Anda di halaman 1dari 3

SISTEM PENYALIRAN TAMBANG

Secara garis besar, sistem penyaliran (sering pula disebut : pengawairan) dibagi
menjadi dua golongan besar, yaitu :
- Sistem Penyaliran Langsung (Konvensional)
- Sistem Penyaliran Tak Langsung (Inkonvensional)
SISTEM PENYALIRAN LANGSUNG (KONVENSIONAL)
Adalah sistem penyaliran dengan cara mengeluarkan (memompa) air yang sudah
masuk ke dalam tambang. Sistem ini dapat dibagi dua lagi, menjadi :
- Penyaliran dengan terowongan (tunnel) atau terowongan buntu (adit)
Cara penyaliran ini hanya bisa diterapkan pada tambang yang terletak di daerah
pegunungan atau berbentuk bukit. Air yang masuk ke dalam tambang dikeluarkan
dengan cara mengalirkan air dari dasar tambang melalui terowongan keluar
tambang.
gambar :

- Penyaliran dengan sumuran (sump)


Cara penyaliran ini sangat umum diterapkan ditambang terbuka. Air yang masuk ke
dalam tambang dikumpulkan ke suatu sumuran yang biasanya dibuat di dasar
tambang dan dari sumuran tersebut air dipompa keluar tambang.
gambar :

SISTEM PENYALIRAN TAK LANGSUNG (INKONVENSIONAL)


Adalah sistem penyaliran dengan cara mencegah masuknya air ke dalam tambang.
Adapun cara yang dapat dilakukan pada preventive drainage system ini adalah
dengan membuat beberapa lubang bor di bagian luar daerah penambangan atau di

jenjang-jenjang, kemudian dari lubang-lubang tersebut air dipompa keluar tambang.


Penyaliran tak langsung ini dapat dilakukan dengan beberapa macam cara, antara
lain :
- Siemens methods
Kedalam lubang bor dimasukkan casing yang bertujuan agar air mudah masuk
kedalam pipa. Kerugian cara ini adalah banyak pipa yang digunakan dan kedalaman
lubang bor harus melebihi tinggi bench. Jadi biaya akan lebih besar karena
disamping biaya pipa juga biaya pemboran.
gambar :

- Small pipe with vacuum pump


Lubang bor dibuat dengan diameter 6 8 inch, lubang tidak diberi casing, tetapi
dimasukkan dengan pipa berdiameter 2 2,5 inch. Pasir dimasukkan sebagai
saringan sehingga yang masuk adalah material yang larut dalam air. Melalui small
pipe ini lubang bor dibuat vakum dengan menggunakan pompa.
gambar :

- Deep well pump method


Digunakan untuk material yang mempunyai permeabilitas tendah dan bench yang
tinggi. Lubang bor dibuat dengan diameter 6 inch, kemudian dipasang casing.
Pompa dimasukkan ke dalam lubang bor (submercible pump) yang digerakkan
dengan listrik. Pompa ini ada yang otomatis, jika tercelup ke dalam air, maka mesin

pompa akan hidup dengan sendirinya.


gambar :

- Electro osmosis method


Merupakan cara terbaru dan biasanya digunakan pada daerah yang mempunyai
permeabilitas sangat kecil. Lubang bor dibuat dengan diameter 3 5 inch dan 1 3
inch, kemudian masukkan casing pipe. Prinsip yang digunakan adalah prinsip
elektrolisa. H+ akan mengalir menuju katoda sehingga terjadi netralisasli H+ dengan
OH- dan membentuk H2O (air). Kemudian air yang telah terkumpul ini dipompa
keluar, dimana sebelumnya tidak terdapat air.
gambar :

Hubunngan antara permeabilitas dengan sistem penyaliran dapat dilihat pada tabel
berikut :