Anda di halaman 1dari 17

Panduan Dosis Obat Puskesmas Tanjung Enim

Oleh:
Dr. Aditya Nugroho
Dr. Dinar Kartika Hapsari
Dr. Norawaty Maas
Dr. M. Ridho Fajri
Dr. Hardiani Dyah Palupi
Dr. Ryan Cahyana
Pembimbing:
Dr. Fera Novisarlita

Keterangan:
Panduan ini dibuat pada tahun 2016 dan sewaktu-waktu dapat berubah dan butuh revisi karena perkembangan
ilmu pengetahuan yang dinamis.

Kategori keamanan obat untuk ibu hamil oleh FDA:


Kategori A
Studi terkontrol pada wanita tidak memperlihatkan adanya resiko pada janin pada kehamilan trimester pertama (dan tidak
ada bukti mengenai resiko terhadap trimester berikutnya), dan sangat kecil kemungkinan obat ini untuk membahayakan
janin.
Kategori B
Studi terhadap reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin tetapi belum ada studi
terkontrol yang diperoleh pada ibu hamil. Studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek
samping (selain penurunan fertilitas) yang tidak didapati pada studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan
ditemukan bukti adanya pada kehamilan trimester berikutmya).
Kategori C
Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin (teratogenik), dan studi terkontrol
pada wanita dan binatang percobaan tidak tersedia atau tidak dilakukan. Obat yang masuk kategori ini hanya boleh
diberikan jika besarnya manfaat terapeutik melebihi besarnya resiko yang terjadi pada janin.
Kategori D
Terdapat bukti adanya resiko pada janin, tetapi manfaat terapeutik yang diharapkan mungkin melebihi besarnya resiko
(misalnya jika obat perlu digunakan untuk mengatasi kondisi yang mengancam j/iwa atau penyakit serius bilamana obat
yang lebih aman tidak digunakan atau tidak efektif.
Kategori X
Studi pada manusia atau binatang percobaan memperlihatkan adanya abnormalitas pada janin, atau terdapat bukti adanya
resiko pada janin. Besarnya resiko jika obat ini digunakan pada ibu hamil jelas-jelas melebihi manfaat terapeutiknya. Obat
yang masuk dalam kategori ini dikontraindikasikan pada wanita yang sedang atau memiliki kemungkinan hamil.

Obat Anak

NO.

NAMA OBAT

SEDIAAN
-

Acyclovir

Tablet
200
mg,
400
mg
sirup
200
mg/5cc
krim
5%

Ambroxol

Tablet 30 mg
Sirup
15mg/5ml

Amoxicillin

sirup
125/
5ml,
kapsul
250mg, 500
mg

Cefadroxil

Kapsul
mg

Ceterizin

Tablet 10 mg

Chloramphenicol

500

Kaplet 250 mg

DOSIS

KONTRAINDIKASI

INDEKS
KEAMANAN
KEHAMILA
N

Herpes genitalis:
- Dewasa 5x200mg perhari
- Anak < 2 tahun 5x100mg perhari
Herpes zooster dan Varisella:
- Dewasa 5x800mg perhari
- Anak 6-12 tahun 4x800mg perhari
- Anak 2-6 tahun 4x200-400mg perhari
- Anak < 2 tahun 4x 20mg/KgBB perhari

Hipersensitif
acyclovir

terhadap

Hipersensitif
ambroxol

terhadap

Hipersensitif
amoxicillin

terhadap

Tab : Dewasa dan anak > 12 tahun : 3 x 1 tab


Usia 5 12 tahun 3 x tab
Sirup :
Dewasa : 3 x 10mL
Anak > 5 tahun : 2-3 x 5mL
2-5 tahun : 3 x 2,5mL
< 2 tahun 2 x 2,5 mL
anak = 1,5 2 mg/kgBB/hari
- Dewasa: 250-500mg 3 kali sehari
- Anak 4 mgg-3bln: 30mg/KgBB/hari dibagi 2
dosis
- Anak 4 bln-12thn: 50mg/KgBB/hari dibagi 3
dosis
- Dewasa: 1 - 2 g perhari dibagi 2 dosis
- Anak-anak < 6 tahun: 25 50 mg/KgBB
perhari dibagi 2 dosis maksimal 1 g/hari
Usia >6 th: 5-10 mg/hari
2-6 th: 5 mg/hari
6 bl-2 th: 2,5 mg/hari
-Bayi < 2 minggu: 25mg/kgBB/hari dalam 4 dosis.
-Bayi 2 minggu - 1 tahun: 50 mg/kgBB/hari dalam 4
dosis.
-Anak dan dewasa: oral atau injeksi IV atau infus IV,
50mg/kgBB/hari dalam 4 dosis.
-Dewasa: 50 mg/kgBB/hari atau 1-2 gram/hari
dalam 4 dosis terbagi.
Infeksi saluran kemih :

Hipersensitif terhadap
golongan sefalosporin

Hipersensitivitas
terhadap ceterizin

Hipersensitivitas
gangguan fungsi hati
gangguan
fungsi
ginjal
C
anemia
hamil trimester 3 dan
laktasi.
- hipersensitif
atau
alergi
terhadap siprofloksa

