Anda di halaman 1dari 5

Laporan Modul 1, MG3017

Kominusi
Rahmat Hidayat (12113036) / Kelompok 7/ Selasa, 1 Maret 2016
Asisten : Arman Kalvin T. Situmeang (12511023)
Abstrak Praktikum Modul 1 Kominusi merupakan
tahapan utama proses pengolahan bahan galian yang
dilakukan setelah tahap karakterisasi bijih. Kominusi
adalah proses pengecilan ukuran material yang dibagi
lagi menjadi dua jenis menurut alat yang digunakan.
Adapun klasifikasi kominusi tersebut adalah crushing atau
peremukan dan grinding atau penggerusan. Kedua cara
kominusi ini memiliki tahapan lagi sesuai dengan besar
ukuran produknya. Dalam praktikum crushing, praktikan
diharapkan dapat memahami mekanisme peremukan dan
cara kerja dari alat crushing, Jaw Crusher dan Roll
Crusher.
A. Tinjauan Pustaka
Kominusi adalah proses pengecilan ukuran
material, yang bertujuan untuk menghasilkan ukuran
partikel yang sesuai untuk proses selanjutnya,
membebaskan mineral berharga dari pengotornya, dan
memperluas permukaan. Kominusi dilakukan dengan cara
crushing dan grinding.

Ilustrasi dari Jaw Crusher


Menurut poros atau sumbu dari movable jaw, jaw
crusher dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu a) Blake
crusher yang memiliki sumbu di atas, b) Dodge crusher
yang memiliki sumbu di bagian bawah, dan c) Universal
crusher yang sumbunya terletak di bagian tengah.
Perbedaan mendasar yang ditimbulkan dengan adanya
beda lokasi sumbu gerak movable jaw ini adalah luas
bukaan masuk dan luas bukaan discharge.

Crushing adalah tahap mekanis awal dalam


proses pengecilan ukuran yang tujuan utamanya adalah
meliberasi mineral berharga dari pengotornya. Biasanya
dilakukan dalam kondisi kering dan dibagi menjadi 3
tahapan, yaitu primer, sekunder dan tersier. Ketiga tahapan
tersebut didasarkan atas ukuran yang dihasilkan dari
proses peremukan.
Primary crushing dilakukan untuk material dari
run of mine hingga menjadi ukuran 6-8 inchi. Alat yang
digunakan adalah jaw crusher atau gyratory crusher.
Secondary crusher dilakukan untuk mengecilkan material
berukuran 6-8 inchi menjadi 2-3 inchi, alat yang
digunakan adalah roll crusher. Sedangkan tertiary crushing
dilakukan untuk material berukuran 2-3 inchi agar dapat
memiliki ukuran yang lebih halus, dari 0,5-0,375 inchi dan
biasanya digunakan alat cone crusher, roll crusher dan
hammer mill.
Salah satu alat yang umum digunakan dalam
primary crushing adalah jaw crusher. Jaw crusher terdiri
dari dua plat tebal yang mekanisme geraknya membuka
dan menutup seperti rahang manusia. Plat tebal tersebut
dinamakan fixed jaw dan movable jaw. Movable jaw
bergerak membuka dan menutup menurut sumbu tertentu,
sedangkan fixed jaw dalam kondisi statis. Pada gambar di
atas ditunjukkan mekanisme gerakan movable jaw pada
jaw crusher dua toggle.

Gambar mekanisme kerja jaw crusher


Pada tahapan secondary crusher biasanya
digunakan roll crusher. Roll crusher, meski saat ini telah
banyak tergantikan oleh cone crusher namun di beberapa
lokasi masih juga digunakan. Roll crusher sangat
bermanfaat digunakan untuk menangani material lengket,
sangat dingin dan tidak abrasif, seperti halnya batu
gamping, batubara, gipsum, fosfat dan bijih besi.
Cara kerja dari roll crusher ini cukup sederhana,
terdiri dari dua silinder yang disusun berdampingan dan
berputar saling berlawanan arah menuju discharge. Ketika
umpan dimasukkan, umpan akan diremukkan oleh kedua
silinder dikarenakan gerakan silinder yang memberikan
gaya gesek. Untuk lebih jelasnya, mekanisme kerja roll
crusher dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

2.

Data percobaan dengan roll crusher

Ukuran
+12,5 mm
+ 3 mesh
-12.5 mm
+ 8 mesh
- 3 mesh
- 8 mesh

Berat (gr)
249
88.4
55.9
58.3
451.6

Gambar bagian dan mekanisme kerja roll crusher


Ukuran umpan yang dapat diproses oleh roll
crusher ini tergantung pada diameter silinder. Semakin
besar diameter silinder maka akan semakin besar juga
ukuran umpan yang dapat diterima. Faktor lain yang
mempengaruhi ukuran umpan adalah reduction ratio.
Semakin besar reduction ratio maka akan semakin besar
ukuran umpan yang dapat diterima.

