Anda di halaman 1dari 4

Pengertian ini sejalan dengan batasan yang disampaikan oleh Gagne (1985), yang menyatakan

bahwa media merupakan berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat
merangsang untuk belajar. Banyak batasan tentang media, Association of Education and
Communication Technology (AECT) memberikan pengertian tentang media sebagai segala
bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan dan informasi. Dalam hal ini
terkandung pengertian sebagai medium (Gagne, et al., 1988) atau mediator, yaitu mengatur
hubungan yang efektif antara dua pihak utama dalam proses belajar -siswa dan isi pelajaran.
Sebagai mediator, dapat pula mencerminkan suatu pengertian bahwa dalam setiap sistem
pengajaran, mulai dari guru sampai kepada peralatan yang paling canggih dapat disebut sebagai
media. Heinich, et.al., (1993) memberikan istilah medium, yang memiliki pengertian yang
sejalan dengan batasan di atas yaitu sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber
dan penerima. Batasan media seperti ini juga dikemukakan oleh Reiser dan Gagne (dalam
Criticos, 1996; Gagne, et al., 1988), yang secara implisit menyatakan bahwa media adalah segala
alat fisik yang digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran. Dalam pengertian ini,
buku/modul, tape recorder, kaset, video recorder, camera video, televisi, radio, film, slide, foto,
gambar, dan komputer adalah merupakan media pembelajaran.
Taksonomi Media Menurut Gagne (Berdasrkan Fungsi Pembelajaran)
Taksonomi lainnya dilakukan oleg Gagne , yakni seperti tampak pada gambar berikut:

MEDIA
Demonst
rasi

Penyam
paian
Lisan

Media
Cetak

Gambar
Diam

Gambar
Gerak

Film
Dengan
Suara

Mesin
Pembelaj
aran

Ya

Terbatas

Terbatas

Ya

Ya

Ya

Ya

Pengarahan perhatian/
kegiatan

Tidak

Ya

Ya

Tidak

Tidak

Ya

Ya

Kemampuan terbatas
yang diharapkan

Terbatas

Ya

Ya

Terbatas

Terbatas

Ya

Ya

Isyarat eksternal

Terbatas

Ya

Ya

Terbatas

Terbatas

Ya

Ya

Tidak

Ya

Ya

Tidak

Tidak

Ya

Ya

Terbatas

Ya

Terbatas

Terbatas

Terbatas

Terbatas

Terbatas

Tidak

Ya

Ya

Tidak

Tidak

Ya

Ya

Terbatas

Ya

Ya

Tidak

Terbatas

Ya

Ya

Fungsi
Stimulus

Tuntutan cara berpikir


Alih kemampuan
Penilaian hasil
Umpan balik

Gambar 4.2
Taksonomi Menurut Pembelajaran Beberapa Jenis Media
(R.M Gagne, The Condition of Learning, 1965)
Tanpa menyebutkan jenis dari masing-masing medianya, Gagne membuat 7 macam
pengelompokan media, yaitu benda untuk didemonstrasikan, komunikasi lisan, media cetak,
gambar diam, gambar gerak, film bersuara dan mesin belajar. Ketujuh kelompok media ini
kemudian dikaitkannya dengan kemampuannya memenuhi fungsi menurut tingkatkan hirarki
belajar yang dikembangkannya contoh perilaku belajar, member kondisi eksternal, menuntun
cara berpikir, memasukan alih ilmu, menilai prestasi dan pemberi umpan balik.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/ikpj/media-pembelajaran-arti-posisi-fungsiklasifikasi-dan-karakteristiknya_54ff4771a33311874a50fb9a
Taksonomi ini menekankan pada kemampuan siswa memenuhi fungsi menurut tingkatan hierarki
belajar yang dikembangkan. Menurut Gagne membuat 7 macam pengelompokan media yairu :
1. benda untuk didemonstrasikan,
2.

komunikasi lisan,

3. media cetak,
4.

