuh.
Selain berguna untuk kecantikan kulit, vitamin ini adalah komponen

penting bagi tubuh untuk melindungi jaringan sel dari serangan radikal
bebas penyebab tumor dan kanker.
Manfaat buah tomat diantaranya :
1. Mengatasi kegemukan
2. Mengobati diare
3. Menjaga kebugaran tubuh
4. Meminimalisasi risiko kanker prostat
5. Anti radang
6. Merawat kulit dari dalam tubuh

BAB III METODE PEMBUATAN DAN ANALISIS


A. METODE PEMBUATAN
Prosedur pembutan permen keras adalah sebagai berikut :

GULA PASIR +
AIR BERSIH
PEREBUSAN HINGGA

GLUKOSA CAIR

BUAH TOMAT

MENDIDIH

PEMANASAN 30 MENIT PADA

PENCUCIAN

SUHU 100-150C
DIBLENDER
PENGADUKAN
PENYARINGAN
PENDINGINAN 1 MENIT

PENGADUKAN

PENDINGINAN

PENCETAKAN

Cara Kerja :

1. Disiapkan gula pasir 250 gram, glukosa cair 125 gram, air 75 ml. , hot
plate/kompor, panci kecil, pengaduk, cetakan, lap, alumunium foil,
piring/wadah timbang, timbangan.
2. Gula pasir dengan air direbus sampai mendidih sambil terus diaduk.
3. Dimasukkan glukosa cair, pemanasan dilanjutkan pada suhu 100-150C
selama 30 menit.
4. Diangkat, diamkan selama 1 menit.
5. Dimasukkan 100 ml sari buah tomat secara cepat dan aduk rata.
6. Adonan permen kemudian dimasukkan ke dalam cetakan
7. Diamkan hingga dingin dan mengeras
8. Setelah mengeras , permen dikeluarkan dari cetakan dan bungkus dalam
alumunium foil.

B. METODE ANALISIS

Metode analisis yang dilakukan terhadap permen keras berdasarkan SNI


No.01-3457-2008 adalah sebagai berikut :

No. Parameter
1. - Gula Inversi Sebagai
Gula Reduksi
- Gula Total
Bau, Rasa, Warna, dan

2.

Tekstur
- Kadar Air
- Kadar Abu
- E. Coli

3.
4.
5.

Kapang/Khamir

6.

- Min. 30%
Normal
- Maks. 3,5 %
- Maks. 2%
< 3 APM/gram

Coliform

- Salmonella Thyposa
- Perhitungan Jumlah

Standar Mutu
- Maks. 24 %

Maks. 20 APM/gram
Negative/ 25gram

Metode Analisis
Proksimat
Organoleptik
Gravimetri
Angka Paling
Mungkin

Maks.1x1025
koloni/gram

Staphylococcus

Maks. 1x102

Aureus

koloni/gram

Uji Cemaran Logam:


-Cu (Tembaga)
-Hg (Raksa)

Maks. 2,0 mg/kg


Maks 0,03 mg/Kg
Maks 1,0 mg/Kg
9

Hitungan Cawan

Spektrofotometri
Serapan Atom

-As (Arsen)
-Pb (Timbal)
-Sn (Timah)

Maks 2,0 mg/Kg


Maks 40 mg/Kg

(SSA)

Dasar dan prosedur kerja analisis adalah sebagai berikut :


