Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN

SATUAN ACARA PENYULUHAN


PENYAKIT ASAM URAT PADA LANSIA
DI DESA WARNA BAGUS KALIMANTAN TENGAH

DISUSUN OLEH
NI NYOMAN K.R.S
PUTRI SINYIN TIARANA
RIO RENDRA RISKY
ROFBIG ADI SENA
STEFANUS ANGGA
TRIMAH M.W
ULUL ILMY

PROGRAM STUDY S1 ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
INSAN CENDEKIA MEDIA
JOMBANG
2016

BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Asam urat adalah senyawa turunan purina. Kelebihan (hiperurisemia, hyperuricemia) atau
kekurangan (hipourisemia, hyporuricemia) kadar asam urat dalam plasma darah ini sering
menjadi indikasi adanya penyakit atau gangguan pada tubuh manusia. Pada manusia, asam urat
adalah produk terakhir lintasan katabolisme nukleotida purina, sebab tiadanya enzim urikase
yang mengkonversi asam urat menjadi alantoin. Kadar asam urat yang berlebih kemudian akan
menimbulkan batu ginjal dan atau pirai di persendian.
Penyakit asam urat merupakan akibat dari konsumsi zat purin secara berlebihan. Purin diolah
tubuh menjadi asam urat, tapi jika kadar asam urat berlebih, ginjal tidak mampu mengeluarkan
sehingga kristal asam urat menumpuk dipersendian. Akibatnya sendi terasa nyeri, bengkak dan
meradang. Purin sendiri adalah zat yang terdapat dalam setiap bahan makanan yang berasal dari
tibuh makhluk hidup. Dengan kata lain, dalam tubuh makhluk hidup terdapat zat purin ini, lalu
karena makhluk tersebut dimakan, maka zat tersebut pindah ketubuh yang memakannya.
Berbagai tumbuhan dan buahan juga terdapat zat purin. Selain itu purin juga dapat berasal dari
perusakan sel-sel tubuh secara normal ataupun karena adanya penyakit.
Penyakit asam urat biasanya menyerang pada usia lanjut. Dewasa ini penyakit asam urat
sudah tidak asing lagi dikalangan masyarakat terutama masyarakat di perkampungan atau
pedesaan. Banyak masyarakat yang menderita penyakit asam urat tidak mengetahui penyebab
dari penyakit asam urat dan tidak mengetahui makanan atau apa saja yang harus dihindari untuk
dikonsumsi. Oleh karena itu penyuluhan ini dilakukan untuk memberikan edukasi ke masyarakat
agar masyarakat lebih mengerti dan memahami apa itu penyakit asam urat serta apa yang harus
dihindari atau pencegahannya.
1. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah proses penyuluhan, masyarakat/ bapak-ibu dapat mengerti dan mampu menjelaskan
tentang Peyakit Asam Urat.
2. Tujuan Khusus
Setelah proses penyuluhan, siswa dapat mengerti dan mampu menjelaskan tentang :
1. Pengertian Asam Urat
2. Pengertian Penyakit Asam Urat
3. Penyebab Penyakit Asam Urat

4. Akibat Penyakit Asam Urat


5. Cara Pencegahan Penyakit Asam Urat
1. SASARAN
Sasaran dari penyuluhan ini adalah bapak-bapak dan ibu-ibu yang ada di Desa Warna Bagus,
Kahayan Hilir, Pulang Pisau, Kalimantan Tengh.
1. WAKTU DAN TEMPAT
Waktu dan tempat pelaksanaan penyuluhan :
Hari

: Selasa

Tanggal

: 23 Oktober 2014

Pukul

: 08.00 WIB selesai

Tempat

: Balai Desa Warna Bagus Kalimantan Tengah

1. MEDIA DAN ALAT


Media dan alat yang digunakan :
1. Laptop
2. LCD
3. Wireless
1. METODE
2. Ceramah
3. Tanya Jawab

1. ALUR KEGIATAN
NO.

WAKTU

KEGIATAN PENYULUHAN
Pembukaan

KETERANGAN

1. Salam perkenalan
08.00 08.10 WIB
1.

2. Doa pembukaan

Pemberi penyuluhan
(putri)

3. Menawarkan kontrak waktu


4. Sambutan sambutan

Penyajian
1. Penyampaian materi
2.

08.10 08.50 WIB

2. Tanya Jawab

Pemberi penyuluhan
(putri)

3. Evaluasi

Penutup
1. Doa dan salam penutup
3.

