Anda di halaman 1dari 20

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

Produksi Gula Cair dari Ubi Jalar Ipomoea batatas dengan Proses
Hidrolisis Enzimtatis

BIDANG KEGIATAN:
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PENELITIAN
(PKM-P)
Diusulkan Oleh :
Riko Febri Romadlon

(D500130003)

Yaka Fitra Pandu

(D500130006)

Hendra Widiyanto

(D500130032)

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA


SURAKARTA
2013

PENGESAHAN USULAN PKM-KEWIRAUSAHAAN


1. Judul Kegiatan
2. Bidang Kegiatan
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a) Nama Lengkap
b) NIM
c) Jurusan
d) Universitas
e) Alamat Rumah/HP

: Produksi Gula Cair dari Ubi Jalar


dengan Proses Hidrolisis Enzimtatis
: PKM-P
: Riko Febri Romadlon
: D500130026
: Teknik Kimia
: Universitas Muhammadiyah
Surakarta
: Jl. Dr.Rajiman Rt. 05 Tlatar
Klaten/087734949873

4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis


5. Dosen Pendamping
a) Nama Lengkap dan Gelar
b) NIDN
c) Alamat Rumah

: 3 orang

d) No Tel./HP
6. Biaya Kegiatan Total
a) Dikti
b) Sumber lain
7. Jangka Waktu Pelaksanaan

: Muhammad Arifin
:
:

: Rp 12.500.000,00
: Rp : 4 bulan
Surakarta, 18 Januari 2014
Menyetujui,

Ketua Jurusan Teknik Kimia


Universitas Muhammadiyah Surakarta

Ketua Pelaksana Kegiatan

(Rois Fathoni, M.T.,Ph.D.)


NIDN. 06-0302-7401

(Riko Febri Romadlon)


NIM. D500130003

Wakil Rektor III

Universitas Muhammadiyah Surakarta

Dosen Pendamping

(Prof. Dr. M. Wahyuddin, ms)


NIDN. 06-0407-5802

(Muhammad Arifin)
NIDN.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada era modern ini kebutuhan masyarakat atas gula tebu semakin meningkat
seiring dengan petumbuhan penduduk serta pertumbuhan ekonomi. kebutuhan
masyarakat akan gula ini tidak hanya pada terbatas pada konsumsi rumah tangga
tetapi juga pada industri, akan tetapi jumlah produksi gula pada saat ini kurang
memenuhi kebutuhan dalam negeri jika dibandingkan dengan jumlah produksi gula
dengan mengandalkan bahan baku tebu saja. Tentu hal ini menyebabkan harga gula
semakin melambung.
Ubi jalar (Ipomoea batatas) adalah salah satu makanan pokok yang relatif
populer di masyarakat dikarenakan rasanya yang manis. hal ini mengakibatkan harga
ubi jalar relatif lebih murah dibandingkan dengan makanan pokok yang lain, harga
ubi jalar yang berada pada Rp2800,- per kilo jika dibandingkan dengan tebu yanng
berada pada Rp10,200,- per kilo (diperta jabarprov 12/2013) sehingga membuat ubi
jalar menjadi salah satu bahan potensial yang dapat dikembangkan sebagai gula
alternatif penganti gula tebu.

