Anda di halaman 1dari 16

BAB II

LATAR BELAKANG dan DESKRIPSI STUDI KASUS BANGUNAN


AL HAMRA FIRDOUS
2.1

Latar belakang

.
Al Hamra di rancang oleh Skidmore, Owings dan Merril (SOM). Bangunan
dengan geometri menara yang unik akan menciptakan sentuhan elegan, ilusi
yang halus yang nanti nya akan menjadi sebuah profil dari bangunan tersebut.
Geometri menara yang kompleks pada al hamra memaksimalkan terhadap
pandangan arah dan meminimalkan radiasi matahari. Akibatnya menara akan
menghasilkan kesan patung yang memutar.
2.2 Deskripsi bangunan
Al Hamra Firdaus tower merupakan sebuah menara landmark berbentuk
patung ikonik dengan tinggi 412
meter di pusat kota Kuwait,
bangunan ini memiliki 80 lantai
dan merupakan salah satu gedung
pencakar langit yang tertinggi di
jenis nya. Bahkan al hamra
memiliki

pemandangan

Teluk

arab yang sangat indah di tambah


lagi dengan bangunan al hamra
sendiri dengan keasrian bentuk
yang

akan

menjadi

penanda

abadi bagi kota Kuwait.


Gambar 2.1 Al Hamra Firdaus Tower

http://www.ctbuh.org/TallBuildings/FeaturedTallBuildings/FeaturedTallBuildingArchive2012/Al
HamraFirdousTowerKuwaitCity/tabid/3859/language/en-GB/Default.aspx

Al Hamra Firdaus tower didirikan pada bulan Januari 2006 dan selesai pada
Desember 2011 dengan total lahan 195.000m2 dan luas bangun 290.000m2.
Bangunan ini berada di pusat kota yaitu jalan Al Suhada kota Kuwait.
Al Hamra dirancang oleh Skidmore, Owings and Merrill (SOM). Ia
menerima penghargaan Cityscape untuk komersial, perkembangan mixed-use
pada tahun 2010. Hal ini juga mendapat penghargaan dari Chicago Athenaeum,
MIPIM Arsitektur Ulasan Future Project Award dan perunggu dari Miami
Arsitektur Bienal dalam kategori terbangun Proyek pada tahun 2007.
2.3 Tinjauan Aspek Struktural, Arsitektural dan Material Bangunan
Al Hamra Tower adalah bangunan yang mengambil bentuk dan skema
tingkat suprastruktur model analisis yang dikembangkan , jelas bahwa bentuk
suprastruktur yang digunakan berbentuk spiral sehingga akan berkonsentrasi
pada beban gravitasi untuk pondasi di sisi barat. Sistem pondasi yang dipakai
pada bangunan al hamra ini ada pile pashing.

Gambar 2.2 Pile pashing tampak 3D (kiri), dan sketsa Pile pashing (kanan)
http://ctbuh.org/LinkClick.aspx?fileticket=yWSAX64za3g%3D&tabid=486&language=en-US/

Dengan tebal beton 13ft dan seluruh beban akan tersebar di slab beton. Cor yang
bertempat dibored pile yang diizinkan adalah berjarak Maksimal 1200 M dan
pile berdiameter 3600 MM Center untuk pusatnya.

Gambar 2.3 Standar pemasangan pile


(kiri), dan konstruksi pemasangan (kanan)
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=288739&page=49

Pile pashing ini dipasang agar beradaptasi dengan bentuk spirraling. Dan tujuan
dipasangnya pile pashing ini adalah untuk :

Menghilangkan terjadinya penurunan.

Penyelesaiannya diandalkan untuk wilayah dengan tanah berbutir halus


yang tahan akan erosi dan longsor

Terdapat 289 piles dimana di pasang setiap 66-89ft , selesai pada 7 tahapan.

(a)

(b)

(c)

(d)

Gambar 2.4 (a) Pile construction phasing ,(b) on site pile load testing , (c) dan (d)
Piles construction
http://ctbuh.org/LinkClick.aspx?fileticket=yWSAX64za3g
%3D&tabid=486&language=en-US/

Lobby Lamella Struktur


Di sisi utara bangunan adalah lobi utama menara perkantoran . lobi adalah ruang
yang tinggi 24 M yang membentang dari inti bangunan untuk frame perimeter.
untuk meningkatkan area lobi kolom utara menara, yang mana dari tingkat 12 ke
atap menara di buat vertikal dan membentuk lengkungan melingkar.