Nama Obat

Sediaan

Dosis

Allupurinol

Tablet 100 mg,


300 mg

Amlodipin

Antalgin
(metamphyron)

Tablet 5 mg dan
10 mg

Tablet 500 mg,


injeksi 250 mg/
5 ml

Indikasi
Dewasa:
2-10
mg/kgBB, atau awal
peroral 100-200 mg
perhari
dalam
keadaan ringan, 300600 pada keadaan
cukup parah, 700-900
pada keadaan parah.
Setiap
minggu
ditambahkan dengan
100 mg/hari sampai
dicapai dosis optimal,
maksimal 800 mg/hari
Anak 6-10 tahun
dengan kanker: 10-20
mg/kg, maksimal 300
mg/hari
Anak < 6 tahun:
maksimal 150 mg/hari
Dosis harian 5 mg,
dapat
ditingkatkan
menjadi 10 mg
Dapat
digunakan
secara tinggal atau
kombinasi
dengan
obat
antihipertensi
lain
Dewasa: 3-4 kali
sehari
1-2
tablet
(maksimal 3 g/hari)
Anak 6-12 tahun:
250-500
mg/hari
(maksimal 2 g/hari)

Kontraindikasi

Arthritis
Pirai
(Gout)
Produksi
asam
urat berlebihan,
antara lain pada
keganasan,
polisitemia vera,
terapi sitostatik

Antihipertensi
Mencegah stroke,
dan
masalah
ginjal
Mencegah
beberapa
jenis
nyeri
dada
(angina) tertentu

Hipersensitif
allupurinol

Analgetik, antipiretik dan


antirematik

Indeks
kehamil
an dan
laktasi

ESO

terhadap

Hipersensitivitas
terhadap
amlodipin
Peningkatan
Angina dan/atau
infark miokard
Hati-hati
pada
pasien
gagal
jantung dan gagal
ginjal
Hipersensitivitas
Agranulositopeni
a
Porfiria
intermiten akut
Defisiensi
Glukosa-6-FosfatDehidrogenase
(G6PD)

Umumnya
tidak
memberikan efek samping
yang berarti. Yang sering
terjadi
adalah
reaksi
hipersensitivitas:
ruam
makulopapular, didahului
pruritus,
urtikaria
ekskoliatif
dan
lesi
purpura juga mungkin.
Hipersensitivitas lainnya:
dermatitis,
nefritis,
vaskulitis dan sindrom
poliartritis yang dapat
fatal. Hentikan obat bila
menyebabkan
reaksi
berat.

Edema tungkai
Nyeri perut
Mual
Pusing
Sakit kepala

Iritasi lambung
Hiperhidrosis
Retensi air dan
natrium
Reaksi
alergi
cukup
sering:
reaksi kulit dan
edema
angioneurotik

Antasida

Anti-hemorroid
suppos

Asam
mefenamat

Tiap tablet dan


suspensi 5 ml
mengandung:
Aluminium
Hidroksida 200
mg
dan
magnesium
hidroksida 200
mg
Tiap suppoos
mengandung:
Bismuth
subgalat
150 mg
Heksaklor
ofen 2,5
mg
Lidokain
10 mg
Zinc
oksida
120 mg
Tablet 250 mg,
500 mg

Suspensi: 5-10 ml
suspensi diantara waktuwaktu makan dan
sebelum tidur
Tablet: 1-2 tablet diantara
waktu-waktu makan dan
sebelum tidur. Sebaiknya
tablet dikunyah sebelum
ditelan, 2 jam sebelum
makan

Tukak lambung
dan usus dua
belas jari
Gastritis
Refluks esofagitis
Esofagitis
peptikum
Perut kembung
yang disebabkan
oleh gas dalam
perut

1-2 kali sebelum tidur melalui


anus.

Hemorroid (wasir dalam


maupun luar), baik disertai
perdarahan,
termasuk
gatal-gatal, rasa nyeri dan
ekskoriasi di anus dan
perianus

Dewasa:
sebagai
permulaan 500 mg
bersama
makanan,
diikuti dengan 250
mg setiap 6 jam sekali
sesuai
kebutuhan
selama tidak lebih

Nyeri ringan sampai berat

Pemakaian
jangka panjang
dapat
menyebabkan
agranulositosis,
pansitopenia atau
anemia aplastik,
dan
nefrosis
diduga
juga
berdasarakan
reaksi
imunologik

Konstipasi
Diare
Mual/muntah

Heksaklorofen
dapat
menyebabkan
iritasi lokal
Gejala keracunan
sistemik:
peragsangan
susunan
saraf
pusat

Gangguan
saluran
cerna
seperti iritasim
lambung, kolik
usus, muntah dan
diare
Rasa mengantuk

C
(D pada
trimeste
r ketiga
atau
menjela
ng

Payah jantung
Bayi 3 bulan
pertama/ BB < 5
kg
Wanita hamil 3
bulan
pertama
dan 6 minggu
terakhir

Gangguan fungsi
ginjal
karena
dapat
menyebabkan
hipermagnesia
Hipersensitivitas
terhadap
aluminiumm dan
magnesiuum
Anak-anak
HIpersensitivias
terhadap
komponen obat
Tidak
untuk
peradangan
di
perianus
Obstruksi rektum,
abses,
atau
perforasi
Iritasi
di
peritoneum
Fistula
Ulserasi
saluran
pencernaan
Inflamasi
saluran
pencernaan kronik
Hipersensitivitas
terhadap
asam
mefenamat

dari 1 minggu.

