Anda di halaman 1dari 7

KERANGKA ACUAN KERJA

PERENCANAAN DESAIN TEKNIS RENCANA KOTA


1. LATAR BELAKANG
Setiap proses pada pembangunan kawasan dilaksanakan secara bertahap, yaitu tahap
persiapan, perencanaan, pengadaan jasa dan pelaksanaan konstruksi atau fisik. Tahapan
pembuatan perencanaan sangat diperlukan dalam proses tersebut, yang dalam
pelaksanaannya dilakukan oleh tim perencana yang dibentuk sesuai dengan kapasitas dan
kebutuhan pelaksanaan kegiatan ini.
Dilihat dari lingkungan kawasan perkotaan Weda yang ada saat ini perlu adanya penataan
kawasan sehingga dapat tertata dengan baik, dengan menambah/membangun sarana dan
prasana yang dapat menjadikan lingkungan yang sehat, nyaman, aman, kondusif.
Oleh karena itu upaya-upaya menciptakan hal di atas, dalam penataannya diperlukan
Perencanaan Desain Teknis Rencana Kota menyesuaikan dengan anggaran yang ada pada
alokasi tahun 2016.
2. MAKSUD DAN TUJUAN
Petunjuk pelaksanaan perencanaan desain teknis rencana kota ini dimaksudkan sebagai
acuan bagi penyedia jasa dalam melakukan kegiatan perencanaan, untuk dilaksanakan
perencanaan desain teknis rencana kota Weda.
Selain pembangunan yang akan memberi peningkatan pelayanan kawasan dan
pemanfaatannya juga akan memberi dampak kepada peningkatan pertumbuhan ekonomi
sekitar kawasan, diharapkan perencanaan desain teknis kawasan ini sesuai kebutuhan serta
memenuhi standar dokumen lelang pekerjaan fisik yang siap dilelangkan.
Sasaran Perencanaan desain teknis rencana Kota Weda adalah terwujudnya suatu
perencanaan yang komprehensif baik ditinjau dari aspek arsitektural dan struktural, maupun
dari aspekekonomis serta tahapan-tahapan pelaksanaan kegiatan pembangunan dan bisa
menerjemahkan secara fisik berdasarkan aturan teknisyang yang berlaku.
3. RUANG LINGKUP
A. Lingkup Lokasi kegiatan
Lokasi kegiatan perencanaan desain teknis rencana kota pada Kawasan perkotaan Weda
B. Lingkup kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi:
a) Lingkup Perencanaan
Adalah Fasilitas lingkungan dan bangunan yang berfungsi sebagai penunjang kawasan
dan termasuk lingkungannya yang merupakan hasil kajian/studi yang ada serta
koordinasi dengan stakeholder yang terkait. Dengan batasan pada ketentuan yang
berlaku antara lain;
1. SNI 2 ( 1971 ) Perarturan Beton Bertulang
2. SNI ( 1970 ) Peraturan Umum untuk bahan bahan bangunan Indonesia
3. SNI-2 ( 1961 ) Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia
4. NI-3 ( 1980 ) Syarat-syarat Portland Cement Indonesia
5. NI-10 Peraturan Bata Merah sebagai bahan bangunan
6. NI-8 Peraturan Portlan Cement Indonesia
7. NI-18 ( 1985 ) Peraturan muatan Indonesia
8. NI-10 ( 1969 ) Peraturan tras dansemen merah Indonesia
9. Dep. PU ( 1977 ) standart penerangan buatan dalam negeri

