Anda di halaman 1dari 6

Breathing

Penilaian pernapasan dilakukan dalam waktu 10 detik dengan teknik look, listen dan
feel pada saat bersamaan. Penolong harus melihat gerakan pernapasan baik pernapasan dada
maupun abdominal, mendengar suara napas pasien melalui hidung dan mulut, dan merasakan
udara pernapasan yang keluar pada pipi penolong. Jika anak bernapas dan tidak ada riwayat
trauma sebelumnya, tempatkan pasien pada posisi stabil untuk menjaga jalan napas dan
menurunkan risiko aspirasi.
Jika anak tidak bernapas atau gasping, pertahankan jalan napas dan berikan 2 kali
bantuan napas. Pada anak <1 tahun, gunakan teknik mouth-to-mouth and nose, sedangkan
pada anak >1 tahun dengan menggunakan teknik

mouth-to-mouth. Hindari pemberian

ventilasi yang berlebihan karena dapat menyebabkan pneumotoraks akibat tekanan


berlebihan, dapat menyebabkan regurgitasi lambung karena saat ventilasi udara dapat masuk
baik ke paru ataupun lambung, serta dapat menyebabkan berkurangnya curah jantung akibat
peningkatan tekanan intratorak sehingga aliran balik darah ke jantung (venous return)
berkurang. (Irene Yuniar, Jurnal bantuan hidup dasar pada anak)
Evaluasi
Penilaian pernapasan mencakup auskultasi, dan oksimetri pulse. Pernapasan yang
normal tergantung pada usia pasien . Takipnea didefinisikan sebagai penapasan yang lebih
cepat, sedangkan bradypnea adalah pernapasan yang lebih lambat dari normal. Apnea
didefinisikan sebagai penghentian lengkap bernapas selama 20 detik atau lebih . Takipnue,
bersama dengan peningkatan kerja pernapasan seperti ngorok, pelebaran
(flarring) atau retraksi dapat menggambarkan patologi di suatu tempat
percabangan trakehonbronkus, parenkim paru dan dinding dada. Namun upaya
takipnue dapat menggambarkan mekanisme kompensasi dalam menghadapi

syok dan asidosis metabolik, daripada masalah pernapasan primer. Frekuensi


pernapasan yang terlalu lambat menurut umur pada anakyang sakit merupakan
tanda yang mengancam dan mungkin menggambarkan kegagalan dorongan
pernapasan sentral seperti pada cedera kepala tertutup atau kelelahan
pernapasan

Manajemen
Jalan napas yang baik tidak menjamin ventilasi yang baik. Ventilasi yang baik
meliputi fungsi baik dari paru. Dinding thorak, dan diafragma. Pekaian yang menutupi dada
korban harus dibuka untuk melihat pernapasan korban (Pediastric Emergencies In The First
Year of Life, 2007 Vol. 25 Issues 4)

Evaluasi
1.1 Pernapasan normal.
Kecepatan bernapas manusia adalah :
Dewasa: 16-24 x/i
Anak-anak: 15-45 x/i
Bayi: 30-50 x/i
Pada orang dewasa abnormal bila pernapasan >30 x/menit atau <10 x/menit. Pernapasan
umumnya torako-abdominal sedangkan pada anak-anak pernapasan abdominal lebih
dominan. Bila selalu harus dipikirkan kemungkinan cedera tulang belakang.

1.2 Sesak napas


Sesak napas dapat terlihat atau mungkin juga tidak. Bila terlihat maka mungkin akan
ditemukan :
Penderita mengeluh sesak

Bernapas cepat
Pernapasan Cuping Hidung
Pemakaian otot pernapasan tambahan :
- Retraksi Suprastrenal
- Retraksi Intercostal
- Retraksi Sternum
- Retraksi Infrasternal
Mungkin ditemukan sianosis

Pemeriksaan Fisik :

Inspeksi (Look/Lihat) terhadap frekuensi pernapasan adalah penting. Apakah terdapat salah
satu dari hal-hal berikut ini:
a. Sianosis
b. Trauma tusuk
c. Ada tidaknya gerakan dinding dada
d. Luka pada dada
e. Apakah ada penggunaan otot-otot pernapasan tambahan

Palpasi (Feel/Raba)
a. Pergeseran trakea
b. Fraktur costae
c. Emfisema subcutan
d. pneumothorak

Auskultasi
a. Pneumothorak (suara nafas menurun pada daerah trauma)
b. Deteksi suara-suara abnormal pada dada
2. Pengelolaan
a. Pemberian oksigen konsentrasi tinggi ( nonrebreather mask 11-12 liter/menit)
b. Ventilasi dengan Bag Valve Mask
c. Menghilangkan tension pneumothorax
d. Menutup open pneumothorax
e. Memasang pulse oxymeter
3. Evaluasi
Tanda-tanda pernafasan yang memadai (adekuat)
Dada dan perut bergerak naik turun seirama dengan pernafasan
Udara terdengar dan terasa saat keluar dari mulut/hidung
Penderita tampak nyaman
Frekuensi cukup
Tanda-tanda pernafasan tidak adekuat
Gerakan dada kurang baik
Ada suara nafas tambahan
Sianosis
Frekuensi kurang atau lebih
Perubahan status mental (gelisah)
Tanda-tanda tidak adanya pernafasan
Tidak ada gerakan dada atau perut
Tidak terdengar aliran udara mulut atau hidung

Tidak terasa hembusan nafas dari mulut atau hidung