1. Kadar Gula Inversi
Dasar :
Gula (sakarosa) dihidrolisis dengan asam kuat dan pemanasan 68-70C
sehingga terbentuk glukosa dan fruktosa (monosakarida). Monosakarida
yang terbentuk dapat mereduksikan larutan luff yang ditambahkan
berlebih terukur menghasilkan endapan merah bata Cu2O. Kelebihan
larutan luff mengoksidasi KI menjadi I2 bebas yang kemudian dititar
dengan Na2S2O3 menggunakan indikator kanji dengan titik akhir endapan
putih susu.
Cara Kerja :
a. Pembuatan Larutan Induk
1. Ditimbang 10 gr contoh.
2. Dimasukkan kedalam labu ukur 100 ml, himpitkan.
3. Disaring dengan kertas saring berabu.
4. Dipipet 50 ml saringan ke dalam labu ukur 250 ml.
5. Ditambahkan 10 ml larutan Pb-asetat setengah basa (berlebih).
6. Dikocok , diuji dengan larutan Na2HPO4 10%. Bila penambahan Pbasetat setangah basa cukup, diuji endapan sempurna dengan
Na2HPO4 10%.
7. Disimpan di dalam lemari pendingin.
8. Dihimpitkan dan disaring dengan kertas saring berabu, saringan
digunakan sebagai larutan induk I.
b. Kadar Gula Sebelum Inversi (Glukosa)
1. Dipipet 10 ml larutan induk dimasukkan ke dalam erlenmeyer asah,
ditambahkan batu didih.
2. Ditambahkan 25 ml larutan luff (berlebih terukur) dan 15 ml air
suling. Lalu direfluks selama 10 menit.
3. Didinginkan (jangan dikocok), lalu dibubuhi 25 ml H2SO4 25% dan
15 ml KI 20%.
4. Dititar dengan Na2S2O3 0,1 N hingga larutan berwarna kuning.
5. Ditambahkan kanji , penitaran dilanjutkan sampai berwarna putih
susu.
6. Dilakukan blanko.
c. Kadar Gula Setelah Inversi (Sakarosa)
1. Dipipet 50ml larutan induk dalam labu ukur 100ml , lalu
ditambahkan 25ml HCl 25%.

10

2. Dipanaskan diatas penangan air selama 10 menit dengan suhu 6070C.


3. Didinginkan, lalu dinetralkan dengan NaOH 30% dan indikator PP.
4. Dipipet 10 ml larutan yang telah dinetralkan ke dalam erlenmeyer
asah 250ml.
5. Ditambahkan 25 ml larutan luff (berlebih terukur) dan 15 ml air
suling. Lalu direfluks selama 10 menit.
6. Didinginkan (jangan dikocok), lalu dibubuhi 25 ml H2SO4 25% dan
15 ml KI 20%.
7. Dititar dengan Na2S2O3 0,1 N hingga larutan berwarna kuning.
8. Ditambahkan kanji , penitaran dilanjutkan sampai berwarna putih
susu.
9. Dilakukan blanko.

Perhitungan :

% gula pereduksi =

mg glukosa x fktor pengenceran


mgcontoh

% gula setelah inversi (sakarosa) =

x 100%

mg glukosa x fktor pengenceran


mgcontoh

x 100%

2. Analisis Organoleptik (Bau, Rasa, Warna. Tekstur)


Dasar :
Permen keras memiliki bau, rasa, warna, dan tekstur yang khas
dan dapat dideteksi dengan indera penciuman, pengecap, penglihatan
dan peraba oleh panelis terlatih dan kompeten.
Cara Kerja :
Permen dilihat , dicium dan dirasakan oleh beberapa orang panelis.
3. Kadar Abu
Dasar :
Penetapan kadar abu secara gravimetri berdasarkan perbandingan bobot
abu dengan bobot contoh setelah pemijaran.
Cara kerja :

11

1. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.


2. Ditimbang 2 gram contoh ke dalam cawan porselen yang telah
diketahui bobot kosongnya.
3. Dipanaskan diatas pembakar teklu kemudian dipijarkan didalam tanur
hingga berbentuk abu.
4. Didinginkan didalam desikator.
5. Ditimbang hingga diperoleh bobot tetap.
Perhitungan :

% Kadar abu =

(bobot pemijaran ke . nbobot cawan kosong)


bobot contoh

x 100 %

4. Kadar Air
Dasar:
Penetapan kadar air secara gravimetri dengan dasar pemansan pada
suhu 105C . selisih bobot yang di peroleh setelah penguapan adalah
bobot air.
Cara kerja :
1. Ditimbang 2gr contoh pada botol timbang yang telah di ketahui bobot
kosongnya.
2. Dikeringkan di dalam ooven dengan suhu 105C selama 3 jam.
3. Didinginkan dengan desikator.
4. Dilakukan pengulangan hingga diperoleh bobot tetap.
Perhitungan :