08.50 09.00 WIB

1. MATERI
Penyakit asam urat

2. Istirahat (snack)

Pemberi penyuluhan
(putri)

1. Pengertian asam urat


2. Pengertian penyakit asam urat
3. Fase penyakit asam urat
4. Penyebab asam urat
5. Bahaya asam urat penyakit asam urat
6. Cara pengobatan dan tips

BAB II
ISI
1. Pengertian Asam Urat Dan Penyakit Asam Urat
Asam urat merupakan zat sisa dari pemecahan purin yang dibentuk oleh tubuh pada saat
regenerasi sel. Kadar asam urat normal adalah 2,4-5,7 mg/dl pada wanita dan 3,7-7 mg/dl
pada pria. Normalnya, asam urat larut dalam darah dan dikeluarkan dari tubuh melalui
urin. Asam urat merupakan hasil metabolisme normal dari pencernaan protein (terutama
dari daging, hati, ginjal, dan beberapa jenis sayuran seperti kacang dan buncis) atau dari
penguraian senyawa purin yang seharusnya akan dibuang melalui ginjal, feses, atau
keringan (Sustrani, 2004). Secara umum asam urat adalah sisa metabolisme zat purin
yang berasal dari makanan yang kita konsumsi. Purin sendiri adalah zat yang terdapat
dalam setiap bahan makanan yang berasal dari tubuh makhluk hidup. Dengan kata lain,
dalam tubuh makhluk hidup terdapat zat purin ini, lalu karena kita memakan makhluk
hidup tersebut, maka zat purin tersebut berpindah ke dalam tubuh kita. Berbagai sayuran
dan buah-buahan juga terdapat purin. Purin jugadihasilkan dari hasil perusakan sel-sel
tubuh yang terjadi secara normal atau karena penyakit tertentu (Hidayat, 2007)
Penyakit asam urat atau dalam bahasa inggris gout atau penyakit pirai. Gout atau pirai adalah
peradangan yang banyak dirasakan pada persendian otot atau urat dalam tubuh. Penyakit asam
urat sangat erat kaitannya dengan meningakatnya kadar asam urat dalam darah. Penyakit asam
urat ini banyak dialami oleh pria dibandingkan wanita, karena dalam hal ini wanita mempunyai
hormon esterogen yang snagat tinggi yang berfungsi sebagai salah satu hormon yang membantu
pembuangan kadar usam urat yang terlampau tinggi melalui pembuangan air seni.Penyakit asam
urat mempunyai beberapa fase yaitu:
1. Fase asimtomatik

Merupakan fase awal.Bila dirasakan kadar asam urat meningkat namun tidak menimbulkan
gejala yang signifikan, hanya merasakn encok pada pinggang yang menyebabkan tekanan darah
tinggi atau sakit pada bagian punggung.
1. Fase akut
Dalam fase akut ini biasanya kadar asam urat naik secara tiba-tiba dan dirasakan pada
malam hari menjelang pagi. Biasanya pada fase ini penderita asam urat akan merasakan rasa
nyeri yang begitu hebat pada bagian ibu jari kaki, namun akan hilang secara perlahan dan dengan
sendirinya dalam waktu 2 minggu.
1. Fase interkritikal
Merupakan masa bebas dari gejala sakit diantara dua serangan gout akut. Banyak penderita
yang mengalami serangan kedua dalam 6 bulan sampai 2 tahun. Serangan yang tertunda tersebut
dapat terjadi karena tidak diobati secara terus menerus.
1. Kronis
Jika gout tidak dirawat secara baik, akhirnya akan menjadi kronis. Pada kondisi ini, rasa
nyeri disendi berlangsung secara terus menerus serta terdapat timbunan kristal asam urat yang
banyak didalam jaringan lunak, tulang rawan, selaput diantara tulang dan rendo, timbunan asam
urat tersebut membentuk tofus.adapun radang kronik dan endapan asam urat, membuat
persendian susah digerakan.
1. Gejala Dan Penyebab Penyakit Asam Urat
1. Gejala penyakit asam urat
Beberapa gejala asam urat yang biasa dialami oleh penderita penyakit asam urat:
1. Pada waktu pagi yaitu pada saat bangun tidur dan pada waktu malam hari biasanya
persendian terasa nyeri.
2. Rasa nyeri pada sendi biasanya terjadi berulang kali.
3. Tanda yang ditimbulkan seperti rasa nyeri di persendian, linu, ngilu, kesemutan,
membengkak dan meradang berwarna kemerahan.
4. Nyeri di persendian biasanya terjadi di bagian seperti jari tangan, jari kaki, pergelangan
tangan, siku, tumit dan dengkul.
5. Untuk kasus yang lebih parah persendian akan mengalami sakit saat mengalami
pergerakan.
2. Penyebab penyakit asam urat

