Anda di halaman 1dari 469

PRINSIP DASAR PERBANKAN SYARIAH

CAKUPAN MATERI

Disampaikan oleh
Wiroso
This training material is solely for the use of training participants. No part of it may be circulated, quoted, or
reproduced for distribution inside or outside the training participants organization without prior written approval
from Sharia Accounting Team Teaching Islamic Banking - Jakarta

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

Sekilas diriku
Nama
Alamat

: Wiroso
: Jl. Kebembem III/72, Rt 006/07
Jagakarsa - Jakarta 12620
Telp rumah : (021) 7271959,
7271959 HP : 0812-9934800
E-mail
: wiroso_iai@yahoo.co.id
Pengalaman bidang perbankan:
(1) satu tahun (1982) di Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah , (2) lima tahun (1982-1986) di Citibank Jakarta,
(3) tujuh tahun (1987 1993) di Bank Universal (Bank Permata), (4) sebelas tahun (1993 2004) di Bank Muamalat
Indonesia, (5) Tim Penyusun PSAK 59 dan PAPSI Akuntansi Perbankan Syariah (1999 sd 2006), (6) Anggota
Komite Akuntansi Syariah IAI ( tim penyusun PSAK syariah) (2006 sd 2010)
Kegiatan saat ini :
(1) D
Dosen FE d
dan M
Magister
i t Ak
Akuntansi
t
i FE Universitas
U i
it Trisakti
T i kti J
Jakarta
k t (2006 sd
d sekarang),
k
) (2) A
Anggota
t D
Dewan
Standar Akuntansi Syariah (DSAS) ( 2010 sd sekarang), (3) Anggota Dewan Penguji Sertifikasi Akuntansi Syariah
IAI (2008 sd sekarang) (5) Tim Penyusun PAPSI revisi 2012 (5) Partner dan instruktur pada konsultan ICDIFLPPI, Batasa Tazkia, Service Quality Partner, Pantarhai dan instruktur pelatihan internal beberapa Bank Syariah,
Multi Finance Syariah, Koperasi Syariah dan Lembaga Keuangan Syariah lainnya
Karya tulis :
(1) Jual beli Murabahah - 2005, (2) Akuntansi Perbankan Syariah 2004 bersama Prof Sofian S. Harahap, (3)
Penghimpunan Dana dan Distribusi Hasil Usaha Bank Syariah -2005, (4) Business Syariah - 2007 bersama
Muhamad Yusuf (5) Produk Perbankan Syariah -2009, (6) Akuntansi Transaksi Syariah - 2010

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Pokok-pokok
Pokok
pokok Bahasan
Sekilas Perbankan Syariah
Penghimpunan Dana
Pembiayaan dan Investasi
Jasa Layanan
Perhitungan Pembagian Hasil
Usaha
6. Sekilas Akuntansi Syariah

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

1.
1
2.
3.
4.
5.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

Secara llengkap
S
k dan
d rinci
i i materi
t i ini
i i tercantum
t
t
dalam
d l
buku
b k
dibawah :
Cakupan isi buku
1 Komparasi bank syariah dan
1.
bank konvensional
2. Penghimpunan
g
p
dana
3. Pengelolaan dana
4. Jasa layanan
5. Perhitungan pembagian hasil
usaha
6. Sekilas akuntansi syariah

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Prinsip Dasar Perbankan


S i h
Syariah

SEKILAS PERBANKAN
SYARIAH

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

Sekilas diriku
Nama
Alamat

: Wiroso
: Jl. Kebembem III/72, Rt 006/07
Jagakarsa - Jakarta 12620
Telp rumah : (021) 7271959,
7271959 HP : 0812-9934800
E-mail
: wiroso_iai@yahoo.co.id
Pengalaman bidang perbankan:
(1) satu tahun (1982) di Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah , (2) lima tahun (1982-1986) di Citibank Jakarta,
(3) tujuh tahun (1987 1993) di Bank Universal (Bank Permata), (4) sebelas tahun (1993 2004) di Bank Muamalat
Indonesia, (5) Tim Penyusun PSAK 59 dan PAPSI Akuntansi Perbankan Syariah (1999 sd 2006), (6) Anggota
Komite Akuntansi Syariah IAI ( tim penyusun PSAK syariah) (2006 sd 2010)
Kegiatan saat ini :
(1) D
Dosen FE d
dan M
Magister
i t Ak
Akuntansi
t
i FE Universitas
U i
it Trisakti
T i kti J
Jakarta
k t (2006 sd
d sekarang),
k
) (2) A
Anggota
t D
Dewan
Standar Akuntansi Syariah (DSAS) ( 2010 sd sekarang), (3) Anggota Dewan Penguji Sertifikasi Akuntansi Syariah
IAI (2008 sd sekarang) (5) Tim Penyusun PAPSI revisi 2012 (5) Partner dan instruktur pada konsultan ICDIFLPPI, Batasa Tazkia, Service Quality Partner, Pantarhai dan instruktur pelatihan internal beberapa Bank Syariah,
Multi Finance Syariah, Koperasi Syariah dan Lembaga Keuangan Syariah lainnya
Karya tulis :
(1) Jual beli Murabahah - 2005, (2) Akuntansi Perbankan Syariah 2004 bersama Prof Sofian S. Harahap, (3)
Penghimpunan Dana dan Distribusi Hasil Usaha Bank Syariah -2005, (4) Business Syariah - 2007 bersama
Muhamad Yusuf (5) Produk Perbankan Syariah -2009, (6) Akuntansi Transaksi Syariah - 2010

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Pokok-pokok Bahasan
Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

1. Pengantar
1
2. Pengertian, landasan hukum
dan organisasi
3 Fungsi dan kegiatan Usaha
3.
4. Operasional dan produk
5. Pembagian hasil usaha dan
Akuntansi

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

Bahasan
pertama

Pengantar

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Pelaksana

Jakarta, Januari 2013

Masyarakat
Murni
Syariah

Regulasi

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

ASPE
A
EK B
BISN
NIS

AS
SPEK
K SY
YAR
RIAH
H

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

Implementasi
p
LKS

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

UU 21/2008 Perbankan Syariah


Pengertian pembiayaan
=> penyediaan dana
Pasal 4 UU no. 21/2008
=> menghimpun dana
dan penyalurkan dana.

Pasal 26 UU 21 / 2008
=>kegiatan usaha (produk dan
jasa) wajib tunduk kepada
p insip syariah
prinsip
s a iah (Fatwa
(Fat a MUI /
DSN)
Fatwa dituangkan dalam PBI

Pelaksanaannya

?
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

Pengertian
g
p
pembiayaan
y

((UU 21/2008
/
p
ps 1 angka
g
25))

25. Pembiayaan adalah penyediaan dana atau tagihan


yang dipersamakan dengan itu berupa:

transaksi bagi hasil dalam bentuk mudharabah dan musyarakah;


transaksi sewa-menyewa dalam bentuk ijarah atau sewa beli dalam
b t k ijarah
bentuk
ij h muntahiya
t hi bittamlik;
bitt lik
transaksi jual beli dalam bentuk piutang murabahah, salam, dan

istishna;

ttransaksi
k i pinjam
i j
meminjam
i j
dalam
d l
bentuk
b t k piutang
i t
qardh;
dh dan
d
transaksi sewa-menyewa jasa dalam bentuk ijarah untuk transaksi
multijasa

berdasarkan
b
d
k persetujuan
t j
atau
t kkesepakatan
k t antara
t
B
Bankk
Syariah dan/atau UUS dan pihak lain yang mewajibkan
pihak yang dibiayai dan/atau diberi fasilitas dana untuk
mengembalikan
b lik dana
d
tersebut
b setelah
l h jangka
j
k waktu
k
tertentu dengan imbalan ujrah, tanpa imbalan, atau bagi
hasil.
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Pengertian produk (PBI 10/17/PBI/2008 kodifikasi produk )


Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

II. PEMBIAYAAN ATAS DASAR AKAD MUSYARAKAH


a. Definisi

Pembiayaan adalah penyediaan dana atau tagihan yang dipersamakan dengan itu berupa:
a. transaksi bagi hasil dalam bentuk mudharabah dan musyarakah;
b. transaksi sewa menyewa dalam bentuk ijarah atau sewa beli dalam bentuk ijarah muntahiya bittamlik;
c. transaksi jual beli dalam bentuk piutang murabahah, salam, dan istishna;
d. transaksi pinjam meminjam dalam bentuk piutang qardh; dan
e. transaksi sewa menyewa jasa dalam bentuk ijarah untuk transaksi multijasa
berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara Bank Syariah dan/atau Unit Usaha Syariah dan pihak
lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai dan/atau diberi fasilitas dana untuk mengembalikan dana
tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan ujroh, tanpa imbalan, atau bagi hasil.

b. Akad Musyarakah

Transaksi penanaman dana dari dua atau lebih pemilik dana dan/atau barang untuk menjalankan usaha
tertentu sesuai syariah dengan pembagian hasil usaha antara kedua belah pihak berdasarkan nisbah
yyang
g disepakati,
p
, sedangkan
g
pembagian
p
g
kerugian
g
berdasarkan p
proporsi
p
modal masingmasing.
g
g

III. PEMBIAYAAN ATAS DASAR AKAD MURABAHAH


a. Definisi

Pembiayaan adalah penyediaan dana atau tagihan yang dipersamakan dengan itu berupa:
a. transaksi bagi hasil dalam bentuk mudharabah dan musyarakah;
b
b.
transaksi sewa menyewa dalam bentuk ijarah atau sewa beli dalam bentuk ijarah muntahiya bittamlik;
c. transaksi jual beli dalam bentuk piutang murabahah, salam, dan istishna;
d. transaksi pinjam meminjam dalam bentuk piutang qardh; dan
e. transaksi sewa menyewa jasa dalam bentuk ijarah untuk transaksi multijasa
berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara Bank Syariah dan/atau Unit Usaha Syariah dan pihak
l i yang mewajibkan
lain
jibk pihak
ih k yang dibiayai
dibi
i dan/atau
d / t diberi
dib i fasilitas
f ilit dana
d
untuk
t k mengembalikan
b lik dana
d
tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan ujroh, tanpa imbalan, atau bagi hasil.

b. Akad Murabahah

Transaksi jual beli suatu barang sebesar harga perolehan barang ditambah dengan margin yang disepakati
olah para pihak, dimana penjual menginformasikan terlebih dahulu harga perolehan kepada pembeli.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

Sengketa Transaksi Syariah


PERADILAN AGAMA ( Ps 49 UU No 3 Th 2006
Amandemen Undang-undang Peradilan Agama)

Peradilan Umum
Basyarnas
Musyawarah

Jakarta, Januari 2013

UU No 21 Th 2008 tentang Perbankan Syariah (pasal


55 penyelesaian sengketa) :
(1) dilakukan
dil k k oleh
l h pengadilan
dil d
dalam
l
lilingkungan
k
Peradilan Agama
(2) Para pihak telah memperjanjikan selain pada ayat
(1), dilakukan sesuai dengan isi Akad.
(3) Penyelesaian
P
l
i sengketa
k t pada
d ayatt (2) tid
tidak
kb
boleh
l h
bertentangan dengan Prinsip Syariah
Penjelasan pasal: "penyelesaian sengketa dilakukan
sesuai dengan isi Akad"
Akad adalah :
musyawarah;
mediasi perbankan;
melalui Badan Arbitrase Syariah Nasional (Basyarnas) atau
lembaga arbitrase lain; dan/atau
melalui
l l i pengadilan
dil d
dalam
l
lilingkungan
k
P
Peradilan
dil U
Umum

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Kenaikan uang dibenarkan


jika diikuti kegiatan
ekonomi nyata
y

Paradigma
d
tentang UANG
Jual Beli Barang
Harga pokok
Rp. 10.000.000
Harga jual
Rp. 12.000.000
----------------Keuntungan
Rp. 2.000.000

Haram

Halal

Pinjaman Uang
Pinjam
Rp. 10.000.000
Kembali
Rp. 10.020.000
-------------------Kelebihan
Rp.
20.000

Jakarta, Januari 2013

Return
n Rp.
200.000 (0
0,02%)

Re
eturn Rp.
2.000.000 (20%
%)

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

uang hanya alat tukar dan


satuan pengukur nilai, bukan
komoditas

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

10

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

Golongan masyarakat
dan
d kamu
k
menjadi
j di tiga
ti golongan:
l
Yaitu golongan kanan alangkah mulianya
golongan kanan itu
Dan golongan kiri alangkah sengsaranya
golongan kiri itu
Dan golongan orang
orang-orang
orang yang paling dahulu
(beriman), merekalah yang paling dahulu
(masuk surga)
(QS : waqiah 7-10)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

11

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

Bahasan
kedua

Pengertian
Pengertian,
landasan
hukum dan
organisasi
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

12

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

Pengertian Bank (UU 21/2008)


Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana
dari masyarakat dalam bentuk Simpanan dan
menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk
kredit dan/ atau bentuk lainnya dalam rangka
meningkatkan taraf hidup rakyat
Bank
B kS
Syariah
i h adalah
d l h Bank
B k yang menjalankan
j l k
kegiatan usahanya berdasarkan Prinsip Syariah dan
menurutt jjenisnya
i
terdiri
t di i atas
t Bank
B k Umum
U
Syariah
S i h
dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah.
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

13

Pen
nge
ertia
an S
Syariah

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

Prinsip Syariah adalah prinsip hukum Islam dalam


kegiatan perbankan berdasarkan fatwa yang dikeluarkan
oleh lembaga yang memiliki kewenangan dalam
penetapan fatwa di bidang syariah (UU 21/2008)
y
merupakan
p
ketentuan hukum Islam yang
y g
Syariah
mengatur aktivitas umat manusia yang berisi perintah
dan larangan, baik yang menyangkut hubungan
interaksi vertikal dengan Tuhan maupun interaksi
horisontal dengan sesama makhluk (KDPPLKS)

FATWA DEWAN
SYARIAH NASIONAL
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

14

UU N
No 7/92 tentang Perbankan
P b k
PP No 72/92 tentang
Bank Berdasarkan Bagi
Hasil

UU No 10/98 tentang
perubahan UU 7/92

Dicabut dg
PP 30/99

UU
U No 21
1 Tahun 2008
Perbankan Sya
ariah

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

Landasan Hukum

BANK SYARIAH
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

15

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

Contoh Bagan Organisasi Bank Umum Syariah


RUPS / Rapat Anggota

Dewan Komisaris

Dewan Audit

Divisi / Urusan

PSAK Syariah

Dewan Pengawas Syariah

Dewan Direksi

Divisi / Urusan

Kantor Cabang

Jakarta, Januari 2013

Divisi / Urusan

Kantor Cabang

Divisi / Urusan

Kantor Cabang

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

16

Contoh Organisasi
g
Cab Syariah
y
Bank Konvensional

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

PSAK - 31

D
Dewan
K
Komisaris
i i

Dewan Audit

PSAK Syariah

RUPS / Rapat Anggota

D
Dewan
P
Pengawas S
Syariah
i h

Dewan Direksi

Divisi / Urusan

Divisi / Urusan

Kantor Cabang
Konvensional

Jakarta, Januari 2013

Divisi / Urusan

Kantor Cabang
Konvensional

Unit Usaha Syariah

Kantor Cabang
Syariah

Kantor Cabang
Syariah

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

17

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

Tugas DPS

Mengawasi kegiatan usaha


b k agar tidak
bank
tid k
menyimpang dari
ketentuan dan prinsip
syariah yang telah
difatwakan
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

18

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

Bahasan
B
h
ketiga

Fungsi dan
kegiatan usaha
Bank Syariah
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

19

BANK SYARIAH

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

BS : 400 juta , Nsb : 600 juta --------------Pendapatan-------------------- Rp. 1 Milyard


BS : 4
, Nsb : 6
--------------Pendapatan-------------------- Rp. 10 ,Ni b h BS : 40 , Nasabah
Nisbah
N
b h : 60

Pembayaran bagi hasil


Tergantung pendapatan yag diterima

Shahibul Maal

Sh hib l maall
Shahibul

Menerima pendapatan
Bagi Hasil / Margin / sewa

Mudharib

Mudharib

Penghimpunan dana

Penyaluran dana

Bank

Deposan
M b
Membayar
b
bunga ttetap
t

Nsb debitur

Tdk dipengaruhi pendpatan yg diterima

Menerima bunga kredit tetap

Bunga Deposito (tetap) = 6%

LR = COM + RISK COST + SPREAD


LR = (6% + 4%) + 1% + 2% = 13%

6% -----------------------------------Realisasi------------------------------------------ 20%
6% -----------------------------------Realisasi------------------------------------------ 10%

BANK KONVENSIONAL
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

20

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

Perbedaan Bank Syariah dan Konvensional


Bank Syariah

Bank Konvensional

Fungsi dan
kegiatan
g
bank

Manager Investasi,
Investor, Sosial, Jasa
keuangan

Intermediary unit, Jasa


keuangan
g

Mekanisme dan
obyek usaha

Maghrib
dilarang

Maghrib
Tidak ada larangan

Kegiatan Usaha Tidak membedakan Sektor Moneter


sektor riil dan
(Keuangan)
moneter

Maisir

Gharar

(judi/gambling)

(ada unsur penipuan)

Jakarta, Januari 2013

Riba

Bathil
(rusak/tidak syah)

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

21

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

Karakteristik Bank
Syariah
y
(pr 2-5)

Tidak membedakan secara


tegas
g sektor moneter dan
sektor riil=> dapat
melakukan transaksi-2
sektor riil

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

22

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

Lembaga Keuangan di Indonesia

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

23

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

Kesetaraan Kegiatan Usaha Bank Syariah


Lainnya
LK bukan Bank
Bank Syariah
Leasing
L i

Ij h
Ijarah
Anjak Piutang

Hawalah / Hiwalah
Consumer Financing
Murabahah
Modal Ventura

Musyarakah
Pegadaian

Rahn
Penjaminan
P j i

K f l h
Kafalah

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

24

Karakteristik lain Bank Syariah


Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

uang hanya

h
berfungsi sebagai
alat tukar dan
satuan pengukur
nilai bukan sebagai
nilai,
komoditas;;
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

25

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

Fungsi Sosial

Penyaluran dana kebajikan


Qardhul hasan
S
Santunan
kkebajikan
b k
Pengeluaran lainnya
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

26

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

Bahasan
ke empat
ke-empat

Operasional
p
Bank Syariah
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

27

Tabel

Alur Operasional Bank Syariah


Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

Penghimpunan dana

Mudharib

Penyaluran dana

Wadiah yad dhamanah

Prinsip bagi hasil

Mudharabah Mutlaqah

Prinsip Ujroh

(Dana Syirkah Temporer)

Lainnya (modal dsb)

Prinsip jual beli

Pendapatan

Bagi
hasil

Bagi hasil/laba

Neto Sewa
Margin

Perhitungan

Laporan
p
Laba Rugi
g
Pendapatan Mdh Mutlaqah
(Dana Syirkah Temporer)
Pendapatan berbasis
imbalan (fee base income)

Jakarta, Januari 2013

Jasa keuangan: wakalah, kafalah, sharf

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

28

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

Produk dan jasa Bank Syariah


Penghimpunan
h
Prinsip wadiah

Giro
Tabungan

Prinsip
p mudharabah
Deposito
Tabungan

Penyaluran
l

Jasa keuangan
k

Prinsip
p jual
j
beli

Murabahah
Istishna
Salam

Prinsip Ujroh

Ijarah
IMBT

Wakalah
Kafalah
Hiwalah
Rahn
Qardh
Sharf

Prinsip bagi hasil

Jakarta, Januari 2013

Mudharabah
Musyarakah

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

29

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH

PENDANAAN

GIRO

WADIAH

DEPOSITO

PEMBIAYAAN

JASA

TABUNGAN

WAKALAH

JUAL
BELI

BAGI
HASIL

UPAH

KAFALAH
MUDHARABAH

WADIAH

MURABAHAH

MUDHARABAH

SALAM

MUSYARAKAH

HAWALAH
MUDHARABAH

RAHN
ISTISHNA
QARDH

IJARAH
IMBT

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

30

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

Bahasan
h
kelima

Pembagian
hasil usaha
dan Akuntansi
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

31

PRINSIP DISTRIBUSI HASIL USAHA DALAM LEMBAGA


KEUANGAN SYARI'AH
Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

(NO: 15/DSN-MUI/IX/2000)

pembagian hasil usaha di antara para pihak (mitra) dalam suatu bentuk
usaha kerjasama boleh didasarkan:
pada prinsip Bagi Untung (Profit Sharing), yakni bagi hasil yang
dihitung dari pendapatan setelah dikurangi modal (ra
rasu
su al-mal
al mal) dan
biaya-biaya,
pada prinsip Bagi Hasil (Net Revenue Sharing), yakni bagi hasil yang
g dari pendapatan
p
p
setelah dikurangi
g modal (rasu al-mal);
dihitung
Ketentuan Umum
1. Pada dasarnya, LKS boleh menggunakan prinsip Bagi Hasil (Net Revenue
g) maupun
p Bagi
g Untung
g (Profit Sharing
g) dalam pembagian
p
g
hasil
Sharing
usaha dengan mitra (nasabah)-nya.
2. Dilihat dari segi kemaslahatan (al-ashlah), saat ini, pembagian hasil usaha
sebaiknya digunakan prinsip Bagi Hasil (Net Revenue Sharing).
3. Penetapan prinsip pembagian hasil usaha yang dipilih harus disepakati
dalam akad.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

32

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

Prinsip Distribusi Hasil Usaha


Uraian

Jumlah Metode

Penjualan
Harga pokok penjualan

100
65
---------35 Net Revenue sharing
25
---------10 Profit Sharing

Laba kotor
Beban
Laba rugi bersih

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

33

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

Gross profit bagi bank syariah

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

34

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

Perbandingan pembagian hasil usaha


Penjualan
100
Modal (hpp)
90
----Gross profit
10

Nisbah
Nasabah (sebagai mudharib) : 60
Bank syariah (shahibul maal) : 40

PEMBAGIAN HASIL USAHA

D i penjualan
Dari
j l
D i laba
Dari
l b kotor
k t
Nasabah sbg mudharib (60)

60

Bank Syariah sbg pemilik dana


(40)

40

Jika pembagian dari penjualan (omzet) Nasabah


sebagai mudharib menanggung risiko kerugian 36
tdk sesuai dengan prinsip mudharabah

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

35

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

Profit sharing

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

36

SISTEM DISTRIBUSI HASIL USAHA DALAM


LEMBAGA KEUANGAN SYARI'AH
Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

NO: 14/DSN-MUI/IX/2000

1. Pada prinsipnya, LKS boleh menggunakan sistem Accrual


Basis maupun Cash Basis dalam administrasi keuangan.
keuangan
2. Dilihat dari segi kemaslahatan (al-ashlah), dalam
pencatatan sebaiknya
p
y digunakan
g
sistem Accrual Basis;;
akan tetapi, dalam distribusi hasil usaha hendaknya
ditentukan atas dasar penerimaan yang benar-benar
terjadi (Cash Basis).
Basis)
3. Penetapan sistem yang dipilih harus disepakati dalam
akad.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

37

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

Pengelolaan Risiko (UU 21/2008)


Pasal
P l 38
1. Bank Syariah dan UUS wajib menerapkan manajemen
risiko,
isiko prinsip
p insip mengenal nasabah,
nasabah dan perlindungan
pe lind ngan
nasabah.
2 Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur
2.
dengan Peraturan Bank Indonesia.

Pasal 39
1. Bank Syariah dan UUS wajib menjelaskan kepada
Nasabah mengenai kemungkinan timbulnya risiko
kerugian sehubungan dengan transaksi Nasabah yang
y
dan/atau
/
UUS.
dilakukan melalui Bank Syariah
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

38

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

Komparasi Akuntansi
B kK
Bank
Konvensional
i
l

B kS
Bank
Syariah
i h

PSAK

PSAK 50, PSAK 55

PSAK 101 dst (PSAK syariah)

LLaporan
Keuangan

1
1.

LLaporan posisi
i i
keuangan
Laporan Laba Rugi
Laporan Arus Kas
Laporan perubahan
Ekuitas
Catatan atas Lap
Keuangan

1.
1
2.
3.
4.
5.
6
6.
7.

LLaporan posisi
i i keuangan
k
Laporan Laba Rugi
Laporan Arus Kas
Laporan perubahan Ekuitas
Catatan atas Lap Keuangan
Laporan Sumber dan Penggunaan Zakat
Laporan Sumber dan Penggunaan Dana
Kebajikan
L
Laporan
rekonsiliasi
k
ili i pendapatan
d
t dan
d bagi
b i
hasil

2.
3.
4.
5.

8
8.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

39

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

Ringkasan Beda Konvensional dan Syariah


No

Masalah

Konvensional

Syariah

1.

Prinsip

konvensional

Berdasarkan prinsip syariah

2.

Pembuatan
produk

Umum (sesuai
kebutuhan)

Harus sesuai kodifikasi produk BI

3
3.

Unit kerja dalam Sesuai kebutuhan


organisasi

Imbalan kepada Bunga => besarnya Bagi Hasil => besarnya


pemodal
ditetapkan didepan tergantung hasil usaha yg
diperoleh

Jakarta, Januari 2013

BUS =>
> Dewan Pengawas Syariah
UUS => DPS dan UUS

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

40

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

Ringkasan Beda Konvensional dan Syariah


N
No

M l h
Masalah

K
Konvensional
i
l

S i h
Syariah

Fungsi

Intermediasi dan jasa Manajer Investasi, Investor, jasa


layanan
y
layanan
y
dan sosial

Mekanisme dan
obyek usaha

Maghrib => tidak


ada larangan

Maghrib => harus dihindari


(dilarang)

Sektor Usaha

Sektor keuangan

Tidak membedakan dengan


tegas sektor keuangan dan
sektor riil

Titik padang
terhadap uang

Sebagai Komoditi

Hanya sebagai alat tukar dan


satuan pengukur nilai (bukan
k
komoditi)
diti)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

41

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

Ringkasan Beda Konvensional dan Syariah


N
No
9

10

11

M l h
Masalah

K
Konvensional
i
l

S i h
Syariah

Produk
Giro
penghimpunan Tabungan
dana
Deposito

Wadiah => Giro dan Tabungan


Mudharabah Mutlaqah = Deposito dan
Tabungan

Produk
pengelolaan
dana

Bagi hasil =>


> Mudharabah dan
Musyarakah
Ujroh => Ijarah dan IMBT
Jual Beli => Murabahah, Salam,
Istishna

Kredit

Imbalan (jasa) Kliring


Kliring, inkaso,
inkaso
bank garansi dsb

Jakarta, Januari 2013

Wakalah =>
> transfer,
transfer inkaso dsb
Kafalah => bank garansi

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

42

Wiroso S
W
Sekilas Perbankan
n Syariah

Ringkasan Beda Konvensional dan Syariah


No

Masalah
l h

Konvensionall

S
Syariah
h

12

Acuan
akuntansi

PSAK umum (no 01


sd 99)

PSAK syariah ( no 101 sd 199)

13

Laporan
Keuangan
g

Neraca, Laba Rugi,


Arus kas,, Perubahan
modal

Neraca, Laba Rugi, Arus kas,


Perubahan modal,, Lap
p sumber
dan penggunaan zakat, Lap
sumber penggunaan dana
kebajikan, Lap Perubahan
Investasi Terikat

14

Hasil usaha

Seluruhnya milik
entitas
tit

Yang nyata-nyata diterima


( h basis)
(cash
b i ) sebagian
b i milik
ilik
pemodal

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

43

Prinsip Dasar Perbankan


S i h
Syariah

PENGHIMPUNAN
G
DANA
PERBANKAN SYARIAH

Mudharib

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

Alur Operasional Bank Syariah


Penghimpunan
g
p
dana

Perhit
Hasil
Usaha

Penyaluran dana

Wadiah yad dhamanah

Prinsip bagi hasil

Mudharabah Mutlaqah
(Investasi Tdk Terikat)

P i i Ujroh
Prinsip
Uj h

Lainnya
y ((modal dsb))

Prinsip jual beli

Pendapatan
Bagi hasil/laba

S
Sewa
Margin

Tabel

Laporan Laba Rugi


Pendapatan Mdh Mutlaqah
(Investasi Tidak Terikat)
Pendapatan berbasis
imbalan (fee base income)

Jakarta, Januari 2013

Jasa keuangan: wakalah, kafalah, sharf

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

Pokok Bahasan
1. Prinsip mudharabah
2. Prinsip Wadiah
3 Aplikasi prinsip
3.
mudharabah
4 Aplikasi
4.
A lik i prinsip
i i
wadiah

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

Bahasan pertama

Prinsip
p
Mudharabah

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

Pengarap
g
p sawah

siap mi, Insya


Allah akan dijaga
amanahnya

p
prinsip
p bagi
g
hasil yang
paling baik

Gus..saya kan nggak


bisa nyangkul, itu
sawah digarap
(tanami) nanti hasilnya
dibagi berdua

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

Mudharabah
suatu
t akad
k d kerja
k j sama kkemitraan
it
antara
t
Penyedia dana usaha (disebut
shahibul
h hib l maall / rabulmal)
b l l) dengan
d
Pengelolaan dana / manajemen usaha
(di b t sebagai
(disebut
b
i mudharib)
dh ib) untuk
t k
memperoleh hasil usaha dengan
pembagian
b i h
hasil
il usaha
h sesuaii porsii
(nisbah) yang disepakati bersama
pada awal.
awal

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

JENIS MUDHARABAH

(DARI SEGI KUASA YANG DIBERIKAN KPD MUDHARIB)

MUDHARABAH MUTHLAQAH
(Unrestricted Investment / Investasi Tidak tertikat / Dana
Syirkah Temporer)

shahibul maal memberi kuasa penuh kepada mudharib, untuk


menjalankan proyek tanpa larangan/batasan yang berkaitan
dengan proyek itu dan tidak terikat dengan waktu, tempat, jenis
perusahaan dan pelanggan

MUDHARABAH MUQAYYADAH
(Retricted Investment / Investasi Terikat / IT)

shahibul maal memberikan batasan mengenai dimana, bagaimana


atau untuk tujuan apa dana tersebut diinvestasikan kepada
pengusaha / bank (sebagai mudharib) dalam pengelolaan dananya

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

B k Syariah
Bank
S
i h sebagai
b
i Pengelola
P
l l Dana
D

Bankk S
B
Syariah
i h
sebagai
pengelola
l l dana
d

Tabungan
g Mdh
Deposito Mdh

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

Aplikasi prinsip mudharabah dalam perbankan

Mudharabah Mutlaqah (penghimpunan dana)


Tabungan Mudharabah
Deposito Mudharabah

Mudharabah Mutlaqah (penyaluran dana)


Investasi Mudharabah (pembiayaan)
(p
y
)

Mudharabah Muqayyadah
Kredit
K dit U
Usaha
h T
Tanii (KUT)
(KUT), K
Kredit
dit U
Usaha
h R
Rakyat
k t
(KUR), KKPA, dsb
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

Syarat
Mudharabah
Modal Mudharabah
dalam bentuk uang tunai dan dinyatakan
dengan
de
ga jelas ju
jumlahnya
la ya
harus segera diserahkan kepada mudharib,
agar dapat melakukan usaha.
Dana tidak dapat diambil sewaktu-waktu (sesuai
jangka waktu yang diperjanjikan).
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

10

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

Syarat Mudharabah

(lanjutan)

Keuntungan :
Pembagian keuntungan antara mudharib
dan shahibul maal, berdasarkan nisbah
sesuai kesepakatan awal
awal.
Nisbah pembagian keuntungan harus
di
dicapai
i melalui
l l i negosiasi
i id
dan dit
dituangkan
k
dalam akad secara tertulis
Pembagian keuntungan hanya untuk satu
pihak, tidak sah akadnya.
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

11

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

NISBAH COUNTER
Nsb
BSy
Tabungan
45
55
Dep 1 bl
65
35
dst

Special Nisbah
Deposito 1 bulan
return April (riil)
Return harapan nasabah
April 2008
Bank Syariah
y
Nasabah

6,5%
9%

nisbah return
10
90

9%

Mei 2008
Bank Syariah
Nasabah

Jakarta, Januari 2013

nisbah return mei juni


10
8% 12%
90

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

12

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

Semua
risiko anda

Special rate
Deposito Mudharabah
Nisbah mudharabah :
mei
Bank Syariah (mudharib) : 10
Nasabah (shahibul maal) : 90 8 %
Bonus
Return

1%
---9%

juni
6%
3%
---9%

Modalku 100 Milyar


Returnku 9 %
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

13

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

Kerugian Mudharabah

Ditanggung oleh Shahibul maal


kecuali kejahatan dan kelalaian mudharib

Jika kejahatan
j
dan kelalaian mudharib
mudharib berubah sebagai penjamin
dana tersebut berubah menjadi hutang mudharib
kepada Rabulmal
Mudharib berubah sebagai pekerja yang digaji
oleh Rabulmal
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

14

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

Syarat Mudharabah
(lanjutan)

Pekerjaan
j
Bersifat mutlak, artinya
tidak mengikat mudharib
dalam usaha-usahanya
memperoleh keuntungan

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

15

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

Bahasan ketiga
Aplikasi Prinsip Mudharabah
Tabungan
g Mudharabah
Deposito Mudharabah

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

16

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

Tabungan
T
b
Mudharabah

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

17

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

Pengertian tabungan
Simpanan
p
yyang
g
penarikannya hanya dapat
dilakukan menurut syarat
tertentu yang disepakati,
tetapi tidak dapat ditarik
dengan cek atau alat yang
d
dapat
t dipersamakan
di
k d
dg ititu

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

18

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

Aplikasi Tabungan Mudharabah


dalam perbankan syariah
Tabungan Qurban
Tabungan Pendidikan
Tabungan Umroh / Haji
Tabungan Walimah

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

19

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

Tabungan Mudharabah
(Fatwa DSN No. 02/DSN-MUI/IV/2000)

1.
2
2.

