Anda di halaman 1dari 2

Leopold I

Leopold I bertujuan untuk mengetahui tinggi fundus uteri dengan cara, meletakan sisi
lateral telunjuk kiri pada puncak fundus uterus untuk menentukan tinggi fundus. Pada
pemeriksaan ini diharapkan agar jari tidak mendorong uterus kebawah, jika
diperlukan, fiksasi uterus bawah dengan meletakan ibu jari dan telunjuk tangan kanan
dibagian lateral depan kanan dan kiri setinggi tepi atas simfisis. Pengukuran Tinggi
Fundus Uteri dilakukan saat uterus tidak berkontraksi. Ibu berada pada posisi
setengah duduk. Meteran ditempelkan dari tepi atas simfisis pubis kemudian
rentangkan meteran mengikuti linea mediana dindi ng depan abdomen hingga ke
puncak fundus. Pada usia kehamilan diatas 24 minggu, dapat digunakan tinggi fundus
uteri untuk menentukan usia kehamilan berdasarkan TFU dalam cm dan taksiran berat
badan janin.
Leopold I juga bertujuan untuk mengenali bagian yang berada pada daerah tersebut,
dengan cara meletakan ujung telapak tangan kanan dan kiri pada fundus uteri dan
merasakan bagina bayi yang ada pada bagian tersebut dengan jalan menekan secara
lembut dan menggeser telapak tangan kanan dan kiri secara bergantian.
Leopold II
Leopold II bertujuan untuk menentukan letak punggung janin, menentukan kepala
janin (pada letak lintang). Cara pemeriksaannya adalah dengan meletakan telapak
tangan kiri pada dinding perut lateral kanan dan telapak tangan kanan pada dinding
perut lateral kiri secara sejajar pada ketinggian yang sama. Mulai dari bagian atas,
tekan secara bergantian atau simultan telapak tangan kiri dan kanan kemudian geser
kea rah bawah dan rasakan adanya bagian yang rata dan memanjang. Bagian itu
adalah punggung, atau bagian yang kecil kecil. Bagian itu adalah ekstremitas.
Leopold III
Pemeriksaan leopold III bertujuan menetapkan bagian janin yang berada diatas
simfisis pubis. Cara pemeriksaannya adalah dengan meletakan ibu jari dan telunjuk
tepat diatas simfisis pubis untuk meraba bagian terbawah bayi. Kepala akan teraba
bulat dan keras, sedangkan bokong teraba massa yang dapat bergerak / mobile.
Leopold IV
Leopold IV bertujuan untuk menentukan bagian terbawah janin dan seberapa jauh
janin sudah masuk pintu atas panggul. Pada pemeriksaan leopold IV, pemeriksa harus
merubah posisi badan, menghadap ke kaki ibu. Letakan ujung telapak tangan kanan
dan kiri pada lateral kanan dan kiri uterus bawah. Ujung ujung jari tangan kanan dan
kiri berada pada tepi atas simfisis. Tekan secara lembut dan bersamaan / bergantian
untuk menentukan bagian terbawah janin (bagian keras bulat dan homogen adalah
kepala, sedangkan tonjolan lunak dan tidak simetris adalah bokong). Temukan kedua
ibu jari kanan dan kiri, kemudian rapatkan semua jari jari tangan yang meraba
dinding uterus. Perhatikan sudut yang dibentuk oleh jari jari kanan dan kiri, apakah
konvergen atau divergen.
Pemeriksaan auskultasi
Pemeriksaan auskultasi pada pemeriksaan obstetri bertujuan untuk menentukan
denyut jantung janin. Ada dua cara, yaitu dengan menggunakan stetoskop leaneac dan

dengan menggunakan Doppler. Cara pemeriksaan dengan menggunakan stetoskop


leaneac adalah
Ambil stetoskop leaneac dan letakan pada dinding perut ibu, sesuai dengan
posisi punggung bayi, tempelkan telinga pemeriksa pada stetoskop leaneac
dan lepaskan tangan yang memegang stetoskop tersebut, sehingga yang
menahan stetoskop leaneac pada perut ibu adalah teling pemeriksa. Apabila
dinding perut cukup tebal sehingga sult untuk mendengarkan bunyi jantung
janin, pindahkan ujung stetoskop pada dinding perut yang relative sempit,
yaitu sekitar 3 sentimeter di bawah pusat (sub umbilicus). Dengarkan denyut
jantung janin sambil memegang nadi ibu, bertujuan untuk membedakan
dengan denyut jantung ibu. Dapat dihitung selama 1 menit penuh atau dihitung
5 detik pertama, istirahat 5 detik, lalu dengarkan lagi 5 detik dan istirahat lagi
selama 5 detik dan dengarkan lagi selama 5 detik. Jumlah nadi yang didengar
selama pemeriksaan dijumlahkan dan dikalikan dengan 4. Merupakan denyut
jantung janin selama 1 menit.
Doppler
Pemeriksaan dengan Doppler hampir menyerupai pemeriksaan denyut jantung
bayi dengan stetoskop leaneac. Pemeriksa meletakan alat Doppler pada
dinding perut bayi, sesuai dengan posisi punggung, dengarkan denyut jantung
janin dan bedakan dengan bising usus atau denyut aorta ibu. Jika diperoleh
denyut jantung janin, hitung denyut jantung janin selama 1 menit penuh.