Anda di halaman 1dari 13

JUDUL : ELECTRIC CIRCUITS FUNDAMENTALS

BAB : CAPACITORS
PENGARANG :THOMAS L. FLOYD

PENGERTIAN KAPASITOR
Kapasitor adalah komponen yang menyimpan muatan listrik dalam waktu
tertentu. Kapasitor juga dapat diartikan sebagai komponen pasif yang dapat
menyimpan energi dari sumber (dalam hal listrik) pada periode tertentu (pengisian)
dalam bentuk medan listrik dan dapat mengembalikannya pada periode yang lain.
Setiap dua konduktor yang dipisahkan oleh bahan isolasi membentuk kapasitor
sederhana (dulu disebut kondensor). Konduktor disebut pelat kapasitor, dan bahan
isolasi disebut dielektrik.tipe kapasitor yang umum digunakan dalam rangkaian dibuat
dengan menyelang-nyelingkan lembaran timah atau alumunium diantara lembaran
kertas berlian atau kertas parafin. Pelat yang berselang-seling dihubungkan pada salah
satu dari kedua terminal sehingga setiap terminal dan group terminal yang
dihubungkan keterminal ini, secara listrik terisolasi dari group yang dihubungkan
keterminal lain.
Kapasitor digunakan secara luas dalam rangkaian telepon dan radio. Kapasitor
memegang peranan penting dalam operasi berbagai macam peralatan listrik, seperti
misalnya sistem penyalaan pada mobil, motor fase-tunggal, dari relai kendali.
Gambar 1.2 kapasitor AB dimuati ketika sakelar S ditutup kekiri dan
dikosongkan ketika sakelar ditutup kekanan.

A
+
S
B
-
Gambar 1.2 menunjukkan kapasitor AB yang dihubungkan seri dengan dua buah
galvanometer (alat pendeteksi arus yang peka) C dan D, dengan sakelar S yang berfungsi
baik untuk menghubungkan kapasitor kebaterai ataupun untuk menghubungsingkatkan
terminal-terminal dari kapasitor. Segera setelah sakelar ditutup kekiri dan
menghubungkan kapasitor ke baterai, galvanometer C menunjukkan arus sekejap yang
mengalir menuju pelat A, dan galvanometer D menunjukkan arus yang mengalir
meninggalkan arus B. Gerakan muatan listrik atau elektron yang terjadi dalam rangkaian
sampai terjadi perbedaan potensial antara pelat A dan B menjadi sama seperti perbedaan
potensial baterai. Hal ini menyebabkan pelat A menjadi bermuatan positif dan pelat B
bermuatan negatif, maka kapasitor dalam kondisi ini dikatakan bermuatan. Jika sakelar S
dibuka, kapasitor menahan muatannya lama sekali (jika tidak ada kebocoran antara
pelat), karena pelat B dibiarkan kelebihan elektron dan pelat A kekurangan elektron. Jika
sakelar S ditutup kekanan selagi kapasitor masih bermuatan, galvanometer menunjukkan
aliran arus keluar dari pelat A kedalam pelat B. Aliran arus ini sekejap, hanya selama
menetralkan muatan atom pada masing-masing pelat. Maka kapasitor dikatakan
dikosongkan (dicharged).
Banyaknya muatan yang diterima kapasitor untuk setiap volt potensial yang
dikenakan disebut kapasitansi dari kapasitor. Satuan kapasitansi adalah farad (F)dan
simbolnya C. Kapasitor mempunyai kapasitansi satu farad jika potensial yang dikenakan
satu volt menyebabkan kapasitor mengambil muatan satu coulomb. Untuk pemakaian
praktis, satuan farad terlalu besar dan oleh sebab itu yang lebih umum digunakan adalah
mikrofarad (μF). Satu farad sama dengan satu juta mikrofarad.
Kapasitansi kapasitor berbanding lurus dengan luas pelat dan berbanding terbalik
dengan jaraknya. Secara experimen bahan yang digunakan untuk dielektrik juga
mempengaruhi kapasitansi. Sebagai contoh, jika dielektrik udara digantikan gelas,
kapasitansi kira-kira naik 8 kali. Demikian pula dengan kapasitor yang menggunakan
mika, parafin, minyak transformator, kertas, dan berbagai bahan isolasi lainnya untk
dielektrik, mempunyai kapasitansi yang lebih tinggi dari pada kapasitor udara. Bahan-
bahan ini dikatakan mempunyai konstanta dielektrik yang lebih tinggi dari udara.
Sifat kapasitor:
• Melakukan listrik AC (~)/ frekuensi tinggi
• Memblokir listrik DC/ frekuensi rendah
Dari sifat ini kapasitor berfungsi sebagai filter (penyaring). Pada kasus filter yang kita
bahas adalah filter DC, dimana tegangan DC diblikir dan dan tegangan AC (walaupun
kecil) dilakukan (di short-kan). Ketika kapasitor mengalami disfungsi (rusak), kapasitor
tidak bisa memblokir tegangan DC sehingga terjadi hubungan pendek.
5. FUNGSI KAPASITOR
Fungsi penggunaan kapasitor dalam suatu rangkaian:
1. Sebagai kopling antara rangkaian yang satu dengan rangkaian yang
lain (pada PS)
2. Sebagai filter dalam rangkaian PS
3. Sebagai pembangkit frekuensi dalam rangkaian antenna
4. Untuk menghemat daya listrik pada lampu neon
5. Menghilangkan bouncing (loncatan api) bila dipasang pada saklar