3.
4.
5.
6.

Nasabah bertindak sebagai shahibul maal atau pemilik dana, dan bank
bertindak sebagai mudharib atau pengelola dana
Bank dapat melakukan berbagai macam usaha yang tidak bertentangan
dengan prinsip syariah dan mengembangkannya, termasuk didalamnya
mudharabah dengan pihak lain
Modal harus dinyatakan dengan jumlahnya, dalam bentuk tunai dan
bukan piutang
Pembagian
e bag a keuntungan
eu tu ga harus
a us d
dinyatakan
yata a da
dalam
a be
bentuk
tu nisbah
sba da
dan
dituangkan dalam akad pembukaan rekening
Mudharib menutup biaya operasional tabungan dengan menggunakan
nisbah keuntungan yang menjadi haknya
Bank tidak diperkenankan mengurangi nisbah keuntungan nasabah
tanpa persetujuan yang bersangkutan
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

20

KONV
VENSION
NAL

Bank
B
k Mega
M
Bank Mandiri
Bank BRI
Dsb

Besar nominal
B
i l
imbalan yang
diterima pemodal
SAMA

8%
8%
8%
8%

Nisbah Bank
Syariah
y

Nisbah
Nasabah

BMI

40

60

BSM

40

60

BSMI

40

60

y
BRI Syariah

40

60

Bank

SYA
ARIAH

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

Besarnya Imbalan kepada pemodal

Jakarta, Januari 2013

Besar nominal imbalan


yang diterima pemodal
TIDAK SAMA

Tergantung
g
g Hasil Usaha

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

21

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

Deposito
Mudharabah

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

22

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

Pengertian
g
deposito
p
berjangka
j g

Simpanan yang
penarikannya hanya dapat
dilakukan pada waktu
tertentu menurut perjanjian
antara p
penyimpan
y p dengan
g
bank ybs

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

23

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

Deposito Mudharabah
(Fatwa DSN No. 03/DSN-MUI/IV/2000)

1 Nasabah bertindak sebagai shahibul maal atau pemilik dana


1.
dana,
dan bank bertindak sebagai mudharib atau pengelola dana
2. Bank dapat
p melakukan berbagai
g macam usaha yyang
g tidak
bertentangan dengan prinsip syariah dan
mengembangkannya, termasuk didalamnya mudharabah
dengan
g p
pihak lain.
3. Modal harus dinyatakan dengan jumlahnya, dalam bentuk
tunai dan bukan piutang
4 Pembagian keuntungan harus dinyatakan dalam bentuk
4.
nisbah dan dituangkan dalam akad pembukaan rekening
5. Mudharib menutup
p biaya
y operasional
p
deposito
p
dengan
g
menggunakan nisbah keuntungan yang menjadi haknya.
6. Bank tidak diperkenankan untuk mengurangi nisbah
keuntungan
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

24

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

Sistem Perhitungan Bagi


Hasil Deposito Mudharabah :

Dihitung sampai dengan


(setiap) ulang tanggal
Dihitung sampai dengan
(setiap) setiap akhir
b l
bulan

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

25

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

Perhitungan bagi hasil pada ulang tanggal


30 April
31 Maret

31 Mei

Pembayaran dg
indikasi rate 10%

25 April

30 Juni

Pembayaran dg
indikasi rate 6%

25 Mei

10%

25 Juni

6%

Seharusnya 6%
Tgl pembukaan
deposito

Jakarta, Januari 2013

25 Juli

8%

Seharusnya 8%

Tgl pembayaran bagi hasil


So rata2 x hr x ind rate (10%)
-----------------------------------365x100

Tgl tutup buku


(indikasi rate April 10%)
(hi per mil Rp.125)

Pembayaran dg
indikasi rate 8%

Tgl pembayaran bagi hasil

Tgl tutup buku


(indikasi rate 6%)
(hi per mii Rp.
R 75)

Tgl pembayaran bagi hasil

Tgl tutup buku


(Indikasi rate 8%)
(hi per mil
il Rp.
R 90)

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

26

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

Perhitungan bagi hasil akhir bulan


Pembayaran bagi hasil
25 s/d 30 April dengan
indikasi rate April - 10%
( t hi permil-Rp.
(atau
il R 125
125,-

31 Maret

30 April

Pembayaran bagi hasil


01 s/d 31 Mei dengan
indikasi rate Mei - 6%
(atau hi permil Rp. 75,-

25 April

Tgl pembukaan
deposito

31 Mei

Pembayaran bagi hasil


01 s/d 30 Juni dengan
indikasi rate Juni - 8%
(atau hi permil Rp. 90,-

25 Mei

Tgl ulang bukan (tidak ada


pembayaran bagi hasil)

30 Juni

31 Juli

25 Juli

25 Juni

Tgl ulang bukan (tidak ada


pembayaran bagi hasil)

Tgl jatuh tempo (tidak ada


pembayaran bagi hasil)

Tgl tutup buku (indikasi rate 8%)


(hi per mil Rp. 90)

Tgl tutup buku (indikasi rate 10%)


(hi per mil Rp.125)
Tgl tutup buku (indikasi rate 6%)
(hi per mii Rp.
R 75)

Jakarta, Januari 2013

Pembayaran bagi hasil 01 s/d 25


Juli dengan indikasi rate Juli
10% (atau hi permil Rp. 80,
80,-

Tgl tutup buku (indikasi rate 7%)


(hi per mil
il Rp.
R 80)

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

27

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

Bahasan kedua

Prinsip
Wadiah

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

28

Alhamdulillah
p uang
g
dapat
parkir

Tukang
gp
parkir
Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

Stop..

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

29

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

PENGERTIAN WADIAH
Wadiah adalah titipan
p murni nasabah yang
y g harus
dijaga dan dikembalikan kapan saja
menghendakinya
Jenis wadiah :
Wadiah yad Amanah
Wadiah yad Dhamanah

Hubungan timbal balik


bank dapat memberi bonus
(2)

(1)

penitip/pemilik
d
dana/nasabah
/
b h
Jakarta, Januari 2013

nasabah menitipkan dana

p
penerima
titipan / bank

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

30

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

WADIAH YAD AL AMANAH


MERUPAKAN TITIPAN MURNI DENGAN PENGERTIAN:

Barang yang dititipan tidak boleh dipergunakan


(diambil manfaatnya) oleh penerima titipan
Sewaktu titipan dikembalikan harus dalam
keadaan utuh baik nilai maupun fisik barangnya
Jika selama dalam penitipan terjadi kerusakan,
pihak yyang
g menerima titipan
p tidak
maka p
dibebani tanggung jawab
Sebagai kompensasi atas pemeliharaan dapat
dik
dikenakan
k bi
biaya titipan
titi

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

31

WADIAH YAD AD DHAMANAH


Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

penerima titipan / simpanan diberi izin


untuk menggunakan dan mengambil
manfaat dari titipan tersebut (tidak idle)
penyimpan mempunyai kewajiban
untuk bertanggung jawab terhadap
kehilangan / kerusakan barang tersebut
semua keuntungan
k
yang diperoleh
di
l hd
darii
titipan tersebut menjadi hak penerima
titipan
sebagai imbalan kepada kepada
pemilik barang / dana dapat diberikan
semacam insentiff berupa bonus, yang
tidak disyaratkan sebelumnya.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

32

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

Berapa
besarnya

PEMBERIAN BONUS GIRO WADIAH


Merupakan kebijakan mutlak (hak
prerogratif)
p
g
) dari penerima
p
titipan
p
Tidak disyaratkan sebelumnya
d jumlahnya
dan
j l h
tidak
tid k ditetapkan
dit t k
dalam nominal atau prosesntase
dimuka

Oh........ begitu tho


Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

33

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

Bahasan keempat
p

Aplikasi prinsip wadiah


Giro Wadiah
Tabungan Wadiah

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

34

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

Gi
Giro
Wadiah
d h

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

35

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

Simpanan Giro ( Demand Deposit)


UU RI No.10 tahun 1998 pasal 1 (6)
Yang dimaksud dengan giro
adalah simpanan yang
penarikannya dapat dilakukan
setiap
p saat dengan
g
menggunakan cek, bilyet giro,
sarana perintah pembayaran
lainnya atau dengan cara
pemindahbukuan
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

36

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

K t t
Ketentuan
GIRO Wadiah
W di h
(Fatwa DSN No. 01/DSN-MUI/IV/2000)

1. Bersifat simpanan
2 Simpanan bisa diambil
2.
kapan saja (on call) atau
berdasarkan kesepakatan
3. Tidak ada imbalan yang
di
disyaratkan,
tk
kkecualili
dalam bentuk pemberian
( th
(athaya)
) yang bersifat
b if t
sukarela dari pihak bank
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

37

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

KARAKTERISTIK GIRO WADIAH


harus dikembalikan utuh seperti semula => tidak boleh
overdraft
dapat dikenakan biaya titipan
dapat diberikan syarat tertentu untuk keselamatan barang
titi
titipan
=>
> saldo
ld minimum
i i
Penarikan giro wadi`ah dilakukan dengan cek dan bilyet giro
sesuai ketentuan yang berlaku
berlaku.
Jenis dan kelompok rekening sesuai ketentuan yang berlaku
=> sepanjang tidak bertentang dengan syariah
Dana wadiah hanya dapat digunakan seijin penitip

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

38

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

Cerukan / Overdraf
Saldo rekening
Penarikan
Cerukan

100 juta
(125 juta)
-----------(25 juta)

Qardh

+ 25 juta =125 juta


(125 juta)
-----------(0)

Risiko Qardh
(1) Tidak
Tid k menghasilkan
h ilk
(2) Sumber dana => Laba dan modal
(3) Membentuk
M b
kb
beban
b PPAP / C
Cad
d KAP
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

39

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

Tabungan
Wadiah

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

40

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

Pengertian Tabungan
Simpanan yang penarikannya hanya dapat
dilakukan menurut syarat tertentu yang
disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan
cek atau alat yang dapat dipersamakan dg itu
Ketentuan Bank Indonesia => lihat Tabungan
Mudharabah

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

41

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

T b
Tabungan
Wadiah
W di h

(Fatwa DSN No. 02/DSN-MUI/IV/2000)

1. Bersifat simpanan
2 Simpanan bisa diambil
2.
kapan saja (on call) atau
berdasarkan kesepakatan
3. Tidak ada imbalan yang
disyaratkan kecuali dalam
disyaratkan,
bentuk pemberian (athaya)
yang bersifat sukarela dari
pihak bank
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

42

Wiroso
o Penghiimpunan D
Dana Perb
bankan Sya
ariah

Perbandingan tabungan wadiah dan mudharabah


No

Tabungan
mudharabah
Investasi

Sifat dana

Penarikan

Isentif

Pengembalian Modal tidak dijamin


modal
dikembalikan 100%
Jakarta, Januari 2013

y dapat
p
Hanya
dilakukan pada
periode tertentu /
waktu
kt tertentu
t t t
Bagi hasil

Tabungan wadiah
Titipan
Dapat
p dilakukan
penarikan setiap saat

Bonus (jika ada)


Dijamin dikembalikan
100%

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

43

Prinsip Dasar Perbankan


S i h
Syariah

PEMBIAYAAN DAN
INVESTASI PERBANKAN
SYARIAH

Mudharib

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Alur Operasional Bank Syariah


Penghimpunan
g
p
dana

Perhit
Hasil
Usaha

Penyaluran dana

Wadiah yad dhamanah

Prinsip bagi hasil

Mudharabah Mutlaqah
(Investasi Tdk Terikat)

P i i Ujroh
Prinsip
Uj h

Lainnya
y ((modal dsb))

Prinsip jual beli

Pendapatan
Bagi hasil/laba

S
Sewa
Margin

Tabel

Laporan Laba Rugi


Pendapatan Mdh Mutlaqah
(Investasi Tidak Terikat)
Pendapatan berbasis
imbalan (fee base income)

Jakarta, Januari 2013

Jasa keuangan: wakalah, kafalah, sharf

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Pokok Bahasan
1.
2
2.
3.
4.
5.
6.
7
7.

Jakarta, Januari 2013

Jual beli Murabahah


Jual beli Salam
Jual beli Istishna
Pembiayaan Mudharabah
Pembiayaan Musyarakah
Ijarah dan IMBT
Pi j
Pinjaman
Q
Qardh
dh

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Mari kita bahas


bahas,

MURABAHAH
(pokok bahasan pertama)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Murabahah
adalah akad jual beli
b
barang
d
dengan
menyatakan harga
perolehan dan
keuntungan (margin)
yang disepakati oleh
penjual dan pembeli

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Harga yang disepakati adalah harga jual,


sedang
d
harga
h
beli
b li harus
h
diberitahukan
dib it h k

(Fatwa DSN : 04/DSN-MUI/IV/2000) :

6.

Bank menjual barang kepada nasabah (pemesan) dengan


h
harga
jual
j l senilai
il i harga
h
b
belili plus
l kkeuntungannya.
t
=> bank harus memberitahu secara jujur harga pokok barang
kepada nasabah berikut biaya yang diperlukan.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

JENIS MURABAHAH
Tanpa pesanan
T
Mengikat

JENIS
Berdasarkan
pesanan
CARA PEMBAYARAN

Tid k mengikat
Tidak
ik

Tunai
Jakarta, Januari 2013

Tangguh
IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Unsur Murabahah
Harga perolehan
Keuntungan
Harga jual

Rp. xxx diberitahukan


Rp. xxx dinegosiasi
----------Rp. xxx disepakati

Hutang Pembeli
(jika pembayaran tangguh)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Apa yang
akan
dibahas abi
?

Harga perolehan
Aset Murabahah

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

H
Harga
pokok
k kB
Barang
Harga pokok barang => jumlah kas
atau setara kas yang dibayarkan
untuk memperoleh
p
suatu aset
sampai dengan aset tersebut dalam
kondisi dan tempat yang siap untuk
dijual atau digunakan

Biaya,Diskon
Biaya
Diskon
Uang
g Muka
Jakarta, Januari 2013

?
IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

10

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Bi
Biaya
sbg
b unsur harga
h
perolehan
l h

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

11

Diskon M
D
Muraba
ahah

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Diskon Murabahah (psak 102/20)


Sebelum Akad
(a) Pengurang biaya perolehan

Hak pembeli
(b) Kewajiban LKS

Diperjanjikan
p j j

S t l h akad
Setelah
k d

Hakk penjual
H
j l
(c) + keuntungan Mbh

Tidak diperjanjikan
(d) Pendapatan ops lainnya
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

12

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

DISKON DALAM MURABAHAH


NO: 16/DSN-MUI/IX/2000

1. Harga (tsaman) dalam jual beli adalah suatu jumlah yang disepakati
oleh kedua belah pihak, baik sama dengan nilai (qmah) benda yang
menjadi obyek jual beli
beli, lebih tinggi maupun lebih rendah
rendah.
2. Harga dalam jual beli murabahah adalah harga beli dan biaya yang
diperlukan ditambah keuntungan sesuai dengan kesepakatan.
3 Jika
3.
Jik d
dalam
l
jjuall b
belili murabahah
b h h LKS mendapat
d
t di
diskon
k d
darii supplier,
li
harga sebenarnya adalah harga setelah diskon; karena itu, diskon
adalah hak nasabah.
4. Jika pemberian diskon terjadi setelah akad, pembagian diskon
tersebut dilakukan berdasarkan perjanjian (per-setujuan) yang
dimuat dalam akad.
5. Dalam akad, pembagian diskon setelah akad hendaklah diperjanjikan
dan ditandatangani.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

13

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Karakteristik Murabahah (psak 102, prgf 6-17)


Diskon yang terkait dengan pembelian barang,
antara
t
lain,
l i meliputi:
li ti
a. diskon dalam bentuk apapun dari pemasok atas
pembelian
b li b
barang;
b. diskon biaya asuransi dari perusahaan asuransi
dalam rangka pembelian barang; dan
c. komisi dalam bentuk apapun yang diterima terkait
dengan pembelian barang.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

14

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

DISKON DARI PEMASOK (sebelum akad)


Tgl 15 Mei dibeli mobil Inova
Harga barang
Diskon
Di k

Rp. 125.000.000,-R
Rp.
5
5.000.000,-000 000

Tgl 16 Mei mobil Inova dijual


Berapa Harga
g perolehan barang
g tersebut ?
Perhitungan harga perolehan barang
Harga barang
Diskon
Harga
g p
perolehan
Jakarta, Januari 2013

Rp. 125
Rp
125.000.000,
000 000 -Rp.
5.000.000,--------------------------Rp.
p 120.000.000,-, p
persediaan
IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

15

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

UANG MUKA MURABAHAH


Bank dibolehkan meminta
nasabah untuk membayar
uang muka saat
menandatangani kesepakatan
awal pemesanan (fatwa no 4)
harus dibayarkan oleh
nasabah kepada bank, bukan
kepada pemasok (papsi)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

16

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Uang Muka Murabahah


Jika
Jik akad
k d dib
dibatalkan
t lk nasabah:
b h
nasabah harus memberikan ganti rugi kepada LKS dari uang muka
tsb
Jika uang muka lebih kecil dari kerugian => LKS dapat meminta
tambahan kepada nasabah
Jika uang muka lebih besar dari kerugian => LKS harus
mengembalikan kelebihannya kepada nasabah

Jika akad dilaksanakan:


keuntungan murabahah didasarkan pada porsi harga barang yang
dibi
dibiayai
i oleh
l hb
bank
k
menjadi bagian pelunasan piutang murabahah (tidak
diperkenankan sbg pembayaran angsuran)
angsuran).
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

17

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Contoh perhitungan Murabahah


Berapa
di
ditawarkan
k
harga jualnya

Bank Syariah Mitra Mandiri melakukan transaksi


jual beli Mobil Kijang Inova dengan harga pokok sbb:
Harga barang
Diskon (sebelum akad) - 10%

Rp. 160.000.000,-Rp. 16.000.000,-------------------------- (-/-)


Rp. 144.000.000,--

Beban lain yang dikeluarkan


(sesuai syarat penyerahan brg) Rp. 6.000.000,--------------------------- (+)
Harga
g p
pokok barang
g
Rp.
p 150.000.000,--

Sebagai komitmennya Nasabah memberikan uang


muka kepada BS Mitra Mandiri sebesar Rp
Rp. 30 juga
Pembayaran dilakukan secara tangguh selama satu
tahun dan BS Mitra Mandiri memperhitungkan
keuntungan setara dengan 21%
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

18

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Pembiayaan Murabahah - Praktis


Perhitungan Keuntungan Bank :
Harga Mobil

150,000,000

Uang muka Nasabah

30,000,000

Biaya Bank

120,000,000

Marjin Keuntungan Bank

25,200,000
(120,000,000 x 21% x 1)

Fasilitas Murabahah :

BANK SYARIAH

Harga Beli Mobil

150,000,000

Marjin Keuntungan Bank

25,200,000

Harga Jual Bank

175,200,000

Uang Muka Nasabah

30 000 000
30,000,000

Sisa Angsuran

145,200,000

Angsuran per Bulan

12,100,000
(145 200 000 : 12)
(145,200,000

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

19

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Apa yang
akan
dibahas abi
?

Keuntungan
Murabahah

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

20

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Keuntungan Murabahah
Metode PERHITUNGAN
Keuntungan Murabahah
? (intern Bank Syariah)
Metode PENGAKUAN
Keuntungan Murabahah
p
psak Syariah
y

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

21

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

METODE PERHITUNGAN MARGIN


Metode perhitungan
k
keuntungan
t
(belum
(b l
ada
d
aturannya)
Flat
Anuitas (Efektif)
Tukang sayur
dsb

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

22

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Perhitungan keuntungan
dengan metode FLAT

Rumus FLAT
AP = P/n
AM = P * mum
Keterangan
g
AP
= Angsuran Pokok
P
= Pokok
n
= bulan (jumlah bulan angsuran)
AM
= Angsuran Margin
mum = Marjin (%) per bulan

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

23

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Perhitungan keuntungan
metode Efektif / Anuitas

AT = P X mum
1 - {1/[(1 + mum))n]}
AM = OSn X mum
AP = AT AM
OSn = OSn-1 AP
Keterangan
K
t
P
= Pokok Pembiayaan
AM
= Angsuran marjin
OS
= Outstanding pembiayaan
AP
= Angsuran Pokok
AT
= Angsuran
g
total
mum = Marjin (%) per bulan
n
= bulan ke

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

24

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

METODE PENGAKUAN KEUNTUNGAN


Metode pengakuan
keuntungan (diatur dalam
PSAK syariah psak 102)
Saat penyerahan barang
(dimuka)
Proporsional
Setelah pokok diterima

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

25

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Pengakuan pendapatan Murabahah


Saat penyerahan
barang

Proporsional

Seluruh Piutang
Tertagih

Tunai atau jangka waktu


kurang satu tahun
Lebih satu tahun risiko
relatif kecil

Lebih satu tahun risiko


dan beban relatif besar
Tangguh => risiko dan
beban cukup besar
(Diragukan dan Macet)

Secara lengkap lihat akuntansi Murabahah (psak 102)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

26

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Apa yang
akan
dibahas abi
?

Hutang Nasabah
dan Potongan
k
kewajiban
jib
nasabah

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

27

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Harga Dalam Murabahah

(psak 102, prgf 6-17)

memperkenankan
penawaran harga
h
yang
berbeda => akad
di
disepakati
k ti h
hanya ada
d
satu harga (harga
dalam akad) yang
digunakan.
g

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

28

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Ketentuan Hutang Murabahah


(Fatwa DSN : 04/DSN-MUI/IV/2000)

1. Hutang Murabahah (hutang nasabah)


Secara prinsip,
prinsip penyelesaian hutang tidak ada kaitannya
dengan transaksi lain.
Jika nasabah menjual
j
barang
g

sebelum masa angsuran berakhir => ia tidak wajib


g
melunasi seluruhnya
y
segera
menyebabkan kerugian => tetap harus
menyelesaikan hutangnya sesuai kesepakatan awal.
tidak boleh memperlambat pembayaran angsuran
atau meminta kerugian itu diperhitungkan
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

29

Jadwal Angsuran Nasabah


Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Fasilitas Pembiayan Murabahah


Angs

Angsuran

Sisa Angs

12 100 000
12,100,000

133 100 000


133,100,000

02/01/03

12,100,000

121,000,000

02/02/03

12,100,000

108,900,000

02/03/03

12,100,000

96,800,000

02/04/03

12,100,000

84,700,000

02/05/03

12 100 000
12,100,000

72 600 000
72,600,000

02/06/03

12,100,000

60,500,000

02/07/03

12,100,000

48,400,000

02/08/03

12,100,000

36,300,000

02/09/03

10

12,100,000

24,200,000

02/10/03

11

12 100 000
12,100,000

12 100 000
12,100,000

02/11/03

Harga pokok brg


Uang muka

12

12,100,000

02/12/03

Porsi bank

Juml

145,200,000

Jakarta, Januari 2013

Tgl. Angs

Harga pokok
Margin

150.000.000
150
000 000
25.200.000
---------------Harga jual
175 200 000
175.200.000
Uang muka
30.000.000
----------------Sisa
S
sa kewajiban
e aj ba
145.200.000
5 00 000

Perhitungan Bank Syariah


150.000.000
30.000.000
----------------120.000.000

Margin : 21% x 120.000.000

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

25.200.000

30

Hutang Nasab
H
bah

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Piutang Murabahah
saat akad murabahah =>
diakui sebesar biaya
perolehan aset
murabahah ditambah
keuntungan yang
disepakati. (psak 102, prgf 22)
disepakati

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

31

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Hubungan harga jual dan hutang

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

32

Po
otonga
an Kew
wajiba
an
Na
asaba
ah

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Potongan Kewajiban Nasabah


Potongan pelunasan
pengurang keuntungan murabahah
Prestasi Nasabah
Pengurang keuntungan murabahah
Potongan
P
t
angsuran

Jakarta, Januari 2013

Penurunan kemampuan nasabah


Beban operasional
IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

33

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Jadwal Angsuran Nasabah


Angs

Angsuran

Sisa Angs

Tgl. Angs

12,100,000

133,100,000

02/01/03

12,100,000

121,000,000

02/02/03

12,100,000
,
,

108,900,000
,
,

02/03/03

12,100,000

96,800,000

02/04/03

12,100,000

84,700,000

02/05/03

6 12,100,000
12 100 000

72 600 000
72,600,000

02/06/03

12,100,000

60,500,000

02/07/03

12,100,000

48,400,000

02/08/03

12,100,000

36,300,000

02/09/03

10

12,100,000

24,200,000

02/10/03

11

12 100 000
12,100,000

12 100 000
12,100,000

02/11/03

12

12,100,000

02/12/03

Juml

145 200 000


145,200,000

Jakarta, Januari 2013

Yang hrs dibayar


nasabah jika
dilunasi sebelum
jatuh tempo

Dalam catatan Bank Syariah


Sisa pokok
60.000.000
Sisa Margin
12.600.000
Margin 2 bln

4.200.000

Potongan pelunasan (muqasah)


12.600.000 4.200.000 = 8.400.000
atau
Dibayar nasabah = 60 jt + 4.2
4 2 jt = 64,2
64 2 jt

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

34

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Potongan pelunasan

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

35

potongan
t
pelunasan
l
Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

(Fatwa DSN No: 23/DSN-MUI/III/2002)

1. Jika nasabah melakukan pelunasan


pembayaran tepat waktu atau lebih
cepat dari waktu yang disepakati,
LKS boleh memberikan potongan
d i kkewajiban
dari
jib pembayaran,
b
dengan syarat tidak diperjanjian
dalam akad
2. Besarnya potongan => diserahkan
pada kebijakan dan pertimbangan
LKS
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

36

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

POTONGAN TAGIHAN MURABAHAH


(Al-KHASHM FI AL-MURABAHAH)
Fatwa DSN Nomor: 46/DSN-MUI/II/2005

1. LKS boleh memberikan potongan dari


total kewajiban pembayaran kepada
nasabah dalam transaksi (akad)
(
)
murabahah yang telah melakukan
kewajiban pembayaran cicilannya
dengan tepat waktu dan/atau nasabah
yang mengalami penurunan
kemampuan pembayaran.
pembayaran
2. Besar potongan sebagaimana dimaksud
di atas diserahkan pada kebijakan LKS.
3. Pemberian potongan tdk boleh
diperjanjikan dalam akad.
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

37

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Apa yang
akan
dibahas abi
?

Murabahah
diwakilkan

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

38

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Contoh kasus
Bank Syariah Mitra Mandiri melakukan transaksi murabahah
dengan Amir atas Mobil Kijang Inova dengan pembayaran
dilakukan dengan cicilan selama setahun.
setahun
Harga jual Inova disepakati sebesar Rp.145.200.000,-- yang
g perolehan
p
Rp.120.000.000,-p
, ditambah
terdiri dari harga
keuntungan disepakati Rp.25.200.000,- BS Mitra Mandiri menyerahkan uang ke Amir sebesar
R 120 000 000 sbg
Rp.120.000.000,-b wakil
kil BS Mitra
Mit Mandiri
M di i untuk
t k membeli
b li
mobil Inova untuknya.
Jika bank mewakilkan kepada nasabah untuk membeli barang
d i pihak
dari
ih k ketiga,
k i
akad
k d jual
j l beli
b li murabahah
b h h harus
h
dilakukan
dil k k
setelah barang, secara prinsip, menjadi milik bank
(Fatwa DSN : 04/DSN-MUI/IV/2000)
04/DSN MUI/IV/2000)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

39

Murabahah diwakilkan
Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Saat penyerahan uang tunai


Dr. Piutang Wakalah
Rp. 120 jt
Cr. Kas / rek pembeli
Rp. 120 jt

Saat barangnya sudah ada :


Dr. Persediaan
Rp. 120 juta
Cr. Piutang Wakalah
Rp. 120 juta

Kalau akad wakalah dan akad


murabahah ditumpuk dan
ditandatangani bareng..hehehe.
Apa bedanya dengan akad
kredit ?

Akad Wakalah
Bank Syariah menyerahkan
uang tunai sebesar Rp. 120 juta
BANK
SYARIAH

Amir

Akad Murabahah

Jakarta, Januari 2013

Dr. Piutang Murabahah Rp. 145,2 jt


Cr. Margin Murabahah Ditangguhkan Rp. 25,2 jt
Cr. Persediaan
Rp. 120 jt

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

40

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Lain-lain

Apa yang
akan
dibahas abi
?

Jaminan
Denda
Line Facility
Penyelesaian
P
l
i
hutang murabahah
b i nasabah
bagi
b h tidak
id k
mampu
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

41

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Ketentuan Murabahah
(Fatwa DSN : 04/DSN-MUI/IV/2000)

Jaminan Murabahah :
Jaminan dalam murabahah
dibolehkan, agar nasabah serius
dengan pesanann
pesanannya.
a
Bank dapat meminta nasabah untuk
menyediakan
di k jjaminan
i
yang d
dapatt
dipegang

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

42

Sanksi (denda) dalam Murabahah


Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

(Fatwa DSN No. 17/DSN-MUI/IX/2000)

Nasabah yang tidak mampu disebabkan force


majeur tidak boleh dikenakan sanksi
Nasabah
N
b h mampu =>
> tidak
tid k mempunyaii kkemauan
dan itikad baik => boleh dikenakan sanksi
Tujuan sanksi => agar nasabah lebih disiplin
dalam melaksanakan kewajibannya
Sanksi => besarnya ditentukan atas dasar
kesepakatan dan dibuat saat akad
ditandatangani.
g
Dana berasal dari denda diperuntukkan sbg
dana sosial.
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

43

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

LINE FACILITY (AT-TASHILAT)


(Fatwa DSN No: 45/DSN/II/2005)

1. Line facility boleh dilakukan berdasarkan wad dan dapat


digunakan untuk pembiayaan-2 tertentu.
2. Akad yang digunakan dalam pembiayaan dapat
berbentuk akad Murabahah, Istishna, Mudharabah,
Musyarakah dan Ijarah.
3. LKS hanya boleh mengambil margin, bagi hasil dan/atau
fee atas akad-akad yang direalisasikan dari Line Facility.
4. Penetapan margin, nisbah bagi hasil dan/atau fee (ujrah)
=> harus mengacu kepada ketentuan-2 masing-2 akad
dan ditetapkan pada saat akad dibuat.
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

44

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

LINE FACILITY (PLAFOND)


Tanggal 1 Juni 2010, Bank menyetujui nasabah beli 100 bus Mercy dengan harga
Rp. 10 milyard, return 20%, jangka waktu pembayaran setahun
Tanggal 10 Juni, realisasi pembelian 75 bus Mercy, harga Rp. 7,5 milyard
Tanggal 10 Juli, realisasi pembelian sisa bus Mercy (25 bus) Rp. 2,5 milyard
Tanggal

Bank Konvensional

Bank Syariah

1 Juni 2010

1.
2.

