Anda di halaman 1dari 1

Contoh informasi

1. Diperoleh informasi
Bentuk masalah gizi yang banyak ditemui pada lansia adalah gizi berlebih atau
gizi kurang (Mauk, 2010). Hasil penelitian di Amerika menunjukkan bahwa,
diperkirakan lebih dari 50% usia 65 tahun ke atas mengalami gizi buruk atau
malnutrisi (Grecly, 1991 dalam Stone, 2002). Hasil penelitian di Spanyol didapatkan
prevalensi gizi lebih pada laki-laki lansia 49%, sedangkan pada wanita lansia sekitar
39,8% (Fisac, 2004, http://www. 3 , nature.com).
2. Diperoleh informasi
Kelebihan gizi juga dialami oleh lansia dikarenakan gaya hidup dan pola
makan yang tidak baik sejak usia 50 tahun. Penyebab kelebihan gizi yaitu
mengkonsumsi zat-zat gizi yang berlebihan terutama lemak, akibatnya terjadi
obesitas pada lansia (Fatimah & Muis, 2006, dalam Darmojo & Martono, 2006).
Dampak gizi lebih dan kurang pada lansia terhadap keluarga tingginya kebutuhan
keluarga dalam bidang finansial untuk mengatasi masalah tersebut.
3. Diperoleh informasi
Menurut Revina (2003 dalam Saniawan 2009), gizi kurang pada lansia 31.1%
sedangkan gizi lebih 1.8%. Sedangkan Riskesdas 2010 melaporkan di Jawa Barat
lansia dengan gizi kurang sebanyak 12.45% dan lansia dengan gizi lebih sebanyak
9.95%. Status gizi lansia di wilayah kerja Puskesmas Bogor Selatan pada tahun
2009, lansia yang mengalami gizi kurang 24.1% dan lansia dengan gizi lebih 35.2%
(Profil Puskesmas Bogor Selatan, 2009). Kaitannya dengan pemenuhan nutrisi lansia
di tempat penelitian, yaitu dengan sosial ekonomi yang sedang dan kebiasaan lansia
dalam mengkonsumsi makanan dengan komposisi karbohidrat yang tinggi maka
pemenuhan nutrisi dapat dipenuhi. Pengukuran IMT lansia mengalami gizi lebih,
sedikit lebih banyak dari pada gizi kurang.