Anda di halaman 1dari 10

JURNAL REVIEW OTOMOTIF

Energi Alternatif Untuk Bahan Bakar Selain Dari energi Fosil

Adi Suryadi
adisurya.adi17@gmail.com
Teknik Mesin Universitas Mercu Buana
ABSTRAK
Sumber energi yang saat ini digunakan ini merupakan energi yang tidak dapat diperbaharui.
Jika energi ini digunakan terus menerus akan mengalami kelangkaan. Oleh sebab itu perlu
adanya pengalihan sumber energi ke sumber energi yang dapat diperbaharui. Di indonesia
Penggunaan bahan bakar minyak transportasi masih terus meningkat antara lain karena
pertumbuhan kendaraan bermotor baik roda dua atau roda empat yang sangat cepat dan
belum terkendalikan. Masalah utama adalah bagaimana pengelolaan penggunaan BBM
secara efektif. Metode yang digunakan adalah deskriptif evaluatif, dan melakukan analisis
kebijakan publik untuk mengajukan langkah yang perlu ditempuh.
Kata kunci: Energi Terbarukan, efektivitas BBM, transportasi darat

ABSTRACK

The energy source that is currently used is a non-renewable energy. If this energy is used
continuously be experiencing shortages. Hence the need for the transfer of energy sources
to renewable energy sources. In Indonesia the transportation fossil fuel use continues to
increase partly because of the growth of both the two-wheeled motor vehicles or four-wheel
very fast and yet controlled. The main problem is how effective management of fuel usage.
The method used is descriptive evaluative, and conduct public policy analysis to propose
measures to be taken.
Keywords: Renewable Energy, the effectiveness of fuel, ground transportation

Universitas Mercu Buana

1.PENDAHULUAN
Dengan meningkatnya Inovasi
teknologi transportasi yang semakin
meningkat pesat dan
Permasalahan
tentang
bahan
bakar
fosil
yang
mengemuka pada tahun-tahun ini adalah
permasalahan tentang menipisnya jumlah
bahan bakar fosil dan pemanasan global.
Jumlah kapasitas yang tersedia di perut
bumi tentang jumlah bahan bakar fosil
sudah menipis. Para ahli dari tahun
ketahun berusaha untuk menemukan
sumber energi terbarukan yang bukan
berasal dari fosil.
Kelangkaan
BBM
merupakan
pemandangan yang dijumpai di berbagai
daerah di tanah air. Ketergantungan
terhadap bahan bakar fosil setidaknya
memiliki tiga ancaman serius, yaitu : (1)
menipisnya cadangan minyak bumi (bila
tanpa temuan
sumur baru), (2).
Kenaikan/ kestabilan harga akibat laju
permintaan yang lebih besar dari produksi
minyak, (3). Polusi gas rumah kaca
(terutam CO2) akibat pembakara bahan
bakarfosil (Yuli Setyo Indartono. 2005)
Menurut
Sutarman,
(2006),
dengan menurunnya tingkat produksi
minyak nasional,menimbulkan kuantitas
import terus menerus mengalami kenaikan
tingkat
yang
signifikan.
Program
penyediaan dan pemanfaatan energi
alternatif merupakan solusi sementara
yang bertujuan untuk mengurangi subsidi
BBM, mencari sumber energi yang murah,
efisien danlestari. Adapun potensi energi
yang dapat dikembangkan di Indonesia,
antara lain : bahan bakar nabati (biofuel,
batubara dan gas). Namun cadangan
minyak bumi, gas dan batu bara masing-

masing hanya tinggal 20, 62 dan 146


tahun lagi. Karena itu, Indonesia perlu
mengembangkan sumber energi alternatif
yang dapat terbarukan antara lain dengan
bahan bakar nabati (biofuel). Selain
merupakan sumber energi alternatif untuk
mengurangi subsidi BBM, bioethanol dan
biosolar pun lebih ramah lingkungan
dibandingkan dengan bahan bakar bensin
(premium) dan solar dari bahan bakar
fosil.

2. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan paper ini adalah
1. Memberikan pengetahuan
potensi sumber energi
terbarukan daya alam di
indonesia
2. mengidentifikasikan potensi
sumber daya alam (SDA) yang
menjadi sumber energi
terbarukan yang berada di
indonesia , seperti Bio-etahnol ,
Biosolar, Hidrogen
3. Strategi apa yang perlu dilakukan
pemerintah untuk pengembangan
energi terbarukan dimasa
mendatang

`2

3. Hasil dan Pembahasan


3.1 Potensi sumber daya alam di
indonesia
Indonesia sesungguhnya memiliki potensi
sumber energi terbarukan dalam jumlah
besar, seperti : bioethanol sebagai
pengganti bensin; biodiesel sebagai
pengganti solar; tenaga panas bumi,
mikrohidro, tenaga angin, tenaga surya,
yang
dapat
digunakan
untuk
membangkitkan
listrik
(Yuli
Setyo
Indartono, 2005). Dengan adanya krisis
BBM, merupakan saat yang tepat untuk
menata dan menerapkan dengan serius
berbagai potensi tersebut.
1) Bio-ethanol
Bio-ethanol adalah ethanol yang
diproduksi dari tumbuhan. Di
Brazil, bioethanol telah
menggantikan 50 % kebutuhan
bensin
untuk
keperluan
transportasi. Dimana biioethanol
tidak saja menjadi alternatif yang
sangat menarik untuk substitusi
bensin, namun juga mampu
menurunkan emisi CO2 hingga 18
% (Yuli Setyo Indartono, 2005).
Bio-ethanol yang dijual Pertamina
dengan
nama
Biopremium
merupakan zat yang mampu
meminimalisasi
zat
berbahaya
yang dikeluarkan asap kendaraan
bermotor, tertutama Timbal. Saat
ini bensin bertimbal yang dipakai di
Jawa Barat memang masih bensin
bertimbalyang diproduksi di kilang
Cilacap. Sedangkan di Jakarta,
bensin disana sudah bebas timbal,
bensin tanpa timbal ini dipasok dari
Balongan.
Cilacap
sebenarnya
sudah dapat memproduksi bensin
tanpa Timbal, namun belum
dikeluarkan ke pasar mengingat
sisa stok bensin bertimbal yang
masih
cukup
banyak
untuk

memenuhi kebutuhan hingga akhir


2006 ( Feby, 2006).
Karakteristik etanol sebagi
biofuel/energi Terbarukan adalah
sebagai berikut:
a. Memiliki angka oktan yang tinggi
b. Mampu menurunkan tingkat
opasiti asap, emisi partikulat yang
membahayakan
kesehatan, dan emisi CO serta
CO2.
c. Mirip dengan bensin, sehingga
penggunanya tidak memerlukan
modifikasi mesin.
d. Tidak mengandung senyawa
timbal
Pembuatan Etanol
Secara umum etanol atau ethil
alkohol dapat dibuat dari suatu
pati/ tepung, molase dan serat dan
di Indonesia bahan nabati tersebut
adalah sangat melimpah. Pati
terdapat banyak pada tanaman
umbi-umbian dan biji-bijian.
Adapun reaksi yang sering
digunakan adalah proses enzimatis
atau dengan asam pemecahan pati
(polisacharida) menjadi
monosacharida melalui suatu
hidrolisis Istilah hidrolisis dipakai
untuk reaksi kimia organik dan
anorganik, dimana pengaruh air
pada pemecahan senyawa ganda
dengan senyawa lain. Hidrogen
pindah ke satu komponen lain
(menjadi senyawa yang
sederhana).
Untuk mempercepat reaksi dapat
dipakai katalis asam, alkali atau
enzim (Groggin. 1968). Etanol,
CH3CH2OH dapat dibuat dengan
proses fermentasi gula dengan
`3