Menurut (Ahmad, 2011) penyebab asam urat yaitu :


1. Faktor dari luar
Penyebab asam urat yang paling utama adalah makanan atau faktor dari luar. Asam urat dapat
meningkat dengan cepat antara lain disebabkan karena nutrisi dan konsumsi makanan dengan
kadar purin tinggi.
1. Faktor dari dalam
Adapun faktor dari dalam adalah terjadinya proses penyimpangan metabolisme yang
umumnya berkaitan dengan faktor usia, dimana usia diatas 40 tahun atau manula beresiko besar
terkena asam urat. Selain itu, asam urat bisa disebabkan oleh penyakit darah, penyakit sumsum
tulang dan polisitemia, konsumsi obat obatan, alkohol, obesitas, diabetes mellitus jugabisa
menyebabkan asam urat.
Makanan penyebab asam urat dan pantangan bagi penderita asam urat:
1. Makanan jeroan: hati, otak, babat, ginjal, limpa, usus,dan paru.
2. Daging: daging sapi, daging kuda dan daging kambing.
3. Ekstrak daging: dendeng dan abon.
4. Seafood: kepiting, cumi-cumi, kerang, sotong, remis, ikan sarden, ikan teri,tiram, udang.
5. Bebek: kalkun dan angsa.
6. Makanan kaleng: sarden, kornet sapi dll.
7. Buah-buahan: nanas dan durian.
8. Sayuran: bayam, buncis, kembang kol, jamur kuping, daun pepaya, daun singkong,
kangkung dan asparagus.
9. Kacang-kacangan: kacang tanah, tauge, kacang hijau, melinjo, emping, kacang kedelai
termasuk kedelai olahan seperti tempe,susu kedelai, oncom dan tauco.
10. Makanan gorengan, makanan yang dimasak dengan mentega atau margarin, makanan
bersantan.
11. Makanan yang mengandung lemak dan protein tinggi.
12. Keju, kaldu, kuah daging yang kental, es krim, air kelapa dan telur.
1. Bahaya Penyakit Asam Urat

1. Bahaya Penyakit Asam Urat Pada Jantung


Hiperurikemia mempunyai hubungan yang jelas dengan angka kematian yang disebabkan
berbagai macam penyakit jantung dan pembuluh darah. Pada pasien dengan hiperurikemia dan
hipertensi terdapat meningkatnya risiko 3-5 kali timbulnya penyakit jantung koroner dan strok
dibandingkan dengan yang hanya menderita hipertensi.Hiperurikemia juga berhubungan dengan
sindroma metabolik (sindroma X) atau resistensi insulin, yaitu kumpulan kelainan-kelainan
dengan kadar insulin yang meningkat di dalam darah, hipertensi, kadar trigliserida darah yang
meningkat dan kadar lemak baik (HDL-cholesterol) yang rendah yang semuanya sering
menyebabkan penyakit jantung koroner.
2. Bahaya Penyakit Asam Urat Pada Ginjal
Penderita hiperurikemia mempunyai risiko menderita batu asam urat di dalam perjalanan
penyakitnya. Kurangnya pengeluaran asam urat melalui air seni bukan saja meningkatkan
pembentukan batu asam urat di ginjal tetapi juga batu kalsium oksalat.Pembentukan batu asam
urat ini juga dipengaruhi oleh bertambahnya keasaman air seni dan tingginya kadar asam urat di
dalam air seni, sedangkan disisi lain bahwa adanya zat sitrat dan glikosaminoglikan dapat
menghambat pembentukan batu tersebut. Selain daripada kadar asam urat yang tinggi di dalam
urine, faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi pembentukan batu asam urat berupa volume air
seni yang lebih sedikit.Adanya batu asam urat menyebabkan peninggian tekanan di dalam ginjal
dan penekanan pembuluh-pembuluh darah yang menyebabkan bertambah tebalnya dinding
pembuluh darah dan berkurangnya aliran darah ke ginjal dengan akibat kerusakan pada ginjal
seperti ginjal mengecil, ginjal bengkak, ginjal bocor, gagal ginjal dll.
1. Cara Mengobati Penyakit Asam Urat dan Tips Bagi Penderita Penyakit Asam Urat
1. Cara mengobati asam urat
1. Segera kurangi atau kalau bisa hentikan mengkonsumsi makanan yang tinggi purin
Anda terkana penyakit asam urat atomatis dalam tubuh anda telah terjadi penumpukan
asam urat dan ginjal anda tidak bisa mengatasi untuk mengeluarkan zat asam urat. Segera
hentikan mengkonsumi makanan-makanan yang banyak mengandung purin.
2. Perbanyaklah minum air putih. Banyak minum air putih akan membantu untuk
mengencerkan dan melarutkan kadar asam urat. Dengan demikian ginjal akan lebih
ringan didalam mengeluarkan zat asam urat dari tubuh melalu urine. Banyak minum air
putih juga salah sata cara ringan untuk melakukan detoksifikasi atau pengeluaran racun
dalam tubuh termasuk asam urat.
3. Konsumsilah Obat Herbal Penurun Asam Urat Dan Penguat Ginjal
Sebenarnya kita tidak perlu lagi menengok obat-obatan kimia didalam mencegah,
mengatasi dan mengobati penyakit asam urat. Di alam sudah banyak sekali tersedia
bahan-bahan herbal berkualitas anti asam urat dan penurun asam urat. Namun perlu Anda
pahami bahwa penyakit asam urat muncul dikarenakan tingginya asam urat dan
ketidakmampuan organ ginjal untuk membuang zat hasil metabolisme purin tersebut. Jadi

