Anda di halaman 1dari 3

Panduan Praktik Klinis

KSM : T H T
RSD dr. SOEBANDI
Tahun 2016 - 2017

AKALASIA ESOFAGUS
1. Pengertian (Definisi)

2.

Anamnesis

Suatu gangguan neuromuskular yang


ditandai dengan adanya degeneratif
pleksus
mienterikus
menyebabkan
hilangnya persarafan inhibisi secara
selektif. Kondisi di atas menyebabkan
hilangnya kontraktilitas peristaltik dan
gangguan relaksasi sfingter esofagus
distal
Terdapatnya disfagia, pada awalnya
terutama untuk makanan padat.
Dengan
memberatnya
penyakit,
terjadi juga disfagia untuk makanan
cair
Regurgitasi nokturnal
Panas di dada

3. Pemeriksaan Fisik
4. Pemeriksaan Penunjang
5.
6.
7.

Kriteria Diagnosis
Diagnosis Kerja
Diagnosis Banding

8. Terapi

1. Esfagoskopi diagnostik
2. Esofagogram
Akalasia esofagus
1. Benda asing esofagus
2. Keganasan esofagus
3. Striktur esofagus
Pengobatan akalasia bersifat paliatif
dan ditujukan untuk menghilangkan
tahanan yang disebabkan fungsi
abnormal sfingter esofagus distal tanpa
menyebabkan refluks esofagus yang
berlebihan
Medikamentosa :
Isosorbid
dinitrat
5-10
mg/sublingual
Nifedipine
(Calcium
Chanel
Blocker) 10-20 mg
Antikolinergik
Amyl nitrit
Nitrogliserin sublingual
Teofilin

2 agonis
Injeksi Intrasphincter
Batolinum
Dilatasi mekanik
Businasi
Pneumatik
Dilatasi balon
Operasi

9.

Edukasi

10. Prognosis

Toksin

Rujukan :
Dokter Spesialis Neurologis
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Dokter Spesialis Gizi Klinik
Dokter Spesialis Bedah Digestif
1.
...
2.
...
3.
...
4.
Dst
Baik apabila tidak terdapat komplikasi
Kematian biasanya disebabkan oleh
perforasi dan komplikasi tindakan
endofagoskopi kaku

11. Penelaah Kritis


12.Tingkat evidens

I/II/III/IV

13.Tingkat Rekomendasi

14. Indikator Medis

% pasien..menjadi stabil dalam


hari
Perdarahan
Infeksi
Tidak nyeri
Kembali bekerja
Kosmetik

15. Kepustakaan

1.

Shockley
WW,
Rose
AS.
Esophageal Disorders. In: Bailey BJ,
editors: Head and Neck SurgeryOtolaryngology.
Third
Edition.
Volume
One.
Philadelphia:
Lippincott Williams and Wilkins;
2001: p.649-65
2.
Soepardi
EA.
Disfagia.
In:
Iskandar
N,
Soepardi
EA,
Bashiruddin J, Restuti RD, editors:
Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga
Hidung Tenggorok Kepala dan Leher.
Edisi
keenam.
Jakarta:
Balai
Penerbit FKUI; 2007 p.276-80

3.

Annese V, Bassoti G. Nonsurgical treatment of esophageal


achalasia. World J Gastroenterol
2006; 12 (36): 5763-6
4.
Spiess AE, Hahrilas PJ. Treating
achalasia
from
whalebone
to
laparoscope. JAMA 1998; 280:63842
5.
Bonavina L. Minimally invasive
surgery for esophageal achalasia.
World K Gastroenterol 2006; 12 (37):
5921-5
6.
Fisichella
PM.
Achalasia.
Avalaible
from
www.emedicine.com/med/topic16/h
tm

Jember, 1 Juni 2016

Ketua Komite Medik

dr. Dandy Hari H.,SPJP

Ketua KSM T H T

dr. Bambang Indra, SpTHT

Direktur RSD dr. Soebandi

dr. Budi Rahardjo, Sp.RM