Anda di halaman 1dari 12

HIKMAH PUASA RAMADHAN

Oleh Ustaz Syed Hasan Alatas


"Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana
telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu,supaya kamu menjadi orangorang yang bertaqwa." (S.al-Baqarah:183)
PUASA menurut syariat ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan
puasa (seperti makan, minum, hubungan kelamin, dan sebagainya) semenjak terbit
fajar sampai terbenamnya matahari,dengan disertai niat ibadah kepada Allah,karena
mengharapkan redho-Nya dan menyiapkan diri guna meningkatkan Taqwa kepadaNya.
RAMAHDAH bulan yang banyak mengandung Hikmah didalamnya.Alangkah
gembiranya hati mereka yang beriman dengan kedatangan bulan Ramadhan. Bukan
sahaja telah diarahkan menunaikan Ibadah selama sebulan penuh dengan balasan
pahala yang berlipat ganda,malah dibulan Ramadhan Allah telah menurunkan kitab
suci al-Quranulkarim,yang menjadi petunjuk bagi seluruh manusia dan untuk
membedakan yang benar dengan yang salah.
Puasa Ramadhan akan membersihkan rohani kita dengan menanamkan perasaan
kesabaran, kasih sayang, pemurah, berkata benar, ikhlas, disiplin, terthindar dari sifat
tamak dan rakus, percaya pada diri sendiri, dsb.
Meskipun makanan dan minuman itu halal, kita mengawal diri kita untuk tidak makan
dan minum dari semenjak fajar hingga terbenamnya matahari,karena mematuhi
perintah Allah.Walaupun isteri kita sendiri, kita tidak mencampurinya diketika masa
berpuasa demi mematuhi perintah Allah s.w.t.
Ayat puasa itu dimulai dengan firman Allah:"Wahai orang-orang yang beriman" dan
disudahi dengan:" Mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertaqwa."Jadi jelaslah
bagi kita puasa Ramadhan berdasarkan keimanan dan ketaqwaan.Untuk menjadi orang
yang beriman dan bertaqwa kepada Allah kita diberi kesempatan selama sebulan
Ramadhan,melatih diri kita,menahan hawa nafsu kita dari makan dan
minum,mencampuri isteri,menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang siasia,seperti berkata bohong, membuat fitnah dan tipu daya, merasa dengki dan khianat,
memecah belah persatuan ummat, dan berbagai perbuatan jahat lainnya.Rasullah
s.a.w.bersabda:
"Bukanlah puasa itu hanya sekedar menghentikan makan dan minum tetapi puasa itu
ialah
menghentikan
omong-omong
kosong
dan
kata-kata
kotor."
(H.R.Ibnu Khuzaimah)
Beruntunglah mereka yang dapat berpuasa selama bulan Ramadhan, karena puasa itu
bukan sahaja dapat membersihkan Rohani manusia juga akan membersihkan Jasmani
manusia itu sendiri, puasa sebagai alat penyembuh yang baik. Semua alat pada tubuh
kita senantiasa digunakan, boleh dikatakan alat-alat itu tidak berehat selama 24 jam.
Alhamdulillah dengan berpuasa kita dapat merehatkan alat pencernaan kita lebih
kurang selama 12 jam setiap harinya. Oleh karena itu dengan berpuasa, organ dalam
tubuh kita dapat bekerja dengan lebih teratur dan berkesan.

