Anda di halaman 1dari 31

PEDOMAN KEGIATAN

INSTALASI PEMELIHARAAN
SARANA MEDIK
( IPS MEDIK )
RSUD BANGIL

Page 1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Instalasi Pemeliharaan Sarana Medik ( IPS Medik )


Pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan karekteristik tertentu dipengaruhi oleh
perkembangan ilmu pengetahuan kesehatan, kemajuan teknologi, kehidupan sosial,
ekonomi masyarakat yang harus tetap mampu meningkatkan pelayanan yang lebih bermutu
dan terjangkau oleh masyarakat agar terwujud derajat kesehatan setinggi-tingginya.
Dalam Undang Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 34 ayat (2)
menyatakan Penyelenggara fasilitas pelayanan kesehatan dilarang memperkerjakan tenaga
kesehatan yang tidak memiliki kualifikasi dan ijin melakukan profesi. Disamping itu pada
Pasal 104 menyatakan bahwa Pengamanan sediaan farmasi dan alat kesehatan
diselenggarakan untuk melindungi masyarakat dari bahaya yang disebabkan oleh
pengamanan sediaan Farmasi dan alat kesehatan yang tidak memenuhi persyaratan mutu
dan/atau keamanan dan/atau khasiat/kemanfaatan.
Juga pada Undang Undang nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit pada pasal
13 ayat (3) menyatakan Setiap tenaga kesehatan yang bekerja dirumah sakit harus bekerja
sesuai dengan standar profesi, standar pelayanan rumah sakit, standar prosedur operasional
yang berlaku, etika profesi, menghormati hak pasien dan mengutamakan keselamatan
pasien. Pasal 16 ayat (1) menyatakan Persyaratan peralatan sebagaimana dimaksud pada
pasal 7 ayat (1) meliputi peralatan medis dan non medis harus memenuhi standar
pelayanan, persyaratan mutu, keamanan, keselamatan dan laik pakai dan pada ayat (5)
menyatakan Pengoperasian dan pemeliharaan peralatan rumah sakit harus dilakukan oleh
petugas yang mempunyai kompetensi dibidangnya.
Fasilitas pelayanan kesehatan didirikan untuk menyediakan pelayanan kesehatan
yang bermutu, aman dan mempunyai manfaat yang optimal. Pelayanan kesehatan di
fasilitas pelayanan kesehatan tidak lepas dari penggunaan peralatan elektromedik baik
medik maupun non medik, dengan konsekuensinya membutuhkan adanya sistem
pemeliharaan . Maka dibutuhkan tenaga khusus yang mampu memelihara peralatan tersebut
secara teratur, baik dan benar. dalam hal ini Rumah Sakit, khususnya RSUD Bangil Kab.
Pasuruan juga membutukannya.

Page 2

B. Tujuan
Dengan disusunnya Pedoman Kegiatan Instalasi Pemeliharaan Sarana Medik RSUD
Bangil Kab. Pasuruan ini mempunyai tujuan :
a) Sebagai pedoman penyelenggaraan pelayanan elektromedik
b) Menjamin persyaratan mutu, keamanan, keselamatan dan laik pakai peralatan
elektromedik, kesehatan dan penyelenggara pelayanan elektromedik
c) Mengupayakan tercapainya pelayanan yang aman, bermutu tinggi yang berorientasi
pada kepuasan pasien
d) Sebagai dasar kebijakan dalam pembuatan Standar Prosedur Operasional
C. Ruang Lingkup
Ruang lingkup Instalasi Pemeliharaan Sarana Medis RSUD Bangil Kab.
Pasuruan meliputi Pemeliharaan Preventif, Perbaikan Kuratif dan Kalibrasi Internal
serta Administrasi Teknik.
1. Falsafah Pemeliharaan Elektromedik
Falsafah secara umum mengikuti falsafah RSUD Bangil yakni Ikhlaskan Diri untuk
Sehat, Terawat dan Penuh Manfaat
2. Pengertian Pemeliharaan Elektromedik
Membahas pengertian pemeliharaan elektromedik terlebih dahulu akan
dikemukakan arti dari Elektromedik itu sendiri. Peralatan Elektromedik adalah alat
kesehatan berupa instrumentasi dan/atau mesin yang tidak mengandung obat yang
digunakan untuk mencegah, mendiagnosis, menyembuhkan dan

meringankan

penyakit, merawat orang sakit, memulihkan kesehatan pada manusia, dan/atau


membentuk struktur dan memperbaiki fungsi tubuh serta penelitian kesehatan
secara langsung maupun tidak langsung.
Sedangkan Pelayanan Elektromedik merupakan kegiatan persiapan pelayanan
elektromedik dan pelayanan pemeliharaan atau Inspeksi alat elektromedik atau
alat

pengujian/kalibrasi

pengujian/kalibrasi

dan

dan

inspeksi, pelayanan
inspeksi

alat

pemeliharaan

laboratorium,

atau

pelayanan

pengendalian/pemantapan mutu, keamanan, keselamatan, laporan dan evaluasi,


pelayanan rancang bangun atau desain dan pemecahan masalah serta pembinaan
teknis dalam suatu ruang lingkup Instalasi Pemeliharaan Elektromedik.
Instalasi Pemeliharaan Elektomedik (IPE) adalah

suatu bagian/unit/divisi

tempat penyelenggarakan semua kegiatan pemeliharaan peralatan medik yang terdiri


dari tenaga teknisi elektromedik dan atau tenaga lain yang berkopenten yang diberi

Page 3

tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang
berwenang untuk melaksanakan tugas elektromedik.
Tenaga

Elektromedis

adalah

Sumber

Daya

Manusia

Kesehatan

Profesional yang mempunyai kompetensi mulai dari perencanaan, pengelolaan,


monitoring, pelaporan dan evaluasi peralatan elektromedik.
3. Tujuan Pemeliharaan Elektromedik
Tujuan dari kegiatan pelayanan pemeliharaan elektromedik adalah :
a)

Menjamin persyaratan mutu, keamanan, keselamatan dan laik pakai peralatan

b)

elektromedik dan penyelenggara pelayanan elektromedik


Mengupayakan tercapainya pelayanan yang aman, bermutu tinggi yang
berorientasi pada kepuasan pasein

D. Batasan Operasional
Kegiatan Instalasi Pemeliharaan Elektromedik mencakup kegiatan persiapan dan
pelaksanaan pemeliharaan / pemantauan fungsi, pengujian / kalibrasi, dan perbaikan alat
elektromedik, pelayanan pengendalian / pemantapan mutu, keamanan, keselamatan,
laporan dan evaluasi, pelayanan rancang bangun atau desain dan pemecahan
masalah

serta pembinaan teknis elektromedis. Sesuai dengan struktur organisasi

Instalasi Pemeliharaan Elektromedik, maka pembagian kegiatan meliputi :


1. Pemeliharaan adalah serangkaian kegiatan yang terdiri dari pengecekan fungsi
bagian-bagian alat, penggantian bahan atau sukucadang, pengecekan kinerja alat,
penyetelan

atau

ajustment,

dan

pengukuran

aspek

keselamatan

peralatan

elektromedik yang dilakukan secara berkala dan bersifat preventif.


