Anda di halaman 1dari 25

ANALISIS PERANAN SEKTOR PERTANIAN TERHADAP

PEREKONOMIAN JAWA TENGAH
(PENDEKATAN ANALISIS INPUT-OUTPUT)
Oleh : Dimas Gadang Tattaqun Sukanto
Dosen Pembimbing : Hastarini Dwi Atmanti, SE., M.Si
Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan
Fakultas Ekonomi
Universitas Diponegoro
2011

Abstract
This study aims to analyze the linkages of agriculture sector to other sectors of the
economy of Central Java and also to know the multiplier output and export multiplier of the
agricultural sector. The agricultural sector which in fact is the dominant sector in Central
Java can not develop optimally due to lack of maximum use of existing resources, so can not
meet the needs of the region.
Input-Output Analysis is used to see the linkages between inputs and outputs and a
multiplier of and for the agricultural sector. Estimation of linkage in this study were analyzed
by using the Input Output Table of Central Java in 2008 Classification of 88 sectors to 37
sectors and then simplified by aggregating the sectors outside the agricultural sector.
The result of linkage analysis of the agricultural sector is more sectors that have direct
relevance to the next larger than the direct linkage to the rear, so that subs agricultural
sector more involved in the output multiplier. Figures backward linkage is the largest sub
sector Foodstuff Others at 1.46018 and numbers forward linkage is the largest sub-sector
linkages Cane with a number of 38.06591. Figures output multiplier is the largest subsector
Other Food for 52.76845. Optimizing the output and input from the sub sector Foodstuff
Others and Cane can maximize the production of other sectors that use the output from the
sub-sectors such as raw materials for production, but it also can affect the absorption of
labor to other sub-sectors. The research also details how the impact of changes in output due
to changes in primary inputs, primary input on the impact of increased fertilizer subsidy
budget of 14.1 billion would increase the output of the economy amounted to 2912 billion
Rupiah.
Keywords : Input-Output, Forward and Backward Linkages, Central Java Province,
Multiplier

PENDAHULUAN
Indonesia dikenal sebagai negara agraris yang berarti Negara yang
mengandalkan sektor pertanian baik sebagai sumber mata pencaharian maupun
sebagai penopang pembangunan. Sektor pertanian meliputi subsektor tanaman bahan
makanan, subsektor holtikultura, subsektor perikanan, subsektor peternakan, dan
subsektor kehutanan. Pertanian merupakan salah satu sektor yang sangat dominan
dalam pendapatan masyarakat di Indonesia karena mayoritas penduduk Indonesia
bekerja sebagai petani. Namun produktivitas pertanian masih jauh dari harapan. Salah
satu faktor penyebab kurangnya produktivitas pertanian adalah sumber daya manusia
yang masih rendah dalam mengolah lahan pertanian dan hasilnya. Mayoritas petani di
Indonesia masih menggunakan sistem manual dalam pengolahan lahan pertanian.

No
1
2
3
4
5

Tabel 1.1
Tingkat Kontribusi Sektor Pertanian Terhadap PDRB
Menurut Propinsi di Pulau Jawa
Propinsi
Kontribusi Sektor Pertanian (Persen)
DKI Jakarta
0,13
Jawa Barat
19,14
Jawa Tengah
29,45
Daerah Istimewa Yogyakarta
26,79
Jawa Timur
24,49
JUMLAH
100

Sumber : Statistik Indonesia, 2007
Tabel 1.1 menunjukkan bahwa kontribusi sektor pertanian Jawa Tengah
terhadap PDRB merupakan yang paling besar (20,03 persen) diikuti oleh Propinsi
DIY (18,22 persen) dan Jawa Timur (16,66 persen), sementara propinsi DKI Jakarta
yang notabene Ibukota Republik Indonesia adalah propinsi yang tingkat kontribusi
sektor pertaniannya terhadap PDRB paling rendah (0,09 persen). Peranan sektor
pertanian yang meliputi pertanian pangan dan hortikultura, perkebunan, peternakan
dan perikanan, dalam perekonomian Jawa Tengah selama ini masih dominan. Namun,
produktivitas sektor pertanian tercatat paling rendah dibandingkan sektor lainnya.

71 PDRB Total 5. sektor keuangan. Pengangkutan dan 4. 6.09.16 100. Pertambangan dan 2.28 15.40 5.90 0.78 6.66 persen) dan sektor pengangkutan dan komunikasi (7.72 5. .27 100. 2008 Dari tabel 1.00 6.41 4.02 100.2 Pertumbuhan Sektor Ekonomi di Jawa Tengah Tahun 2004-2008 Sektor 2004 2005 2006 2007 1.12 5.73 5. 2008 Pada tahun 2008.76 6.00 32. Gas. hotel dan restoran yang hanya sebesar 19.52 5.81 7. Pertanian 5.81 Jasa Perusahaan 9.91 3.22 5.56 4. Perdagangan.78 2.2 juga dapat dilihat bahwa pertumbuhan di sektor pertanian dari tahun 2004-2007 mengalami penurunan.92 2006 20.85 6.09 2005 19.60 0. Gas. Keuangan.80 4.63 2007 20.Tabel 1. Namun pada tahun 2008 sektor pertanian berada di peringkat ketiga digeser oleh sektor perdagangan hotel dan restoran.81 persen) diikuti dengan sektor jasa-jasa (7.55 6.89 6.20 5. Industri Pengolahan 6.10 7.60 2.64 1.71 1.54 5.67 7.73 9. Dari tabel 1.77 19.08 1. dan Restoran 7.02 32.45 6.83 4.58 4. Persewaan dan 3.78 5.63 20.93.66 5.03 3.34 1. 4. Bangunan 7.03 5.43 1.3 dapat dilihat bahwa pada tahun 2007 sektor pertanian berada di peringkat kedua dengan 20.54 Restoran 7.00 10. Persewaan dan Jasa Perusahaan 9.52 persen).05 5.00 Sumber : PDRB Jawa Tengah. Pengangkutan dan Komunikasi 8.34 6.96 3.46 Sumber : PDRB Jawa Tengah.49 6.00 10.63 8. 2004 19.93 2008 19.52 7.85 100.56 5. dan Air Minum 8.50 4.00 9. dan Air Minum Bangunan Perdagangan. Keuangan.66 19.88 3.80 19. Jasa-jasa PDRB Total 1.41 6. Hotel.83 persen).14 1.07 Komunikasi 8.33 5.84 6.23 Penggalian 3.88 6. 5.73 5.21 6.10 7. Sedangkan sektor pertambangan dan penggalian merupakan sektor dengan pertumbuhan terendah (3.00 10. Hotel.48 10.11 0.97 33.65 10. Jasa-jasa 5.33 4.75 7. dan 2. 2.3 Struktur Ekonomi Jawa Tengah Tahun 2004-2008 Atas Dasar Harga Berlaku (persen) Sektor Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik. dan jasa perusahaan mengalami pertumbuhan yang paling besar (7.84 19.97 33.61 3.46 6. tetapi pada tahun 2008 mengalami peningkatan sebesar 5.59 2008 5.67 3. persewaan.09 3. Listrik.13 5.43 persen berada di atas sektor perdagangan.85 1.09 5. 3.35 5.96 32.25 100. Tabel 1.

