Anda di halaman 1dari 3

KOMUNIKASI SECARA LISAN ATAU

MELALUI TELEPON
No.
:
Dokumen
SOP No Revisi
:
Tanggal terbit :
Halaman
: 1/2
Kepala Puskesmas Baros

KOTA
SUKABUMI

drg. Wita Darmawanti


NIP 19730624 200604 2 011

Pengertian

Komunikasi efektif yang dilakukan secara lisan dan/atau melalui


telepon, tepat waktu, akurat, lengkap, jelas, dan dipahami, sehingga
akan mengurangi kesalahan, dan menghasilkan peningkatan
keselamatan pasien

Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk komunikasi secara


lisan atau melalui telpon
Untuk mengurangi kesalahan akibat komunikasi secaral isan
dan/atau melalui telepon, dan
Menghasilkan peningkatan keselamatan pasien

Kebijakan
Referensi

Peraturan

Menteri

Kesehatan

Nomor

1691/MENKES/PER/

VIII/2011 Tahun 2011 tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit.


Prosedur

A. KOMUNIKASI SECARA LISAN


1. Petugas mengidentifikasi pasien secara langsung dengan menanyakan
langsung nama pasien ( pada keluarga bila pasien tidak sadar) dan
melihat ke gelang identitas pasien.
2. Siapkan status pasien. Verifikasi identitas pasien sesuai antara gelang
pasien, status pasien dan nama pasien, siapkan form konsul.
3. Ucapkan salam dan laporkan identitas pasien meliputi nama, jenis
kelamin, umur, keluhan, hasil pemeriksaan dan pengamatan serta obatobatan bila ada.
4. Tanyakan tindak lanjut kepada pemberi perintah/dokter.
5. Tulis secara lengkap jam/tanggal, isi perintah, nama penerima perintah
dan tanda tangan, nama pemberi perintah dan tanda tangan (pada
kesempatan berikutnya) pada form yang telah disediakan.
6. Konfirmasi ulang isi perintah yang sudah dituliskan dengan

membacakan ulang kepada pemberi perintah/dokter. Eja ulang satu


persatu hurufnya bila perintah mengandung nama obat gologan LASA
(look alike sound alike) / NORUM (Nama Obat Rupa dan Ucapan
Mirip) dan obat High Alert, Daftar obat LASA /NORUM dan High
Alert terlampir.
7. Pemberi perintah/dokter harus mengkonfirmasi lisan sesaat setelah
pemberi perintah/dokter mendengar pembacaan dan memberikan
pernyataan kebenaran pembacaan secara lisan misal ya sudah benar.
8. Cantumkan tanda cawang pada kolom membaca ulang isi laporan bila
sudah dibacakan ulang.
9. Ucapkan terima kasih dan salam.
10. Lakukan konfirmasi tertulis

dengan

tanda

tangan

pemberi

perintah/dokter yang harus diminta pada kesempatan kunjungan/visite


berikutnya.
B. KOMUNIKAS MELALUI TELEPON
1. Petugas mengidentifikasi pasien secara langsung dengan menanyakan
langsung nama pasien ( pada keluarga bila pasien tidak sadar) dan
melihat ke gelang identitas pasien.
2. Siapkan status pasien. Verifikasi identitas pasien sesuai antara gelang
pasien, status pasien dan nama pasien,siapkan form konsul
3. Tekan nomor ekstensi pemberi perintah/dokter.
4. Setelah terdengar nada sambung ucapkan salam.
5. Laporkan identitas pasien meliputi nama, jenis kelamin,umur, keluhan,
hasil pemeriksaan dan pengamatan sertaobat-obatan bila ada.
6. Tanyakan tindak lanjut kepada pemberi perintah/dokter.
7. Tulis secara lengkap jam/tanggal, isi perintah, nama penerima perintah
dan tanda tangan, nama pemberi perintah dan tanda tangan
(padakesempatan berikutnya) pada form yang telahdisediakan.
8. Konfirmasi ulang isi perintah yang sudah dituliskan dengan
membacakan ulang kepada pemberi perintah/dokter. Eja ulang satu
persatu hurufnya bila perintah mengandung nama obat gologan LASA
(look alike sound alike) / NORUM (Nama Obat Rupadan Ucapan
Mirip) dan obat High Alert, Daftar obat LASA /NORUM dan High
Alert terlampir.
9. Pemberi perintah/dokter harus mengkonfirmasi lisan sesaat setelah
pemberi perintah/dokter mendengar pembacaan dan memberikan
pernyataan kebenaran pembacaan secara lisan misal ya sudah benar.
10. Cantumkan tanda cawang pada kolom membaca ulang isi laporan bila

sudah dibacakan ulang.


11. Telpon ulang pemberi perintah/dokter bila laporan belum dibacakan
ulang, dan belum konfirmasikan ulang isi perintah.
12. Ucapkan terima kasih dan salam.
13. Lakukan konfirmasi tertulis dengan tanda

tangan

pemberi

perintah/dokter yang harus diminta pada kesempatan kunjungan/visite


berikutnya.
6. Diagram Alir
Identifikasi menggunakan gelang
pasien

Petugas melakukan
identifikasi pasien minimal
dua dari tiga identitas

Pertemuan berikutnya dapat lihat secara visual


saja ke gelang pasien, dua identitas dari tiga
identitas.

Unit Terkait

Semua pasien harus di


identifikasi secara
benar

Pasien rawat jalan tak


harus memakai
gelang identitas
pasien

Dokter
Perawat
Bidan
Analis
Petugas obat

8. Dokumen terkait
9.

Rekam Medis

Rekaman Historis Perubahan


No

Yang dirubah

Isi Perubahan

Tgl. Mulai
Perubahan