Anda di halaman 1dari 2

Kegempaan di Indonesia pada bulan Juni 2016

Gambar 1: Peta gempabumi di wilayah Indonesia pada bulanJuni 2016


Sepanjang bulan Juni 2016 telah tercatat 463 kali kejadian gempabumi. Secara
umum, gempabumi di Indonesia terjadi di zona pertemuan batas lempeng
tektonik, sesar local di daratan dan sistem patahan aktif lainnya. Kekuatan
magnitude gempabumi yang tersebar pada bulan Juni 2016 berada dalam
rentang magnitude 2.0 hingga 6.5. Mayoritas gempabumi terjadi pada
kedalaman dangkal dibawah 60 kilometer sebanyak 327 kejadian, disusul
berkedalaman menengah diantara 61 kilometer dan 300 kilometer sebanyak 123
gempabumi dan berkedalaman dalam diatas 300 kilometer berjumlah 13
kejadian.
Kegempaan di zona pulau Sumatera cukup aktif. Didominasi oleh gempabumi
dengan kedalaman dangkal. Namun pada zona subduksi sebelah barat Aceh
tampak tidak ada aktifitas kegempaan dangkal, hanya tercatat dua kali
gempabumi dengan kedalaman menengah. zona subduksi sebelah barat
Sumatera Barat juga tidak nampak aktifitas kegempaan yang signifikan.
Zona subduksi di sebelah selatan Jawa menunjukkan zona sepi gempabumi di
sebelah selatan Jawa Tengah. Pada bulan ini hanya terdapat gempabumi dengan
kedalaman dangkal dan menengah. Beberapa gempabumi yang dibangkitkan
oleh sesar local juga tercatat terjadi di Jawa Tengah.
Kawasan Bali dan Nusa Tenggara yangdiapit oleh dua pembangkit gempabumi
yaitu Zona Subduksi di selatan dan patahan belakang busur kepulauan di utara
nampak aktif. Gempabumi yang dihasilkan bervariasi dari kedalaman dangkal,
menengah hingga dalam. Namun gempa dangkal tidak dijumpai pada bulan ini di

zona subduksi sebelah selatan Bali. Zona subduksi lempeng tektonik yang
melewati laut Banda mayoritas menghasilkan gempabumi dengan kedalaman
menengah.

Gambar 2: Peta gempabumi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara pada bulan Juni
2016

Dua gempabumi dengan kekuatan magnitude 4.9 dan 4.1 mengguncang


Sukamara, Kalimantan Tengah pada tanggal 26 Juni 2016. Gempabumi ini dipicu
oleh aktifitas sesar local di kawasan tersebut. Guncangan gempabumi dirasakan
hingga V-VI MMI.
Kawasan pertemuan tiga lempeng tektonik (Triple Junction) di sekitar Maluku
sangat aktif pada bulan Juni 2016. Gempabumi tercatat terjadi pada kedalaman
dangkal, menengah dan dalam. Triple Junction adalah pertemuan tiga lempeng
tektonik yang meliputi lempeng Pasifik, Lempeng Eurasia dan lempeng mikro
Filipina.
Terakhir di wilayah Papua, gempabumi terjadi di sebelah utara Jayapura dan
beberapa gempabumi dibangkitkan oleh sesar local. Gempabumi yang
dibangkitkan sesar local tersebut adalah gempabumi di Kaimana Papua Barat
pada tanggal 28 Juni 2016.