Konsumsi gula yang terus bertambah merupakan masalah serius bagi bangsa
ini. perbedaan jumlah antara produksi dan konsumsi membuat masalah ini semakin
pelik. hal ini dikarenakan gula merupakan bagian dari sembilan kebutuhan pokok
(sembako) dan juga sebagai bahan produksi industri makanan dan minuman sehingga
tentu saja mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi. Gula ditetapkan menjadi
produk strategis (Strategic product) atau produk sensitif (Sencitive product) yang
berusaha dikendalikan pemerinatah melalui Departemen Perdagangan bersama dua
komoditas lainnya yaitu beras dan minyak goreng (Tempo, 2007), oleh karena itulah
diperlukan gula dengan bahan alternatif untuk pembuatan gula selain tebu bahan
tersebut antara lain jagung, Bit dan Daun Stevia. akan tetapi kami disini memilih Ubi
jalar (Ipomoea batatas)
Alasan kami memilih tanaman Ubi jalar (Ipomoea batatas) adalah tanaman ini
memiliki masa panen berkisar antara 3 - 3,5 bulan jauh lebih cepat jika dibandingkan
tanaman tebu yang mempunyai masa tanam sampai dengan panen sekitar 8 bulan.
tanaman ubi jalar tanaman ubi jalar yang tumbuhnya baik dan tidak mendapat
serangan hama penyakit yang berarti (berat) dapat menghasilkan lebih dari 25 ton ubi
basah per hektar. varietas unggul seperti borobudur (jenis Ubi jalar) dapat
menghasilkan 25 ton, Prambanan 28 ton, dan Kalasan antara 31,2 - 47,5 ton per
hektar.
Pati (Starch) adalah suatu polisakarida yang tersebar luas pada alam. Zat ini
biasa terkandung kandungan pada umbi, biji atau batang. Bentuk seperti ini biasa
digunakan dalam proses penyimpanan makan (tjokrodikoesoemo,1986).
Gula pada Ubi terdapat pada bagian umbi sebagai zat pati yang terdapat pada
umbinya. Gula pati tersebut mempunyai rasa dan tingkat kemanisan yang hampir
sama dengan gula tebu. Bahkan beberapa jenis lebih manis (Richana,nur dan
suarni,2010). Kandungan pati pada ubi jalar pada varietas sukuh ini sendiri
menghasilkan 22,44g pati kering dari setiap 100g Ubi basah dengan presentase
57,24% (Syamsu,2007). Kandungan gula pada pati ini dapat di manfaatkan sebagai
gula.

Gula yang didapat dari pati Ubi jalar (Ipomoea batatas) adalah berupa sirup
glukosa sirup ini dapat diperoleh dengan cara hidrolisis terhadap pati atau amilosa
pada ubi jalar (Ipomoea batatas) yang telah dikeringkan, hal ini dimaksutkan untuk
memaksimalkan hasil sirup glukosa yang akan dihasilkan. Sirup glukosa yang
dihasilkan diharapkan memiliki rasa manis dan kualitas untuk dikonsumsi.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Adakah perbedaan sirup glukosa dari ubi jalar(Ipomoea batatas) di buat
dengan cara hidrolisis dengan proses pengeringan dengan yang tidak?
2. Bagaimanakah komposisi dan kemanisan gula sirup glukosa dari ubi
(Ipomoea batatas) jalar yang layak untuk dikonsumsi?
3. Varietas Ubi jalar manakah yang menghasilkan gula cair dengan jumlah
terbanyak?
C. Tujuan Program
Program ini memiliki tujuan sebagai berikut :
1. Membuat sirup glukosa dari Ubi jalar (Ipomoea batatas) dengan harga
yang lebih murah dari gula pasir melalui proses hidrolisis.
2. Sirup glukosa yang dihasilkan dengan tingkat kemanisan setara gula pasir.
D. Luaran yang diharapkan
Luaran yang diharapkan dari program ini adalah mendapatkan produk dari
Ubi jalar (Ipomoea batatas) berupa gula cair (sirup) yang dapat dimanfaatkan
masyarakat sebagai bahan makanan serta bahan industri serta dapat memberikan
informasi terkait produksi gula cair dengan proses hidrolisis.
E. Kegunaan program
Manfaat dari penelitian produksi gula cair (sirup) dari Ubi jalar (Ipomoea
batatas) dengan proses hidrolisis untuk mengetahui dapat dan tidaknya pati Ubi jalar
(Ipomoea batatas) dibuat sebagai gula cair serta mengetahui kadar kemanisan dari

produk tersebut seingga dapat diketahui kelayakan gula cair yang diproduksi, agar
sesuai dengan standar konsumsi dan industri.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan pustaka
1. Klasifikasi tanaman Ubi Jalar
Kerajaan:
Divisi:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:

