Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb
Puji dan syukur penyusun panjatkan kepada Allah Yang Maha Esa yang
telah melimpahkan rahmat, hidayah serta inayahnya sehingga penyusun
dapat menyelesaikan makalah ini.
Dalam penyusunan makalah ini penyusun tidak lepas dari bantuan pihak
lain, sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Oleh karena itu penyusun
mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu
kami.
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Sejarah Asia
Selatan, mengingat kemampuan yang terbatas sudah tentu penyusunan
makalah ini jauh dari sempurna. Untuk itu penyusun mengharapkan saran
dan kritik yang membangun dari pembaca, guna untuk perbaikan tugas
untuk masa yang akan datang.
Akhirnya penyusun berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi
penyusun khususnya dan pembaca pada umumnya.
Wassalamualaikum Wr.Wb

Surabaya,

April

2016

Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
India merupakan sebuah wilayah yang memiliki latar belakang
historis nilai-nilai realigi cukup panjang,disini lahir berbagai macam
aliran filsafat danagama. Seperti pada umumnya masyarakat
tradisional dahulu sistem kepercayaan awal yang berkembang di
India adalah animisme dinamisme yang kemudian berkembang
menjadi agama-agama yang kita kenal sebagai Veda, Hindu, Budha,
dan Jainisme . periode ini dikenal juga sebagai periode klasik
pembabakan agamadi India, adapun masuknya Islam dan Kristen
merupakan babak baru dalamsejarah perkembangan agama di India
atau sering disebut sebagai periode modern. kebudayaan
merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya
terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum,
adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat
seseorang sebagai anggota masyarakat.
Kebudayaan India penuh dengan sinkretisme[4], dan
pluralisme budaya.[5]Kebudayaan ini terus menyerap adat istiadat,
tradisi, dan pemikiran dari penjajah, dan imigran sambil terus
mempertahankan tradisi yang sudah mapan, dan menyebarluaskan
budaya India ke tempat-tempat lain di Asia. Kebudayaan tradisional
India memiliki hirarki sosial yang relatif ketat. Sejak usia dini, anakanak diajari tentang peran, dan kedudukan mereka dalam
masyarakat.[6] Tradisi ini diperkuat dengan kepercayaan kepada
dewa-dewa, dan roh yang dianggap berperan penting, dan tak
terpisahkan dari kehidupan mereka.[6] Dalam sistemkasta di India
ditetapkan stratifikasi sosial, dan pembatasan dalam kehidupan
sosial di anak benua India. Kelas-kelas sosial dibentuk oleh ribuan
kelompok herediter yang mempraktikkan endogami, yang umum
disebut jti atau kasta.
B. Rumusan Masalah
1. Apa saja kebudayaan yang ada di India?
2