Kadar air =

(bobot pemijaranbobot cawankosong)


bobot contoh

x 100 %

5. Uji Cemaran Logam Pb Secara Spektrometri Serapan Atom


Dasar :
Dengan Spektrometri Serapan Atom, berdasarkan penyerapan
energi radiasi pada tingkat energi dasar. Logam yang terlarut dalam
contoh diukur dengan Spektrometri Serapan Atom (SSA) dengan panjang
gelombang maksimum 217,0 nm.
Cara Kerja :

12

a. Persiapan Contoh
1. Contoh diabukan dan diasamkan dengan HNO3 pekat.
2. Dimasukkan ke dalam labu ukur 100ml, lalu dihimpitkan dan
dihomogenkan.
3. Diperiksa dengan Spektrometri Serapan Atom pada panjang
gelombang maksimum 217,0 nm.
b. Persiapan Deret Standar
1. Dibuat deret standar dari standar induk 50 ppm dengan konsentrasi 0
ppm; 1 ppm; 3 ppm; 6 ppm; 9 ppm; dan 12 ppm pada labu ukur 100
ml.
2. Ditambahkan 5 ml HNO3 4 N.
3. Diencerkan, dihimpitkan, dan dihomogenkan.
Perhitungan :

Kadar Pb =

x fp x vol . abu/ 1000


(|intrcept|
slope )
mgcontoh

6. Uji Cemaran Logam Cu Secara Spektrometri Serapan Atom


Dasar :
Dengan Spektrometri Serapan Atom, berdasarkan penyerapan
energi radiasi pada tingkat energi dasar. Logam yang terlarut dalam
contoh diukur dengan Spektrometri Serapan Atom (SSA).
Cara Kerja :
a. Persiapan Contoh
1. Contoh diabukan dan diasamkan dengan HNO3 pekat.
2. Dimasukkan ke dalam labu ukur 100ml, lalu dihimpitkan dan
dihomogenkan.
3. Diperiksa dengan Spektrometri Serapan Atom.
b. Persiapan Deret Standar
1. Dibuat deret standar dari standar induk 100 ppm dengan konsentrasi 0
ppm; 0,5 ppm; 1 ppm; 2 ppm; 3 ppm; dan 4 ppm pada labu ukur 100
ml.
2. Ditambahkan 5 ml HNO3 4 N.
3. Diencerkan, dihimpitkan, dan dihomogenkan.
Perhitungan :

Kadar Cu =

x fp x vol . abu/ 1000


(|intrcept|
slope )
mgcontoh
13

7. Uji Cemaran Logam Sn Secara Spektrometri Serapan Atom


Dasar :
Dengan Spektrometri Serapan Atom, berdasarkan penyerapan
energi radiasi pada tingkat energi dasar. Logam yang terlarut dalam
contoh diukur dengan Spektrometri Serapan Atom (SSA) dengan panjang
gelombang maksimum 253,7 nm.
Cara Kerja :
a. Persiapan Contoh
1. Contoh diabukan dan diasamkan dengan HNO3 pekat.
2. Dimasukkan ke dalam labu ukur 100ml, lalu dihimpitkan dan
dihomogenkan.
3. Diperiksa dengan Spektrometri Serapan Atom pada panjang
gelombang maksimum 253,7 nm.
b. Persiapan Deret Standar
1. Dibuat deret standar dari standar induk 1000 ppm dengan konsentrasi
0 ppm; 30 ppm; 60 ppm; 90 ppm; 120 ppm; dan 140 ppm pada labu
ukur 100 ml.
2. Ditambahkan 5 ml HNO3 4 N.
3. Diencerkan, dihimpitkan, dan dihomogenkan.
Perhitungan :

Kadar Pb =

x fp x vol . abu/1000
(|intrcept|
slope )
mgcontoh

8. Uji Cemaran Logam As dan Hg Secara Spektrometri Serapan Atom


Dasar:
Logam As dan Hg dalam contoh di ionisasi,dijadikan atom
bebasnya dengan eksitasi maka serapannya dapat diukur pada panjang
gelombang (As=525-540nm) (Hg=253,7nm).
Cara Kerja:
1. Ditimbang 0,1 gram contoh dalam iala gelas 100ml