Gambar 2.5 Element lobby Lamela


http://ctbuh.org/LinkClick.aspx?fileticket=yWSAX64za3g%3D&tabid=486&language=en-US/

Gambar diatas menunjukkan element dari lobby Lamella


beban utama - bantalan komponen struktural struktur lobbi lamella termasuk
bangunan perimeter kolom komposit ( ditunjukkan pada A Element ) dan yang
menguatkan unsur dalam bidang fasad utara ( ditunjukkan pada element B )
selain penguat dari element A B elemen lainnya yg bekerja adalah "C, D,
E sebagai penjepit fasad utara yang kembali ke inti bangunan.

Gambar 2.6 Lobby lamella buckling analisis


http://www.architecturalrecord.com/ext/resources/archives/projects/portfolio/2012/05/images/AlHamra-Firdous-Tower-13.jpg

Jadi kesimpulannya ada empat system struktur yang terdapat pada Lamella lobby
tersebut :

Memiliki beban utama yaitu bantalan colum

Mempunyai kolom sekunder yang mengurangi lengkungan yang panjang

Memiliki lengkungan yang miring pada bangunan

Memiliki kisi-kisi

Gambar 2.7 Lamella under construction


http://global.ctbuh.org/resources/papers/download/905-the-al-hamra-firdous-tower.pdf

Gambar 2.8 Lamella load distribution


http://global.ctbuh.org/resources/papers/download/905-the-al-hamra-firdous-tower.pdf

Gambar 2.9

SOM
Rendering

http://global.ctbuh.org/resources/papers/download/905-the-al-hamra-firdous-tower.pdf

System Pemikul Beban Lateral


Cor dilakukan di tempat beton bertulang dan shear wall core yang dilengkapi
dengan frame perimeter moment pemikul. Core disini juga berperan menolak
beban gempa.

Shear wall core

Perimeter frame on each floor

Gambar 2.10 Lateral resisting system


http://global.ctbuh.org/resources/papers/download/905-the-al-hamra-firdous-tower.pdf

Tanggapan torsi akibat beban gravitasi

Dikarenakan dinding melebar " maka memerlukan dukungan beban


gravitasi

beban gravitasi torsional diterapkan di inti struktur yang memerlukan


pertimbangan dari deformasi vertikal dan torsional jangka panjang dari
struktur

Dari arah Tenggara dinding melebar bersandar ke dalam gedung

Disebelah barat daya dinding bersandar jauh dari bangunan

Kolom miring dan dinding mendukung lantai penyusunan

Slab menambah beban gravitasi untuk komponen miring, dan beban


vertikal meningkat .

Kekuatan elemen horizontal dalam komponen cenderung harus


meningkat seiring dengan komponen vertikal .

Slab harus menerapkan beban horisontal ke persimpangan .

Komponen cenderung miring jauh dari slab = Tekanan

Komponen cenderung miring terhadap slab = kompresi

Resolusi keseimbangan statis

Keseimbangan statis di dinding melebar

Model analisis lantai

Keseimbangan statis di
dinding melebar

Floor analysis model

Air flow studies


Gambar 2.11 Tosional response to gravity loads
http://ctbuh.org/LinkClick.aspx?fileticket=yWSAX64za3g%3D&tabid=486&language=enUS/

Site berada di wilayah yang rendah gempa. Kemudian angin adalah beban utama
lateral. massa udara dari jurang juga penyebab angin yang kuat dalam waktu
yang singkat, estimasi kecepatan angin : 23 m / s.
2.3.1 Tinjauan Aspek Arsitektural

2.3.1.1 Desain menara Al Hamra


Dengan design yang
tujuan
pandangan

untuk

memaksimalkan

kearah

meminimalkan

ber

teluk

keuntungan

dan
panas

matahari di lantai kantor, seperempat


piring lantai masing-masing adalah
dipahat dari sisi selatan, bergeser
dari barat ke timur lebih tinggi dari
menara.

http://skyscrapercenter.com/building/al-hamra-tower/208

Hasil operasi ini mengungkapkan batu monolitik di dinding selatan memiliki


bingkai yang anggun, pita yang memutar dinding torqued mendefinisikan bentuk
ikonik dari menara.
Bentuk yang dihasilkan dari operasi ukiran sederhana memberikan
transparansi di sebelah utara, timur dan sisi barat menuju Teluk dan juga opacity
yang dekat-lengkap di sisi selatan terhadap matahari yang berat ke daerah padang
pasir. Titik di puncak menara tidak hanya menyelesaikan geometri kompleks
yang diukir di dinding yang lebar tetapi juga menyiratkan kelanjutan dari bentuk
patung jauh ke atas.
Bangunan yang terletak strategis yang bagian selatan memungkinkan
untuk pemandangan dramatis ke arah kota, dan gurun di luar, sambil mengontrol
radiasi matahari yang kuat dari selatan. Di lantai dasar, faade transparan yang
mengarah ke utara,

Al Hamra membuka dan menyambut penyewa dengan

menampilkan struktur lamella setinggi 20m dalam lobi. Geometri area lobi yang
dihasilkan dengan menerapkan prinsip-prinsip struktur lamella.

