Anda di halaman 1dari 4

UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


DI SMP N 4 BUKITTINGGI
Oleh
Abdul Hadi Salvi

A. Latar Belakang Masalah


Dalam era pembangunan dan negara yang sedang berkembang seperti
Indonesia ini, guru mempunyai peranan penting dalam mengabdi untuk
meningkatkan kecerdasan bangsa termasuk bimbingan pada generasi mendatang,
maju mundurnya suatu bangsa ditentukan oleh seorang pendidik. Oleh karena itu
seorang guru mempunyai kewajiban secara langsung untuk mengawasi dan
membantu proses belajar pada peserta didik dan anak didik.
Seorang guru sehubugan dengan tugasnya dalam memantau atau
mengembangkan pembelanjaran inilah, maka guru dapat disebut sebagai ujung
tombak pembaharuan yang berhasil, menjadi pendukung nilainilai dalam
masyarakat, menciptaan kondisi belajar yang baik serta menjamin keberhasilan
dan meningkatkan kompetensinya, yakni kompetensi personal, kompetensi sosial,
kompetensi

profesional. Kompetensi personal adalah tugas terhadap diri sendiri

sedangkan kompetensi sosial adalah berhubungan dengan kehidupan bersama


manusia untuk dapat bergaul dengan sesama manusia dituntut adanya kemamuan
berinteraksi dan, memenuhi berbagai persyaratan antara lain saling tolong
menolong, saling menghargai, saling tenggang rasa, dan mau membela bersama.
Kompetensi profesional guru adalah seseoarang yang bertugas untuk
menyamaikan ilmu pengetahuan, kecakapan kepada peserta didik yang bertujan
untuk mengembangkan seluruh aspek pribadi.

Ketiga kompetensi tersebut di atas sudah jelas sekali, sangat mempengaruhi


proses belajar mengajar, namun yang paling mendasar dan harus dimiliki oleh
guru adalah kompetensi profesional, kompetensi profesional ini diperlukan suatu
kemampuan dalam mewujudkan dan membina kerja sama dengan semua pihak
yang ikut bertanggung jawab terhadap proses pendidikan anak, kerja sama
tersebut diselenggarakan oleh orang tua murid, pimpinan sekolah, masyarakat
sekitar dan bahkan dengan murid yang dihadapinya seharihari:
Upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan membutuhkan waktu yang
panjang, memerlukan serangkaian proses yang teratur dan sistematis, karena
terkait dengan berbagai aspek kehidupan bangsa. Kualitas pendidikan tersebut
disesuaikan dengan perkembangan zaman. Dengan perkembangan zaman yang
semakin pesat membawa perubahan alam piker manusia, termasuk di dalamnya
perubahan pradigma dalam peningkatkan kualitas pendikan. Sesuai dengan arahan
Dirjen Dikdasmen (2000), pradigma penting dalam peningkatan kualitas
pendidikan itu adalah:
1) kegiatan pembelajaran akan bergeser dari schooling ke learning, dari
teaching ke learning,
2) dari student ke leaner,
3) proses learning bisa terjadi di sekolah, rumah, maupun di kantor
untuk membentuk the learning society.
UNESCO (1996) memberikan empat pilar prinsip dasar untuk menuju
pradigma baru yaitu: learning to know (menuju penguasaan ilmu pengetahuan),
learning to do (menuju penguasaan keterampilan), learning to live to gether (hidup)

bersama dalam keragaman) dan learning to be (menemukan jati diri). Menjadi


perusak atau penghancur bagi masa depan anak didiknya terutama bagi anak didik
yang masih kecil (tingkat sekolah dasar) dan mereka yang sedang menjalani
kegoncangan jiwa (tingkat menengah). Guru harus mampu meningkatkan
pengetahuannya dari waktu ke waktu, sesuai dengan perkembangan zaman.
Berbagai macam perubahan yang diakibatkan oleh kemajuan dalam bidang ilmu
pengetahuan dan teknologi juga harus dapat diantisipasi oleh guru. Dengan
demikian seorang guru tidak hanya menjadi sumber informasi, ia juga dapat
menjadi motivator, inspirator, fasilitator, dan juga evaluator.
Jabatan guru merupakan pekerjaan profesi, oleh karena itu kompetensi
guru sangatlah dibutuhkan dalam proses belajar mengajar, hal ini sejalan dengan
penjelasan Arifin yang mengartikan profesi :
Seperangkat fungsi dan tugas dalam lapangan pendidikan berdasarkan keahlian
yang diperoleh melalui pendidikan dan keahlian khusus di bidang pekerjaan yang
mampu mengembangkan kekaryaannya itu secara ilmiyah disamping

mampu

menekuni bidang profesinya selama hidupnya, mereka itu adalah para guru yang
profesional yang memiliki kompetensi keguruan berkat pendidikan atau latihan di
lembaga pendidikan guru dalam jangka waktu tertentu.

B. identifikasi masalah
1. Bagaimana upaya guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan
mutu pendidikan agama Islam di SMP 4 bukittinggi?
2. Apa saja yang menjadi kendala guru pendidikan agama Islam dalam
meningkatkan mutu pendidikan agama Islam di SMP 4 Bukittinggi?
3. Bagaimana langkah yang harus dilakukan oleh guru pendidikan agama
Islam dalam meningkatkan mutu pendidikan agama Islam di SMP 4
Bukittinggi ?
C. Rumusan Masalah dan Batasan Masalah
a. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka perumusan masalah
adalah: Bagaimana upaya guru pendidikan agama islam dalam
meningkatkan mutu pendidikan agama islam di smp 4 Bukittinggi
b. Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah diatas, maka penelitian
ini dibatasi pada : upaya guru pendidikan agama islam dalam
meningkatkan mutu pendidikan agama islam di smp 4 Bukittinggi
B. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
a. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui bagaimana upaya guru pendidikan agama Islam
dalam meningkatkan mutu pendidikan agama Islam di SMP 4 Bukittinggi
2. Untuk mengetahui apa saja yang menjadi kendala guru pendidikan
agama Islam dalam meningkatkan mutu pendidikan agama Islam di
SMP 4 bukittinggi
3. Untuk mengetahui langkahlangkah yang harus dilakukan oleh guru
pendidikan

agama

Islam

dalam

meningkatkan

mutu

pendidikan

agama di SMP 4 Bukittinggi

D. Kegunaan Penelitian
1. Bagi lembaga: sebagai bahan pertimbangan bagi kepala
sekolah, waka kurikulum, guru pendidikan agama islam dan
semua pihak yang terkait dalam rangka peningkatan efektifitas
dan efisiensi mutu pendidikan agama Islam di SMP 4 bukittinggi.
2. Bagi kampus IAIN Bukittinggi diharapkan dapat dijadikan
tambahan referensi dalam pengembangan mutu pendidikan agama
Islam.