bantuan suatu enzyme dari ragi,


yaitu merubah gula sederhana
menjadi etanol dan
carbon dioksida (CO2). Hasil kadar
etanol dapat mencapai + 14 %,
etanol dapat
digunakan sebagai minuman
beralkohol, pelarut serbaguna yang
dibutuhkan dalam
industri farmasi maupun kosmetik
dan bahan bakar. Sumber
(Wahidin Nuriana 2010)
2 ) Biodiesel / Biosolar
Biodiesel/Biosolar adalah senyawa
organik yang dapat digunakan
sebagai bahan bakar diesel, yang
dihasilkan dari minyak nabati,
lemak, hewani, atau
minyak bekas (anonim cit Dwiarum
S, 2006)
Menurut Sutarman (2006), bahwa
sifat biodiesel mirip minyak solar,
namun merupakan bahan bakar
yang memiliki keuntungan ramah
llingkungan karena bebas sulfur,
rendah bilangan asap, pembakaran
lebih sempurna dan non toxic.
Karena sifat itulah minyak nabati
ini
baik
digunakan
sebagai
pengganti/campuran
solar.
Pembakaran dengan menggunakan
biodiesel
pada
mesin
lebih
sempurna, sehingga mengurangi
kadar karbon monoksida dan
karbon dioksida yang keluar dari
gas buangan. Bahan baku biodiesel
yang baik adalah berasal dari
kelapa sawit (Elaesis guineensis)
dakam bentuk crude palm oil
(CPO). Namun CPO merupakan
bahan untuk minyak konsumsi dan
komoditas eksport yang memiliki
nilai ekonomis tinggi. Sebenarnya

tanaman jarak pagar (Jatropha


curcas) lebih ekonomis sebagai
bahan biodiesel, karena tanaman
ini
mampu
tumbuh
dan
berkembang pada lahan kritis

3) Hidrogen
Hidrogen

(bahasa
Latin:
hydrogenium, dari bahasa Yunani:
hydro: air, genes:
membentuk) adalah unsur kimia
pada tabel periodik yang memiliki
simbol H dan
nomor atom 1. Pada suhu dan
tekanan standar, hidrogen tidak
berwarna, tidak berbau, bersifat
non-logam, bervalensi tunggal, dan
merupakan gas diatomik yang
sangat mudah terbakar. Dengan
massa
atom
1,00794
amu,
hidrogen adalah unsur teringan di
dunia.
Hidrogen juga adalah unsur paling
melimpah dengan persentase kirakira 75% dari
total massa unsur alam semesta.
Kebanyakan bintang dibentuk oleh
hidrogen dalam
keadaan
plasma.
Senyawa
hidrogen relatif langka dan jarang
dijumpai secara alami dibumi, dan
biasanya dihasilkan secara industri
dari berbagai senyawa hidrokarbon
seperti metana. Hidrogen juga
dapat dihasilkan dari air melalui
proses elektrolisis,
namun proses ini secara komersial
lebih mahal daripada produksi
hidrogen dari gas
alam. Sumber ( Neni Muliawati
2008)

`4

4) Minyak Jarak
Solar

Pengganti

Tanaman Jarak (Jatropha Curcas


L) sangat potensial dikembangkan
untuk
mendapatkan
biodiesel,
tanaman ini merupakan tanaman
semak yang tumbuh subur pada
daerah beriklim panas/tropis dan
curah hujan 200~1500 mm/tahun.
Biji jarak mengandung sekitar 35
45% berbagai trigliserida yang
berasal dari asam asam lemak
risinoleat, palmitat, stearat, dan
kurkolat. Kandungan yang terbesar
adalah asam risinoleat yang dapat
mencapai 90% dari bermacammacam
trigliserida
tadi
dan
merupakan bahan dasar dari
minyak jarak. Wujud minyak jarak
ini seperti minyak goreng, kental,
licin dan baunya tidak mencolok.
Sumber ( Melvin simanjutak,2005)
Beberapa
keuntungan
tanaman jarak pagar adalah:
1.