Betahistin

Bisoprolol

tab 6 mg

5 mg

0,15 - 0,3 mg/BB


Dewasa 8-16 mg 3x
hari

0,2 - 0,4 mg/BB

Vertigo
Penyakit meniere
anak < 2 tahun

Obat antihipertensi

dewasa 10 -20 mg 1x/hari


Captopril

Tablet 12,5 mg
dan 25 mg

Drug dose ; 0,1 mg/bb


(dewasa 2,5-5 mg) 3x/hari
Katzung : awalan 5-10
mg/hari pemeliharaan 2040 mg/hari
MIMS : 12,5 mg 3x/hari
dpt ditingkatkan 25 mg
3x/hari
PKM : awal 12,5 mg 23x/hari (1-2 minggu)
ditingkatkan hingga 50 mg 23x/hari

HT ringan dan sedang


Kombonasi antihipertensi
lain ; thiazid
CHF
setelah
Miokardinfark
nefropati diabetik pada
DM dengan insulin

Peringatan: hentikan
pemakaian bila terjadi
diare
Hati-hati
pada
penderita
penyakit
ginjal atau hati dan
penderita inflamasi
saluran cerna

Hipersensitif
Feokromasitom
hamil
laktasi

Pusing dan sakit


kepala
Penglihatan
kabur
Vertigo
Dispepsia
Penggunaan
terus
menerus
dengan
dosis
2000 mg atau
lebih sehari dapat
menyebabkan
agranulositosis
dan
anemia
hemolitik
Gangguan GI

persalin
an

Sakit kepala
pruritus

Syok kardiogenik

Vertigo

AV blok drajat 2 & 3


Penyakit jantung
gangguan hati & ginjal
wanita hamil :
Tirmester I curiga
teratogenik
Tirmester II & III
hipotensi janin, anuria
kegagalan
ginjal,
malformasi
atau
kematian

pusing

dosis
tinggi

netropenia
atau
proteinuria
antiinflamsi efek
antihipertensi
Pengunaan
antihipertensi lainnya
dihentikan 1 minggu
sebelum
mulai
pengobatan
kombinasi diuretik
hipotensi
Meningkatkan
symptom
toksisitas
lithium

C
(Trimest
er
2
&3 :D)
D

Dexametason

tab 0,5 mg

0,1 -1 mg/kg

reaksi alergi

tukak peptik

Pemakaian jangka panjang

infeksi jamur

pemberhentian mendadak

Dewasa 0,5 3-4x/hari

C
(Trimest
er 1:D)

hipertensi
Digoxin

Tab 0,25 mg,


amp 0,5 mg

awal 15 mcg/bb setelah 6 jam


5 mcg/bb kemudian 3-5
mcg/bb (max 200 mcg IV dan
250 oral) 2x hari

CHF

vebtrikular takikardi

SVT

vebtrikular fibrilasi
AV bolg
asistol

ganguan SSP

ganguan GI

afasia
Domperidone

Sirup 5mg/5ml
salut 10 mg

GERD
0,2 - 0,4 mg/BB

Prolaktinoma

ginekomastia
keram perut

Hipersensitif
terhadap
ergotamin dan komponen
lain
dalam
sediaan,
penyakit vaskular perifer,
penyakit hati atau ginjal,
penyakit jantung koroner,
hipertensi, alkaloid ergot,
dikontraindikasikan
dengan inhibitor CYP3A4
(termasuk
inhibitor
protease,
antifungi
golongan
azol,
dan
beberapa
antibiotik
makrolida) dan ibu hamil.

Pada jantung : tidak ada


impuls,
bradikardia,
fibrosis katup jantung,
cyanosis,
edema,
perubahan ECG, gangren,
hipotensi,
iskemia,
tekanan prekordial dan
nyeri,
takikardia,
vasospamus,vertigo,gatalgatal,mual, muntah, sakit
otot, paratesia, lemah,
fibrosis pleuropulmonari,
rasa
dingin
yang
berlebihan.

dispepsia
mual

Ergotamin

Tablet
(tartrat)

Glibenclamide
(sulfonilurea)

1mg

Kaptab 5mg

dewasa 10-20 mg (6-3x/hari)


Dewasa: 2 tablet pada awal
serangan, ditambah 1 tablet
setiap
30
menit
bila
diperlukan. Maksimum 6 tablet
/
serangan
atau
10
tablet/minggu.
Anak-anak berumur diatas 12
tahun:
1/2
tablet
awal
serangan, 1/2 tablet tambahan
setiap 30 menit bila perlu,
tidak lebih dari 3 tablet.

Awal
5mg/hari.
Harus
ditingkatkan secara bertahap
2.5mg
dengan
interval
1minggu. Maks: 15mg/hari
Diberikan sebelum makan atau
bersamaan.

Pengobatan migrain

DM tipe II

Hipersensitif
terhadap
glimepirid
atau
senyawa
OHO
golongan
sulfonilurea
lainnya.
Gangguan fungsi
hati dan ginjal
yang berat.