Perlu diingat ibadah puasa Ramadhan akan membawa faaedah bagi kesehatan
rohani dan jasmani kita bila ditunaikan mengikut panduan yang telah ditetapkan, jika
tidak maka hasilnya tidaklah seberapa malah mungkin ibadah puasa kita sia-sia sahaja.
Allah berfirman yang maksudnya:
"Makan dan minumlah kamu dan janganlah berlebih-lebihan sesungguhnya Allah
tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (s.al-A'raf:31)
Nabi s.a.w.juga bersabda:
"Kita ini adalah kaum yang makan bila lapar, dan makan tidak kenyang."
Tubuh kita memerlukan makanan yang bergizi mengikut keperluan tubuh kita. Jika
kita makan berlebih-lebihan sudah tentu ia akan membawa muzarat kepada kesehatan
kita. Boleh menyebabkan badan menjadi gemuk, dengan mengakibatkan kepada sakit
jantung, darah tinggi, penyakit kencing manis, dan berbagai penyakit lainnya. Oleh itu
makanlah secara sederhana, terutama sekali ketika berbuka, mudah-mudahan Puasa
dibulan Ramadhan akan membawa kesehatan bagi rohani dan jasmani kita. Insy Allah
kita akan bertemu kembali.
Allah berfirman yang maksudnya: "Pada bulan Ramadhan diturunkan al-Quran
pimpinan untuk manusia dan penjelasan keterangan dari pimpinan kebenaran
itu, dan yang memisahkan antara kebenaran dan kebathilan. Barangsiapa menyaksikan
(bulan) Ramadhan, hendaklah ia mengerjakan puasa.
(s.al-Baqarah:185)

FAEDAH DAN HIKMAH PUASA


RAMADHAN
Puasa memiliki banyak faedah dan hikmah yang dapat dipetik manfaatnya oleh setiap muslim,
baik ditinjau dari segi rohani, jasmani (kesehatan) maupun sosial kemasyarakatan, di antaranya :
a. Puasa melatih seseorang menjadi penyabar dan tahan marah, bersifat kasih sayang, berakhlak yang
mulia dan kuat jiwanya dalam mengekang hawa nafsu sehingga tidak selalu menuruti hawa
nafsunya..
b. Puasa akan meningkatkan ketakwaan seorang muslim.
c. Puasa akan mengingatkan orang yang kaya betapa besar nikmat Allah yang diberikan kepadanya
berupa makanan, minuman ataupun kenikmatan seksual, sebab dalam hal ini tidak semua orang
dapat memperolehnya.
d. Puasa akan menghilangkan sifat sombong dari hati seseorang sehingga ia akan bersikap tawadhu
(rendah hati) dan lemah lembut.
e. Puasa akan menjadikan hati bersih dan lembut, hal ini karena perut yang kekenyangan akan
membutakan hati dan susah untuk berpikir dan berdzikir kepada Allah.
f. Puasa akan mempersempit jalan peredaran darah dalam tubuh karena lapar dan dahaga. Dengan
demikian, hal itu akan dapat mempersempit jalan pula jalan setan di dalam tubuh, karena setan
berjalan di dalam tubuh menurut peredaran darah.
g. Puasa akan menyehatkan tubuh karena puasa berarti menyedikitkan makan, mengistirahatkan alat
pencernaan sehingga sisa makanan yang membahayakan kesehatan dapat dihancurkan,
membersihkan usus-usus, mengurangi kegemukan dan kelebihan lemak di dalam perut.
h. Puasa akan membiasakan umat Islam untuk hidup disiplin, bersatu, cinta keadilan dan persamaan,
juga melahirkan perasaan kasih sayang dalam diri orang-orang beriman dan mendorong mereka
berbuat kebajikan.

Hikmah Puasa bagi Kesehatan


esehatan merupakan nikmat yang tidak dapat dinilai dengan harta benda. Untuk menjaga
kesehatan, tubuh perlu diberikan kesempatan untuk istirahat. Puasa, yang mensyaratkan
pelakunya untuk tidak makan, minum, dan melakukan perbuatan-perbuatan lain yang
membatalkan puasa dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari
sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani pelakunya.
Puasa dapat mencegah penyakit yang timbul karena pola makan yang berlebihan. Makanan yang
berlebihan gizi belum tentu baik untuk kesehatan, karena overnutrisi dapat mengakibatkan
kegemukan yang dapat menimbulkan penyakit degeneratif, seperti kolesterol dan trigliserida
tinggi,
jantung
koroner,
kencing
manis,
dan
lain-lain.
Pengaruh mekanisme puasa terhadap kesehatan jasmani meliputi berbagai aspek, diantaranya
yaitu :