Bentuk persamaan sederhana fungsi produksi ini dituliskan sebagai : Y = f (X1. dalam hal ini ada dua aspek penting. Sadono (1994). L. Menurut A. dan T = tingkat teknologi yang digunakan Menurut Boediono (1999). Keberhasilan pembangunan pertanian memerlukan beberapa syarat atau pra kondisi yang untuk tiap daerah berbeda-beda.Berdasarkan penjelasan-penjelasan di atas. 3. . T Mosher ada lima syarat yang harus ada . suatu perekonomian dikatakan tumbuh bila dalam jangka waktu yang cukup lama (lima tahun) mengalami kenaikan output perkapita. Output perkapita adalah output total dibagi dengan jumlah penduduk.. yaitu: output total dan jumlah penduduk. menyatakan bahwa fungsi produksi adalah kaitan antara faktor-faktor produksi dan tingkat produksi yang diciptakan. 2. Pra kondisi tersebut meliputi bidang-bidang teknis. T) Keterangan : K = jumlah stok modal L = jumlah tenaga kerja R = kekayaan alam. Fungsi produksi dinyatakan dalam bentuk rumus : Q = f (K. Pertumbuhan ekonomi berkaitan dengan adanya kenaikan output perkapita. LANDASAN TEORI Menurut Mubyarto (1995) fungsi produksi yaitu suatu fungsi yang menunjukkan hubungan antara hasil produksi fisik (output) dengan faktor-faktor produksi (input).. R. Xn) Sukirno... pertumbuhan ekonomi adalah suatu proses dari kenaikan output perkapita dalam jangka panjang. X2.. dapat dillihat bahwa sektor pertanian belum dimanfaatkan secara maksimal.. ekonomis. Sehingga rumusan masalah dalam penelitian ini bahwa sumbangan sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi di Propinsi Jawa Tengah cenderung rendah apabila dibandingkan dengan beberapa sektor lain. Pertumbuhan ekonomi disini meliputi tiga aspek : 1. Pertumbuhan ekonomi dikaitkan dengan perspektif waktu.. Faktor-faktor produksi dikenal pula dengan istilah input dan jumlah produksi selalu juga disebut output. sosial budaya dan lain-lain. Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu proses (aspek ekonomi).. suatu perekonomian berkembang atau berubah dari waktu ke waktu.

dalam pembangunan pertanian (Mubyarto. tersedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal. dalam buku tersebut dia menggambarkan bahwa suatu perekonomian suatu negara seperti layaknya kehidupan biologis tubuh manusia. 3. 4. Teori kesetimbangan umum merupakan cabang dari teori ekonomi. Antara satu bagian dengan bagian yang lain saling memiliki hubungan. 1995). maka ekuilibrium umum. 2. tersedianya pengangkutan yang lancar dan kontinyu. Pertanian modern yang produktivitasnya sangat tinggi yang disebabkan oleh pemakaian modal dan teknologi yang tinggi pula. berbeda dengan ekuilibrium parsial. Tabel input-output adalah uraian dalam bentuk matriks baris dan kolom yang menggambarkan transaksi barang-barang dan jasa serta keterkaitan antara sektor lainnya (BPS Jawa Tengah. Pertanian tradisional yang produktivitasnya rendah 2. tetapi pemakaian modal dan teknologi masih rendah 3. adanya perangsang produksi bagi peetani. Analisis Input-Output menunjukkan dalam perekonomian secara . 2005). dengan berusaha untuk membuktikan bahwa keseimbangan harga barang ada dan bahwa semua harga pada kesetimbangan. Produk pertanian sudah mulai terjadi dimana produk pertanian sudah ada yang dijual ke sektor komersial atau pasar. terdiri dari saudagar dan pengrajin • kelas masyarakat buruh/labor yang menerima gaji dari tenaganya. Adanya pasar untuk hasil-hasil usahatani. Menurut Todaro. permintaan dan harga dalam ekonomi secara keseluruhan atau banyak dengan beberapa pasar. 5. syarat tersebut adalah : 1. Tableu Economique merupakan sebuah buku hasil tulisan dari seorang dokter yang bernama Francis Quesnay. Teknologi yang senantiasa selalu berkembang. Michael (2006) ada tiga pokok dalam evolusi produksi pembangunan pertanian sebagai berikut : 1. Hal ini berusaha untuk menjelaskan perilaku penawaran. Quesnay membagi masyarakat ke dalam empat golongan (Deliarnov. yaitu yang aktif mengolah tanah seperti pertanian dan pertambangan • Kelas tuan tanah • Kelas yang tidak produktif atau steril. Apabila salah satu syarat tersebut tidak terpenuhi maka terhentilah pembangunan pertanian. 2005) yaitu : • Kelas masyarakat produktif.

Keseimbangan secara umum seluruh sektor dalam perekonomian adalah satu kesatuan sistem. Output total tiap sektor pada umumnya dapat digunakan sepenuhnya oleh sektor lain. 6. Dalam produksi tidak terdapat eksternalitas ekonomis dan disekonomis. sehingga suatu kebijakan yang berkaitan langsung dengan sektor tersebut akan berimbas pada perekonomian secara makro. Analisis keterkaitan ke belakang dan ke depan digunakan untuk mengetahui struktur sektor pertanian sehingga pada . 3. Dalam model input-output. Output suatu sektor merupakan input bagi sektor lainnya begitu pula sebaliknya. Peranan sektor-sektor perekonomian pada hakekatnya merupakan penggambaran dari adanya saling keterkaitan diantara sektor-sektor perekonomian tersebut yang keterkaitannya perlu dianalisis lebih lanjut terhadap sektorsektor lainnya. Subsidi adalah pembayaran yang dilakukan pemerintah kepada perusahaan atau rumah tangga untuk mencapai tujuan tertentu yang membuat mereka dapat memproduksi atau mengkonsumsi suatu produk dalam kuantitas yang lebih besar atau pada harga yang lebih murah. oleh sektor itu sendiri dan oleh sektor permintaan akhir. Dengan kata lain tidak ada kemajuan teknologi. dengan keseimbangan (atau ketidakseimbangan) di satu sektor berpengaruh terhadap keseimbangan atau ketidakseimbangan disektor lain.keseluruhan terkandung saling berhubungan dan saling ketergantungan antar sektor. KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS Aktivitas suatu sektor perekonomian tidak terlepas dengan sektor-sektor perekonomian yang lain. Proporsi input terhadap output selalu konstan. 2. Mudrajat. 4. Peranan sektor pertanian di Propisi Jawa Tengah di analisa dengan menggunakan analisis input-output. Perbandingan antara hasil dan return of scale bersifat tetap. permintaan dan persediaan faktor produksi adalah tertentu (given). 5. Setiap sektor hanya memproduksi satu produk homogen. sehingga koefisien input juga tetap. Sementara itu asumsi-asumsi yang digunakan dalam analisis input-output adalah sebagai berikut (Kuncoro. Kombinasi input ditetapkan dalam proporsi yang ditetapkan secara ketat. sehingga pada akhirnya saling keterkaitan tersebut akan membawa kearah keseimbangan antara penerimaan dan penawaran dalam perekonomian secara keseluruhan. Secara ekonomi. Harga. tujuan subsidi adalah untuk mengurangi harga atau menambah keluaran (output). suatu sektor produktif diidentifikasikan dengan suatu proses atau aktivitas produksi. Perubahan di salah satu sektor akan dapat berpengaruh terhadap sektor yang lainnya. 2001) : 1.

Imam) Dampak Terhadap Pendapatan (Analisis Multiplier Income) (Juhari. Imam) Dampak terhadap kesempatan kerja (Analisis Multiplier Tenaga Kerja) (Juhari. Keterkaitan ke belakang (backward linkages). Ukuran untuk mengetahui perubahan pendapatan langsung (upah/gaji) akibat perubahan satu unit permintaan akhir di . 2. Imam) Sektor Kunci Pertanian yang Mendukung Perekonomian METODE PENELITIAN Definisi dari masing-masing variabel yang digunakan. Ukuran untuk melihat keterkaitan ke belakang sektor ekonomi digunakan indeks daya penyebaran. sehingga tetap bisa dilihat pengaruh sektor pertanian terhadap perekonomian secara keseluruhan. Keterkaitan ke depan (forward linkages). B Hidayah) Keterkaitan ke Belakang (Backward Linkages) (Suhendra. adalah jumlah balas jasa yang diterima oleh faktor produksi rumah tangga (tenaga kerja) berupa upah/gaji yang ikut serta dalam proses produksi di suatu wilayah dalam periode waktu tertentu. adalah keterkaitan suatu sektor terhadap sektor-sektor lain yang menyumbang input kepadanya. Sektor Pertanian Input / Output Keterkaitan ke Depan (Forward Linkages) (Hartanto. Pendapatan. Ukuran untuk melihat keterkaitan ke depan sektor ekonomi digunakan indeks derajat kepekaan. Penelitian ini mengagregasi sektor-sektor lain dalam perekonomian selain sektor pertanian. adalah keterkaitan suatu sektor yang menghasilkan output untuk digunakan sebagai input bagi sektor lain.akhirnya dapat ditentukan subsektor mana yang merupakan sektor kunci (key sector) pada sektor pertanian. yaitu : 1. 3. Susy) Dampak terhadap pertumbuhan Output (Analisis Multiplier Output) (Juhari.