14

2. Ditambahkan 5ml HNO3 pekat dan 5ml H2O2, kemudian dipanaskan


hingga jernih.
3. Dimasukan kedalam labu ukur 100ml dan himpitkan.
4. Lautan disaring dan dipipet 10ml filtrat kemudian dimasukan kedalam
labu ukur 50ml.
5. Dihimpitkan dan diperiksa absorbansinya dengan SSA.
Perhitungan :

Kadar Pb =

x fp x vol . abu/ 1000


(|intrcept|
slope )
mgcontoh

9. Perhitungan Angka Lempeng Total


Dasar :
Pertumbuhan bakteri mesofil aerob setelah contoh diinkubasikan
dalam pembenihan yang cocok selama 24 jam 28 jam pada suhu 37C.
Cara kerja :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Sterilisasi area meja kerja


Dipipet 9 ml larutan fisiologis ke dalam 4 buah tabung reaksi
Dipipet 1 ml contoh, dimasukkan kedalam tabung pengen ceran 10-1
Dipeipet 1 ml contoh pengenceran 10-1 dan dituangkan kedalam petri
kemudian dituankan media PCA.
Perlakuan yang sama dilakukan hingga pengenceran 10-3.
Dituang 10 ml sd 15 ml media PCA kedalam cawan petri dan dibiarkan
membeku.
Dimasukkan kedalam inkubator denga posisi terbalik selama 24 jam
48 jam pada suhu 37C.
Dihitung jumlah koloni.
Lakukan pengerjaan blanko.
Perhitungan ( berdasarkan SPC

):

Jumlah koloni per gram = jumlah koloni x

10. Penetapan Kapang dan Khamir


Dasar :

15

1
pengenceran

Dalam suasana asam ( pH 5 ) dan dalam media potatoes dextrose


agar, kapang dapat tumbuh dengan baikdngan menggunakann
pengenceran 10-1 sampai dengan 10-3 dan diinkubasi pada suhu 28 C
selama 3 hari sampai dengan 5 hari, jumlah kapang dapat diketahui.
Cara kerja :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Sterilisasi area meja kerja


Dipipet 9 ml larutan fisiologis ke dalam 4 buah tabung reaksi
Dipipet 1 ml contoh, dimasukkan kedalam tabung pengen ceran 10-1
Dipeipet 1 ml contoh pengenceran 10-1 dan dituangkan kedalam petri
kemudian dituankan media PDA.
Perlaluakn yang sama dilakukan hingga pengenceran 10-3.
Dituang 10 ml sd 15 ml media PDA kedalam cawan petri dan dibiarkan
membeku.
Dimasukkan kedalam inkubator denga posisi terbalik selama 24 jam
48 jam pada suhu 25 C.
Dihitung jumlah koloni.
Lakukan pengerjaan blanko.

Perhitungan :

Jumlah koloni per gram = jumlah koloni x

1
pengenceran

11. Penetapan Uji Salmonella dan Staphilococcus Aureus


Dasar :
Pertumbuhan bakteri salmonella, Staphilococcus Aureus dan
Vibrio Sp pada pembenihan yang khusus setelah diinkubasi selama 24
jam 48 jam pada suhu 37 C.
Cara kerja :
1. Sterilasasi area meja kerja
2. Dipipet 1 ml contoh kedalam cawan petri

16

3. Dituangkan 10 ml 15 ml media spesifik (media Briliant Green Agar


untuk bakteris Salmonlla dan media Manitol Salt Agar untuk bakteri
Staphilococcus Aureus) yang sudah disterilkan kedalam cawan petri
dan dibiarkan membeku.
4. Cawan petri diinkubasi dengan posisi terbalik selama 24 jam 48 jam
pada suhu 37C.
5. Diamati pertumbuhan bakteri.