10. Dep. PU ( 1976 ) Peraturan pengawetan dan pengeringan kayu.


11. PPBI ( 1983 ) Peraturan perencanaan bangunan baja Indonesia.
12. PBS dan PBK
13. Dll
b) Lingkup Kegiatan
1. Melakukan survey dan pengukuran lapangan, mengumpulkan data dan informasi
yang dibutuhkan untuk kegiatan perancangan sesuai kebutuhan prioritas dan
keberadaan lahan dalam kawasan.
2. Melakukan pengukuran lapangan lengkap atas kondisi batas lahan, fasilitas
lingkungan/gedung, dan keteknikan lainnya yang berpengaruh terhadap
pemenuhan kebutuhan penataan kawasan.
3. Menyusun spesifikasi teknis konstruksi, perhitungan konstruksi dan
bahan/spesifikasi teknis
4. Membuat konsep-konsep rancangan kebutuhan yang mengacu pada masterplan
kawasan (Arsitektur, Struktur, Mekanikal, Elektrikal, Lansekap) dengan
melibatkan masukan dan pendapat seluruh stakeholder, serta memperhatikan
status lahan.
c) Kegiatan Penyusunan Pra Rancangan dan detail rancangan :
Merupakan Pekerjaan prarancangan, termasuk menyusun laporan prarancangan
Membuat pra-rancangan meliputi : konsep-konsep, Site plan kawasan Perencanaan,
tampak-tampak, potongan-potongan, detai, sistim Mekanikal maupun jaringan
utilitas kawasan dan rencana perhitungan konstruksi /Sipil, minimal memuat :
1. Pengembangan Konsep perancangan hingga kebutuhan besaran ruang dalam dan
ruang luar yang mengacu kepada masterplan kawasan.
2. Pra rancangan arsitektur terkait dengan fasilitas Kawasan Kota Weda, maupun
Interior ruangan, eksterior pada bangunan fasilitas dan kawasan untuk
dilanjutkan penyusunan DED dan disetujui oleh pemberi tugas.
3. Pra rancangan tata ruang luar, dan tata ruang dalam
4. Perhitungan dan gambar pra rancangan struktur (bila ada penambahan beban
baru)
5. Konsep perhitungan dan gambar pra rancangan kebutuhan system mekanikal dan
elektrikal
6. Penyusunan usulan rancangan persyaratan teknis (out line spesification)
7. Perkiraan biaya pembangunan (preliminary cost estimate)
8. Membuat gambar kerja lengkap meliputi : Gambar dan detail Sipil, gambar dan
detail struktur, gambar detail utilitas, gambar Mekanikal Elektrikal dan detail,
gambar elemen lingkungan Gedung seperti pagar pengaman.
9. Membuat spesifikasi bahan dan draft perhitungan biaya.
10. Melakukan penyelenggaraan konsultasi kepada seluruh stakeholder terkait/
pemberi tugas dengan kegiatan untuk dibahas segala masalah dan persoalan
yang timbul selama masa proses perancangan.
d) Menyusun pengembangan rancangan antara lain membuat :
1. Penyempurnaan kelengkapan rancangan struktur, beserta uraian konsep dan
perhitungannya.
2. Penyempurnaan kelengkapan rancangan tata ruang luar
3. Penyempurnaan kelengkapan rancangan interior yang meliputi :
Pengaturan tata letak furniture (jika diperlukan),
Pemilihan pemakaian bahan finishing dan warna bahan finishing
4. Rancangan utilitas lingkungan dan mekanikal dan elektrikal bangunan, beserta
uraian konsep dan perhitungan kebutuhan.

5. Menyusun perhitungan biaya pembangunan lengkap dengan bill of quantity (BQ)


dan harga satuan pekerjaan (SNI) yang merupakan hasil perhitungan konsultan
DED.
6. Uraian penggunaan bahan bangunan (spesifikasi secara garis besar)
7. Penyusunan gambar pelaksanaan termasuk rancangan detail (dokumen
pelelangan)
4. SUMBER DANA
Untuk pelaksanaan kegiatan ini diperlukan anggaran dengan pagu dana Rp.350.000.000,00.
yang dibiayai dari APBD Tahun Anggaran 2016.
5. REFERENSI HUKUM
Pekerjaan Perencanaan Desain Teknis Rencana Kota didasarkan pada:
1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dan
Ekosistemnya (Lembaran Negara Tahun 1990 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 3419).
2. Undang-Undang RI No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung
3. Undang-undang No. 18 tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi;
4. Undang-Undang 15 Tahun 1985 tentang Ketenagalistrikan (Lembaran negara Republik
Indonesia Tahun 1985 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3317).
5. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1990 tentang Kepariwisataan (Lembaran Negara Tahun
1990 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3427).
6. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman (Lembaran
Negara Tahun 1992 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3469).
7. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (Lembaran
Negara Tahun 1992 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3480).
8. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup.
9. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi (Lembaran Negara Tahun
1999 Nomor 129, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3881).
10. Undang-Undang Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Tahun
1999 Nomor 167, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3888).
11. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (Lembaran Negara Tahun
2004 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4377).
12. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional.
13. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan (Lembaran Negara Tahun 2004
Nomor 132, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4444).

