Anda di halaman 1dari 4

AKUAPONIK SEDERHANA

A. Kegiatan Sosialisasi Tentang Pembuatan Akuaponik Sederhana.


Akuakultur merupakan salah satu aktivitas penting untuk memenuhi
kebutuhan pangan dari sektor perikanan. Dalam satu dekade terakhir, produksi
perikanan dari sektor akuakultur mengalami peningkatan sedangkan produksi
perikanan hasil penangkapan (captured fishery) cenderung stagnan bahkan
mengalami penurunan.
Sistem resirkulasi merupakan budidaya intensif yang merupakan alternatif
menarik untuk menggantikan sistem ekstensif, dan cocok diterapkan di daerah yang
memiliki lahan dan air terbatas. Komponen dasar sistem resirkulasi akuakultur terdiri
dari :
1. Bak pemeliharaan ikan / tangki kultur (growing tank) yaitu tempat
pemeliharaan ikan, dapat dibuat dari plastik, logam, kayu, kaca, karet atau
bahan lain yang dapat menahan air, tidak bersifat korosif, dan tidak beracun
bagi ikan.
2. Penyaring partikulat (sump particulate) yang bertujuan untuk menyaring
materi padat terlarut agar tidak menyumbat biofilter atau mengkonsumsi
suplai oksigen. 3. biofilter merupakan komponen utama dari sistem
resirkulasi. Biofilter merupakan tempat berlangsungnya proses biofiltrasi
beberapa senyawa toksik seperti NH4 + dan NO2-. Pada dasarnya, biofilter
adalah tempat bakteri nitrifikasi tumbuh dan berkembang.
3. Penyuplai oksigen (aerator) yang berfungsi untuk mempertahankan kadar
oksigen terlarut dalam air agar tetap tinggi.
4. Pompa resirkulasi (water recirculation pump) yang berfungsi untuk
mengarahkan aliran air.
Penggunaan sistem resirkulasi pada akuakultur, dapat memberikan
keuntungan yaitu memelihara lingkungan kultur yang baik pada saat pemberian
pakan untuk pertumbuhan ikan secara optimal. Kelebihan sistem resirkulasi dalam
mengendalikan, memelihara dan mempertahankan kualitas air menandakan bahwa
sistem resirkulasi memiliki hubungan yang erat dengan proses perbaikan kualitas air
dalam pengolahan air limbah, terutama dari aspek biologisnya.
Teknologi akuaponik merupakan salah satu alternatif yang dapat diterapkan
dalam rangka pemecahan keterbatasan air. Disamping itu teknologi akuaponik juga
mempunyai keuntungan lainnya berupa pemasukan tambahan dari hasil tanaman
yang akan memperbesar keuntungan para peternak ikan.

Aquaponik yaitu memanfaatkan secara terus menerus air dari pemeliharaan


ikan ke tanaman dan sebaliknya dari tanaman ke kolam ikan. Inti dasar dari sistem
teknologi ini adalah penyediaan air yang optimum untuk masing-masing komoditas
dengan memanfaatkan sistem re-sirkulasi. Sistem teknologi akuaponik ini muncul
sebagai jawaban atas adanya permasalahan semakin sulitnya mendapatkan sumber air
yang sesuai untuk budidaya ikan, khususnya di lahan yang sempit, akuaponik yang
merupakan salah satu teknologi hemat lahan dan air yang dapat dikombinasikan
dengan berbagai tanaman sayuran.
Akuaponik
Secara sederhana Akuaponik dapat digambarkan sebagai kombinasi dari
akuakultur dan hidroponik. Dari sinilah nama akuaponik berasal.
Fokus dalam Akuakultur adalah memaksimalkan pertumbuhan ikan di dalam
tangki atau kolam pemeliharaan. Ikan biasanya ditebar pada tangki atau kolam
dengan kepadatan yang tinggi. Tingkat penebaran yang tinggi ini berarti bahwa air
untuk budidaya menjadi mudah tercemar oleh kotoran ikan. Kotoran ikan ini
berbentuk Amonia yang beracun bagi ikan.
Sementara itu, Hidroponik bergantung pada aplikasi nutrisi buatan manusia.
Nutrisi ini dibuat dari ramuan bahan kimia, garam dan unsur-unsur mikro. Ramuan
nutrisi dicampur dengan teliti untuk membentuk keseimbangan optimal untuk
pertumbuhan tanaman.
Aquaponik menggabungkan kedua sistem tersebut. Aquaponik menggunakan
kotoran ikan yang berisi hampir semua nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan
tanaman. Akuaponik juga menggunakan tanaman dan medianya untuk membersihkan
dan memurnikan air. Jadi dalam akuaponik terjadi simbiosis antara tanaman dan
ikan.
B. Sistematika Pembuatan Akuaponik
Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan sistem budidaya ikan secara
akuaponik , diantaranya adalah :