Bentuk input primer adalah upah/gaji. . 204 (pajak tak langsung). adalah seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh sektor-sektor produksi dengan memanfaatkan faktor produksi yang tersedia di suatu wilayah (negara. dan sebagainya) dalam periode tertentu (biasanya satu tahun) tanpa memperhatikan asal-usul pelaku produksi maupun bentuk usahanya. Input Primer. untuk proses produksi sebagai permintaan antara juga permintaan oleh konsumen akhir (permintaan akhir). Komponen input antara terdiri dari barang tidak tahan lama (habis sekali pakai dan pada umumnya kurang dari setahun) baik dari produk wilayah maupun impor dan jasa. penyusutan barang modal.sektor rumah tangga sebagai pensuplai tenaga kerja digunakan pengganda pendapatan (income multiplier). Oleh karena itu output tersebut sering dikatakan sebagai produk domestik. 8. tanah. Input primer disebut juga nilai tambah bruto yang diperoleh dari hasil pengurangan output dengan input antara. 202 (surplus usaha). surplus usaha. Permintaan akhir dalam penyusunan Tabel Input-Output terletak pada kuadran II terdiri dari pengeluaran konsumsi rumah tangga dan lembaga nirlaba. Permintaan akhir atas barang dan jasa untuk keperluan konsumsi.uarkan untuk barang dan jasa yang digunakan yang habis dalam melakukan proses produksi. (dalam Rupiah) 4. Permintaan Akhir dan Impor. Input primer dalam tabel input-output berkode 209 terdiri atas kde 201 (upah dan gaji). modal dan kewiraswastaan. Sepanjang kegiatan produksinya dilakukan di wilayah yang bersangkutan maka produksinya dihitung sebagai bagian dari output wilayah tersebut. Ukuran untuk melihat efek total dari perubahan kesempatan kerja yang tersedia di perekonomian akibat adanya perubahan satu unit permintaan akhir di sektor yang bersangkutan sebesar satu satuan rupiah digunakan pengganda kesempatan kerja (employment multiplier). provinsi. Kesempatan Kerja. dan 205 (subsidi). 203 (penyusutan). 5. perubahan stok dan ekspor. Input Antara. (dalam Rupiah) 6. Faktor produksi tersebut terdiri atas tenaga kerja. permintaan akan barang dan jasa selain permintaan untuk sektor-sektor produksi. bukan untuk proses produksi. Output. 7. adalah biaya yang timbul karena menggunakan faktor produksi dalam suatu kegiatan ekonomi. dan pajak tidak langsung netto. adalah seluruh biaya yang dike. adalah jumlah pekerja yang tersedia dalam proses produksi yang memungkinkan angkatan kerja memperoleh pekerjaan.

Pembentukan modal dalam Tabel Input-Output hanya menggambarkan komposisi barang-barang modal yang dihasilkan oleh sektor-sektor produksi dan tidak menunjukkan pembentukan modal yang dilakukan oleh sektor-sektor produksi dan tidak menunjukkan pembentukan modal yang dilakukan oleh sektor-sektor produksi. jasa asurnasi. Total pengeluaran pemerintah meliputi seluruh pengeluaran untuk belanja pegawai. meliputi pengadaan dan pembelian barang-barang modal baru. Perubahan Stok. Ada dua aspk terpenting di sini yaitu transaksi ekonomi dan penduduk. Pembentukan Modal Tetap. Termasuk pula dalam transaksi ekspor ialah pembelian langsung di pasar domestik oleh penduduk daerah lain. meliputi pengeluaran pemerintah daerah Tingkat I. perjalanan dinas. 12. dan lembaga-lembaga yang lainnya. Ekspor dan Impor. 10. 13. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah. jasa pariwisata. jasa komunikasi dan transaksi komoditi lainnya. 11. baik yang diperoleh dari pihak lain maupun yang dihasilkan sendiri. Tingkat II. barang. perorangan. Transaksi ekonomi meliputi transaksi barang merchandise. selisih antara nilai stok barang pada akhir tahun dengan nilai stok pada awal tahun. dan pemerintahan desa serta pegawai pusat yang ada di daerah dan daerah untuk konsumsi kecuali yang sifatnya pembentukan modal. jasa pengangkutan.9. dikurangi nilai netto penjualan barang bekas dan barang sisa. perusahaan. Konsumsi Rumah Tangga. Penduduk Jawa Tengah mencakup Badan Pemerintah Pusat dan Daerah. biaya pemeliharaan dan perbaikan serta belanja rutin lainnya. seluruh pengeluaran konsumsi rumah tangga dan lembaga swasta yang tidak mencari untung (private non profit institute) selama satu tahun yang meliputi konsumsi barang dan jasa. Margin perdagangan dan biaya transport adalah selisih antara nilai transaksi pada tingkat konsumen atau pembeli dengan tingkat harga produsen. transaksi ekonomi antara penduduk Jawa Tengah dengan bukan penduduk Jawa Tengah. termasuk juga semua pengeluaran untuk kepentingan angkatan bersenjata. baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri/luar propinsi dan barang modal bekas dari luar negeri/luar propinsi oleh sektor-sektor ekonomi. Sebaliknya pembelian langsung di pasar luar negeri/daerah oleh penduduk Jawa Tengah dikategorikan sebagai transaksi impor. .

.A)-1 F Dimana : I = Matriks Identitas berukuran n x n yang elemennya memuat angka satu pada diagonalnya dan nol pada selainnya F = permintaan Akhir X = Output (I .... .. . . Mudrajad.. 2001).. sehingga dalam penelitian ini Tabel InputInput Output Jawa Tengah 88 sektor diubah menjadi 37 sektor. Adapun data yang diperlukan dalam penelitian in ini adalah PDRB Jawa Tengah.. O.. Pada Tabel I-O. matriks kebalikan Leontief memiliki peranan yang sangat penting sebagai alat analisis yang mencerminkan efek langsung dan tidak langsung dari perubahan permintaan akhir terhadap output sektor-sektor sektor dalam perekonomian. ).. Jawa Tengah Dalam Angka dan Tabel Input-Output Output Jawa Tengah 2008. makan dapat dituliskan sebagai berikut : AX + F = X atau F= X – AX X = (I . .. . yaitu data yang dikumpulkan oleh lembaga pengumpul data dan dipublikasikan kepada masyarakat pengguna data (Kuncoro.. namun karena dalam penelitian ini hanya menganalisis sektor pertanian maka sektor-sektor sektor sektor lain (sektor 29 29-88) diagregasi berdasarkan kategori sektor.SUMBER DATA DAN METODE ANALISIS Jenis data yang digunakan adalah data sekunder.1 Metode Pengumpulan Data Dalam penelitian ini pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan metode dokumentasi atau metode studi kepustakaan.. 3. koefisien input atau koefisien teknologi merupakan perbandingan antara jumlah output sektor i yang digunakan dalam sektor j (Xij) dengan input total sektor j (Xj).. + a1n Xn + F1 = X1 a21 X1 +a22 X2+ . . + a1n Xn + F2 = X2 : : : : : an1 X1 +an2 X2+ . .. Dudi) : Dimana : Aij adalah koefisien input Dengan demikian dapat disusun matriks sebagai berikut : a11 X1 +a12 X2+ .. Jika ditulis dalam bentuk persamaan. Tabel Input-Output Output Jawa Tengah 2008 terdiri dari 88 sektor...... Koefisien ini dapat diterjemahkan sebagai jumlah input dari sektor i yang dibutuhkan dibutuhkan untuk menghasilkan satu unit output sektor j..A) = Matriks Leontief (I . Secara sistematik dapat dituliskan (Mauludin. O. + ann Xn + Fn = Xn Jika terdapat perubahan pada permintaan akhir. . . maka akan ada perubahan pola pendapatan nasional.. ..A)-1 = Matriks Kebalikan Leontief Dalam analisis I-O.