14. Peraturan Pemerintah RI No. 36 Tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan UndangUndang RI No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung
15. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi;
16. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 1982 tentang irigasi (Lembaran Negara Tahun
1982 Nomor 38, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3226).
17. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1985 tentang perlindungan hutan (Lembaran
Negara Tahun 1985 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara 3294).
18. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1988 tentang Koordinasi Kegiatan Instansi Vertikal
di Daerah (Lembaran Negara Tahun 1988 Nomor 10, Tambahan Lembaran Negara Nomor
3373).
19. Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 1998 tentang Kawasan Suaka Alam dan Kawasan
Pelestarian Alam (Lembaran Negara Tahun 1998 Nomor 132, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 3776).
20. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisa Dampak Lingkungan Hidup
(Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3838).
21. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2000 tentang Tingkat Ketelitian Peta Untuk
Penataan Ruang Wilayah (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 20, Tambahan Lembaran
Negara 3934).
22. Perpres RI Nomor: Nomor 70 Tahun 2012 tentang Tentang Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah;
23. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2001 tentang Jenis Rencana
Usaha dan/atau kegiatan yang wajib di lengkapi dengan analisis mengenai dampak
lingkungan hidup.
24. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 327 Tahun 2002 tentang
Penetapan 6 (enam) Pedoman Bidang Penataan Ruang.
25. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 174 Tahun 2004 tentang Pedoman Koordinasi
Penataan Ruang Daerah.
26. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman
Persyaratan Teknis Bangunan Gedung;
27. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 30/PRT/M/2006 tentang Pedoman Teknis
Fasilitas dan Aksesibilitas pada Bangunan Gedung dan Lingkungan;
28. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 45/PRT/M/2008 tanggal 27 Desember 2008
tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara;
29. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 43/PRT/M/2008 tanggal 27 Desember 2008
tentang Standard dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi.
30. Peraturan dan standar-standar teknis seperti, PBI,SKBI, SKSNI dan SNI.
6. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN

Pekerjaan ini dilaksanakan secara kontraktual dengan jangka waktu pelaksanaan kegiatan
selama 4 (empat) bulan sejak penandatanganan kontrak/Surat Perintah Mulai Kerja.
7. TENAGA AHLI
Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan ini adalah :
1) Ketua Tim (Team Leader)
Team Leader berjumlah 1 orang dengan masa tugas selama 4 (empat) bulan kalender
dengan persyaratan sebagai berikut:
-

Pendidikan Sarjana Strata 1 (S1) Teknik Sipil/ Arsitektur lulusan universitas atau
perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi atau
yang telah lulus ujian Negara atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi

Memiliki sertifikasi keahlian sesuai dengan bidang keahlian dikeluarkan oleh Asosiasi
yang telah disahkan oleh LPJK.

Berpengalaman sebagai Ketua Tim dalam melaksanakan perencanaan dan


perancangan atau DED bangunan/kawasan minimal 5 (lima) tahun dilengkapi dengan
referensi kerja.

Lingkup tugas Team Leader ini yaitu memimpin dan mengkoordinir seluruh kegiatan
anggota tim kerja dalam pelaksanaan pekerjaan sampai dengan pekerjaan dinyatakan
selesai.
2) Ahli Arsitektur
Tenaga Ahli Lansekap berjumlah 1 orang dengan masa tugas selama 4 (empat) bulan
kalender dengan persyaratan sebagai berikut:
-

Pendidikan Sarjana Arsitektur / Teknik Lansekap Strata 1 (S1) lulusan universitas atau
perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi atau
yang telah lulus ujian Negara atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi

Memiliki sertifikasi keahlian Arsitektur minimal Ahli Muda sesuai dengan bidang
keahlian dikeluarkan oleh Asosiasi yang telah disahkan oleh LPJK.

Berpengalaman sebagai Tenaga Ahli dalam melaksanakan perencanaan dan


perancangan atau DED bangunan/kawasan minimal 3 (tiga) tahun dilengkapi dengan
referensi kerja.

