Anda di halaman 1dari 4

PENGENDALIAN DAN PEMBUANGAN

LIMBAH BERBAHAYA

SOP

No. Dokumen

No. Revisi

Tanggal Terbit

Halaman

Puskesmas

Dr. JoiceUntari, M.HKes

Watubelah

NIP.195903251989032001

1.Pengertian

2.Tujuan

Limbah bahan beracun dan berbahaya adalah sisa suatu usaha dan atau
kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan atau beracun yang karena
sifat dan atau konsentrasinya dan atau jumlahnya baik secara lanhsung
maupun tidak langsung dapat mencemarkan dan atau merusak lingkungan
hidup dan atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan
hidup manusia serta makhluk hidup lainnya.
1. Untuk mencegah dan menanggulangi pencemaran atau kerusakan
lingkungan hidup yang diakibatkan oleh limbah bahan beracun dan
berbahaya
2. Agar dapat dilakukan pemulihan kualitas lingkungan yang sudah
tercemar sehingga sesuai dengan fungsinya kembali

3.Kebijakan
4. Prosedur

1. Pemilahan Limbah
Dilakukan pemilihan jenis limbah medis mulai dari sumber yang
terdiri dari limbah infeksius, limbah patologi, limbah benda tajam,
limabh farmasi, sitotoksiss, limbah kimiawi, limbah radioaktif,
limbah container bertekanan dan dengan kandungan logam berat
yang tinggi. Kategori limbah beracun dan berbahaya berdasarkan
criteria sebagai berikut:
Mudah meledak
Mudah terbakat
Bersifat reaktif
Beracun

Menyebabkan infeksi
Bersifat korosif

2. Pengumpulan Limbah Medis


Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil
limbah menggunakan troli khusus yang tertutup
Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis yaitu
pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim kemarau
paling lama 48 jam.
3. Persyaratan Pewadahan Limbah Medis
Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat,
kedap air dan mempunyai permukaan yang halus pada
bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
Di setiap sumber penghasil limbah medis harus tersedia
tempat pewadahan yang terpisah dengan limbah non-medis
Kantong plastic diangkat setiap hari atau kurang sehari
apabila 2/3 bagian telah terisi limbah
Untuk benda-benda tajam hendaknya ditampung pada
tempat khusus (safety box) sperti botol atau karton yang
aman
Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan sitotoksik
yang tidak langsung kontak dengan limbah harus segera
dibersihkan dengan larutan desinfektan apabila akan
dipergunakan kembali, sedangkan untuk kantong plastic
yang telah dipakai dan kontak langsung dengan limbah
tersebut tidak boleh digunakan lagi
Tempat limbah memiliki minimal 2 macam tempat limbah,
satu untuk limbah medis (warna kuning atau merah) dan
satunya lagi untuk non medis (warna hitam)
Semua limbah dari ruang peraway=tan dan unit gawat
darurat (UGD) dianggap sebagai limbah medis
Semua limbah dari kantor biasanya berupa alat-alat tulis
dianggap sebagai limbah non medis
Tempat pewadahan limbah non medis sebagai berikut:
a. Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat,
kedap air dan mempunyai permukaan yang halus pada
bagian dalamnya misalnyya fiberglass
b. Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa
mengotori tangan
c. Terdapat minimal 1 buah untuk setiap ruangan atau
sesuai dengan ebutuhan
Limbah tidak boeh dibiarkan dalam wadahnya melebihi
3x24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong sudah terisi
limbah maka harus diangkut supaya tidak menjadi

perindukan vector penyakut atau binatang pengganggu.


4. Tempat Penampungan Sementara
Jika terdapat insenerator maka limbah harus dibakar
selambat-lambatnya 24 jam
Jika tidak mempunyai insenerator, limbah medis harus
dimusnahkan melalui kerjasama dengan Puskesmas atau
pihak lain yang memiliki insenerator untuk dilakukan
pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam apabila disimpan
pada suhu ruang.
5. Transportasi
Pengangkutan limbah ke luar Puskesmas menggunakan
kendaraan khusus
Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke kendaraan
pengangkut harus diletakkan dalam container yang kuat dan
tertutup
Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan manusia
maupun binatang
Petugas yang menangani limbah harus menggunakan alat
pelindung diri yang terdiri dari topi/helm, masker, pelindung
mata, pakaian panjang, apron untuk industry, pelindung
kaki/sepatu boot dan sarung tangan khusus (disposable
gloves atau heavy duty gloves)
6. Pengolahan
6.1 Lokasi pengolahan
Pengolahan limbah bahan beracun dan berbahaya dapat dilakukan di
dalam lokasi penghasil limbah atau di luar penghasil limbah. Syarat
lokasi pengolahan di dalam area penghasil harus:
Daerah bebas banjir
Jarak dengan fasilitas umum minimum 50 meter
Jarak dengan daerah beraktivitas penduduk dan aktivitas
umum minimum 300 meter
Jarak dengan wilayah terlindungi seperti cagar alam, hutan
lindung minimum 300 meter.
6.2 Fasilitas pengolahan
Fasilitas pengolahan harus menerapkan system operasi meliputi:
System keamanan fasilitas
System pencegahan terhadap kebakaran
System penanggulangan keadaan darurat
System pengujian peralatan
Pelatihan karyawan
6.3 Pengolahan limbah
Proses insenerasi dengan cara melakukan pembakaran materi
limbah menggunakan alat khusus insenerator dengan efisiensi
pembakaran harus mencapai 99,99% atau lebih. Artinya jika suatu

materi limbah bahan beracun dan berbahaya ingin dibakar dengan


berat 100 kg maka abu sisa pembakaran tidak boleh melebihi 0,01
kg atau 10 gr.
Unit Terkait
Sumber

http://www.diskes.baliprov.go.id/id/PENGELOLAAN-LIMBAHMEDIShttp://www.indonesian-publichealth.com/2014/08/prosedurpengelolaan-limbah-medis.html?fdx_switcher+true
http://limbahb3-limbahb3.blogspot.com/2010/05/limbah-b3.html?m=1