Anda di halaman 1dari 3

Thanatologi

Dr.Tjiang Sari Lestari


september 2015

25

Kematian somatik selalu mendahului kematian seluler. Kematian somatic


ditandai dengan anoxia total
Seseorang di katakan meninggal bila ditentukan oleh 3 dokter : neurologist,
anesthesiologist, dan dokter lainnya (dokter umum, internist dll)
Penentuan kematian bila tidak dilihat langsung maka hanya berupa time of
death (TOD)
Perkiraan waktu kematian : algor mortis, livor mortis, rigor mortis,
decomposition,
Complete death : pemeriksaan luar + pemeriksaan dalam + pemeriksaan
penunjang
Manner of dath : complete autopsy + olah TKP
Post mortem :
early :perubahan mata (terutama pada kornea dead fish eye, tache naire/
blok spot)
late : Algor mortis = suhu tubuh menurun hingga sama dengan suhu
lingkungan
Livor Mortis : lebam mayat, perbedaan dengan hematom adalah, dengan
penekanan livor mortis menghilang bila kurang dari 8 jam, sedangkan pada
hematom tidak. Bila di insisi darah pada livor mortis tetap pada pembuluh
darah, dan menghilang pada saat dicuci, sedangkan pada hematom darah
telah keluar dari pembuluh darah an tidak hilang bila dicuci dengan air akibat
darah telah masuk ke jaringan interstitial.
Kaku mayat ( Rigor mortis) : terjadi akibat terhentinya metabolisme. ATP
tidak terbentuk, perubahan dari metabolisme aerob ke anaerob sehinggta
terbentuk asam laktat, mengakibatkan otot berkontraksi dan memendek.
mulai terbentuk 2-4 jam, kaku menyeluruh 12 jam, relaksasi sekunder 24-36
jam akibat proses dekomposisi
faktor yang mempengaruhi rigor mortis = suhu lingkungan, aktivitas sebelum
meninggal, serat otot yang lebih banyak contoh pada olahragawan.
Korban yang meniggal pada suhu yang tinggi atau rendah tidak dapat
ditentukan kaku mayatnya akibat heat stiffening, cold stiffening, atau pada
cadaveric spasm (terjadi akibat stressor yang berat baik itu fisik atau psikis)
Dekomposisi : autolvsis dan putrefaction
Terjadi setelah adanya celluler death, tampak 24-36 jam, sering terlihat pada
perut kanan bawah karena pertemuan antara usus halus dengan usus besar
(caecum)

Autolysis = kerusakan sel akibat keluarnya enzim intraseluler (lysosim) tidak


ada campur tangan bakteri pembusukan
Putrefaction = terjadi akibat bakteri clostridium welcii = h2s + HB =
berwarna kehijauan

Urutan pembusukan organ :


Saluran pencernaan
Jantung dan hati
Otak dan medulla spinalis
Jantung, vesica urinaria
Testis dan ovarium
Otot skelet
Prostat dan uterus
Kondisi khusus:
Mummifikasi : suhu tinggi dan panas, dehidrasi, kulit kering, oran mengering
dan mengkerut
Adipocere/ safonifikasi : lingkungan dingin , basah, hidrolisis lemak,
berbentuk spt sabun
Maserasi : hanya proses autolysis (enzim intraseluler tanpa peran organism
pembusukan) pada Kematian janin dalam rahim`

23 Oktober 2015
KULIAH TANATOLOGY
-

Pada pemeriksaan luar:


1 Identitas
2 Pemeriksaan luar
3 Pemeriksaan dalam (Insisi)
Tanatologi:
1 Livor mortis
2 Rigor mortis
24 36 jam pada mayat relaksasi
Livor mortis:
1 Hilang saat penekanan
2 Tidak hilang saat penekanan
3 Menetap
Tanatologi terbagi menjadi 4 stage:
1 Fresh body
2 Bloating
3 Active digested

Dry digested