Pemeliharaan alat elektromedik dilaksanakan secara terencana sesuai jadwal
pemeliharaan pada seluruh peralatan elektromedik yang termasuk dalam inventaris
Rumah Sakit Umum Bangil dan terdokumentasikan serta dilaporkan pada user /
operator alat & atasan / pemberi tugas sesuai dengan SPO yang ada.
2. Perbaikan adalah serangkaian kegiatan analisa kerusakan dan mengembalikan fungsi
alat elektromedik sesuai spesifikasi standar serta memenuhi aspek keselamatan
dengan atau tanpa penggantian suku cadang dan bersifat kuratif.
Perbaikan alat elektromedik dilaksanakan baik secara terencana maupun tidak
terencana sesuai surat permintaan perbaikan pada seluruh peralatan elektromedik
yang termasuk dalam inventaris Rumah Sakit Umum Bangil dan terdokumentasikan
serta dilaporkan pada user / operator alat & atasan / pemberi tugas sesuai dengan
SPO yang ada.

Page 4

3. Kalibrasi Internal adalah serangkaian kegiatan untuk menilai kinerja alat


elektromedik yang membentuk hubungan antara nilai yang ditunjukkan oleh
instrumen pengukur atau sistem pengukuran, atau nilai yang diwakili oleh bahan
ukur, dengan nilai-nilai yang sudah diketahui yang berkaitan dari besaran yang
diukur dalam kondisi tertentu.
Kalibrasi Internal dilaksanakan secara terencana sesuai jadwal kalibrasi internal pada
seluruh peralatan elektromedik yang perlu dikalibrasi yang termasuk dalam
inventaris Rumah Sakit Umum Bangil dan terdokumentasikan serta dilaporkan pada
user / operator alat & atasan / pemberi tugas sesuai SPO yang ada.
D. Landasan Hukum
Instalasi Pemeliharaan Elektromedik di RSUD Bangil Kab. Pasuruan merupakan bagian
yang harus terselenggara sesuai dengan :
1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, pasal 34 ayat (2);
2. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, pasal 13 ayat (3) &
Pasal 16;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1691 / Menkes / Per /
VIII / 2011 tentang Keselamatan pasien rumah sakit
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 363 /Menkes/Per/IV/1998
tentang Pengujian dan Kaliberasi Alat Kesehatan;
6. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1333/Menkes/SK/XII/1999 tentang Standar
Pelayanan Rumah Sakit;
7. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar
Pelayanan Minimal Rumah Sakit;
8. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 371/Menkes/SK/III/2007 tentang Standar
Profesi Teknisi Elektromedis;
9. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2015 tentang
Izin dan Penyelenggaraan Praktik Elektromedis

Page 5

BAB II
STANDAR KETENAGAAN

A. Kualifikasi Sumber Daya Manusia


Dalam upaya mempersiapkan tenaga IPE yang handal, perlu kiranya melakukan
kegiatan menyediakan, mempertahankan sumber daya manusia yang tepat bagi organisasi.
Atas dasar tersebut perlu adanya perencanaan SDM, yaitu proses mengantisipasi
dan menyiapkan perputaran orang ke dalam, di dalam dan ke luar organisasi. Tujuannya
adalah mendayagunakan sumber-sumber tersebut seefektif mungkin sehingga pada waktu
yang tepat dapat disediakan sejumlah orang yang sesuai dengan persyaratan jabatan.
Perencanaan bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan kemampuan
oganisasi. Adapun pola ketenagaan dan kualifikasi sumber daya manusia di IPE adalah
sebagai berikut :
No.

Nama Jabatan

Pendidikan Persyartan dan Kualifikasi

1
2

Ka. IPE
Adminstrasi

D-III TEM
D-III

Koor. Pemeliharaan

Jumlah
Kebutuhan

1
1

D-III TEM

Kompetensi
Kompetensi
Kompetensi

Pelaksana Pemeliharaan

D-III TEM

Kompetensi

Koor. Kalibrasi Internal

D-III TEM

1. Kompetensi
2. Kalibrasi

Pelaksana Kalibrasi Internal D-III TEM

1. Kompetensi
2. Kalibrasi

7
8

Koor. Perbaikan
Pelaksana Perbaikan

D-III TEM
D-III TEM

Kompetensi
Kompetensi
Jumlah

1
4
14

B. Pengaturan Jaga / Jam Kerja Efektif


B.1. Kepala IPS MEDIK
Jam kerja efektif kepala IPS MEDIK mengikuti jam kerja yang berlaku pada
jadwal kedinasan. Jadwal Dinas sebagai berikut:

Page 6

Senin Kamis

= 07.30 14.00 WIB

Jumat

= 07.00 11.00 WIB

Sabtu

= 07.00 12.30 WIB

Minggu / Hari Libur = Libur


B.2. Administrasi
Jam kerja efektif Administrasi dan logistik mengikuti jam kerja yang berlaku
pada jadwal kedinasan. Jadwal Dinassebagai berikut :
.Senin Kamis

= 07.30 14.00 WIB

Jumat

= 07.00 11.00 WIB

Sabtu

= 07.00 12.30 WIB

Minggu / Hari Libur = Libur


B.3. Tim Pemeliharaan Preventif
Jam kerja efektif Koordinator Pemeliharaan Preventif mengikuti jam kerja
yang berlaku pada jadwal kedinasan. Jadwal Dinas sebagai berikut
Senin Kamis

= 07.30 14.00 WIB

Jumat

= 07.00 11.00 WIB

Sabtu

= 07.00 12.30 WIB

Minggu / Hari Libur = Libur


B.4. Tim Kalibrasi Internal
Jam kerja efektif Koordinator Kalibrasi internal mengikuti jam kerja yang
berlaku pada jadwal kedinasan. Jadwal Dinas sebagai berikut
Senin Kamis

= 07.30 14.00 WIB

Jumat

= 07.00 11.00 WIB

Sabtu

= 07.00 12.30 WIB

Minggu / Hari Libur = Libur


B.5. Tim Perbaikan

Page 7

Jam kerja efektif Koordinator Kalibrasi internal mengikuti jam kerja yang
berlaku pada jadwal kedinasan. Jadwal Dinas sebagai berikut
Senin Kamis

= 07.30 14.00 WIB

Jumat

= 07.00 11.00 WIB

Sabtu

= 07.00 12.30 WIB

Minggu / Hari Libur

= Libur

Shift Pagi

= 07.00 14.00 WIB ( jika terlaksana)

Shift Sore

= 14.00 - 21.00 WIB ( jika terlaksana)

Shift Malam

= 21.00 - 07.00 WIB ( jika terlaksana)

Karena belum terjadwal shift sore dan malam diganti dengan jadwal oncall yang
terjadwal
Jadwal diberlakukan mulai jam 14.00 WIB sampai jam 07.00 hari berikutnya, untuk
hari kerja
Jadwal diberlakukan mulai jam 07.00 WIB sampai jam 07.00 hari berikutnya, untuk
hari libur.