Akad Kredit
Agunan
g
sbg
gp
pelengkap
g p akad kredit

1.
2.

Waad ?
Agunan ?

10 Juni 2010

1.
2.
3.

Permohonan Realisasi 75 bus (7,5 M)


Pengakuan Hutang / Promes I (7,5 M)
Kelonggaran Tarik / LCU (2,5 M) dlm
akt Kewajiban Komitmen

1.

Akad Murabahah I, 75 bus (Rp.7,5 M +


keuntungan)
Pengakuan hutang tercantum
d l
dalam
akad
k d (tdk dib
dibuatt tterpisah)
i h)
Tidak ada kelonggaran tarik dlm akt
tidak dicatat (termasuk labul BI)

2.
3.

10 Juli 2010

1.
2.
3.

Permohonan Realisasi 25 bus (2,5 M)


Pengakuan Hutang / Promes II (2,5 M)
Kelonggaran Tarik / LCU nihil

1.
2.
3
3.

Jakarta, Januari 2013

Akad Murabahah II, 25 bus (Rp.2,5 M


+ keuntungan)
Pengakuan hutang tercantum
dalam akad (tdk dibuat terpisah)
Tid k ada
Tidak
d kkelonggaran
l
ttarik
ik

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

45

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

PENYELESAIAN PIUTANG MURABAHAH BAGI


NASABAH TIDAK MAMPU MEMBAYAR
(Fatwa DSN Nomor: 47/DSN-MUI/II/2005)

Pertama:Ketentuan Penyelesaian
LKS boleh melakukan penyelesaian murabahah bagi nasabah yang
tidak bisa menyelesaikan/melunasi pembiayaannya sesuai jumlah
dan waktu yang telah disepakati, dengan ketentuan:
a Obyek murabahah dan atau jaminan lainnya dijual oleh nasabah
a.
kepada atau melalui LKS dengan harga pasar yang disepakati;
b. Nasabah melunasi sisa hutangnya kepada LKS dari hasil penjualan;
c. Apabila
A bil h
hasilil penjualan
j l melebihi
l bihi sisa
i h
hutang maka
k LKS
mengembalikan sisanya kepada nasabah;
d. Apabila hasil penjualan lebih kecil dari sisa hutang maka sisa hutang
tetap menjadi hutang nasabah;
e. Apabila nasabah tidak mampu membayar sisa hutangnya, maka LKS
dapat
p membebaskannya.
y
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

46

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

PENJADWALAN KEMBALI TAGIHAN MURABAHAH


(Fatwa DSN Nomor: 48/DSN-MUI/II/2005)

Pertama:Ketentuan Penjadwalan Kembali


LKS boleh melakukan p
penjadwalan
j
kembali
(rescheduling) tagihan murabahah bagi nasabah
yang tidak bisa menyelesaikan / melunasi
pembiayaannya sesuai jumlah dan waktu yang
telah disepakati, dengan ketentuan:
1. Tidak menambah jumlah tagihan yang tersisa;
2. Pembebanan biaya dalam proses penjadualan kembali
adalah biaya riil;
3. Perpanjangan masa pembayaran harus berdasarkan
p
kedua belah p
pihak.
kesepakatan
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

47

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

KONVERSI AKAD MURABAHAH


(Fatwa DSN Nomor: 49/DSN-MUI/II/2005)

Pertama:Ketentuan Konversi Akad


LKS boleh melakukan konversi dengan membuat akad baru bagi
nasabah yang tidak bisa menyelesaikan/ melunasi pembiayaan
murabahahnya sesuai jumlah dan waktu yang telah disepakati, tetapi
ia masih prospektif, dengan ketentuan:
a. Akad murabahah dihentikan dengan cara:
i. Obyek murabahah dijual oleh nasabah kepada LKS dengan harga pasar;
ii Nasabah melunasi sisa hutangnya kepada LKS dari hasil penjualan;
ii.
iii. Apabila hasil penjualan melebihi sisa hutang maka kelebihan itu dapat
dijadikan uang muka untuk akad ijarah atau bagian modal dari mudharabah
dan musyarakah;
iv. Apabila hasil penjualan lebih kecil dari sisa hutang maka sisa hutang tetap
menjadi hutang nasabah yang cara pelunasannya disepakati antara LKS
dan nasabah.
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

48

KONVERSI AKAD MURABAHAH


Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

(Fatwa DSN Nomor: 49/DSN-MUI/II/2005)

b LKS d
b.
dan nasabah
b h eks-murabahah
k
b h h ttersebut
b t d
dapatt
membuat akad baru dengan akad:
i
i.

Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik atas barang tersebut di atas


dengan merujuk kepada fatwa DSN No. 27/DSNMUI/III/2002 tentang Al Ijarah Al-Muntahiyah Bi Al-Tamlik;
ii. Mudharabah dengan merujuk kepada fatwa DSN No.
07/DSN-MUI/IV/2000 tentang Pembiayaan Mudharabah
((Qiradh);
) atau
iii. Musyarakah dengan merujuk kepada fatwa DSN No.
08/DSN-MUI/IV/2000 tentang Pembiayaan Musyarakah.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

49

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Mari kita bahas


bahas,

SALAM
(pokok bahasan kedua)
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

50

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Salam
adalah akad jual beli muslam fiih
(barang pesanan) dengan
penangguhan pengiriman oleh
muslam
l
ililaihi
ihi (penjual)
(
j l) d
dan
pelunasannya dilakukan segera
sebelum
b l
muslam
l
fiih dit
diterima
i
sesuaii
dengan syarat-syarat tertentu

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

51

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Syarat 2 dalam jual beli


Syarat-2
Transaksi

Syarat penyerahan brg

Syarat pembayaran

Murabahah

Saat akad barang


harus sudah ada
(diserahkan pada saat
akad)

S l
Salam

Kemudian

Seluruhnya saat akad ditanda


tangani

Jakarta, Januari 2013

Tunai
Tangguh cicilan
Tangguh,

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

52

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Transaksi salam
Transaksi salam => Bank
Syariah sebagai produsen
/ pembuat

Transaksi salam =>


B kS
Bank
Syariah
i h sebagai
b
i
pembeli / pemesan

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

53

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Al transaksi
Alur
t
k i salam
l
Salam Bank Syariah sebagai pembuat

Salam Bank Syariah sebagai pembeli

1a. Pesan barang (akad 1)

2a. Pesan barang (akad 2)

1b Penerimaan modal
1b.

2b Penyerahan
2b.
Pen erahan modal

(dimuka seluruhnya saat akad)

(dimuka seluruhnya saat akad)

Bulog
PEMBELI

KUD Berkah
PEMBUAT

BANK
SYARIAH
4. penyerahan barang pesanan

3. penyerahan barang pesanan

Salam Paralel Bank Syariah sebagai pembeli dan sebagai pembuat (dengan akad terpisah)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

54

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Karakteristikpembayaran
p
y
salam
(Fatwa DSN No.05/DSN-MUI/IV/2000)

Ketentuan tentang salam parallel


Dibolehkan melakukan
salam
sa
a pa
paralel
a e de
dengan
ga sya
syarat,
at,
akad kedua terpisah dari dan
tidak berkaitan dari akad
pertama

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

55

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Apa yang
akan
dibahas abi
?

M d l salam
Modal
l

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

56

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Karakteristikpembayaran
p
y
salam
(Fatwa DSN No.05/DSN-MUI/IV/2000)

Ketentuan tentang pembayaran


(1)Alat bayar harus diketahui jumlah dan bentuknya,
baik berupa
p uang,
g, barang
g atau manfaat.
(2)Pembayaran harus dilakukan pada saat kontrak
disepakati
(3)Pembayaran tidak boleh dalam bentuk
pembebasan hutang
hutang.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

57

PENYE
ERAHAN
N MODAL
L

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Modal salam
LKS memesan JAGUNG HIBRIDA BISI-16 type
yp A sebanyak
y 10 ton
seharga Rp. 940.000.000,--

Modal non kas

Bibit (500kg), pupuk (5 ton),


obat2an (100 lt), alat pertanian

800.000.000
(nilai wajar saat penyerahan)

Modal kas

Uang tunai

140.000.000
----------------

Jumlah modal

940.000.000

Bank Konvensional dalam


b t k uang ttunaii
bentuk
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

58

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Apa yang
akan
dibahas abi
?

Barang
salam
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

59

K kt i tik barang
Karakteristik
b
salam
l
Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

(Fatwa DSN No.05/DSN-MUI/IV/2000)

Ketentuan tentang barang


( ) Harus jjelas cirri-cirinya
(1)
y dan dapat
p diakui sebagai
g hutang
g
(2) Harus dapat dijelaskan spesifikasinya
(3) Penyerahan
e ye a a d
dilakukan
a u a kemudian
e ud a
(4) Waktu dan tempat penyerahan barang hrs ditetapkan
berdasarkan kesepakatan.
p
(5) Pembeli tidak boleh menjual barang sebelum
menerimanya
(6) Tidak boleh menukar barang, kecuali dng brg sejenis
sesuai kesepakatan.
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

60

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Karakteristik barang salam


(Fatwa DSN No.05/DSN-MUI/IV/2000)

Penyerahan barang sebelum atau pada


waktunya:
(1) Penjual harus menyerahkan barang tepat pada waktunya
dengan kualitas dan jumlah yang telah disepakati.
(2) Jika penjual menyerahkan barang dengan kualitas yang
lebih tinggi,
gg , p
penjual
j
tidak boleh meminta tambahan
harga.
(3) Jika penjual menyerahkan barang dengan kualitas yang
lebih rendah, dan pembeli rela menerimanya, maka ia
tidak boleh menuntut pengurangan harga (diskon)
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

61

Karakteristik barang salam


Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

(Fatwa DSN No.05/DSN-MUI/IV/2000)

Penyerahan lanjutan
(4) Penjual dapat menyerahkan barang lebih cepat dari
waktu yang disepakati dengan syarat =>
> kualitas dan
jumlah barang sesuai dengan kesepakatan, dan ia tidak
boleh menuntut tambahan harga
(5) Jika semua atau sebagian barang tidak tersedia pada
waktu penyerahan, atau kualitasnya lebih rendah dan
pembeli tidak rela menerimanya, maka ia memiliki dua
pilihan :
(a) Membatalkan kontrak dan meninta kembali uangnya
(b) Menunggu sampai barang tersedia

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

62

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Mari kita bahas


bahas,

ISTISHNA
(pokok bahasan ketiga)
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

63

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Istishna'
adalah jual beli barang
dalam bentuk pemesanan
pembuatan barang dengan
kriteria dan persyaratan
tertentu yang disepakati
dengan pembayaran
sesuai dengan
kesepakatan.
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

64

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Syarat-2 dalam Jual beli


Transaksi
1

Syarat penyerahan brg

Syarat pembayaran

Murabahah Saat akad barangg harus Tunai


sudah ada (diserahkan
pada saat akad)

Tangguh, cicilan

Salam

Kemudian

Seluruhnya saat akad ditanda


tangani

Istishna

Kemudian

Jakarta, Januari 2013

Dimuka
Selama dalam progres
pembuatan barang
Setelah penyerahan
barang

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

65

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

T
Transaksi
k i Istishna
I ti h
Transaksi istishna =>
Bank Syariah sebagai
produsen / pembuat

Transaksi istishna =>


Bank Syariah sebagai
pembeli / pemesan

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

66

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Alur transaksi Istishna


Istishna Bank Syariah sebagai pembuat

Istishna Bank Syariah sebagai pembeli

1a. Pesan barang (akad 1)

1b. Pesan barang (akad 2)

2a. Penerimaan modal

2b. Penyerahan modal

H. Syaifulah
PEMESAN

PT. Anugrah
SUB KONTRAKTOR
3a. penyerahan barang pesanan

BANK
SYARIAH

3b. penyerahan barang pesanan

Istiahna Paralel Bank Syariah sebagai pemesan dan sebagai pembuat (dengan akad terpisah)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

67

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

P b
Pembayaran
Istishna
I ti h
(Fatwa DSN No. 06/DSN-MUI/IV/2000)

1. Alat bayar harus diketahui jumlah


dan bentuknya, baik berupa uang,
barang,
g, atau manfaat
2. Pembayaran dilakukan sesuai
dengan kesepakatan
3. Pembayaran tidak boleh dalam
b t k pembebasan
bentuk
b b
h
hutang.
t

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

68

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Ketentuan Istishna
(Fatwa DSN No. 06/DSN-MUI/IV/2000)

Ketentuan tentang barang


(1)
(2)
(3)
(4)

Harus jelas ciri-cirinya dan dapat diakui sebagai hutang


Harus dapat dijelaskan spesifikasinya
Penyerahnnya dilakukan kemudian
Waktu dan tempat penyerahan barang harus ditetapkan
berdasarkan kesepakatan
(5) Pembeli (mustashni) tidak boleh menjual barang sebelum
menerimanya.
menerimanya
(6) Tidak boleh menukar barang kecuali dengan barang sejenis sesuai
kesepakatan
(7) Dalam hal terdapat cacat atau barang tidak sdengan kesepakatan,
pemesan memiliki hak khiyar (hak memilih) utnuk melanjutkan atau
membatalkan akad
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

69

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Ketentuan Istishna
(Fatwa DSN No. 06/DSN-MUI/IV/2000)

Ketentuan lain :
(1) Dalam hal pesanan sudah
dikerjakan sesuai dengan
kesepakatan, hukumnya mengikat.
(2) Semua ketentuan dalam jual beli
salam
l
yang tid
tidak
k di
disebutkan
b tk di
diatas
t
berlaku pula pada jual beli isthisna

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

70

Pe
enyelesa
aian 2
25%
%

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Istishna Paralel dengan pembayaran tangguh

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

71

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Mari kita bahas,


bahas

MUSYARAKAH
(pokok bahasan keempat)
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

72

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Musyarakah
y
Akad kerjasama antara dua pihak
atau lebih untuk suatu usaha
tertentu, dimana masing-masing
pihak memberikan kontribusi dana
(modal) dengan ketentuan bahwa
keuntungan
g dan risiko akan
ditanggung bersama sesuai
dengan kesepakatan (fatwa DSN)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

73

Laba
L

Nisbah : 80%

Modal Syirkah : 70%

BANK SYARIAH
( LKS / Mitra 1)
Proposional
p
Modal : 70%

Penjualan / pemindahan kepesertaan secara


b t h kkepada
bertahap
d nasabah
b h / mitra
it 2

Jakarta, Januari 2013

Nisbah : 20%

Modal Syirkah : 30%


SYIRKAH

Rugi
R

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Alur Pembiayaan Musyarakah

Tn. Amirulah
Tn
(Nasabah / Mitra 2)
Proporsional
p
Modal : 30%

Pembelian secara bertahap kepesertaan


L b
Lembaga
K
Keuangan S
Syariah
i h / Mitra
Mi 1

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

74

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

JENIS MUSYARAKAH
Musyarakah permanen

musyarakah yang jumlah modalnya


tetap sampai akhir masa musyarakah.
Bagian modal tetap sampai akhir
akad

Musyarakah
M
k h menurun

jumlah modalnya secara berangsurangsur menurun karena dibeli oleh


mitra musyarakah
Bagian modal bank beralih secara
b t h kkepada
bertahap
d mitra
it => akhir
khi masa
akad mitra akan menjadi pemilik
usaha

(Penjelasan PAPSI)
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

75

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Apa yang
akan
dibahas abi
?

Modal
Musyarakah
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

76

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

K t t
Ketentuan
P
Pembiayaan
bi
Musyarakah
M
k h
(Fatwa DSN No. 08/DSN-MUI/IV/2000)

Modal Musyarakah (obyek Akad)


g diberikan harus :
Modal yyang
uang tunai, emas, perak atau yang nilainya sama.
dapa
dapat terdiri
e d da
dari asse
asset pe
perdagangan,
daga ga , seperti
sepe ba
baranga g
barang, property, dan sebagainya => harus lebih dulu
dinilai dengan tunai dan disepakati oleh para mitra.

Para pihak tidak boleh meminjam, meminjamkan,


menyumbangkan
y
g
atau menghadiahkan
g
modal
musyarakah kepada pihak lain, kecuali atas dasar
kesepakatan
p
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

77

(LKS memberikan modal untuk modal kerja)


PENYE
ERAHAN
N MODAL
L

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Modal Musyarakah

Modal non kas

Barang dagangan

500.000.000
(nilai wajar saat penyerahan)

Modal kas

Uang tunai
Jumlah modal

200.000.000
---------------700.000.000

Bank Konvensional
d l
dalam
bentuk
b t k uang tunai
t
i
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

78

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Apa yang
akan
dibahas abi
?

Kerja
j dan
pembagian
k
keuntungan
t
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

79

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Ketentuan Pembiayaan Musyarakah


(Fatwa DSN No
No. 08/DSN-MUI/IV/2000)

Kerja musyarakah (obyek akad)

Partisipasi para mitra dalam pekerjaan merupakan dasar


pelaksanaan musyarakah; akan tetapi kesamaan porsi
kerja bukanlah merupakan syarat. Seorang mitra boleh
melaksanakan kerja lebih banyak dari yang lainnya, dan
dalam hal ini ia boleh menuntut bagian keuntungan
tambahan bagi dirinya
Setiap mitra melaksanakan kerja dalam musyarakah atas
nama pribadi dan wakil dari mitranya. Kedudukan masingmasing dalam organisasi kerja harus dijelaskan dalam
kontrak.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

80

Ketentuan Pembiayaan Musyarakah


Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

(Fatwa DSN No. 08/DSN-MUI/IV/2000)

Keuntungan Musyarakah (obyek akad)

Keuntungan harus dikuantifikasikan dengan jelas untuk


menghindarkan perbedaan dan sengketa pada waktu
alokasi keuntungan atau ketika penghentian musyarakah
Setiap keuntungan mitra harus dibagikan secara
proporsional
p
p
atas dasar seluruh keuntungan
g dan tidak
ada jumlah yang ditentukan diawal yang ditetapkan bagi
seorang mitra
Seorang mitra boleh mengusulkan bahwa jika
keuntungan melebihi jumlah tertentu, kelebihan atau
prosentase itu diberikan kepadanya
Sistem pembagian keuntungan hrs tertuang dg jelas
dalam akad

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

81

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Ketentuan Pembiayaan Musyarakah


((Fatwa DSN No. 08/DSN-MUI/IV/2000))

Kerugian

Kerugian harus dibagi antara para mitra secara


proporsional menurut saham masing-masing dalam
modal

Biaya Operasional dan Persengketaan


Biaya operasional dibebankan pada modal bersama.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

82

(Fatwa DSN No. 08/DSN-MUI/IV/2000)

Jaminan dala
am
usyarrakah
h
Mu

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Ketentuan Pembiayaan Musyarakah

Jakarta, Januari 2013

Pada p
prinsipnya,
p y dalam p
pembiayaan
y
musyarakah tidak ada jaminan,
namun untuk menghindari
g
terjadinya
j
y
penyimpangan, LKS dapat meminta
j
jaminan

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

83

MUSYARAKAH MUTANAQISAH
Q
Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

FATWA : 73/DSN-MUI/XI/2008

Pertama : Ketentuan Umum


Dalam fatwa ini yang dimaksud dengan :
a. Musyarakah Mutanaqisah adalah Musyarakah atau Syirkahyang
kepemilikan asset (barang) ata
atau modal salah sat
satu pihak (s
(syarik)
arik)
berkurang disebabkan pembelian secara bertahap oleh pihak lainnya;
b. Syarik adalah mitra, yakni pihak yang melakukan akad syirkah
(musyarakah).
c. Hishshah adalah porsi atau bagian syarik dalam kekayaan
y
yang
y g bersifat musya.
y
musyarakah
d. Musya ( )adalah porsi atau bagian syarik dalam kekayaan
musyarakah (milik bersama) secara nilai dan tidak dapat ditentukan
batas-batasnya secara fisik.
fisik
Kedua : Ketentuan Hukum
Hukum Musyarakah Mutanaqisah adalah boleh.
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

84

MUSYARAKAH MUTANAQISAH

Keten
K
ntuan
n Aka
ad

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

FATWA : 73/DSN-MUI/XI/2008

1. Akad Musyarakah Mutanaqisah terdiri dari akad


Musyarakah / Syirkah dan Bai (jual-beli).
2 Dalam
2.
D l
Musyarakah
M
k hM
Mutanaqisah
t
i hb
berlaku
l k h
hukum
k
sebagaimana yang diatur dalam Fatwa DSN No.
08/DSN-MUI/IV/2000 tentang
g Pembiayaan
y
Musyarakah, yang para mitranya memiliki hak dan
kewajiban, di antaranya:
a Memberikan modal dan kerja berdasarkan kesepakatan
a.
pada saat akad.
b. Memperoleh keuntungan berdasarkan nisbah yang
disepakati pada saat akad
akad.
c. Menanggung kerugian sesuai proporsi modal.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

85

MUSYARAKAH MUTANAQISAH

Keten
K
ntuan
n Aka
ad

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

FATWA : 73/DSN-MUI/XI/2008

3. Dalam akad Musyarakah Mutanaqisah, pihak


pertama ((syarik)
p
y
) wajib
j berjanji
j j untuk menjual
j
seluruh hishshah-nya secara bertahap dan pihak
kedua (syarik) wajib membelinya.
4. Jual beli sebagaimana dimaksud dalam angka 3
dilaksanakan sesuai kesepakatan.
5. Setelah selesai pelunasan penjualan, seluruh
hishshah LKS beralih kepada syarik lainnya
(nasabah).

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

86

MUSYARAKAH MUTANAQISAH

Keten
K
ntuan Khus
sus

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

FATWA : 73/DSN-MUI/XI/2008

1 Aset
1.
A t Musyarakah
M
k h Mutanaqisah
M t
i hd
dapatt di
di-ijarahij h
kan kepada syarik atau pihak lain.
2 Apabila aset Musyarakah menjadi obyek Ijarah
2.
Ijarah,
maka syarik (nasabah) dapat menyewa aset
tersebut dengan
g nilai ujrah
j
yyang
g disepakati.
3. Keuntungan yang diperoleh dari ujrah tersebut
dibagi sesuai dengan nisbah yang telah
disepakati dalam akad
akad, sedangkan kerugian
harus berdasarkan proporsi kepemilikan. Nisbah
keuntungan dapat mengikuti perubahan proporsi
kepemilikan sesuai kesepakatan para syarik.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

87

MUSYARAKAH MUTANAQISAH

Keten
K
ntuan Khus
sus

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

FATWA : 73/DSN-MUI/XI/2008

4. Kadar/Ukuran bagian/porsi kepemilikan asset


Musyarakah syarik (LKS) yang berkurang
akibat pembayaran oleh syarik (nasabah),
harus jelas dan disepakati dalam akad;
5. Biaya perolehan aset Musyarakah menjadi
beban bersama sedangkan biaya peralihan
kepemilikan menjadi beban pembeli;

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

88

KPR Musyarakah Mutanaqisah

1a Pen
1a.
Penyertaan
ertaan modal
50% = Rp. 60 juta

1b Pen
1b.
Penyertaan
ertaan modal
50% = Rp. 60 juta

Rp. 120 juta


BANK SYARIAH
( mitra - 1 )

NASABAH
( mitra - 2 )

Akad M
Musyarak
kah

2b. Nisbah Nasabah : 40%

4 Pembayaran porsi modal bank dari nasabah sebesar Rp


4.
Rp. 960.000
960 000 (pendapatan nasabah)

Perhitungan pembagian hasil usaha:


Harga sewa
Rp. 2.400.000
HPP Sewa
Rp.
00
------------------Pendapatan neto ijarah Rp.
Rp 2.400.000
2 400 000
Pembagian hasil usaha
Bank syariah : 60% x 2.400.000 = 1.440.000
Nasabah
: 40% x 2.400.000 = 960.000

Jakarta, Januari 2013

Ak
kad Ijarah
h

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

2a. Nisbah Bank Syariah : 60%

3 N
3.
Nasabah
b h menyewa => R
Rp. 2
2,4
4 per b
bulan
l

Penyusutan sebagai harga pokok ijarah tidak


diperhitungkan krn bank syariah sebagai mitra
tidak meminta kembali aset tersebut.

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

89

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Mari kita bahas


bahas,

MUDHARABAH
(pokok bahasan kelima)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

90

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Mudharabah
Adalah
Ad l h suatu
t akad
k d kkerja
j sama kkemitraan
it
antara penyedia dana usaha (disebut
shahibul
h hib l maall / rabulmal)
b l l) d
dengan
Pengelolaan dana / manajemen usaha
(di b t sebagai
(disebut
b
i mudharib)
dh ib) untuk
t k
memperoleh hasil usaha dengan
pembagian
b i h
hasilil usaha
h sesuaii porsii
(nisbah) yang disepakati bersama pada
a al
awal.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

91

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Alur pembiayaan mudharabah

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

92

JENIS MUDHARABAH
Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

(DARI SEGI KUASA YANG DIBERIKAN KEPADA MUDHARIB)

MUDHARABAH MUTHLAQAH (Unrestricted


Investment / Investasi Tidak tertikat / Dana Syirkah
Temporer)

shahibul maal memberi kuasa penuh kepada mudharib, untuk


menjalankan proyek tanpa larangan/batasan yang berkaitan
dengan proyek itu dan tidak terikat dengan waktu, tempat, jenis
perusahaan dan pelanggan

MUDHARABAH MUQAYYADAH (Retricted


Investment / Investasi Terikat / IT)

shahibul maal memberikan batasan mengenai dimana,


bagaimana atau untuk tujuan apa dana tersebut diinvestasikan
kepada pengusaha / bank (sebagai mudharib) dalam pengelolaan
dananya

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

93

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Penerimaan Investasi Terikat

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

94

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Bank Syariah sebagai


P ilik Dana
Pemilik
D
Bank Syariah
sebagai pemilik
dana

Pembiayaan
P
bi
Mudharabah
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

95

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Apa yang
akan
dibahas abi
?

Modal
M
d l
mudharabah
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

96

(Fatwa DSN : 07/DSN-MUI/IV/2000)

Keten
ntuan
n Pem
mbiaya
aan

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Karakteristik Pembiayaan Mudharabah


(1) Pembiayaan untuk suatu usaha yang produktif
(2) Pemilik dana/LKS membiayai 100% sedangkan
pengusaha (nasabah) bertindak sebagai
mudharib.
mudharib
(3) Jangka waktu, tatacara pengembalian dan
pembagian keuntungan ditentukan
berdasarkan kesepakatan
(5) Jumlah dana pembiayaan harus dinyatakan
dengan jelas dalam bentuk tunai dan bukan
piutang
p
g
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

97

(Fatwa DSN : 07/DSN


07/DSN-MUI/IV/2000)
MUI/IV/2000)

Rukun d
dan s
syara
at
pemb
biaya
aan

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Karakteristik Pembiayaan Mudharabah


(3) Modal =>sejumlah uang dan/atau asset yg
dib ik oleh
diberikan
l h shahibul
h hib l maall kkpd
d mudharib
dh ib
untuk tujuan usaha dg syarat:
a. Harus diketahui junmlah dan jenisnya
b. Dapat berbentuk uang atau barang yang dinilai.
Jik d
Jika
dalam
l
b
bentuk
t k asset,
t h
harus di
dinilai
il i pada
d waktu
kt
akad
c Tidak berbentuk piutang dan harus dibayarkan
c.
kepada mudharib

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

98

(LKS memberikan modal untuk pengusaha pengangkutan)

PENY
YERAHA
AN MODA
AL

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Modal mudharabah

Modal non kas

10 buah angkot

800.000.000
(nilai wajar saat penyerahan)

Modal kas

Uang tunai
Jumlah modal

200.000.000
------------------1.000.000.000

Bank Konvensional dalam


b t k uang ttunaii
bentuk
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

99

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Apa yang
akan
dibahas abi
?

Pekerjaan
dalam
mudharabah
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

100

(Fatwa DSN : 07/DSN-MUI/IV/2000)

Ketentuan
n Pem
mbiaya
aan

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Karakteristik Pembiayaan Mudharabah


(1) Pembiayaan untuk suatu usaha yang
produktif
d ktif
(4) Mudharib boleh melakukan berbagai macam
usaha yang telah disepakati bersama dan
sesuai dengan syariah; dan LKS tidak ikut
serta dalam managemen perusahaan atau
proyek tetapi mempunyai hak untuk
melakukan pembinaan dan pengawasan.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

101

(Fatwa DSN : 07/DSN-MUI/IV/2000)

Ru
ukun
n dan syarrat
pem
mbiay
yaan

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Karakteristik Pembiayaan Mudharabah


5.

Kegiatan usaha oleh pengelola (mudharib),


harus memperhatikan
p
:
a. Hak ekslusif mudharib, tanpa campur tangan
penyedia dana, tetapi ia mempunyai hak untuk
melakukan pengawasan.
pengawasan
b. Penyedia dana tidak boleh mempersempit
tindakan pengelola sedemikian rupa yang dapat
menghalangi tercapainya tujuan mudharabah,
yaitu keuntungan.
c. Pengelola tidak boleh menyalahi hukum syariah
Islam => dan harus mematuhi kebiasaan yang
berlaku dalam aktifitas itu

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

102

(Fatwa DSN : 07/DSN-MUI/IV/2000)

Jamin
J
nan d
dalam
m
Mud
dhara
abah

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Karakteristik Pembiayaan Mudharabah

(7) Pada prinsipnya, dalam pembiayaan


mudharabah
dh b h tidak
tid k ada
d jaminan,
j i
namun
agar mudharib tidak melakukan
penyimpangan, LKS dapat meminta jaminan
dari mudharib atau pihak ketiga. Jaminan ini
hanya dapat dicairkan apabila mudharib
terbukti melakukan pelanggaran terhadap
hal-hal yang telah disepakati bersama dalam
akad

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

103

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Apa yang
akan
dibahas abi
?

