Anda di halaman 1dari 4

1.

Background and justification


Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta sebagai perguruan tinggi yang konsen kepada
peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia di bidang Minyak dan Gas (MIGAS)
secara khusus dan industri manufaktur secara umum, Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta atau yang dikenal dengan UP 45 the university of petroleum selalu
berupaya untuk melakukan langkah-langkah progresif demi terwujudnya apa yang
menjadi cita- cita tersebut. Manufaktur adalah suatu kegiatan manusia yang
menyangkut semua fase dalam kehidupan. Perkembangan industri manufaktur di
sebuah negara dapat digunakan sebagai parameter perkembangan industri secara
nasional negara tersebut. Karenanya perlu arahan dan kebijakan yang jelas dalam
mengembangkan industri manufaktur ini.
Kontribusi sektor khusus migas dan manufaktur yang besar terhadap perekonomian
menyebabkan siklus perekonomian tidak terlepas dari dinamika kedua sektor
tersebut. Selain terhadap perekonomian, dinamika perusahaan juga mempengaruhi
penurunan output dan kesempatan kerja sektor manufaktur. Industri manufaktur
memegang peran kunci sebagai mesin pembangunan karena industri manufaktur
memiliki beberapa keunggulan dibandingkan sektor lain karena nilai kapitalisasi
modal yang tertanam sangat besar serta kemampuan menyerap tenaga kerja yang
besar.
Republik demokratik Timor Leste merupakan negara baru yang merdeka pada
tanggal 20 Mei 2002 dari Republik Indonesia. Sejak kemerdekaan pada tahun 2002,
kebijakan sosial dan ekonomi Timor Leste difokuskan pada pengentasan
kemiskinan, menjaga keamanan dan stabilitas melalui lembaga pembangunan
negara. Keberadaaan Sumber Daya Manusia yang berkualitas akan memberikan
kontribusi bagi peningkatan kapasitas suatu entitas bisnis-industri dan organisasi
masyarakat sipil maupun sektor publik di lingkungan sekitarnya. Menurut Rencana
Strategis Timor Leste 2011-2030, industri manufaktur secara umum atau sektor
migas secara khusus merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam
melakukan eksplorasi hingga produksi.
UP45 Yogyakarta, the university of petroleum , sebagai satu-satunya perguruan
tinggi di Indonesia yang memiliki visi untuk menyelenggarakan pendidikan dengan
fokus pada bidang migas secara khusus dan industri manufaktur secara umum akan
mendukung program pemerintah Timor Leste dalam mempersiapkan Sumber Daya
Manusia terlatih untuk di bina sebagai tenaga tersertifikasi.
1.1Welder Professional di Dunia Industri
Sektor Industri harus meningkatkan daya saing (Competitiveness) agar mampu
bertahan dan berkembang di era globalisasi. Peningkatan penggunaan bahan metal,
plastik, keramik, dan komposit pada industri manufaktur berakibat pada
bertambahnya kebutuhan tenaga kerja yang dapat melakukan proses (processing)
dalam rekayasa industri tersebut.

Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Timor Leste, sepakat menjalin kerjasama