BAB III
STANDAR FASILITAS

Page 8

A. Denah Ruang
Berikut ini adalah gambar denah Ruang Kantor & Workshop IPS MEDIK RSUD
Bangil Kab. Pasuruan :

B. Standar Fasilitas

Page 9

Di Bawah ini adalah daftar inventaris peralatan dan alat kerja yang terdapat di IPS
MEDIK yang digunakan dalam kegiatan pelayanan Elektromedik di RSUD Bangil Kab.
Pasuruan :

NO

1
2

NAMA
BARANG

MERK /
TYPE

KONDISI
PEROLEHAN

JML
BAIK

MEJA KANTOR
1/2 BIRO
MEJA KANTOR
1/2 BIRO

MEJA TULIS

MEJA
KOMPUTER

MEJA TROLI

MEJA KERJA

8
9
10
11

ALMARI
PENYIMPANAN
BESAR 2 PINTU
ALMARI
PENYIMPANAN
SEDANG 1
PINTU
ALMARI KECIL
LEMARI
GANTUNG
FILING
CABINET

1
DOLPHIN

KOMPUTER

13

PRINTER

14

KURSI PUTAR

15

KURSI LIPAT

16

KURSI LIPAT

TH. 2013

TH. 2013

17
18
19
20

KURSI
TUNGGU
PASIEN KAYU
PANJANG
KIPAS ANGIN
TEMBOK
WHITE BOARD
BESAR
WHITE BOARD
SEDANG

TH.2013

22

TELEVISI 21 "

TOSHIBA

TH. 2013

PANASONIC

TH. 2013

SHARP

TH. 2013

25

KULKAS

26

AC SPLIT 1 PK

PANASONIC

27

AC SPLIT 1 PK

PANASONIC

28
29
30

PARAMETER
TESTER
ECG
SIMULATOR
ECG
SIMULATOR

1
TH. 2013

BEKAS

TH. 2013

24

LG

PANASONIC

DI GUDANG
IPE

TELEVISI 22"

PESAWAT
TELEPHONE
PESAWAT
TELEPHONE

21

23

KETERANGAN
RUSAK

12

EPSON T20E

KURANG
BAIK

METRON

NETECH

FLUKE

PATAH

BEKAS

BEKAS
1

BEKAS

LEAD V4
RUSAK

Page 10

SAVETY
ANALYZER
ESU
ANALYZER
FLOW
ANALYZER

34

TACHOMETER

35

TDS METER

36

OSCILOSCOPE

37

AVOMETER

38

ALMARI BUKU
2 / ARSIP

TH. 2013

39

JAM DINDING

TH. 2013

TH. 2013

TH. 2013

31
32
33

40
41

METRON

METRON

IMT
MEDICAL

KRISBOW

HANNA

TEKTRONIK

FLUKE

MESIN BOR
TANGAN
MESIN
GERINDA

1
1
1

42

RAGUM

TH. 2013

43

THINC CLIENT

TH. 2013

TH. 2013

TH. 2013

EPSON T 60

TH. 2013

EPSON 900
WD

TH. 2013

FLUKE

TH. 2013

44

45
46
47
48

KURSI PUTAR
KECIL
OPERATOR
KOMPUTER
TANGGA
ALUMUNIUM
(2M)
PRINTER
INKJET (FOLIO)
PRINTER +
SCANNER 4 IN
1
NiBP
SIMULATOR

O2 RUSAK

BAB IV
TATA LAKSANA PELAYANAN

Page 11

Untuk menghadapi perubahan orientasi dari pelayanan sosial kepada ekonomi


dan tuntutan efisiensi serta efektifitas kerja, maka rumah sakit dituntut mempunyai unit
pengelola peralatan medik rumah sakit. Sebagai pengelola peralatan medik yang dapat
bekerja secara profesional serta dapat mendukung peningkatan pelayanan kesehatan
dirumah sakit maka harus mampunyai tugas dan fungsi yang jelas. Secara garis beras tugas
pokok dan fungsi Instalasi Pemeliharaan Sarana Medik (IPS MEDIK) dalam kegiatan
pelayanan di RSUD Bangil adalah sebagai berikut :
A. Tugas Pokok
A.1. Pelaksanaan Pelayanan Elektromedik
Pelaksanaan pelayanan elektromedik di Rumah Sakit Umum Bangil terdiri dari :
A.1.1. Pemeliharaan dan Pemantauan Fungsi
Pemeliharaan adalah langkah langkah pencegahan untuk mengembalikan kinerja
alat yang direncanakan yang terorganisir dan dilaksanakan dengan pemikiran kemasa
depan yang dilakukan dalam selang waktu yang telah ditentukan sebelumnya,dimana
kegiatan pemeliharaan adalah serangkaian kegiatan yang terdiri dari pengecekan fungsi
bagian-bagian alat, penggantian bahan sukucadang, pengecekan kinerja alat, penyetelan/
ajustment, dan pengukuran aspek keselamatan yang dilakukan secara berkala sehingga
akan diperoleh hasil alat selalu dalam kondisi siap dan laik pakai dan usia teknis alat
dapat tercapai.
Kegiatan yang dilakukan dalam pemeliharaan alat antar lain
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Menyusun program pemeliharaan alat elektromedik


Menyiapkan Lembar Kerja Pemeliharaan Alat Elektromedik
Melakukan pemanasan alat Elektromedik
Melakukan setting parameter/indikator alat Elektromedik
Melakukan perawatan terhadap mekanik dan kelistrikan
Melakukan pemeliharaan asesoris alat Elektromedik
Membuat Laporan Kegiatan Pemeliharaan Alat Elektromedik

Standart dalam kegiatan pemeliharaan


1.
2.

SPO Pemeliharaan Alat.


Diagram Alir Pemeliharaan Alat.

*) SPO & Diagram Alir Pemeliharaan Alat disertakan dalam lembar lampiran
Sarana, Prasarana dan alat kerja
Page 12

1.
2.
3.
4.