Keuntungan /
kerugian
mudharabah
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

104

(Fatwa DSN : 07/DSN


07/DSN-MUI/IV/2000)
MUI/IV/2000)

Keten
ntuan
n Pem
mbiaya
aan

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Karakteristik Pembiayaan Mudharabah


(6) LKS (shahibul maal) menanggung semua
kerugian akibat dari mudharabah kecuali jika
mudharib (nasabah) melakukan kesalahan
yang disengaja, lalai, atau menyalahi
p j j
perjanjian.
(8) Kriteria pengusaha, prosedur, dan
mekanisme pembagian keuntungan diatur
oleh LKS dengan memperhatikan fatwa DSN

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

105

(Fatwa DSN : 07/DSN-MUI/IV/2000)

Rukun
n dan s
syarat pembiayaan
n

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Karakteristik Pembiayaan Mudharabah


4 Keuntungan mudharabah => jumlah kelebihan
4.
modal, dengan syarat:
a Harus diperuntukan bagi kedua pihak dan tidak
a.
boleh diisyaratkan untuk satu pihak
b. dinyatakan pada waktu kontrak disepakati dan
harus dalam bentuk prosentasi (nisbah) dari
keuntungan. Perubahan nisbah harus
berdasarkan kesepakatan
c. Penyedia dana menanggung semua kerugian =>
dan pengelola tidak boleh menanggung kerugian
apapun kecuali diakibatkan dari kesalahan
disengaja, kelalaian, atau pelanggaran
kesepakatan

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

106

Penjualan
j
Rp.
p 120.000.000
Harga pokok Penjualan Rp. 72.000.000
-------------------L b kotor
Laba
k t (revenue)
(
) Rp.
R 48
48.000.000
000 000

Perhitungan Proyeksi Return Bank


Modal mudharabah
Expect Return (24%)
Realisas
si Reven
nue

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Estimasi Gross Profit Nasabah

Rp. 50.000.000
Rp.12.000.000

Penjualan
Harga Pokok Penj

12 juta
8 juta
-----------4 juta

Laba Kotor
Pembagian Hasil Usaha:
Bank Syariah (25%)
1 juta
Nasabah (75%)
3 juta

Jakarta, Januari 2013

Multi Nisbah
Bank Sy 25
Nasabah 75

15
85

10
90

Nisbah Mudharabah
Bank syariah
y
: 25
Nasabah
: 75
Proyeksi
y
Pendapatan
p
((PP))
Realisasi Pendapatan (RP)
7,4 juta
7,0 juta
---------0,4 juta

20 juta
14 juta
----------6 juta

0,1 jt
0,3 jt

1,5 juta
4,5 juta

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

107

Fungsi Proyeksi Pendapatan


Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

PROYEKSI DAN REALISASI BULANAN

Bln-1

Bln-2

Bln-3

Proyeksi

1.000.000

1.000.000

1.000.000

Realisasi

1.000.000

100.000

1.500.000

PERHITUNGAN KOLEKTIBILITAS

Akumulasi

Bln-1
Bln
1

Bln-2
Bln
2

Bln-3
Bln
3

Proyeksi

1.000.000

2.000.000

3.000.000

Realisasi

1.000.000

1.100.000

2.600.000

RP/PP

100%

55%

86%

Kolektibilitas

KL

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

108

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

PRINSIP DISTRIBUSI HASIL USAHA DALAM


LEMBAGA KEUANGAN SYARI'AH
(NO: 15/DSN-MUI/IX/2000)

pembagian hasil usaha di antara para pihak (mitra)


dalam suatu bentuk usaha kerjasama boleh didasarkan:
pada prinsip Bagi Untung (Profit Sharing)
Sharing), yakni bagi hasil yang
dihitung dari pendapatan setelah dikurangi modal (rasu al-mal)
dan biaya-biaya,
pada prinsip Bagi Hasil (Net Revenue Sharing), yakni bagi hasil
yang dihitung dari pendapatan setelah dikurangi modal (rasu
al-mal);

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

109

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

PRINSIP DISTRIBUSI HASIL USAHA DALAM


LEMBAGA KEUANGAN SYARI'AH
(NO: 15/DSN-MUI/IX/2000)

Ketentuan Umum
1. Pada dasarnya, LKS boleh menggunakan prinsip Bagi Hasil (Net
Revenue Sharing) maupun Bagi Untung (Profit Sharing) dalam
pembagian
b i h
hasilil usaha
h d
dengan mitra
it ((nasabah)-nya.
b h)
2. Dilihat dari segi kemaslahatan (al-ashlah), saat ini, pembagian hasil
usaha
usa
a seba
sebaiknya
ya d
digunakan
gu a a p
prinsip
s p Bagi
ag Hasil
as ((Net
et Revenue
e e ue
Sharing).
3. Penetapan prinsip pembagian hasil usaha yang dipilih harus
di
disepakati
k ti d
dalam
l
akad.
k d

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

110

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Revenue sharing
Profit sharing
Prinsip Distribusi Hasil Usaha
Uraian
Penjualan
Harga pokok penjualan
Laba kotor
Beban
Laba rugi bersih

Jakarta, Januari 2013

Jumlah

Metode

100
65
--------35 Net Revenue sharing
25
--------10 Profit Sharing

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

111

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

SISTEM DISTRIBUSI HASIL USAHA DALAM


LEMBAGA KEUANGAN SYARI'AH
NO: 14/DSN-MUI/IX/2000

1. Pada p
prinsipnya,
p y LKS boleh menggunakan
gg
sistem Accrual
Basis maupun Cash Basis dalam administrasi keuangan.
2. Dilihat dari segi kemaslahatan (al-ashlah), dalam pencatatan
sebaiknya digunakan sistem Accrual Basis; akan tetapi, dalam
distribusi hasil usaha hendaknya ditentukan atas dasar
penerimaan yang benar-benar terjadi (Cash Basis).
3 Penetapan sistem yang dipilih harus disepakati dalam akad
3.
akad.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

112

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

P
Penghasilan
h il Usaha
U h
(psak 105, prgf 20-24)

Pengakuan penghasilan usaha mudharabah dalam praktik dapat


diketahui berdasarkan laporan bagi hasil atas realisasi penghasilan
usaha dari pengelola dana.
dana Tidak diperkenankan mengakui
pendapatan dari proyeksi hasil usaha. (psak 105, prgf 22)
Kerugian
g
akibat kelalaian atau kesalahan p
pengelola
g
dana
dibebankan pada pengelola dana dan tidak mengurangi investasi
mudharabah. (psak 105, prgf 23)
Bagian hasil usaha
saha yang
ang bel
belum
m diba
dibayar
ar oleh pengelola dana diak
diakuii
sebagai piutang. (psak 105, prgf 24)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

113

(Fatwa DSN : 07/DSN-MUI/IV/2000)

Kete
entuan Pem
mbiay
yaan

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Karakteristik Pembiayaan Mudharabah

(9) Biaya operasional dibebankan kepada


mudharib
(10)Dalam hal penyandang dana (LKS) tidak
melakukan
l k k kkewajiban
jib atau
t melakukan
l k k
pelanggaran terhadap kesepakatan,
mudharib
dh ib b
berhak
h k mendapat
d
t ganti
ti rugii atau
t
biaya yang telah dikeluarkan

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

114

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Apa yang
akan
dibahas abi
?

Mudharabah
M
Musytarakah
t
k h
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

115

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Mudharabah Musytarakah
adalah bentuk
mudharabah dimana
pengelola dana
menyertakan modal atau
dananya dalam kerjasama
investasi
Akad mudharabah
musytarakah merupakan
perpaduan antara akad
mudharabah dan akad
musyarakah.
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

116

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Mudharabah Musytarakah

(psak 105, prgf 31-35)

Dalam mudharabah musytarakah, pengelola dana


(berdasarkan akad mudharabah) menyertakan juga
dananya dalam investasi bersama (berdasarkan akad
musyarakah). Pemilik dana musyarakah (musytarik)
memperoleh bagian hasil usaha sesuai porsi dana yang
disetorkan. Pembagian hasil usaha antara pengelola
dana dan pemilik dana dalam mudharabah adalah
sebesar hasil usaha musyarakah setelah dikurangi porsi
pemilik dana sebagai pemilik dana musyarakah.
musyarakah

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

117

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Pembagian Hasil Usaha (pola 1)


P i i Mudharabah
Prinsip
M dh b h (1)

P i i Musyarakah
Prinsip
M
k h (2)
Musytarik 1
(porsi modal)
Q (50)

Shahibull Maal
Shahib
(nisbah)
Y (80)
Hasil
Investasi
( X Z) (80)

Hasil
Investasi
X (100)
Mudharib
M
dh ib
(nisbah)
Z (20)
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Musytarik 2
(
(porsi
i modal)
d l)
V (30)

118

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Pembagian Hasil Investasi (pola 2)


Pi i M
Prinsip
Mudharabah
dh b h (2)

Pi i M
Prinsip
Musyarakah
k h (1)

Hasil
Investasi
X (100)

Musytarik 1
(Mitra Aktif)
(porsi modal)
Y
Y (30)

Shahibul
Sh
hib l M
Maall
(nisbah)
Q (50)
Hasil
Investasi
X
X-Y
Y (70)

Musytarik 2
(
(Mitra
Pasif)
f)
(porsi modal)
Z (70)
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Mudharib
M
dh ib
(nisbah)
V (20)

119

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Mudharabah Musytarakah

(psak 105, prgf 31-35)

Jika terjadi kerugian atas investasi


investasi, maka
kerugian dibagi sesuai dengan porsi modal para
musytarik

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

120

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Mari kita bahas,

IJARAH
(pokok bahasan keenam)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

121

Ijarah Fee

Ijarah SDB
Ijarah pemeliharaan Rahn Emas
Ijarah penyimpanan Rahn Emas
dsb

Ijarah Aset

Ijarah Aset berwujud


1. Ijarah
2. Ijarah Muntahiyah Bittamlik
(IMBT)
3. Jual Ijarah
Ijarah Aset tidak berwujud
1. Ijarah Berlanjut
2. Multijasa

IJA
ARA
AH

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Jenis Ijarah

Aktiva produktif
Bank Indonesia
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

122

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Pengertian Ijarah
Obyek Ijarah

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

123

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

PENGERTIAN IJARAH
Ijarah adalah akad sewa
menyewa antara pemilik majur
ma jur
(obyek sewa) dan mustajir
(penyewa) untuk mendapatkan
imbalan atas obyek sewa yang
disewakannya.
disewakannya

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

124

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Pengertian
ja a Muntahiyah
u ta ya Bittamlik
tta
Ijarah
Ijarah Muntahiyah Bittamlik adalah
akad sewa menyewa antara pemilik
obyek sewa dan penyewa untuk
mendapatkan imbalan atas obyek
sewa yang disewakannya dengan
opsi perpindahan hak milik obyek
sewa pada
d saatt tertentu
t t t sesuaii
dengan akad sewa.
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

125

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Perpindahan kepemilikan IMBT


dilakukan jika seluruh pembayaran
sewa telah diselesaikan dan =>
d
dengan
membuat
b t akad
k d tterpisah
i h
secara: (prgf 6)
hibah;
penjualan sebelum akad berakhir;
penjualan pada akhir masa akad;
atau
penjualan secara bertahap
bertahap.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

126

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Ij
Ijarah
h Muntahiyah
M t hi h Bittamlik
Bitt lik
(Fatwa : 27/DSN-MUI/III/2002 )

Akad al-Ijarah al-Muntahiyah bi al-Tamlik boleh


dilakukan dengan
g ketentuan sbb:
1. Semua rukun dan syarat yang berlaku dalam akad
Ijarah (Fatwa DSN nomor : 09/DSN-MUI/IV/2000)
berlaku pula dalam akad al-Ijarah al-Muntahiyah bi
al-Tamlik.
2 Perjanjian
2.
P j ji untuk
t k melakukan
l k k akad
k d al-Ijarah
l Ij h all
Muntahiyah bi al-Tamlik harus disepakati ketika
akad Ijarah ditandatangani.
ditandatangani
3. Hak dan kewajiban setiap pihak harus dijelaskan
dalam akad
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

127

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Ijarah Muntahiyah Bittamlik


(Fatwa : 27/DSN-MUI/III/2002 )

Ketentuan tentang al-Ijarah al-Muntahiyah bi al-Tamlik


1.

2.

Pihak yyang
g melakukan al-Ijarah
j
al-Muntahiyah
y bi al-Tamlik
harus melaksanakan akad Ijarah terlebih dahulu. Akad
pemindahan kepemilikan, baik dengan jual beli atau
pemberian hanya dapat dilakukan setelah masa Ijarah
pemberian,
selesai
Janjij p
pemindahan kepemilikan
p
yyang
g disepakati
p
di awal akad
Ijarah adalah waad yang hukumnya tidak mengikat. Apabila
janjian itu ingin dilaksanakan, maka harus ada akad
pemindahan kepemilikan yang dilakukan setelah masa Ijarah
selesai

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

128

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Obyek Ijarah
Obyek ijarah adalah manfaat dari penggunaan
aset berwujud atau tidak berwujud.
Implementasi:
p
Aset berwujud => Ijarah dan IMBT
Aset Tidak berwujud => ijarah berlanjut : multijasa

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

129

Obyek Ijarah
Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

(Fatwa : 09/DSN-MUI/IV/2000 )

1 Obyek ijarah adalah manfaat dari penggunaan barang


1.
dan/atau jasa
2. Manfaat barang
g harus bisa dinilai dan dapat
p dilaksanakan
dalam kontrak
3. Pemenuhan manfaat harus yang bersifat dibolehkan
4 Kesanggupan memenuhi manfaat harus nyata dan sesuai
4.
dengan syariah
5. Manfaat arus dikenali secara spesifik sedemikian rupa untuk
menghilangkan
hil
k jjahalah
h l h (k
(ketidaktahuan)
id k h
) yang akan
k
mengakibatkan sengketa
6. Spesifikasi manfaat harus dinyatakan dengan jelas, termasuk
jangka waktunya. Bisa juga dikenali dengan spesifikasi atau
identifikasi fisik
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

130

Obyek Ijarah
Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

(Fatwa : 09/DSN-MUI/IV/2000 )

7. Sewa adalah sesuatu yang dijanjikan dan dibayar


nasabah kepada
p
LKS sebagai
g p
pembayaran
y
manfaat.
Sesuatu yang dapat dijadikan harga dalam jual beli
dapat pula dijadikan sewa dalam ijarah
8. Pembayaran sewa boleh berbentuk jasa (manfaat lain)
dari jenis yang sama dengan obyek kontrak
9. Kelenturan (flexibility) dalam menentukan sewa dapat
diiwujudkan dalam ukuran waktu, tempat dan jarak

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

131

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Kewajiban masing2 pihak


(Fatwa : 09/DSN-MUI/IV/2000 )

1. Kewajiban LKS sebagai pemberi sewa


a. Menyediakan aset yang disewakan
b. Menanggung biaya pemeliharaan aset
c. Menjaminan bila terdapat cacat pada aset yang disewakan
2. Kewajiban nasabah sebagai penyewa
a. Membayar sewa dan bertanggung jawab untuk menjaga keutuhan
aset yang disewa serta menggunakannya sesuai kontrak
b Menanggung biaya pemeliharaan aset yang sifatnya ringan (tidak
b.
materiil)
c. Jika aset yang disewa rusak, bukan karena pelanggaran dari
penggunaan yang dibolehkan,
dibolehkan juga bukan karena kelalaian pihak
penyewa dalam menjaganya, ia tidak bertanggung jawab atas
kerusakan tersebut.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

132

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Harga sewa
Penyusutan
Pemeliharaan
dan perbaikan
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

133

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Ijarah => sesuai kebijakan Bank Syariah


IMBT => sama dengan masa sewa

Masa Penyusutan

Beban Penyusutan Akt Ijarah


Beban Pemeliharaan Akt Ijarah

JUAL BELI

SEWA

Harga pokok jual beli

xxxxx

Harga pokok sewa

Keuntungan jual beli

xxxxx

Keuntungan

Harga Jual

xxxxx

Harga sewa

Pendapatan
P
d
t neto
t
Ijarah
(7) Sesuatu yang dapat dijadikan harga dalam jual beli dapat (profit distribusi)

pula
l dijadikan
dij dik sewa dalam
d l
ijarah
ij h (Fatwa
(F t
DSN)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

134

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Penyusutan Obyek Ijarah


Obyek ijarah disusutkan atau diamortisasi, jika berupa
aset yang dapat disusutkan atau diamortisasi, sesuai
dengan kebijakan penyusutan atau amortisasi untuk aset
sejenis selama umur manfaatnya (umur ekonomis). (prgf
11)

Kebijakan
K bij k penyusutan
t atau
t amortisasi
ti
i yang dipilih
di ilih h
harus
mencerminkan pola konsumsi yang diharapkan dari
manfaat ekonomi di masa depan
p dari obyek
y ijarah.
j
Umur
ekomonis dapat berbeda dengan umur teknis.
Misalnya, mobil yang dapat dipakai selama 10 tahun diijarahkan
dengan akad ijarah muntahiyah bittamlik selama 5 tahun
tahun. Dengan
demikian umur ekonomisnya adalah 5 tahun. (prgf 12)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

135

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Penyusutan Obyek Ijarah


Pengaturan penyusutan obyek ijarah yg berupa :
aset tetap sesuai dengan PSAK 16: Aset Tetap dan
amortisasi aset tidak berwujud sesuai dengan PSAK
19: Aset Tidak Berwujud (psak 107
107, prgf 13)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

136

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Metode penyusutan Aktiva Tetap


Berbagai metode penyusutan dapat digunakan
untuk mengalokasikan jumlah yang disusutkan
secara sistematis dari suatu aset selama umur
manfaatnya.
y Metode tersebut antara lain:
metode garis lurus (straight line method),
metode saldo menurun (diminishing balance method)
dan
metode jumlah unit (sum of the unit method)
method).
(psak 16 prg 65)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

137

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Metode Amortisasi Aktiva Tidak Berwujud


Metode amortisasi harus mencerminkan pola konsumsi
manfaat ekonomis oleh perusahaan.Jika pola tersebut
tid k dapat
tidak
d
t ditentukan
dit t k secara andal,
d l maka
k h
harus
digunakan metode garis lurus dst (psak 19, prg 67)
Terdapat
T d
t berbagai
b b
i metode
t d amortisasi
ti
i untuk
t k
mengalokasi jumlah yang dapat diamortisasi dari suatu
aset atas dasar yang sistematis sepanjang masa
manfaatnya. Metode-metode itu meliputi metode garis
lurus metode saldo menurun dan metode jumlah unit
lurus,
produksi. Dst.... ( psak 19 prgf 68)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

138

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Biaya Perbaikan Obyek Ijarah


merupakan tanggungan pemilik.
Perbaikan dapat dilakukan oleh pemilik secara
langsung atau dilakukan oleh penyewa atas
persetujuan
t j
pemilik.
ilik (psak 107, prgf 18)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

139

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Biaya Pemeliharaan (psak 107, prgf 16 & 17)


a. tid
tidak
k rutin
ti => di
diakui
k i pada
d saatt terjadinya;
t j di
b. jika dilakukan penyewa dengan persetujuan
pemilik, maka biaya tersebut dibebankan
kepada pemilik dan diakui sebagai beban
pada saat terjadinya; dan
c. IMBT melalui p
penjualan
j
secara bertahap,
p
biaya perbaikan dimaksud (a) dan (b)
ditanggung pemilik maupun penyewa
sebanding dengan bagian kepemilikan
masing-masing atas obyek ijarah.
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

140

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

KETENTUAN REVIEW UJRAH PADA LEMBAGA


KEUANGAN SYARIAH - FATWA : 56/DSN-MUI/V/2007
56/DSN MUI/V/2007

Pertama : Ketentuan Umum


a. Ijarah adalah akad pemindahan hak guna
(manfaat) atas suatu barang dalam waktu
tertentu dengan pembayaran sewa (ujrah),
tanpa
p diikuti dengan
g p
pemindahan
kepemilikan barang itu sendiri.
j
adalah p
peninjauan
j
kembali
b. Review Ujrah
terhadap besarnya ujrah dalam akad Ijarah
antara LKS dengan nasabah setelah periode
t t t
tertentu.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

141

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

KETENTUAN REVIEW UJRAH PADA LEMBAGA KEUANGAN


SYARIAH - FATWA : 56/DSN-MUI/V/2007

Kedua : Ketentuan Hukum


1 Review Ujrah boleh dilakukan antara para pihak
1.
yang melakukan akad Ijarah apabila memenuhi
syarat-syarat
t
t sebagai
b
ib
berikut
ik t :
a. Terjadi perubahan periode akad Ijarah;
b. Ada indikasi sangat kuat bahwa bila tidak dilakukan
review, maka akan timbul kerugian bagi salah satu
pihak;
c. Disepakati oleh kedua belah pihak.
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

142

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

KETENTUAN REVIEW UJRAH PADA LEMBAGA KEUANGAN


SYARIAH - FATWA : 56/DSN-MUI/V/2007
2. Review atas besaran ujrah setelah periode tertentu :
a. Ujrah yang telah disepakati untuk suatu periode akad Ijarah tidak
boleh dinaikkan;
b. Besaran ujrah boleh ditinjau ulang untuk periode berikutnya dengan
cara yang diketahui dengan jelas (formula tertentu) oleh kedua belah
pihak;
c. Peninjauan kembali besaran ujrah setelah jangka waktu tertentu
harus disepakati kedua pihak sebelumnya dan disebutkan dalam
akad.
akad
d. Dalam keadaan sewa yang berubah-ubah, sewa untuk periode akad
pertama harus dijelaskan jumlahnya. Untuk periode akad berikutnya
b l hb
boleh
berdasarkan
d
k rumusan yang jjelas
l d
dengan kketentuan
t t
tid
tidak
k
menimbulkan perselisihan.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

143

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Ijarah Lanjut
Jual- Ijarah

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

144

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Ijarah-Lanjut
Suatu
S t entitas
tit menyewakan
k lebih
l bih llanjut
j t kkepada
d
pihak lain atas aset yang sebelumnya disewa dari
pemilik (prgf
( f 27)
Contoh:
Amir
A i iingin
i menyewa ki
kios T
Taufik,
fik ttapii tid
tidak
k cukup
k d
dana
untuk menyewa
Bank Syariah menyewa kios milik Taufik
Taufik, kemudian
menyewakan kembali ke Amir

Implementasi
p
Pembiayaan Multijasa => pendidikan, traveling,
penyelenggaraan pernikahan
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

145

PEMBIAYAAN MULTIJASA
Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

FATWA : 44/DSN-MUI/VIII/2004

Pertama : Ketentuan Umum


1. Pembiayaan Multijasa hukumnya boleh (jaiz) dengan menggunakan
akad Ijarah atau Kafalah.
2. Dalam hal LKS menggunakan akad ijarah, maka harus mengikuti
semua ketentuan yang ada dalam Fatwa Ijarah.
3 D
3.
Dalam
l
h
hall LKS menggunakan
k akad
k dK
Kafalah,
f l h maka
k h
harus mengikuti
ik ti
semua ketentuan yang ada dalam Fatwa Kafalah.
4. Dalam kedua pembiayaan multijasa tersebut, LKS dapat memperoleh
imbalan jasa (ujrah) atau fee.
5. Besar ujrah atau fee harus disepakati di awal dan dinyatakan dalam
bentuk nominal bukan dalam bentuk prosentase.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

146

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Jual-dan-Ijarah
Transaksi jual-dan-ijarah harus merupakan transaksi yang
t i hd
terpisah
dan tid
tidak
k saling
li b
bergantung
t
(t
(taalluq)
ll ) sehingga
hi
harga jual harus dilakukan pada nilai wajar. (prgf 24)
Contoh:
Hasan memiliki rumah dijual ke Bank Syariah, kemudian Bank
Syariah tersebut menyewakan kembali kepada Abdullah
Hasan
H
menjual
j l rumahnya
h
kke B
Bank
kS
Syariah,
i h d
dan B
Bank
kS
Syariah
i h
tersebut menyewakan kembali ke Hasan TIDAK
DIPERKENANKAN (kecuali pengalihan hutang dari konvensional ke
syariah
i h sebagaimana
b
i
di
diatur
t d
dalam
l
ffatwa
t
nomor 31)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

147

SALE AND LEASE BACK


Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Fatwa : 71/DSN-MUI/VI/2008.

Pertama : Ketentuan Umum


Sale and Lease Back adalah jual beli suatu aset yang
kemudian pembeli menyewakan aset tersebut kepada
penjual.
penjual
Kedua : Ketentuan Hukum
Sale and Lease Back hukumnya
y boleh.
Ketiga : Ketentuan Khusus
1. Akad yang digunakan adalah Bai' dan Ijarah yang
dilaksanakan secara terpisah
terpisah.
2. Dalam akad Bai', pembeli boleh berjanji kepada penjual
untuk menjual
j
kembali kepadanya
y aset yyang
g dibelinya
y
sesuai dengan kesepakatan.
3. Akad Ijarah baru dapat dilakukan setelah terjadi jual beli
atas aset yang akan dijadikan sebagai obyek Ijarah.
Ijarah
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

148

SALE AND LEASE BACK


Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Fatwa : 71/DSN-MUI/VI/2008.

4. Obyek Ijarah adalah barang yang memiliki manfaat dan


nilai ekonomis.
5. Rukun dan syarat Ijarah dalam fatwa Sale and Lease
Back ini harus memperhatikan substansi ketentuan
t k it dalam
terkait
d l
ffatwa
t
DSN-MUI
DSN MUI N
Nomor: 09/DSN
09/DSNMUI/IV/2000 tentang Pembiayaan Ijarah.
6 Hak dan kewajiban setiap pihak harus dijelaskan dalam
6.
akad.
7 Biaya-biaya
7.
Biaya biaya yang timbul dalam pemeliharaan Obyek
Sale andLease Back diatur dalam akad

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

149

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Mari kita bahas


bahas,

QARDH
(pokok bahasan ketujuh)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

150

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Qardh
Qardh adalah pinjam
meminjam
i j
d
dana ttanpa
imbalan dengan kewajiban
pihak
ih k peminjam
i j
mengembalikan pokok
pinjaman secara sekaligus
atau cicilan dalam jangka
j g
waktu tertentu
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

151

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

KETENTUAN UMUM AL QARDH


Fatwa DSN No. 19/DSN-MUI/IX/2000

1 Al qardh
1.
dh adalah
d l h pinjaman
i j
kpd
k d nasabah
b h yang memerlukan
l k
2. Nasasbah wajib mengembalikan jumlah pokok pada waktu
yang disepakati bersama
3. Biaya
y administrasi dibebankan kepada
p
nasabah
4. LKS dapat meminta jaminan kepada nasabah
5 N
5.
Nasabah
b h dapat
d
t memberikan
b ik tambahan
t b h (sumbangan)
(
b
) dengan
d
sukarela kepada LKS sepanjang tidak diperjanjikan dalam
akad
akad.
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

152

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

KETENTUAN UMUM AL QARDH


F t
Fatwa
DSN No.
N 19/DSN-MUI/IX/2000
19/DSN MUI/IX/2000

6 Jika nasabah tidak dapat


6.
mengembalikan sebagian atau
seluruh kewajibannya dan LKS
telah memastikan ketidak
mampuannya, LKS dapat:
a. memperpanjang jangka waktu
pengembalian
b menghapus
b.
h
( it off)
(write
ff) sebagian
b i
atau seluruh kewajibannya.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

153

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

KETENTUAN SANKSI - AL QARDH


Fatwa DSN No. 19/DSN-MUI/IX/2000

1. Kepada nasabah yang tidak


menunjukkan keinginannya untuk
memenuhi
hi kewajibannya
k
jib
dapat
d
t
dikenakan sanksi oleh LKS
2. Sanksi dapat berupa tapi tidak
terbatas pada penjualan barang
jaminan
3. Bila barang jaminan tdk mencukupi,
nasabah
b h tetap
t t h
harus memenuhi
hi
kewajibannya secara penuh

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

154

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

KETENTUAN SUMBER DANA - AL QARDH


Fatwa DSN No. 19/DSN-MUI/IX/2000

Dana al qardh dapat bersumber dari:


a Bagian modal LKS
a.
b. Keuntungan LKS yang disisihkan
c. Lembaga lain atau individu yang mempercayakan
penyaluran infaqnya kepada LKS

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

155

Wiroso
o Pembiay
yaan dan Inv
vestasi Perb
bankan Syarriah

Produk dengan akad Qardh


Talangan haji
Pengalihan hutang dari Bank Konvensional ke
Bank Syariah
Rahn
Cerukan / overdraft
Dsb

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

156

Prinsip Dasar Perbankan


S i h
Syariah

JASA LAYANAN
PERBANKAN SYARIAH

Wiroso : Jasa Lay


yanan Perb
bankan Sy
yariah

Pokok-pokok Bahasan
1. Wakalah
2 Hawalah
2.
3. Sharf
4. Kafalah
5. Rahn
R h
6. Qardh
Q

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wiroso : Jasa Lay


yanan Perb
bankan Sy
yariah

Bahasan pertama

W k l h
Wakalah

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

yariah
Wiroso : Jasa Lay
yanan Perb
bankan Sy

Karakteristik Wakalah
(PSAK 59 - pr 148)

Wakalah adalah akad pemberian kuasa


dari muwakil (pemberi kuasa /
nasabah) kepada wakil (penerima
k
kuasa
/b
bank)
k) untuk
t k melaksanakan
l k
k
suatu taukil (tugas) atas nama pemberi
kuasa
kuasa.
Digunakan a.l : dalam pengiriman
transfer penagihan hutang baik kliring
transfer,
maupun inkaso.
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wiroso : Jasa Lay


yanan Perb
bankan Sy
yariah

Rukun Wakalah
Pemberi kuasa (muwakil)
Penerima kuasa (wakil)
Obyek
y yyang
g dikuasakan
(taukil)
Ijab Qabul (Sighat)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

yariah
Wiroso : Jasa Lay
yanan Perb
bankan Sy

Ketentuan Wakalah
(Fat
(Fatwa
a DSN No
No. 10/DSN
10/DSN-MUI/IV/2000)
MUI/IV/2000)

Ketentuan tentang wakalah


1.

2.

Pernyataan ijab Kabul harus dinyatakan oleh para


pihak
p
a untuk
u u menunjukkan
u ju a kehendak
da mereka
a dalam
da a
mengadakan kontrak (akad)
Wakalah dengan
dan tidak
g imbalan bersifat mengikat
g
boleh dibatalkan secara sepihak

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wiroso : Jasa Lay


yanan Perb
bankan Sy
yariah

Ketentuan Wakalah
(Fatwa DSN No. 10/DSN-MUI/IV/2000)

R k dan
Rukun
d syaratt wakalah
k l h
1.

2.

3.