yang merupakan transpose dari X vektor kolom seperti sebelumnya. Kaitan ke belakang merupakan alat analisis untuk mengetahui derajat keterkaitan suatu sektor terhadap sektor-sektor lain yang menyumbang input kepadanya. znn + Vn Nilai koefisien output aij adalah: r r zij atau A = ( Xˆ )-1 Z a ij = Xj dimana Z adalah matriks transaksi yang memiliki unsur zij r sehingga Z = ( Xˆ ) A maka didapatkan hasil: r X’ = V (I . 2001). zn1 + V1 X2 = z12 + z22 + ………. Kedua keterkaitan merupakan alat analisis yang digunakan untuk mengetahui tingkat keterkaitan suatu sektor terhadap sektor-sektor yang lain dalam perekonomian. Kaitan ke depan merupakan alat analisis untuk mengetahui derajat keterkaitan antara suatu sektor yang menghasilkan output. Mudrajat. Dalam analisis ini input primer menjadi faktor eksogen.Untuk menganalisis dampak perubahan subsidi terhadap output digunakan model input output dengan pendekatan supply side. zn2 + V2 Xn = z1n + z2n + ………. untuk digunakan sebagai input bagi sektor-sektor lain (Kuncoro.A )-1 X’ menunjukkan bahwa X adalah vektor baris. 2006: 41). Formula kaitan ke belakang dari suatu sektor dapat dinyatakan sebagai berikut : ∑ Xij Lbj = i− j = Xj Dimana : ∑ i− j αij . Dalam model input-output dengan pendekatan supply bentuk persamaannya adalah secara kolom yaitu: n Xj = ∑ zij + Vj i Dalam bentuk aljabar dapat ditulis: X1 = z11 + z21 + ……….A )-1 : Matrik output inverse Jika subsidi pupuk dinotasikan (w). Artinya pertumbuhan perekonomian baik secara sektoral maupun secara total dipengaruhi oleh perubahan pada input primer (Firmansyah. maka perubahan output yang ditimbulkan sebagai akibat perubahan (w) adalah : r ∆X’ = ∆w (I .A )-1 Analisis keterkaitan antar sektor terbagi menjadi kaitan ke belakang (backward linkage) dan kaitan ke depan (forward likages). A : Output koefisien V : Vektor input primer r (I .

Keterkaitan ke depan diperoleh dari invers kaitan ke belakang. b. c. Suatu sektor dikatakan mempunyai daya penyebaran yang tinggi jika pertumbuhan sektor-sektor tersebut mempengaruhi sektor-sektor lainnya. metode Rassmusen disebut juga sebagai metode perhitungan derajat kepekaan. Sementara itu pada perhitungan keterkaitan ke depan. . keterkaitan ke belakang sektor ke-j diatas rata-rata keterkaitan ke belakang seluruh sektor ekonomi (BPS Jawa Tengah. Mudrajad. n ∑ bij αj = i =1 1 n n ∑∑ bij n i =1 j =1 Dimana : αj : koefisien daya penyebaran bij : elemen matrik kebalikan dari baris i kolom ke j n : banyak sektor matriks Kriteria : a. 2005). keterkaitan ke belakang sektor ke-j lebih rendah dibandingkan rata-rata ketrkaitan ke belakang seluruh sektor ekonomi. Jenis keterkaitan ke dua antar sektor dalam perekonomian adalah keterkaitan ke depan (forward linkage). sehingga dapat pula disebut besarnya total dari satu unit permintaan akhir suatu sektor terhadap pertumbuhan sektor ekonomi. Jika αj = 1. Jika αj > 1. Atau sektor ke-j tersebut memperoleh pengaruh yang tinggi dari sektor lainnya. Jika αj < 1.Lbj : Indeks keterkaitan ke belakang Xj : Nilai produk ke-j Xij : Nilai input “ i ” yang disediakan untuk memproduksi “ j ” Αij : Koefisien input-output Leontief Koefisien yang ditunjukkan oleh Lbj sebagai pengaruh tingkat keterkaitan ke belakang (backward linkages) apabila > 1 menunjukkan bahwa satu unit dari permintaan akhir sektor tersebut akan menciptakan perubahan diatas rata-rata pada aktivitas perekonomian secara keseluruhan. 2001). 2005 : 65). formulasi matematisnya yaitu : (Kuncoro. Lt = j ∑ αij – 1 Dalam beberapa analisis yang menggunakan model input-output metode Rassmusen ini juga disebut dengan metode perhitungan daya penyebaran pada perhitungan pengaruh keterkaitan ke belakang. Dengan menggunakan metode Rassmusen maka koefisien daya penyebaran dapat dirumuskan sebagai berikut (BPS Jawa Tengah. keterkaitan ke belakang sektor ke-j sama dengan rata-rata keterkaitan ke belakang seluruh sektor ekonomi.

c.. diformulasikan sebagai : Oij = ∑iαij Dimana : i = 1. Jika βi < 1 keterkaitan ke depan sektor ke-i lebih rendah dibandingkan rata-rata keterkaitan ke depan seluruh sektor ekonomi. karena mempunyai tingkat keterkaitan ke depan dan keterkaitan ke belakang yang tinggi.. Atau sektor ke-i tersebut memperoleh pengaruh yangtinggi dari sektor lainnya. Untuk mengetahui koefisien derajat kepekaan sebagai rata-rata terhadap keseluruhan dirumuskan dengan (BPS Jawa Tengah. Secara notasi.. 2005) : n ∑ bij βi = j =1 n n 1 bij ∑ ∑ n i = 1 j =1 Dimana : βi : koefisien derajat kepekaan bij : Elemen matriks kebelikan dari baris i kolom ke j n : banyak sektor matriks kriteria : a. yaitu permintaan produksi sektor lain sangat berpengaruh pada pertumbuhan sektor i. Jika βi > 1 keterkaitan ke depan sektor ke-i diatas rata-rata keterkaitan ke depan seluruh sektor ekonomi (BPS Jawa Tengah. 2005).Derajat kepekaan menunjukkan seberapa besar pengaruh pada perhitungan keterkaitan ke depan. 2. Angka pengganda output merupakan jumlah kolom dari elemen matriks kebalikan Leontief. Jika βi = 1 keterkaitan ke depan sektor ke-i sama dengan rata-rata keterkaitan ke depan seluruh sektor ekonomi. Koefisien yang ditunjukkan oleh βi sebagai pengaruh tingkat keterkaitan ke depan (forward linkages) apabila > 1 memberi makna bahwa derajat kepekaan sektor i relatif lebih tinggi dibandingkan sektor-sektor lainnya yang memiliki βi < 1. maka sektor tersebut merupakan sektor kunci (key sector) atau dapat dikatakan sebagai leading sector dalam perekonomian di wilayah yang bersangkutan. Suatu sektor apabila koefisien nilai αj > 1 dan βi > 1. b. Angka pengganda output suatu sektor j adalah nilai total dari output yang dihasilkan oleh perekonomian untuk memenuhi (atau sebagai akibat) adanya perubahan satu unit permintaan akhir sektor tersebut.. n αij = unsur matriks kebalikan Leontief Oij = angka pengganda output sektor j dan αij adalah elemen matriks kebalikan Leontief . .