12. Penetapan Bakteri Coliform


Dasar :
Pertumbuhan bakteri bentuk koliform ditandai dengan adanya gas
didalam tabung durham setelah diinkubasi kedalam pembenihan yang
cocok selama 24 jam 48 jam pada suhu 37C dan selanjutnya ditujuk
pada table Angka Paling Mungkin (APM).
Cara kerja :
1. Sterilisasi area meja kerja
2. Dibuat pengenceran 10-1, 10-2, 10-3 contoh dalam larutan fisiologis
3. Dimasukkan 1 ml tiap pengenceran contoh kedalam tabung reaksi
yang telah berisi tabung durham.
4. Dimasukkan 5 ml media Lactose Broth (LB) kedalam tabung reaksi
lalu gelembung udara dalam tabung durham dihilangkan.
5. Diletakkan semua tabung kedalam piala gelas, dan ditutup dengan
koran.
6. Dieramkan kedalam inkubator selama 24 jam 48 jam pada suhu
37C.
7. Diamati pertumbuhan bakteri.

13. Penetapan E.Coli


Dasar :
Pertumbuhan bakteri bentuk koliform ditandai dengan adanya gas
didalam tabung durham setelah diinkubasi kedalam pembenihan yang
cocok selama 24 jam 48 jam pada suhu 37C dan selanjutnya ditujuk
pada tabel angka paling mungkin (APM).

Cara kerja :
1. Sterilisasi area meja kerja

17

2. Dibuat pengenceran 10-1, 10-2, 10-3 contoh dalam larutan fisiologis


3. Dimasukkan 1 ml tiap pengenceran contoh kedlam tabung reaksi
yang telah berisi tabung durham
4. Dimasukkan 5 ml media Brilliant Green Lactose Broth (BGLB)
kedalam tabung reaksi lalu gelembung udara dalam tabung durham
dihilangkan.
5. Diletakkan semua tabung kedalam piala gelas, dan ditutup dengan
koran
6. Dieramkan kedalam inkubator selama 24 jam 48 jam pada suhu
37C.
7. Diamati pertumbuhan bakteri.

18

BAB IV PELAKSANAAN
A. PELAKSANAAN
Pembuatan Dan Analisis Hard Candy Kaya Vitamin C Dengan Bahan
Tambahan Tomat dilaksanakan oleh kelompok PKT 11 yang terdiri atas :
Ketua
: Dian Iryanti
Anggota
: 1. Akhmad Yusuf B.W.
2. Alfikar Pandu Adha
3. Dwinda Puteri Lestari
Tempat Pelaksanaan
1. Laboratorium Praktik Kimia Terpadu (PKT) 1-SMK SMAK Bogor
2. Laboratorium Praktik Kimia Terpadu (PKT) 2-SMK SMAK Bogor
3. Laboratorium Mikrobiologi-SMK SMAK Bogor
4. Laboratorium Analisis Instrumen-SMK SMAK Bogor
Sekolah Menengah Kejuruan SMAK Bogor
Jalan Binamarga I Kotak Pos 2017 Ciheuleut, Baranangsiang, Bogor Timur
16143. Nomor telefon (0251) 8323138

B. WAKTU PELAKSANAAN
Waktu pelaksanaan Praktik Kimia Terpadu akan dilaksanakan pada
tanggal 20 Agustus sampai 30 September. Tabulasi waktu Praktik Kimia
Terpadu dapat dilihat pada tabel berikut:

19

Tabel Perencanaan Pelaksanaan Praktik Kimia Terpadu (PKT)

20

Juli

No

Nama Kegiatan

1.

Pembagian materi, kelompok PKT


Pembagian Pembimbing, Rapat
Pembimbing Teori PKT dan Pembagian
Loker PKT
Konsultasi dengan Pembimbing
Pembuatan Proposal
Pengumpulan Proposal Beserta
Rekapitulasi Bahan Kimia Pada Kepala
Laboratorium
Libur Hari Raya Idul Fitri
Halal Bi Halal
Pengambilan Dana dan bahan Kimia
Pelaksanaan PKT/Project Work
Kunjungan Industri Jawa-Bali / JabarBanten
Pelaksanaan Lanjutan PKT
Wisuda Lulusan Angkatan 55
Pembuatan Makalah dan Latihan Seminar
Pelaksanaan Ujian Seminar PKT
Penyerahan Laporan Proyek Tugas Akhir
PKT

2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.

