Anda di halaman 1dari 4

MATERI AJAR

Mata Pelajaran
Kelas/Semester
Alokasi Waktu

: Pendidikan Kewarganegaraan
: V/I
: 6 x 35 Menit

Standar Kompetensi
1. Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kompetensi Dasar
1.2. Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia
Indikator
a. Menjelaskan arti penting keutuhan NKRI.
b. Menjelaskan fungsi Pancasila sebagai perekat persatuan bangsa.
c. Menjelaskan makna kesatuan wilayah Indonesia dari keempat segi kehidupan bernegara
(politik, sosial budaya, ekonomi, pertahanan-keamanan).
Materi Pokok Pembelajaran
Pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Materi Ajar diambil dari pustaka:
a. BSE Mari Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Kelas V, Najib Sulhan, Nafich, Yamini,
Asmunah Penerbit Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008
b. Kansil, C.S.T.2002. Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Jakarta: Pradnya Paramita

Pentingnya Keutuhan NKRI

Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia


Indonesia merupakan negara kaya akan sumber daya alam, negara luas yang terdiri atas
daratan dan lautan. Wilayah Indonesia membentang dari sabang sampai merauke
dengan Luas wilayah meliputi daratan dan lautan mencapai 5.193.252 km dengan
hamparan pulau sekitar 17.508 pulau.
Ditinjau dari letak geografis yaitu dari letak tempat atau wilayah/negara berdasarkan
kenyataan di permukaan bumi, wilayah Indonesia terletak diantara 2 benua yaitu
benua asia dan benua australia serta 2 samudera, yaitu samudera hindia dan
samudera pasifik.
Ditinjau dari letak astronomis, yaitu kedudukan suatu wilayah pada garis lintang dn garis
bujur. Wilayah Indonesia terletak antara 6 LU - 11 LS dan antara 95 BT 141 BT.
Pada awal kemerdekaan, wilayah Indonesia terdiri atas 8 provinsi yaitu Provinsi Sumatera,
Provinsi Jawa Barat, Provinsi Maluku, Provinsi Kalimantan, Provinsi Sulawesi, Provinsi
Jawa Tengah, Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Sunda Kecil, hingga sampai saat ini
provinsi di Indonesia 33 provinsi.
Wilayah Indonesia dibagi menjadi tiga wilayah waktu, yaitu :
1. Waktu Indonesia bagian barat (WIB), meliputi Pulau Jwa, Pulau Sumatera, Pulau Madura,
dan Wilayah Kalimantan Barat.
2. Waktu Indonesia bagian tengah (WITA), meliputi Pulau Bali, wilayah Kalimantan Selatan,
Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Pulau Sulawesi, wilayah NTB, NTT
3. Waktu Indonesia bagian timur (WIT) meliputi wilayah Maluku dan Papua
Wilayah daratan dan lautan harus dijaga karena merupakan salah satu kekayaan negara.
menerapkan Hukum Laut Internasional yang berlaku di seluruh dunia untuk mengatur
wilayah lautan Indonesia. Wilayah laut di Indonesia dibagi atas batas-batas wilayah
sebagai berikut:
a. Batas Zona Ekonomi Ekslusif