Hipoglikemia
Gangguan
saluran cerna
Gangguan SSP:
sakit
kepala,
pusing,
lapar,
tubuh
lemas,
lelah,
mual,
muntah,
dan
lainnya

Glimepirid
(sulfonilurea)

Glucosamine

Tablet
1mg,
2mg dan 4mg

Awal 1 mg/hari. Dosis harian


dapat ditingkatkan secara
bertahap dengan selang waktu
1-2 minggu antara tiap tahap
s/d
1mg/hari-2mg/hari3mg/hari-4mg/hari dan pada
kasus penegecualian, 4mg/hari.
Maksimal : 6mg/hari.
Diberikan
sebelum
atau
bersama
sarapan.
Dapat
diberikan bersama metformin
atau insulin.

Memelihara

Penyakit tiroid
Ketoasidosis atau
riwayat
ketoasidosis
Diabetik
pra
koma atau koma
Kehamilan
dan
berencana hamil
Menyusu
Hipersensitif
terhadap
glimepirid
atau
senyawa
OHO
golongan
sulfonilurea
lainnya.
Gangguan fungsi
hati dan ginjal
yang berat.
Penyakit tiroid
Ketoasidosis atau
riwayat
ketoasidosis
Diabetik
pra
koma atau koma
Kehamilan
dan
berencana hamil
Menyusui
Hipersensitif
terhadap
glukosamin

kesehatan persendian.

Peringatan dan

DM tipe II

Kaplet
-Berat badan >55 kg : Sehari 3

x 1 kaplet/hari.
-Berat badan < 55 kg : Sehari 2
x1 kaplet/hari. Pemeliharaan: 1
x 1 kaplet/hari

Terapi tambahan
untuk osteoartritis

Perhatian:
Hindari meminum
Glucosamine pada orang
yang alergi ikan (Kerangkerangan).

Meningkatkan
berat badan
Ataksia
Reaksi
alergi
kulit

Hipoglikemia
Gangguan
saluran cerna
Gangguan SSP:
sakit
kepala,
pusing,
lapar,
tubuh
lemas,
lelah,
mual,
muntah,
dan
lainnya
Meningkatkan
berat badan
Ataksia
Reaksi
alergi
kulit

Sangat jarang, tetapi pada


beberapa
orang
menyebabkan gangguan
gastrointestinal ringan.

Hydrochlorthiazi
d (HCT)

Tablet 25 mg,
50 mg

Anak-anak :
< 6 bulan :
2-3 mg.kg/hari dalam dua
dosis terbagi.
> 6 bulan :
2 mg/kg/hari dalam 2 dosis
terbagi

Edema
Hipertensi

Dewasa :
Edema : 25-100 mg/hari dalam
1-2 dosis, maksimum 200
mg/hari

Hipokalemia,
hypomagnesemia,
hyponatremia, hipertensi
dalam
kehamilan,
hiperuresemia,
hiperkalsemia,
oliguria,
anuria,
kelemahan,
penurunan aliran plasenta,
alergi
sulfonamide,
gangguan saluran cerna.

Hipertensi : 12.5 -50 mg/hari;


peningkatan respon minimal
dan
gangguan
elektrolit
lainnya harus dipantau setelah
> 50 mg/hari
Pasien lanjut usia : 12,5 - 25
mg sekali sehari

hipotensi postural dan


gangguan saluran cerna
yang ringan; impotensi
(reversibel
bila
obat
dihentikan); hipokalemia;
hipomagnesemia;
hiponatremia;
hiperkalsemia; alkalosis
hipokloremik;
hiperurisemia;
pirai;
hiperglikemia;
dan
peningkatan
kadar
kolesterol plasma; jarang
terjadi
ruam
kulit;
fotosensitivitas; gangguan
darah
(termasuk
neutropenia,
trombositopenia)
bila
diberikan pada masa
kehamilan
akhir
trombositopenia,

ESO: Gangguan saluran


pencernaan
termasuk
mual, muntah, gangguan
pencernaan, diare,konstip
asi dan nyeri lambung.
Juga pernah dilaporkan
terjadi ruam pada kulit,
bronchospasme
(penyempitan bronkus),
trombositopenia
(penurunan sel pembeku
darah).

C,
D
(pada
trimeste
r 3 atau
menjela
ng
persalin
an)

Penyesuaian
dosis
pada
gangguan ginjal. Clcr < 10
mL/menit
:
jangan
menggunakan hidroklorotiazid.
Ibuprofen

Tablet
salut
selaput 200mg
Suspensi
100mg/5mL

Dewasa :
Untuk
analgesik
dan
antiinflamasi (rematik tulang,
sendi dan non-sendi, trauma
otot dan tulang / sendi) :
Dosis yang dianjurkan : sehari
3 4 x 400 mg.
Pada permulaan pemakaian
sebaiknya menggunakan dosis
minimum yang efektif yaitu
400 mg 3 kali sehari.
Untuk analgesik :
Dosis yang dianjurkan : 200
mg sampai 400 mg 3 4 kali

Digunakan
untuk
meringankan gejala-gejala
penyakit rematik tulang,
sendi dan non-sendi.
Meringankan gejala-gejala
akibat trauma otot dan
tulang/ sendi (trauma
muskuloskeletal),
nyeri
pada dismenore primer
(nyeri haid), nyeri pada
penyakit
gigi
atau
pencabutan gigi,
nyeri
setelah
operasi, sakit
kepala.