Plantae
Magnoliophyta
Magnoliopsida
Solanales
Convolvulaceae
Ipomoea
I.batatas

2. Morfologi tanaman dan habitat tanaman


Tanaman ubi jalar adalah tanaman umbi merambat dengan daun tipis
bervariasi antara berbentuk hati dengan warna hijau kebiruan dengan bunga
berbentuk terompet denga warna putih. Umbi yang dimanfaatkan berada
pada bawah tanah dengan bentuk bulat meruncing sampai dengan bulat bola
atau oval. Kulit dari umbi jalar varietas ini tipis dan berwarna putih dengan

umbi berwarna putih tanpa terlalu banyak serat yang mengangu sehingga
cocok untuk digiling.
Tanaman Ubi jalar sendiri dapat tumbuh dengan baik di daerah
beriklim panas dan lembab, dengan suhu optimum 27C dan lama
penyinaran 11 12 jam per hari. Tanaman ini dapat tumbuh sampai
ketinggian 1.000 meter dari permukaan laut. Ubi jalar tidak membutuhkan
tanah subur untuk media tumbuhnya. tanah yang dikembangkan adalah
tanah kering dengan pengairan secukupnya
3. Komposisi Kimia pada pati Ubi Jalar
Kadar Protein 1,62 %, Pati 31,2 %, Vitamin C 19,21 mg /100 g, beta
karotin tinggi 36.59 mkg/100 g dengan kandungan karbohidrat mencapai
27,90% per 100gr Ubi jalar (Batatas). Pati (Starch) adalah suatu
polisakarida yang tersebar luas pada alam. Zat ini biasa terkandung
kandungan pada umbi, biji atau batang. Bentuk seperti ini biasa digunakan
dalam proses penyimpanan makan (tjokrodikoesoemo,1986). Zat ini
merupakan zat tepung dengan suatu polimer senyawa glukosa yang terdiri
dari dua komponen utama yaitu Amilosa dan Amilopektin. Amilosa dan
Amilopektin kedua zat ini apabila dihidrolisis akan menghasilkan produk
berupa glukosa. Komposisi tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut :
NO

Unsur Gizi

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Kalori (g)
Protein
Lemak
Karbohidrat
Fosfor
Zat besi
Vitamin A
Vitamin C
Air
Bagian daging%

Ubi putih
123.00
1.80
0.70
27.90
49.00
0.70
60.00
22.00
68.50
86.00

Kadar/100gram
Ubi merah
Ubi kuning
123.00
136.00
1.80
1.10
0.70
0.40
27.90
32.30
49.00
57.00
0.70
0.70
7.700,00
900,00
0.04
68.5
86.00
-

UMBI
Ubi jalar
Ubi kayu
Talas
Kimpul
Ganyong
Suweg
Uwi
Gembili

Amilosa (%)
17
18
18
21.2
18.9
18.3
23.6
24.3

Amilopektin
83
82
82
78.8
81.1
81.7
76.4
75.7

BAB III
METODE PENELITIAN

Rancangan penelitian yang digunakan menggunakan metode eksperimen


dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini menguji kandungan Glukosa
dan Sukrosa yang didapatkan dari hasil hidrolisis pati Ubi jalar varietas sukuh. Hasil
didapatkan dari pengulangan percobaan sebanyak 3 kali pengulangan percobaan. Uji
yang dilakukan digunakan untuk mengetahui jumlah glukosa yang dikandung pada
tiap 100g produk gula cair dan hasil produksi gula cair pada tiap 100g ubi jalar basah.
Tahap-tahap pelaksanaan dilakukan sebagai berikut
1. Pemilhan sampel
Ubi jalar dari berbagai varietas (dalam hal ini 3 varietas) dipilih secara acak
yang selanjutnya dilakukan pencucian dengan tujuan untuk menghilangkan
kotoran dan tanah yang berpotensi mengandung agen kontaminan yang dapat
mengkontaminasi

sampel.

