Anda di halaman 1dari 10

Struktur Sedimen

Oleh :
Agung Kurniadi
Annisa Dwi Nuraini
Dendi Hendrafajri
Dimas Ismail
Fakhri Fitrah
Hansen Wiguna
Karel Paulo

Fakultas Teknik Geologi


Universitas Padjadjaran
2013

BAB I. PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG MASALAH
Batuan sedimen merupakan salah satu batuan yang ada di bumi dan yang menunjang
berbagai kegiatan manusia karena dari batuan sedimen dapat ditemukan berbagai sumber
daya alam seperti tambang dan minyak. Maka dari itulah penting untuk mempelajari batuan
sedimen.

RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana batuan sedimen?
2. Bagaimana struktur batuan sedimen?

PEROLEHAN MATERI
Penulis memperoleh materi dengan membaca literature dari internet dan studi
perkuliahan dan mandiri.

BAB II. ISI

Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk dari hasil pelapukan, erosi, transportasi,
sedimentasi, dan litifikasi. Batuan sedimen memiliki berbagai macam struktur yang
diantaranya adalah :
1. Perlapisan/Bedding
Disebut juga emaknya batuan sedimen. kalau ada batu punya perlapisan, langsung
bisa ketahuan kalau itu batuan sedimen!, bidang perlapisan terbentuk jika terdapat suatu
periode singkat di mana proses deposisi (pengendapan) menjadi sedikit sekali, karena kalau
terlalu lama, apalagi sampai terbentuk bidang erosi, ini sudah menjadi ketidakselarasan
atau unconformity. bidang perlapisan juga bisa terbentuk kalau ada perubahan lingkungan
pengendapan.
2. Laminasi

Ini merupakan cucunya perlapisan karena laminasi adalah perlapisan yang tipis sekali,
dari beberapa mili sampai 1 cm. Ini biasanya terbentuk kalau suplai sedimennya sangat
sedikit. Contoh: endapan silika di dasar laut.
Convolute lamination:

laminasi yang tampak terlipat (pernah keluar di OSN 2008). Struktur convolute
lamination ini muncul bukankarena perlipatan akibat gaya endogen loh, melainkan akibat
pengaruh arus yang mengalir di sekitarnya atau akibat
proses dewatering /liquefaksi (sedimen kehilangan kandungan air secara tiba-tiba akibat
terkena gangguan). Kehilangan air yang tiba-tiba ini membuat sedimen kehilangan
kekuatannya. Nah, gangguan tadi berupa stress(tekanan) yang disebabkan oleh berbagai
macam hal, salah satunya yang sering terjadi ialah oleh gempa bumi.
3. Silang Siur/Cross-bedding

Struktur eksotis ini terbentuk kalau agen transportasi sedimen


berupa arus/current; ini bisa arus sungai, arus laut, angin, dll. Yang namanya arus jelas
punya arah, karena itu struktur silang siur sangat <3 disayang-sayang ahli geologi <3 karena
berguna untuk menentukan paleocurrent alias arus purba.
Tidak Cuma itu saja, silang siur juga bisa memberitahu kita mana bagian atas perlapisan dan
mana bagian bawahnya. Dengan kata lain, dia penanda top and bottom
4. Mud Cracks

Kretak-kretak pas zamannya El Nino melanda Indonesia, kita sering ngelihat


sawah-sawah mengering sampai retak-retak itulah mud cracks. Permukaan lumpur yang
di-oven sinar matahari akan memperlihatkan struktur mud cracks. Kalau tidak terjadi
pembalikan lapisan, biasanya tampak samping mud cracks berbentuk trapesium dengan sisi di
atas lebih pendek daripada sisi di bawah. Karenanya, top and bottom lapisan sedimen bisa
ketahuan.
5. Ripple marks

Ripple marks, sama seperti cross-bedding, disebabkan oleh arus. Bedanya, ripple
marks cuma bentukan yang ada di permukaan perlapisan sedimen. Struktur ini bisa
menandakan arus purba juga.

6. Channel

Struktur Channel berskala meter sampai kilometer. Struktur ini terbentuk di sepanjang
jalur transportasi sedimen dan air yang mengalir dalam waktu yang lama. Dengan kata
lain, channel adalah sungai purba. Struktur channel bisa menunjukkan top and bottom
karena bagian dasar sungai punya bentuk yang khas.
7. Flute cast
Adalah struktur sedimen yang terjadi akibat material-material yang dibawa arus
menggerus bagian dasar sungai. Arus sungai mempunyai arah menuju ke bagian yang
memanjang. Dengan demikian, struktur ini juga penentu paleocurrent.
Karena struktur ini hanya ada di bagian dasar suatu tubuh arus dan bagian yang
menggembung selalu di bawah, maka flute cast pun handal dalam menentukan topbottom perlapisan sedimen.
8. Flame Structure (check)

Dinamai flame structure karena kenampakannya mirip lidah api yang menjilat-jilat ke
atas. Flame structureterbentuk saat suatu lapisan mudstone berada di bawah lapisan batupasir.
Batu pasirini membebani mudstone yang lemah, sehingga sedikit massa mudstone di bawah
muncrat ke atas dan membentuk lidah.
9. Gradasi