Syarat-syarat muwakil (yang mewakilkan), adalah :


a. Harus seorang
g pemilik
p
sah yg dapat
p bertindak terhadap
p sesuatu yg ia
wakilkan
b. Orang mukalaf atau anak mumayyiz dalam batas-batas tertentu, yakni
dalam hal-hal yang bermanfaat baginya seperti mewakilkan untuk
menerima
i
hibah,
hib h menerima
i
sedekah
d k h dan
d sebagainya
b
i
Syarat-syarat wakil (yang mewakili)
a. Cakap hukum
b. Dapat mengerjakan tugas yang diwakilkan kepadanya,
c. Wakil adalah orang yang diberi amanat
Hal-hal yang diwakilkan
a. Diketahui dengan jelas oleh orang yang mewakili
b. Tidak bertentangan dengan syariah islam
c. Dapat
p diwakilkan menurut syariah
y
islam

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wiroso : Jasa Lay


yanan Perb
bankan Sy
yariah

Bahasan kedua

Hawalah

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wiroso : Jasa Lay


yanan Perb
bankan Sy
yariah

Hiwalah
Pengertian

Akad pengalihan hutang dari satu pihak yang


berhutang kepada pihak lain yang wajib menanggung
(membayar)-nya (dsn)

Rukun

Pihak yang memindahkan piutang (Muhil)


Pihak yang berhutang (Muhal)
Pihak yang menerima pindahan piutang (Muhal Alaih)
Piutang
g (Muhal
(
Bih))
Ijab Qobul (Sighat)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wiroso : Jasa Lay


yanan Perb
bankan Sy
yariah

Ketentuan Hawalah
(Fatwa DSN No. 12/DSN-MUI/IV/2000)

Rukun
R
k hawalah
h
l h adalah
d l h:
a.
muhil yakni orang yang berhutang dan sekaligus
berpiutang,
berpiutang
b.
muhal atau muthai yakni orang yang berpiutang
p
muhil,,
kepada
c.
muhal alaih yakni orang yang berhutang kepada
muhil dan wajib membayar hutang kepada muhtal,
d.
muhal
h l bih
b h yakni
k hutang
h
muhil
h l kepada
k
d muhtal,
h l dan
d
sighat (ijab qabul).
2
2.
Pernyataan ijab qabul harus dinyatakan oleh para pihak
untuk menunjukkan kehendak mereka dalam
mengadakan kontrak (akad)
1.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

10

Wiroso : Jasa Lay


yanan Perb
bankan Sy
yariah

Ketentuan Hawalah
(Fatwa DSN No. 12/DSN-MUI/IV/2000)

3. Akad dituangkan secara tertulis, melalui


korespondensi, atau menggunakan cara-cara
k
komunikasi
ik i modern
d
4. Hawalah dilakukan harus dengan persetujuan
muhil muhal/muhtal,
muhil,
muhal/muhtal dan muhal alaih.
alaih
5. Kedudukan dan kewajiban para pihak harus
dinyatakan dalam akad secara tegas
tegas.
6. Jika transaksi hawalah telah dilakukan, pihakpihak yang
p
y g terlibat hanyalah
y
muhtal dan muhal
alaih; dan hak penagihan mulai berpindah
kepada muhal alaih.
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

11

yariah
Wiroso : Jasa Lay
yanan Perb
bankan Sy

PENGALIHAN HUTANG
(F
(Fatwa
t
DSN N
No 31/DSN
31/DSN-MUI/VI/2002)
MUI/VI/2002)

Dalam fatwa ini, yang dimaksud dengan

Pengalihan hutang adalah pemindahan hutang nasabah dari


bank/lembaga keuangan konvensional ke bank/lembaga keuangan
syariah
Al Qardh adalah akad pinjaman dari LKS kepada nasabah dengan
Al-Qardh
ketentuan bahwa nasabah wajib mengembalikan pokok pinjaman
yang diterimanya kepada LKS pada waktu dan dengan cara
pengembalian yang telah disepakati
Nasabah adalah (calon) nasabah LKS yang mempunyai kredit
(hutang) kepada Lembaga Keuangan Konvensional (LKK) untuk
pembelian asset,
asset yang ingin mengalihkan hutangnya ke LKS
Aset adalah aset nasabah yang dibelinya melalui kredit dari LKK dan
belum lunas pembayan kreditnya

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

12

Wiroso : Jasa Lay


yanan Perb
bankan Sy
yariah

PENGALIHAN HUTANG Alternatif 1


(Fatwa DSN No : 31/DSN-MUI/VI/2002)
(5) Menjual secara Murabahah

(2) Membayar Hutangnya

(1) Memberi Qard

Nasabah

Bank Syariah
y
(4) Menjual barang dan melunasi Qard

Jakarta, Januari 2013

Bank Konv
(3) Nasabah menerima barangnya

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

13

Wiroso : Jasa Lay


yanan Perb
bankan Sy
yariah

PENGALIHAN HUTANG Alternatif 2


(Fatwa DSN No : 31/DSN-MUI/VI/2002)
(2) Menjual secara Murabahah

Bank Syariah

Nasabah

Bank Konv

(1) Membeli sebagian


g
asset nasabah dengan
g ijin
j LKK => syirkah
y
al-milk

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

14

Wiroso : Jasa Lay


yanan Perb
bankan Sy
yariah

PENGALIHAN HUTANG Alternatif 3


(Fatwa DSN No : 31/DSN-MUI/VI/2002)
(2) Dapat membantu menalangi kewajiban
nasabah (jika perlu)

Catatan :
1.
Akad Ijarah tidak boleh disyaratkan
(harus terpisah) memberi talangan
2.
Imbalan jasa Ijarah tidak boleh didasarkan
pada jumlah talangan yang diberikan

(3) Imbalan Ijarah

Bank Syariah

Nasabah

Bank Konv

(1) Ijarah atas pengurusan kepemilikan asset penuh

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

15

Wiroso : Jasa Lay


yanan Perb
bankan Sy
yariah

PENGALIHAN HUTANG Alternatif 4


(Fatwa DSN No : 31/DSN-MUI/VI/2002)
(5) Menyewakan dengan akad IMB

(2) Melunasi kredit

(1) Memberi Qard

Nasabah

B kS
Bank
Syariah
i h
(4) Menjual barang dan melunasi Qard

Jakarta, Januari 2013

Bank Konv

(3) Asset yg dibeli dg kredit milik Nasabah

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

16

Wiroso : Jasa Lay


yanan Perb
bankan Sy
yariah

HAWALAH BIL UJRAH


Fatwa NO: 58/DSN-MUI/V/2007

Pertama : Ketentuan Umum


a. Hawalah adalah pengalihan utang dari satu pihak ke pihak
lain terdiri atas hawalah muqayyadah dan hawalah
lain,
muthlaqah.
b. Hawalah muqayyadah adalah hawalah di mana muhil adalah
orang yang berutang
b t
sekaligus
k li
berpiutang
b i t
kepada
k
d muhal
h l
alaih sebagaimana dimaksud dalam Fatwa No.12/DSNMUI/IV/2000 tentang Hawalah.
c. Hawalah muthlaqah adalah hawalah di mana muhil adalah
orang yang berutang tetapi tidak berpiutang kepada muhal
alaih;
alaih;
d. Hawalah bil ujrah adalah hawalah dengan pengenaan
ujrah/fee;
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

17

Wiroso : Jasa Lay


yanan Perb
bankan Sy
yariah

HAWALAH BIL UJRAH


Fatwa NO: 58/DSN-MUI/V/2007

Kedua : Ketentuan Akad


1. Hawalah bil ujrah hanya berlaku pada hawalah muthlaqah.
2. Dalam hawalah muthlaqah, muhal alaih boleh menerima ujrah/fee atas kesediaan
d komitmennya
dan
k i
untukk membayar
b
utang muhil
hil.
3. Besarnya fee tersebut harus ditetapkan pada saat akad secara jelas, tetap dan
pasti sesuai kesepakatan para pihak.
4 Pernyataan ijab dan qabul harus dinyatakan oleh para pihak untuk menunjukkan
4.
kehendak mereka dalam mengadakan kontrak (akad).
5. Akad dituangkan secara tertulis, melalui korespondensi, atau menggunakan caracara komunikasi modern;
6. Hawalah harus dilakukan atas dasar kerelaan dari para pihak yang terkait.
7. Kedudukan dan kewajiban para pihak harus dinyatakan dalam akad secara tegas.
8. Jika transaksi hawalah telah dilakukan, hak penagihan muhal berpindah kepada
muhal alaih.
9. LKS yang melakukan akad Hawalah bil Ujrah boleh memberikan sebahagian fee
hawalah kepada shahibul mal.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

18

Wiroso : Jasa Lay


yanan Perb
bankan Sy
yariah

ANJAK PIUTANG SYARIAH


Fatwa Nomor: 67/DSN-MUI/III/2008

Pertama : Ketentuan Umum

Dalam fatwa ini, yang dimaksud dengan Anjak Piutang Secara


y
adalah p
pengalihan
g
penyelesaian
p y
piutang
p
g atau tagihan
g
jangka
j g
Syariah
pendek dari pihak yang berpiutang kepada pihak lain yang kemudian
menagih piutang tersebut kepada pihak yang berutang atau pihak yang
ditunjuk oleh pihak yang berutang sesuai prinsip syariah.

Kedua : Ketentuan Akad

1. Akad yang dapat digunakan dalam Anjak Piutang Secara Syariah adalah

W k l h bil Ujrah.
Uj h
Wakalah

2. Pihak yang berpiutang mewakilkan kepada pihak lain untuk melakukan


pengurusan dokumen-dokumen penjualan kemudian menagih piutang
kepada pihak yang berutang atau pihak lain yang ditunjuk oleh pihak
yang berutang;

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

19

Wiroso : Jasa Lay


yanan Perb
bankan Sy
yariah

ANJAK PIUTANG SYARIAH


Fatwa Nomor: 67/DSN-MUI/III/2008

3. Pihak yang ditunjuk menjadi wakil dari yang berpiutang untuk melakukan
penagihan (collection) kepada pihak yang berutang atau pihak lain yang
ditunjuk oleh pihak yang berutang untuk membayar;
4. Pihak yang ditunjuk menjadi wakil dapat memberikan dana talangan
(Qardh) kepada pihak yang berpiutang sebesar nilai piutang;
5. Atas jasanya untuk melakukan penagihan piutang tersebut, pihak yang
dit j k menjadi
ditunjuk
j di wakil
kil dapat
d
t memperoleh
l h ujrah/fee
j h/f ;
6. Besar ujrah harus disepakati pada saat akad dan dinyatakan dalam
bentuk nominal, bukan dalam bentuk prosentase yang dihitung dari
pokok piutang;
7. Pembayaran ujrah dapat diambil dari dana talangan atau sesuai
kesepakatan dalam akad;
8 Antara akad Wakalah bil Ujrah dan akad Qardh, tidak dibolehkan adanya
8.
keterkaitan (taalluq).

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

20

Wiroso : Jasa Lay


yanan Perb
bankan Sy
yariah

Bahasan ketiga

Sharf

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

21

Wiroso : Jasa Lay


yanan Perb
bankan Sy
yariah

Sh
Sharff
Sharf adalah akad jual beli
suatu valuta dengan valuta
asing lainnya
Transaksi valuta asing pada
B kS
Bank
Syariah
i h (diluar
(dil
jual
j l beli
b li
banknotes) hanya dapat
dil k k untuk
t k tujuan
t j
li d
dilakukan
lindung
nilai (hedging) dan tidak
dib
dibenarkan
k untuk
t k tujuan
t j
spekulatif. (PSAK 59 pr 144)
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

22

Wiroso : Jasa Lay


yanan Perb
bankan Sy
yariah

R k
Rukun
(1)
(2)
(3)

(4)
(5)

Sharf

Penjual / Bai
Pembeli / Musytari
Mata uang yang diperjualbelikan / Sharf
Nilai tukar / Sirus Sharf
Ijab Qabul / Sighat

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

23

Wiroso : Jasa Lay


yanan Perb
bankan Sy
yariah

KETENTUAN JUAL BELI MATA UANG ASING (AL-SHARF)


(Fatwa DSN No. : 28/DSN
28/DSN-MUI/III/2002)
MUI/III/2002)

Ketentuan Umum
1.
2.
3.
4.

Tidak untuk spekulasi (untung-untungan)


Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga
( i
(simpanan)
)
Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis
maka nilainya harus sama dan secara tunai (at-taqabudh)
(at taqabudh)
Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai
tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dilakukan
dan secara tunai.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

24

yariah
Wiroso : Jasa Lay
yanan Perb
bankan Sy

KETENTUAN JUAL BELI MATA UANG ASING (AL-SHARF)


(Fatwa DSN No. : 28/DSN-MUI/III/2002)

Transaksi Spot, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valuta asing


(valas) untuk penyerahan pada saat itu ( over the counter) atau
penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari.
hari Hukumnya
adalah boleh, karena dianggap tunai, sedangkan waktu dua hari
dianggap sebagai proses penyelesaian yang tidak bisa dihindari dan
merupakan transaksi internasional.
Transaksi Forward, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valas yang
dinalainya ditetapkan pada saat sekarang dan diberlakukan untuk waktu
yang akan datang, antara 2 x 24 jam sampai dengan satu tahun.
haram karena harga yang digunakan adalah harga
Hukumnya adalah haram,
yang diperjanjikan (muwaadah) dan penyerahannya dilakukan
dikemudian hari, padahal harga pada waktu penyerahan tersebut belum
g nilai yang
y g disepakati,
p
, kecuali dilakukan dalam
tentu sama dengan
bentuk forward agreement untuk kebutuhan yang tidak dapat dihindari
(lil hajah)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

25

Wiroso : Jasa Lay


yanan Perb
bankan Sy
yariah

KETENTUAN JUAL BELI MATA UANG ASING (AL-SHARF)


(Fatwa DSN No. : 28/DSN-MUI/III/2002)

Transaksi Swap, yaitu suatu kontrak pembelian atau


penjualan valas dengan harga spot yang dikombinasikan
dengan pembelian antara penjualan valas yang sama dengan
harga forward. Hukumnya haram, karena pengandung
unsur maisir (spekulasi)
Transaksi Option, yaitu kontrak untuk memperoleh hak
dalam rangka membeli atau hak untuk menjual yang tidak
harus dilakukan atas sejumlah unit valuta asing pada harga
dan jjangka
g waktu atau tanggal
gg akhir tertentu. Hukumnya
y
haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

26

Wiroso : Jasa Lay


yanan Perb
bankan Sy
yariah

Bahasan keempat

Kafalah

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

27

Wiroso : Jasa Lay


yanan Perb
bankan Sy
yariah

Karakteristik Kafalah

(PSAK 59 - pr 149)

Kafalah adalah akad pemberian


jaminan yang diberikan oleh kaafil
(pejamin / bank) kepada makful
(penerima jaminan) dan penjamin
bertanggung jawab atas pemenuhan
k b li suatu
t kewajiban
k
jib yang menjadi
j di
kembali
hak penerima jaminan

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

28

Wiroso : Jasa Lay


yanan Perb
bankan Sy
yariah

Rukun Kafalah
Pihakk penjamin
Pih
j i /
kaafil
Pihak yang dijamin /
makful
Obyek penjaminan /
makful alaih
Ijab Qabul / sighat

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

29

Wiroso : Jasa Lay


yanan Perb
bankan Sy
yariah

JENIS KAFALAH
Kafalah bi an nafs

merupakan akad memberikan jaminan


atas diri (personal guarantee)

Kafalah
f l h bi
b all mall

merupakan
jaminan
pembayaran
p
j
p
y
hutang atau pelunasan hutang

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

30

Wiroso : Jasa Lay


yanan Perb
bankan Sy
yariah

Jenis Kafalah (lanjutan)


Kafalah bit Taslim

jenis ini biasa dilakukan untuk menjamin


pengembalian atas barang yang disewa pada
waktu masa sewa berakhir

Kafalah al munjazah

jaminan mutlak yang tidak dibatasi oleh jangka


waktu tertentu dan untuk kepentingan
p
g / tujuan
j
tertentu

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

31

Wiroso : Jasa Lay


yanan Perb
bankan Sy
yariah

Jenis kafalah (lanjutan)


Kafalah al mualaqah

jaminan ini merupakan


menyederhanaan dari kafalah al
munjazah dimana jaminan dibatasi
munjazah,
hanya untuk jangka waktu tertentu

Jakarta, Januari 2013

Fe fo mance Bonds (jaminan prestasi)


p estasi)
Ferformance

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

32

Wiroso : Jasa Lay


yanan Perb
bankan Sy
yariah

Ketentuan Kafalah
(Fatwa DSN No. 11/DSN-MUI/IV/2000)

Ketentuan umum :
1 Pernyataan ijab dan qabul harus dinyatakan
1.
oleh para pihak untuk menunjukkan kehendak
nereka dalam mengadakan kontrak (akad).
(akad)
2. Dalam akad kafalah, penjamin dapat menerima
imbalan (fee) sepanjang tidak memberatkan
3. Kafalah dengan imbalan bersifat mengikat dan
tidak
id k boleh
b l h dibatalkan
dib lk secara sepihak.
ih k

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

33

Wiroso : Jasa Lay


yanan Perb
bankan Sy
yariah

Ketentuan Kafalah
(Fatwa DSN No. 11/DSN-MUI/IV/2000)

1.

Pihak penjamin (Kafill)


a
a.
b.

2.

Pih k orang yang b


Pihak
berhutang
h t
(A
(Ashil,
hil Makfuulanhu)
M kf l h )
a.
b.

3.

Baligh (dewasa) dan berakal sehat


Berhak penuh untuk melakukan tindakan hokum dalam urusan hartanya
dan rela (ridha) dengan tanggungan kafalah tersebut
Sanggup menyerahkan tanggungannya (piutang) kepada penjamin
Dikenal oleh penjamin

Pihak orang yang berpiutang (Makfuul lahu)


a.
b.
c.

Diketahui identitasnya
Dapat hadir pada waktu akad atau memberikan kuasa.
Berakal sehat

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

34

Wiroso : Jasa Lay


yanan Perb
bankan Sy
yariah

Ketentuan Kafalah
(Fatwa DSN No. 11/DSN-MUI/IV/2000)

4. Obyek penjaminan (makfuul bihi)


a. Merupakan tanggungan pihak/orang yang berhutang, baik
berupa uang, benda, maupun pekerjaan
b. Bisa dilaksanakan oleh penjamin
c.

Harus merupakan piutang mengikat (lazim), yang tidak


mungkin dihapus kecuali setelah dibayar atau dibebaskan
dibebaskan.

d. Harus jelas nilai, jumlah dan spesifikasinya.


e. Tidak
Tid k b
bertentangan
t t
dengan
d
syariah
i h (dih
(diharamkan)
k )

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

35

Wiroso : Jasa Lay


yanan Perb
bankan Sy
yariah

Bahasan kelima

Rahn

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

36

Wiroso : Jasa Lay


yanan Perb
bankan Sy
yariah

Rahn
Pengertian

Akad penyerahan barang / harta (marhun) dari


nasabah (rahin) kepada bank (murtahin) sebagai
jaminan sebagian atau seluruh hutang

R k n
Rukun

Yang menggadaikan (Raahin)


Penerima gadai (Murtahin)
Harta yang digadaikan (Marhun)
Hutang (Marhun bih)
Ijab Qabul (Sighat)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

37

Wiroso : Jasa Lay


yanan Perb
bankan Sy
yariah

Ketentuan RAHN
(Fatwa DSN No. : 25/DSN-MUI/III/2002

Murtahin (penerima barang) mempunyai hak untuk menahan Marhun


(barang) sampai semua hutang Rahin (yang menyerahkan barang)
dilunasi
(2) Marhun dan manfaatnya tetap menjadi milik Rahin. Pada prinsipnya,
Marhun tidak boleh dimanfaatkan oleh Murtahin kecuali seizin Rahin,,
dengan tidak mengurangi nilai Marhun dan pemanfaatannya itu
sekedar pengganti biaya pemeliharaan dan perawatannya
(3) Pemeliharaan dan penyimpanan Marhun pada dasarnya menjadi
k
kewajiban
jib Rahin,
R hi namun dapat
d
t dilakukan
dil k k juga
j
oleh
l h Murtahin,
M t hi
sedangkan biaya pemeliharaan penyimpanan tetap menjadi kewajiban
Rahin
(4) Besar biaya pemeliharaan dan penyimpanan Marhun tidak boleh
ditentukan berdasarkan jumlah pinjaman
(1)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

38

Wiroso : Jasa Lay


yanan Perb
bankan Sy
yariah

Ketentuan RAHN

(Fatwa DSN No. : 25/DSN-MUI/III/2002

(5) Penjualan Marhun :


(a) Apabila jatuh tempo,
tempo Murtahin harus memperingatkan
Rahin untuk segera melunasi hutangnya
((b)) Apabila
p
Rahin tetap
p tidak dapat
p melunasi hutangnya,
g y ,
maka Marhun dijual / dieksekusi melalui lelang sesuai
syariah
(c) Hasil
H il penjualan
j l Marhun
M h digunakan
di
k untuk
t k melunasii
l
ii
hutang, biaya pemeliharaan dan penyimpaan yang
belum dibayar
y serta biaya
y penjualan.
p j
(d) Kelebihan hasil penjualan menjadi milik Rahin dan
kekurangannya menjadi kewajiban Rahin.
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

39

Wiroso : Jasa Lay


yanan Perb
bankan Sy
yariah

Ketentuan RAHN EMAS


(Fatwa DSN No. 26/DSN-MUI/III/2002)

1
1.
2.
3.
4.

Rahn Emas dibolehkan berdasarkan prinsip Rahn (lihat


Fatwa DSN nomor 25/DSN-MUI/III/2002 tentang Rahn)
Ongkos dan biaya penyimpanan barang gadai (marhun)
ditanggung oleh penggadai (rahin)
Ongkos
g
sebagaimana
g
dimaksud ayat
y 2 besarnya
y didasarkan
pada pengeluaran yang nyata-nyata diperlukan
Biaya penyimpanan barang gadai dilakukan berdasarkan
akad Ijarah.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

40

Wiroso : Jasa Lay


yanan Perb
bankan Sy
yariah

RAHN TASJILY

Fatwa NO: 68/DSN-MUI/III2008

Pertama : Ketentuan Umum

Rahn Tasjily adalah jaminan dalam bentuk barang atas utang tetapi
g jaminan
j
tersebut (marhun) tetap
p berada dalam penguasaan
p g
barang
(pemanfaatan) Rahin dan bukti kepemilikannya diserahkan kepada
murtahin;

Kedua: : Ketentuan Khusus

Bahwa pinjaman dengan menggadaikan barang sebagai jaminan utang


dalam bentuk Rahn Tasjily dibolehkan dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Rahin menyerahkan bukti kepemilikan barang kepada murtahin;
b. Penyimpanan barang jaminan dalam bentuk bukti sah kepemilikan atau
sertifikat tersebut tidak memindahkan kepemilikan barang ke Murtahin. Dan
apabila terjadi wanprestasi atau tidak dapat melunasi utangnya
utangnya, Marhun
dapat dijual paksa/dieksekusi langsung baik melalui lelang atau dijual ke
pihak lain sesuai prinsip syariah;

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

41

Wiroso : Jasa Lay


yanan Perb
bankan Sy
yariah

RAHN TASJILY

Fatwa NO: 68/DSN-MUI/III2008

c Rahin memberikan wewenang kepada Murtahin untuk mengeksekusi


c.
barang tersebut apabila terjadi wanprestasi atau tidak dapat melunasi
utangnya;
g marhun oleh rahin harus dalam batas kewajaran
j
d. Pemanfaatan barang
sesuai kesepakatan;
e. Murtahin dapat mengenakan biaya pemeliharaan dan penyimpanan
barang marhun (berupa bukti sah kepemilikan atau sertifikat) yang
dit
ditanggung
oleh
l h rahin
hi ;
f. Besaran biaya pemeliharaan dan penyimpanan barang marhun tidak
boleh dikaitkan dengan jumlah pinjaman yang diberikan;
g. Besaran
B
bi
biaya sebagaimana
b
i
dimaksud
di k d huruf
h f e tersebut
t
b t didasarkan
did
k pada
d
pengeluaran yang riil dan beban lainnya berdasarkan akad Ijarah.
h. Biaya asuransi pembiayaan Rahn Tasjily ditanggung oleh Rahin.

Ketiga : Ketentuan-ketentuan umum fatwa No.25/DSN-MUI/III/2002

tentang Rahn yang terkait dengan pelaksanaan akad Rahn Tasjily tetap
berlaku
berlaku.
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

42

Prinsip Dasar Perbankan


S i h
Syariah

Perhitungan
P
hit
Pembagian
P
b i
Hasil Usaha

This training material is solely for the use of training participants. No part of it may be circulated,
quoted, or reproduced for distribution inside or outside the training participants organization without
prior written approval from International Center for Development Islamic Finance (ICDIF) Indonesian
Banking Development Institute (LPPI)

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Distribusi hasil usaha


(Pembagian Hasil Usaha)

Perhitungan pembagian hasil usaha


antara shahibul maal (p
(pemilik dana))
dengan mudharib (pengelola dana),
atas hasil usaha yyang
g diperoleh
p
dengan
g
akad mudharabah
Perhitungan selalu dilakukan mudharib

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Pembagian
Hasil Usaha
Bank Syariah

Prinsip
p Bagi
g Hasil
Sistem Bagi Hasil
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Landasan syariah
Revenue Sharing
Syafii
y
: Mudharib tidak boleh
menggunakan harta mudharib sebagai
biaya baik dalam keadaan menetap
maupun bepergian (diperjalanan).
K
Karena mudharib
dh ib telah
t l h mendapatkan
d
tk bagian
b i
keuntungan, maka ia tidak berhak mendapatkan
sesuatu (nafkah) dari harta itu => mendapat
b i yang lebih
bagian
l bih besar
b
dari
d i Rabbul
R bb l maall

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Landasan syariah
g
Profit sharing

Abu Hanifah, Malik, Zaidiyah : Mudharib dapat


membelanjakan harta mudharabah hanya bila
perdagangannya itu diperjalanan saja baik itu
berupa biaya makan, minum, pakaian dsb
Imam Hambali
b l :

Membolehkan mudharib untuk menafkahkan


sebagian dari harta mudharabah baik dalam
keadaan menetap atau bepergian dengan ijin
Rabbul maal
Besarnya nafkah yang boleh digunakan adalah
nafkah
fk h yang telah
l h dik
dikenall (menurut
(
kebiasaan)
k bi
)
para pedagang dan tidak boleh boros.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Landasan syariah manfaat /


keuntungan wadiah
Imam Malik, Al Laits, Abu Yusuf
Jika ia mengembalikan harta, maka keuntungan
tersebut halal walaupun dengan cara menghasab
((menggunakan
gg
tanpa
p ijin)
j )

Abu Hanifah, Zufar, Muhammad bin Al


Hasan:
Mengembalikan pokok harta (yang dititipkan
kepadanya) sedangkan keuntungannya
disedekahkan.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

PRINSIP DISTRIBUSI HASIL USAHA DALAM


LEMBAGA KEUANGAN SYARI'AH
(NO: 15/DSN-MUI/IX/2000)

pembagian hasil usaha di antara para


pihak (mitra) dalam suatu bentuk usaha
kerjasama boleh didasarkan:
pada prinsip Bagi Untung (Profit Sharing),
)
yakni bagi hasil yang dihitung dari
pendapatan setelah dikurangi modal (rasu
al-mal
l
l) dan
d biaya-biaya,
b
b
pada prinsip Bagi Hasil (Net Revenue
Sharing),
) yakni bagi hasil yang dihitung dari
pendapatan setelah dikurangi modal
(rasu al-mal);

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

PRINSIP DISTRIBUSI HASIL USAHA DALAM


LEMBAGA KEUANGAN SYARI'AH
(NO: 15/DSN-MUI/IX/2000)

Ketentuan Umum
1 Pada dasarnya,
1.
dasarnya LKS boleh menggunakan prinsip Bagi
Hasil (Net Revenue Sharing) maupun Bagi Untung
(Profit Sharing) dalam pembagian hasil usaha dengan
mitra (nasabah)-nya.
2. Dilihat dari segi kemaslahatan (al
al-ashlah
ashlah), saat ini,
pembagian hasil usaha sebaiknya digunakan prinsip
Bagi Hasil (Net Revenue Sharing).
3. Penetapan prinsip pembagian hasil usaha yang dipilih
harus disepakati dalam akad.
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

SISTEM DISTRIBUSI HASIL USAHA DALAM LEMBAGA


KEUANGAN SYARI'AH
NO: 14/DSN-MUI/IX/2000

1. Pada prinsipnya, LKS boleh menggunakan sistem


Accrual Basis maupun Cash Basis dalam administrasi
keuangan.
2. Dilihat dari segi
g kemaslahatan (al-ashlah), dalam
pencatatan sebaiknya digunakan sistem Accrual Basis;
akan tetapi, dalam distribusi hasil usaha hendaknya
ditentukan atas dasar penerimaan yang benar-benar
benar benar
terjadi (Cash Basis).
3. Penetapan sistem yang dipilih harus disepakati dalam
akad.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Prinsip Distribusi Hasil Usaha


Uraian
Penjualan
Harga pokok penjualan
Laba kotor
eba
Beban
Laba rugi bersih

Jakarta, Januari 2013

Jumlah

Metode

100
65
--------35 Net Revenue sharing
25
5
--------10 Profit Sharing

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

10

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

P b di
Perbandingan
pembagian
b i
hasil
h il usaha
h
Penjualan
j
(Revenue)
(
)
Modal / hpp (Cost)

100
90
----Laba kotor (gross profit) 10

Nisbah
Nasabah (sebagai mudharib) : 60
Bank syariah (shahibul maal) : 40

PEMBAGIAN HASIL USAHA

Dari penjualan

Dari laba kotor

Nasabah sbg mudharib (60)

60

Bank Syariah sbg pemilik dana (40)

40

Jika pembagian dari penjualan (omzet) Nasabah


sebagai mudharib menanggung risiko kerugian 36
tdk sesuai dengan
g prinsip
p
p mudharabah

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

11

bagi hasil

Lap L/R Pengelolaan Dana


M dh
Mudharabah
b h ((sbg
b mudharib)
dh ib)

Pendapatan penyaluran
Mudharabah

Pendapatan:
Pengelolaan dana

(-/-)

Bagi hasil (prinsip bagi hasil)


Margin (prinsip jual beli)
Lainnya (SWBI, IMA dsb)

Revenue sharing

Hak pihak ketiga atas bagi


hasil Investasi Tidak Terikat

T b l
Tabel

(+/+)

(-/-)

Pendapatan :

Fee base income

Beban Pengelolaan Mudharabah

(-/-)
Beban mudharib:
m dha ib

Beban Tenaga kerja


Beban Administrasi
Beban
Beban Opr Lainnya

Laba / rugi
Jakarta, Januari 2013

Shahibul
maal

Profi
fit sharingg

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Lap Laba Rugi Bank


Sistem
( b mudharib
(sbg
dh ib + LKS)

Beban
Beban
Beban
Beban

tenaga kerja mudharabah


administrasi mudharabah
penyusutan mudharabah
opr mudharabah lainnya

=
Laba/Rugi Mudharabah

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

12

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Gross profit bagi bank syariah

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

13

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Pembagian
Hasil Usaha
Bank Syariah

Pendapatan
p
dibagikan
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

14

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Faktor yang mempengaruhi


pendapatan
p
p
dibagikan:
g
Sumber dana
Penyaluran dana
Pendapatan cash
basis penyaluran dana
(pendapatan usaha
utama)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

15

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

S
Sumber
b D
Dana
Sumber dana dengan prinsip MUDHARABAH =>
tabungan, deposito dsb
Sumber
S b dana
d
dengan
d
prinsip
i i WADIAH dapat
d
diperhitungan dalam profit distribusi dengan
ketentuan:
Semua hasil yang diperoleh menjadi milik bank
syariah
Dapat dipergunakan sebagai dasar perhitungan
pemberian bonus (jika ada) oleh bank syariah kepada
nasabah wadiah
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

16

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Penyaluran dana
Penyaluran dana dengan prinsip jual beli:
Piutang murabahah
Piutang Salam
Piutang
i
Istishna
i h

Penyaluran dana dengan prinsip ujroh


Aktiva Ijarah
Aktiva Ijarah Muntahia Bittamlik
Uang
U
Muka
M k Sewa
S
disewakan
di
k kembali
k b li

Penyaluran dana dengan prinsip bagi hasil


IInvestasi
t i Mudharabah
M dh b h
Investasi Musyarakah
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

17

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Pendapatan bersih penyaluran dana


(
(pendapatan
d
t
usaha
h utama)
t
)
Pendapatan dari jual beli:
pendapatan marjin murabahah;
pendapatan bersih salam paralel;
pendapatan bersih istishna paralel;

Pendapatan dari sewa:


pendapatan bersih ijarah;

Pendapatan
d
dari
d bagi
b
hasil:
h l
pendapatan bagi hasil mudharabah;
pendapatan bagi hasil musyarakah;

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

18

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Contoh Pendapatan Neto Usaha Utama


PENDAPATAN MARGIN MURABAHAH
Pendapatan Margin Murabahah
Diskon Murabahah (setelah akad)
Pengurang :
Potongan Pelunasan Piutang Mbh (Dr)
Potongan Angs Piutang Mbh - Prestasi (Dr)
( )
Jumlah pengurang pendapatan
Total pendapatan bersih murabahah

Rp. 150.000
Rp. 50.000
(Rp. 60.000)
(
(Rp.
10.000))
(Rp. 70.000)
Rp. 130.000

PENDAPATAN SALAM
Pendapatan Keutungan salam
K
Keuntungan
t
Penyerahan
P
h A
Asett Salam
S l
Pengurang :
Kerugian Penyerahan Aset Salam (Dr)
Kerugian Salam (Dr.)
(Dr )
Jumlah pengurang pendapatan salam
Total pendapatan bersih salam

Jakarta, Januari 2013

Rp. 100.000
R
Rp.
20
20.000
000
(Rp. 10.000)
(Rp 50
(Rp.
50.000)
000)
(Rp. 60.000)
Rp. 60.000

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

19

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Contoh Pendapatan Neto Usaha Utama


PENDAPATAN MARGIN ISTISHNA'
Pendapatan Margin Istishna
Pot Pelunasan Piut Istishna (Dr)
Pot Angsuran Piut Istishna (Dr)

Rp. 100.000
(Rp. 20.000)
(Rp. 10.000)
((Rp.
p 30.000))

Pendapatan istishna sbg penjual


Pendapatan Istishna (Istishna Revenue)
Harga pokok Istishna (Cost of Istishna) Dr
Pendapatan istishna sbg produsen
Total pendapatan bersih istishna

Jakarta, Januari 2013

Rp. 70.000
Rp.200.000
(Rp.150.000)
Rp.50.000
Rp. 120.000

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

20

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Contoh Pendapatan Neto Usaha Utama


PENDAPATAN IJARAH
Pendapatan Sewa Ijarah
Pengurang :
Biaya Penyusutan. Aktiva Ijarah (Dr)
(Rp. 150.000)
Biaya Pemeliharaan Aktiva Ijarah (Dr) (Rp. 50.000)
Biaya Perbaikan Aktiva Ijarah (Dr)
( )
(
(Rp.
25.000))
Biaya lainnya (Dr)
(Rp. 25.000)
Jumlah penguran pendapatan Ijarah
P d
Pendapatan
t neto
t Ijarah
Ij
h

Rp. 300.000

(Rp. 250.000)
R
Rp.
50
50.000
000

PENDAPATAN IJARAH LANJUT


Pendapatan
P
d
t Sewa
S
Lanjut
L j t
Biaya Amortisasi Sewa Lanjut (Dr)
Pendapatan neto Sewa (Ijarah) Lanjut
Pendapatan Multijasa
Biaya Amortisasi Multijasa (Dr)
Pendapatan neto Multijasa

Jakarta, Januari 2013

Rp. 100
R
100.000
000
(Rp. 80.000)
Rp. 20.000
Rp. 150
Rp
150.000
000
(Rp. 100.000)

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Rp. 50.000

21

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Contoh Pendapatan
p
Neto Usaha Utama
PENDAPATAN IMBT
Pendapatan Sewa IMBT
Pendapatan Keuntungan Pelepasan
Pengurang :
Biaya Penyusutan Aktiva IMBT (Dr)
Biaya Pemeliharaan Aktiva IMBT(Dr)
Biaya Perbaikan Aktiva IMBT (Dr)
Kerugian Pelepasan Aktiva Ijarah (Dr)
Jumlah pengurang pendapatan IMBT
Total pendapat neto IMBT

Jakarta, Januari 2013

Rp. 250
Rp
250.000
000
Rp. 20.000
(Rp. 120
(Rp
120.000)
000)
(Rp. 30.000)
(Rp. 10.000)
(Rp. 10.000)

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

(Rp.170.000)
Rp. 100.000

22

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Contoh Pendapatan
p
Neto Usaha Utama
PENDAPATAN BAGI HASIL MUDHARABAH
Pendapatan Bagi Hasil Mudharabah
Keuntungan Penyerahan Aset Mudharabah
Keuntungan Pengembalian Aset Mudharabah
Pengurang :
Kerugian Penyerahan Aset Mudharabah (Dr.)
Kerugian Pengembalian Aset Mudharabah (Dr.
Biaya Penurunan Nilai Investasi Mdh (Dr)
Pendptan Amort Keuntungan mdh Tangguhan

Rp. 250
Rp
250.000
000
Rp. 50.000
Rp. 20.000

(Rp. 50.000)
(Rp. 10.000)
Rp. 60.000
(Rp.10.000)
(Rp. 50.000)
Kerugian
g
Investasi Mudharabah ((Dr))
((Rp.
p 10.000))
Jumlah pengurang pendapatan investasi mudharabah
(Rp. 120.000)
Total pendapatan bersih investasi mudharabah
Rp. 200.000

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

23

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Contoh Pendapatan
p
Neto Usaha Utama
PENDAPATAN BAGI HASIL MUSYARAKAH
Pendapatan Bagi Hasil Musyarakah
Keuntungan Penyerahan Aset Musyarakah
Keuntungan Pengembalian Aset Musyarakah
Jumlah pendapatan investasi musyarakah
Pengurang :
Kerugian Penyerahan Aset Musyarakah (Dr)
100 000
100.000
Kerugian Pengembalian Aset Musyarakah (Dr.)
20.000
Biaya Penurunan Nilai Investasi Musyarakah (Dr) 100.000
Pendptan
p
Amortisasi Keuntungan
g Msy
y Tghan
g
( 30.000))
70.000
Kerugian Investasi Musyarakah(Dr)
30.000
Jumlah p
pengurang
g
g hasil investasi musyarakah
y
Total pendapatan bersih investasi musyarakah

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

500.000
50.000
20 000
20.000
570.000

220.000
300.000

24

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Pendapatan yang akan dibagikan


No

Penghimpunan
dana

Penyaluran
dana

Pendapatan
penyaluran

Pendapatan yg
dibagikan

Keterangan

1.

