Anda di halaman 1dari 4

PERMINTAAN, PENERIMAAN

SPECIMEN, PENGAMBILAN
DAN PENYIMPANAN SPECIMEN

SOP

No. Dokumen :
No. Revisi
:
Tanggal Terbit
Halaman
:

Tanda Tangan :

Direktur Klinik ANS

Jl. Raya Bojonegoro Cepu 1688


Ds Panjunan Kec Kalitidu Kab
Bojonegoro

Dr. Elvira Yuni Refayanti


1.

Definisi

2.

Tujuan

3.
4.

Kebijakan
Referensi

5.
5.

Peralatan dan Bahan


Prosedur

Perlakuan khusus terhadap penanganan spesimen bahan pemeriksaan


laboratorium untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan atau penularan
penyakit terhadap petugas laboratorium
Untuk mengantisipasi bahaya tercemarnya lingkungan dan tertularnya petugas
laboratorium akibat dari spesimen bahan pemeriksaan laboratorium
SK Direktur Klinik ANS tentang kebijakan mutu klinik dan keselamatan pasien
Pedoman Praktek Laboratorium Yang Benar, Departemen Kesehatan Rebuplik
Indonesia th. 2004
ATK (Alat Tulis Kantor)
PERMINTAAN, PEMERIKSAAN PELAYANAN LABORATORIUM
1. Pasien datang ke Puskesmas, keluarga pasien mendaftar di bagian
pendaftaran (loket) sesuai dengan kebutuhan / unit pelayanan yang
dituju.
2. Dokter /paramedis melakukan pemeriksaan kepada pasien. Apabila
pasien memerlukan pemeriksaan laboratorium, dokter/paramedis
menjelaskan kepada pasien bahwa diperlukan pemeriksaan
laboratorium.
3. Bila pasien setuju dilakukan pemeriksaan laboratorium, maka
paramedis menelepon ke instalasi laboratorium untuk
pemberitahuan bahwa ada pasien yang membutuhkan pemeriksaan.
4. Dokter membuat surat pengantar untuk pasien yang memerlukan
pemeriksaan laboratorium.
5. Petugas laboratorium datang ke unit pelayanan melihat surat
pengantar pemeriksaan dari dokter, kemudian melakukan

pengambilan spesimen .
6. Petugas laboratorium membawa spesimen yang sudah diambil ke
laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan.
7. Apabila hasil pemeriksaan laboratorium sudah selesai, petugas
laboratorium mengantarkan hasil pemeriksaan ke unit pelayanan
PENERIMAAN SPESIMEN
1. Setelah dilakukan pengambilan spesimen oleh petugas laboratorium,
hasil spesimen dibawa ke laboratorium.
2.
Spesimen diterima oleh analis yang bertugas
3.
Analis melakukan pemeriksaan terhadap spesimen tersebut.
PENGAMBILAN SPESIMEN
A. Pengambilan darah Vena
1. Petugas lab melakukan desinfeksi daerah vena mediana cubiti
dengan kapas alkohol 70 %
2. Petugas lab membiarkan menjadi kering kembali
3. Petugas lab memasang ikatan pembendung diatas fossa cubiti
4. Petugas lab meminta pasien untuk mengepal dan membuka
tanganya beberapa kali agar vena jelas terlihat
5. Petugas lab menusuk diatas vena dengan jarum dengan tangan
kanan sampai menembus lumen vena
6. Petugas lab melepaskan ikatan pembendung
7. Petugas lab mengambil spesimen darah sesuai yang dibutuhkan
8. Petugas lab menaruh kapas diatas jarum
9. Petugas lab mencabut jarum perlahan-lahan
10. Petugas lab meminta pasien untuk menekan bekas tusukan dengan
kapas kering
11. Petugas lab mengalirkan darah dari syringe kedalam tabung yang
telah diisi anti beku darah (EDTA) lewat dinding tabung agar
eritrosit tidak pecah
12. Petugas lab membuang spuit yang habis dipakai ke safety box
13. Petugas lab membuang bungkus spuit ke tempat biasa
B. Pengambilan darah kapiler
1. Petugas lab menyiapkan autoclik yang telah diisi blood lancet yang baru
2. Petugas lab membersihkan ujung jari atau anak daun telinga dengan
3.
4.
5.
6.