Zona Ekonomi Eksklusif disingkat ZEE adalah batas wilayah laut dilihat dari segi ekonomi.
Batas ZEE Indonesia sejauh 200 mil diukur dari garis pantai ke arah laut bebas. Batas
ini ditetapkan sejak tanggal 21 Maret 1980.
b. Batas Laut Teritorial
Batas laut teritorial adalah batas wilayah laut sejauh 12 mil diukur dari garis pantai
paling luar Indonesia. Jika berbatasan dengan negara tetangga batas laut teritorial
ditetapkan menurut perjanjian dengan negara yang bersangkutan.
c. Batas Landas Kontinen
Batas landas kontinen adalah wilayah dasar laut yang didalamnya tidak lebih dari 200
meter dan jauhnya tidak lebih dari 200 mil. Batas ini ditetapkan tanggal 17 Februari
1969 yang dikukuhkan dengan UU No. 01 tahun 1973 tentang landas kontinen
Indonesia.
Pentingnya Menjaga Keutuhan Wilayah NKRI
Penduduk Indonesia dengan keanekaragaman suku bangsa tersebar di seluruh wilayah
kepulauan Indonesia. Keadaan penduduk yang tersebar dipelosok nusantara akan
mudah terpecah belah jika masih menonjolkan kepentingan suku, dan golongan oleh
karena itu penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan dengan senantiasa
berpegang pada semboyan bhinneka tunggal ika. Bhinneka Tunggal Ika berasal dari
Bahasa Sansekerta, artinya walau berbeda-beda tetap satu jua. Meskipun kita berasal
dari suku bangsa yang berbeda-beda, tetapi tetap satu bangsa, yaitu bangsa
Indonesia.
Mengingat wilayah Indonesia sangat luas dan hidup beraneka ragam suku bangsa, budaya,
bahasa, dan agama, maka keutuhan NKRI sangat rawan terpecah. Oleh karena itu
harus ada rasa saling menghargai dan menghormati. Negara yang tidak terpecahbelah akan mudah mencapai tujuan nasionalnya. Rakyat yang mendiami wilayah
negara tersebut akan merasa aman, nyaman, dan damai. Pembangunan akan
berjalan lancar sehingga kesejahteraan rakyat akan meningkat. Dampak positif akan
dirasakan oleh rakyat.
Sebaliknya, jika negara terpecah belah, suasana menjadi tidak aman. Jika suasana tidak
aman maka pembangunan akan terhambat. Pembangunan yang terhambat akan
merugikan seluruh rakyat. Dengan demikian, cita-cita untuk mencapai suatu negara
yang berdaulat, adil, makmur, sejahtera, dan bermartabat tidak akan tercapai.
Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah tugas seluruh rakyat
Indonesia. Bangsa Indonesia harus selalu bersatu mempertahankan keutuhan wilayah
NKRI. Ancaman terhadap suatu daerah adalah ancaman terhadap seluruh bangsa
Indonesia. Aset kekayaan negara harus tetap dijaga sampai titik darah penghabisan
jangan sampai pindah ke tangan penjajah.
Diera pembangunan ini, tugas dan kewajiban kita adalah mengisi kemerdekaan dengan
pembangunan. Sebagai pelajar, kita dapat mengisi pembangunan ini dengan cara
bekerja keras dan tekun dalam belajar.
Gangguan Terhadap NKRI
Sebuah bangsa akan kuat jika rakyatnya bersatu. Seperti lidi, jika hanya satu akan mudah
patah, namun jika bergabung diikat menjadi satu akan menjadi kuat. Tidak adanya
persatuan atau perpecahan akan mengancam keutuhan suatu negara.
Banyak ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara, ancaman dapat
datang baik dari dalam maupun luar.
1. Ancaman dari Luar
Ancaman yang datang dari luar, meliputi bidang-bidang berikut :
a. Bidang Politik
Ancaman atau gangguan dalam bidang politik. Antara lain:

- Ikut campunya negara lain dalam masalah dalam negeri Indonesia


- Tindakan mengklaim sebagian wilayah Indonesia oleh negara lain.
b. Bidang Ekonomi
Ancaman dalam bidang ekonomi, contohnya berupa pengambilalihan sumber daya alam
Indonesia
oleh
negara
lain
secara
tidak
bertanggungjawab
sehingga
menyengsarakan rakyat Indonesia.
c. Bidang Sosial Budaya
Bidang Sosial Budaya yaitu masuknya budaya asing yang negatif yang mengikis
kebudayaan asli Indonesia yang pada akhirnya merusak moral bangsa dan negara.
2.
a.
b.
c.

Ancaman dari Dalam


Ancaman dari dalam antara lain:
Peristiwa kerusuhan
Bentrokan antar suku
Separatisme (kegiatan untuk memisahkan diri dari NKRI)