Form Pemeliharaan
Alat Kalibrator
Toolset (AVO Meter, tang, obeng, dll)
Bahan bantu pemeliharaan ( Contak claner, Cairan pembersih, pelumas,
kain lab, amplas, kuas)

Standart Pelayanan Minimum Pelayanan kegiatan pemeliharaan alat elektromedik


1.
2.
3.

Alat dengan teknologi Sederhana 45Menit


Alat dengan teknologi Menengah 90Menit
Alat dengan teknologi Tinggih 120Menit

Waktu Pelayanan kegiatan pemeliharaan alat elektromedik milik rumah sakit


mengacu pada jadwal pemeliharaan alat, yang dibuat pada awal tahun berdasarkan
ruangan. Dan jika alat milik KSO dijadwalkan oleh pemilk alat KSO.
Biaya anggaran pemeliharaan dihitung pada awal tahun anggaran. Dan dibebankan
pada anggaran pemeliharaan Rumah Sakit untuk alat milik rumah sakit. Dan jika alat
milik KSO akan dibebankan pada anggaran biaya pemilik alat kerjasama KSO.
Pemantauan fungsi adalah serangkaian kegiatan yang terdiri dari pendataan,
pemantauan kondisi lingkungan, pemantauan kondisi fisik alat, pemantauan kinerja alat,
dan pemantauan aspek keselamatan. Sehingga dapat memantau peralatan dalam kondisi
laikdansiap pakai dan dapat mengurangi biaya perbaikan karena dapat mendeteksi
kerusakan secara dini dan waktu tidak beroperasinya peralatan akibat kerusakan.
Kegiatan yang dilakukan dalam pemantuan fungsi alat antar lain
1.
2.
3.
4.
5.

Menyusun program pemantuan fungsi alat elektromedik


Menyiapkan Lembar pemantuan fungsi Alat Elektromedik
Melakukan pemanasan alat Elektromedik
Memeriksa Fisik, Fungsi dan kelengkapan asesoris Alat Elektromedik
Membuat Laporan Kegiatan Pemantauan Fungsi Alat Elektromedik

Standart dalam kegiatan pemeliharaan


1.

SPO pemantuan fungsi Alat.

2.

Diagram Alir pemantuan fungsi Alat.

Sarana, Prasarana dan alat kerja


1.

Form pemantuan fungsi

Standart Pelayanan Minimum Pelayanan kegiatan pemantuan fungsi alat


elektromedik :
1.

Alat dengan teknologi Sederhana 45Menit

Page 13

2.

Alat dengan teknologi Menengah 90Menit

3.

Alat dengan teknologi Tinggih 120Menit

Pelaksanaan Pemeliharaan dan Pemantauan Fungsi juga dilakukan terhadap Sentral &
Instalasi Gas Medik, yang merupakan system vital pendukung peralatan medik dan
kesatuan utuh dalam pelayanan medik. Pelaksanaannya mengikuti program
pemeliharaan alat medik, termasuk SOP, Jadwal, dan alur flow chart.
A.1.2. Perbaikan
Perbaikan adalah serangkaian kegiatan yang terdiri dari analisa kerusakan,
identifikasi suku cadang, penyiapan suku cadang, perbaikan alat dengan atau tanpa
penggantian suku cadang, uji kenerja, penyetelan/adjutsment, dan pengukuran aspek
keselamatan. Sehingga dapat menggembalikan fungsi alat kefungsinya sebenarnya.
Perbaikan dapat dilakukan dengan perbaikan

internal dan perbaikan external.

Perbaikan internal dikerjakan oleh teknisi IPE sedangkan perbaikan external


dikerjakan oleh Keagenan, Distributor dan pihak lain yang berkompeten.
Kegiatan yang dilakukan dalam Perbaikan alat antar lain :
1. Menyiapkan Lembar kerja Perbaikan Internal
2. Mencari penyebab kerusakan (troubleshooting)
3. Melakukan analisa solusi perbaikan alat elektromedik
4. Melakukan pengujian suku cadang pengganti
5. Melakukan penggantian komponen/modul (PC Board) yang rusak
6. Melakukan uji fungsi alat setelah perbaikan
7. Melakukan verifikasi/pengujian/kalibrasi alat
8. Membuat Laporan Kegiatan Perbaikan Alat Elektromedik

Standart dalam kegiatan perbaikan :


1.
2.

SPO Perbaikan Alat.


Diagram Alir Perbaikan Alat (Terlampir).

*) SPO & Diagram Alir Perbaikan Alat disertakan dalam lembar lampiran.
Sarana, Prasarana dan alat kerja :
1.
2.
3.
4.

Form Perbaikan
Alat Kalibrator
Toolset (AVO Meter, tang, obeng, dll)
Bahan bantu Perbaikan Internal ( Contak claner, Cairan pembersih,
pelumas, kain lab, amplas, kuas)

Standart Pelayanan Minimum Pelayanan kegiatan Perbaikan alat elektromedik :


1.

Alat dengan teknologi Sederhana 1 Jam

Page 14

2.
3.

Alat dengan teknologi Menengah 3 Jam


Alat dengan teknologi Tinggi 6 Jam

Waktu kegiatan Perbaikan Internal alat elektromedik :


1. Pengaduan dari user
2. Telaah hasil pemeliharaan dan pemantauan fungsi
3. Telaah hasil kalibrasi
A.1.3. Kalibrasi
Kalibrasi adalah Serangkaian kegiatan yang membentuk, hubungan antara nilai
yang ditunjukkan oleh instrumen pengukur atau sistem pengukuran, atau nilai yang
diwakili oleh bahan ukur, dengan nilai-nilai yang sudah diketahui yang berkaitan dari
besaran yang diukur dalam kondisi tertentu. Sehingga peralatan aman dipakai. Dalam
pelaksanaanya kalibrasi dapat dilaksanakan oleh teknisi sendiri ( Kalibrasi Internal)
dan oleh pihak lain (Kalibrasi External)
Kegiatan yang dilakukan dalam Kalibrasi Internal alat antar lain:
1. Melakukan pemeriksaan fisik dan fungsi alat
2. Melakukan pengukuran keselamatan listrik ( untuk alat yg menggunakan
listrik)
3. Melakukan pengukuran kinerja alat
4. Melakukan estimasi ketidakpastian pengukuran
5. Melakukan telaah teknis untuk menentukan kelaikan alat
6. Membuat Laporan Kegiatan Pengujian/Kalibrasi Alat Elektromedik
Standart dalam kegiatan Kalibrasi Internal
1. SOP Kalibrasi Internal.
2. Mengacu pada Kalibrasi Peralatan Medik.
*) SPO & Diagram Alir Kalibrasi Internal disertakan dalam lembar lampiran
Sarana, Prasarana dan alat kerja
1. Form Kalibrasi Alat Kesehatan
2. Label
3. Sertifikat Kalibrasi Internal
4. Alat Kalibrator
Waktu kegiatan Kalibrasi Internal alat elektromedik mengacu jadwal Kalibrasi
Internal
Standart Pelayanan Minimum Pelayanan kegiatan Kalibrasi Internal alat
elektromedik
1. Alat dengan teknologi Sederhana 1 Jam
2. Alat dengan teknologi Menengah 3 Jam
3. Alat dengan teknologi Tinggi 6 Jam
A.1.4. Monitoring, Evaluasi Dan Pelaporan
Monitoring, evaluasi dan pelaporan merupakan rangka pengkajian dan
pembinaan terhadap pelaksanaan pelayanan elektromedik.