Selanjutnya

pengupasan

yang

bertujuan

menghancurkan kontaminan yang tersisa dan penghancuran dari ubi tersebut


dilaksanakan hinga membentuk tepung dengan mesin giling.
2. Pembuatan tepung Ati pati dari Ubi jalar
Tahap berikutnya Ubi jalar yang telah dihancurkan diangin - anginkan selama
kurang lebih 1 jam dengan tujuan untuk mengurangi kadar air yang terkandung.
Ubi jalar dibuat sebagai tepung dengan tujuan agar reaksi Hidrolisis Enzimatis
dapat berlangsung lebih cepat.
3. Sterilisasi peralatan
Peralatan yang akan dipakai akan dicuci bersih yang selanjutnya dipanaskan
dalam aquades (air suling) dengan suhu 125 o selama 14 menit yang bertujuan
untuk membunuh bakteri kontamian
4. Pembuatan sirup gula dari sampel dari tiap varietas ubi jalar

Sari pati yang telah digiling selanjutnya dilakukan perlakuan liquifikasi


mengunakan enzim amilase tahapan ini bertujuan untuk memecah pati menjadi
dekstrin pada proses ini terjadi secara optimum pada suhu 90 0C dan dengan
penambahan Ca++ dengan konsentrasi 3,4 ppm (beghmans,1980). Tahap kedua
adalah sakarinifikasi. Tahapan ini mengunakan enzim glukoamilase. Proses ini
dilaksakan pada suhu 600C serta PH 4 dalam waktu 4 jam (syamsu,20). Setelah
proses ini dilakukan pemurnian dengan cara penyaringan pemberian arang aktif
(Activated carbon) dan resin penukar ion.
5. Uji kualitas dan Uji kadar glula
Analisa kadar gula pada sirup glukosa ini bertujuan untuk mengetahui
jumlah atau kadar gula reduksi yang terkandung. Metode ini awalnya adalah
menyiapkan 2 mg sampel dari 100 ml sample. Sample yang diambil harus jernih
bila tidak jernih maka dilaksanakan penjernihan dahulu mengunakan Pb asetat
maupun BuBr Alumunium Hidroksida. Pipetlah 1 ml larutan contoh yang jernih
tersebut ke dalam tabung reaksi yang bersih. Tambahkan 1 ml reagensia Nelson,
dan selanjutnya diperlakukan seperti pada penyiapan kurva standar diatas. Jumlah
gula reduksi dapat ditentukan berdasarkan OD larutan contoh dan kurva standar
larutan glukosa. Uji lain yang dilakukan adalah uji kandungan air. Cara yang
dipilih adakah dengan metode vaccum cara menentukan kadar air dengan Oven
Vacum. Penentuan kadar air dengan oven vakum di lakukan untuk bahan-bahan
yang tidak tahan panas, mempunyai kadar gula tinggi, minyak, kecap dll. Cara
menentukan kadar air dengan Oven Vacum, pertama timbang sample bahan yang
telah dihaluskan sebanyak 2 gram di dalam botol timbang yang telah diketahui
beratnya. Selanjutnya Keringkan dalam oven vacum selama 3-5 jam dengan suhu
95-100 C atau 20-25 diatas titik didih dengan tekanan yang digunakan kurang
lebih 25 mm. Setelah kering dinginkan dalam eksikator dan timbang. Ulangi terus
kegiatan 2 dan 3 masing-masing selama 1 jam hingga selisih berat sample saat
ditimbang tidak lebih dari 0,05% akhirnya lalukan perhitungan penentuan kadar
air.