n] an+1j = .57-66) 9. Minuman dan Tembakau (Kode 32-44) 55. Pada dasarnya merupakan pengembangan dari Tabel I-O I O Tahun 2004 dengan matriks 89x89..68) Bangunan (Kode 69.. Industri Lainnya (Kode 45-55. Tanaman Pertanian Lainnya (Kode 12-21) 12 4. Peternakan dan Hasil-hasilnya hasilnya (Kode 2222 23) 5. Perikanan (Kode 26-28) 7. Oj Dimana : HR = vektor baris n+1. Real Estate dan Jasa Perusahaan (Kode 80-82) 17. Tanaman bahan Makanan Lainnya (Kode 2-11) 3. Padi (Kode 1) 2. .1 an+1. Matriks angka pengganda pendapatan rumah tangga : Hi = HR. 11. 2. 3. n Dimana Xn+1j pada formula tersebut adalah sama dengan baris v (input (input primer). 16. Adapun klasifikasinya sebagai berikut: 1. 13. Gas dan Air Minum (Kode 67. angka pengganda pendapatan rumah tangganya menjadi Hj = n ∑a i =1 n+i . 15.57 10. an+1. j = 1. diteliti sedangkan sektor 29 sampai sektor 88 ada dalam Lampiran 5.. 12.2 . Kehutanan (Kode 24-25) 6. Industri Pengilangann Minyak (Kode 56) Listrik. Sektor 1 sampai dengan sektor 28 yang merupakan sektor pertanian tidak diagregasi karena merupakan sektor yang akan diteliti. .. Untuk masing-masing masing sektor. Kegiatan yang Tidak Jelas Batasannya (Kode 88) Dalam penelitian ini menggunakan Tabel Input-Output Jawa Tengah Tahun 2004 klasifikasi 88 sektor yang kemudian diagregasi menjadi 37 sektor.. Jasa-Jasa (Kode 84-87) 19.j a ij HASIL DAN PEMBAHASAN Sesuai dengan rencana bahwa Tabel II-O O Tahun 2008 Jawa Tengah disusun dengan jumlah matriks 88 sehingga akan terbentuk matriuks 88 x 88.Angka pengganda pendapatan rumah rumah tangga suatu sektor menunjukkan perubahan jumlah pendapatan yang diterima oleh rumah tangga yang tercipta akibat adanya tambahan satu unit uang permintaan akhir pada suatu sektor.70) Perdagangan (Kode 71) Restoran dan Hotel (Kode 72. Pertambangan dan Penggalian (Kode 2929 31) 8.. Pemerintahan Umum dan Pertahanan (Kode 83) 18. Industri Makanan. 14.73) Pengangkutan dan Komunikasi (Kode 74 74-79) Lembaga Keuangan. karena baris ke-n ke adalah milik matriks transaksi dan koefisien input HR = [an+1..

Ketela Pohon. Kacang Tanah. Perkebunan Teh. Buah-Buahan. Kacang Lainnya.26799 0. Kopi.8 berikut: Tabel 4. Sayur-Sayuran.15658 0.68283 0. Jagung. Industri Lainnya Industri Pengilangan Minyak Listrik.46018 0.22320 0.41882 0.10398 0. Nilai Keterkaitan ke Belakang Langsung sektor pertanian tersaji seperti pada Tabel 4. Kayu. Hasil Hutan Lainnya. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan. Jasa Pertanian Keterkaitan antar sektor terbagi menjadi kaitan ke belakang (backward linkages) dan kaitan ke depan (Forward linkages).19034 0. Bahan Makanan Lainnya. Unggas dan Hasil-hasilnya. diolah Keterkaitan Ke Belakang Langsung 0.23786 0.17419 0. Ternak dan Hasil-hasilnya.15850 0.15193 0.15591 0.10074 0.12104 0.04476 0. Hasil Perkebunan Lainnya.40833 .48126 0. Hasil Pertanian Lainnya.18823 0. Cengkeh.34525 0. Kelapa.16438 0.69061 0. Real Estate dan Jasa Perusahaan Pemerintah dan lain-lain Sumber: Tabel Input-Output 2008 Jawa Tengah. Tebu. Minuman dan Tembakau .18416 0.08672 0.8 Nilai Keterkaitan Ke Belakang Langsung Sektoral Jawa Tengah Kode 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 2n 3n 4n 5n 6n 7n 8n 9n 10n Sektor Padi Jagung Ketela Pohon Umbi Lainnya Bawang Merah Sayur-Sayuran Pisang Buah-Buahan Kacang Tanah Kacang Lainnya Bahan Makanan Lainnya Karet Tebu Kelapa Tembakau Kopi Cengkeh Hasil Tanaman Serat Perkebunan Teh Hasil Perkebunan Lainnya Hasil Pertanian Lainnya Ternak dan Hasil-Hasilnya Unggas dan Hasil-Hasilnya Kayu Hasil Hutan Lainnya Ikan Laut dan Hasil Laut Lainnya Ikan Darat dan Hasil Perairan Darat Jasa Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Makanan. Ikan Darat dan Hasil Perairan Darat. Pisang.35092 0.20542 0.Sektor pertanian terdiri dari : Padi. Ikan Laut dan Hasil Laut Lainnya.27094 0.47349 0. Umbi Lainnya. Karet.08234 0.15828 0. Hasil Tanaman Serat.15430 0.18538 1.20606 0. Restoran dan Hotel Pengangkutan dan Komunikasi Lembaga Keuangan.65407 0. Tembakau.52179 0. Bawang Merah.26336 0.29598 0.

46018 dibandingkan sektor-sektor produksi lainnya dalam perekonomian.53374 1. Restoran dan Hotel Pengangkutan dan Komunikasi Lembaga Keuangan.22760 1.33244 1.56177 1.64873 1.9 Nilai Keterkaitan Ke Belakang Total Sektoral Jawa Tengah Kode 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 2n 3n 4n 5n 6n 7n 8n 9n 10n Sektor Padi Jagung Ketela Pohon Umbi Lainnya Bawang Merah Sayur-Sayuran Pisang Buah-Buahan Kacang Tanah Kacang Lainnya Bahan Makanan Lainnya Karet Tebu Kelapa Tembakau Kopi Cengkeh Hasil Tanaman Serat Perkebunan Teh Hasil Perkebunan Lainnya Hasil Pertanian Lainnya Ternak dan Hasil-Hasilnya Unggas dan Hasil-Hasilnya Kayu Hasil Hutan Lainnya Ikan Laut dan Hasil Laut Lainnya Ikan Darat dan Hasil Perairan Darat Jasa Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Makanan.28509 1.13779 1.58515 1.48898 1.20180 1. Minuman dan Tembakau .29384 1.33523 2. Industri Lainnya Industri Pengilangan Minyak Listrik. Real Estate dan Jasa Perusahaan Pemerintah dan lain-lain Keterkaitan Ke Belakang Total 1.12964 1.66613 2.91371 Sumber: Tabel Input-Output 2008 Jawa Tengah.32426 1.30807 1.78098 2. Nilai Keterkaitan ke Belakang Total Sektoral adalah sebagai berikut: Tabel 4. Berarti peningkatan 1 unit permintaan akhir sektor Bahan Makanan dan Lainnya akan .27300 52.36966 1.09254 1.29423 2. diolah Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa sektor Bahan Makanan dan Lainnya memiliki angka keterkaitan ke belakang yang sangat tinggi yaitu 52.48432 1.36612 1.77399 1.Dari tabel dapat dilihat bahwa berdasarkan nilai keterkaitan ke belakang Langsung.42860 1. Dengan kriteria ini dapat dikatakan bahwa apabila terjadi kenaikan 1 (satu) unit permintaan akhir di sektor Bahan Makanan Lainnya akan mengakibatkan kenaikan output sebesar 1. sektor Bahan Makanan Lainnya memiliki angka keterkaitan ke belakang yang paling tinggi yaitu sebesar 1.46018.37594 2.76845 1.93788 1.73333 1.11373 1.35591 1. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan.39411 1.72704 1.14074 1.76845.20815 1.13736 1.