Penderita
yang
hipersensitif
terhadap
asetosal (aspirin) atau obat
antiinflamasi non steroid
lainnya, wanita hamil dan
menyusui,
serta
anak
dibawah usia 14 tahun.
Penderita
dengan
syndroma nasal polyps,
angioderma dan reaksi
bronchospasma terhadap
asetosal (aspirin) atau
antiinflamasi non steroid

sehari.
Anak :
10-20 mg Ibuprofen per
kilogram berat badan dalam
dosis terbagi
Angina pektoris: 1 tablet
sublingual.
Pencegahan: 1 tablet 3-4x/hari
ditelan.

Isosorbid
Dinitrate

Sublingual
tablet 5mg
Tablet 10mg
Injeksi
10mg/10mL

Lansoprazole

Kapsul 30mg
Serbuk injeksi
30mg

Tukak
duodenum,
tukak
lambung rekuren dan refluks
esofagitis:
30mg
1x/hari
selama 8 minggu, sebelum
makan.

Laxadine

Oral
emulsi
30mL, 60mL,
110mL.

Dewasa: 1-2 sdm (15-30 mL)


1x/hari sebelum tidur.

Loperamide

Tablet 2 mg

Meloxicam

Tablet
10mg.

7,5mg,

Anak 6-12 thn:

1/2 dosis

dewasa.
Diare akut non spesifik: awal 4
mg. Dosis lazim 2-4mg 12x/hr. Maks: 16mg/hr.
Diare kronik: 4-8 mg/hr dalam
dosis terbagi.
OA: 7,5mg 1x/hr, dapat
ditingkatkan s/d 15 mg 1x/hr.
RA: 15 mg 1x/hr, dapat

yang
lain.
menyebabkan
anafilaktik.

Dapat
reaksi

Pengobatan
dan
pencegahan
serangan
angina pektoris. Terapi
pemeliharaan
sesudah
infark miokard. Infark
miokard akut dengan
gagal ventikrel kiri. Terapi
jangka panjang dari gagal
jantung kongestif (sebagai
terapi tunggal atau terapi
kombinasi
dengan
glikosida jantung dan
diuretik). Gagal ventrikel
kanan
kronik,
kor
pulmonale kronik.
Tukak duodenum, tukak
lambung rekuren, refluks
esofagitis.

Hipotensi
berat
dan
kegagalan sirkulasi akut,
infark
miokard
akut
dengan tekanan pengisian
yang rendah, anemia,
trauma kepala, perdarahan
serebral, hipotensi berat
atau hipovolemia.

Sakit kepala, ruam kulit,


hipotensi
postural,
vasodilatasi kutaneus.

Hati-hati pada pasien


dengan gangguan hati,
lanjut
usia,
hamil,
menyusui dan anak-anak.

Konstipasi (untuk bilas


usus sebelum dan sesudah
operasi),
bilas
usus
sebelum
pemeriksaan
radiologi.
Diare akut non spesifik
dan diare kronik.

Ileus obstruktif, nyeri


perut yang tidak diketahui
penyebabnya.

Diare, sakit kepala, mual,


ruam kulit, anoreksia,
konstipasi,
pusing,
proteinuria,
lesu,
dispepsia, mulut kering,
urtikaria,
pruritus,
peningkatan
sementara
nilai tes fungsi hati,
atralgia, edema perifer,
depresi.
Ruam kulit, pruritus, rasa
panas terbakar, kolik,
kehilangan cairan dan
elektrolit tubuh, diare,
mual dan muntah.
Insufisiensi
hati
dan
ginjal.

Abnormalitas fungsi hati


(jarang), gangguan GI,
peningkatan TD, rasa

C
D (pada
trimeste

Terapi simtomatik jangka


pendek untuk eksaserbasi
akut
OA.
Terapi

Hipersensitivitas, kolitis
akut dan kondisi dimana
konstipasi harus dihindari,
demam tinggi atau terdapat
darah dalam feses, hamil
dan laktasi, anak <12
tahun.
Penyakit ginjal berat,
riwayat tukak lambung,
gagal ginjal non dialisis

dikurangi s/d 7,5mg/hr.


Pasien beresiko tinggi: awal
7,5mg 1x/hr.
Gagal ginjal: dosis maks
7,5mg 1x/hr.
Terapi kombinasi: dosis total:
tidak boleh >15mg/hr.

simtomatik jangka panjang


untuk RA (poliartritis
kronik).

Metformin

Kaplet 500mg,
750mg

Awal: 500mg 3x/hr, maks 3


gr/hr.

Monoterapi atau terapi


kombinasi
dengan
sulfonilurea pada NIDDM
yang
mengalami
kegemukan dan kadar
glukosa darah tidak dapat
dikendalikan
hanya
dengan diet saja.
Sebagai terapi tambahan
pada IDDM dengan gejala
yang sulit dikendalikan.