3. Tabel Konversi Mesh


U.S Mesh
3 Mesh
4 Mesh
5 Mesh
6 Mesh
7 Mesh
8 Mesh
9 Mesh
20 Mesh
100 Mesh
115 Mesh
150 Mesh
170 Mesh
200 Mesh
400 Mesh

Milimeters
6.73
4.76
4.00
3.36
2.83
2.38
2.00
0.841
0.149
0.125
0.105
0.088
0.074
0.037

C. Pengolahan Data Percobaan


1.

Dengan jaw crusher

Ayakan (mm)

Ilustrasi dari Roll Crusher


B. Data Percobaan

- 12.5
mm
-3
mesh
-8
mesh

+ 12.5
mm
+3
mesh
+8
mesh

Berat
(gr)

%
Be
rat

%
Berat
ku
mu
latif

%
Berat
lolos
kumu
latif

364.2

73.79

73.79

26.20

45.3

9.17

82.97

17.02

38.9

7.88

90.86

9.13

42.6

8.63

99.49

0.50

Percobaan yang dilakukan menggunakan alat jaw


crusher dan roll crusher.
1.

Data percobaan dengan jaw crusher

Ukuran
+12,5 mm
+ 3 mesh
-12.5 mm
+ 8 mesh
- 3 mesh
- 8 mesh

Berat (gr)
364.2
45.3
38.9
42.6
491

2.

Dengan Roll Crusher

Ayakan (mm)

- 12.5
mm
-3
mesh
-8
mesh

+ 12.5
mm
+3
mesh
+8
mesh

%
Be
rat

Berat
(gr)

249.0
88.40
55.90
58.30

55.1
4
19.5
7
12.3
8
12.9
1

%
Berat
ku
mu
latif

%
Berat
lolos
kumu
latif

55.1
4
74.7
1
87.0
9
100

44.8
6
25.2
9
12.9
1
0.00

D. Analisa Hasil Percobaan

Persamaan garis regresi di Jaw Crusher :


y = 0.0854x + 0.6588

Kemudian dibuat grafik dari table-tabel jaw


crusher dan roll crusher tersebut,

Persamaan garis regresi di Roll Crusher:


y = 0.0854x + 0.6588
Jaw Crusher
Reduction ratio 80 % adalah perbandingan antara
ukuran ayakan yang meloloskan 80 % dari feed dengan
ukuran yakan yang meloloskan 80 % dari produkta.
Dalam industri, RR80 dipakai untuk mengetahui
bukaan dimana F80 yang masuk dapat menghasilkan P80.
Misalnya kita menginginkan nilai P80 tertentu, P80
tersebut akan efektif dihasilkan menggunakan jarak antar
roll tertentu pula, sehingga dengan jarak tersebut nilai
RR80 bisa didapatkan.

Roll Crusher
Dari grafik yang telah dibuat dan diambil nilai yang
meloloskan 80% material, dapat dihitung Reduction Ratio
80 dari roll crusher. Adapun ukuran ayakan yang
meloloskan 80% feed adalah 13.8793 mm, dan ukuran
ayakan yang meloloskan 80% produkta adalah 7.2588 mm.

RR 80=

ukuran ayakan yang meloloskan 80 feed


ukuran ayakan yang meloloskan80 produkta

RR 80=

13.8793 mm
7.2588 mm

RR 80=1.912

Diperoleh nilai RR80 sebesar 1.912, hal ini


menunjukkan bahwa alat roll crusher yang digunakan
(dengan gape tertentu) hanya mereduksi sebesar 1.912 kali
lebih kecil dari ukuran feed yang dihasilkan dari
peremukan menggunakan jaw crusher. Nilai nisbah reduksi
tersebut tidak terlalu signifikan jika dilihat dari nilai
maksimum acuan teori yang seharusnya berkisar antara
4:1.

E. Jawaban Pertanyaan dan Tugas


1.

Setting adalah jarak yang dapat diubah pada


crusher. Untuk jaw crusher terdapat dua jenis setting,
yaitu open setting dan closed setting. Open setting
adalah jarak maksimum antara kedua jaw, sedangkan
closed setting adalah jarak minimum antara kedua jaw.
Angle of nip adalah sudut jepit, pada jaw crusher
adalah sudut yang dibentuk antara fixed jaw dan
movable jaw, sedangkan pada roll crusher adalah sudut
yang dibentuk oleh tangen kedua permukaan roll pada
titik kontak dengan partikel.
2.

3.

Dengan tiga aksi, yaitu abrasi, kompresi dan


impact, Pada aksi abrasi, peremukan terjadi karena dua
gaya geser yang berlawanan arah pada partikel.
Kompresi terjadi di antara dua permukaan partikel.
Impact terjadi karena energi yang cukup dalam
peremukan.

Jelaskan istilah gape, setting dan angle of nip!