Memberikan kesempatan istirahat kepada alat pencernaan. Pada hari-hari ketika tidak
sedang berpuasa, alat pencernaan di dalam tubuh bekerja keras, oleh karena itu sudah
sepantasnya alat pencernaan diberi istirahat
membersihkan tubuh dari racun & kotoran (detoksifikasi). Puasa merupakan terapi
detoksifikasi yang paling tua. Dengan puasa, berarti membatasi kalori yang masuk dalam
tubuh kita sehingga menghasilkan enzim antioksidan yang dapat membersihkan zat-zat
yang bersifat racun dari dalam tubuh
menambah jumlah sel darah putih sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh
menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh

memblokir makanan untuk bakteri, virus, dan sel kanker


mendorong terjadinya pergantian sel-sel tubuh yang rusak dengan yamng baru
(peremajaan)
meningkatkan daya serap makanan, memperbaiki fungsi hormon & meningkatkan fungsi
organ tubuh

Ibadah puasa mengandung banyak hikmah, salah satu hikmah puasa yaitu dapat membantu usaha
terhadap pencegahan dan penyembuhan penyakit, antara lain yaitu :

menurunkan kolesterol dan trigliserida tinggi,


menurunkan berat badan dan mencegah obesitas (kegemukan),
mengurangi risiko kencing manis (diabetes mellitus) tipe II
menurunkan tekanan darah tinggi,
mencegah pengerasan pembuluh darah,
mencegah gangguan jantung dan stroke
pada umumnya maag yang fungsional akan membaik karena puasa
meningkatkan kuantitas dan kualitas sperma

Makanan
Sehat
untuk
Berpuasa
Disunahkan agar berbuka puasa diawali dengan makan buah kurma, atau dengan buah-buahan
dan minuman yang manis seperti madu. Ajaran ini mengandung makna kesehatan karena buahbuahan dan minuman yang manis merupakan bahan bakar siap pakai yang dapat segera diserap
oleh tubuh untuk memulihkan tenaga setelah seharian tubuh tidak disuplai oleh makanan dan
minuman.
Glukosa yang terkandung di dalam buah-buahan dan minuman yang manis merupakan sumber
energi utama yang dapat menggerakkan susunan saraf pusat. Glukosa efektif dibutuhkan ketika
tubuh memerlukan masukan energi yang diperlukannya. Namun pada penderita kencing manis
(diabetes mellitus) harus berhati-hati, jangan mengkonsumsi makanan dan minuman manis yang
berlebihan. Penderita kencing manis harus menghindarkan kadar glukosa darah terlalu tinggi
(hiperglikemia)
atau
terlalu
rendah.
Seperti halnya sarapan, sahur amat perlu untuk mengimbangi zat gizi yang tak diperoleh tubuh
selama sehari berpuasa. Anjuran sahur bukan semata-mata untuk mendapatkan tenaga yang
prima selama menunaikan ibadah puasa, melainkan juga mengandung makna bahwa puasa perlu
persiapan agar selama berpuasa produktivitas kerja dan aktivitas sehari-hari tidak terganggu.
Sebaiknya makanan untuk sahur dipilih yang mengandung serat dan berkuah seperti sayur dan
buah-buahan
karena
dapat
mengurangi
rasa
lapar
dan
haus.
Pada waktu buka puasa dan sahur suplai gizi perlu diusahakan memenuhi unsur-unsur yang
dibutuhkan tubuh, meliputi enam jenis zat gizi yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin,
mineral, dan air. Makan yang seimbang baik dalam porsi maupun gizi akan mempengaruhi
susunan
saraf
pusat
dan
kondisi
biokimia
tubuh.
Pada beberapa orang, pada saat puasa mempunyai keluhan seperti merasa lemas dan lesu atau
stamina menurun, juga gangguan pencernaan. Beberapa bahan pangan tertentu dapat digunakan
untuk mengantisipasi keluhan pada saat berpuasa. Berikut beberapa bahan atau makanan dan
minuman sehat untuk berpuasa agar tetap fit, sehat dan segar.

NIAT PUASA ROMADHON

Arab:

Lafadz:
Nawaitu saumagadin an'adai fardi syahri ramadhana hadzihissanati
lillahita'ala.
Artinya:
"Sengaja aku berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu puasa pada
bulan Ramadhan bagi tahun ini karena Allah Taala"
Doa Berbuka Puasa Ramadhan :

Dibaca : Allahuma laka shumtu wabika amantu wa ala rizqika aftartu


birahmatika ya arhama rohimin.
Artinya : Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki-Mu aku
berbuka, Maha besar Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang.