04292 1.15216 1. diolah Dari tabel dapat dilihat bahwa peningkatan 1 unit output sektor Bahan Makanan dan Lainnya akan meningkatkan permintaan inputnya secara tidak langsung dari sektor-sektor dalam perekonomian (termasuk sektor Bahan Makanan dan Lainnya sendiri) sebesar 51.32179 1.30827 unit. Real Estate dan Jasa Perusahaan Pemerintah dan lain-lain Keterkaitan Ke Belakang Tidak Langsung 1.39814 1.61140 1.38241 1.03662 1.64024 1.08711 1.meningkatkan permintaan output sebesar 52.17085 1. Nilai Keterkaitan ke Belakang Tidak Langsung Sektoral adalah : Tabel 4.76845 baik secara langsung maupun tidak langsung.18806 1.12362 1.10 Nilai Keterkaitan Ke Belakang Tidak Langsung Sektoral Jawa Tengah Kode 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 2n 3n 4n 5n 6n 7n 8n 9n 10n Sektor Padi Jagung Ketela Pohon Umbi Lainnya Bawang Merah Sayur-Sayuran Pisang Buah-Buahan Kacang Tanah Kacang Lainnya Bahan Makanan Lainnya Karet Tebu Kelapa Tembakau Kopi Cengkeh Hasil Tanaman Serat Perkebunan Teh Hasil Perkebunan Lainnya Hasil Pertanian Lainnya Ternak dan Hasil-Hasilnya Unggas dan Hasil-Hasilnya Kayu Hasil Hutan Lainnya Ikan Laut dan Hasil Laut Lainnya Ikan Darat dan Hasil Perairan Darat Jasa Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Makanan.43106 1.11 berikut : .10350 1.24036 1.29082 1.04778 1. Industri Lainnya Industri Pengilangan Minyak Listrik.83025 1. Minuman dan Tembakau .25111 1.21536 1.19933 1.16070 1.15825 1.08339 1.31054 1.05840 1.04351 1.30827 1.50538 Sumber: Tabel Input-Output 2008 Jawa Tengah. Restoran dan Hotel Pengangkutan dan Komunikasi Lembaga Keuangan.19178 2. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan.71898 1.30348 1. Nilai Keterkaitan ke Depan Langsung sektor pertanian tersaji seperti pada Tabel 4.12659 1.45661 1.08762 51.17233 1.25920 1.

15263 Sumber: Tabel Input-Output 2008 Jawa Tengah.11 Nilai Keterkaitan Ke Depan Langsung Sektoral Jawa Tengah Kode 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 2n 3n Sektor Padi Jagung Ketela Pohon Umbi Lainnya Bawang Merah Sayur-Sayuran Pisang Buah-Buahan Kacang Tanah Kacang Lainnya Bahan Makanan Lainnya Karet Tebu Kelapa Tembakau Kopi Cengkeh Hasil Tanaman Serat Perkebunan Teh Hasil Perkebunan Lainnya Hasil Pertanian Lainnya Ternak dan Hasil-Hasilnya Unggas dan Hasil-Hasilnya Kayu Hasil Hutan Lainnya Ikan Laut dan Hasil Laut Lainnya Ikan Darat dan Hasil Perairan Darat Jasa Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Makanan.35264 2.06591. Minuman dan Tembakau .Tabel 4. diolah Dari Tabel dapat dilihat peningkatan 1 unit output sektor Tebu akan meningkatkan output perekonomian sebesar 38.91725 2.08575 9.30096 1. Real Estate dan Jasa Perusahaan Pemerintah dan lain-lain 4n 5n 6n 7n 8n 9n 10n Keterkaitan Ke Depan Langsung 1.27510 0.52649 2.60240 0.49976 1.50973 0.52901 1.25936 0.08728 0.38406 0.08057 0.66513 0.66203 0.16135 0.56867 3.70127 0.56244 1.04719 0. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan.04953 6.72781 2.89244 3.12359 0.67166 0.41638 0.37598 1.80806 0.38597 5.08955 0.30470 .15298 11. Industri Lainnya Industri Pengilangan Minyak Listrik. Restoran dan Hotel Pengangkutan dan Komunikasi Lembaga Keuangan. Sedangkan Nilai Keterkaitan ke Depan Total Sektoral adalah sebagai berikut: Tabel 4.10382 0.06591 1.03303 0.09363 0.25906 1.21668 2.31011 38.18554 0.12 Nilai Keterkaitan Ke Depan Total Sektoral Jawa Tengah Kode 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Sektor Padi Jagung Ketela Pohon Umbi Lainnya Bawang Merah Sayur-Sayuran Pisang Buah-Buahan Kacang Tanah Kacang Lainnya Keterkaitan Ke Depan Total 3.15736 1.72684 0.09330 0.49755 1.04701 1.

31004 4.77757.04305 6.03785 7.55757 5.00184 1.16602 1.03377 1.38446 1. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan.26116 Sumber: Tabel Input-Output 2008 Jawa Tengah.37810 2.25517 8. Real Estate dan Jasa Perusahaan Pemerintah dan lain-lain 15. Restoran dan Hotel Pengangkutan dan Komunikasi Lembaga Keuangan. Hal ini berarti peningkatan 1 unit output sektor Bahan Makanan dan Lainnya akan meningkatkan permintaan input sebesar 82.71279 2.50734 2.17332 1.77757 baik secara langsung maupun tidak langsung.22885 1.17838 1.13 Nilai Keterkaitan Ke Depan Tidak Langsung Sektoral Jawa Tengah Kode 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Sektor Padi Jagung Ketela Pohon Umbi Lainnya Bawang Merah Sayur-Sayuran Pisang Buah-Buahan Kacang Tanah Kacang Lainnya Bahan Makanan Lainnya Karet Tebu Kelapa Tembakau Kopi Cengkeh Keterkaitan Ke Depan Tidak Langsung 2.75633 2.16123 .39490 2.67237 17.82637 3.07352 1.05886 1.23633 2.28569 19.77757 4.30629 2. Industri Lainnya Industri Pengilangan Minyak Listrik.52136 2.80217 1.22467 1. diolah Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa angka keterkaitan ke belakang 82.Tabel 4.38530 1.71166 2. Sedangkan Nilai Keterkaitan ke Depan Tidak Langsung Sektoral adalah sebagai berikut: Tabel 4.79515 21.07849 5.26310 1. Minuman dan Tembakau .11662 1.80056 1.12229 1.08405 8.01398 1.21069 82.90058 44.85933 1.77012 6.12 (Lanjutan) 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 2n 3n 4n 5n 6n 7n 8n 9n 10n Bahan Makanan Lainnya Karet Tebu Kelapa Tembakau Kopi Cengkeh Hasil Tanaman Serat Perkebunan Teh Hasil Perkebunan Lainnya Hasil Pertanian Lainnya Ternak dan Hasil-Hasilnya Unggas dan Hasil-Hasilnya Kayu Hasil Hutan Lainnya Ikan Laut dan Hasil Laut Lainnya Ikan Darat dan Hasil Perairan Darat Jasa Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Makanan.

