Anda di halaman 1dari 5

C.

LANDASAN TEORI
Aldehida dan keton adalah senyawa senyawa yang mengandung salah satu
dari gugus gugus penting di dalam kimia organik, yaitu gugus karbonil C=O.
Semua senyawa yang mengandung gugus ini disebut senyawa karbonil.

Gugus karbonil adalah gugus yang paling menetukan sifat kimia aldehida dan
keton. Oleh karena itu tidaklah mengherankan jika kebanyakan sifat sifat dari
senyawa senyawa ini adalah mirip satu sama lainnya. Meskipun demikian, oleh
karena perbedaan gugus yang terikat pada gugus karbonil antara aldehida dan
keton maka menimbulkan adanya dua sifat kimia yang paling menonjol
perbedaannya dari kedua senyawa tersebut, yaitu: a) aldehida cukup mudah
teroksidasi sedangkan keton sulit; b) aldehida lebih reaktif daripada keton
terhadap adisi nukleofilik, yang mana reaksi ini karakteristik terhadap gugus
karbonil( Abdul Karim, 2002).
Karbonil adalah suatu gugus polar, oleh karenanya aldehida dan keton
mempunyai titik didih yang lebih tinggi daripada hidrokarbon yang berat
molekulnya setara. Meskipun demikian, oleh karena aldehida dan keton tidak
dapat membentuk ikatan hidrogen yang kuat antara molekul molekulnya sendiri
maka mereka mempunyai titik didih yang lebih rendah daripada alkohol yang
berat molekulnya setara.
CH3CH2CH2CH3
Butana titik didih 0,5oC
Melalui gugus karbonil, aldehida dan keton dapat membentuk ikatan hidrogen
dengan molekul air. Oleh karenanya Aldehida dan Keton berberat molekul rendah

mempunyai kelarutan yang tinggi di dalam air. Aseton dan asetaldehida larut
sempurna dalam air pada semua perbandingan( Abdul Karim, 2002).
Beberapa kenyataan tentang gugus karbonil diantaranya adalah :
1. Atom karbon gugus karbonil dalam keadaan orbita hibrida sp 2, sehingga ketiga
atom yang terikat pada atom karbon tersebut terletak pada bidang datar dengan
sudut ikat 120OC.
2. Ikatan ganda dua karbon-oksigen pada gugus karbonil terdiri atas satu ikatan
dan satu ikatan . Adalah hasil tumpang tindih sisa orbital p atom karbon dengan
orbital p lain dari atom oksigen. Dua orbital sp 2 lainya dari atom karbon
digunakan untuk me ngikat karbon lain.
3. Atom oksigen gugus karbonil masih memiliki dua buah orbital terisi dua elektron.
Dua orbital itu adalah 2s dan 2p.
4. Panjang ikatan C = O adalah 1,24 A, lebih pendek dibanding jarak C O pada
alkohol dan eter yaitu 1,43 A( Muhaidah, 2009).
Gugus karbonil terdiri dari sebuah atom karbon sp 2 yang dihubungkan ke
sebuah atom oksigen oleh sebuah ikatan atom sigma dan sebuah ikatan-pi. Ikatan
ikatan sigma gugus karbonil terletak didalam suatu bidangdengan sudut ikatan
kira kira 1200C disekitar karbon sp2. Ikatan pi yang menghubungkan C dan O
terletak diatas dan dibawah bidang ikatan ikatan sigma tersebut. Gugus karbonil
bersifat polar, dengan elktron elektron dalam ikatan sigma, dan terutama
elektron elektron dalam ikatan pi, polaritas dan adanya elektron menyendiri,
mempengaruhi sifat dan kereaktivitas gugus karbonil.

Karena senyawa ini polar dan karena itu itu melakukan tarik menarik dipol dipol
antara molekul, aldehida dan keton mendidih pada temperatur yang lebih tinggi

dari pada senyawa nonpolar yang bobot molekulnya bersamaan. Secara terbatas,
aldehid dan keton dapat mensolvasi ion(Aloysius Hadyana, 1982).
Menurut Ellya ( 2014 ), kadar gula pereduksi nira. Gula reduksi adalah gula
yang mempunyai gugus aldehid atau keton bebas yang dalam suasana basa dapat
mereduksi logam-logam.Komponen gula akan teroksidasi menjadi asam-asam
(asam aldonat, asam ketonat, atau asam uronat).
Menurut Sri ( 2013 ), Rokokmengandung 4.000 jenis bahan kimia. Rokok
memiliki dua komponen yaitu: 1) komponen gas, bagian yang dapat melewati
filter ataupun hasil dari pembakaran tidak sempurna rokok, antara lain CO, CO2,
oksida-oksida nitrogen, amonia, gas N-nitrosamine, hidrogen sianida, sianogen,
peroksida, oksidan senyawa belerang, aldehid dan keton. 2) komponen padat,
bagian hasil saringan yang tertinggal pada filter rokok, sebagian besar terdiri dari
unsur nikotin.
Menurut Abdul karim (2002), Sifat sifat fisik dari beberapa senyawa
aldehida dan keton dapat dilihat pada tabel berikut :
Rumus
HCHO
CH3CHO
C6H5CHO
CH3COCH5
CH3COCH2CH3
C6H5COCH3

Nama
Formaldehida
astetaldehida
benzaldehida
aseton
butanon
asetofenon

Tl (0C)
-92
-125
-57
-95
-86
21

Td (0C)
-21
21
178
56,1
79,6
202

Kelarutan
dalam air
Sangat larut

Sedikit larut

Sangat larut
Tidak larut

Hidrogen yang terikat pada karbon tetangga gugs karbonil suatu keton jauh
lebih asam (pKa >>40) tetapi jauh kurang asam daripada proton dalam asam
karboksilat (pKa >> 5). Oleh karena keton kurang asam daripada air maka kita
biasanya memandangnya sebagai senyawa netral. Akan tetapi, keasaman yang
lemah ini adalah suatu hal penting dalam sifat sifat kimia senyawa senyawa
tersebut( Abdul Karim, 2002).

DAFTAR PUSTAKA

Hadyana, Aloysius Pudjaatmaka. 1982. Fessenden & Fessenden kimia organik


edisi ketiga jilid 2. Jakarta. Erlangga.

Indahyanti, Ellya., Budi Kamulyan., Bambang Ismuyanto. 2014. Kimia. Optimasi


Konsentrasi Garam Bisulfit Pada Pengendalian Kualitas Nira Kelapa.
Vol. 19, Nomor 1. Hal: 5.
Karim, Drs. Abdul. 2002. Kimia Dasar 2. Makassar. Universitas Hasanuddin
Makassar.
Rasyid, Muhaidah. 2009. Kimia Organik 1. Makassar. Badan Penerbit Universitas
Negeri Makassar.
Wahyu, Sri Basuki, Anita Sari Nurdi Atmaji, Dedik Hartono, dan Sigit
Widyatmoko. 2013. Fakultas Kedokteran. Perbedaan Volume Ekspirasi
Paksa Detik pertama (VEP1) dan Kapasitas Vital Paksa (KVP) Antara
Laki Laki Perokok dan Bukan Perokok Di Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah Surakarta. Vol. 6, No. 2. Hal: 6