2. Apa saja adat pernikahan yang ada di India?


3. Bagaimana teknik tata rias pengantin india?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui kebudayaan India
2. Untuk mengetahui adat pernikahan di India
3. Untuk mengetahui teknik riasan pnegantin india.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Kebudayaan India
Dari segi budaya, India juga mempunyai kebudayaan yang
unik, khas dan menarik yang tak kalah dengan kebudayaan dari
negara lain. Kebudayaan India penuh dengan sinkretisme dan
pluralisme budaya. Kebudayaan ini terus menyerap adat istiadat,
tradisi, dan pemikiran dari penjajah, dan imigran sambil terus
mempertahankan tradisi yang sudah mapan, dan menyebarluaskan
budaya India ke tempat-tempat lain di Asia. Kebudayaan tradisional
India memiliki hirarki sosial yang relatif ketat. Sejak usia dini, anakanak diajari tentang peran, dan kedudukan mereka dalam
masyarakat. Tradisi ini diperkuat dengan kepercayaan kepada dewadewa, dan roh yang dianggap berperan penting, dan tak terpisahkan
dari kehidupan mereka. Dalam sistem kasta di India ditetapkan
stratifikasi sosial, dan pembatasan dalam kehidupan sosial di anak
benua India. Kelas-kelas sosial dibentuk oleh ribuan kelompok
herediter yang mempraktikkan endogami, yang umum disebut jti
atau kasta.
Kebudayaan yang masih melekekat di India yaitu sangat
menghargai nilai-nilai kekeluargaan tradisional. Walaupun demikian,
rumah-rumah di perkotaan sekarang lebih sering hanya didiami oleh
keluarga inti. Hal ini disebabkan keterbatasan ekonomi, dan sosial
untuk hidup bersama dalam sebuah keluarga besar. Di kawasan
pedesaan masih umum dijumpai anggota keluarga dari tiga hingga
empat generasi yang tinggal di bawah satu atap. Masalah-masalah
yang timbul dalam keluarga sering diselesaikan secara patriarkisme.
Mayoritas terbesar orang India menikah setelah dijodohkan oleh
orang tua mereka atau anggota keluarga yang dituakan, namun
dengan persetujuan pengantin pria, dan pengantin wanita.
Pernikahan dipandang sebagai ikatan seumur hidup, dan angka
perceraian sangat rendah. Walaupun demikian, pernikahan dini
masih merupakan tradisi yang umum. Separuh dari populasi wanita
India menikah sebelum mencapai usia 18 tahun yang merupakan
usia dewasa menurut hukum.
Bahasa
Di India terdapat sekitar 18 bahasa resmi yang diakui oleh
konstitusi dan terbagi atas dua kelompok besar. Pertama adalah
Indo-Arya yang merupakan cabang dari kelompok bahasa IndoEropa dan merupakan bahasa yang digunakan oleh masyarakat Asia
Tengah yang sekarang dikenal dengan India. Kedua, Dravida yang
merupakan bahasa asli India Selatan dan dipengaruhi oleh Sanskrit
4

dan Hindi. Sebagian besar bahasa India terdiri dari dua keluarga,
yaitu Arya dan Dravida. Bahasa nasional adalah bahasa Hindi dan
Inggris yang aktif digunakan di berbagai bagian negara.
Salam
Dalam budaya India, Namaste adalah ucapan salam untuk
menyapa tamu dan orang yang lebih tua. Namaste dilakukan
dengan cara kedua telapak tangan dirapatkan, diangkat ke bagian
bawah wajah sambil tubuh membungkuk sedikit. Salam ini selain
menunjukkan penghormatan, juga bisa digunakan supaya tamu
merasa akrab.
Kepercayaan
Hindu, Islam, Kristen, Buddha, semua agama dapat dijumpai
di India. India membebaskan setiap warga negara untuk memilih
agama tertentu. Lebih dari dua pertiga masyarakat India merupakan
pemeluk agama Hindu, oleh karena itu di India banyak ditemui kuil
Hindu. India diidentifikasikan sebagai tempat kelahiran agama
Budha dan Hindu. Sejarahnya, bangsa Arya mempunyai
kepercayaan untuk memuja banyak Dewa (Polytheisme), dan
kepercayaan bangsa Arya tersebut berbaur dengan kepercayaan
asli bangsa Dravida yang masih memuja roh nenek moyang.
Berkembanglah Agama Hindu yang merupakan sinkretisme
(percampuran) antara kebudayaan dan kepercayaan bangsa Arya
dan bangsa Dravida. Terjadi perpaduan antara budaya Arya dan
Dravida yang disebut Kebudayaan Hindu (Hinduisme). Istilah Hindu
diperoleh dari nama daerah asal penyebaran agama Hindu yaitu di
Lembah Sungai Indus/ Sungai Shindu/ Hindustan sehingga disebut
kebudayaan Hindu yang selanjutnya menjadi agama Hindu. Daerah
perkembangan pertama agama Hindu adalah di lembah Sungai
Gangga, yang disebut Aryavarta (Negeri bangsa Arya) dan
Hindustan (tanah milik bangsa Hindu).
Makanan
Masakan India mendapat pengaruh dari Arab, Turki dan Eropa.
Hal ini dikenal dengan penggunaan berbagai jenis bumbu dan
hidangan dalam banyak piring. Gaya sajian masakannya berbeda
dari satu wilayah ke wilayah lain. Banyak pemeluk Hindu adalah
vegetarian. Domba atau kambing dan ayam merupakan hidangan
utama untuk non vegetarian. Banyak makanan India disajikan
dengan menggunakan roti. Terdapat beragam roti yang disajikan
dengan makanan termasuk roti ragi yang dimasak dalam oven.
Misalnya bhatoora yaitu roti lembut yang umum dihidangkan di
India Utara dan dimakan dengan kari kacang.
Masakan India Timur terkenal dengan hidangan penutup
seperti rasagolla yaitu makanan manis bersirup berbasis keju.