20638 1.29384 1.18914 1.13736 1.07272 1.20180 1.14 Angka Pengganda Keluaran (Output Multiplier) Sektoral Jawa Tengah Tahun 2008 Kode 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Sektor Padi Jagung Ketela Pohon Umbi Lainnya Bawang Merah Sayur-Sayuran Pisang Buah-Buahan Kacang Tanah Kacang Lainnya Bahan Makanan Lainnya Karet Tebu Kelapa Tembakau Kopi Cengkeh Hasil Tanaman Serat Perkebunan Teh Hasil Perkebunan Lainnya Hasil Pertanian Lainnya Ternak dan Hasil-Hasilnya Unggas dan Hasil-Hasilnya Kayu Hasil Hutan Lainnya Keterkaitan Ke Belakang 1.71166.42860 1. Real Estate dan Jasa Perusahaan Pemerintah dan lain-lain 4n 5n 6n 7n 8n 9n 10n 3.36612 1.14 berikut : Tabel 4.13779 1.10853 Sumber: Tabel Input-Output 2008 Jawa Tengah.14074 1.12964 1.19994 10. dapat dilihat pada tabel 4. Restoran dan Hotel Pengangkutan dan Komunikasi Lembaga Keuangan.72704 1.22395 1.58515 1.36966 1.28509 1.49211 1.45646 1.62552 1.32426 .76845 1.13522 1.35591 1.56177 1.64217 9.33995 1.22760 1. Industri Lainnya Industri Pengilangan Minyak Listrik.47206 1.66613 2.20815 1.33523 2.33244 1.09254 1.20144 3.04172 1.11373 1.64873 1.13 (lanjutan) 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 2n 3n Hasil Tanaman Serat Perkebunan Teh Hasil Perkebunan Lainnya Hasil Pertanian Lainnya Ternak dan Hasil-Hasilnya Unggas dan Hasil-Hasilnya Kayu Hasil Hutan Lainnya Ikan Laut dan Hasil Laut Lainnya Ikan Darat dan Hasil Perairan Darat Jasa Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Makanan.71297 1.27300 52.49824 1. Minuman dan Tembakau .71280 1.Tabel 4. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan. diolah Dari tabel diatas dapat dilihat apabila terjadi kenaikan 1 (satu) unit output sektor Tebu maka akan meningkatkan output perekonomian (termasuk sektor Tebu) sebesar 44.28640 12. Angka pengganda output digunakan untuk menghitung nilai produksi dari semua sektor yang diperlukan untuk memenuhi nilai permintaan akhir dari output suatu sektor. Angka output multiplier diperoleh dari hasil jumlah kolom dari elemen matriks kebalikan leontief.69674 1.

2606 0.14 (Lanjutan) 26 27 28 2n 3n 4n 5n 6n 7n 8n 9n 10n Ikan Laut dan Hasil Laut Lainnya Ikan Darat dan Hasil Perairan Darat Jasa Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Makanan.Tabel 4.1366 0.3089 0. Industri Lainnya Industri Pengilangan Minyak Listrik. Real Estate dan Jasa Perusahaan Pemerintah dan lain-lain 1.0745 0. Minuman dan Tembakau .0997 0.4982 0.1326 0.1584 0.2094 0.5404 0. 2001).3655 0.3598 0.1507 0. Berikut disajikan tabel angka pengganda pendapatan sektor pertanian : Tabel 4.48432 1.2238 0. diolah Angka output multiplier terbesar adalah sektor Bahan Makanan Lainnya sebesar 52. Angka pengganda pendapatan digunakan untuk mengetahui dampak perubahan permintaan akhir terhadap perubahan pendapatan yang diterima oleh rumah tangga sebagai pensupply tenaga kerja (Mudrajad Kuncoro. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan.78098 2.77399 1.76845.1534 0.2792 0.2246 0.76845 akibat peningkatan permintaan akhir tersebut.73333 1.15 Angka Pengganda Pendapatan Sektoral Jawa Tengah Tahun 2008 Kode 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 2n Sektor Padi Jagung Ketela Pohon Umbi Lainnya Bawang Merah Sayur-Sayuran Pisang Buah-Buahan Kacang Tanah Kacang Lainnya Bahan Makanan Lainnya Karet Tebu Kelapa Tembakau Kopi Cengkeh Hasil Tanaman Serat Perkebunan Teh Hasil Perkebunan Lainnya Hasil Pertanian Lainnya Ternak dan Hasil-Hasilnya Unggas dan Hasil-Hasilnya Kayu Hasil Hutan Lainnya Ikan Laut dan Hasil Laut Lainnya Ikan Darat dan Hasil Perairan Darat Jasa Pertanian Pertambangan dan Penggalian Angka Pengganda Pendapatan 0.48898 1.3738 0.1647 0.91371 Sumber : Tabel Input-Output 2008 Jawa Tengah.3435 .1846 0.1612 0.4610 0.1537 28.0917 0.93788 1.2063 0.3737 0.2654 0.39411 1.29423 2. Hal ini berarti jika ada kenaikan 1 unit di permintaan akhir dalam sektor Bahan Makanan Lainnya maka akan menambah jumlah output seluruh perekonomian sebesar 52.37594 2. Restoran dan Hotel Pengangkutan dan Komunikasi Lembaga Keuangan.30807 1.3235 0.53374 1.

3448 0.16 Dampak Subsidi Pupuk Terhadap Output Sektoral Jawa Tengah Tahun 2008 Kode 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 2n Sektor Padi Jagung Ketela Pohon Umbi Lainnya Bawang Merah Sayur-Sayuran Pisang Buah-Buahan Kacang Tanah Kacang Lainnya Bahan Makanan Lainnya Karet Tebu Kelapa Tembakau Kopi Cengkeh Hasil Tanaman Serat Perkebunan Teh Hasil Perkebunan Lainnya Hasil Pertanian Lainnya Ternak dan Hasil-Hasilnya Unggas dan Hasil-Hasilnya Kayu Hasil Hutan Lainnya Ikan Laut dan Hasil Laut Lainnya Ikan Darat dan Hasil Perairan Darat Jasa Pertanian Pertambangan dan Penggalian Dampak Subsidi Pupuk Terhadap Output 90.Tabel 4.7 15.15 diketahui bahwa nilai pengganda pendapatan dari seluruh sektor perekonomian terbesar adalah sektor Bahan Makanan Lainnya sebesar 28.3 17.3201 0.7 38.2 17.2 2 . dan perubahan terhadap input primer lainnya juga tidak mengalami perubahan (Tabel 4. Industri Lainnya Industri Pengilangan Minyak Listrik. diolah Dari Tabel 4.3 15.6 14. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan.6 18.7 16.4388 0. r Pendekatan supply side dengan menggunakan rumus ∆X’ = ∆w (I .0 15.6 15.7 25.7 17. Restoran dan Hotel Pengangkutan dan Komunikasi Lembaga Keuangan. 2008) akan diketahui berapa perubahan output yang terjadi akibat dari perubahan kenaikan subsidi pada sektor pertanian.5366 0.6 14.3332 0.6 14.9 16. Minuman dan Tembakau . Imam .3598 hal ini berarti setiap kenaikan 1 unit permintaan akhir di sektor Bahan Makanan Lainnya akan menyebabkan peningkatan pendapatan rumah tangga dalam perekonomian sebesar 28.5 17.4 20.5 14. Real Estate dan Jasa Perusahaan Pemerintah dan lain-lain 0.3007 0.3 15.0 17.9 17.7 14.1757 0.6621 Sumber : Tabel Input-Output 2008 Jawa Tengah.3598 unit.2 34. Tabel 4.9 16.4 17.1 18.A )-1 (Juhari.15 (Lanjutan) 3n 4n 5n 6n 7n 8n 9n 10n Industri Makanan.6 14.16). dengan asumsi sektor lain tidak ikut menaikkan atau menurunkan anggaran.