Dengan rumus :
Berat awal (BAw)-Berat akhir X 100% = % Kadar Air
Berat awal
Hal diatas bertujuan mengetahui kualitas sirup gula yang telah
diproduksi yaitu gula reduksi harus dibawah 30% dan air dibawah 20%
(deptan,2012).
Tahapan tersebut dapat dilihat dalam bagan berikut
Ubi jalar (Ipomoea batatas)

Dibersihkan dan digiling


Berbentuk Serbuk

Proses Liquifikasi

Proses Sakarinifikasi

Penyaringan (Filtrasi), Pemberian Karbon aktif dan


Resin Ion

Analisis Data

BAB IV
JADWAL KEGIATAN DAN RINCIAN BIAYA

A. JADWAL KEGIATAN
Adapun rincian jadwal kegiatan penelitian ini adalah sebagai berikut :

No.
1
2

Kegiatan

Bulan I
1 2 3 4

Bulan II
1 2 3 4

Bulan III
1 2 3 4

Bulan IV
1 2 3 4

Persiapan alat, bahan,


dan tempat penelitian
Penelitian :
a. Pelaksanaan
b. Pengolahan
c. Penyusan Draft

Laporan
Presentasi,

Penyusunan,
Pengiriman Laporan
akhir

B. ANGGARAN BIAYA
Berikut merupakan rancangan biaya :
No
1
2
3
4
5

Nama
Sewa Lab dan alat bahan
Bahan Habis Pakai
Perjalanan
Dokumentasi
Lain - Lain
JUMLAH TOTAL

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan


a) Peralatan Penunjang

Keterangan
Rp 6.500.000,00
Rp 50.000,00
Rp 1.500.000,00
Rp 3.950.000,00
Rp 500.000,00
Rp. 12.500.000

N
o
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18

Peralatan Penunjang

Kuantitas

Sewa Lab
Sewa Pipet
Sewa Tabung reaksi
Sewa Chiller
Gelas Ukur
Neraca Analitik
Gelas Kimia
Gelas Ukur
Kodensor
Tabung Reaksi
Kertas Saring
Hot Plate
Labu Leher 4
Botol Semprot
pengaduk
Termometer Destilasi
Penangas Air
Labu Buchner
Jumlah

1 buah
3 buah
3 buah
1 buah
4 buah
4 buah
4 buah
4 buah
2 buah
4 buah
8 buah
3 buah
3 buah
4 buah
2 buah
4 buah
6 buah
4 buah

Harga /
Satuan
3.000.000
100.000
100.000
200.000
50.000
100.000
100.000
50.000
100.000
100.000
25.000
50.000
50.000
50.000
25.000
50.000
50.000
100.000

Biaya (Rp)
3.000.000
300.000
100.000
200.000
200.000
400.000
100.000
100.000
200.000
400.000
200.000
150.000
150.000
200.000
50.000
100.000
300.000
400.000
6.500.000

b) Bahan Habis Pakai


N
o
1

Harga /
Bahan Habis Pakai
Ubi jalar

Kuantitas

20 Kg
Jumlah Total

Satuan
2.500

Biaya (Rp)
50.000
Rp 50.000

c) Perjalanan
N
o
1
2

Perjalanan
Transportasi
Konsumsi

Harga

100.000
100.000
Jumlah Total

Kebutuhan
4 Bulan
4 Bulan

Biaya (Rp)
600.000
400.000
Rp1.500.000,00

d) Dokumentasi
No
1
2
3
4
5

Kegunaan

Kebutuha

Harga/Satuan

n
Sewa Kamera Digital
2 buah
Cuci Cetak Digital
Sewa PC @ 2 bulan
1 buah
Sewa Printer @ 2 bulan
1 buah
Flasdisk
4 buah
Jumlah Total