2.
3.
4.
5.

6.

dari

Tahan terhadap kekeringan


sehingga dapat ditanami
pada daerah beriklim
gurun dan dapat tumbuh
pada berbagai tipe tanah,
sekalipun berpasir,
berbatu atau memiliki
kadar garam.
hanya membutuhkan
sedikit pengelolaan/
perawatan
tidak membutuhkan
pengawasan khusus
terhada gulma/hama
tumbuh dengan cepat dan
stabil setelah beberapa
bulan
mulai menghasilkan buah
pada tahun kedua sampai
berumur sekitar 40
tahun.
Daging buah setelah
ekstraksi minyak
merupakan pupuk organik

7.

yang unggul (38% protein


dengan rasio NPK:
2,7:1,2:1)
dapat menghasilkan buah
sepanjang tahun

5) Biogas
Biogas merupakan bahan bakar
gas (biofuel) dan bahan bakar
yang
dapat
diperbaharui
(renewable fuel) yang dihasilkan
secara anaerobic digestion atau
fermentasi anaerob dari bahan
organik dengan bantuan bakteri
metana seperti Methanobacterium
sp. Bahan yang dapat digunakan
sebagai bahan baku pembuatan
biogas yaitu bahan biodegradable
seperti biomassa (bahan organik
bukan fosil), kotoran, sampah
padat hasil aktivitas perkotaan dan
lain-lain. Akan tetapi, biogas
biasanya dibuat dari kotoran
ternak
seperti
kerbau,
sapi,
kambing, kuda dan lain lain.
Kandungan utama biogas adalah
gas
metana
(CH4)
dengan
konsentrasi sebesar 50 80 % vol.
Gas dalam biogas yang dapat
berperan sebagai bahan bakar
yaitu gas metana (CH4), gas
hidrogen (H2) dan gas karbon
monoksida (CO)
Proses
pembuatan
biogas
dilakukan secara fermentasi yaitu
proses terbentuknya gas metana
dalam kondisi anaerob dengan
bantuan bakteri anaerob di dalam
suatu digester sehingga akan
dihasilkan gas metana (CH4) dan
gas karbon dioksida (CO2) yang
volumenya lebih besar dari gas
hidrogen (H2), gas nitrogen (N2)
dan gas hydrogen sulfida (H2S).
`5

Proses fermentasi memerlukan


waktu 7 sampai 10 hari untuk
menghasilkan biogas dengan suhu
optimum 35 oC dan pH optimum
pada range 6,4 7,9. Bakteri
pembentuk biogas yang digunakan
yaitu bakteri anaerob seperti

Methanobacterium,
Methanobacillus,
Methanococcus
dan Methanosarcina (Price and
Paul, 1981). Biogas yang dibuat
dari
kotoran
ternak
sapi
mengandung gas CH4 sebesar 55
65 %, gas CO2 sebesar 30 35
% dan sedikit gas hidrogen (H2),
gas nitrogen (N2) dan gas gas
lain. Panas yang dihasilkan sebesar
600 BTU/cuft. Sedangkan, biogas
yang dibuat dari gas alam
mengandung gas CH4 sebesar 80
% dengan panas sebesar 1000
BTU/cuft. Kandungan gas CH4 dari
biogas dapat ditingkatkan dengan
memisahkan gas CO2 dan gas H2S
yang
bersifat
korosif
(http://www.sciencedirect.com/,
2007).
Pembuatan biogas dimulai dengan
memasukkan bahan organik ke
dalam digester, sehingga bakteri
anaerob
akan
membusukkan
bahan organik tersebut dan
menghasilkan gas yang disebut
biogas. Biogas dapat dihasilkan
pada hari ke 4-5 sesudah
iodigester
terisi
penuh,
dan
mencapai puncaknya pada hari ke
20-25.
Biogas
yang
telah
terkumpul di dalam digester
dialirkan melalui pipa penyalur gas
menuju tangki penyimpan gas atau
langsung
ke
lokasi
penggunaannya, misalnya kompor.
Biogas dapat dipergunakan dengan
cara yang sama seperti cara