gambar diam,

5. gambar gerak,
6. film bersuara, dan
7. mesin belajar

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/ikpj/media-pembelajaran-arti-posisi-fungsiklasifikasi-dan-karakteristiknya_54ff4771a33311874a50fb9a
1. Media permainan dan simulasi. Ada beberapa istilah lain untuk kelompok media
pembelajaran ini, misalnya simulasi dan permainan peran, atau permainan simulasi.
Meskipun berbeda-beda, semuanya dapat dikelompkkan ke dalam satu istilah yaitu
permainan (Sadiman, 1990). Ciri atau karakteristik dari media ini adalah: melibatkan

pebelajar secara aktif dalam proses belajar, peran pengajar tidak begitu kelihatan tetapi
yang menonjol adalah aktivitas interaksi antar pebelajar, dapat memberikan umpan balik
langsung, memungkinkan penerapan konsep-konsep atau peran-peran ke dalam situasi
nyata di masyarakat, memiliki sifat luwes karena dapat dipakai untuk berbagai tujuan
pembelajaran dengan mengubah alat dan persoalannya sedikit saja, mampu meningkatkan
kemampuan komunikatif pebelajar, mampu mengatasi keterbatasan pebelajar yang sulit
belajar dengan metode tradisional, dan dalam penyajiannya mudah dibuat serta
diperbanyak.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/ikpj/media-pembelajaran-arti-posisi-fungsiklasifikasi-dan-karakteristiknya_54ff4771a33311874a50fb9a
a. Karakteristik media visual
a. Gambar
Gamabar secara garis besar dapat dibagi pada tiga jenis, yakni stetsa, lukisan dan photo.
Pertama, stetsa atau bias disebut jiga sebagai gambar garis (stick figure), yakni gambar
sederhana atau draft kasar yang melukiskan bagian-bagian pokok suatu objek tanpa detail.
Kedua, lukisan merupakan gambar hasil representasi simbolis dan artistic seseorang tentang
suatu objek atau situasi. Ketiga, photo yakni gambar hasil pemotretan atau photografi.
Kelebihan media gambar :
1. Sifatnya konkret, Murah, Dapat diakses oleh kalangan luas, Tidak memerlukan
peralatan, Bersifat fleksibel, mudah dibawa ke mana-mana, Dapat digunakan untuk
menyampaikan semua materi pembelajaran, Bisa dibaca di mana saja dan kapan saja.
2. gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu
3. dapat mengatasi batasan pengamatan
4. dapat menperjelas suatu masalah
Kelemahan media gambar :
1. hanya menekankan persepsi indera mata
2. benda yang terlalu kompleks kurang efektif untuk kegiatan pembelajaran
3.
ukurannya
sangat
terbatas
4. Kurang
bisa
membantu
daya
ingat
5. Apabila penyajiannya (font, warna, ilustrasi) tidak menarik, akan cepat
membosankan

1. Film Gerak Bersuara


Media audiovisual ini dapat dibagi menjadi dua jenis. Jenis pertama, dilengkapi fungsi
peralatan suara dan gambar dalam satu unit, dinamakan media audio-visual murni, seperti film

gerak (movie) bersuara, televisi, dan video. Jenis kedua adalah media audio visual tidak murni
yakni apa yang kita kenal dengan slide, opaque, OHP dan peralatan visual lainnya bila diberi
unsure suara dari rekaman kaset.
Dilihat dari indera yang terlibat, film adalah alat komunikasi yang sangat membantu
proses pembelajaran efektif. Apa yang terpandang oleh mata dan terdengar oleh telinga, lebih
cepat dan lebih mudah diingat daripada apa yang hanya dapat dibaca saja atau hanya dapat di
dengarkan saja. Manfaat dan kerakteristik lainnya dari media film dalam meningkatkan
efektifitas dan efisien proses pembelajaran, di antaranya adalah:

Mengatasi keterbatasan jarak dan waktu.

Mampu menggambarka peristiwa-peristiwa masa lalu secara realistis dalam waktu yang singkat.

Film dapat diulangi bila perlu untuk menambah kejelasan.

Pesan yang disampaikannya cepat dan mudah diingat.

Mengembangkan pikiran dan pendapat para siswa.

Mengembangakan imajinasi peserta didik.

Menumbuhkan minat dan motivasi belajar.


Dalam menilai baik tidaknya sebuah film, Omar Hamalik sebagai mana dikutip Asnawir
(2002:98) mengemukakan bahwa film yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

Dapat menarik minat siswa.

Benar dan autentik.

Up to date dalam setting, pakaian, dan lingkungan.

Sesuai dengan tingkatan kematangan audiens.

Perbendaharaan bahasa yang dipergunakan secara benar.

Kesatuan dan sequence-nya cukup teratur.

Teknis yang dipergunakan cukup memenuhi persyaratan dan cukup memuaskan.