Page 15

A.1.4.a. Monitoring
Monitoring merupakan proses pengamatandan pengumpulan data yang dilakukan
pada saat berlangsungnya kegiatan pelayan elektromedik. Aspek yang dimonitoring
meliputi :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Perencanaan
Pemeliharaan
Perbaikan
Pengujian / kalibrasi
Pengadaan
Penghapusan

Hasil monitoring yang elah dilakukan dipaki sebagai dasar untuk menilai dan
mengevaluasi pelaksanaan pelayanan elektromedik. Kegiatan monitoring dapat
dilakukan secara langsung dengan melakukan pengamatan pada saat dikakukan kegiatan
pelayanan elektromedik, dapat juga dilakukan dengan tidak langsung melalui hasil
laporan kegiatan
A.1.4.b. Evaluasi
Evaluasi adalah proses penilaian dan analisi yang bertujuan untuk memperoleh
bahan pembinaan, pengembangan dan peningkatan proses pelaksanaan pelayanan
elektromedis. Hasil dari evaluasi digunakan untuk informasi atau umpan balik terhadap
pelayanan elektromedik. Kegiatan yang perlu adanya evaluasi antara lain :
a) Melakukan Evaluasi Rencana Kegiatan tahunan
b) Melakukan Evaluasi persediaan suku cadang, bahan dan material
pemeliharaan.
c) Melakukan evaluasi kondisi alat kerja elektromedik
d) Melakukan evaluasi kondisi alat Kalibrator
e) Melakukan evaluasi hasil uji alat kerja elektromedik
f) Melakukan evaluasi hasil pemeliharaan berkala elektromedik
g) Melakukan evaluasi hasil pemantauan fungsi alat elektromedik
h) Melakukan evaluasi hasil analisa kerusakan / kegiatan perbaikan alat medik
i) Melakukan evaluasi hasil pemasangan atau instalasi alat medik
j) Melakukan evaluasi hasil pemindahan alat medik
k) Melakukan evaluasi hasil uji kalibrasi alat medik
l) Melakukan evaluasi atau kajian penghapusan
m)Melakukan evaluasi Kegiatan Tahunan
A.1.4.c. Pelaporan
Pelaporan merupakan dokumen hasil monitoring dan evaluasi yang perlu
dilakukan untuk mengetahui seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan, atau metode

Page 16

yang dilakukan untuk melaporkan segala bentuk kegiatan yang

terkait dengan

pemberian pelayanan elektromedik sesuai rencana kerja yang sudah dikerjakan.


Pelaroran harus disimpan dan disampaikan kepada yang memberi tugas sebagai bahan
dokumen rencana tindak lanjut.Laporan yang dilakukan antara lain :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Membuat Laporan Kegiatan Tahunan


Membuat Laporan Pemantauan Fungsi
Membuat Laporan Pemeliharaan Peralatan Elektromedik
Membuat Laporan Pemeliharaan Alat Ukur Standar
Membuat Laporan Perbaikan Peralatan Elektromedik
Membuat Laporan Perbaikan Alat Ukur Standar
Membuat Laporan Pengujian/Kalibrasi Peralatan Elektromedik
Membuat Laporan Kalibrasi Alat Ukur Standar
Membuat Laporan Hasil Kajian Terhadap Kelayakan Fungsi Alat
Elektromedik

a. Jenis Laporan
Adapun jenis laporan yang dikerjakan dibuat oleh Instalasi Pemeliharaan Elektomedik
terdiri dari :
1. Laporan Rutin
Laporan rutin yang dikerjakan oleh Instalasi Pemeliharaan Elektomedik terdiri dari :
a.

Laporan Harian

Laporan harian Instalasi Pemeliharaan Elektomedik dibuat oleh masing-masing


penanggung jawab program kegiatan dalam bentuk tulisan dan dilaporkan kepada
Ka Instalasi Pemeliharaan Elektomedik. Adapun bentuk tulisan dan format
berdasarkan program kegiatan masing masing dan jenis nama alat. Adapun hal
hal yang dilaporkan adalah :

b.

a)
Nama Program Kegiatan
b)
Nomer Kegiatan
c)
Nama ruangan dimana alat tersebut digunakan
d)
Tanggal kegiatan
e)
Specifikasi alat
f)
Keterangan Alat
Laporan Bulanan

Laporan Bulanan Instalasi Pemeliharaan Sarana Medik dibuat oleh Ka Instalasi


Pemeliharaan Sarana Medik dan dilaporkan kepada Manageman atau Direktur
selambat lambatnya pada minggu pertama bulan berikutnya (tanggal 7) Adapun
hal hal yang dilaporkan adalah :

Page 17

a)
Laporan kegiatan Progam kegiatan secara keseluruan
b)
Permasalahan yang terselesaiakan maupun belum
c)
Evaluasi tindak lanjut dan rencana yang akan datang
c. Laporan Tahunan
Laporan tahunan Instalasi Pemeliharaan Elektomedik dibuat oleh Ka
Instalasi Pemeliharaan Elektomedik dan dilaporkan kepada Manageman atau
Direktur selambat lambatnya pada minggu pertama tahun berikutnya
(tanggal 7) Adapun hal hal yang dilaporkan adalah :

2.

a) Laporan kegiatan Progam kegiatan secara keseluruan


b) Permasalahan yang terselesaikan maupun belum
c) Evaluasi tindak lanjut dan rencana yang akan datang
Laporan Insidentil
Laporan isidentel bersifat sewaktu-waktu bila ada masalah atau sesuatu hal

yang perlu dilaporkan secara isidentil.


B. Tugas Tambahan
B.1. Pemantauan & Pemeliharaan
B.2. Inventori atau Inventarisasi
Inventori adalah kegiatan untuk mencatat dan menyusun barang barang/ bahan
yang ada secara benar menurut ketentuan yang berlaku. Kegitan intentori terhadap
barang barang yang tidak habis pakai (Aset) dan dilakukan dalam rangka
penyempurnaan pengurusan dan pengawasan terhadap kegiatan pelayanan elektromedik.
Inventarisasi mempunyai tujuan pokok sebagai berikut :
a) Memudahkan pelaksanaan kegiatan pengawasan/ kontrol, baik dalam penggunaan
keuangan maupun dalam menilai tanggung jawab pemeliharaan dan penghematan
b)

barang.
Membantu pimpinan dalam merencanakan, mengadakan, menyalurkan, menyimpan

c)

dan memelihara serta menghapus barang secara bertanggung jawab.