Makanan ini populer sampai di Asia Selatan. Makanan ini dibuat dari
bola-bola chena (keju India), dimasak dengan sirup gula.
Sedangkan masakan India Selatan memiliki beraneka ragam
hidangan nasi karena nasi adalah makanan pokok bagi orang India
Selatan. Lauk untuk makan nasi adalah berbagai jenis acar,
hidangan dari kelapa parut dan santan, serta hidangan yang
memakai minyak kelapa dan daun salam koja.
Masakan India Barat terdiri dari masakan Maharashtra,
masakan Gujarat, dan masakan Goa. Masakan Maharashtra masih
dibagi menjadi dua kelompok, masakan pesisir dan masakan
pegunungan. Masakan pesisir bergantung kepada beras, kelapa, dan
ikan karena memiliki kondisi geografis seperti di Goa. Masakan
pegunungan di dataran tinggi Ghats Barat dan Dataran Tinggi
Dekkan memakai kacang tanah sebagai pengganti kelapa, dan
makanan pokok berupa jowar (sorgum) dan bajra (milet). Di
kawasan pesisir Konkan dikenal masakan Saraswat, sementara
mayoritas hidangan dalam masakan Gujarat adalah makanan
vegetarian. Sebagian besar makanan Gujarat terasa manis karena
ditambah gula atau gula merah. Di masa India Portugis,
bermunculan hidangan masakan Goa yang dipengaruhi oleh
masakan Portugis. Ada lagi Ladoos atau Laddus (manisan),
gorengan bola tepung dan gula, yang kemudian dicampur dengan
berbagai bahan, seperti kacang mede, almond, kismis, dan lain-lain.
Beberapa tipe laddus bahkan dibuat dari kacang dan wijen dan
kemudian dicampur dengan sirup gula agar lengkat dan membentuk
bola. Laddus tidak hanya dimakan sebagai camilan atau makanan
penutup, tapi juga sebagai hidangan di berbagai upacara
keagamaan India dan juga pesta pernikahan. Ada pula Barfi, camilan
ini mudah ditemui di berbagai Mithai (toko camilan khas India).
Bahan pembuat Barfi adalah susu kental dan gula yang dimasak
sampai lebih kental dan akhirnya memadat. Berbagai warna Barfi
menentukan bahan campurannya. Warna hijau berarti bahwa Barfi
tadi mengandung kacang pistachio, warna putih berarti Barfi
almond, sedangkan Barfi warna krem adalah Kaju Barfi, yang
mengandung kacang mede dan merupakan Barfi favorit di India.
Busana
Cara berbusana juga merupakan salah satu budaya India yang
tetap dipelihara oleh masyarakatnya. Kecantikan perempuan India
tampak dari pakaian yang mereka kenakan. Pakaian tradisional India
yakni Sari, sangat dikenal di seluruh dunia. Sari dikenakan dengan
blus yang menutup bagian atas tubuh. Budaya India yang
berkenaan dengan tata cara berbusana juga bermacam-macam. Di
daerah pedalaman, sejenis Sari yang disebut Ghagara-Choli sangat
populer. Choli mirip blus pendek yang menutupi bagian atas tubuh
6