Dibaca: Nawaitu shauma godhin an adaai fardli syahri ramadlaani haadzihis


sanati lillahi taaalaa
Artinya : Sengaja aku berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu puasa
pada bulan Ramadhan bagi tahun ini kerana Allah Taala

Niat puasa wajib Ramadhan dan Niat puasa sunnah


Niat Puasa Wajib :
1.Niat puasa Ramadhan
Nawaitu shouma ghodin an adaa-i fardhi syahri romadhoona haadzihis sanati lillaahi taaala.
Artinya :
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Aku berniat puasa esok hari menunaikan kewajiban Ramadhan tahun ini karena Allah Taala

Niat Puasa Sunnah :


1. Niat Puasa Senin Kamis


NAWAITU SAUMA YAUMUL ISNAIN SUNNATAN LILLAHI TAALA
Artinya :
Saya niat puasa hari Senin, Sunnah karena Allah taala.


NAWAITU SAUMA YAUMUL KHOMIS SUNNATAN LILLAHI TAALA
Artinya :
Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah taala
2. Niat Puasa Daud


NAWAITU SAUMA DAWUD SUNNATAN LILLAHI TAALA
Artinya :
Saya niat puasa Daud , sunnah karena Allah taala
3. Niat Puasa Hari-hari Putih .


NAWAITU SAUMA AYYAMI BIDH SUNNATAN LILLAHI TAALA
Artinya :
Saya niat puasa pada hari-hari putih , sunnah karena Allah taala.
4. Niat Puasa Bulan Muharram


NAWAITU SAUMA ASYURA LILLAHI TAALA
Artinya :
Saya niat puasa hari Asyura , sunnah karena Allah taala
5. Niat Puasa Bulan Rajab


NAWAITU SAUMA SYAHRI RAJAB LILLAHI TAALA
Artinya :
Saya niat puasa bulan Rajab , sunnah karena Allah taala
6. Niat Puasa Syaban


NAWAITU SAUMA SYAHRI SYAHBAN LILLAHI TAALA
Artinya :
Saya niat puasa bulan syaban , sunnah karena Allah taala
7. Niat Puasa Syawwal

NAWAITU SAUMA SYAHRI SYAWWAL SUNNATAN LILLAHI TAALAH


Artinya :
Saya niat puasa bulan Syawwal , sunnah karena Allah taala.
8. Niat Puasa Bulan Dzulhijjah


NAWAITU SAUMA TARWIYAH SUNNATAN LILLAHI TAALAH
Artinya :
Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah taala
9. Doa Ketika Berbuka Puasa

Niat puasa wajib Ramadhan dan Niat puasa sunnah


Artinya:
Ya Tuhanku keranamu jua aku berpuasa dan denganmu aku beriman dan di atas rezekimu aku
berbuka dengan belas kasihanmu Ya Allah yang amat mengasihani.

BERPUASA TAPI MENINGGALKAN


SHALAT
Barangsiapa berpuasa tapi meninggalkan shalat, berarti ia meninggalkan rukun
terpenting dari rukun-rukun Islam setelah tauhid. Puasanya sama sekali tidak
bermanfaat baginya, selama ia meninggalkan shalat. Sebab shalat adalah tiang agama,
di atasnyalah agama tegak. Dan orang yang meninggalkan shalat hukumnya adalah
kafir. Orang kafir tidak diterima amalnya. Rasulullah r bersabda:
"Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat, barangsiapa meninggalkannya
maka dia telah kafir." (HR. Ahmad dan Para penulis kitab Sunan dari hadits Buraidah
t) At-Tirmidzi berkata : Hadits hasan shahih, Al-Hakim dan Adz-Dzahabi
menshahihkannya.
Jabir t meriwayatkan, Rasulullah r bersabda:
(Batas) antara seseorang dengan kekafiran adalah meninggalkan shalat." (HR.
Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Tentang keputusan-Nya terhadap orang-orang kafir, Allah I berfirman:
"Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu
(bagaikan) debu yang beterbangan." (Al-Furqaan: 23).
Maksudnya, berbagai amal kebajikan yang mereka lakukan dengan tidak karena Allah
I, niscaya Kami hapus pahalanya, bahkan Kami menjadikannya sebagai debu yang
beterbangan.