Mempercepat proses pembuatan laporan, baik yang harus disampaikan secara
rutin/berkala maupun yang harus disampaikan secaraisidentel apabila diminta oleh
atasan.
Dalam melaksanakan kegiatan inventarisasi harus dimasukkan dalam buku

inventaris. Buku invetaris tersebut harus mencantumkan hal-hal yang meliputi :


a)
b)
c)
d)

Penempatan alat (dimana posisi alat tersebut berada)


Nama Alat
Kode Alat
Specifikasi Teknik, yang terdiri dari :
1. Merk Alat
2. Type Alat
Page 18

e)
f)
g)
h)

3. Serial Nomer
Tahun pengadaan
Sumber dana pengadaan
Penyedia Alat
Kondisi alat / telaah alat

B.2. Pengadaan Alat Medik


Proses pengadaan yang dilaksanakan adalah pengadaan alat medis. Pengadaan
alat medis adalah kegiatan untuk memperoleh alat medis yang prosesnya dimulai dari
perencanaan kebutuhan sampai diselesaikannya seluruh kegiatan untuk memperoleh
alat medis. Proses yang dilaksanakan antar lain :
1. Menghitung tingkat kebutuhan peralatan elektromedik
2. Memahami specifikasi peralatan elektromedik yang dibutuhkan
3. Menganilisis specifikasi teknik peralatan elektromedik yang dibutuhkan
4. Memilih peralatan elektromedik yang sesuai dengan yang dibutuhkan
5. Menghitung kebutuhan pra-instalasi dan instalasi peralatan medik
6. Menghitung biaya pemeliharaan dan perbaikan
7. Menghitung biaya kalibrasi
8. Menganalisa penawaran perbaikan / kerjasama operasional peralatan elektromedik
9.

atau peralatan penguji/kalibrasi dan inspeksi dari pihak ketiga


Menentukan hasil penawaran perbaikan/kerjasama operasional

peralatan

elektromedik atau peralatan penguji/kalbrasi dan inspeksi dari pihak ketiga


10. Mengawasi penerimaan hasil pekerjaan perbaikan/kerjasama operasioanl peralatan
elektromedik atau peralatan penguji/kalbrasi dan inspeksi dari pihak ketiga
B.3. Penghapusan Alat
Penghapusan adalah tindakan menghapus barang milik negara dari daftar barang
dengan menerbitkan surat keputusan dari pejabat yang berwenang untuk membebaskan
pengguna barang dan/atau kuasa penguna barang dan/atau pengelola barang dari
tanggung

jawab

administrasi

dan

fisik

atas

barang

yang

berada

dalam

penguasaannya.Syarat Penghapusan :
1. Tidak Dapat Digunakan,
2. Tidak Dapat Dimanfaatkan,
3. Tidak Dapat Dipindah Tangankan
Penghapusan dapat dilakukan dengan cara :
1.
Dibakar;
2.
Dihancurkan;
3.
Ditimbun;
4.
Ditenggelamkan Dalam Laut;
5.
Sesuai Dengan Ketentuan Perundang-Undangan
Proses yang dilaksanakan antar lain :
1.
Menganalisa tingkat kerusakan peralatan elektromedik
2.
Menganalisa perkembangan teknologi
3.
Menganalisa efektifitas sistem keselamatan kerja

Page 19

4.

Menghitung efisieni biaya

B.4. Pendidikan dan Pelatihan


Pendidikan dan pelatihan adalah suatu upaya peningkatan pengetahuan
pemahaman SDM IPE dibidang pelayanan elektromedik secara berkesinambungan
untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang merupakan kegiatan
pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan potensi dan produktivitas
secara optimal. Serta mendapatkan wawasan pengetahuan dan keterampilan
dibidangnya. Ruang lingkup pendidikan dan Pelatihan meliputi :
a.
Pendidikan Formal berkelajutan
Pendidikan formal berkelanjutan merupakan upaya peningkatan keilmuhan yang

b.

linier guna peningkatan strata. Pendidikan yang diikuti :


1. D-IV Elektromedik,
2. Sarjana/S-1 Elektromedik
3. Magister/S-II Elektromedik
Pelatihan
Pelatihan meliputi pelatihan elktromedik yang bersifat indoor dan outdoor.
Pelatihan indoor meliputi :
1. Pertemuan Ilmiah
2. Seminar
3. Lokakarya
Pelatihan outdoor meliputi :
1. Magang Kerja
2. Studi Banding
3. Uji Profesiensi

B.5. Pendampingan dan Pembelajaran


Kegiatan yang dilaksanakan dalam pendampingan antara lain :
1. Pendampingan teknisi KSO dalam hal pemeliharaan
2. Pendampingan pengambilan data kalibrasi external
3. Pendampingan perbaikan alat oleh pihak ke-3
4. Pendampingan instal alat baru
5. Pendampingan pemindahan alat oleh pihak ke-3
Kegiatan yang dilaksanakan dalam pembelajaran antara lain :
1. Pembimbing Praktek Kerja Lapangan
2. Penyuluh
3. Narasumber, tutor, dan atau dosen

Page 20

BAB V
MANAJEMEN RESIKO

A. Identifikasi Kecelakaan Kerja


Kecelakaan kerja adalah kejadian yang tidak terduga dan tidak diharapkan dari
kegiatan pelayanan Elektromedik yang menyebabkan kerugian material serta
penderitaan fisik dan mental dari yang paling ringan sampai kepada yang paling berat.
Kecelakaan di IPE dapat berbentuk 2 jenis yaitu :
1. Kecelakaan medis, jika yang menjadi korban pasien
2. Kecelakaan kerja, jika yang menjadi korban adalah user atau teknisi elektromedik
Penyebab kecelakaan kerja dapat dibagi dalam kelompok :
1.

Kondisi berbahaya (unsafe condition), yaitu yang tidak aman dari:

Page 21

a.

Mesin, peralatan, bahan dan lain-lain


Contohnya, Alat Sterilisator (Autoclave, Steril UV), X-Ray Unit,
Phototherapy, dll

b.

Lingkungan kerja
Contohnya, Pelayanan Elektromedik di Ruang Radiologi, yang beresiko
terpapar X-Ray, dsb.

c.

Proses kerja
Contohnya, pelayanan Elektromedik pada peralatan bedah & laboratorium
yg beresiko penularan penyakit, dsb.

d.

Sifat pekerjaan
Contohnya, perbaikan & pemeliharaan panel kelistrikan, elektronika, dsb.

e.