MACAM DAN BENTUK KAPASITOR


TIPE KAPASITOR
Kapasitor terdiri dari beberapa tipe, tergantung dari bahan dielektriknya. Untuk lebih
sederhana dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu kapasitor electrostatic, electrolytic dan
electrochemical.
Kapasitor Electrostatic
Kapasitor electrostatic adalah kelompok kapasitor yang dibuat dengan bahan dielektrik
dari keramik, film dan mika. Keramik dan mika adalah bahan yang popular serta murah
untuk membuat kapsitor yang kapasitansinya kecil. Tersedia dari besaran pF sampai
beberapa µF, yang biasanya untuk aplikasi rangkaian yang berkenaan dengan frekuensi
tinggi. Termasuk kelompok bahan dielektrik film adalah bahan-bahan material seperti
polyester.
ELEKTRONIKA DASAR
Adalah (polyethylene terephthalate atau dikenal dengan sebutan mylar), polystyrene,
polyprophylene, polycarbonate, metalized paper dan lainnya. Mylar, MKM, MKT adalah
beberapa contoh sebutan merek dagang untuk kapasitor dengan bahan-bahan dielektrik
film.Umumnya kapsitorkelompok ini adalah non-polar.
Kapasitor Electrolytic
Kelompok kapasitor electrolytic terdiri dari kapsitor-kapasitor yang bahan dielektriknya
adalah lapisan metal-oksida. Umumnya kapasitor yang termasuk kelompok ini adalah
kapasitor polar dengan tanda + dan - di badannya. Mengapa kapasitor ini dapat memiliki
polaritas, adalah karena proses pembuatannya menggunakan elektrolisa sehingga
terbentuk kutub positif anoda dan kutub negatif katoda. Telah lama diketahui beberapa
metal seperti tantalum, aluminium, magnesium, titanium, niobium, zirconium dan seng
(zinc) permukaannya dapat dioksidasi sehingga membentuk lapisan metal- oksida (oxide
film). Lapisan oksidasi ini terbentuk melalui proses elektrolisa, seperti pada proses
penyepuhan emas. Elektroda metal yang dicelup ke dalam larutan elektrolit (sodium
borate) lalu diberi tegangan positif (anoda) dan larutan electrolit diberi tegangan negatif
(katoda). Oksigen pada larutan electrolyte terlepas dan mengoksidasi permukaan plat
metal. Contohnya, jika digunakan Aluminium, maka akan terbentuk lapisan Aluminium-
oksida pada permukaannya.
Kapasitor Elco
ELEKTRONIKA DASAR
Dengan demikian berturut-turut plat metal (anoda), lapisan- metal-oksida dan electrolyte
(katoda) membentuk kapasitor. Dalam hal ini lapisan-metal-oksida sebagai dielektrik.
Dari rumus (2) diketahui besar kapasitansi berbanding terbalik dengan tebal dielektrik.
Lapisan metal-oksida ini sangat tipis, sehingga dengan demikian dapat dibuat kapasitor
yang kapasitansinya cukup besar. Karena alasan ekonomis dan praktis, umumnya bahan
metal yang banyak digunakan adalah aluminium dan tantalum. Bahan yang paling banyak
dan murah adalah aluminium. Untuk mendapatkan permukaan yang luas, bahan plat
Aluminium ini biasanya digulung radial. Sehingga dengan cara itu dapat diperoleh
kapasitor yang kapasitansinya besar. Sebagai contoh 100uF, 470uF, 4700uF dan lain-lain,
yang sering juga disebut kapasitor elco . Bahan electrolyte pada kapsitor tantalum ada
yang cair tetapi ada juga yang padat. Disebut electrolyte padat, tetapi sebenarnya bukan
larutan electrolit yang menjadi elektroda negatif-nya, melainkan bahan lain yaitu
manganese-dioksida. Dengan demikian kapasitor jenis ini bisa memiliki kapasitansi yang
besar namun menjadi lebih ramping dan mungil. Selain itu karena seluruhnya padat,
maka waktu kerjanya (lifetime) menjadi lebih tahan lama. Kapasitor tipe ini juga
memiliki arus bocor yang sangat kecil Jadi dapat dipahami mengapa kapasitor .Tantalum
menjadi relatif mahal.
Kapasitor Electrochemical
Satu jenis kapasitor lain adalah kapasitor electrochemical. Termasuk kapasitor jenis ini
adalah battery dan accu. Pada kenyataannya battery dan accu adalah kapasitor yang
sangat baik, karena memiliki kapasitansi yang besar dan arus bocor ( leakage current )
yang sangat kecil. Tipe kapasitor jenis ini juga masih dalam pengembangan untuk
mendapatkan kapasitansi yang besar namun kecil dan ringan, misalnya untuk aplikasi
mobil elektrik dan telepon selular.