3) Ahli Sipil
Tenaga Ahli Sipil berjumlah 1 orang dengan masa tugas selama 4 (empat) bulan kalender
dengan persyaratan sebagai berikut:
-

S1 Sipil , seorang Ahli Sipil/struktur bangunan dengan latar belakang pendidikan S1


Sipil lulusan universitas atau perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta
yang telah diakreditasi atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi.

Memiliki sertifikasi keahlian Teknik Sipil (AS100)/Struktur (AS200)/Perencana Struktur


(AS201)/Pelaksana Struktur (AS202)/Pengawas Struktur (203) sesuai dengan bidang
keahlian dikeluarkan oleh Asosiasi yang telah disahkan oleh LPJK.

Berpengalaman minimal 4 (empat) tahun sebagai tanaga ahli Sipil/Struktur Bangunan


di kegiatan penyusunan perencanaan struktur bangunan, Jalan raya,
Jembatan/DED/studi yang terkait dengan penataan kota/kawasan dibuktikan dengan
referensi kerja.

4) Ahli Mekanikal dan Elektrikal


Tenaga Mekanikal dan Elektrikal yang dibutuhkan berjumlah 1 orang dengan masa tugas
selama 4 (empat) bulan kalender dengan persyaratan sebagai berikut:
-

Sarjana Mesin/Elektro (S1) lulusan universitas atau perguruan tinggi negeri atau
perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi atau yang telah lulus ujian Negara
atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi

Memiliki sertifikasi keahlian sesuai dengan bidang keahlian yang dikeluarkan oleh
Asosiasi yang telah disahkan oleh LPJK.

Berpengalaman sebagai Tenaga Ahli Mekanikal dan Elektrikal dalam melaksanakan


pekerjaan Perencanaan / Penyusunan DED minimal 4 (empat) tahun dilengkapi
referensi kerja dengan pendidikan S-1.

Lingkup tugas tenaga ahli ini yaitu membantu tim Leader menyusun konsep perhitungan
kebutuhan dan merencanakan sitim Mekanikal Elektrikal, pelaporan, DED terkait dengan
keahlian Mekanikal dan Elektrikal.
Tenaga pendukung yang diperlukan untuk kegiatan ini adalah :
Tenaga Pengukuran Lapangan (Surveyor) Bidang sipil/ gedung Tenaga yang disyaratkan
adalah minimal STM Teknik Sipil lulusan negeri atau yang disamakan yang berpengalaman
sesuai bidang pekerjaan tersebut di atas yaitu pengukuran dan perencanaan bidang
konstruksi bangunan gedung sebanyak 3 (tiga) orang.Adapun tugas dari Tenaga Ahli
Perencanaan adalah mengawasi, mengarahkan serta membantu dalam pengendalian kualitas,
kuantitas, waktu serta administrasi kegiatan.Agar pelaksanaan pekerjaan dapat Tepat Mutu
Tepat Waktu Tepat Biaya dan tidak terjadi masalah.

8. LAPORAN
Kegiatan ini terdiri dari beberapa tahap pelaporan sebagai berikut :
1) Laporan Pendahuluan
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari kerja/bulan sejak
SPMK diterbitkan, sebanyak 4 (empat) buku laporan,
2) Laporan Konsep Perancangan (Draft Final)
Laporan ini berisi mengenai kondisi eksisting dan analisis
3) Laporan Akhir Perencanaan, meliputi ;

DED.
RAB
BOQ
RKS

Laporan harus diserahkan sebanyak 4 (empat) buku laporan.beserta softcopy kedalam


bentuk CD/DVD sebanyak 4 buah.
9. PRODUKSI DALAM NEGRI
Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarakan KAK ini harus dilakukan di wilayah Negara
Republik Indonesia, kecuali ditetapkan lain dalam KAK dengan pertimbangan keterbatasan
kompetensi dalam negeri, hal ini dilakukan sebagai pemberdayaan.

Weda, Februari2016

Untuk dan atas nama


Dinas Tata Kota dan Kebersihan
Kabupaten Halmahera Tengah
Selaku
Pejabat Pembuat Komitmen

JUNAIDY,ST.
NIP. 19780613 200112 1003