Cara kerja
Contohnya, pekerjaan mengangkat, menaiki tangga, berjongkok dalam
waktu lama, dsb.

2. Perbuatan berbahaya (unsafe act), yaitu perbuatan berbahaya dari manusia,yang


dapat terjadi antara lain karena:
a.

Kurangnya pengetahuan dan keterampilan pelaksana


Contohnya, kurangnya kepatuhan menaati SOP, APD, Hyginitas, dsb.

b.

Cacat tubuh yang tidak kentara (bodily defect)


Contohnya tremor pada jemari, terganggunya penglihatan, dsb.

c.

Keletihanan dan kelemahan daya tahan tubuh.


Contohnya keletihan yang mengakibatkan kekurang presisian pengukuran
parameter, dsb

d. Sikap dan perilaku kerja yang tidak baik


Contohnya kurang hati-hati dalam melakukan pelayanan elektromedik pada
alat & area yang beresiko, dsb.
Beberapa contoh kecelakaan yang banyak terjadi di IPE :
1. Terpeleset, tersandung, terjatuh, ketika beraktifitas dalam pelayanan elektromedik
Resiko yang bisa diakibatkan : lecet, memar, luka, cedera ringan hingga parah.

Page 22

2. Tertimpa, terjepit, terkilir ketika harus mengangkat dan memindahkan peralatan


medic
Resiko yang bisa diakibatkan : lecet, memar, luka, cedera ringan hingga parah.
3. Tersengat arus listrik ketika beraktifitas dalam pelayanan elektromedik.
Resiko yang bisa diakibatkan : shock, luka bakar / combust, dsb.
4. Terpapar X-Ray, Sinar UV, Sinar Blue Light ketika beraktifitas dalam pelayanan
elektromedik
Resiko yang bisa diakibatkan : Terkena radiasi pengion, iritasi, gangguan
penglihatan, dsb.
5. Terpapar panas, uap panas, gas anaesthesi, & bahan B3 lainnya ketika beraktifitas
dalam pelayanan elektromedik.
Resiko yang bisa diakibatkan : Luka bakar / Combust, keracunan, dsb.

Daftar Area / Daerah Beresiko Tinggi beserta Pajanan :

AREA

PAJANAN

Workshop / Bengkel
Kerja

Kecelakaan, Sengatan Listrik, Panas, Bising, Getaran, Ergonomi

CSSD

Kecelakaan, Sengatan Listrik, Panas, Bising, Getaran, Ergonomi,


Bahan Kimia, Biologic Hazard

Radiologi

Kecelakaan, Sengatan Listrik, Radiasi Pengion, Ergonomi, Bahan


Kimia

Sentral Gas Medik

Kecelakaan, Sengatan Listrik, Panas, Bising, Getaran, Ergonomi

Laboratorium

Kecelakaan, Sengatan Listrik, Ergonomi, Bahan Kimia, Biologic


Hazard

Kamar Bedah &


Recovery

Kecelakaan, Sengatan Listrik, Ergonomi, Gas Anaesthesi, Radiasi


Pengion, Radiasi Iritan, Bahan Kimia, Biologic Hazard

Ruang Perawatan

Kecelakaan, Sengatan Listrik, Ergonomi, Radiasi Iritan, Bahan


Kimia, Biologic Hazard

Page 23

Bahaya Kesehatan yang Berkaitan dengan Lokasi dan Pekerjaan serta


manajemen/ pengelolaannya di RSUD Bangil Kab. Pasuruan, adalah
sebagai berikut :
N
o

Bahaya
Potensial

Lokasi

Sumber /
Penyebab

Resiko

Manajemen/
Pengelolaan

FISIK :
Bising

Workshop,
Sentral Gas
Medik,
CSSD

Alat Kerja
(gerinda, bor),
Pompa Gas
Medik,
Autoclave,
Kompressor
Udara

Gangguan
pendengar
an

1. Sarana/
prasarana/
fasilitas
sesuai
regulasi,
berizin dan
dilakukan
pemelihara
an dan
pengawasa
n.
2. SDM sesuai
kompetensi
(ada
sertifikat/
ijazah), ada
jadual
pelatihan,
pakai APD

Getaran

Workshop,
Sentral Gas
Medik,
CSSD

Alat Kerja
(Kompressor
Udara), Pompa
Gas Medik

Gangguan
Syaraf

1. Sarana/
prasarana/
fasilitas
sesuai
regulasi,
dilakukan
pemelihara
an dan
pengawasa
n. Upaya
eliminasi
untuk
mengurangi
getaran
misal diberi
peredam
bila
memungkin
kan.
2. SDM sesuai
kompetensi
(ada
sertifikat/
ijazah), ada
jadual
pelatihan,
pakai APD
berupa ear

Page 24

plug/ ear
muf
Debu

Gudang
Alat,
Worksop,
Sentral Gas
Medik,
CSSD

Tempat
Penyimpanan
Alat Kerja,
Bahan Kerja
dan Spare Part.
Pompa Gas
Medik,
Kompressor
Udara.

Alergic,
ISPA

Sarana/
prasarana/
fasilitas sesuai
regulasi,
dilakukan
pemeliharaan
dan pengawasan.
Upaya eliminasi
untuk
mengurangi debu
dan kelancaran
sirkulasi udara
ruang. SDM
pakai APD
minimal masker

Panas

Workshop,
CSSD,
Sentral Gas
Medik, Poli
Rehab
Medik, &
Beberapa
Inst.
Keperawata
n

Alat Kerja
(solder, heater,
dsb),
Autoclave,
Pompa Gas
Medik,
Sterilisator, dan
Alat
Elektromedik
penghasil
panas lainnya
(Infra Red
Therapy, SWD,
dsb)

Ruam, Luka
bakar /
Combust
(ringan
hingga
parah)

Sarana/
prasarana/
fasilitas sesuai
regulasi,
berizin dan
dilakukan
pemeliharaan
dan
pengawasan.
Upaya
eliminasi
untuk
mengurangi
panas dan
kelancaran
sirkulasi udara
ruang. SDM
pakai APD.

Page 25

Radiasi
Pengion

Inst.
Radiologi,
OK Sentral.

X-Ray Unit, CTScan, C-Arm.