Prinsip Kerja Kapasitor

• Peranan Kapasitor dalam Penggunaan Energi Listrik


Kehidupan modern salah satu cirinya adalah pemakaian energi listrik yang besar.
Besarnya energi atau beban listrik yang dipakai ditentukan oleh reaktansi (R), induktansi
(L) dan capasitansi (C). Besarnya pemakaian energi listrik itu disebabkan karena banyak
dan beraneka ragam peralatan (beban) listrik yang digunakan. Sedangkan beban listrik
yang digunakan umumnya bersifat induktif dan kapasitif. Di mana beban induktif (positif)
membutuhkan daya reaktif seperti trafo pada rectifier, motor induksi (AC) dan lampu TL,
sedang beban kapasitif (negatif) mengeluarkan daya reaktif. Daya reaktif itu merupakan
daya tidak berguna sehingga tidak dapat dirubah menjadi tenaga akan tetapi diperlukan
untuk proses transmisi energi listrik pada beban. Jadi yang menyebabkan pemborosan
energi listrik adalah banyaknya peralatan yang bersifat induktif. Berarti dalam
menggunakan energi listrik ternyata pelanggan tidak hanya dibebani oleh daya aktif (kW)
saja tetapi juga daya reaktif (kVAR). Penjumlahan kedua daya itu akan menghasilkan
daya nyata yang merupakan daya yang disuplai oleh PLN. Jika nilai daya itu diperbesar
yang biasanya dilakukan oleh pelanggan industri maka rugi-rugi daya menjadi besar
sedang daya aktif (kW) dan tegangan yang sampai ke konsumen berkurang. Dengan
demikian produksi pada industri itu akan menurun hal ini tentunya tidak boleh terjadi
untuk itu suplai daya dari PLN harus ditambah berarti penambahan biaya. Karena daya itu
P = V.I, maka dengan bertambah besarnya daya berarti terjadi penurunan harga V dan
naiknya harga I. Dengan demikian daya aktif, daya reaktif dan daya nyata merupakan
suatu kesatuan yang kalau digambarkan seperti segi tiga siku-siku pada Gambar 1.

Dari Gambar 1 tersebut diperoleh bahwa perbandingan daya aktif (kW) dengan daya
nyata (kVA) dapat didefinisikan sebagai faktor daya (pf) atau cos r.

cos r = pf = P (kW) / S (kVA) ........(1) P (kW) = S (kVA) . cos r................(2)