Demikian pula halnya dengan meninggalkan shalat berjamaah atau mengakhirkan


shalat dari waktunya. Perbuatan tersebut merupakan maksiat dan dikenai ancaman
yang keras. Allah I berfirman:
"Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu) orang-orang yang lalai dari
shalatnya." (Al-Maa'un: 4-5).
Maksudnya, mereka lalai dari shalat sehingga waktunya berlalu. Kalau Nabi r tidak
mengizinkan shalat di rumah kepada orang buta yang tidak mendapatkan orang yang
menuntunnya ke masjid, bagaimana pula halnya dengan orang yang pandangannya
tajam dan sehat yang tidak memiliki udzur?
Berpuasa tetapi dengan meninggalkan shalat atau tidak berjamaah merupakan
pertanda yang jelas bahwa ia tidak berpuasa karena mentaati perintah Tuhannya.Jika
tidak demikian, kenapa ia meninggalkan kewajiban yang utama (shalat)? Padahal
kewajiban-kewajiban itu merupakan satu rangkaian utuh yang tidak terpisah-pisah,
bagian yang satu menguatkan bagian yang lain.
Catatan Penting:
Setiap muslim wajib berpuasa karena iman dan mengharap pahala Allah, tidak
karena riya' (agar dilihat orang), sum'ah (agar didengar orang), ikut-ikutan orang,
toleransi kepada keluarga atau masyarakat tempat ia tinggal. Jadi, yang memotivasi
dan mendorongnya berpuasa hendaklah karena imannya bahwa Allah I mewajibkan
puasa tersebut atasnya, serta karena mengharapkan pahala di sisi Allah I dengan
puasanya.
Demikian pula halnya dengan Qiyam Ramadhan (shaiat malam/tarawih), ia wajib
menjalankannya karena iman dan mengharap pahala Allah, tidak karena sebab lain.
Karena itu Nabi r bersabda:
"Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala Allah, niscaya
diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, barangsiapa melakukan shalat malam pada
bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala Allah, niscaya diampuni dosadosanya yang telah lalu dan barangsiapa melakukan shalat pada malam Lailatul Qadar
karena iman dan mengharap pahala Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah
lalu." (Muttafaq 'Alaih).
2.
Secara tidak sengaja, kadang-kadang orang yang berpuasa terluka, mimisan (keluar
darah dari hidung), muntah, kemasukan air atau bersin di luar kehendaknya. Hal-hal
tersebut tidak membatalkan puasa. Tetapi orang yang sengaja muntah maka puasanya
batal, karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Barangsiapa muntah tanpa sengaja maka tidak wajib qadha' atasnya, (tetapi)
barangsiapa sengaja muntah maka ia wajib mengqadha' puasanya." (HR. Imam Lima
kecuali An-Nasa'i) (Al Arna'uth dalam Jaami'ul Ushuul, 6/29 berkata : "Hadits ini
shahih").
3.
Orang yang berpuasa boleh meniatkan puasanya dalam keadaan junub (hadats
besar), kemudian mandi setelah terbitnya fajar. Demikian pula halnya dengan wanita
haid, atau nifas, bila sudi sebelum fajar maka ia wajib berpuasa. Dan tidak mengapa
ia mengakhirkan mandi hingga setelah terbit fajar, tetapi ia tidak boleh mengakhirkan
mandinya hingga terbit matahari. Sebab ia wajib mandi dan shalat Shubuh sebelum
terbitnya matahari, karena waktu Shubuh berakhir dengan terbitnya matahari.
Demikian pula halnya dengan orang junub, ia tidak boleh mengakhirkan mandi hingga
terbitnya matahari. Ia wajib mandi dan shalat Shubuh sebelum terbit matahari. Bagi
laki-laki wajib segera mandi, sehingga ia bisa mendapatkan shalat jamaah.
4.
Di antara hal-hal yang tidak membatalkan puasa adalah: pemeriksaan
darah, (Misalnya dengan mengeluarkan sample (contoh) darah dari salah satu anggota
tubuh) suntik yang tidak dimaksudkan untuk memasukkan makanan. Tetapi jika
memungkinkan- melakukan hal-hal tersebut pada malam hari adalah lebih baik dan
selamat, sebab Rasulullah r bersabda:
1.