Berikut ini contoh gerakan-gerakan separatisme yang pernah mengancam persatuan dan
kesatuan NKRI
1. DI/TII
Gerakan DI/TII singkatan dari Darul Islam/ Tentara Islam Indonesia. Gerakan ini terjadi di
beberapa tempat, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Aceh dan
Kalimantan Selatan. Gerakan DI/TII di setiap daerah dipimpin oleh orang yang
berbeda, yaitu sebagi berikut :
a. Pimpinan DI/TII di Jawa Barat adalah Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo
b. Pimpinan DI/TII di Jawa Tengah adalah Amir Fatah
c. Pimpinan DI/TII di Sulawesi Selatan adalah Kahar Muzakar
d. Pimpinan DI/TII di Aceh adalah Daud Beureuh
e. Pimpinan DI/TII di Kalimantan Selatan adalah Ibnu Hajar
2. Gerakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA)
Peristiwa pemberontakan APRA terjadi pada tanggal 23 Januari 1950 di Bandung. Gerakan
ini dipimpin oleh kapten Belanda Reymond Westerling. Ia juga memmpin gerakan
pembunuhan massal terhadap rakyat Sulawesi Selatan. Pada tanggal 24 Januari 1950
di daerah Pacet, TNI berhasil menghancurkan sisa gerombolan APRA.
3. Pemberontakan Andi Azis
Pemberontakan Andi Azis berlangsung di Makassar pada tanggal 5 April 1950.
Penumpasan dipimpin Kolonel Alex Kawilarang. Andi Azis ditangkap dan diadili pada
tahun 1953.
4. Pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS)
RMS terjadi pada tanggal 25 April 1950, dipimpin oleh Dr. Soumokil berpusat di Seram
Ambon. Dalam penumpasan ini letkol Slamet Riyadi tertembak dan gugur seketika.
Dr. Soumokil ditangkap tanggal 2 Desember 1963 dan dihukum mati.
5. Gerakan Aceh Merdeka (GAM)
Gerakan Aceh Merdeka bertujuan agar daeerah Aceh lepas dari NKRI. GAM dipimpin oleh
Hasan Tiro. Pada tanggal 15 Agustus 2005 ditandatangani Nota Kesepakatan Damai
antara Indonesia dengan GAM di Vantar, Helsinki, Finlandia. Isinya antara lain
pemerintah Indonesia turut menfasilitasi pembentukan partai politik lokal di Aceh dan
pemberian amnesti bagi anggota GAM.
6. Gerakan Papua Merdeka (GPM)
Gerakan papua merdeka didirikan pada tahun 1965. Tujuannya mewujudkan kemerdekaan
bagian barat pulau Papua dari pemerintah Indonesia. Pada tanggal 1 Juli 1971, Oom
Nicolas Jovwe dan dua komandan GPM, Seth Jafeth Raemkorem dan Jacob Hendrik
Prai menaikkan bendera bintang fajar dan memproklamasikan berdirinya Papua
Barat. Namun militer Indonesia segera dapat menumpasnya. Tapi tahun 1982, Dewan
Revolusioner GPM mencari dukungan PBB, GNB, Forum Pasifik Selatan dan ASEAN.

Dalam sejarahnya, NKRI telah mengalami kehilangan sebagian wilayah Indonesia. Wilayah
yang lepas dari NKRI tersebut, di antaranya:
a.
Timor timur
Lepas dari NKRI pada tahun 1999 ketika Indonesia dipimpin oleh presiden BJ. Habibie
melalui proses referendum (jajak pendapat).
b.
Lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan
Pulau Sipadan dan Ligitan adalah dua pulau yang berada di wilayah Kalimantan Timur.
Pulau tersebut disengketa antara Indonesia dan Malaysia dan dimahkamah
Internasional Indonesia kalah sehingga pada tanggal 17 Desember 2002 dinyatakan
sebagai bagian dari Malaysia.
Kedua peristiwa lepasnya wilayah Indonesia itu merupakan pelajaran bagi kita agar kita
lebih sungguh-sungguh dan berhati-hati lagi dalam menjaga keutuhan NKRI.
Upaya-upaya dalam Menjaga Keutuhan Wilayah NKRI
Usaha-usaha dalam menjaga keutuhan NKRI, antara lain:
1. Memelihara ketertiban dan keamanan yang dilakukan oleh masyarakat
2. Menjaga agar tidak terjadi bentrokan antarsuku yang dilakukan oleh masyarakat
3. Memberantas setiap usaha untuk memisahkan diri dari NKRI (separatisme)
4. Menanamkan sikap toleransi
5. Menjaga persatuan dan kesatuan
6. Menghargai perbedaan
7. Menjaga perbatasan Indonesia dengan negara lain.
8. Menjaga pulau-pulau paling luar dari Indonesia yang berbatasan dengan negara lain
yang dilakukan TNI.
Sikap yang dapat kita lakukan untuk mempertahankan tanah air, antara lain:
1. Aktif dalam kegiatan bersama
2. Merasa ikut memiliki fasilitas umum
3. Mengembangkan sikap tertib dan disiplin
4. Memberi bantuan tanpa pamrih
5. Membina diri sebagai generasi yang dapat diandalkan
Perilaku dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara harus diterapkan di lingkungan
keluarga, sekolah dan masyarakat. Perilaku untuk menjaga keutuhan bangsa yang
harus diterapkan di lingkungan keluarga, antara lain:
a. Menciptakan suasana rukun di rumah
b. Melaksanakan tanggung jawab kita sebagai anggota keluarga
c. Saling menghormati antarsesama anggota keluarga
Perilaku untuk menjaga keutuhan bangsa yang harus diterapkan di lingkungan sekolah,
antara lain :
a. Mematuhi peraturan yang berlaku
b. Saling tolong menolong dengan sesama teman
c. Menghargai teman yang berbeda suku bangsa, agama, dan adat istiadat
d. Mengikuti upacara bendera dengan khidmat.