Miniaspi (Asam
asetilsalisilat)

Tablet 80mg

80-160 mg/hari

Mencegah
agregasi
platelet
pada
infark
miokard dan angina tidak
stabil, mencegah TIA.

Na diclofenac

Tablet
25
mg/50 mg;Gel
1%;Tetes mata
1mg/ml;

Oral
Bursitis, Nyeri dan peradangan
yang terkait muskuloskeletal
dan
gangguan
sendi,
Rheumatoid arthritis, sprain,
Strain, Tendinitis, gout akut,
Dismenorea
Dewasa: Na diklofenak: 75150 mg / hari dalam dosis
terbagi. Max: 150 mg / hari.

Bursitis,
Nyeri
dan
peradangan yang terkait
dengan muskuloskeletal
dan
gangguan
sendi,
Rheumatoid
arthritis,
Sprain, Strain, Tendonitis,
gout akut, Dismenorea,
Migrain

Oral
Migrain
Dewasa: Diklofenak: Awalnya,
50 mg pada awal serangan,

berat, perdarahan GI,


perdarahan
serebrovaskuler
atau
gangguan perdarahan lain,
gangguan fungsi hati berat,
riwayat
asma,
polip
hidung, angioedema atau
urtikaria,
hamil
dan
laktasi, anak <15 thn.
Koma
diabetikum,
ketoasidosis,
disfungsi
ginjal
atau
bersihan
kreatinin
abnormal,
penyakit hati kronik, gagal
jantung, infark miokard,
alkoholisme, riwayat atau
kondisi yang berhubungan
dengan asidosis laktat,
misalnya syok, insufisiensi
paru dan hipoksemia,
hamil dan laktasi.
Hipersensitivitas, termasuk
asma.
Tukak
peptik,
varisela
dan
gejala
influenza,
perdarahan
subkutan,
terapi
antikoagulan,
hemofilia
dan trombositopenia, anak
<12 tahun, hamil trimester
3.
Hipersensitivitas. Pasien
yang asma, urtikaria, atau
sensitivitas lainnya reaksi
yang dipicu oleh aspirin
atau
NSAID
lainnya.
kondisi peradangan aktif
atau
dicurigai
ulkus
peptikum atau perdarahan
GI;
anus,
rektum
(proctitis)
dan
kolon
sigmoid ulseratif atau
akut . Pengobatan nyeri
perioperatif dalam operasi
CABG.
dosis
tinggi
diklofenak sistemik (150

hangat dan kemerahan


pada kulit wajah, edema,
nyeri, palpitasi, vertigo,
tinitus,
mengantuk,
pusing,
sakit
kepala,
anemia, atralgia, nyeri
punggung,
insomnia,
asma akut, gangguan
saluran nafas atas.
Gangguan GI minor,
anoreksia, mual, muntah,
diare, penurunan absorbsi
vitamin B12.

r 3 atau
menjela
ng
persalin
an)

Iritasi GI, mual, muntah,


perdarahan GI, tukak
peptik, serangan dispneu,
reaksi
kulit,
trombositopenia.

C
D (jika
digunak
an dosis
penuh
pada
trimeste
r 3)

Edema,
CHF,
HTN,
takikardia, dan sinkop.
Mual, diare, sembelit,
sakit perut atau kram,
perut kembung, muntah,
dispepsia,
esofagitis,
gastritis,
glositis,
stomatitis
aftosa,
perubahan nafsu makan,
mulut kering dan selaput
lendir, pankreatitis (dgn
atau tanpa hepatitis),
haus , kolitis, tukak usus.
Sakit kepala, pusing,

Ophth/
PO/
Topical:
C;
Parenteral: B

Omeprazole

Omeprazole
Kapsul 20 mg,
Omeprazole
Vial 40 mg +
Ampul 10 ml
pelarut.

Ondansetron
Tablet

salut

selaput 4 mg
dan 8 mg
Ampul 4 mg/2

dosis tambahan 50 mg dapat


diambil setelah 2 jam jika
gejala
menetap.
Jika
diperlukan, dosis dapat lebih
dari 50 mg 4-6/jam. Max: 200
mg / hari.
Dewasa: PO ulkus peptikum
20 atau 40 mg / hari pada
kasus yang berat selama 4
minggu (ulkus duodenum) atau
8 minggu (tukak lambung).
Pemeliharaan: 10-20 mg / hari.
NSAID terkait ulserasi 20 mg /
hari. GERD 20 mg sekali
sehari selama 4 minggu.
dispepsia 10 atau 20 mg / hari
2-4 minggu asam-terkait.
Infeksi H.pylori tawaran 20mg
atau 40 mg sekali sehari
dengan klaritromisin atau
amoxicillin atau metronidazol.
IV lambung dan ulkus
duodenum
Dewasa:
Dosis
umum
pemakaian ondansetron adalah
8mg 32mg per hari. PO Mual
dan muntah yang berhubungan
w / kanker kemoterapi 24 mg
sebagai dosis tunggal, 30 menit
sebelum dimulainya satu hari
kemoterapi.

mg / hari) untuk> 4
minggu pada pasien dgn
penyakit CV atau HTN
tidak terkendali.
Zollinger-Ellison
syndrome, Ulkus Gaster
dan duodenum, Gastrooesophageal
reflux
disease, Ulserasi terkait
NSAID, infeksiH.pylori,
Esofagitis erosif, sindrom
dispepsia

Penggunaan
bersamaan
dengan
rilpivirine,
nelfinavir dan atazanavir.
keganasan pada gaster.
Kehamilan,
menyusui,
anak <1 tahun.