Gangguan
sel-sel
tubuh
(Carsinoge
nic & sel
reproduksi)

1. Sarana/
prasarana/
fasilitas
sesuai
regulasi,
berizin dan
dilakukan
pemelihara
an dan
pengawasa
n. Upaya
eliminasi
(mengurang
i bahaya)
seperti
pemberian
Pb pada
bangunan
radiasi atau
Substitusi
(mengganti
) supaya
tidak
bahaya
apabila bisa
dilakukan.
2. SDM sesuai
kompetensi
(ada
sertifikat/
ijazah), ada
jadual
pelatihan,
pakai APD
berupa
apron,
google,
sarung
tangan
(ber-Pb
untuk
melindungi
dari radiasi)

Radiasi
Iritan

Beberapa
Inst.
Keperawata
n

Sterilisator UV,
Phototeraphy

Iritasi selsel
epidermis
(kulit,
mata)

Sarana/
prasarana/
fasilitas sesuai
regulasi, berizin
dan dilakukan
pemeliharaan
dan pengawasan.
Upaya eliminasi
untuk
mengurangi
panas dan

Page 26

kelancaran
sirkulasi udara
ruang. SDM
pakai APD

KIMIA :
Desinfekt
an

Gas-gas
Anaestesi

BIOLOGIK
:

AIDS,
Hepatitis
B dan
Non ANon B

Semua
area.

Ruang
operasi
gigi, OK,
ruang
pemulihan
(RR).

Alergic

Mesin
Anaesthesi

Gangguan
syaraf
(ringan
hingga
berat)

IGD, Kamar
Operasi,
laboratoriu
m, CSSD,
Inst.
Keperawata
n

Tuberculo
sis, dsb

Laboratoriu
m, Ruang
Isolasi.

ERGONOMIK :

Wokshop

Pekerjaan
yang
dilakukan

Lantai
Ruangan,
Peralatan &
Instrumen yg
didisinfektan

Semua
Peralatan
Elektromedik
yang beresiko
terpapar

Kegiatan
Pelayanan

Terkontami
nasi Virus,
Bakteri,
Kuman &
Fungi

Cedera
ringan
hingga
berat

1. Sarana/
prasarana/
fasilitas
sesuai
regulasi,
berizin dan
dilakukan
pemelihara
an dan
pengawasa
n. Upaya
eliminasi
(mengurang
i bahaya)
seperti
pengaturan
sirkulasi
udara ruang
atau
Substitusi
(mengganti
bahan)
supaya
tidak
bahaya
apabila bisa
dilakukan.
2. SDM sesuai
kompetensi
(ada
sertifikat/
ijazah), ada
jadual
pelatihan,
pakai APD
berupa
masker,
handschoen
/ sarung
tangan,
baju
pelindung
1. Sarana/
prasarana/
fasilitas
sesuai
regulasi,

Page 27

secara
manual
(jongkok,
memanjat
, dsb)

Postur
yang salah
dalam
melakukan
pekerjaan
(mengang
kat beban)

Kantor,
Workshop,
Inst. /
Ruangan

Kegiatan
Pelayanan

Cedera
ringan
hingga
berat

Pekerjaan
yang
berulang
(mengetik,
menggerg
aji)

Kantor,
Workshop,
Inst. /
Ruangan

Kegiatan
Pelayanan

Gangguan
Motorik

PSIKOSOSIAL :
Sering
kontak
dengan
pasien,
kerja
bergilir,
kerja
berlebih,
ancaman
secara
fisik.

Kantor,
Workshop,
Inst. /
Ruangan

Kegiatan
Pelayanan

Gangguan
Emosional
ringan
hingga
berat

dilakukan
pemelihara
an dan
pengawasa
n. Upaya
eliminasi
(mengurang
i bahaya)
seperti
pengaturan
saranaprasarana
sesuai
ergonomi.
2. Inspeksi
pada setiap
alat kerja
sesuai
aspek
keselamata
n
3. SDM sesuai
kompetensi
(ada
sertifikat/
ijazah), ada
jadual
pelatihan.
Upaya
administrasi
seperti
pengaturan
jam kerja
(shift), libur
ataupun rotasi,
jadual
pelatihan
untuk
memberi
motivasi SDM
dalam bekerja

B. Penanganan Kecelakaan Kerja


Prosedur Penanganan Jika terjadi Kecelakaan Medis & Kecelakaan Kerja :
1. Berikan pertolongan pertama pada korban (pasien, operator alat, atau teknisi) dengan
penanganan sesuai keluhannya. Berikan penanganan lebih lanjut jika diperlukan
dengan merujuk / mengantarkan korban ke IGD sesegera mungkin jika diperlukan.

Page 28

2. Putus segera aliran listrik atau aliran gas medik dan bebaskan dari bahan B3 lainnya
pada area kejadian jika diperlukan sesuai kasus yang terjadi.
3. Amankan segera alat medic, utility atau instalasi yang menjadi penyebab kecelakaan
kerja tersebut. Lakukan perbaikan.
3. Sterilkan sementara area kejadian dari pasien, operator, teknisi, petugas, karyawan,
pengunjung lainnya jika diperlukan guna menghindari hal yang tidak diinginkan.
4. Lakukan analisa kejadian dan penyebab kecelakaan kerja tersebut. Lakukan langkah
penanggulangan secepatnya dan pencegahan agar tidak terulang lagi di kemudian
hari.
5. Catat, dokumentasikan, dan laporkan kejadian kecelakaan kerja tersebut pada Kepala
Instalasi / atasan dan Tim K3.
C. Pencegahan Kecelakaan Kerja
Langkah-langkah pencegahan kecelakaan kerja :
1. Tetapkan Standar Prosedur Operasional Pelayanan Elektromedik (Pemeliharaan,
Perbaikan, Kalibrasi Internal).
2. Periksa dan lakukan update pada SOP tersebut jika diperlukan.
3. Patuhi SOP tersebut dalam pelayanan Elektromedik.
4. Lengkapi dan pakai selalu Alat Pelindung Diri (APD) selama melakukan kegiatan
pelayanan Elektromedik
5. Periksa SOP pengoperasian alat medic dan sosialisasikan tentang kepatuhan SOP
tersebut pada operator alat medic.
6. Identifikasi area beresiko kecelakaan kerja dan lakukan pemeriksaan berkala area
tersebut.
7. Lakukan pemeriksaan secara berkala kelayakan alat medic, alat ukur dan alat kerja
yang dipakai.

Page 29

BAB VI
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pedoman kegiatan organisasi ini adalah :
1.

Merupakan

pedoman

dalam

rangka

menjalankan

kegiatan

pelayanan

elektromedik.
2.

IPS MEDIK merupakan organisasi Fungsional yang bekerja sebagai penunjang


pelayanan medik di RSUD Bangil Kab. Pasuruan

B. Saran
Pedoman kegiatan organisasi IPS MEDIK dibuat agar dapat digunakan
sebagai mana mestinya. Dan jika terdapat perubahan pada masa yang akan
mendatang akan dilakukan revisi lebih lanjut.

Bangil,
DIREKTUR RSUD BANGIL KAB. PASURUAN

dr. AGUNG BASUKI, M.Kes.


Pembina Tingkat I
NIP. 19600504 198902 1 001

Page 30

Page 31

Anda mungkin juga menyukai