dan Ghagara mirip rok panjang. Untuk menyempurnakan


penampilan dan agar tampak anggun, perempuan mengenakan
Duppata, kain lembut yang dipakai di bahu. Meski sedikit beragam,
Salwar Kameez merupakan busana yang terkenal di seluruh India
dan menjadi budaya India yang diakui oleh masyarakatnya secara
luas. Pakaian tersebut terdiri dari dua bagian, yaitu Kameez
semacam baju untuk menutup bagian atas tubuh dan Salwar yang
mirip celana panjang. Seperti Ghagara-Choli, Salwar Kameez juga
dilengkapi Duppata. Dalam budaya India, tanpa aksesoris
penampilan seorang perempuan belumlah lengkap. Dari anting
telinga, anting hidung, kalung, gelang tangan hingga gelang kaki
memiliki desain unik dan artistik. Perhiasan dari emas dan perak
mencerminkan budaya India dan tradisi masyarakatnya. Di daerah
pedalaman, sejenis resin (lak) dipakai sebagai bahan perhiasan.
Gelang kaki dan tangan berbahan lak dari Gujarat dan Rajashtan
dipakai dan digemari perempuan dari semua negara bagian.
Cara berbusana untuk laki-laki ternyata juga menjadi bagian
budaya India. Dari Dhoti-Kurta hingga kemeja dan celana, pria India
memilih apapun yang pas dan serasi. Namun di India bagian utara,
pria India mengenakan Kurta Pajama, Dhoti Kurta atau Sherwani
pada perayaan resmi sedangkan pria bagian selatan mengenakan
Lungi dengan kemeja. Dhoti adalah pakaian semacam baju koko
dengan baju atasan panjang sampai lutut dan dengan bawahannya
itu kain persegi panjang menyerupai rok melilit pinggang dan kaki
dan diikat di pinggang. Sedangkan Lungi adalah semacam kain
sarung.
Mehndi
Budaya India yang berkenaan dengan penampilan yang
selanjutnya adalah Mehndi. Mehndi atau henna adalah sejenis pasta
yang dipakai perempuan India untuk membuat ukiran-ukiran atau
desain tertentu di telapak tangan. Biasanya, Mehndi dipakai pada
perayaan khusus, seperti pertunangan, pernikahan atau perayaan
lain. Pasta Mehndi dibubuhkan di telapak tangan dan dibiarkan
selama beberapa jam atau semalaman hingga benar-benar kering.
Mehndi akan meninggalkan jejak pola merah kecoklatan pada
telapak tangan
B. Adat Pernikahan India
Menyambut tamu dengan karangan bunga merupakan budaya
India. Dalam upacara pernikahan, pertukaran karangan bunga
antara pengantin laki-laki dan perempuan merupakan ritual wajib.
Begitu pula dalam ibadah, mereka senantiasa mempersembahkan
karangan bunga kepada dewa-dewi. Budaya India percaya bahwa
7

