Anda di halaman 1dari 3

TEKNIK PREPARASI SALURAN AKAR

Preparasi
Kegunaan

Standardize
Stepback
Panjang kerja sama untuk Dari apikal ke koronal
semua

instrumen

dimasukkan
saluran

ke

akar

yang
dalam

sehingga

bentuk akhir saluran akar


sangat bergantung dengan
bentuk instrument
Keuntungan

Stepdown
Dari koronal ke apikal

Bentuk taper uniform


Dapat
menggunakan
single matching gutta
percha point (pada
saluran
akar
yang
relatif lurus dan taper)

Pengurangan bertahap
dari panjang kerja,
untuk file yang lebih
besar, biasanya 1 mm
atau 0,5 mm, sehingga
menghasilkan bentuk
flare dengan taper
0,05 dan 0,10
Secara
bertahap
mengurangi panjang
kerja
saat
menggunakan
instrument yang lebih
besar akan mencegah
terjadinya kesalahan
preparasi,
terutama
pada saluran akar
yang melengkung
Dapat

Crowndown
Dari koronal ke apikal
Modifikasi dari teknik
step down

Mengurangi

jumlah Mengurangi

jumlah

dari debris nekrotik dari debris nekrotik


yang dapat ekstrud ke yang dapat ekstrud ke
apikal foramen saat apikal foramen saat
proses instrumentasi

proses instrumentasi

Volume irigasi lebih Volume irigasi lebih


banyak, meningkatkan banyak, meningkatkan

diaplikasikan pembersihan

pembersihan

juga pada saluran akar


Kerugian

Pada akar bengkok

yang lurus
Menyulitkan irigasi Jumlah struktur gigi

Jumlah struktur gigi

Tahap

beresiko terjadi
ledging, zipping atau
perforasi
Pada kenyataan,
obturasi kurang
adekuat. Terutama pada
akar curve, hasil
preparasi akan lebih
besar dari instrument
terakhir yang
digunakan
Irigasi sulit
Tentukan panjang kerja
dan file awal
Lakukan
circumferential filling
sesuai panjang kerja
pada seluruh dinding
saluran akar hingga
ukuran file 2-3 lebih
besar

Kemungkinan
debri terdorong ke
area periapikal

yang diambil lebih


banyak

Flaring koronal
Determinasi
diameter apikal
kanal dengan
master apical file
(file awal/FA)
dengan panjang
kerja yang sesuai
File selanjutnya
digunakan file
yang lebih besar
dengan panjang
kerja dikurangi
0,5mm-1mm

yang diambil lebih


banyak

Penjajakan saluran Penjajakan saluran


akar dengan file
akar dengan file
kecil
kecil
Penentuan panjang Preflaring 1/3
kerja
koronal dengan
GGD atau file
1/3 koronal dari
rotary. Gunakan
saluran akar dibuat
GGD terbesar.
flared
Setelah itu gunakan
menggunakan
GGD ysng kecil
GGD atau file
berturut-turut
rotary untuk
hingga bagian
memperoleh taper
tengah akar (2/3
File besar (contoh :
korona)
50) dimasukan ke
dalam saluran akar Irigasi dan
rekapitulasi untuk
1/3 koronal dan
mencegah
dilakukan gerakan

watch winding
hingga ada tahanan
Selanjutnya
gunakan file yang
lebih kecil
berturut-turut
hingga mencapai
bagian apikal dari
kanal (mis. No 20)
1/3 apikal saluran
akar dipreparasi
dengan urutan
terbalik dari
instrument yang
digunakan (mis.
20, hingga 40 atau
50) / teknik
stepback

blockage dari kanal


Preparasi 1/3
koronal dengan file
yang lebih besar
Preparasi 2/3
koronal dengan file
yang lebih kecil
Preparasi bagian
apikal dengan file
yang lebih kecil
dari sebelumnya
Irigasi dilakukan
setiap pergantian
alat. Minimal file
pada 1/3 apikal
adalah no 20, jarak
instrument dengan
apeks 0,5mm