Peningkatan risiko diare


terkait
Clostridium
difficile
(Cdad),
osteoporosis. Sakit kepala,
ruam, pruritus, pusing,
kelelahan, batuk, nyeri
punggung, arthralgia dan
mialgia, urtikaria, mulut
kering,
fotosensitivitas,
impetigo bulosa, demam,
angioedema,

Mual dan muntah yang


berhubungan dgn kanker
kemoterapi,
radioterapi,
Profilaksis mual muntah
pasca-op

Pasien dengan sindrom


long
QT
bawaan.
Digunakan
seiring
penggunaan apomorphine.

Sakit kepala, cegukan,


sembelit, ruam, urtikaria;
kejang dan gangguan
gerakan termasuk gejala
ekstrapiramidal
(mis
dyskinesia,
dystonia,
krisis oculogyric).

Rhematoid arthritis
Osteoarthritis
Spondilitis ankilosa

Ulkus peptikum
hipersensitif
terhadap
aspirin atau atau anti
inflamasi lainya

Gangguan pencernaan
Sakit kepala
Pusing
Penurunan
agregasi
platelet
Palpitasi
Pruritus (gatal-gatal)

mL dan 8 mg/4
mL

Piroxicam

Sirup 4 mg/5
ml
Tablet 20 mg,

1x20 mg
Gout akut 1x40 mg

Prednison

Tablet 5 mg,
Kaptab 5 mg

Kondisi alergi 30 mg pada hari


1, kemudian taper dengan 5
mg / hari sampai 21 tab telah
diberikan. Asma akut 40-60
mg / hari sebagai dosis tunggal
atau dalam 2 dosis terbagi
untuk 3-10 hari atau lebih
lama. Rheumatoid arthritis 10
mg
/
hari.
Idiopathic
thrombocytopenic purpura 1-2
mg / kg / hari.

Kondisi alergi, asma akut,


Pneumocystis
(carinii)
jiroveci pneumonia,
Rheumatoid
arthritis,
Idiopathic
thrombocytopenic
purpura,
Acute
exacerbations in multiple
sclerosis

Infeksi jamur sistemik.


Diberikan bersamaan dgn
vaksin
hidup
yang
dilemahkan atau tinggal
(pada
pasien
yang
menerima
dosis
imunosupresif)

Propanolol

Kapsul,
Extended
release 60 mg,
80mg, 120 mg,
160mg
Kapsul,
Sustained
release 60 mg,
80mg, 120 mg,
160mg
Injeksi,
1mg
/mL (1mL)
Larutan Oral,
4mg/mL
(500mL),
8mg/mL
(500mL)
Tablet 10 mg,
20 mg, 40 mg,
60 mg, 80 mg

Hipertensi,
infark miokard,
Profilaksis migrain,
tremor esensial,
Angina
pectoris,
Hipertiroid

Sinus bradikardia, syok


kardiogenik, sick sinus
syndrome,
sindrom
Raynaud, blok jantung
derajat 2 dan 3, CHF, asma
bronkial,
PPOK,
feokromositoma
yang
tidak
diobati,
angina
varian; penyakit arteri
perifer berat, asidosis
metabolik.
Penggunaan
bersamaan
w
/
thioridazine.

PTU

Tablet 50 mg;
100mg

Hipertensi : Dosis awal,40-80


mg. dosis biasa: 160-320 mg /
hari. Maks: 640 mg / hari.
MI: 40 mg 4 kali sehari selama
2-3 hari diikuti dgn dosis 80
mg. Atau, 180-240 mg / hari
dalam dosis terbagi. Dosis
diberikan selama di 5-21 hari.
Profilaksis migrain: Dewasa:
Dosis awal 40 mg. dosis biasa:
120-240 mg / hari.
Tremor esensial: Dosis awal,40
mg. dosis biasa: 120-240 mg /
hari.
Angina pectoris:
Dosis awal,40 mg. dosis
biasa:120-240 mg / hari. Max:
320 mg / hari.
Hipertiroid
Dewasa:10-40 mg, 3-4 kali
sehari. Max: 240 mg /
hari.Anak:0,25-0,5 mg / kg 3-4
kali sehari.
Dewasa: 150-450 mg sehari
dalam dosis terbagi. Untuk
kasus yang parah, dosis awal
600-1200 mg sehari telah
digunakan. Dosis pemeliharaan
untuk pasien eutiroid: 50-150
mg
sehari.
Pengobatan
biasanya berlangsung selama

Hipertiroid

Hipersensitivitas,
kehamilan, menyusui.