912 miliar rupiah. sedangkan angka keterkaitan ke depan (Forward Linkages) baik langsung. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan.76845. 52.912 miliar rupiah.1 miliar akan meningkatkan output perekonomian sebesar 2. diolah Sebagai dampak peningkatan input primer pada anggaran subsidi pupuk sebesar 14.16 (Lanjutan) 3n 4n 5n 6n 7n 8n 9n 10n Industri Makanan. PENUTUP Berdasarkan uraian diatas. Industri Lainnya Industri Pengilangan Minyak Listrik. Real Estate dan Jasa Perusahaan Pemerintah dan lain-lain 1735 51 6 226 136 39 10 123 Sumber : Tabel Input-Output 2008 Jawa Tengah. 82. Dampak subsidi pupuk terhadap Output Dampak peningkatan input primer pada anggaran subsidi pupuk sebesar 14. 51. 44.71166.1 miliar akan meningkatkan output perekonomian sebesar 2. sementara nilai pengganda pendapatan dari seluruh sektor perekonomian terbesar adalah sektor Bahan Makanan Lainnya sebesar 28. Saran yang dapat diambil adalah sebagai berikut : 1. total maupun tidak langsung dari sektor pertanian menunjukkan bahwa sub sektor Bahan Makanan Lainnya memiliki angka keterkaitan yang tinggi dibanding sektorsektor lain yaitu masing-masing sebesar 1. 2.3598. Minuman dan Tembakau . Optimalisasi output dan input dari sub sektor Bahan Makanan Lainnya ini dapat memaksimalkan produksi dari sektor lain yang menggunakan output dari sub sektor tersebut . total maupun tidak langsung menunjukkan bahwa sub sektor Tebu memiliki angka yang paling tinggi yaitu masing-masing sebesar 38.Tabel 4. Bahan Makanan Lainnya adalah sub sektor dari pertanian yang harus dimaksimalkan dalam penggunaan outputnya.30827. 3. Restoran dan Hotel Pengangkutan dan Komunikasi Lembaga Keuangan. mengingat sub sektor Bahan Makanan Lainnya juga terdiri dari sub-sub sektor lainnya.76845. maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Dampak keterkaitan ke belakang dan depan Angka keterkaitan ke belakang (Backward Linkages) baik langsung.06591.77757. Dampak multiplier Pendapatan Angka output multiplier terbesar adalah sektor Bahan Makanan Lainnya sebesar 52.46018.

1992. Yogyakarta. BPFE. Suahasil. L. BPS Jawa Tengah.wikipedia. BPFE UGM. Perencanaan Pembangunan. B Hidayah. Juhari.org/wiki/General_equilibrium_theory Jhingan. Yogyakarta. dan Kebijakan. Arsyad. selain itu juga dapat berdampak pada penyerapan tenaga kerja untuk sub-sub sektor lainnya. Semarang. Semarang. Lincolin. Peningkatan produksi tebu akan mempengaruhi produksi dari sektor lain yang menggunakan tebu sebagai bahan bakunya. Mudrajad. No. 2009. Djojodipuro. Ekonomi Pembangunan Dan Perencanaan. Deliarnov. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. 2009. PT RajaGrafindo Persada. Yogyakarta Mauludin. UPP AMP YPKN. Jakarta. 1999. LSKE FE UNDIP. Semarang _____________________. 1997. Operasi Matrix dan Analisis Input-Output (I-O) Untuk Ekonomi – Aplikasi Praktis Dengan Microsoft Excel dan Matlab. Jakarta. Perkembangan Pemikiran Ekonomi. Dampak Perubahan Upah Terhadap Output dan Kesempatan Kerja Industri Manufaktur di Jawa Tengah. Dampak Kebijakan Fiskal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Tingkat Kesempatan Kerja (Suatu Kajian Input-Output Atas Pengeluaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2006). Edisi Keempat. M. . Kuncoro. Skripsi S1(Tidak Dipublikasikan) FE UNDIP : Semarang Gie. M. Firmansyah. Masalah. Peran Sektor Pertanian Dalam Perekonomian Jawa Tengah. Teori Ekonomi Makro. 2007. 1982. Nazara. Dumairy. 1999. Edisi Pertama. Mubyarto. 1993. Jakarta. Kebijakan dan Strategi Pembangunan Nasional Sektor Pertanian Sebagai “Prime Mover” Pembangunan Ekonomi Nasional. Tabel Input-Output Jawa Tengah Tahun 2008. Jawa Tengah Dalam Angka. Jakarta. 2008. Yogyakarta. BPFE. Kwik Kian. Pengantar Ekonomi Pertanian. AMP YKPN. Analisis Input – Output. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. BPS Jawa Tengah. hal tersebut dikarenakan sub sektor tebu mempunyai pengaruh yang besar dalam perekonomian. Hartanto. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Skripsi S1 (Tidak Dipublikasikan) FE UNDIP : Semarang http://en. Dudi. Edisi Desember. 2001. 2005. 1999. 2007. PT Raja Grafindo Persada. 1997. Tebu juga merupakan sub sektor pertanian yang harus dioptimalkan dalam produksinya. Pengantar Perencanaan dan Pembangunan Ekonomi Daerah. DAFTAR PUSTAKA Badan Pusat Statistik (BPS). Metode Kuantitatif : Teori dan Aplikasi Untuk Bisnis dan Ekonomi. 2006.2000.29. Matematika Terapan Untuk Bisnis dan Ekonomi. Semarang Boediono. LP3ES. Teori Lokasi. _____________________. Ekonomi Pembangunan : Teori. BPS Jawa Tengah.sebagai bahan baku produksi. Jakarta. 2002. 2. Yogyakarta. Skripsi S1 (Tidak Dipublikasikan) FE UNDIP : Semarang. ________________. Direktori Industri Besar & Sedang. Imam. 2008.

Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro. Model Basis Untuk Perencanaan Pembangunan Daerah. Universitas Gunadarma. Vol. Yogyakarta Tarigan. BPFE. Raja Grafindo Persada. Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 2003 Keuangan Negara dalam Teori dan Praktik. 2004. Nizwar dan Suprina Friyanto. 1985. Analisis Dampak Krisis Ekonomi Terhadap Kesempatan Kerja dan Identifikasi Komoditas Andalan Sektor Pertanian di Wilayah Sulawesi : Pendekatan Input-Output. Ari. Erlangga. Kanisius. Jakarta. 2004. 1999. Jurnal Dinamika Pembangunan Vol. 19. Akademika Presindo. Teori Ekonomi Mikro. Depok. Pressman Steven. 2 Sukirno. T. Semarang. 2000. Ekonomi Regional Teori dan Aplikasi. Media Ekonomi dan Manajemen Vol.2 Jilid 9 2004. Jakarta. Jakarta. BPFE. Bumi Aksara. M. www. Jakarta. 2006. Ropingi dan Artanto.google. 3 No. 2000. Sudarman. 2004. Jurnal Ekonomi dan Keuangan Indonesia. Analisis Input Output Industri Manufaktur di Jawa Tengah. Gilarso.Suparmoko. Pengantar Teori Makro Ekonomi. Terjemahan Jaka Wasana. edisi keempat. 2002. Dani. Yogyakarta.4. Susy. Ekonomi. 2000. Samoelson. Suatu Pengantar Mengenai Dasar-Dasar Masalah dan Kebijakasanaan Dalam Pembangunan. FE Undip. Edisi ke-5. 2003. Ilmu Ekonomi Bagi Negara Sedang Berkembang. Lima Puluh Pemikir Ekonomi Dunia.1 No. Yogyakarta. Jakarta Todaro. Suharno. Jilid I. 2004. Peranan Sektor Pertanian Dlam Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia Dengan Pendekatan Input-Output. Raja Grafindo Persada. Edisi Kedua belas. Jurnal Ekonomi dan Bisnis No. Paul A dan Nordhaus William D. 1/Juli 2004 : 23-30. 1997. Robinson.XL VIII NO. Sadono. Peranan Sektor Pertanian Dalam Pengembangan Perekonomian Wilayah Propinsi Jawa Tengah (Pendekatan Analisis InputOutput). Suhendra. Syafa’at. M.com . edisi revisi. Nugroho SBM.