150.000

150.000

325

325

Semua pendapatan penyaluran


dibagikan

150.000

175.000

350

312

150.000 / 175.000 x 350


Sebesar porsi penghimpunan dana
saja

3.

150.000

125.000

275

275

Semua pendapatan dibagikan


Ada dana yang belum disalurkan

Strategi peningkatan bagi hasil


Apabila DPK mudharabah tdk
tersalurkan,
l k maka
k diberhentikan
dib h ik
penghimpunan dana mudharabah

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

25

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Rumus Perhitungan Bagi Hasil Pemilik Dana


(individu rekening)
1. Bagi hasil => dengan mempergunakan return kelompok produk dan
nisbah yang sama dengan nisbah produk yang tercantum dalam tabel
pembagian hasil usaha
So rata2 harian rek x HBH x return produk
---------------------------------------------------365 x 100
2. Bagi hasil => dengan mempergunakan return total pendapatan
So rata2
S
t 2h
harian
i rekk x HBH x (nisbah
( i b h nasabah
b h x return
t
total
t t l pendptan)
d t )
--------------------------------------------------------------------------------------365 x 100
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

26

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Rumus Perhitungan Bagi Hasil Kepada Pemilik Dana


((individu rekening)
g)
3. Bagi
g hasil => dengan
g mempergunakan
p g
hasil investasi per
p seribu (mil)
( )
So rata2 harian rek
1 000
1.000

H I per mil

Nisbah nasabah

4. Bagi hasil => individu per total produk


So rata2 harian rek

Pendapatan produk

So rata2 total produk

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

27

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Pembagian
Hasil Usaha
Bank Syariah

Cara perhitungan
distribusi hasil
usaha
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

28

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Cara perhitungan pembagian hasil usaha

Tabel distribusi hasil


usaha (profit distribution)
Perhitungan
P hit
setiap
ti seribu
ib
rupiah (h.i per mil)
Return pendapatan yang
akan dibagikan
g

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

29

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Cara
perhitungan
hit
distribusi

Distribusi
Di
t ib i dengan
d
tabel (Tabel Profit
Di t ib ti )
Distribution)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

30

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

TABEL PERHITUNGAN PEMBAGIAN HASIL USAHA


Jenis Simpanan

Saldo
2
Rata2
harian

Pendapatan
d
mudharabah

Nisbah

Pend.

Rtn.

Nisbah

Pend.

(%)

Porsi penyimpan dana

Porsi Bank

(B X C)

(B X E)

Giro Wadiah

A1

B1

00

D1

100

F1

Tab. Mudharabah

A2

B2

45

D2

55

F2

Dep. Mudharabah
1 bulan

IDR

A3

B3

65

D3

35

F3

3 bulan

IDR

A4

B4

66

D4

34

F4

6 bulan

IDR

A5

B5

66

D5

34

F5

12 bulan

IDR

A6

B6

63

D6

37

F6

Tot-A

Tot-B

TOTAL

Jakarta, Januari 2013

Tot-D

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Tot-F

31

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

K t kolom
Ket
k l
A - saldo
ld rata-rata
t
t harian
h i
Sumbernya : dari saldo SSL yang bersangkutan
so tgl ke-1 + so tgl ke-2 + dst ..+ tgl tutup buku
--------------------------------------------------------------------------

Jumlah hari dalam bulan ybs (n hari)

Tutup buku April =>28 April


Tanggal
a gga ke-1
e 29
9 April
p
Tanggal ke-2 30 April dst

Tutup buku bulan Mei 30 Mei


n hari (hari bagi hasil) =>29 April 30 Mei = 32
hari
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

32

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

K t
Keterangan
Kolom
K l
-B
Porsi Pendapatan Yang Akan dibagihasilkan (Tot-B)

Saldo rata sumber dana


------------------------------- x
Soldo rata penyaluran dana

Jakarta, Januari 2013

Pendapatan
y
dana
Penyaluran
(cash basis)

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

33

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Ket kolom B - pendapatan kelompok produk

misalnya pendapatan tabungan mudharabah (B2)


Saldo rata2 tabungan mdh (A2)
------------------------------------- x total pendapatan (Tot-B)
Total sumber dana (Tot-A)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

34

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Ket kolom D pendapatan hak kelompok produk

Rumus :
Pendapatan kelompok dana x Nisbah umum
Nasabah

Misalnya
Mi l
tabungan
t b
(D2)
B2 (kolom B) x C 2 (kolom c)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

35

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Ket kolom Return


Rumus perhitungan Return
Pendapatan
365
--------------------------- x ---------Saldo rata sumber dana n hari (riil)

Contoh dalam tabel:

Return produk tabungan


(D2/A2) X (365/ n hari)
Return total pendapatan
(B2/A2) X (365 / n hari) atau
(Tot-B / Tot-A) x (365 / n hari)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

36

Dijamian oleh pemerintah jika:

Penjaminan
n Simpanan
n Nasabah
Bank Be
erdasarkan Prinsip
Syariah

Dana < 2 milyard


Return < 6%

PP No
o 39 / 2
2005

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Program penjaminan (LPS) ?

Jakarta, Januari 2013

Bank Syariah ikut program penjaminan tetapi


bank syariah tidak menjaminan ikut penjaminan

Bank syariah tidak bisa menjamin return


selalu dibawah % ditetapkan oleh LPS
IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

37

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Rumus Perhitungan Bagi Hasil Pemilik Dana (individu


rekening)
1. Bagi hasil => dengan mempergunakan return kelompok produk dan
nisbah yang sama dengan nisbah produk yang tercantum dalam tabel
pembagian hasil usaha
So rata2 harian rek x HBH x return produk
---------------------------------------------------365 x 100
2. Bagi hasil => dengan mempergunakan return total pendapatan
So rata2
S
t 2h
harian
i rekk x HBH x (nisbah
( i b h nasabah
b h x return
t
total
t t l pendptan)
d t )
--------------------------------------------------------------------------------------365 x 100
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

38

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Cara
perhitungan
hit
distribusi

Distribusi Hasil per


mil (setiap seribu)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

39

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Rumus
perhitungan
h i per mil
h.i.

DPKM - 5% GWM (G)


Total Pendapatan (D)
------------------------ x ------------------------ x
T t l IInvestasi
Total
t i (J)
DPKM (E)

1000

Pendapatan dibagikan (tot B)


----------------------------------- x 1000
S b dana
Sumber
d
(tot
(t t A)
(lihat tabel distribusi)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

40

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Rumus perhitungan bagi hasil individu rekening


So rata2 harian rek
1.000

H I per mil

Nisbah nasabah

Rumus perhitungan bagi hasil individu rekening


(penyempurnaan)
So rata2 harian rek
---------------------1000

Jakarta, Januari 2013

x H I per mil

Nisbah nasabah x

Lama pengendapatan dana


-------------------------------n hari (hari distribusi)

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

41

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Contoh perhitungan Bagi Hasil Lain


DPKM (Dana Pihak Ketiga Mudharabah) yaitu Dana Nasabah
dengan Akad Mudharabah

90 000 000
90.000.000

DPKM yang dapat disalurkan pada pembiayaan = DPKM x (1GWM =>


> simpanan wajib pd Bank Indonesia =5%)
5%)

85.500.000

Dana bank

14.500.000

Pembiayaan yang disalurkan

100 000 000


100.000.000

Pendapatan dari penayaluran pembiayaan

1.666.667

Pendapatan Investasi dari setiap 1000 DPKM

15 83
15,83

B
1
E = --- X D X --- X 1.000
C
A

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

42

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Contoh Perhitungan Bagi Hasil


Contoh :
Tuan Ahmad memiliki deposito Mudharabah di BMI sebesar Rp. 10 juta
d
dengan
nisbah
i b h nasabah
b h 71 dan
d BMI 29,
29 d
dan masa pengendapatan
d
selama
l
satu
bulan
Pendapatan Investasi dari setiap 1000 DPKM

15,83

Saldo rata-rata harian

10.000.000,00

Nisbah nasabah (disepakati awal akad)

71 00
71,00

Porsi bagi hasil untuk nasabah bulan ini (rupiah)

112.393,00

F
G
H = ------- X E X -----1.000
100

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

43

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Cara
perhitungan
hit
distribusi

Return total
pendapatan
yang dibagikan
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

44

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Return Total Pendapatan yang akan dibagi


Pendapatan Dibagikan (tot B)
365
------------------------------------ x -------------Saldo rata sumber dana (tot A) n hari (riil)
((lihat tabel distribusi))

Return produk
Return Total Pendapatan x Nisbah Umum Produk
= Return Produk
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

45

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

So rata2 harian rek x HBH x (nisbah nasabah x return total pendptan)


--------------------------------------------------------------------------------------365 x 100

Itu lho rumus


perhitungan bagi
hasil Individu
Rekening
k

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

46

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Pembagian
Hasil Usaha
Bank Syariah

Contoh
p
perhitungan
g
bagi hasil
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

47

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

D t d t P
Data-data
Perhitungan
hit
pembagian
b i hasil
h il usaha
h
Sumber dana
Prinsip Wadiah

Pendapatan
cash basis

Penyaluran dana

Saldo Rata2

Prinsip Bagi Hasil

Tabungan wadiah

40.000.000

Pembiayaan Mudharabah

30.000.000

200.000

Giro wadiah

30.000.000

Pembiayaan Musyarakah

20.000.000

200.000

Sub total

50.000.000

400.000

Sub total

70.000.000

Prinsip Jual Beli

Prinsip Mudharabah
Deposito Mudharabah

50 000 000
50.000.000

Murabahah

50 000 000
50.000.000

250 000
250.000

Tabungan Mudharabah

30.000.000

Salam & Salam Paralel

20.000.000

100.000

80.000.000

Istishna & Istishna Pr

20.000.000

50.000

Sub total

90 000 000
90.000.000

400 000
400.000

Ijarah & IMB

20.000.000

200.000

Sub total

20 000 000
20.000.000

200 000
200.000

40.000.000

500.000

200 000 000


200.000.000

1 500 000
1.500.000

Sub total

Prinsip Ujroh (Sewa)

Lainnya
Sertifikat IMA

Total Penyaluran
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

48

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Informasi tambahan deposito mudharabah


Jenis dana

Saldo rata2

Nisbah SM

Nisbah MD

Deposito Mudharabah
1 bulan

20.000.000

65

35

3 bulan

10.000.000

66

34

6 bulan

15.000.000

66

34

12 bulan
b l

5 000 000
5.000.000

63

37

Tutup buku dilakukan pada tgl 29 Juni


dan hari perhitungan bagi hasil : 30 hari (riil hari)
Pertanyaan
y
((1):
)
A. Buatlah perhitungan pembagian hasil usaha (profit distribution)
B. Hitung indikasi rate (return) untuk masing-masing kelompok dana
D. Hitung indikasi rate dari total pendapatan.
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

49

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Perhitungan bagi hasil induvidu rekening

Apabila Abdullah memiliki saldo rata-rata dalam


rekeningnya sebesar Rp.10.000.000,-Pertanyaan (2):
A
A.
B.

Hitung bagi hasil yang diberikan kepada Abdullah jika diberikan nisbah
normal (45)
Hitung bagi hasil yang diberikan kepada Abdullah, jika diberikan special
nisbah yaitu 80 untuk nasabah dan 20 untuk bank syariah

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

50

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

P hit
Perhitungan
bagi
b i hasil
h il individu
i di id deposito
d
it

Ahmad tgl 25 Juni menginvestasikan uangnya dalam


bentuk deposito mudharabah sebesar Rp. 5.000.000,untuk jangka waktu satu bulan
Pertanyaan (3):
Hitung bagi hasil yang diberikan kepada Ahmad jika:
A. Bagi Hasil dibayarkan dengan nisbah normal:
(1) pada ulang tanggal.
(2) setiap
ti akhir
khi bulan
b l

B.

Bagi
g Hasil dibayarkan
y
dengan
g special
p
nisbah (80
( untuk nasabah
dan 20 untuk bank)
(1) pada setiap ulang tanggal
(2) setiap akhir bulan

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

51

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Jawaban
J
b C
Caraii k
kesatu
t
DISTRIBUSI DENGAN
TABEL
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

52

PERHITUNGAN PROFIT DISTRIBUTION (Tabel-1)


Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

(Wadiah dikutsertakan dalam Tabel Distribusi Pendapatan)

Jenis Simpanan

P
Porsi
i penyimpan
i
dana
d

P
Porsi
iB
Bank
k

Saldo Rata2
harian

Penda
Patan

Nisbah

Pend.

Rtn.

Nisbah

Pend.

(%)

(B X C)
00

(B X E)

Wadiah (giro,tab)

70.000.000

525.000

Bonus

00

----

Tab. Mudharabah

30.000.000

225.000

45

101.250

4.10625

55

150.000

65

97.500

5.93125

35

525.000

Dep. Mudharabah
1 bulan

Rph

20.000.000

3 bulan

Rph

10.000.000

66

34

6 bulan

Rph

15.000.000

66

34

12 bulan

Rph

5.000.000

63

37

TOTAL

150.000.000
Lihat slide : 57

Jakarta, Januari 2013

1.125.000
Lihat slide : 58

Lihat slide : 59

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Lihat slide : 60

53

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

PERHITUNGAN PROFIT DISTRIBUTION (Tabel-2)


(Wadiah - tidak dikutsertakan - dalam Tabel Distribusi Pendapatan)

Jenis Simpanan

Porsi penyimpan dana

Porsi Bank

Saldo Rata2
harian

Penda
Patan

Nisbah

Pend.

Rtn.

Nisbah

Pend.

(%)

(B X C)

(B X E)

Wadiah (giro, tab)

---

---

---

---

---

----

Tab. Mudharabah

30.000.000

225.000

45

101.250

150.000

65

35

---

55

Dep. Mudharabah
1 bulan

Rph

20.000.000

3 bulan

Rph

10.000.000

66

34

6 bulan

Rph

15.000.000

66

34

12 bulan

Rph

5.000.000

63

37

TOTAL

Jakarta, Januari 2013

80.000.000

600.000

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

54

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Perhitungan Kolom B
Saldo rata sumber dana
------------------------------- x Pendapatan penyaluran dana (cash Basis)
Soldo rata penyaluran dana

Sumber dana

Wadiah
Mudharabah
Penyaluran
y
dana
Pendapatan Cash Basis

:
:
:
:

70 jt
j
80 jt
200 jjt
1,5 jt

Pendapatan
e dapata yang
ya g dibagi
d bag (Tot
( ot B))
Sumber dana Wadiah + Mudharabah (tabel 1)

150 jjt / 200 jt


j x 1,5 jt
j = 1.125.000

Sumber dana Mudharabah saja (tabel 2)

80 jt / 200 jt x 1,5 jt = 600.000

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

55

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Perhitungan Kolom B
Saldo
S
ld rata2
2 tabungan
b
mdh
dh (A2)
------------------------------------- x total pendapatan (Tot-B)
Total sumber dana (Tot-A)

Pendapatan Wadiah (B1)


Sumber dana (A1): 70 jt

B1 = 70 jt / 150 jt x 1.125.000 = 525.000

Pendapatan Tabungan Mudharabah (B2)


Sumber dana (A2): 30 jt

B2 = 30 jt / 150 jt x 1
1.125.000
125 000 = 225.000
225 000

Pendapatan Deposito 1 bulan (B3)


Sumber dana (A3): 20 jt

B3 = 20 jt / 150 jt x 1.125.000 = 150.000

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

56

Perhitungan Kolom D
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Rumus :

Pendapatan kelompok dana x Nisbah umum Nasabah

Kolom B X kolom C

Pendapatan milik Tabung Mudharabah (D2)


Nisbah
Ni b h
N b h (C2) : 45
Nasabah
B2 = 225.000
D2 = 0,45 x 225.000 = 101.250

Pendapatan
p
milik Deposan
p
1 bulan (D3)
( )
Nisbah
Nasabah (C3) : 65
B3 = 150.000
D3 = 0,65 x 150.000 = 97.500

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

57

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Return Produk
Pendapatan
365
--------------------------- x ---------Saldo rata sumber dana
n hari (riil)

Return Tabungan

Pendapatan (D2)
Sumber dana (A2)
Return produk

: 101.250
101 250
: 30 jt
: 101.250/30jt x (365/30) = 4,10625 %

Return Deposito
p
1 bulan

Pendapatan (D3)
Sumber dana (A3)
Return produk

Jakarta, Januari 2013

: 97.500
: 20 jt
: 97.500/20jt x (365/30) = 5.93125%

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

58

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

PERHITUNGAN PROFIT DISTRIBUTION (Tabel-1)


(Wadiah dikutsertakan dalam Tabel Distribusi Pendapatan)

Jenis Simpanan

Porsi penyimpan dana

Porsi Bank

Saldo Rata2
harian

Penda
Patan

Nisbah

Pend.

Rtn.

Nisbah

Pend.

(%)

(B X C)
Giro Wadiah

70 000 000
70.000.000

525 000
525.000

Bonus

Tab. Mudharabah

30.000.000

225.000

45

101.250

(B X E)
----

525 000
525.000

4,10625

55

123.750

Dep. Mudharabah
1 bulan

Rph

20.000.000

150.000

65

97.500

5,93125

35

52.500

3 bulan

Rph

10.000.000

75.000

66

49.500

6,02250

34

25.500

6 bulan

Rph
p

15.000.000

112.500

66

74.250

6.02250

34

38.250

12 bulan

Rph

5.000.000

37.500

63

23.625

5,74875

37

13.875

150.000.000

1.125.000

TOTAL

Jakarta, Januari 2013

346.125

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

778.875

59

PERHITUNGAN PROFIT DISTRIBUTION (Tabel-2)


(Tabel 2)
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

(Wadiah - tidak dikutsertakan - dalam Tabel Distribusi Pendapatan)

Jenis Simpanan

Porsi penyimpan dana

Porsi Bank

Saldo Rata2
harian

Penda
Patan

Nisbah

Pend.

Rtn.

Nisbah

Pend.

(%)

(B X C)
Giro Wadiah
Tab. Mudharabah

(B X E)

---

---

---

---

---

----

---

30.000.000

225.000

45

101.250

4,10625
,

55

123.750

Dep. Mudharabah
1 bulan

Rph

20 000 000
20.000.000

150 000
150.000

65

97 500
97.500

5 93125
5,93125

35

52 500
52.500

3 bulan

Rph

10.000.000

75.000

66

49.500

6,02250

34

25.500

6 bulan

Rph

15.000.000

112.500

66

74.250

6.02250

34

38.250

12 bulan

Rph

5.000.000

37.500

63

23.625

5,74875

37

13.875

80.000.000

600.000

TOTAL

Jakarta, Januari 2013

346.125

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

253.875

60

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Jawaban
J
b cara kedua
k d
HASIL INVESTASI PER
SERIBU ( HI PER MIL)
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

61

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Perhitungan hasil investasi per mil

1A

DPKM - 5% GWM (G)


Total Pendapatan (D)
------------------------ x ------------------------ x
Total Investasi (J)
DPKM (E)

1000

DPKM wadiah & Mdh (tanpa GWM) Rp. 150.000.000


Total Investasi (penyaluran dana)
Rp. 200.000.000
Pendapatan cash basis investasi
Rp.
1.500.000
HI per mil:
150.000.000
---------------200.000.000

Jakarta, Januari 2013

1.500.000
--------------150.000.000

X 1.000 = 7,5

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

62

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Perhitungan hasil investasi per mil

1B

DPKM - 5% GWM (G)


Total Pendapatan (D)
------------------------ x ------------------------ x
Total Investasi (J)
DPKM (E)

DPKM mudharabah (tanpa GWM)


Total Investasi ( penyaluran dana)
Pendapatan cash basis investasi
HI per mil:
80.000.000
---------------200.000.000

Jakarta, Januari 2013

1.500.000
------------80.000.000

1000

Rp. 80.000.000
Rp. 200.000.000
Rp. 1.500.000

X 1.000 = 7,5

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

63

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Perhitungan Hasil Investasi per mil

Pendapatan dibagikan (tot B)


----------------------------------- x 1000
Sumber dana (tot A)
(lihat tabel distribusi)

Pendapatan
P d
t yg dib
dibagii
(tot-B)

: 1.125.000

Sumber
S b dana
d
(tot-A)

: 150 jt

H.i.per-mil
H i pe mil
1.125.000 /150jt x Rp. 1.000 = Rp. 7,50

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

64

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Perhitungan prosentase hi per mil


(hi per mil/1000) x (nisbah/100) x (365/hari bulan berjalan)

Return tabungan
(7 5/1000) x (45/100) x (365/30) = 4,10625
(7,5/1000)
4 10625 % pa

Return deposito 1 bulan


(7,5/1000) x (65/100) x (365/30) = 5,93125 % pa

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

65

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Jawaban cara ketiga


RETURN PENDAPATAN
YANG DIBAGI
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

66

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Return Total Pendapatan


Pendapatan
P
d
--------------------------- x
Saldo rata sumber dana

365
---------n hari (riil)

Return Total Pendapatan Tabungan

Total pendapatan (B2) : 225.000


Sumber dana (A2)
: 30 jt
Return Total Pedptan : 225.000/30jt x (365/30) = 9.125%

Jika nisbah umum nasabah : 45%


Return produk : 0,45 x 9.125 = 4.10625 %

Return Deposito 1 bulan

Total pendapatan(B3)
Sumber dana (A3)
Return Total Pedptan

: 150.000
: 20 jt
: 150.000/20jt x (365/30) = 9.125%

Jika nisbah umum nasabah : 65%


produk : 0,65 x 9,125 = 5.93125 %
Return p

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

67

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Jawaban
Perhitungan bagi
h il rekening
hasil
k i
tabungan
g
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

68

Perhitungan b
bagi h
hasil
ndivid
du (ru
umus 1)
In

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

So rata2 harian rek x HBH x return produk


---------------------------------------------------365 x 100

Bagi Hasil Tabungan Mudharabah Abdullah


Saldo rata tabungan
Hari investasi
Return produk

: 10 jt
: 30 hr
: 4.10625 % pa

Bagi hasil dengan nisbah : 45%


10jt x 30 x 4.10625 / (365x100) = 33.750
Bagi Hasil dengan nisbah : 80%
Dengan
D
Ni
Nisbah
b h normall
Tambahan: (80-45)/45 x 33.750
Total

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

33.750
33
750
26.250
60.000

69

Perh
hitung
gan B
Bagi H
Hasil
Individu (rumus 2
2)

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

So rata2 harian rek x HBH x (nisbah nasabah x return total pendptan)


-----------------------------------------------------------------------------------------------365 x 100

Bagi
B i Hasil
H il Tabungan
T b
Tabungan
T b
Abdullah
Abd ll h
Saldo rata tabungan
Hari Investasi
Return total pendptan

: Rp. 10 jt
: 30 hr
: 9.125 % pa

Bagi
g Hasil dengan
g nisbah : 45%

10jt x 30 x (0,45 x 9.125) / (365x100) = 33.750

Bagi Hasil dengan nisbah : 80%

Jakarta, Januari 2013

10 jt x 30 x (0,80 x 9.125) / (365x100) = 60.000


IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

70

1.000

H I per mil

Nisbah nasabah

Bagi Hasil Tabungan Mudharabah Abdullah


Perh
hitung
gan Ba
agi Hasil
In
ndividu
u (rum
mus 3))

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

So rata2 harian rek

Saldo rata tabungan


Hari Investasi
H.i.per-mil

: Rp. 10 jt
: 30 hr
: Rp. 7,5

Bagi Hasil dengan nisbah : 45%


10 jt /1000 x 7,50 x 0.45 = 33.750
Bagi Hasil dengan nisbah : 80%
10 jt /1000 x 7,50
7 50 x 0.80
0 80 = 60.000
60 000

Jakarta, Januari 2013

Catatan : hanya boleh dipergunakan jika seluruh indikatornya sama => terutama
jjangka
g waktu investasi individu dengan
g n hari sama

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

71

Total So Rata-2 produk

Perh
hitungan Bagi Has
sil
Individu
u (rum
mus 4)

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

S rata2
So
t 2 IIndividu
di id Rek
R k

Hasil produk

Bagi Hasil Tabungan Mudharabah Abdullah


Saldo
ld rata tabungan
b
: Rp. 10 jt
So rata2 produk : Rp. 30 jt
Hasil produk
: Rp.101.250,- Bagi Hasil dengan nisbah : 45%

10jt / 30 jt x 101.250 = 33.750

Bagi Hasil dengan nisbah : 80%

10 jt /30 jt x 101.250 = 33.750 (seharusnya 60.000)

Catatan :
1.
Hanya boleh dipergunakan kalau seluruh indikator sama => nisbah nasabah sama dengan nisbah
dalam tabel profit distribusi

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

72

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Jawaban
Perhitungan Bagi Hasil
Deposito Mudharabah
Ulang Tanggal
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

73

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Perhitungan bagi hasil ulang tanggal


30 April
31 Maret

31 Mei

Pembayaran dg
indikasi rate 10%

25 April

30 Juni

Pembayaran dg
indikasi rate 6%

25 Mei

10%

25 Juni

6%

Seharusnya 6%
Tgl pembukaan
d
deposito
i

Tgl tutup buku


(indikasi rate 10%)
(hi per mil Rp.125)

Jakarta, Januari 2013

Pembayaran dg
indikasi rate 8%

25 Juli

8%

Seharusnya 8%

Tgl pembayaran bagi hasil


So rata2 x hr x 10%
------------------------365x100

Tgl
g ppembayaran
y
bagi
g hasil
So rata2 x hr x 6%
------------------------365x100

Tgl tutup buku


(indikasi rate 6%)
(hi per mi Rp. 75)

Tgl pembayaran bagi hasil

Tgl tutup buku


(Indikasi rate 8%)
(hi per mil Rp. 90)

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

74

Perhitungan b
bagi h
hasil
ndivid
du (ru
umus 1)
In

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

So rata2 harian rek x HBH x return produk


---------------------------------------------------365 x 100

Bagi Hasil Deposito Mudharabah Ahmad


Saldo rata tabungan
Hari investasi ((hari))
Return produk

: 5 jt
: 25 juni
j
sd 25 juli
j = 30 hr
: 5.93125% pa

B
Bagii hasil
h il dengan
d
nisbah
i b h : 65%
5 jt x 30 x 5.93125 / (365x100) = 24.375
Bagi Hasil dengan nisbah : 80%
Hasil nisbah umum
Tambahan: (80-65)/65 x 24.375
Total

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

24.375
5.625
30.000

75

Bagi Deposito Mudharabah Ahmad

Perh
hitungan B
Bagi H
Hasil
In
ndivid
du (ru
umus 2)

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

So rata2 harian rek x HBH x (nisbah nasabah x return total pendptan)


-----------------------------------------------------------------------------------------------365 x 100

Saldo rata tabungan


Hari Investasi (hari)
Return total p
pendptan
p

: Rp. 5 jt
: 25 juni sd 25 juli = 30hr
: 9.125 % p
pa

Bagi Hasil dengan nisbah : 65%

5 jt x 30 x (0.65 x 9.125) / (365x100) = 24.375

Bagi Hasil dengan nisbah : 80%

Jakarta, Januari 2013

5 jjt x 30 x (0.80
(
x 9.125)) / (365
(
x100)) = 30.000
IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

76

1.000

H I per mil

Nisbah nasabah

Bagi Hasil Deposito Mudharabah Ahmad

Perh
hitung
gan Ba
agi Hasil
In
ndividu
u (rum
mus 3))

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

So rata2 harian rek

Saldo
S ld rata
t tabungan
t b
Hari Investasi (hari)
H.i.per-mil
H i per-mil

:R
Rp. 5 jt
: 25 juni sd 25 juli = 30 hr
: Rp.
Rp 7,5
75

Bagi
g Hasil dengan
g nisbah : 65%
5 jt x 7,5 x 0,65 = 24.375
Bagi Hasil dengan nisbah : 80%
5 jt x 7,5 x 0,80 = 30.000

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

77

Rumus Lain :
Saldo rata rek Indv
---------------------- x Pedpt kelompok produk
Total saldo produk

Perh
hitungan Bagi Has
sil
Individu
u (rum
mus 4)

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Perhitungan Simpanan Berjangka Ahmad

Saldo Sim-ka Ahmad


Total Saldo produk
Hasil pendpt kel produk

Bagi Hasil Ahmad (nisbah 65)

: 5 jt
: 20 jt
: 97.500

5 jt / 20 jt x 97.500 = 24.365

Bagi Hasil Ahmad (mis : nisbah 80)

5 jt / 20 jt x 97.500 = 24.375 (seharusnya 30.000)

Catatan :
1.
Hanya
y dipergunakan
p g
jika
j
seluruh indikator sama,, khususnya
y nisbah dan jangka
j g waktu

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

78

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Jawaban
Perhitungan Bagi Hasil
D
Deposito
it Mudharabah
M dh
b h
Tutup
p Buku
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