pernikahan bukan sekedar media menyatukan laki-laki dan


perempuan saja, melainkan juga menyatukan dua keluarga. Oleh
karena itu upacara perayaan pernikahan selalu ramai dengan musik
dan tari-tarian sebagai ritualnya. Setiap kasta dan komunitas di
India memiliki tradisi sendiri dalam menjalankan ritual pernikahan.
Budaya India kaya akan berbagai agama, suku atau kasta. Dalam
pernikahan masyarakat Hindu, penduduk Punjab melaksanakan
upacara Roka. Ada sejumlah tradisi dan adat istiadat yang
berhubungan dengan upacara pernikahan Hindu. Tradisi ini adalah
inti dari prosesi perkawinan, sehingga memperkuat makna, kesucian
dan iman yang sama.
Ada beberapa tahapan dalam prosesi pernikahan Hindu di India
seperti:
1. Kanyadaan
Kerumitan pernikahan di India karena fakta bahwa ada
banyak ritual yang dilakukan sesuai dengan praktek Veda dan
Himne. Kanyadaan juga termasuk ritual yang termasuk proses
penting untuk upacara sebagai penghubung persaudaraan
antara orang tua pengantin wanita dan laki-laki.
2. Mangalsutra
Dalam pernikahan Hindu, salah satu kebiasaan yang
paling suci adalah mengikat mangalsutra. Hal ini pada
dasarnya sebuah kalung manik-manik hitam dan emas
dengan emas atau liontin berlian. Mangalsutra membawa
kepentingan besar dalam pernikahan Hindu serta dalam
kehidupan pernikahan perempuan Hindu.
3. Tujuh Sumpah
Sebuah pernikahan India adalah salah satu urusan yang
paling serius dan ketakutan di masyarakat. Oleh sebab itu
mereka membuat sumpah. Dengan memutari api unggun
sebanyak tujuh kali.
4. Solah Shringar
Solah Shringar adalah enam belas perhiasan dari
pengantin wanita Hindu India, yang berkontribusi terhadap
kecantikan lengkap nya.
5. Pernikahan Barat
Biasanya proses ini dilangsungkan pada saat pesta
makan-makan.Budaya India untuk pemeluk Islam juga
memiliki cara sendiri dalam melaksanakan upacara
pernikahan, yang biasa disebut Nikaah. Dalam kesempatan
yang penuh pengharapan itu, keluarga mempelai laki-laki
memberikan Mehar (mas kawin) kepada pengantin
perempuan. Adapun orang Parsi menanam pohon mangga

dalam pot dalam upacara pernikahannya. Upacara ini disebut


Madhasvaro.
C. Teknik Riasan Pengantin India
India merupakan negara Asia yang terkenal dengan kuliner
makanan dengan kuah kari. Selain itu, wanita India terkenal
berparas cantik dengan mata besar yang indah dan kulit eksotis
kecokelatan. Budaya India yang juga terkenal adalah penggunaan
hena untuk hand painting. Hena tersebut biasanya digunakan saat
perayaan-perayaan tertentu, seperti pernikahan. Saat perayaan
seperti pernikahan ini, hena tidak dapat dipisahkan dengan make up
pengantin khas ala India
Make Up Pengantin Secara Umum
Lakukan tahap make up dasar seperti saat mulai
menggunakan make up sehari-hari. Dimulai dari membersihkan
muka, mengoleskan pelembab, primer, foundation, dan concealer
secara berurutan. Diluar bagian mata dan alis, lakukan make up
pengantin seperti full make up pada umumnya meliputi teknik
shading untuk tulang pipi dan hidung, warna lipstik senada dengan
warna pakaian pengantin, dan lain sebagainya.Bagian yang
Dipertegas:
Mata
Make up pengantin ala wanita India memiliki ketegasan di tata
rias mata. Biasanya pengantin wanita menggunakan warna
eyeshadow yang nyala, tegas, dan berani menyesuaikan warna baju
pengantin mereka. Pilihlah teknik gradasi smokey eyes untuk
membuat mata kamu terlihat lebih besar dan dramatis. Setelah itu,
berikan highlight dengan warna terang pada bagian bawah tulang
alis dekat ujung mata. Jangan lupa untuk membingkai mata secara
menyeluruh dengan eyeliner warna hitam. Cobalah untuk
mengaplikasikan eyeliner pada garis mata bagian atas dengan cara
menukik ke atas pada ujung luarnya seperti mata kucing dan juga
tarik sedikit ke bawah pada ujung luarnya sejajar dengan yang atas.
Hal ini seolah membuat terdapat cabang dua diujung mata terluar.
Sebagai penyempurna ketegasan mata, tambahkan bulu mata palsu
yang sesuai.
Alis
Salah satu make up pengantin yang khas dari wanita India
adalah bentuk alis yang hampir selalu berbentuk menukik keatas.
Bentuk alis seperti ini membantu mempertegas bentuk wajah dan
menyempurnakan tata rias pengantin India.
9

Aksesoris
Selain hena untuk hand painting, tidak lengkap rasanya make
up pengantin ala wanita India tanpa kemeriahan sejumlah aksesoris
yang meramaikan. Biasanya wanita India menggunakan anting yang
besar, serangkaian gelang, kalung, dan aksesoris besar di ujung
rambut dekat dahi.

10

11