"Tinggalkan apa yang membuatmu ragu, kerjakan apa yang tidak membuatmu ragu."
(HR. An-Nasa'i dan At-Tirmidzi, ia berkata: hadits hasan shahih)
Dan beliau juga bersabda :
"Barangsiapa menjaga (dirinya) dari berbagai syubhat maka sungguh dia telah
berusaha menyucikan agama dan kehormatannya." (Muttafaq 'Alaih)
Adapun suntikan untuk memasukkan zat makanan maka tidak boleh dilakukan, sebab
hal itu termasuk kategori makan dan minum. (Lihat kitab Risaalatush Shiyaam, oleh
Syaikh Abdul Azis bin Baz, hlm. 21-22)
5.
Orang yang puasa boleh bersiwak pada pagi atau sore hari. Perbuatan itu sunnah,
sebagaimana halnya bagi mereka yang tidak dalam keadaaan puasa.

PETUNJUK RASULULLAH DALAM


BERPUASA
suka tidur

Thursday

Petunjuk puasa dari Nabi r adalah petunjuk yang paling sempurna, paling mengena
dalam mencapai maksud, serta paling mudah penerapannya bagi segenap jiwa.
Di antara petunjuk puasa dari Nabi r pada bulan Ramadhan adalah:
Memperbanyak melakukan berbagai macam ibadah. Jibril'alaihis salam senantiasa
membacakan Al-Qur'anul Karim untuk beliau pada bulan Ramadhan; beliau juga
memperbanyak sedekah, kebajikan, membaca Al-Qur'anul Karim, shalat, dzikir, i'tikaf
dan bahkan beliau mengkhususkan beberapa macam ibadah pada bulan Ramadhan, hal
yang tidak beliau lakukan pada bulan-bulan lain.
Nabi r menyegerakan berbuka dan menganjurkan demikian, beliau makan sahur dan
mengakhirkannya, serta menganjurkan dan memberi semangat orang lain untuk
melakukan hal yang sama. Beliau menghimbau agar berbuka dengan kurma, jika tidak
mendapatkannya maka dengan air.
Nabi r melarang orang yang berpuasa dari ucapan keji dan caci-maki. Sebaliknya
beliau memerintahkan agar ia mengatakan kepada orang yang mencacinya,
"Sesungguhnya aku sedang puasa."
Jika beliau melakukan perjalanan di bulan Ramadhan, terkadang beliau meneruskan
puasanya dan terkadang pula berbuka. Dan membiarkan para sahabatnya memilih
antara berbuka atau puasa ketika dalam perjalanan. Beliau r pernah mendapatkan
fajar dalam keadaan junub sehabis menggauli isterinya maka beliau segera mandi
setelah terbit fajar dan tetap berpuasa.
Termasuk petunjuk Nabi r adalah membebaskan dari qadha' puasa bagi orang yang
makan atau minum karena lupa, dan bahwasanya Allah I-lah yang memberinya makan
dan minum.
Dan dalam riwayat shahih disebutkan bahwa beliau bersiwak dalam keadaan puasa.
Imam Ahmad meriwayatkan bahwasanya Rasulullah r menuangkan air di atas
kepalanya dalam keadaan puasa. Beliau juga melakukan istinsyaq (menghiup air ke
dalam hidung) serta berkumur dalam keadaan puasa. Tetapi beliau melarang orang
berpuasa melakukan istinsyaq secara berlebihan. (Lihat kitab Zaadul Ma'ad fi Hadyi
Khairil 'Ibaad, I/320-338)

PUASA BATAL DENGAN SENGAJA


Sabda Rasulullah e :


(( : r

:


: :
:

:



: : :





