Anda di halaman 1dari 8

MODULASI DALAM LTE

OFDM merupakan teknik multiplex dengan menggabungkan beberapa frekuensi


yang orthogonal/ tidak saling mempengaruhi. OFDM digunakan sebagai modulasi
multicarrier di LTE 4G karena efisiensi spektrumnya seperti dapat dijelaskan
berikut. Teknologi OFDM berasal dari pengembangan FDM yang dahulu dipakai
pada 1G AMPS. FDM memisahkan beberapa sinyal pembawa (carrier) sehingga
terdapat frekuensi guardband untuk meminimalisasi terjadinya crosstalk. Pada
OFDM, spektrum frekuensi pembawa overlap satu dengan yang lainnya namun
frekuensi-frekuensi tersebut bersifat orthogonal satu dengan yang lain. Gambar
berikut menunjukkan perbedaan spektrum antara FDM dan OFDM.
OFDM di LTE
Pada LTE 4G, Sinyal pembawa subcarrier mempunyai lebar 15 kHz. Saking
sempitnya sehingga efisiensi yang didapat semakin baik. Hal ini dapat kita lihat
dari gambar sinyal pada domain frekuensi dibawah. Pada domain waktu, sinyal
hanyalah berupa gelombang sinusoid (sin (2?t/T)) dimana T adalah periode sinyal
tersebut (T=1/f0).

Karena tiap subcarrier bersifat orthogonal, maka kita dapat mengirimkan beberapa
simbol OFDM ini secara paralel menggunakan subcarrieryang berbeda-beda,
sehingga tidak akan menginterferensi satu dengan yang lain. Setelah sinyal
OFDM ditransmisikan, maka untuk mendapatkan sinyal tersebut kembali di sisi
penerima kita gunakan rumus pengintegralan sehingga hasilnya sesuai dengan apa
yang dikirimkan.

OFDM Transceiver formula

OFDM Transceiver
Warna biru, pink, dan hitam adalah subcarrier yang berbeda.
OFDM symbol

OFDM symbol
OFDM karena orthogonalitasnya dapat menghindari interferensi antar signal
pembawa namun sifat ORTHOGONAL ini dapat hilang karena:

Intra OFDM symbol interference: meyebabkan subcarriers dalam 1 OFDM


symbol hilang orthogonalitasnya.

Intra OFDM symbol interference: meyebabkan interferensi antar OFDM


symbol.

Untuk itu kita harus mempunyai grafik sinusoidal yang bersih agar mendapatkan
orthogonalitas. Untuk itu perlu dihindari hal-hal yang dapat menyebabkan
terjadinya yaitu:

1. Multipath fading
OFDM simbol dipilih lebih panjang dari multipath delay sehingga membantu
mereduksi interferensi inter OFDM symbol interference. Hal ini ditandai dengan
adanya guard interval (Tg) antar simbol OFDM. Namun multipath masih
menyebabkan Intra OFDM symbol interference yang hanya dapat ditangani
dengan penggunaan Cyclic Prefix.

2. Time offset
3. Frequency offset
Jika terdapat frekuensi offset antara transmitter dan receiver maka kita tidak akan
mendapatkan sinyal sinusoidal yang sama di sisi receiver ketika diintegralkan
kembali. Efeknya tentu ke-orthogonalitasnya akan hilang.

4. High Doppler Shift


Ketika kita berbicara kepada seseorang yang sedang berlari, maka si pelari akan
mendengar suara kita dengan frekuensi yang agak berbeda. Begitu juga ketika
suatu BTS memancarkan sinyal maka sinyal yang diterima oleh user mobile akan
mengalami pergeseran frekuensi. Pergeseran frekuensi inilah yang disebut doppler
shift, dirumuskan sebagai berikut:

Pergeseran doppler pada suatu user yang bergerak dapat mengakibatkan


orthogonalitas dari simbol OFDM menjadi hilang dikarenakan sinusoidal dalam
domain waktu akan terdistorsi. Dari formula diatas dapat kita cari frekuensi
pergeserannya.
v = c = kecepatan cahaya
Bila signal pada arah downlink maka ENB sebagai sumber yang tidak bergerak
(vs=0) dan UE sebagai pengamat yang bergerak (vr=x), sehingga frekuensi
pergeseran
; +x bila UE mendekati ENB, dan x bila UE menjauhi ENB
Pada uplink, modulasi dilakukan melalui modulator QAM yang sebenarnya
merupakan modulasi yang sudah sejak lama ada, namun mengalami
perkembangan seiring dengan perkembangan teknologi telekomunikasi. Metode
modulasi yang tersedia (untuk data pengguna) adalah QPSK, 16QAM, dan
64QAM. Dua yang pertama tersedia di semua perangkat sementara untuk 64QAM
adalah tergantung kemampuan UE, maksudnya ada perangkat (smartphone,
modem dsb) yang support 64QAM ada juga yang tidak. Berikut adalah gambar
konstelasi modulasi:

Gambar 1. Konstelasi Modulasi pada LTE


Pada downlink metode modulasi untuk data pengguna adalah sama seperti di arah
uplink yaitu QPSK, 16QAM, dan 64QAM. E Node B sudah men-support semua
metode modulasi tersebut. Seperti pada jaringan 3G sebelumnya, di LTE dikenal
dengan fitur Adaptive Modulation and Coding, yang memastikan error rate tetap
dibawah limit yang dapat diterima, dengan pengaturan modulasi dan coding rate
secaradinamis.
Level modulasi yang lebih rendah meningkatkan link budget dan fade margin.
Perubahan lingkungan propagasi menyebabkan perubahan skema modulasi dan
coding. Oleh karena itu dalam perencanaan kapasitas variasi kanal propagasi
jangka panjang harus diperhitungkan. Berikut gambaran adaptive modulation and
coding, yang mampu membuat skema modulasi:

Gambar 2. adaptive modulation and coding


Signal to Noise Ratio (SNR) mempengaruhi skema modulasi yang digunakan.
Semakin tinggi SNR, semakin tinggi pula sekema modulasi yang digunakan.
Berikutgambarannya:

Gambar 3. SNR pada modulasi LTE


Seperti disinggung diatas bahwa perubahan lingkungan propagasi mempengaruhi
skema modulasi yang digunakan. Kualitas radio propagasi akibat perubahan
lingkungan direpresentasikan pada Channel Quality Indicator (CQI). CQI
memiliki nilai ndex dari 0 sampai dengan 15, dmana CQI 15 merupakan skema
tertinggi yang digunakan yaitu 64QAM dengan code rate dan efisiensi paling
tinggi. Berikut tabel dan ilustrasi untuk CQI :
Tabel 1. CQI index

Gambar 4. CQI vs Modulasi