untuk mendorong perkembangan ekonomi bilateral agar lebih pesat terutama
dalam
sektor
industri,
perdagangan
dan
investasi.
(http://www.kemenperin.go.id/artikel/15194/Indonesia-Timor-Leste-PerkuatKerjasama-Industri - 04/05/2016)
Di bidang industri, cakupan kerja sama yang akan dibangun kedua negara meliputi
peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), peningkatan kemampuan
institusional, program pelatihan di bidang industri tertentu, pertukaran informasi,
pelatihan teknis, bantuan tenaga ahli, serta promosi produk industri dan kegiatan
lainnya yang disepakati kedua belah pihak. Dalam upaya peningkatan kapasitas
SDM, kami telah berkomitmen untuk mendukung Pemerintah Timor Leste dengan
nilai sebesar USD 6 juta yang dilaksanakan sejak tahun 2013-2017 melalui program
kerja sama teknik luar negeri yang dilakukan oleh berbagai Kementerian dan
Lembaga terkait, ujar Menperin.
Mengingat pentingnya standarisasi tenaga kerja spesialis, maka pemerintah
mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 8 tahun 2012 Tentang Kerangka
Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). KKNI adalah kerangka penjenjangan kualifikasi
kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan
antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam
rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di
berbagai sektor.
Dalam bidang pengelasan, standarisasi sesuai yang sudah diterapkan. Adapun
penyetaraan antara Pendidikan Berbasis Keilmuan, Pendidikan Berbasis Keahlian,
dan Pendidikan Berbasis Pelatihan Kerja (Production Base Education and Training
PBET) (Gambar 1.1).
Pada Gambar 1.1. terlihat bahwa lulusan SMK yang terdidik dengan baik, maka
setara dengan Welder Professional Level 2. Dalam pengelasan ada 3 level welder,
yaitu welder level 1, level 2, dan level 3.

Gambar 1.1 Penyataraan Jenjang Kompetensi KKNI


Dari gambaran yang telah diuraikan, maka kebutuhan dalam dunia industri
manafukatur salah satunya adalah kompetensi dalam bidang pengelasan.
Kompetensi bidang pengelasan yang dibutuhkan paling banyak adalah welder
professional. Dimana karir sebagai welder professional bisa dimulai dari lulusan
SMU/SMK. Dengan demikian, adanya training bagi lulusan SMU/SMK untuk dijadikan
tenaga ahli bersertifikat di bidang pengelasan sangat diperlukan. Apabila kebutuhan
industri terkait SDM yang bersertifikat terpenuhi, maka akan semakin maju industri
di Indonesia.
1.2Sekilas Inlastek UP45
1.2.1 Sejarah
UP45 dibawah Program Studi Teknik Mesin mengembangkan program-program
sertifikasi terutama di bidang fasility di industri migas, salah satunya adalah
teknologi pengelasan. Maka pada tahun 2012 dilakukan perubahan kurikulum
pada Program Studi Teknik Mesin yang berorientasi ke industri migas dan
energi.

Inlastek Welding Institut adalah sebuah lembaga pendidikan, pelatihan dan


pengujian di bidang teknologi pengelasan yang berafiliasi dengan The German
Welding Institute (SLV Schweisstechniche Lehr und Versuchanstalt)
Mannheim. Pada tahun 2007, Inlastek mendidik tenaga welder professional
dengan standar mengacu pada standar German Rcommendation to The
European Welding Federation (EWF) dan International Institute of Welding (IIW).
Inlastek UP45 adalah bentuk kerjasama antara UP45 dengan Inlastek Welding
Institute (Inlastek) sebagai lembaga pusat studi dibawah Program Studi Teknik
Mesin Inlastek UP45 terdorong untuk memenuhi tingginya kebutuhan tenaga
vokasional di sektor industri di daerah, nasional, dan global terutama dalam
penyediaan Sumber Daya Manusia (Human Resources) sebagai tenaga operator
ahli (welder professional), supervisor, foreman, inspector, dan engineer di
bidang welding.
1.2.2 Visi dan Misi
Visi : INLASTEK UP45 menjadi Pusat Acuan Pendidikan dan Pelatihan Vokasional
di Bidang Teknologi Joining yang Berkualitas
Misi :
1. Menyelenggarakan
pendidikan
vokasional
yang
berbasis
teknologi
penyambungan material dengan mengacu pada standar nasional dan
internasional
2. Menghasilkan lulusan tenaga welder yang profesional yang siap kerja dan
mampu bekerja sesuai standar industri.
3. Melakukan kegiatan penelitan di bidang teknologi penyambungan material
sebagai sumber penggerak pelaksanaan program inovasi pendidikan dan
aktivitas pengabdian pada masyarakat.