Ketika aku tidur, datanglah dua orang pria kemudian memegang dua lenganku dan
membawaku ke satu gunung yang kasar (tidak rata), keduanya berkata : Naik, aku
katakan : aku tidak sanggup, keduanya berkata : kami akan memudahkanmu,
akupun naik hingga ketika sampai ke puncak gunung, ketika itulah aku mendengar
suara yang keras. Akupun bertanya : Suara apakah ini ? Mereka berkata : Ini
adalah teriakan penghuni neraka, kemudian keduanya membawaku, ketika aku
melihat orang-orang yang digantung dengan kaki di atas, mulut mereka rusak /
robek, darah mengalir dari mulut mereka. Aku bertanya : Siapakah mereka ?
Keduanya menjawab : Mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum halal puasa
mereka. (HR. An NasaI, Ibnu Hibban, Al Hakim)

JIMA' KETIKA PUASA


Diharamkan melakukan jima (bersetubuh) pada siang hari bulan Ramadhan.
Barangsiapa yang melanggarnya maka harus mengqadha dan membayar kaffarah
mughallazhah (denda berat) yaitu membebaskan hamba sahaya. Jika tidak
mendapatkan, maka berpuasa selama dua bulan berturut-turut; jika tidak mampu
maka memberi makan 60 orang miskin; dan jika tidak punya maka bebaslah ia dari
kaffarah (denda) itu. (HR. Abu Dawud)

ANJURAN SAHUR PUASA RAMADHAN


Sebelum berpuasa dianjurkan untuk makan sahur sebagaimana sabda Nabi e :

Bersahurlah kamu sekalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu terdapat barakah
.
(HR.
Bukhary
dan
Muslim)

Waktu Sahur.
Agama tidak menerangkan dengan rinci kapan seharusnya seseorang bersahur, hanya
saja dari riwayat-riwayat yang ada dapat dipahami bahwa sebaiknya sahur
dilaksanakan pada akhir malam menjelang terbit fajar / Shubuh.




"dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu
fajar. (QS. Al Baqoroh: 187)
Adapun orang yang ketika Adzan Shubuh berkumandang masih memegang gelas
minumannya maka hendaklah dia tunaikan hajatnya sampai selesai. sabda Nabi e :






Apabila seseorang dari kalian mendengar suara adzan sedangkan gelas masih berada
di tangannya maka janganlah ia letakkan hingga memenuhi hajatnya
(HR. Abu Dawud, Ibnu Jarir , Hakim, Baihaqi & Ahmad)

PEMBATAL DAN BUKAN PEMBATAL


PUASA
Pembatal-Pembatal Puasa
Hal-hal yang membatalkan puasa, antara lain :
a. Makan dan minum.
b. Jima (bersetubuh).
c. Mengeluarkan mani dengan sengaja.
d. Murtad (keluar dari Islam).
e. Memasukkan sesuatu yang berfungsi sebagai makanan dan minuman ke dalam tubuh,
seperti tranfusi darah, injeksi atau infus.
f. Keluarnya darah haidh dan nifas pada wanita.
g. Muntah dengan sengaja.
Hal-Hal yang diperbolehkan dan tidak membatalkan Puasa
Hal-hal yang boleh dilakukan oleh orang yang puasa dan tidak membatalkan puasa,
antara lain :
a. Makan dan minum karena lupa atau mengira fajar belum terbit. Sabda Rasulullah e :






Barangsiapa yang makan atau minum karena lupa sedangkan dia dalam keadaan
puasa, maka sempurnakanlah puasanya karena itu adalah makanan dan minuman dari
Allah .

(HR. Bukhary dan Muslim)


b. Memakai celak atau obat mata.
c. Mencicipi rasa makanan asal tidak tertelan.
d. Kemasukan sesuatu ke dalam perut tanpa disengaja, seperti debu, berkumur-kumur
atau istinsyaq (mengisap air ke dalam hidung).
e. Memakai obat tetes mata, telinga atau luka meskipun terasa di tenggorokannya.
f. Mencium bau-bauan.
g. Berkumur-kumur atau istinsyaq (mengisap air ke dalam hidung) asalkan tidak berlebihlebihan sehingga air tidak masuk ke perut.
h. Bersiwak atau sikat gigi.
i. Mendinginkan badan dengan cara mandi atau membasahi pakaiannya.
j. Mencium isteri.
k. Kop (berbekam)