Agustus

September

Oktober

BAB V ALAT DAN BAHAN PEMBUATAN DAN ANALISIS


A. BAHAN
1. Bahan Untuk Pembuatan
Tabel 1 Tabel Daftar Bahan yang Diperlukan dalam Proses
Pembuatan

No.
1.
2.
3.
4.

Bahan
Buah Tomat
Gula Pasir
Glukosa
Air

Jumlah
1 Kg
1 kg
Kg
300 ml

2. Bahan Untuk Analisis


Bahan Analisis Kimia

No
.

Parameter

Bahan

21

Jumlah

1.

Gula inverse

2.

Kadar abu

3.
4.

Kadar air
Uji Cemaran
Logam

1. Contoh
2. Pb asetat
3. Na2HPO4 10%
4. H2SO4 25%
5. KI 20%
6. Na2S2O3 0,1N
7. HCl 25%
8. NaOH 30%
9. CuSO4.5H2O
10. Na2CO3 an hidrat
11. Asam Sitrat
12. Air suling
13. Kanji
1. Contoh

24 gram
24 ml
24 ml
120 ml
72 ml
180 ml
60 ml
60 ml
25 gram
143,8 gram
50 gram
200 ml
2 ml
5 gram

1. Contoh

5 gram

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

50 ml
30 ml
30 ml
50 ml
30 ml
30 ml
3L

HNO3 pekat
Standar Pb
Standar Cu
Standar Sn
Standar Hg
Standar As
Air Suling

Metode Analisis Fisika

No
.
1.

Parameter

Bahan

Bau, Warna,
Rasa, Dan
Tekstur

1. Contoh

Jumlah
2 gram

Metode Analisis Mikrobiologi

No
.
1.

Parameter
Angka
Lempeng
Total dan
Perhitungan
Jumlah

Bahan
1.
2.
3.
4.

Contoh
Alkohol 70%
Larutan Fisiologis
Media Plate Count
Agar
22

Jumlah
10ml
200ml
200ml
100ml

2.

3.

Kapang
Khamir

5. Media Potatos
Dextrose Agar

100ml

Uji Bakteri
Salmonella
dan
Staphylococc
us Aureus

1. Contoh
2. Alkohol 70%
3. Media Briliant
Green Agar
4. Media Manitol Salt
Agar
1. Contoh
2. Larutan Fisiologis
3. Media Lactose
Broth
4. Media Briliant
Green Lactose
Broth

10ml
100ml
100ml

Uji Bakteri
Coliform dan
E.Coli

100ml
10ml
200ml
50ml
50ml

B. ALAT
1. Alat Untuk Pembuhatan

No
.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Jumlah

Alat
Panci Kecil
Hot Plate
Pengaduk
Neraca digital
Piring
Alumunium Foil
Termometer Raksa
Blender
Pisau

1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 Lembar
1 buah
1 set
1 buah

2. Alat Untuk Analisis

No
.
1.

Parameter
Gula inversi

Alat
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Labu semprot
Kaca arloji
Pengaduk
Piala gelas 400 ml
Piala gelas 800 ml
Labu ukur 100 ml
Labu ukur 250 ml
Buret 50 ml
Pipet volumetri 25 ml

23

Jumlah
1 buah
1 buah
1 buah
7 buah
5 buah
2 buah
1 buah
1 buah
1 buah

2.

Kadar abu

3.

Kadar air

4.