dalam pengobatan penyakit asam urat harus juga mencari obat herbal yang bisa juga
memperbaiki fungsi ginjal. Jadi penggunaan obat herbal penurun asam urat harus
dikombinasikan dengan herbal yang bisa memperbaiki fungsi ginjal sehingga proses
pengeluaran asam urat malalui urin berjalan lancar.
Mengobati penyakit asam urat juga dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan seperti
berikut ini:
1. Ubi jalar merah
200 g ubi jalar merah + 5 butir cengkeh + 1 buah biji pala + 1 ruas jari kayu manis + 15 g jahe
merah + 5 butir kapolaga + 10 butir merica dan gula merah secukupny lalu rebus dengan air 1
L air hingga menjadi L air lalu minum airnya 2 kali sehari dan ubinya juga bisa di makan.
1. Pare
1 buah pare mentah buang bijinya lalu cuci bersih dan potng-potong rebus dengan 2 gelas hingga
menjadi 1 gelas lalu minum airnya sehari 1 kali.
1. Daun salam
Ambil 10 lembar daun salam segar rebus dengan 2 gelas air hingga menjadi 1 gelas lalu minum 2
kali sehari.
1. Tekokak dan leunca
Tekokak dan leunca bisa kita masak jadikan sayur dan makan secukupnya usahakan 2 hari sekali.
2. Tips Bagi Penderita Asam Urat
3. Banyak mengkonsumsi buah-buahan yang mengandung vitamin C seperti jeruk,
strawberry, pepaya.
4. Buah-buahan dan sayuran yang dapat membantu mengobati asam urat seperti buah naga,
belimbing wuluh, sawi putih, sawi hijau, tomat, jahe dll.
5. Makanlah makanan yang banyak mengandung potasium seperti pisang, yughurt dan
kentang.
6. Banyaklah mengkonsumsi karbohidrat kompleks seperti roti, singkong, ubi dan nasi.
7. Mengurangi mengkonsumsi permen, gula, sirup, arum manis, gulali.
8. Untuk orang gemuk sebaiknya menurunkan berat badan
9. Hindari minum obat aspirin

10. Hindari bekerja terlalu keras


11. Olahraga secara cukup.
12. Minum air putih 8 gelas sehari

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Penyakit asam urat adalah penyait peradangan yang dirasakan pada sendi otot atau urat
yang erat kaitannya dengan meningkatnya kadar asam urat dalam darah.
2. Penyebab penyakit asam urat meliputi faktor dari luar dan faktor dari dalam.
3. Cara mengobatinya dapat dilakukan dengan memperbanyak minum air putih, mengurangi
atau bahkan menghentikan pengonsumsian makanan yang banyak mengandung zat purin.
4. Penyakit asam urat berbahaya bagi ginjl dan juga jantung.
1. Saran
Pengetahuan mengenai penyakit sangatlah penting bagi kehidupan manusia karena sangat
mempengaruhi hidup mereka. Oleh sebab itu sebaiknya penyuluhan dilakukan dengan sebaikbaiknya agar dapat diserap dan dipahami oleh masyarakat dengan mudah.