Ember, untuk wadah budidaya dan wadah media tanaman konsumsi sebanyak
2 buah.
Pipa ukuran 3 inch, 2,5 inch, inch, opex , watermoon, dan elbow untuk
jalur sirkulasi air, ukurannya disesuaikan dengan luas area yang mungkin
digunakan.
Selang

Dop 2,5 inch, untuk penutup pipa


Mesin Air Akuarium
Polibag
Benih ikan, sebagai objek budidaya, ikan yang digunakan beragam, dalam
sistem akuaponik ini menggunakan ikan patin, kepadatannya sendiri
disesuaikan dengan ukuran bak.
Bibit tanaman konsumsi, sebagai objek budidaya tanaman, jenisnya beragam,
namun dalam sistem akuaponik ini menggunakan tanaman sawi.
Kakaban dan batu putih, sebagai media hidup tanaman dan filter air,
banyaknya disesuaikan dengan jumlah tanaman yang ditanam.

Langkah-langkah pembuatan sistem budidaya ikan secara akuaponik,


diantaranya adalah :

Pemasangan pipa sirkulasi air, yang terdiri dari 2 bagian, yaitu :


- Pipa yang berada di atas tanaman, yang merupakan pipa yang berisi air
hisapan dari wadah budidaya yang akan dialirkan ke tanaman,
- Pipa di bawah tanaman, merupakan pipa berisi air dari tanaman yang
kemudian dialirkan ke wadah media tanam.
Pemasangan kakaban, batu dan polibag yang sudah di tanami tanaman
konsumsi di ember media tanam.
Pemasangan mesin air akuarium di ember wadah budidaya
Pengisian air di wadah budidaya.
Penebaran ikan.

Teknik Pelaksanaan

Memberikan penyuluhan tentang akuaponik sederhana.

Melakukan simulasi pembuatan sirkulasi air akuaponik bersama warga.

Melakukan pembuatan akuaponik sederhana bersama warga

C. Maksud, Tujuan dan Sasaran Yang Ingin Dicapai.

Maksud

: Untuk memotivasi warga gampong untuk melakukan suatu kegiatan

budidaya sekaligus bercocok tanam sayur.


Tujuan

: Untuk memperkenalkan apa itu akuaponik dan manfaat yang

dihasilkan dari akuaponik tersebut.

Sasaran yang ingin dicapai : Agar warga dapat memetik manfaat dari hasil yang
dihasilkan dari akuaponik sederhana ini baik dari panen ikan maupun panen
tanaman sayuran organic.
D. Hasil Yang Dicapai Dan Tindak Lanjut
Hasil yang dicapai : Sebagian warga ingin membuat juga akuaponik sederhana
di rumahnya masing-masing.
Tindak Lanjut
: Memberikan motivasi lebih kepada warga tentang
besarnya manfaat dari akuaponik sederhana ini.
E. Faktor Pendukung dan Penghambat
Faktor Pendukung :
1. Sebagian warga Turam memiliki motivasi untuk membuat akuaponik
sederhana.
Faktor Penghambat :
1. Sebagian warga Turam tidak banyak mengetahui tentang cara pembuatan

sistem sirkulasi akuaponik.