kapas alkohol 70%


Petugas lab membiarkan menjadi kering kembali
Petugas lab memegang bagian yang akan ditusuk supaya tidak bergerak
Petugas lab menekan sedikit agar rasa nyeri berkurang
Petugas lab menusuk dengan cepat memakai autoclik pada jari tengah

dengan arah tegak lurus


7. Petugas lab apabila memakai anak daun telinga tusukan dilakukan
dipinggir bukan disisinya. Tusukan harus cukup dalam
8. Petugas lab membuang tetesan darah pertama keluar dengan memakai
kapas kering,tetesan darah berikutnya dipakai untuk pemeriksaan.
9. Petugas lab menekan bekas tusukan dengan kapas kering
10. Petugas lab melepaskan blood lancet dari autoclik
11.Petugas lab membuang blood lancet ke safety Box
C. Pengambilan Sampel Urine
1. Petugas lab melabeli tempat urin
2. Petugas lab memberikan tempat urin kepada pasien
3. Petugas lab memberikan penjelasan pada pasien
4. Petugas lab meninta pada pasien untuk mengambil urin yang pancar
tengah (urin keluar pertama dibuang yang tengah tengah ditampung dan
yang terakhir dibuang )
5. Petugas lab mempersilahkan pasien ke kamar mandi
6. Petugas lab menerima sampel urin
D. Pengambilan sampel feses
1. Petugas lab memberi label identitas pasien ketempat feses
2. Petugas lab memberikan tempat feces kepada pasien
3. Petugas lab memberikan penjelasan kepada Pasien untuk buang air kecil
terlebih dahulu karena feses tidak boleh tercampur urin
4. Petugas lab menginstruksikan kepada pasien untuk buang air besar
langsung kedalam pot feses (kira 2,5 gr)
5. Petugas lab menginstruksikan kepada pasien untuk menututp pot dengan
rapat
6. Petugas lab menerima sampel feses
E. Pengambilan Sampel sputum
1. Petugas lab memberikan label identitas pasien ke pot sputum
2. Petugas lab memberikan penjelasan pada pasien
bagaiman cara
membatukan sputum yang baik
3. Petugas lab menginstruksikan kepada pasien untuk kumur-kumur lebih
dahulu, tarik nafas 2 - 3 kali, tahan beberapa detik, kemudian batukan
kuat-kuat
4. Petugas lab menginstruksikan kepada pasien untuk menaruh pot sputum
dekat bibir dan masukan sputum kedalamnya
5. Petugas lab memberikan gambaran bahwa sputum yang baik adalah yang
kental dan jumlahnya cukup 2-3 ml
6. Petugas lab menginstruksikan kepada pasien untuk menutup wadah

sputum dengan rapat


Petugas lab menerima sampel dahak
PENYIMPANAN SPESIMEN
1. Petugas lab menyimpan spesimen jika pemeriksaan ditunda atau dikirim
ke laboratorium lain
2. Petugas lab memperhatikan jenis pemeriksaan yang akan diperiksa
3. Petugas lab menyiapkan wadah untuk penyimpanan spesimen
4. Petugas lab menyimpan spesimen yang menggunakan spesimen plasma
atau serum, maka plasma atau serum dipisahkan dulu baru disimpan
5. Petugas lab memberi bahan pengawet pada spesimen yang diperlukan
misalnya urin atau feces
6. Petugas lab melabeli spesimen nama & tanggal penyimpanan
7. Petugas menyimpan spesimen untuk pemeriksaan klinik 1 minggu dalam
refrigerator
8. Petugas lab menyimpan spesimen untuk pemeriksaan Imunologi 1 minggu
dalam refrigerator
9. Petugas lab menyimpan spesimen untuk pemeriksaan Hematologi 2 hari
pada suhu kamar

6.

Unit Terkait

Petugas lab menyimpan formulir permintaan lab ditempat tersendiri


Laboratorium