penggunaan gas lainnya yang


mudah
terbakar.
Pembakaran
biogas
dilakukan
dengan
mencampurnya dengan oksigen
(O2). Untuk mendapatkan hasil
pembakaran yang optimal perlu
dilakukan
proses
pemurnian/penyaringan
karena
biogas mengandung beberapa gas
lain yang tidak menguntungkan.
Keuntungan lain yang diperoleh
adalah dihasilkannya lumpur yang
dapat digunakan sebagai pupuk.
(Anonim,2005).

3.2
Perkembangan
Energi
Terbarukan/Biofuel di Dunia
1.
Mengadobsi
metode
pegembangkan biofueldari negara
lain
Pemerintah Indonesia bisa
mengadopsi metode pengembangan
biofuel dari negara-negara di dunia
yang telah berhasil mengembangkan
biofuel.
Sebagai
gambaran
keberhasilan pemerintah Brasil dalam
hal
pengembangan
biofuel
bisa
dijadikan
acuan.
Setidaknya
pengembangan
biofuel
bisa
menggunakan 4 (empat) hal pokok
yaitu :
a. Kelembagaan;
Dalam
kelembagaan,
perumusan
kebijakan
umum industri berbasis
tebu berada
dibawah
wewenang suatu Badan
Pengembangan Gula dan
Alkohol
yang
bertugas
memformulasi
kebijakan
sektor gula dan alkohol
untuk menciptakan produk
`6

yang
berkualitas
dan
kompetitif.
b. Optimalisasi pasar domestik;
Optimalisasi pasar domestik
dilakukan dengan kebijakan
menetapkan range
kadar
alkohol
yang
dicampur
dalam bensin yang dijual.
c. Dukungan financial;
Dukungan
finansial
dilakukan
dengan
memberikan
kredit
berbunga
rendah
kepada pengusaha dan
petani
yang
mengembangkan
energi
terbarukan.
d. Dukungan lembaga riset;
Adapun
dalam
riset,
lembaga
riset
dituntut
untuk melakukan berbagai
penelitian
dan
pengembangan
bidang
bioteknologi
dengan
orientasi pada terciptanya
proses produksi agrobisnis
yang modern, efisien, dan
kompetitif.
2. Penghapusan subsidi BBM fosil
secara bertahap
Pemerintah dan DPR perlu segera
merumuskan
"strategi
energi"
Indonesia untuk 50 tahun ke depan.
Salah satu kebijakan penting yang
perlu diberlakukan segera adalah
penghapusan subsidi BBM secara
bertahap, sehingga nantinya harga
BBM diserahkan sepenuhnya kepada
mekanisme pasar. Penghapusan subsidi
BBM tidak berarti penghapusan subsidi
kepada rakyat miskin. Pemerintah dan
DPR harus bersama-sama meyakinkan
kepada publik bahwa rakyat miskin

tetap mendapatkan subsidi dari negara.


Bedanya, jika selama ini yang disubsidi
adalah harga BBM, pada masa
mendatang yang disubsidi adalah
rakyat miskin.

Kesimpulan dan Saran


Kesimpulan:
1. Penggunaan BBM
transportasi
yang terus meningkat dari tahun ke
tahun
sebanyak
8,6%,
adalah
merupakan akibat dari pertumbuhan
kendaraan bermotor
yang
belum
terkendalikan, padahal, produksi BBM
dalam negeri semakin menurun dan
cadangan minyak bumi pun semakin
menipis. Jika sektor transportasi
merupakan pemakai BBM terbesar;
yakni 56% dari konsumsi nasional,
maka, kondisi ini mengharuskan segera
terlaksananya peningkatan efisiensi
energi, terutama untuk transportasi
jalan
2. Bahan bakar alternatif dapat
diperoleh dari beragam mahluk hidup
3. Sebagai pengganti bahan bakar
minyak dapat dibuat biodiesel dan
bioethanol. Sedang pengganti gas
dapat dibuat dari biogas
4. Proses produksi bahan bakar ini
tidak membutuhkan teknologi yang
rumit
dan hasilnya lebih
ramah terhadap lingkungan.
Saran:
1.