Uji cemaran
logam

10. Gelas ukur 50 ml


11. Erlenmeyer asah 250
ml
12. Refluks
13. Pembakar teklu
14. Kasa asbes
15. Kaki tiga
16. Statif
17. Alas titar
18. Corong besar
19. Penyangga corong
20. Kertas saring berabu
21. Pembaca buret
22. Neraca digital
23. Batu didih
1. Cawan porselen
2. Kaki tiga
3. Segitiga porselen
4. Pembakar teklu
5. Tanur
6. Neraca digital
7. Desikator
1. Neraca digital
2. Kaca arloji
3. Pengaduk
4. Botol timbang
5. Oven
6. Desikator
1. Neraca digital
2. Kaca arloji
3. Pengaduk
4. Cawan porselen
5. Pembakar teku
6. Kaki tiga
7. Segitiga porselen
8. Tanur
9. Desikator
10. Labu ukur 100 ml
11. Labu ukur 50 ml
12. Buret 50 ml
13. Statif
14. Piala gelas 400 ml
15. Piala gelas 800 ml
16. Tutup labu ukur 100 ml
17. Tutup labu ukur 50ml
18. Pembaca buret
19. Spektrofotometer
serapan atom (SSA)

24

1 buah
4 buah
2 buah
2 buah
2 buah
2 buah
3 buah
1 buah
1 buah
1 buah
2 buah
1 buah
1 buah
Secukupnya
2 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
5 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
20 buah
8 buah
2 buah
2 buah
2 buah
1 buah
20 buah
8 buah
2 buah
1 set

6.

Angka
lempeng total

7.

Kapang dan
khamir

8.

Uji
Salmonella
dan
Staphylococc
us aeureus

9.

Bakteri
coliform

20. Kertas saring


21. Pipet tetes
22. Gelas ukur 50 ml
23. Pipet volumetri 5 ml
24. Pipet volumetri 10 ml
25. Pipet serologi 10 ml
1. Tabung reaksi
2. Pipet serologi 10 ml
3. Tabung ulir
4. Cawan petri
5. Erlenmeyer
6. Botol semprot
7. Inkubator
8. Pembakar spiritus
9. Koran
10. Kapas
11. Tali kasur
12. Penangas
13. Tissue
14. Neraca kasar
1. Tabung reaksi
2. Pipet serologi 10 ml
3. Tabung ulir
4. Cawan petri
5. Erlenmeyer
6. Botol semprot
7. Inkubator
8. Pembakar spiritus
9. Koran
10. Kapas
11. Tali kasur
12. Penangas
13. Tissue
14. Koloni counter
1. Tabung reaksi
2. Pipet serologi 10 ml
3. Cawan petri
4. Erlenmeyer
5. Botol semprot
6. Inkubator
7. Pembakar spiritus
8. Koran
9. Kapas
10. Tali kasur
11. Penangas
12. Tissue
1. Tabung reaksi
2. Pipet serologi 10 ml

25

2 buah
2 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
4 buah
1 buah
4 buah
4 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 lembar
1 gulung
1 meter
1 buah
1 gulung
1 buah
4 buah
1 buah
4 buah
4 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 gulung
1 meter
1 buah
1 gulung
1 buah
2 buah
1 buah
2 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
2 lembar
1 gulung
1 meter
1 buah
1 gulung
5 buah
1 buah

10. E. Coli

3. Tabung ulir
4. Erlenmeyer
5. Botol semprot
6. Inkubator
7. Pembakar spiritus
8. Koran
9. Kapas
10. Tali kasur
11. Penangas
12. Tissue
13. Piala gelas 800 ml
1. Tabung reaksi
2. Pipet serologi 10 ml
3. Tabung ulir
4. Piala gelas 800 ml
5. Erlenmeyer
6. Botol semprot
7. Inkubator
8. Pembakar spiritus
9. Koran
10. Kapas
11. Tali kasur
12. Penangas
13. Tissue

26

4 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 lembar
1 gulung
1 meter
1 buah
1 gulung
1 buah
5 buah
1 buah
4 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 lembar
1 gulung
1 meter
1 buah
1 gulung

BAB VI ANGGARAN
A. Anggaran Pembuatan
Biaya yang dibutuhkan selama pelaksanaan pembuatan Permen Keras
adalah sebagai berikut:

N
o
1
2
3
4

Bahan

Jumlah

Buah Tomat
Gula Pasir
Glukosa
Air
Total Harga

1 Kg
1 kg
Kg
300 ml

Harga
Rp12.000,00
Rp12.000,00
Rp20.000,00
Rp2.500,00
Rp46.500,00

B. Anggaran Bahan Analisis


Biaya yang dibutuhkan selama pelaksanaan analisis adalah sebagai
berikut :

27

No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
.