Seperti kita ketahui bahwa harga cos r adalah mulai dari 0 s/d 1. Berarti kondisi terbaik
yaitu pada saat harga P (kW) maksimum [ P (kW)=S (kVA) ] atau harga cos r = 1 dan ini
disebut juga dengan cos r yang terbaik. Namun dalam kenyataannya harga cos r yang
ditentukan oleh PLN sebagai pihak yang mensuplai daya adalah sebesar 0,8. Jadi untuk
harga cos r < 0,8 berarti pf dikatakan jelek. Jika pf pelanggan jelek (rendah) maka
kapasitas daya aktif (kW) yang dapat digunakan pelanggan akan berkurang. Kapasitas itu
akan terus menurun seiring dengan semakin menurunnya pf sistem kelistrikan pelanggan.
Akibat menurunnya pf itu maka akan muncul beberapa persoalan sbb:

a.Membesarnya penggunaan daya listrik kWH karena rugi-rugi.


b.Membesarnya penggunaan daya listrik kVAR.
c.Mutu listrik menjadi rendah karena jatuh tegangan.
Secara teoritis sistem dengan pf yang rendah tentunya akan menyebabkan arus yang
dibutuhkan dari pensuplai menjadi besar. Hal ini akan menyebabkan rugi-rugi daya (daya
reaktif) dan jatuh tegangan menjadi besar. Dengan demikian denda harus dibayar
sebabpemakaian daya reaktif meningkat menjadi besar. Denda atau biaya kelebihan daya
reaktif dikenakan apabila jumlah pemakaian kVARH yang tercata dalam sebulan lebih
tinggi dari 0,62 jumlah kWH pada bulan yang bersangkutan sehingga pf rata-rata kurang
dari 0,85. Sedangkan perhitungan kelebihan pemakaian kVARH dalam rupiah
menggunakan rumus sbb:

[ B - 0,62 ( A1 + A2 ) ] Hk

Dimana : B = pemakaian k VARH

A1 = pemakaian kWH WPB

A2 = pemakaian kWH LWBP

Hk = harga kelebihan pemakaian kVARH

Untuk memperbesar harga cos r (pf) yang rendah hal yang mudah dilakukan adalah
memperkecil sudut r sehingga menjadi r1 berarti r>r1. Sedang untuk memperkecil sudut r
itu hal yang mungkin dilakukan adalah memperkecil komponen daya reaktif (kVAR).
Berarti komponen daya reaktif yang ada bersifat induktif harus dikurangi dan
pengurangan itu bisa dilakukan dengan menambah suatu sumber daya reaktif yaitu berupa
kapasitor.

Proses pengurangan itu bisa terjadi karena kedua beban (induktor dan kapasitor) arahnya
berlawanan akibatnya daya reaktif menjadi kecil. Bila daya reaktif menjadi kecil
sementara daya aktif tetap maka harga pf menjadi besar akibatnya daya nyata (kVA)
menjadi kecil sehingga rekening listrik menjadi berkurang. Sedangkan keuntungan lain
dengan mengecilnya daya reaktif adalah :

 Mengurangi rugi-rugi daya pada sistem.


 Adanya peningkatan tegangan karena daya meningkat.

Proses Kerja Kapasitor

Kapasitor yang akan digunakan untuk meperbesar pf dipasang paralel dengan rangkaian
beban. Bila rangkaian itu diberi tegangan maka elektron akan mengalir masuk ke
kapasitor. Pada saat kapasitor penuh dengan muatan elektron maka tegangan akan
berubah. Kemudian elektron akan ke luar dari kapasitor dan mengalir ke dalam rangkaian
yang memerlukannya dengan demikian pada saaat itu kapasitor membangkitkan daya
reaktif. Bila tegangan yang berubah itu kembali normal (tetap) maka kapasitor akan
menyimpan kembali elektron. Pada saat kapasitor mengeluarkan elektron (Ic) berarti sama
juga kapasitor menyuplai daya treaktif ke beban. Keran beban bersifat induktif (+)
sedangkan daya reaktif bersifat kapasitor (-) akibatnya daya reaktif yang berlaku menjadi
kecil.