2.

Diperlukan usaha yang lebih giat


untuk
mensosialisasikan
pemakaian energi
alternatif
untuk
mengurangi
ketergantungan terhadap bahan
bakar fosil.
Perlu dukungan dari semua pihak
untuk menggali teknologi dan
potensi untukpemanfaatan dan
pengembangan
energi
dari
alternatif yang terbarukan.

`7

Daftar Pustaka
Sitorus,
Budi
,
Juli
2014
"Pengelolaan Penggunaan Bahan
Bakar Minyak yang
Efektif pada
Transportasi
Darat"
Jurnal

Manajemen
Tranportasi
dan
Logistik.Vol 4 No 3 (2014) Mei
2016
Prastya,Rendhi, Susilo, Bambang ,
Juni 2014 . "Pengaruh Penggunaan
Bahan Bakar
Biogas
terhadap
Emisi Gas Buang Mesin Generator
Set" Jurnal
Keteknikan
Pertanian Tropis dan Biosistem Vol.
1 No. 2, Juni 2013, 77-84,
mei
2016
Jarot D. Rahadi, A. A. P.
Susastriawan,
Hary
Wibowo,
Desember 2014.
"PENGARUH
PEMANFAATAN HYDROGEN DARI
GENERATOR
HHO
TERHADAP
UNJUK KERJA DAN EMISI GAS
BUANG SEPEDA MOTOR 4 TAK 100
cc" E- Jurnal Teknik Mesin, Vol. 2
No. 1, Desember 2014, Mei 2016
Danang , Ahmad R, Nugraha
Cahyadi ,Juli 2013." Analisis
Kebijakan
Pengembangan
Industri Bahan Bakar Nabati
Bioetanol Dari Ubi Kayu dengan
Menggunakan
Pemodelan
Matematika". Jurnal Online Institut

Teknologi Nasional

Simanjuntak,
Melvin
Emil.
Beberapa Energi Alternatif Yang
Terbarukan Dan
Proses
Pembuatannya. Jurnal Teknik

SIMETRIKA Vol. 4 No. 1 April


2005: 287 293. April 2005
Dewi, Eniya Listiani. Potensi
Hidrogen sebagai Bahan Bakar
untuk
Kelistrikan
NasionalProsiding
Seminar
Nasional
Teknik
Kimia.

Kejuangan ISSN 1693


4393
Pengembangan Teknologi Kimia
untuk Pengolahan Sumber Daya
Alam Indonesia Yogyakarta, 22
Februari 2011. Februari 2011
Kusminingrum, Nanny, "Bahan
bakar nabati sebagai salah satu
alternatif
untuk mendukung
penggunaan bahan bakar ramah
lingkungan"
Departemen
Energi
dan
Sumberdaya
Mineral,
2007,
Clearing
house,
Energi
Terbarukan Konservasi Energi,
//E:\ Clearing house, Energi
Terbarukan
dan
Konservasi
Energi Biofuel.htm
Muliawati,
Neni,
Juli
2008."Hidrogen Sebagai Sel Bahan
Bakar sumber Energi Masa
Depan"

Liun, Edwaren Sunardi,Desember


2014. "Perbandingan Harga Energi
Dari
Sumber
Energi
Baru
Terbarukan dan Fosil" Jurnal

Febriyanto, Erfin Y dan Slamet


Priyono. Studi Pemanfaatan Feses
(Kotoran
Manusia)
sebagai
Bahan Baku Alternatif Energi
Terbarukan.Jurnal
Ilmu