Leukositosis
moderat,
eosinopoenia, polisitemia,
lymphopoenia, insomnia,
sakit kepala, peningkatan
kerentanan dan keparahan
infeksi, retensi Na
edema,
peningkatan
ekskresi K, peningkatan
BB,
nafsu
makan
meningkat,
toleransi
glukosa berkurang, DM,
hipertrigliseridemia,
hiperkolesterolemia, striae
rubrae.
Bradikardia,
hipotensi,
sinkop, shock, angina
pectoris. Ringan, pusing,
ataksia, mudah marah,
mengantuk,
gangguan
pendengaran,
dan
gangguan visual untuk
mimpi, halusinasi, dan
kebingungan. epigastric
distress, perut kram, mual,
muntah, diare, sembelit,
dan
perut
kembung.
Hipoglikemia, ruam kulit,
eosinofilia
sementara,
thrombocytopenic purpura
dan
nonthrombocytopenic;
peningkatan kadar K,
transaminase, dan BUN.
Jarang, penyakit Peyronie
dan mata kering.

C,D pd
trimeste
r ke-1

leukopenia ringan, lupuslike syndrome, vaskulitis


kulit,
trombositopenia.
ruam kulit, urtikaria,
artralgia dan demam.
Ketidaknyamanan
GI,
muntah, sakit kepala.
Berpotensi
Fatal:

C, D pd
trimeste
r ke-2&
3

1-2 tahun.
Anak: Neonatus: 2,5-5 mg /
kgBB; 1 bln-1 th: 2,5 mg /
kgBB; 1-5 yr: 25 mg; 5-12 thn:
50 mg; 12-18 thn: 100 mg.
Ranitidin

Tablet 150 mg
Dewasa: 150 mg 2 kali sehari
atau 300 mg sekali sehari.
Untuk
peradangan
kerongkongan, ranitidin dapat
diberikan hingga 150 mg tiga
kali sehari.

Salbutamol

Tablet 4 mg

Simvastatin

Tablet 10 mg

Anak-anak: 2-4 mg/kg berat


badan dua kali sehari. Dosis
maksimal anak-anak: 300 mg
sehari.
Dewasa & anak >12 tahun: 24mg tiap 8 jam
Anak 6-12 tahun: 2 mg tiap 8
jam
Anak 2-6 tahun: 0,1-0,15
mg/kgBB 8 jam
Dosis awal: 5-20 mg melalui
mulut (per oral), 1 kali sehari
pada malam hari.

agranulositosis,
anemia
aplastik, kerusakan hati
dan gagal hati.
Refluks gastroesofagus
Keracunan maknan
Ulkus peptikum

hipersensitif
antihistamin H2

terhadap

Muntah
Sakit kepala
Sakit perut
Sulit menelan
Urin menjadi keruh

Asma bronkhial
Bronkhitis asmatik
Emfisema (PPOK)

Hipersensitif
salbutamol

terhadap

Tremor pada kaki dan


tangan
Jantung berdebar

Hiperlipidemia
Menurunkan
kolesterol
total dan LDL

Penyakirt hati akut


Wanita
hamil
dan
menyusui
Hipersensitif
terhadap
simvastatin
Peningkatan
serum
transaminase

Eksim
Pingsan
Jantung berdebar
Nyeri kandung kemih
Pandangan kabur

Oedema
Gagal jantung
Kongestif sirosis hati
Sindroma nefrotik
Hipertensi
Hiperaldosteronisme

Insufisiensi ginjal akut


Anuria
Hiperkalemia
Hipersensitif
terhadap
spironolakton

Kram, perasaan terbakar,


nyeri perut
Gusi berdarah
BAB/BAK berdarah
Nyeri dada

Cakupan dosis: 5-40 mg


melalui mulut (per oral), 1 kali
sehari pada malam hari.

Spironolakton

Tablet 25 mg

Dosis maksimum: 80 mg/hari


melalui mulut (per oral).
1 x 50 mg
Dewasa: pada awalnya, 25
sampai 200 miligram (mg) per
hari, dibagi menjadi 2 4
dosis.
Dokter
akan
meningkatkan dosis menjadi
75 sampai 400 mg sehari.
Anak-anak: 1 - 3 mg per
kilogram (kg) berat badan

Tramadol

Tablet 50 mg

Ulsidex
(sukralfat)

Tablet 500 mg

sehari. Dosis dapat diambil


satu kali atau dibagi menjadi 2
4 dosis.
1 x 50 mg
Dapat ditambahkan setelah 3060 menit.
Dosis maksimal 400 mg sehari

Dewasa: 2 g 2 kali sehari (pagi


dan sebelum tidur malam) atau
1 g 4 kali sehari pada waktu
lambung
kosong
(paling
kurang 1 jam sebelum makan
dan sebelum tidur malam),
diberikan selama 4-6 minggu
atau pada kasus yang resisten
12 minggu, maksimal 8 g
sehari.
Anak-anak tidak dianjurkan
mengkonsumsi obat ini.
Saran: sediaan tablet dapat
didispersikan dalam 10-15 ml
air

Nyeri sedang hingga berat


Nyeri paska operasi
Nyeri akibat prosedur
medis

Hipersensitif
Keracunan
alkohol,
hipnotika, analgetik
Sedang terapi obat MAOI
Ketergantungan obat

Ulkus duodenum
Ulkus peptikum

Wanita
menyusui
bayi

hamil

dan

Gatal
Cemas
Tremor
Diare dan konstipasi
Mual dan muntah
Halusinasi
Berkeringat
insomnia
Kejang
Perasaan akan pingsan
Konstipasi