Bahan
Pb Asetat
Na2HPO4 10%
H2SO4 25%
KI 20%
Na2S2O3 0,1N
HCl 25%
NaOH 30%
CuSO4.5H2O
Na2CO3 An Hidrat
Asam Sitrat
Air suling
Kanji
HNO3 pekat
Standar Pb
Standar Cu
Standar Sn
Standar Hg
Standar As
Alkohol 70%
Laruan fisiologis
Media Plate Count
Agar
Media Potatos
Dextrose Agar
Media Brilliant Green
Agar
Media Manitolt Salt
Agar
Media Brilliant Green
Lactose Broth
Media Lactose Broth

Jumlah
24 ml
24 ml
120 ml
72 ml
80 ml
60 ml
60 ml
25 gram
143,8 gram
50 gram
5 liter
5 ml
100 ml
30 ml
30 ml
50 ml
30 ml
30 ml
300 ml
400 ml
100 ml

Harga
Rp15.000,00
Rp19.248,00
Rp57.840,00
Rp325.107,00
Rp5.700,00
Rp35.940,00
Rp58.212,00
Rp56.400,00
Rp248.198,00
Rp69.600,00
Rp12.000,00
Rp3.000,00
Rp150.000,00
Rp166.200,00
Rp52.500,00
Rp72.400,00
Rp52.620,00
Rp41.880,00
Rp45.300,00
Rp515.520,00
Rp5.183,00

100 ml

Rp10.764,00

100 ml

Rp15.440,00

100 ml

Rp78.200,00

50 ml

Rp5.200,00

50 ml

Rp5.000,00

Jumlah
Biaya tak Terduga 10%
Total

28

Rp2.122.452,
00
Rp212.245,00
Rp2.334.697,
20

Tabel Kewirausahaan
Kebutuhan Investasi Untuk 1 Kg Tomat
Fixed Cost

Harga

Variabel Cost

Harga

Kompor

Rp110.400,00

Buah Tomat

Rp12.000,00/Kg

Blender

Rp51.900,00

Gula Pasir

Rp12.000,00/Kg

Panci

Rp400.000,00

Glukosa

Mesin

Rp500.000,00

Pendingin

Alumunium Foil
PDAM

Rp20.000,00
Rp30.000,00/gulung

Rp100.000,00/bulan

Jasa Analisis

Rp2.000.000,00/orang

Sewa Tanah

Rp100.000,00/meter

Pengaduk

Rp15.000,00

Tenaga Kerja

Rp500.000,00/orang

Biaya Listrik

Rp100.000,00/bulan

Biaya Pengeluaran

Rp50.000,00

Gas Elpigi

Rp75.000,00

Saringan

Rp10.000,00

29

DAFTAR PUSTAKA

Anonimus. 2008. SNI 01-3547 tentang kembang gula.

Jakarta: Badan

Standarisasi Nasional.
Dwidjoseputro,Prof. Dr. D. 1885. Dasar-Dasar. Djambatan.
Krisnandi, H. E. 2003. Penuntun Praktikum Kimia Analisis Instrumen. Bogor:
Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor.
Riandari, Dwika, M.Si, dan Kusmawati, Rini, Dra. 2012. Analisis Proksimat.
Bogor: Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor.
Winarno, F. G. 1997. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka
Utama.
Tanpa nama. Tanpa tahun. Pembuatan Permen Hard Candy.
tempat:

Tanpa nama

http://besmilelah.wordpress.com/Permen-Pembuatan-hard

Candy.html
Tanpa nama. Tanpa tahun. Kandungan Buah Tomat.

Tanpa nama tempat:

http://Emoo-Esprit.blogspot.com/Kandungan-Buah-Tomat.html
Tanpa nama. 2012. Fungsi Vitamin C Bagi Tubuh.

Tanpa nama tempat:

http://Sportindo.com/Fugsi-Vitamin C-Bagi Tubuh.html

30