79

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Perhitungan Deposito Mudharabah (tutup buku


akhir bulan)
Penempatan simpanan berjangka satu bulan pada
tanggal 25 Juni
Tutup buku akhir bulan pada tanggal 29 Juni

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

80

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Perhitungan bagi hasil akhir bulan


Pembayaran bagi hasil 25 s/d 30
April dengan indikasi rate April 10% (atau hi permil-Rp. 125,-

31 Maret

30 April

Pembayaran bagi hasil


01 s/d 31 Mei dengan
indikasi rate Mei - 6%
(atau hi permil Rp. 75,-

25 April

Tgl pembukaan
deposito

25 Mei

Tgl ulang bukan (tidak ada


pembayaran bagi hasil)

Tgl tutup buku (indikasi rate 10%)


(hi per mil Rp.125)

Jakarta, Januari 2013

31 Mei

Pembayaran bagi hasil


01 s/d 30 Juni dengan
indikasi rate Juni - 8%
(atau hi permil Rp. 90,-

Pembayaran bagi hasil


01 s/d 25 Juli dengan
indikasi rate Juli 7%
(atau hi permil Rp. 80,-

30 Juni

25 Juli

25 Juni

Tgl ulang bukan (tidak ada


pembayaran bagi hasil)

31 Juli

Tgl jatuh tempo (tidak ada


pembayaran bagi hasil)

Tgl tutup buku (indikasi rate 8%)


(hi per mil Rp. 90)
Tgl tutup buku (indikasi rate 6%)
(hi per mi Rp. 75)

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Tgl tutup buku (indikasi rate 7%)


(hi per mil Rp. 80)

81

Perhitungan b
bagi h
hasil
ndivid
du (ru
umus 1)
In

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

So rata2 harian rek x HBH x return produk


---------------------------------------------------365 x 100

Bagi Hasil Deposito Mudharabah Ahmad


Saldo rata tabungan
Hari
H i investasi
i
t i (hari)
(h i)
Return produk

: 5 jt
: 25 juni
j i sd
d 29 juni
j i = 4 hr
h
: 5.93125% pa

Bagi hasil dengan nisbah : 65%


5 jjt x 4 x 5.93125 / ((365x100)) = 3.250
Bagi Hasil dengan nisbah : 80%
Hasil nisbah umum
Tambahan: (80-65)/65 x 3.250
Total

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

3.250
750
4 000
4.000

82

Bagi Hasil Depsoito Mudharabah Ahmad

Perh
hitung
gan B
Bagi H
Hasil
Individu (rumus 2
2)

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

So rata2 harian rek x HBH x (nisbah nasabah x return total pendptan)


-----------------------------------------------------------------------------------------------365 x 100

Saldo rata tabungan


Hari Investasi (hari)
Return total p
pendptan
p

: Rp. 5 jt
: 25 juni sd 29 juni = 4 hr
: 9.125 % p
pa

Bagi Hasil dengan nisbah : 65%

5 jt x 4 x (0,65 x 9.125) / (365x100) = 3.250

Bagi Hasil dengan nisbah : 80%

Jakarta, Januari 2013

5 jjt x 4 x (0.80
(
x 9.125)) / (365x100)
(
) = 4.000
IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

83

1.000

Perh
hitung
gan Ba
agi Hasil
In
ndividu
u (rum
mus 3))

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

So rata2 harian rek

H I per mil

Nisbah nasabah

Bagi Hasil Deposito Mudharabah Ahmad


Saldo
ld rata tabungan
b
Hari Investasi (hari)
H.i.per-mil

: Rp. 5 jt
: 25 juni sd 29 juni = 4 hr
: Rp. 7,5

Bagi Hasil dengan nisbah : 65%

5 jt / 1000 x 7,5 x 0,65 = 24.375 (seharusnya 3.250)

Bagi Hasil dengan nisbah : 80%

5 jt / 1000 x 7.5 x 0,80 = 30.000 (seharusnya 4.000)

Catatan:
1.
Hanya dipergunakan jika seluruh indikator sama => jangka waktu investasi sama dengan dalam
tabel

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

84

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Perhitungan bagi hasil dengan rumus baru


Rumus perhitungan bagi hasil individu rekening (penyempurnaan)
So rata2 harian rek
---------------------1000

x H I per mil

Nisbah nasabah x

Lama pengendapatan dana


-------------------------------n hari (hari distribusi)

Bagi
g hasil dengan
g nisbah normal (65)
( )
(5.000.000/1000) x 7,5 x (65/100) x (4/30) = 3.250

Bagi hasil dengan nisbah 80


(5.000.000/1000) x 7,5 x (80/100) x (4/30) = 4.000
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

85

Perh
hitungan Bagi Has
sil
Individu
u (rum
mus 4)

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Rumus Lain
Saldo rata rek Indv
---------------------- x Pedpt kelompok produk
Total saldo produk

Perhitungan Simpanan Berjangka Ahmad

Saldo Sim-ka Ahmad


: 5 jt
Total Saldo produk
: 20 jt
Hasil pendpt kel produk : 97.500

Bagi Hasil Ahmad (nisbah 65)


5 jt / 20 jt x 97.500 = 24.375 (seharusnya 3.250)

Bagi Hasil Ahmad (mis : nisbah 80)


5 jt / 20 jt x 97.500 = 24.375 (seharusnya 4.000)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

86

Penda
apatan P
Penyaluran dana
Rp
p

Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Analisis Distribusi Hasil Usaha


Dana Wadiah
525.000

Pendapatan
Akrual
Rp.

Rek Abdullah
33.750

dst

Rek Achmad

Kel Nasabah
101.250
Dana dari DPK
1.125.000

Tabungan
225.000
Bank Syariah
123.750
Dana Mdh
600.000

Pendapatan
cash basis
1.500.000

Dep 1 bl
150.000
dst

Dana Lainnya
375.000

Jakarta, Januari 2013

Dep amir

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Bank Syariah
y

Nasabah

Dep Hasan

dst

87

Prinsip Dasar Perbankan


S i h
Syariah

Sekilas
S
kil Akuntansi
Ak
i
Perbankan Syariah

This training material is solely for the use of training participants. No part of it may be circulated,
quoted, or reproduced for distribution inside or outside the training participants organization without
prior written approval from International Center for Development Islamic Finance (ICDIF) Indonesian
Banking Development Institute (LPPI)

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Pengantar

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Pengertian
g
Akuntansi
dan Landasan syariah

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Pengertian
Mengidenfikasi =>
transaksi keuangan
dan non
da
o keuangan
eua ga

Akuntansi adalah suatu sistem


informasi yang mengidenfikasi,
mencatat, serta
mengkomunikasikan transaksi
ekonomi yang terjadi pada suatu
organisasi
g
kepada
p
p
pihak yyang
g
berkepentingan

Mencatat =>
secara kronologis
dansistematis

Mengkomunikasikan
=> dalam bentuk
Laporan
apo a Keuangan
eua ga
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Tiga aktivitas akuntansi


Aktivitas identifikasi (identifying)
o Akan dilakukan idenfikasi terhadap transaksi yang terjadi =>
diklasifikasikan transaksi ekonomi/keuangan atau non keuangan

Aktivitas
Akti it pencatatan
t t (recording)
(
di )
o Setelah diidentifikasi => dicatat secara kronologis dan
sistematis dengan ukuran nilai moneter tertentu

Aktivitas komunikasi (communicating)


o Akan dilakukan pelaporan dan distribusi terhadap informasi
akuntansi yang berupa laporan keuangan kepada para pemakai
laporan keuangan

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

LANDASAN SYARIAH AKUNTANSI


SYARIAH

Hai orang-orang yang beriman,


apabila kamu bermuamalah tidak
secara tunai
t
i untuk
t k waktu
kt yang
ditentukan, hendaklah kamu
menuliskannya. Dan hendaklah
seorang penulis diantara kamu
menuliskannya dengan benar (QS
Al Baqarah 2:282)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

LANDASAN SYARIAH (lanjutan)

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu


menyampaikan
y p
amanat kepada
p
yang
y g berhak
menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila
menetapkan hukum diantara manusia supaya
kamu menetapkan dengan adil
adil (QS. An
Nissa 4 : 58)

Wahai orang-orang yang


beriman jadilah kamu orang
beriman,
yang benar-benar penegak
keadilan (QS An Nissa 4 : 135
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

LANDASAN SYARIAH

(lanjutan)

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Sesungguhnya Allah menyuruh


(kamu) berlaku adil
adil
(QS An Nahl (16) : 90)

Kecelakaan besarlah bagi orang-orang


(yaitu) orang-orang yang apabila
menerima
i
ttakaran
k
dari
d i orang llain
i
mereka minta dipenuhi, dan apabila
mereka menakar atau menimbang untuk
orang lain, mereka mengurangi
(QS Al Muthaffifiin (83): 1-3)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Pendekatan yang dilakukan dalam


pembuatan Konsep
Konsep Akuntansi Bank Islam
Islam
IIndentifikasi
d ifik i konsep-konsep
k
k
akuntansi
k
i
yang ada dan sesuai dengan cita-cita
Islam mengenai akurasi dan kejujuran
Tolak / ubah konsep akuntansi
keuangan yang ada tetapi tidak
k
konsisten
i
d
dengan S
Syariah
i h IIslam
l
Membuat konsep-konsep akuntasi
keuangan yang khas dan sesuai
dengan transaksi bisinis yang Islami

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Akuntansi Bank Islam


Mencakup pengakuan,
pengakuan pengukuran dan
pencatatan transaksi serta pengungkapan
hak
a dan
da kewajiban
e aj ba entitas
e t tas a
akuntansi
u ta s

secara adil

menyajikan
y j
posisi
p
keuangan
g dan hasil
operasi entitas akuntansi secara jujur
dengan cara yang sesuai dengan syariah
I l
Islam

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

10

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Cakupan dan
Perkembangan Akuntansi
Syariah di Indonesia
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

11

Pem
mbinaan da
an Pengawa
asan - Bank
k Indonesia

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Pembin
naan dan Pe
engawasan
n - Departem
men Keuangan

Jakarta, Januari 2013

Kegiatan Usaha Bank


Syariah
Leasing Ijarah
Factoring Hawalah
Cons Financing Murabahah
Modal Ventura Musyarakah
Pegadaian Rahn
Penjaminan Kafalah

AKUNTANSINYA ?

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

12

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Perkembangan Akt Syariah


Sebelum tahun buku 2002
o PSAK 31 tentang Akuntansi Perbankan, sepanjang
tidak bertentangan
g dengan
g syariah
y
o Accounting, Auditing for Islamic Financial Institutions
((AAOIFI Bahrain))

Tahun buku 2002 sd 2007


o PSAK 59 tentang Akuntansi Perbankan Syariah

Setelah tahun buku 2007


o PSAK 101 sd
d PSAK 108

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

13

Perkembangan Akt Syariah


TA
AHUN BUKU 200
08
TAHUN B
T
BUKU 20
009

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

No

PSAK

Judul
Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian
Laporan Keuangan Syariah

101

Penyajian Laporan Keuangan Syariah

102

Akuntansi Murabahah

103

Akuntansi Salam

104

Akuntansi Istishna

105

Akuntansi Mudharabah

106

Akuntansi Musyarakah

107

Akuntansi Ijarah

108

Akuntansi Transaksi Asuransi Syariah

10

109

Akuntansi Zakat, Infaq dan Shadaqah

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

14

Mengapa
g p Direvisi PSAK 59
Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Diterapkan untuk Bank Umum


Syariah, BPR-Syariah, kantor
cabang syariah bank konvensional
yang beroperasi
b
i di IIndonesia
d
i
Hal-hal umum yang tidak diatur =>
mengac pada PSAK dan ata
mengacu
atau
prinsip akuntansi yang berlaku
umum sepanjang tidak bertentang
dengan syariah.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

15

Perkembangan Akt Syariah


Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK)


T
Transaksi
k i non syariah
i h

T
Transaksi
k i Syariah
S
i h

Kerangka Dasar Penyusunan


dan Penyajian Laporan
Keuangan (KDPPLK)

Kerangka Dasar Penyusunan


dan Penyajian Laporan
Keuangan Syariah (KDPPLKS)

PSAK 01 - 99

PSAK 101 199

Dewan Standar Akuntansi


Keuangan (DSAK)

Dewan Standar Akuntansi


Syariah (DSAS)

Laporan Keuangan
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

16

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Perbedaan PSAK 59 dan PSAK Syariah


PSAK 59

PSAK Syariah

Hanya untuk perbankan


Syariah (BUS, BPRS,
Cabang Syariah Bank
Konvensional)

Untuk Entitas yang


melaksanakan transaksi
syariah

Hanya mengatur dari segi


perbankan syariah saja

LLKS dan pihak terkait


(nasabah)

Penyempurnaan ketentuan
PSAK 59 (ketentuan dan
istilah)

Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian


Laporan Keuangan Syariah terpisah dari
KDPPLK Umum
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

17

Beberapa penyempurnaan dari PSAK 59


Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

PSAK 101 (Penyajian Lap Keungan Syariah)


o Lampiran 1 Contoh LK Bank Syariah
o Lampiran 2 Contoh LK Asuransi Syariah

PSAK 102 (Akt Murabahah)


o Tiga pengakuan keuntungan margin
murabahah dilengkapi dengan contoh.

PSAK 104 (Akt Istishna)


o Ketentuan tentang Pembayaran Tangguh yg
dilengkapi dengan contoh

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

18

Beberapa penyempurnaan dari PSAK 59


Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

PSAK 105 (Akt Mudharabah)


o Pengakuan
P
k
Keuntungan
K
t
Tangguhan
T
h Penyerahan
P
h
Aset Mudharabah => diamortisasi selama jangka
waktu akad
o Tidak
Tid k di
diperkenankan
k
k pengakuan
k
pendapatan
d
t
dari proyeksi
PSAK 106 (Akt Musyarakah)
o Harus dibuat catatan terpisah
o Pengakuan Keuntungan Tangguhan Penyerahan
Aset Musyarakah => diamortisasi selama jangka
waktu akad
PSAK 107 (Akt Ijarah)
o Dipertegas penggunaan metode penyusutan
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

19

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Perbedaan Akt Bank dan Akt Bank Syariah


Akuntansi Bank Konvensional
o Droping kredit :
Dr. PYD/KYD (KKB,KPR, MK, KI dsb)
Cr.
Cr Rekening Nasabah

Akuntansi Bank Syariah


y
o Murabahah => Akt Murabahah (PSAK 102)
Dr. Piutang Murabahah
o Ijarah => Akt Ijarah (PSAK
( S
107))
Dr. Akt Ijarah
o Mudharabah => Akt Mudharabah (PSAK 105)
Dr. Investasi Mudharabah

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

20

Jurnal
Buku Besar

Proses

Neraca Percobaan

Laporan keuangan
Jakarta, Januari 2013

Input
EKONO
OMI IS
SLAM

Dittanganii kompuuter

Transaksi
EK
KONOM
MI KAPITALIS

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Alur Akuntansi Syariah

Output

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

21

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Transaksi
T
k i
Syariah

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

22

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Paradigma Transaksi Syariah


alam semesta dicipta oleh Tuhan sebagai amanah
(k
(kepercayaan
ilahi)
il hi) d
dan sarana kkebahagiaan
b h i
hid
hidup b
bagii
seluruh umat manusia untuk mencapai kesejahteraan hakiki
secara material dan spiritual (al-falah)

menekankan setiap
p aktivitas umat manusia memiliki akuntabilitas dan
nilai illahiah yang menempatkan perangkat syariah dan akhlak sebagai
parameter baik dan buruk, benar dan salahnya aktivitas usaha.
akan membentuk integritas yang membantu terbentuknya karakter tata
kelola yang baik (good governance) dan disiplin pasar (market
discipline) yang baik.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

23

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Paradigma Transaksi Syariah


Syariah merupakan ketentuan hukum Islam yang mengatur
aktivitas umat manusia yang berisi perintah dan larangan,
baik yang menyangkut hubungan interaksi vertikal dengan
T h maupun interaksi
Tuhan
i t k i horisontal
h i
t l dengan
d
sesama
makhluk.
Prinsip syariah yang berlaku umum dalam kegiatan
muamalah (transaksi syariah) mengikat secara hukum bagi
semua pelaku dan stakeholder entitas yang melakukan
transaksi
k i syariah.
i h
Akhlak merupakan norma dan etika yang berisi nilai-nilai
moral dalam interaksi sesama makhluk agar hubungan
tersebut menjadi saling menguntungkan, sinergis dan
harmonis.
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

24

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Asas Transaksi Syariah


1.

Prinsip
s p pe
persaudaraan
sauda aa (ukhuwah);
(u u a );
o

esensinya merupakan nilai universal yang menata interaksi


sosial dan harmonisasi kepentingan para pihak untuk
k
kemanfaatan
f t secara umum dengan
d
semangatt saling
li tolong
t l
menolong.
Transaksi syariah menjunjung tinggi nilai kebersamaan dalam
memperoleh manfaat (sharing economics) sehingga seseorang
tidak boleh mendapat keuntungan di atas kerugian orang lain.
Ukh
Ukhuwah
hd
dalam
l
transaksi
k i syariah
i hb
berdasarkan
d
k prinsip
i i saling
li
mengenal (taaruf ), saling memahami (tafahum), saling
menolong
g ((taawun),
), saling
g menjamin
j
((takaful),
), saling
g bersinergi
g
dan beraliansi (tahaluf ).

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

25

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Asas Transaksi Syariah


2.

Prinsip
p keadilan ((adalah);
);
o

esensinya menempatkan sesuatu hanya pada tempatnya dan


memberikan sesuatu hanya pada yang berhak serta
memperlakukan sesuatu sesuai posisinya
posisinya.
Implementasi => berupa aturan prinsip muamalah yang
melarang adanya unsur:

riba
ib (unsur
(
b
bunga d
dalam
l
segala
l b
bentuk
t kd
dan jjenisnya,
i
b
baik
ik riba
ib nasiah
i h
maupun fadhl);
kezaliman (unsur yang merugikan diri sendiri, orang lain, maupun
lingkungan);
maysir (unsur judi dan sikap spekulatif);
gharar (unsur ketidakjelasan); dan
haram (unsur haram baik dalam barang maupun jasa serta aktivitas
operasional yang terkait).

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

26

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Asas Transaksi Syariah


3.

Prinsip kemaslahatan (maslahah);

esensinya
i
merupakan
k segala
l b
bentuk
t k kkebaikan
b ik d
dan manfaat
f t
yang berdimensi duniawi dan ukhrawi, material dan spiritual,
serta individual dan kolektif.
Kemaslahatan yang diakui harus memenuhi dua unsur yakni
kepatuhan syariah (halal) serta bermanfaat dan membawa
kebaikan (thayib) dalam semua aspek secara keseluruhan yang
tidak menimbulkan kemudharatan
kemudharatan.
Transaksi syariah yang bermaslahat harus memenuhi secara
keseluruhan unsur-unsur yang menjadi tujuan ketetapan syariah
(maqasid syariah) yaitu berupa pemeliharaan terhadap:

akidah, keimanan dan ketakwaan (dien);


intelek (aql);
keturunan (nasl);
jiwa dan keselamatan (nafs); dan
harta benda (mal).

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

27

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Asas Transaksi Syariah


4.

Prinsip
s p keseimbangan
ese ba ga (ta
(tawazun);
a u );

esensinya meliputi keseimbangan aspek material dan spiritual,


aspek privat dan publik, sektor keuangan dan sektor riil, bisnis
dan sosial, dan keseimbangan aspek pemanfaatan dan
pelestarian.
Transaksi syariah tidak hanya menekankan pada
maksimalisasi keuntungan perusahaan semata untuk
kepentingan pemilik (shareholder).
Manfaat yang didapatkan tidak hanya difokuskan pada
pemegang saham, akan tetapi pada semua pihak yang dapat
merasakan manfaat adanya suatu kegiatan ekonomi
ekonomi.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

28

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Asas Transaksi Syariah


5. Prinsip universalisme (syumuliyah).
esensinya dapat dilakukan oleh, dengan, dan untuk
semua pihak yang berkepentingan (stakeholder) tanpa
membedakan suku, agama, ras dan golongan, sesuai
dengan semangat kerahmatan semesta (rahmatan lil
alamin).

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

29

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Karakteristik dan persyaratan Transaksi Syariah


transaksi hanya dilakukan berdasarkan prinsip saling
paham
h
d
dan saling
li ridha;
idh
prinsip kebebasan bertransaksi diakui sepanjang
objeknya
bj k
h
halal
l ld
dan baik
b ik (th
(thayib);
ib)
uang hanya berfungsi sebagai alat tukar dan satuan
pengukur
k nilai,
il i b
bukan
k sebagai
b
i kkomoditas;
dit
tidak mengandung unsur riba; kezaliman; maysir;
gharar;
h
h
haram;

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

30

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Karakteristik dan persyaratan Transaksi Syariah


tid
tidak
k menganutt prinsip
i i nilai
il i waktu
kt d
darii uang (ti
(time value
l off
money)
o karena keuntungan
g yyang
g didapat
p dalam kegiatan
g
usaha terkait
dengan risiko yang melekat pada kegiatan usaha tersebut
sesuai dengan prinsip al-ghunmu bil ghurmi (no gain without
accompanying risk);

transaksi dilakukan berdasarkan :


o suatu perjanjian yang jelas dan benar;
o untuk keuntungan semua pihak tanpa merugikan pihak lain
o tidak diperkenankan menggunakan standar ganda harga untuk
satu akad
o tidak
tid k menggunakan
k dua
d transaksi
t
k i bersamaan
b
yang berkaitan
b k it
(taalluq) dalam satu akad;

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

31

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Karakteristik dan persyaratan Transaksi Syariah


Transaksi syariah komersial berupa:
o investasi untuk mendapatkan bagi hasil;
o jual beli barang untuk mendapatkan laba; dan atau
o pemberian layanan jasa untuk mendapatkan imbalan.

Transaksi syariah nonkomersial berupa:


o pemberian dana pinjaman atau talangan (qardh);
o penghimpunan dan penyaluran dana sosial seperti zakat
zakat, infak
infak,
sedekah, wakaf dan hibah.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

32

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Ta'limat tentang Pembiayaan Bank


Syariah Kepada Jasa Keuangan
Konvensional
Nomor

: U-029/DSN-MUI/I/2011

Sehubungan dengan banyaknya pertanyaan mengenai penyaluran dana Bank Syariah kepada
[asa Keuangan Konvensional, serta upaya Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia
dalam menumbuhkembangkan Lembaga Bisnis Syariah, Dewan Syariah Nasional -Majelis Ulama
Indonesia menetapkan bahwa:
1 Pada prinsipnya DSN-MUI melarang Bank Syariah menyalurkan dana kepada Jasa
K
Keuangan
K
Konvensional
i
lk
karena b
bertentangan
t t
d
dengan
prinsip
i i syariah
i h (larangan
(l
transaksi
t
k i
ribawi).
2 Namun demikian, DSN-MUI dapat memahami apabila Bank Syariah menyalurkan dana
kepada Jasa Keuangan Konvensional dengan alas an adanya kemaslahatan, yaitu untuk
mendorong lembaga yang bersangkutan agar membentuk Unit Usaha Syariah;
3 DSN-MUI tidak memperbolehkan Bank Syariah menyalurkan pembiayaan [asa Keuangan
Konvensional terhitung mulai 1Juni 2011;
4 Apabila dalam jangka waktu 1 (satu) tahun Lembaga yang bersangkutan belum memiliki
Unit Usaha Syariah, maka Bank Syariah dilarang menyalurkan lagi dana kepada lembaga
tersebut; dan
5 Obyek
y dan metode p
pembiayaan
y
Bank Syariah
y
harus sesuai dengan
g p
prinsip
p syariah
y
y
yang
g
terdapat dalam fatwa-fatwa Dewan Syariah Nasional -Majelis Ulama Indonesia.
6 Dewan Pengawas Syariah pada masing-masing Bank Syariah agar mengawasi pelaksanaan
ta 'limat ini.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

33

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Penjelasan
P
j l
Talimat
T li
t DSN-MUI
DSN MUI
No. U-220/DSN-MUI/VI/2011
Sehubungan dengan banyaknya pertanyaan dan adanya beberapa penafsiran
yang berbeda atas Talimat Dewan Syariah Nasionat -Majelis Ulama Indonesia
(DSN-MUI) No.U-029/DSN-MUI/I/2011, maka dengan ini DSN-MUI menyampaikan
penjelasan sebagai berikut:
1. Ta'limat DSN-MUI merupakan keharusan/wajib.
2. Ta'limat DSN-MUIberlaku untuk executing dan chanelling.
3. Sasaran/pihak yang diatur dalam talimat ini adalah lembaga keuangan bank
(Bank Umum
Umum, BPR) dan Lembaga Pembiayaan Konvensional
Konvensional.
4. Sesuai dengan rapat Badan Pelaksana Harian (BPH) DSN-MUI pada tanggal
22 Juni 2011, yang mempertimbangkan berbagai hal termasuk kemaslahatan
LKS, maka waktu pemberlakuan Ta'limat DSN-MUI, diperpanjang satu tahun
lagi yaitu berlakusampai dengan 01 Juni 2012.
lagi,
2012

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

34

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Kepatuhan
p
terhadap
SAK

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

35

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Kepatuhan terhadap SAK (psak 101 : 19)


Entitas syariah yang laporan
keuangannya telah patuh terhadap SAK
membuat pernyataan secara ekspisit dan
tanpa terkecuali tentang kepatuhan
terhadap SAK dalam catatan laporan
keuangan.
keuangan
Entitas syariah tidak boleh menyebutkan
bahwa laporan keuangan telah patuh
terhadap SAK kecuali laporan keuangan
telah patuh terhadap suatu pernyataan
dalam SAK

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

36

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Ketaatan terhadap SAK (psak 101 : 20)


Dalam hal tidak ada SAK yang secara spesifik berlaku =>
manajemen menggunakan pertimbangan dalam
mengembangkan dan menerapkan suatu kebijkan
akuntansi yang menghasilkan informasi yang:
(a) Revelan untuk kebutuhan pengambilan keputusan ekonomi
pengguna laporan keuangan
(b) Andal,
A d l dalam
d l
llaporan kkeuangan yang:
i menyajikan secara jujur posisi keuangan, kinerja keuangan
dan arus kas
ii mencerminkan subtansi ekonomi transaksi, peristiwa, atau
kondisi lain, dan bukan hanya bentuk hukum;
iii netral, yyaitu bebas dari bias
iv pertimbangan sehat; dan
v lengkap dalam semua hal yang material

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

37

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Ketaatan terhadap
SAK (psak 101 : 23)

Dalam hal tidak ada PSAK


syariah yang mengatur suatu
transaksi, peristiwa, atau konsisi
lain maka dianjurkan untuk
lain,
mengacu pada SAK umum,
sepanjang tidak bertentangan
d
dengan
prinsip
i i syariah
i h

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

38

GASAP (General Accepted Sharia Accounting Principle)

Rerangka Prinsip Akuntansi


yang Berlaku Umum untuk Entitas Syariah di Indonesia

Tingkat 3

Landasan
Operasional
atau
Landasan
Praktik

Tingkat 2

Tingkat 1

Landasan Konseptual

Praktik, Konvensi dan Kebiasaan


Pelaporan yang Sehat sesuai
dengan Syariah
SAK
internasional /
negara lain yang
sesuai syariah

Buletin
tehnis

PSAK & ISAK Syariah

Buku Teks/Ajar, Simpulan riset,


Artikel dan Pendapat Ahli
Artikel,

Paraturan
Pemerintah
untuk Industri
(Regulasi)

Pedoman atau
Praktek Akuntansi
Industri (Kajian
Asosiasi syariah)

PSAK & ISAK umum yang


sesuai syariah

KDPPLK Syariah
FATWA SYARIAH
AL HADITS

GASAP (General Ac
ccepted
d Sharia
a
Accou
unting P
Principle)

GA
AAP (Ge
eneral A
Accepted
Accountting Principle)
A

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

PRINSIP AKUNTANSI SYARIAH YANG BERLAKU UMUM

AL QUR
QURAN
AN
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

39

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Pengukuran Unsur Laporan Keuangan


Ada 4 dasar pengukuran berbeda:
o Biaya historis.
o Biaya kini (current cost)
o Nilai realisasi/penyelesaian
/
(realizable/settlement
(
/
value))

o Nilai sekarang (present value)


Akti
Aktiva dinilai
di il i sebesar
b
arus kkas masuk
kb
bersih
ih di masa d
depan
yang didiskontokan ke nilai sekarang dari pos yang diharapkan
dapat
p memberikan hasil dalam p
pelaksanaan usaha normal.
Kewajiban dinilai sebesar arus kas keluar di masa depan yang
didiskontokan ke nilai sekarang yang diharapkan akan
diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban dalam pelaksanaan
usaha normal.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

40

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Asumsi Dasar
Kelangsungan Usaha (Going Concern)
o Dasar yang berbeda dapat digunakan jika:
Ada pembatasan kelangsungan usaha
Ingin melikuidasi perusahaan; atau
Mengurangi
g
g secara material skala usahanya
y

Dasar Akrual (Accrual Basis)


o Pengaruh transaksi diakui pada saat kejadian (bukan pada
saat kas diterima atau dibayar)
o Penghitungan pendapatan untuk tujuan pembagian hasil
usaha menggunakan dasar kas

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

41

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Pengakuan pendapatan Bank Syariah


Akrual Pendapatan :
Hanya pendapatan atas
aktiva produktif performing
Non performing =>
pendapatan diakui dijurnal
b lik
balik

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

42

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Akun dan
Laporan
Keuangan

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

43

ASET
Investasi

Akun-akun dalam Akuntansi


Syariah

Aktiva Ijarah

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Piutang
PASIVA

Kewajiban

Pendapatan Ops
Utama - pendptan
milik bersama
bank syariah sbg
pengelola dan
DPK sbg pemodal

Dana Syirkah
Temporer

Hak pihak ketiga


atas bagi hasil

Jakarta, Januari 2013

Pendapatan
Ops
p Lainnya
y

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

44

Disajika
an dalam satu
ke
esatuan la
aporan ke
euangan

LAPO
ORAN KE
EUANGA
AN
ENT
TITAS SY
YARIAH

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Disajikan tterpisah da
ari
laporan keuangan
n
Jakarta, Januari 2013

KOMPONEN LENGKAP LAPORAN KEUAGAN


1. Laporan posisi keuangan
2. Laporan laba rugi komprehensif
3. Laporan perubahan ekuitas
4. Laporan arus kas
5. Laporan sumber dan penggunaan dana zakat
6. Laporan sumber dan penggunaan dana kebajikan
7 Catatan
7.
C t t laporan
l
keuangan
k
KOMPONEN TAMBAHAN LAPORAN KEUANGAN
Menjelaskan karakteristik utama entitas syariah (jika subtansi
informasinya belum tercakup diatas)
Laporan dapat meliputi kajian mengenai (beberapa entitas syariah)
1.
2.
3
3.