Gape adalah suatu ukuran pada bagian bukaan
umpan crusher. Pada jaw crusher, gape adalah jarak
antar dua jaw di bukaan umpan. Pada gyratory crusher,
gape adalah jarak ujung atas mantle terhadap shell
bagian atas gyratory.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan reduction ratio,


limitting reduction ratio dan reduction ratio 80. Apakah
faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya reduction
ratio dari hasil peremukan?
Reduction ratio adalah perbandingan antara
ukuran umpan yang masuk dengan ukuran produkta
yang dihasilkan.
Limitting reduction ratio adalah perbandingan
antara ukuran bukaan screen dimana semua feed bisa
lolos terhadap ukuran bukaan screen yang sama dimana
semua produkta bisa lolos.
Perbandingan antara ukuran bukaan screen yang
meloloskan 80% feed dengan bukaan screen yang
meloloskan 80% produkta.
Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya
reduction ratio di antaranya adalah sifat fisik material
yang akan diremukkan, seperti kekerasan, kandungan
air, komposisi mineral, ukuran butir, porositas, selain
itu juga dipengaruhi oleh discharge dari crusher.

6.

Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi laju partikel


melewati permukaan ayakan!
Ukuran partikel umpan, bentuk partikel, water
content mineral, ukuran lubang ayakan, amplitudo dan
frekuensi getar alat serta sudut pengumpanan.

7.

Bagaimana menyatakan ukuran dari alat Jaw Crusher,


Gyratory Crusher, Roll Crusher dan pengayak getar!
Jaw crusher: gape x width
Gyratory crusher: gape x mantle diameter
Roll crusher: diameter x width
Pengayak getar: banyaknya lubang dalam ukuran 1
inchi linear (mesh), atau ukuran geometri 1 lubang
(mm)

F. Kesimpulan
Diperoleh nilai ukuran ayakan (x) dari percobaan
crushing menggunakan Jaw crusher dan Roll crusher
adalah sebagai berikut :
-

Jaw Crusher
Roll Crusher

: 13.8793911 mm
: 7.25884353 mm

Selain itu, diperoleh juga nilai RR80 sebear 1,912.

Ada berapa macam tipe Jaw Crusher menurut


desainnya dan dimana letak perbedaannya?
Ada tiga macam, yaitu Blake, Dodge dan Universal.
Perbedaannya terletak pada lokasi sumbu serta gerakan
dari movable jaw.

4.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan Choke Crushing


dan Arrested Crushing pada operasi peremukan serta
beri contoh alat yang menggunakan cara tersebut!
Choke crushing adalah mekanisme peremukan
dimana dalam prosesnya material diremukkan oleh alat
serta tumbukan dengan material itu sendiri. Contoh
alatnya adalah roll crusher.
Arrested crushing adalah mekanisme peremukan
yang selama prosesnya material diremukkan oleh alat
sampai material lolos ke zona discharge. Contoh
alatnya adalah jaw crusher.

5.

Jelaskan mekanisme remuknya material!

G. Daftar Pustaka
Barry A. Wills, Tim Napier-Munn. 2006. Mineral
Processing Technology: An Introduction to the
Practical Aspects of Ore Treatment and Mineral

Recovery. Elsevier Science & Technology Books:


Australia
(Halaman 109 115)
Errol G. Kelly, David J. Spootiswood. 1982. Introduction
to Mineral Processing. John Wiley and Sons, Inc:
Canada
(Halaman 127 157)
Materi Perkuliahan Pengolahan Bahan Galian (Bab IV dan
Bab V)
H. Lampiran
Crushing
1.

Dengan jaw crusher,


a. Menyiapkan kerikil berukuran 4-5 cm sebanyak 5
kg.
b. Mengukur setting jaw crusher yaitu open setting
dan close setting.
c. Menjalankan jaw crusher dalam keadaan kosong
dan mengamati cara kerjanya.
d. Memasukkan umpan secara perlahan-lahan dan
menampung hasilnya.

e.
f.

g.

h.

2.

Mengamati hasil peremukan meliputi bentuk dan


ukuran bijih.
Mengambil contoh dari batu hasil peremukan jaw
crusher secukupnya, lalu mengayak dengan seri
ayakan 14; 8; 3; dan 0,5 inchi.
Menimbang dan membuat grafik distribusi ukuran
serta menentukan ukuran ayakan yang meloloskan
80% material.
Menyimpan produkta untuk dilakukan crushing
dengan roll crusher.

Dengan roll crusher,


a. Menyiapkan roll crusher dengan baik.
b. Menjalankan roll crusher dan mengamati cara
kerjanya.
c. Melakukan pengumpanan dengan hati-hati, umpan
adalah produkta hasil crushing dengan jaw crusher.
d. Menampung hasilnya dan mengamati ukuran dan
bentuk partikel.
e. Mengambil contoh hasil peremukan secukupnya,
lalu mengayak dengan seri ayakan 14; 8; 3; dan 0,5
inchi.