Rugi-rugi daya sebelum dipasang kapasitor :

Rugi daya aktif = I2 R Watt .............(5)


Rugi daya reaktif = I2 x VAR.........(6)

Rugi-rugi daya sesudah dipasang kapasitor :

Rugi daya aktif = (I2 - Ic2) R Watt ...(7)

Rugi daya reaktif = (I2 - Ic2) x VAR (8)

Pemasangan Kapasitor

Kapasitor yang akan digunakan untuk memperkecil atau memperbaiki pf penempatannya


ada dua cara :

1. Terpusat kapasitor ditempatkan pada:

a.Sisi primer dan sekunder transformator


b. Pada bus pusat pengontrol

2. Cara terbatas kapasitor ditempatkan

a. Feeder kecil
b. Pada rangkaian cabang
c. Langsung pada beban

Perawatan Kapasitor

Kapasitor yang digunakan untuk memperbaiki pf supaya tahan lama tentunya harus
dirawat secara teratur. Dalam perawatan itu perhatian harus dilakukan pada tempat yang
lembab yang tidak terlindungi dari debu dan kotoran. Sebelum melakukan pemeriksaan
pastikan bahwa kapasitor tidak terhubung lagi dengan sumber. Kemudian karena kapasitor
ini masih mengandung muatan berarti masih ada arus/tegangan listrik maka kapasitor itu
harus dihubung singkatkan supaya muatannya hilang. Adapun jenis pemeriksaan yang
harus dilakukan meliputi :

 Pemeriksaan kebocoran
 Pemeriksaan kabel dan penyangga kapasitor
 Pemeriksaan isolator

Sistem Mikroprosesor

Selain komponen induktor pemborosan pemakaian listrik bisa juga terjadi karena:

Tegangan tidak stabil

Ketidak stabilan tegangan bisa menyebabkan terjadinya pemborosan energi listrik.


Ketidakstabilan itu dapat diartikan tegangan pada suatu fase lebih besar, lebih kecil atau
berfluktuasi terhadap teganga standar. Sedangkan akibat pembrosan energi listrik itu maka
timbul panas sehingga bisa menyebabkan pertama kerusakan isolator peralatan yang
dipakai. Ke dua memperpendek daya isolasi pada lilitan. Sementara itu dengan
ketidakseimbangan sebesar 3% saja dapat memperbesar suhu motor yang sedang
beroperasi sebesar 18% dari keadaan semula. Hal ini tentunya akan menimbulkan suara
bising pada motor dengan kecepatan tinggi.

Harmonik

Harmonik itu bisa menimbulkan panas, hal ini terjadi karena adanya energi listrik yang
berlebihan. Harmonik itu bisa muncul karena peralatan seperti komputer, kontrol motor
dll. Harmonik merupakan suatu keadaan timbulnya tegangan yang periodenya berbeda
dengan periode tegangan standar. Periode itu bisa 180 Hz (harmonik ke-3), 300 Hz
(harmonik ke-5) dan seterusnya. Harmonik pada transformator lebih berbahaya, hal ini
karena adanya sisrkulasi arus akibat panas yang berlebih. Sehingga hal ini bisa
mengurangi kemampuan peralatan proteksi yang menggunakan power line carrier sebagai
detektor kondisi normal. Untuk mengoptimalkan pemakaian energi listrik bisa digunakan
beban-beban tiruan berupa LC yang dilengkapi dengan teknologi mikroprosesor.
Sehingga ketepatan dan keandalan dalam mendeteksi kualitas daya listrik bisa diperoleh.
Mikroprosesor itu berfungsi untuk mengolah komponen-komponen yang menentukan
kualitas tenaga listrik. Seperti keseimbangan beban antar fasa, harmonik dan surja.
Apabila terdapat ketidakseimbangan antara fasa satu dengan fasa yang lainnya, maka
mikroprosesor akan memerintahkan beban-beban LC untuk membuka atau menutup agar
arus disuplai ke fasa satu sehingga selisih arus antara fasa satu dengan fasa yang lainnya
tidak ada. Banyaknya L atau C yang dibuka atau ditutup tergantung dari kondisi
ketidakseimbangan beban yang terdeteksi oleh mikroprosesor. Kondisi harmonik yang
terdeteksi bisa dihilangkan dengan menggunakan filter LC.

Keuntungan alat ini adalah :

 Mampu mereduksi daya sampai 30%.