Faktor dan pengaruh utama yang menentukan kinerja keuangan, termasuk


perubahan lingkungan tempat entitas syariah beroperasi dsb
Sumber pendaan dan target rasio liabilitas terhadap ekuitas
Sumber daya yang tidak diakui dalam laporan keuangan sesuai SAK

Laporan lain : laporan mengenai lingkungan hidup dan laporan nilai


tambah

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

45

Jakarta, Januari 2013


KOMPO
ONEN
TAMBA
AHAN

KARAK
KTER
KHUS
SUS

N
KOMPONEN
LENGKAP

KARAKTER
UMUM

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Unsur Laporan
p
Keuangan
g
Syariah
y

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

46

Jual Belli
Ujroh
Bagi H
Hasil

Earning Assets

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Lap Posisi Keuangan Bank Syariah


Akti
Aktiva
P i
Pasiva
Piutang

Kewajiban

Murabahah
Salam
Istishna

Tabungan wadiah
Giro wadiah

Akt Ijarah
Ijarah
Ijarah

Investasi

Prinsip wadiah
Dana dijamin (wajib)
dikembalikan semua
((100%))

Dana Syirkah Temporer

(PSAK 59 Investasi Tidak Terikat)

Tabungan mudharabah
Deposito mudharabah

Mudharabah
M dh b h
Musyarakah

Prinsip Mudharabah
Mutlaqah / Unrestricted
Kerugian => ditanggung
shahibul maal
Tidak ada jaminan dana
dikembalikan 100%

Pinj Qardh
Fixed Assets
Jakarta, Januari 2013

Equity

Equity of share holder

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

47

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

48

Jakarta, Januari 2013


IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

49

Lap
poran Posis
si
Keu
uangan Bank
Syariiah

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Laporan Laba Rugi Komprehensif


Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF

Laba Usaha

XXX

Beban Usaha

(XXX)
LABA RUGI
-------

LABA (RUGI)
TOTAL LABA
KOMPREHENSIF

XXX

Pendapatan konprehensif xxx


Beban komprehensif

(xxx)
PENGHASILAN
KOMPREHENSIF

-----Penghasilan komprehensif

xxx
-------

Total laba (rugi) komprehensif

Jakarta, Januari 2013

xxxx

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

50

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Penghasilan komprehensif
Perubahan dalam surplus revaluasi (lihat PSAK 16 : Aset
Tetap dan PSAK 19 : Aset Takberwujud).
Keuntungan dan kerugian aktuarial atas program manfaat
pastiti yang diakui
di k i sesuaii PSAK 24 : IImbalan
b l K
Kerja
j
Keuntungan dan kerugian yang timbul dari penjabaran laporn
keuangan dari entitas asing (lihat PSAK 10 : Pengaruh
Perubahan Kurs Valuta Asing)
Keuntungan dan kerugian dai pengukuran kembali aset
keuangan yang dikategorikan sebagai tersedia untuk dijual
((lihat PSAK 55 Instrumen Keuangan
g : Pengakuan
g
dan
Pengukuran)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

51

Hasil us
saha bersa
ama LKS
dan pemodal mudh
harabah

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Laporan
p
Laba Rugi
g Komprehensif
p
Pendptan Pengelolaan Dana sbg mudharib xxx
H k pihak
Hak
ih k kketiga
ti atas
t bagi
b i hasil
h il
((xxx))
-----Hak bagi hasil bagi bank
xxx
Pendapatan usaha lainnya
xxx
Beban usaha
(xxx)
-----Laba Usaha
xxx
Pendapatan dan Beban Non Usaha
xxx
----Laba sebelum pajak
xxx
Beban pajak penghasilan
(xxx)
----Laba neto
xxx

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

Bukan sebagai
beban atau
pendapatan LKS)

52

Jakarta, Januari 2013


IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

53

La
aporan
n Laba
a Rugi
Ko
ompreh
hensiff Bank
k
Sy
yariah

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Contoh laporan Perubahan Equitas


((mengacu
g
pada
p
PSAK yang
y g terkait))
Modal Saham
Ditempatka
n dan
Di t
Disetor
Penuh
Saldo per 31 Des 2006

492.790.792

Tambahan
Modal
Disetor
B ih
Bersih
132.498.258

Saldo Laba
Telah Ditentukan
Penggunaan
nya

Belum Ditentukan
Penggunaan
nya

Jumlah
Ekuitas

45.559.662

115.592.280

786.440.991

22 755 020
22.755.020

(22 755 020)


(22.755.020)

Deviden Kas

(85.602.216)

(85.602.216)

Laba bersih tahun 2007

145.324.930

145.324.930

68.314.682

152.559.974

846.163.706

58.129.972

(58.129.972)

Deviden Kas

(87.194.958)

(87.194.958)

Laba bersih tahun 2008

207.210.886

207.210.886

214.445.930

966.179.634

Pembentukan Cad umum

Saldo per 31 Des 2007

492.790.792

132.498.258

Pembentukan Cad umum

Saldo per Des 2008

Jakarta, Januari 2013

492.790.792

132.498.258

126.444.654

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

54

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Laporan sumber dan penggunaan


dana Zakat

J l h
Jumlah

Jakarta, Januari 2013

xxx

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

55

Lap
poran sumber da
an
penggu
unaan da
ana keba
ajikan

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

BANK SYARIAH X
LAPORAN SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA KEBAJIKAN
P i d yang b
Periode
beakhir
khi pada
d 31 Desember
D
b 20X1

Jakarta, Januari 2013

SUMBER DANA KEBAJIKAN


Infak dari bank syariah
Sedekah
Hasil pengelolaan wakaf
Penegmbalian dana kebajikan produktif
Denda
Pendapatan non halal
Jumlah

xxx
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx

PENGGUNAAN DANA KEBAJIKAN


Dana kebajikan produktif
Sumbangan
Penggunaan lainnya untuk kepentingan umum
J mlah
Jumlah

(xxx)
(xxx)
(xxx)
(
(xxx)
)

KENAIKAN

xxx

SALDO AWAL

xxx

SALDO AKHIR

xxx

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

56

Jakarta, Januari 2013


IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

57

Lapo
oran re
ekonsiliasi
pend
dapatan
n dan b
bagi
hassil

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Contoh
sederhana
jurnal transaksi
y
syariah

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

58

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Contoh jurnal
Transaksi
Penghimpunan Dana

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

59

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Pengertian tabungan
Simpanan yang penarikannya
hanya
y dapat
p dilakukan
menurut syarat tertentu yang
disepakati,
p
, tetapi
p tidak dapat
p
ditarik dengan cek atau alat
yyang
g dapat
p dipersamakan
p
dg
g
itu

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

60

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Jurnal Tabungan Mudharabah


1. Diterima setoran tunai pembukaan rekening tabungan
mudharabah atas nama Zaenab sebesar Rp.10.000.000,Rp 10 000 000
Dr. Kas / Rek Zaenab
Cr. Dana Syirkah Temporer

Rp.
p 10.000.000,-,
Rp. 10.000.000,-

(Tab Mudharabah - a/n Zaenab)

2. Zaenab melakukan penarikan tabungan atas namanya


melalui counter teller sebesar Rp.1.000.000,-Dr. Dana Syirkah Temporer

Rp 1.000.000,--

(Tab Mudharabah - a/n Zaenab)

Cr. Kas

Jakarta, Januari 2013

Rp 1.000.000,--

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

61

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Jurnal Tabungan Mudharabah


3. dibayarkan
y
bagi
g hasil tabungan
g mudharabah untuk Zaenab
sebesar Rp. 20.000,- dan atas pembayaran bagi hasil
tersebut dipotong pajak 15%
Dr. Hak pihak ke3 atas Bagi hasil
Cr. Kas / Rekening Zaenab
Cr. Titipan kas negara

Jakarta, Januari 2013

Rp. 20.000,-Rp. 17.000,-Rp. 3.000,--

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

62

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Jurnal Deposito Mudharabah


1. Bank Syariah menerima setoran tunai atas nama Maskaryo
sebesar Rp.25.000.000,-- sebagai investasi deposito
mudharabah untuk jangka waktu satu bulan dengan nisabah
65 untuk nasabah dan 35 untuk bank syariah
syariah.
Dr. Kas
Dr
Cr. Dana Syirkah Temporer

Rp 25
25.000.000
000 000
Rp. 25.000.0000

((Dep
p Mudharabah-a/n Maskaryo)
y )

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

63

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Jurnal Deposito Mudharabah


2. Dibayar deposito Mudharabah yang telah jatuh tempo atas
nama Maskaryo
M k
sebesar
b
R
Rp.25.000.000,2 000 000 Bagi
B ih
hasilil sebesar
b
Rp. 170.000,- setelah dikurangi PPH 21 sebesar Rp.30.000,Jurnal
Dr. Dana Syirkah
y
Temporer

Rp. 25.000.000,--

(Dep Mudharabah-a/n Maskaryo)

Dr. Hak pihak ke3 atas bagi hasil


Cr Titipan PPh 21
Cr.
Cr. Kas/Rek nasabah

Jakarta, Januari 2013

Rp

200.000,Rp
30
30.000,-000
Rp. 25.170.000,--

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

64

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Jurnal Giro Wadiah


1 Diterima setoran tunai pembukaan giro wadiah atas nama Qohar
p 20.000.000,-,
sebesar Rp.
Jurnal :
Dr. Kas
Cr. Titipan (Wadiah)
(Giro Wadiah an Qohar)

Rp. 20.000.000
Rp. 20.000.000

2 Q
Qohar
h melakukan
l k k penarikan
ik giro
i wadiahnya
di h
melalui
l l i ATM sebesar
b
R
Rp.
2.000.000,-Jurnall
J
Dr. Titipan (Wadiah)
(Giro wadiah - an Qohar)
Cr Kas ATM (Bank Lain)
Cr.

Jakarta, Januari 2013

Rp. 2.000.000
Rp 2.000.000
Rp.
2 000 000

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

65

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Jurnal Giro Wadiah


3 Qohar menyerahkan Aplikasi transfer untuk dilakukan pemindahbukuan dari
rekening gironya sebesar Rp
Rp.5.000.000,--untuk
5 000 000 untuk dibuatkan Deposito Mudharabah
dengan nisbah 65:35
Jurnal
Dr. Titipan (Wadiah)
(Giro Wadiah an Qohar)
Cr. Dana Syirkah Temporer
(D
(Deposito
i Mudharabah-a/n
M dh b h / Qohar)
Q h )

Rp. 5.000.000
R 5.000.000
Rp.
000 000

4 Yusuf melakukan penyetoran tunai sebesar Rp.10.000.000,-- sebagai setoran


pertama giro wadiah
Jurnal :
Dr. Kas
Cr. Titipan (Wadiah)
(Giro Wadiah an Yusuf)

Jakarta, Januari 2013

Rp.
p 10.000.000
Rp. 10.000.000

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

66

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Contoh jurnal
T
Transaksi
k i
Penyaluran Dana

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

67

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

(1) Contoh Transaksi Murabahah


B
Bank
k Syariah
S i h melakukan
l k k ttransaksi
k i murabahah
b h hd
dengan
nasabahnya atas mobil Inova dengan harga perolehan
sebesar Rp.
p 150.000.000,-,
Nasabah telah menyerahkan uang muka ke Bank Syariah
sebesar Rp. 30.000.000,-- dan atas murabahah tersebut
di
disepakati
k ti kkeuntungan
t
setara
t
21%.
21% Pembayaran
P b
dil
dilakukan
k k
secara angsuran selama 12 bulan
Bank Syariah membayar uang muka kepada pemasok
sebesar Rp. 7.500.000 dan jika dibatalkan hangus.
Pengakuan
g
keuntungan
g murabahah secara p
proporsional
p

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

68

Jadwal Angsuran Nasabah

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Angs

Angsuran

Sisa Angs

Fasilitas Pembiayan Murabahah

Tgl. Angs

12,100,000

133,100,000

02/01/03

12,100,000

121,000,000

02/02/03

12,100,000

108,900,000

02/03/03

12 100 000
12,100,000

96 800 000
96,800,000

02/04/03

12,100,000

84,700,000

02/05/03

12,100,000

72,600,000

02/06/03

12 100 000
12,100,000

60 500 000
60,500,000

02/07/03

12,100,000

48,400,000

02/08/03

12,100,000

36,300,000

02/09/03

10

12,100,000

24,200,000

02/10/03

11

12,100,000

12,100,000

02/11/03

12

12,100,000

02/12/03

Harga pokok
Margin

150.000.000
25.200.000
---------------Harga jual
175.200.000
Uang muka
30.000.000
----------------Sisa kewajiban 145.200.000

Perhitungan Bank Syariah


Harga pokok brg
Uang muka
Porsi bank

150.000.000
30.000.000
----------------120.000.000

Margin : 21% x 120.000.000

Juml

25.200.000

145,200,000

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

69

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Uang muka

Dr. Hutang UM
Cr. Piutang UM
Cr. Kas / rek pembeli

Nasabah membatalkan pesanan


k d B
kepada
Bank
kS
Syariah
i h

Rp. 30 jt
Rp. 7,5 jt
Rp. 22,5 jt

Bank Syariah membatalkan pesanan


k d d
kepada
dealer
l =>
> rugii Rp.
R 77,5
5 jt

Dr. Kas/ rek Pembeli


Rp. 30 jt
Cr Hutang Uang Muka Rp.
Cr.
Rp 30 jt

Dr. Piutang Uang Muka Rp. 7,5 jt


Cr. Kas / Rek pemasok Rp. 7,5 jt

Uang
g muka dari nasabah
Rp. 30 juta

Uang muka kepada pemasok


sebesar Rp. 7,5 juta (jika batal
UM hangus)
Bank Syariah

Pembeli
Nasabah membatalkan pesanan
kepada Bank Syariah

Pemasok
Bank Syariah tidak membatalkan pesanan / dealer
kepada dealer => tidak rugi Rp. 7,5 jt

Dr. Hutang UM
Cr. Kas / rek pembeli
Jakarta, Januari 2013

Rp. 30 jt
Rp. 30 jt

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

70

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Transaksi Murabahah dilaksanakan


Dr. Kas/ rek Pembeli
Rp. 30 jt
Cr. Hutang Uang Muka Rp. 30 jt

Dr. Piutang Uang Muka Rp. 7,5 jt


Cr. Kas / Rek pemasok Rp. 7,5 jt

Uang muka dari nasabah


Rp. 30 juta

Uang muka kepada pemasok


sebesar Rp. 7,5 juta (jika batal
UM hangus)
Bank Syariah

Pembeli

Dr. Piutang Murabahah Rp. 175,2 jt


Cr. Margin Murabahah Ditangguhkan Rp. 25.2 jt
Cr. Persediaan
Rp. 150 jt

Dr. Hutang Uang Muka


Cr. Piutang Murabahah

Jakarta, Januari 2013

Pemasok
/ dealer

Dr. Persediaan
Rp. 150 jt
Cr. Piutang Uang MukaRp. 7,5 jt
Cr. Kas / rekening dealer
Rp. 142,5 jt

Rp. 30 jt
Rp. 30 jt

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

71

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Neraca Bank Syariah


Piutang
Pi
t
Murabahah
M
b h h
Rp. 145
R
145.200.000
200 000
Margin Murabahah Ditangguhkan (Rp. 25.200.000)

C d
Cadangan
PPAP

(R ))
(Rp.

Harga jual (piutang Murabahah)


Hutang Uang Muka

Atas piutang murabahah diangsur


12 kali => Rp.
p 12,1
, jjuta

Sisa (saldo)Piutang Murabahah

Rp. 175.200.000
(Rp. 30.000.000)
--------------------Rp. 145.200.000

Komponen pokok Rp. 10.000.000,Komponen margin Rp. 2.100.000,-

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

72

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

PEMBAYARAN ANGSURAN
Angsuran pertama diterima
angsuran tunai Rp. 12,1 juta
Dr. Kas /rek pembeli
Dr
Cr. Piutang Murabahah

Rp. 12,1
Rp
12 1 juta
Rp. 12,1 juta

Dr. Margin Mbh tangg


Dr
tangguhan
han
Cr. Pendapatan Magin Mbh

Rp. 2
Rp
2,1
1 jjuta
ta
Rp. 2,1 juta

Angsuran kedua telah jatuh tempo


namun nasabah belum bayar
Dr. Piutang Murabahah JT
Cr. Piutang Murabahah

Rp. 12,1 juta


Rp. 12,1 juta

Dr. Margin Mbh tangguhan


Cr. Pendapatan Magin Mbh

Rp. 2,1 juta


Rp. 2,1 juta

Jakarta, Januari 2013

Diperhitungan (sbg
unsur) dalam Distribusi
Hasil Usaha

Terjadi aliran kas


masuk

Tidak diperhitungan dalam


Di t ib i H
Distribusi
Hasilil U
Usaha
h

Tidak terjadi aliran kas


masuk

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

73

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Diterima pembayaran angs yang tertunggak


Dr. Kas
Rp. 12.100.000,Cr. Piutang Mbh JT
Rp. 12.100.000,-

Rp. 2,1 juta


diperhitungan dalam
perhitungan
distribusi hasil
usaha
h

Jakarta, Januari 2013

Tidak ada
pengakuan
pendapatan

Dalam pembayaran
Rp 12,1
Rp.
12 1 juta
terkandung aliran
kasa masuk
pendapatan
d
t sebesar
b
Rp. 2,1 juta

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

74

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Perubahan dan Performing ke Non Performing


Dr.Pendapatan Margin Murabahah
Rp. 6,3 juta
Cr Margin Mbh Tangguhan Jatuh Tempo
Cr.
Rp 6
Rp.
6,3
3 juta
Rekening administratif (tagihan kontijen)
D P
Dr.
Pendapatan
d
t D
Dalam
l
P
Penyelesaian
l
i
Cr. Kontra Tagihan Kontijen

Jakarta, Januari 2013

R 6
Rp.
6,3
3 jjuta
t
Rp. 6,3 juta

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

75

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Potongan Pelunasan Piutang Murabahah


Nasabah melunasi hutangnya sebelum jatuh tempo sebesar Rp. 72.600.000.
Dalam administrasi Bank Syariah hutang tersebut terdiri sisa pokok Rp.
60.000.000, sisa margin Rp. 12.600.000. Atas pelunasan tersebut bank syariah
memberikan potongan pelunasan sebesar Rp. 8.400.000
Alternatif Pertama
Dr. Kas
Cr. Piutang Murabahah

Rp. 72.600.000
Rp. 72.600.000

Dr. Margin Murabahah Tangguhan


C P
Cr.
Pendapatan
d
t M
Margin
i Murabahah
M
b h h

Rp. 12.600.000
R 12
Rp.
12.600.000
600 000

Dr. Biaya Muqasah (pot pelunasan) *)


Cr. Kas/ Rekening nasabah

Rp. 8.400.000,-Rp. 8.400.000

Alternatif kedua
Dr. Kas
Dr. Margin Murabahah Tangguhan
Cr. Piutang Murabahah
Cr. Pendapatan Margin Murabahah

Rp. 64.200.000
Rp. 12.600.000
Rp. 72.600.000
Rp. 4.200.000

*) disajikan sbg pengurang akun Pendapatan Margin Murabahah

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

76

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

(2) Contoh Transaksi Salam


Bank Syariah menerima pesanan dari Bulog jagung
HIBRIDA BISI-16 kualitas A sebanyak 100 ton seharga
Rp.940.000.000,-- Penyerahan dilakukan empat bulan
k
kemudian.
di
Atas pesanan itu Bank Syariah melakukan pemesanan
kepada KUD Amanah Karawang,
Karawang jagung HIBRIDA BISI-16
kualitas A, sebanyak 100 ton dengan harga Rp.
800.000.000. Penyerahan dilakukan tiga bulan kemudian
setelah
l h akad
k d di
ditanda
d tanganii

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

77

Akuntansi Salam paralel

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

BANK SYARIAH SEBAGAI PENJUAL


Dr. Kas
Cr. Hutang salam

BANK SYARIAH SEBAGAI PEMBELI

Rp. 940.000.000,-Rp. 940.000.000,--

Dr. Piutang salam

Rp. 800.000.000,-

(100 ton jagung HIBRIDA BISI-16, Qts A)

Cr. Kas

(100 ton jagung HIBRIDA BISI-16 Qts A)

(2) Penerimaan modal salam

Rp. 800.000.000,--

(2 ) P
(2a)
Penyerahan
h M
Modal
d l salam
l

Bulog

KUD Amanah

Bulog (3) Penyerahan


Pen erahan brg pesanan
Dr. Hutang salam

Bank Syariah

Rp. 940.000.000,-

Dr. Persd / Aset slm

((100 ton jagung


j g g HIBRIDA BISI-16 Qts A))

Cr. Persd / Aset slm

Jakarta, Januari 2013

Rp. 800.000.000,--

((100 ton jjagung


g g HIBRIDA BISI-16 Qts A))

Rp. 800.000.000,-

(100 ton jagung HIBRIDA BISI-16 Qts A)

Cr. Keuntungan salam

((3)) Penyerahan
y
brgg pesanan
p
KUD Amanah

Cr. Piutang salam

Rp. 800.000.000,--

(100 ton jagung HIBRIDA BISI-16 Qts A)

Rp. 140.000.000,-

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

78

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

(3) Contoh Transaksi Istishna


Untuk keperluan
p
tersebut Al Hidayah
y
p
pada tanggal
gg 2 Juni 2009
melakukan kontrak pembanguan rumah dengan kontraktor PT. WIJAYA
developer perumahan Muslim Mandiri dengan spesifikasi sebagaimana
penyerahan
y
dilakukan 4 bulan setelah akad ditanda
tersebut diatas, p
tangani sebesar Rp 60.000.000,- dengan pembayaran sebagai berikut:
1. Tanggal 2 Juli 2009 dibayar termin pertama pada saat penyelesaian
proyek
p
y 25% sebesar Rp.
p 15.000.000,-,
2. Tanggal 2 Agustus 2009 dibayar termin kedua pada saat penyelesaian
proyek 60% sebesar Rp. 21.000.000,-3 Tanggal 2 September 2009 dibayar termin ketiga pada saat
3.
penyelesaian proyek 100% sebesar Rp. 24.000.000,--

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

79

Jakarta, Januari 2013


IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

80

Pe
enyellesaia
an 25%

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Perhitungan LKS sbg penjual:


Harga jual LKS ke pembeli akhir
Rp. 72.000.000,
Rp
72 000 000 -Penyelesaikan 25% = 25% x Rp. 72.000.000 = Rp. 18.000.000,-Harga jual
Harga pokok barang (25% x 60 Jt)

Rp. 18.000.000,-Rp
18 000 000
Rp. 15.000.000,-- (termin)
--------------------K
Keuntungan
t
Istishna
I ti h TangguhanRp.
T
h R
3
3.000.000,-000 000
NERACA
Per 05 Juli 2009

Aktiva
Uraian

LKS sbg penjual

LKS sbg pembeli

Jakarta, Januari 2013

Jumlah

Piutang Istishna

18.000.000

Keuntungan Istishna Tangguhan

(3.000.000)

Aset Istishna dlm Penyelesaian


y

15.000.000

Termin Istishna

pasiva
Uraian

Hutang istishna

Jumlah

00

(15.000.000)

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

81

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Laporan Laba Rugi:


Laporan Laba Rugi
Periode 1 Januari s/d 02 Juli 2009
Keuntungan Istishna

Rp.

Pendapatan Istishna (Revenue of Istishna)


Harga pokok Istishna (Cost of Istishna)

Rp. 15.000.000,Rp. 15.000.000,--------------------Rp.


00,-

Keuntungan Istishna (Profit of Istishna)

200,-

Keuntungan LKS
sbg penjual
Keuntungan LKS
sbg kontraktor
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

82

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

(4) Contoh transaksi Mudharabah


Pada tanggal 15 Januari 2008 LKS Amal Sejahtera menyetujui untuk
p
Zainudin,, seorang
gp
pengusaha
g
memberikan modal mudharabah kepada
textil di Medan, sebesar Rp.50.000.000.,- (lima puluh juta). Pembagian
hasil usaha (nisbah) disepakati 70 untuk LKS Amal Sejahtera dan 30
untuk Zainudin.
Investasi Mudharabah dengan jangka waktu 2 tahun, yaitu sampai dengan
15 Januari 2010
Penyerahan modal mudharabah oleh LKS Amal Sejahtera kepada
Zainudin dilakukan tgl 25 Januari 2008 diserahkan uang tunai sebesar
Rp.50.000.000,--

Pada saat pembiayaan mudharabah disetujui Bank Syariah


Dr Kontra komitmen Investasi Mdh Rp.
Dr.
Rp 50.000.000,-50 000 000
Cr. Kewajiban Komitmen Investasi Mdh
Rp. 50.000.000,--

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

83

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Penyerahan modal kas


Atas persetujuan pemberian modal mudharabah kepada
Zainudin, pada tanggal 25 Januari 2008 LKS Amal Sejahtera
penyerahan modal mudharabah dalam bentuk uang tunai,
sebesar
b
R
Rp. 50.000.000,-.kepada
50 000 000 k
d Z
Zainudin
i di
Dr. Investasi Mudharabah
Cr. Rekening mudharib

Rp. 50.000.000
Rp. 50.000.000

Dr. Kewajiban Komitmen Investasi Mdh


Cr. Kontra komitmen Investasi Mdh

Rp. 50.000.000
Rp. 50.000.000

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

84

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Bagi Hasil Mudharabah


Tanggal 20 Februari 2008 LKS Amal Sejahtera menerima bagi hasil dari
Z i di yang menjadi
Zainudin
j di h
hak
k LKS sebesar
b
R
Rp.3.500.000,3 500 000 (70% x R
Rp.
5.000.000) yang dibayar dengan tunai.
Penerimaan secara tunai
Dr. Kas / Rekening Zainudin
C Pendapatan
Cr.
P d
t Bagi
B iH
Hasilil Mdh

Rp. 3.500.000,-R 3
Rp.
3.500.000,-500 000

Pendapatan akrual (sdh dilaporkan tapi dana belum dikirim)


Dr. Piutang Mudharib (Piutang Bahas Mdh)
Rp. 3.500.000,-Cr. Pendapatan Baghas Mdh
Rp. 3.500.000,-Pembayaran bagi hasil (penerimaan dana bagi hasil)
Dr. Kas
Rp.3.500.000
Cr. Piutang Mudharib (Piutang Bagi Hasil)
Rp. 3.500.000
Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

85

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Pengembalian modal
A Pengembalian modal kas
A.
Tanggal 15 Januari 2010 Zainudin sesuai kesepakatan
dalam akad, LKS Amal Sejahtera
j
menerima p
pengembalian
g
modal mudharabah kas sebesar Rp.50.000.000,Dr. Rekening mudharib Rp. 50.000.000,-Cr. Investasi Mudharabah
Rp. 50.000.000,--

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

86

((5)) Contoh Transaksi Ijarah


j
Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Tgl 1 Maret 2008, Bank syariah membeli mobil Inova, dng harga dan biayabiaya lain (harga perolehan) sebesar Rp.120.000.000,-2 Tgl
T l 10 M
Marett 2008
2008, B
Bank
k syariah
i h melakukan
l k k ttransaksi
k i IjIjarah
hd
dengan d
datat
data sebagai berikut:

Jenis barang yang disewa


:Kijang Inova
Harga
g barang
gp
perolehan :Rp.
p 120.000.000,-,
Nilai sisa / residual value :Rp. 0

Kebijakan penyusutan aktiva tersebut selama 5 tahun


Return yang diharapkan 20% / pa

Alternatif pilihan:
a.
Ijarah
b
b.
IMBT untukk masa sewa 2 tahun
h

JJurnall ttgll 10 M
Marett 2008 ((saatt penyewaan mobil)
bil)
Dr. Aktiva Diperoleh untuk Ijarah Rp. 120.000.000,-Cr. Persd / Rek Suplier
Rp. 120.000.000,Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

87

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

A. Perhitungan penyusutan:
o Ijarah (kebijakan bank disusut 5 th)
Beban penyusutan per thn : (120.000.000 00) : 5 = 24.000.000
Beban penyusutan per bln : 24.000.000 : 12 = 2.000.000
o Ijarah Muntahia Bittamlik (IMBT) => masa sewa 2 thn
Beban penyusutan per thn: (120.000.000 00) : 2 = 60.000.000
Beban
B b penyusutan
t per bln:
bl 60
60.000.000
000 000 : 12 = 5
5.000.000
000 000
B. Perhitungan harga sewa
Ijarah
Harga perolehan
Rp. 24.000.000
Return ((20%))
Rp.
p 4.800.000
---------------------Harga sewa
Rp. 28.800.000

IMBT
Rp. 60.000.000
Rp.
p 12.000.000
--------------------Rp. 72.000.000

Angs per bulan

Rp. 6.000.000

Jakarta, Januari 2013

Rp. 2.400.000

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

88

4.

Jurnal beban penyusutan


p y

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

5.

Ijarah
Dr. Beban penyusutan *)
Cr. Akum p
penyusutan
y
Aktiva Ijarah
j

Rp. 2.000.000,-Rp.
p 2.000.000,--

Ijarah Muntahia Bittamlik (IMBT)


Dr. Beban penyusutan *)
Cr. Akum penyusutan Aktiva Ijarah

Rp. 5.000.000,-Rp. 5.000.000,-

Jurnal p
penerimaan p
pendapatan
p
Ijarah
j

Ijarah
Dr. Kas / rekening penyewa Rp. 2.400.000
Cr. Pendapatan
p
sewa

IMBT
Dr. Kas
as / rekening
e e g penyewa
pe ye a Rp.
p 6
6.000.000
000 000
Cr. Pendapatan sewa

Rp.
p 2.400.000

Rp. 6.000.000

*) disajikan sebagai pengurang akun Pendapatan Sewa

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

89

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

7.

Jurnal biaya
y pemeliharaan
p

Pada bulan yang bersangkutan dilakukan


perbaikan aktiva ijarah sebesar Rp. 500.000,-o Ijarah :
Dr. Biaya perbaikan/pemeliharaan *) Rp. 500.000,-Cr. Kas / rekening bengkel
Rp. 500.000,-o IMBT
Dr. Beban perbaikan/pemeliharaan *)
Cr. Kas
C
as / rekening
e e g

Rp. 500.000,-Rp.
p 500
500.000,-000,

*) disajikan sebagai pengurang akun Pendapatan Sewa

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

90

Ijarah

Pendapatan sewa (harga jual)

2.400.000,--

Pengeluaran beban bank (HPP)


2.000.000,--

Beban penyusutan
Beban pemeliharaan

500.000,-0,-0,

Beban lain

2.500.000,--

Total beban bank


Pendapatan neto Ijarah (keuntungan)

(100.000),--

Pendapatan sewa (harga jual)

Imbt

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Penyajian transaksi Ijarah

6.000.000,--

Pengeluaran
g
beban bank (HPP)
(
)
5.000.000,--

Beban penyusutan
Beban pemeliharaan

500.000,-0
0,--

B b llain
Beban
i

5.500.000,--

Total beban bank


Pendapatan neto ijarah (keuntungan)

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

500.000,--

91

8. Jurnal Pemindahan Hak (khusus hanya IMBT)


Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

A.

melalui hibah => seluruh pendapatan sewa telah diterima dan obyek
sewa tidak memiliki nilai sisa
Dr. Akum penyusutan aktiva ijarah
Dr. Beban Hibah Ijarah
Cr. Aktiva ijarah

B.

Rp. 120.000.000,-Rp. 0,-- (residu)


Rp. 120.000.000,--

penjualan obyek sewa sebelum berakhirnya masa sewa dengan


harga jual sebesar sisa cicilan sewa atau harga disepakati
1)

jika harga jual lebih besar dari nilai buku => harga disepakati
Rp 50 000 000 nilai buku Rp
Rp.50.000.000,-Rp.15.000.000
15 000 000 (sisa cicilan)
Db. Kas/Rekening penyewa
Db. Akumulasi Penyusutan aktiva ijarah
C Akti
Cr.
Aktiva ijijarah
h
Cr.Keuntungan penjualan aktiva ijarah

Jakarta, Januari 2013

Rp. 50.000.000,Rp.105.000.000,R 120


Rp.
120.000.000,000 000
Rp. 35.000.000,-

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

92

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

8. Jurnal Pemindahan Hak (khusus hanya IMBT)


2) jika harga jual sama dengan nilai buku, => sisa cicilan
Rp 15 000 000 -- nilai buku aset Rp
Rp.15.000.000,-Rp. 15
15.000.000
000 000
Db. Kas/Rekening penyewa
Db Akumulasi Penyusutan aktiva ijarah
Db.
Kr. Aktiva ijarah

Rp. 15.000.000,-Rp 105


Rp.
105.000.000,
000 000 -Rp. 120.000.000,-

3) jika harga jual lebih kecil dari nilai buku, => harga disepakati
Rp.10.000.000,-- Nilai buku Rp. 15.000.000
Db. Kas/Rekening
gp
penyewa
y
Db. Akum Penyusutan akt ijarah
Db. Kerugian penjualan akt ijarah
Cr. Aktiva ijarah

Jakarta, Januari 2013

Rp.
p 10.000.000,-,
Rp. 105.000.000,-Rp. 5.000.000,-Rp. 120.000.000,--

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

93

Wiro
oso Sekilas Akunta
ansi Perban
nkan Syariiah

Terima kasih
Wassalamualaikum
W
l
l ik wa
Rahmatullah wa barakatuh.

Jakarta, Januari 2013

IAI - PPL - Prinsip Dasar Perbankan Syariah

94