(a)

(b)

Gambar 2.3.1.1 (a) Lamella under construction (b) Lamella yang sudah selesai
http://www.som.com/projects/al_hamra_tower__structural_engineering
Struktur terus menerus bertindak sebagai komponen penguatan
sepenuhnya terintegrasi di lobi, sekaligus menciptakan kesan lobi yang dramatis
bagi pengunjung Al Hamra. Yayasan ini terdiri dari 289 tumpukan diameter
1,200mm didorong ke kedalaman mulai dari 22m ke 27m.

Fasilitas di Al Hamra dan Firdous kompleks komersial dan kantor


termasuk lima lantai belanja, sembilan bioskop VIP dan mal serta tiga basement.
Ini juga memiliki kafe, restoran atap, spa dan klub kesehatan, dan gedung parkir
bertingkat 11 untuk kapasitas 2.000 mobil.

Gambar 2.3.1.2 Skema construction


http://3.bp.blogspot.com/-v2WrHXSfSi4/UHu0UefUGtI/AAAAAAAAAHc/aypdRrhu6Y/s1600/Al-Hamra-Firdous-Tower-12.jpg

2.3.2

Tinjauan Aspek Material


Material yang digunakan pada bangunan Al Hamra firdous antara lain

adalah :
a. Baja
Dalam kerangka struktural 6.000 ton baja dan 38.000 ton baja tulangan
dalam sisa bangunan yang digunakan.

Gambar 2.3.2.1 Baja yang terdapat di eksterior bangunan dan pintu masuk lobby
pada bangunan ini
http://www.archello.com/sites/default/files/imagecache/header_detail_large/01Al_HamraNick_M
errick__Hedrich_Blessing.jpg

Gambar 2.3.2.2 Baja yang terdapat pada lobby bangunan ini


http://i56.photobucket.com/albums/g179/F9y/AL-Hamratower20-1.jpg

b. Beton
Beton adalah bahan yang digunakan dalam pembangunan Al Hamra
Tower sebagai bahan yang digunakan untuk mendapatkan bentuk lengkung dari
dinding. 500.000 ton beton bertulang, 195.000 m volume beton digunakan.
Beton didedikasikan untuk mal terutama beton bertulang yang digunakan dan
60,000m2 digunakan untuk beton pracetak.

Gambar 2.3.2.3 Baja yang terdapat pada bangunan Al Hamra Tower


Sumber : http://www.phaidon.com/resource/ins-al-hamra-firdous-tower-07b-750x1000.jpg

c. Kaca
Kecuali untuk fasad selatan menghadap gurun, sisa bangunan benarbenar dilapisi dengan isolasi gelas, IGUS, denganwarna perak. Jendela ini
ditandai dengan lapisan yang rendah emisivitas dan kompatibilitas dengan
pemanasan dan proses bending diperlukan untuk memproduksi kaca yang
mengelilingi sudut. Kurva ini unit mewakili 30% dari kristal bangunan.

Gambar 2.3.2.4 Contoh kaca yang digunakan


Sumber : http://bazaar.town/wp-content/uploads/2015/06/ALHAMRA_0712_REVIEW-0003.jpg

Gambar 2.3.2.5 Transparan wall

https://en.wikiarquitectura.com/index.php/File:Al_Hamra_Tower_
orientacion_vistas.jpg

2.3.3

Tinjauan Aspek Utilitas


Wilayah hunian tinggi dan penempatan ruang ME ( ruang utilitas ) jauh
dari southwest flared wall.

Gambar 2.3.2.2 Ruang ME


http://www.planetminecraft.com/project/al-hamra-tower/

Dinding melebar berdasarkan letak orientasi matahari. Dapat kita lihat


pada gambar diatas terjadi perubahan bentuk bangunan. Jendela miring didalam
dengan dinding batu dan kaca yang terisolasi.

Gambar 2.3.2.3 Lobby for plan


http://www.architecturalrecord.com/ext/resources/archives/projects/portfolio/2012/05/images/AlHamra-Firdous-Tower-10.jpg

Gambar 2.3.2.4 Site Plan


Sumber : https://ricardokambara.wordpress.com/2012/09/13/al-hamra-tower/al-hamra-firdoustower-9/

Gambar 2.3.2.5 Floor Plan


http://desmena.com/wp-content/uploads/2009/06/som_al_hamra_firdous_11.jpg