 Meningkatkan pf antara 95-100%
 Dapat mengeliminasi terjadinya harmonik.
Dengan demikian pemakaian energi listrik bisa dihemat yaitu dengan cara
mengoptimalkan konsumsi energi masing-masing peralatan yang digunakan, memperkecil
gejala harmonik dan menstabilkan tegangan. Sehingga energi tersisa bisa dimanfaatkan
untuk sektor lain yang lebih membutuhkan. Sedang dampak negatif dari pemborosan
energi listrik itu pertama menciptakan ketidakseimbangan beban fasa-fasa listrik yang
pada gilirannya akan mempengaruhi over heating pada motor dan penurunan life isolator.
Ke dua bagi PLN sebagai penyuplai energi listrik tentunya harus menyediakan energi
listrik yang lebih besar lagi.
.
 Prinsip kerja kapasitor sebagai coupling adalah apabila frekunsi/ gelombang hasil
penguat oleh amplifier masih membawa arus DC, maka capasitor dipasang sebagai
coupling untuk membuang arus DC nya.
 Prinsip kerja kapasitor sebagai filter adalah Arus AC yabg mengandubg unsur AC
diperkacil/ diredam oleh capasitor disebut filter (penyaring) semakin besar
kapasitor, maka hasil filternya semakin baik.

Hubungan Rangkaian Kapasitor

Kapasitor Dalam Hubungan Seri


Secara matematis dapat ditunjukkan bahwa kapasitansi gabungan C dari beberapa
kapasitor C1,C2,C3,......yabg terhubung seri dapat ditentukan dengan rumus:
1/C= 1/C1+1/C2+1/C3+••••••••
Kebalikan dari kapasitansi gabungan beberapa kapasitor yang terhubung seri sama
dengan jumlah dari kabalikan masing-masing kapasitor.
+ - + - + -

V
+ -

Kapasitor yang Dihubungkan Paralel


Jika kapasitor dihubungkan paralel, pengaruhnya sama dengan seperti menambah
jumlah pelat, dan kapasitansi rangkaian bertambah. Pada rangkaian paralel, kapasitansi
gabungan dari beberapa kapasitor C1,C2,C3......adalah

C=C1+C2+C3+••••••••

+ -

Jika kapasitor dihubungkan secara


paralel, kapasitansi totalnya sama
dengan jumlah kapasitansi masing-
masing kapasitor
+ -

+ -

Kapasitor dalam Rangkaian AC

Dalam rangkaian dc yang mengandung kapasitor, hanya ada aliran arus sekejap
segera setelah dikenakan tegangan. Segera setelah itu tegangan pada kapasitor mencapai
harga mantapnya, tidak ada aliran arus. Tetapi jika kapasitor dihubungkan kecatu
tegangan ac yang seri dengan amperemeter ac, ampermeter menunjukkan aliran arus
selama catu tegangan terhubung. Rangkaian selalu merupakan rangkaian lengkap dan
tidak pernah terputus. Alasannya adalah bahwa arus selalu mengalir secara bergantian
masuk kedalam dan keluar kapasitor ketika kapasitor dimuati, dikosongkan, dimuati lagi
dengan arah berlawanan dan dikosongkan lagi.
Perubahan tegangan bolak-balik yang dikenakan pada kapasitor, muatan pada kapasitor,
dan aliran arus, oleh karena itu yang mengalir dalam rangkaian yang mengandung
kapasitansi bergantung pada laju perubahan tegangan, maka aliran arus terbesar terjadi
pada titik a, c, dan e. Pada titik-titik ini, laju perubahan tegangannya maximum. Antara
titik a dan b, seraya tegangan dan muatan pada kapasitor keduanya bertambah, aliran arus
menujuke kapasitor tetapi dengan harga yang menurun pada titik b kapasitor bermuatan
penuh, dan arusnya nol. Dari b ke c, tegangan dan muatan keduanya menurun ketika
kapasitor mengosongkan diri, arus yang mengalir brlaanan arah tegangan, dari c ke d,
kapasitor mulai diisi dalam arah yang berlawanan dan tegangan serta arusnya dalam arah
yang sama lagi. Kapasitor bermuatan penuh pada d, dimana aliran arusnya nol lagi. Dari
d ke e kapasitor mengosongkan diri, aliran arusnya menjadi berlawanan dengan tegangan.
Siklus ini kemudian berulang. Pengamatan pada gambar 1.3 menunjukkan bahwa arus
mendahului 90˚ terhadap tegangan. Hal ini memang benar untuk setiap rangkaian
kapasitif murni dan kebalikannya untuk rangkaian induktif murni dimana arus tertinggal
90˚ dari tegangan. Oleh sebab itu, pengaruh kapasitansi dalam rangkaian benar-benar
berlawanan dengan pengaruh induktansi.
Gambar 1.3
tegangan

muatan
a b c arus d e

90˚

Nama pengirim : Haris Efendi


NIM : 085514234
Kelas : SPMB Umum II
Jurusan : Pend. Teknik Elektro