Pengembangan Energi
Nuklir
Volume 16, Nomor 2, Desember
2014

Pengetahuan
dan
Teknologi
Volume 30 (1) 2012 : 19-24 ISSN :
0125- 9121.April 2012.
`8

Nuriana,
Wahidin,Maret
2010.
Pemanfaatan biji durian sebagai
upaya penyediaan bahan baku
energi alternatif terbarukan ramah
lingkungan". Jurnal
Agritek

Volume 11 Nomor 1 Maret 2010


Sunaryo,April2010." Uji eksperimen
pemurnian
biogas
sebagai
pengganti
bahan bakat motor
bensin" Jurnal PPKM II (2014) 123-

130
Warsa , I Wayan , Septiyani ,
Faudzia
,September
2013."Bioetanol dari bonggol
pohon pisang" Jurnal Teknik Kimia,

Vol.8, No.1, September 2013


Kholiq, Imam, Desember 2014."
Pemanfaatan
energi
alternatif
sebagai energi terbarukan untuk
mendukung subtitusi BBM Jurnal

Vol.19 No. 2, Desember


2015, Mei 2016

Jamilatun, Makhabbah. Rekayasa


Metabolik Mikroorganisme Untuk
Tujuan
Produksi Bioetanol.

Jurnal Ekosains | Vol. II | No. 2 |


Juli 2010. Juli 2010

Warsito, Sri Wahyu Suciyati, D


Wahyudi,
Wildan
Khoiron.
Realisasi dan Analisa
Sumber
Energi baru Terbarukan Nanohidro
dari
Aliran
Air
Berdebit
Kecil. Jurnal Material dan Energi

Indonesia Vol. 01, No. 01 (2011)


15-21. Februari 2011.
Pratondo Utomo Tanto, Erdi
Suroso, Erdi, Harun Al Rasyid. "
Kajian potensi produksi biofuel di
kabupaten
tulang
bawang
lampung".
JURNAL

KELITBANGAN VOL.03 NO.01

Ir. Sulistyono, M.Si.Pengurangan


subsidi
BBM
fosil
sebagai
momentum
pengembangan
energi
alternatif
jenis
Biofuel"Jurnal FORUM TEKNOLOGI
Vol.
04 No. 4, Mei 2016.
Emil
Simanjuntak,
Melvin,Mei
2005. Beberapa energi alternatif
yang terbarukan
dan
proses
pembuatannya"
Jurnal
Teknik

SIMETRIKA Vol. 4 No. 1


April 2005: 287 293

NUKLIR
YOGYAKARTA,
5
NOVEMBER 2009 ISSN 1978-0176

Saputra, Edy Syaiful Bahri, Edward


Hs."Bio-Oil dari Limbah Padat
Sawit" Jurnal Rekayasa Kimia dan

Lingkungan Vol. 6, No. 2, hal. 4549,


2007
Astuti, Widi Nur Nalindra ,Putra .
"Peningkatan
Kadar
Geraniol
Dalam Minyak Sereh Wangi dan
Aplikasinya Sebagai Bio Additive

Gasoline".http://journal.unnes.ac.i
d/nju/index.php/jbat

Nurfiana,Fifi,Mukaromah,November
2009. "Pembuatan Bioetanol dari
biji
durian sebagai sumber
energi
alternatif"
SEMINAR
NASIONAL V SDM
TEKNOLOGI

Suhartanta,
Arifin,Zainal."
Pemanfaatan minyak jarak sebagai
bahan bakar alternatif
mesin
diesel ". Jurnal Penelitian Saintek,

Vol. 13, No. 1, April 2008:


46 ,Mei 2016.

19-

`9

Prastya, Rendhi Bambang Susilo,


Musthofa
Lutfi."Pengaruh
Penggunaan Bahan Bakar Biogas
terhadap Emisi Gas Buang Mesin

Jurnal
Keteknikan Pertanian Tropis dan
Biosistem Vol. 1 No. 2, Juni 2013
Generator

Set".

`10