200.000
2.000.000
1.000.000
100.000

Biaya (Rp)
400.000
150.000
2.000.000
1.000.000
400.000
Rp3.950.000

e) Penyusunan Laporan
No
1
2
3
4
5

Lain lain
Kertas A4
Tinta printer
Pembelian buku literatur
P3k
Alat tulis

Kuantitas
2 Rim
2 buah
1 buah
3 buah
3 buah

Harga / Satuan
50.000
25.000
200.000
120.000
10.000

Biaya (Rp)
100.000
50.000
200.000
120.000
30.000

Daftar Pustaka
Sunartiet.al,2002, Pengetahuan Bahan Baku Industri. Mediatama Sarana
Perkasa,Jakarta
litbang.deptan.gov.id/pasrq/ubi-jalar, Diakses 23 November 2013,12:30
Diperta,Jabarprov.gov.id Diakses pada 1/12/2013. 12:30
Kadarisman,D.1985. Pengaruh Penambahan Kapur,Jumlah Air Dan Lama
Pengendapan Terhadap Rendemen Dan Mutu Teoung Pati Ubi Jalar . Teseis
Pascasarjana ITB
Kennedy.1995,The Enzymatic Of Starch. Butter Worth, London
Mukhlis, 2003. Karakteristik Pati Dan Biokonversi Beberapa Varietas Ubi Jalar
Dalam Pembuatan Sirup Fruktosa. Jurusan Ilmu Pangan, Pasca Sarjana IPB, Bogor

McDonnel,C,1980. Didalam J,A Radley 1976. Starch Production Technology Applied


Science Publisher Ltd, London
Tjokroadikoesoemo, p.s. 1986 HFS Dan Industri Kayu Lainya. Gramedia. Jakarta

LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota
Biodata Ketua
Nama

: Riko Febri Romadlon

Tempat / tanggal lahir

: Klaten, 6 Agustus 1995

Alamat

: Jl. Dr.Rajiman Rt. 05 Rw. 01 Tlatar, Klaten

NIM

: D500130003

Universitas

: Universitas Muhammadiyah Surakarta

Fakultas

: Teknik

Jurusan

: Kimia

No HP

: 087734949873

Biodata Anggota
Nama

: Yaka Fitra Pandu

Tempat / tanggal lahir

: Kediri, 14 Oktober 1995

Alamat

: Gagaksipat RT II/RW IV Ngemplak, Boyolali

NIM

: D500130006

Universitas

: Universitas Muhammadiyah Surakarta

Fakultas

: Teknik

Jurusan

: Kimia

No HP

: 085725233280

Nama

: Hendra Widiyanto

Tempat / tanggal lahir

: Semarang, 29 Maret 1994

Alamat

: Perum Kopassus Bolon RT 02/RW 04 Colomadu,

NIM

: D500130032

Universitas

: Muhammadiyah Surakarta

Fakultas

: Teknik

Jurusan

: Kimia

No HP

: 085728531900

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas


N
o

Nama/NIM

Program Studi

Tugas

Alokasi Waktu

1.

Riko Febri
Romadlon

Teknik Kimia

Koordinasi dan
Peneliti

4 Bulan

2.

Yaka Fitra
Pandu

Teknik Kimia

Membuat Proposal

1 Bulan

Hendra
Widiyanto

Teknik Kimia

3.

Dan Peneliti
Membuat Proposal
Dan Peneliti

1 Bulan

Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Peneliti

SURAT PERNYATAAN
Yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama

: Riko Febri Romadlon

NIM

: D500130003

Program Studi

: Teknik Kimia

Fakultas

: Teknik

Dengan ini menyatakan bahwa proposal penelitian saya dengan judul: Produksi
Gula Cair dari Ubi Jalar Ipomoea batatas dengan Proses Hidrolisis Enzimtatis
yang diusulkan dalam skema HIBAH BERSAING untuk tahun anggaran 2014
bersifat original dan belum pernah dibiayai oleh lembaga / sumber dana lain.
Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini, maka
saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan
mengembalikan seluruh biaya pelaksanaan yang sudah diterima ke Kas Negara.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan
sebenar-benarnya.
Surakarta, 2014
Mengetahui,
Wakil Dekan III Fakultas Teknik
Universitas Muhammadiyah
Surakarta

Ketua

(Ir. Ngafwan, M.T.)

Riko Febri Romadlon

NIP/NIK

NIM. D500130003