Struktur gradasi dicirikan oleh perubahan tekstur batuan secara perlahan-lahan dari
atas ke bawah. Gradasi Normal mempunyai kenampakan makin ke bawah ukuran butir
makin besar. Biasanya, proses sedimentasi normal akan menempatkan butir-butir paling kasar
di bagian terbawah lapisan yang kemudian menghalus ke atas secara yang besar kan lebih
berat, jadi lebih cepet turun. Atas dasar inilah gradasi dapat digunakan sebagai penciri top
and bottom lapisan batuan. TETAPI, pada beberapa kasus tertentu bisa juga
terbentuk Gradasi Terbalik atauReverse Grading, karena itu kita perlu berhati-hati kalau
memakai dasar gradasi sebagai acuan top bottom.
10. Lenticular bedding

Perlapisannya berbentuk melensa, yaitu makin ke tepian, lapisan makin tipis.


Lenticular bedding menandakan lingkungan yang didominasi gelombang pasang-surut
(tidal).
11. Ball and Pillow Structure
Struktur ini biasanya terjadi jika ada selapis sedimen pasir berada diantara sedimen
lumpur. Sedimen sedimen pasir tampak terpecah-pecah sehingga bentuknya mirip bantal.

Diperkirakan penyebabnya akibat peristiwa gempa atau tingginya tingkat sedimentasi


sehingga mengganggu stabilitas perlapisan.

12. Interpretasi Current Ripple


Ripple dan dune merupakan kenampakan undulasi pada pasir kasar-sedang. Biasanya
dihasilkan oleh arah angin/air yang tidak searah. Ripple memiliki panjang kurang dari 50cm
dan tingginya 0,5 3 cm, sedangkan dune lebih dari itu (Collinson and Thompson, 1982)

13. Sole Mark :


Struktur sedimen yang terdapat pada bagian atas atau dasar suatu lapisan (Boggs,
1992). Berbentuk cetakan positif pada batu pasir atau yang lebih kasaryang menindih batuan
yang lebih halus. Sole mark ini biasanya ditemui pada batuan sedimen yang telah mengalami
pembalikan

14. Load cast :


struktur sole mark yang terjadi akibat pembebanan dan perbedaan antara densitas
yang kontras. Biasanya terjadi pada batupasir yang dibawahnya adalah batulumpur. Batu
pasir sebagian akan menyusup ke dalam batulumpur akibat pembebanan.

15. Sandstone dike and sill


pada gambar di sebelah kiri untuk menampilkan gambar lainnya tanggul batu pasir
dengan kerikil bulat band dari kuarsit di dalamnya ,Ini adalah salah satu dari beberapa batu
pasir tanggul terkena di Clear Lake, Ontario, di sepanjang jalan raya 68, sekitar 1 mil selatan
Espanola, utara Danau Huron. Memotong tanggul melalui batulanau karbonat horizontal tidur
pembentukan Espanola. Bagian terang dan gelap adalah karena pengeringan tidak merata
setelah hujan terakhir; batu basah (lebih gelap di foto) menyoroti kerikil kuarsa.
Dalam dalam teori in situ, tanggul pasir ini mungkin telah terbentuk oleh kristalisasi dari
silika amorf disimpan di sekitar patah tulang atau sendi, dalam kondisi mantan cepat berubah
tekanan. Cairan interstisial bermigrasi ke arah tanggul, yang mewakili zona permeabel, di
mana cairan melarikan diri selama pemadatan batu. Ini bisa menjelaskan susunan kerikil di
sebuah band pusat, dan variasi ukuran butir di tanggul; kasar di tengah, halus dekat dinding.
Kuarsit kerikil mungkin terbentuk di tempat oleh proses pertumbuhan concretionary dan
rekristalisasi. Tampaknya tidak mungkin bahwa pengaturan kerikil terlihat di sini akan

diproduksi oleh konglomerat yang disuntikkan ke celah di batulanau, seperti diklaim dalam
buku teks geologi.

16. Convolute structure


Liukan pada batuan sedimen akibat proses deformasi. Awalnya
struktur horisontal adalah cacat dalam cara yang "lunak" sangat segera
setelah pengendapan (saat masih campuran sedimen dan air). Struktur ini sangat umum
dalam sedimen yang diendapkan di lingkungan laut dalam.

BAB III. KESIMPULAN


Struktur batuan sedimen antara lain :
1. Perlapisan
2. Laminasi
3. Cross bedding
4. Mud cracks
5. Ripple mark
6. Channel
7. Flute cast
8. Flame structure
9. Gradasi
10. Lenticular bedding
11. Ball and pillow structure
12. Interpretasi Current Ripple
13. Sole mark
14. Load cast
15. Sandstone dike and sill
16. Convolute structure

DAFTAR PUSTAKA
http://pengetahuangeologi.blogspot.com/2011/10/struktur-sedimen.html