Anda di halaman 1dari 3

Konstruksi Yang Tepat Untuk

Kandang Ayam Broiler


June 28, 2015

Pertanianku Bentuk kandang memiliki banyak model dengan biaya


pembuatan yang juga bervariasi, tergantung jenisnya. Konstruksi kandang
harus disesuaikan dengan keadaan lokasi dan modal yang dimiliki. Prinsip
pembuatan kandang adalah kuat/ kokoh, murah, dan dapat memberikan
kenyamanan pada ayam. Kekuatan kandang harus diperhitungkan dalam
pembuatan kandang karena berkenaan dengan keselamatan ayam dan
pekerja kandang.

Kandang harus bisa kuat (kokoh) terhadap terpaan angin dan mampu
menahan beban ayam. Untuk itu, perlu diperhatikan konstruksinya agar
kokoh dan tidak mudah ambruk. Di samping kuat, pembangunan kadang
diusahakan murah, tetapi bukan murahan. Artinya, pembangunan kandang
hendaknya menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan di daerah
setempat tanpa mengurangi kekuatan kandang. Namun, kandang perlu
dirawat setelah terbangun dan digunakan agar tetap awet. Jika
menggunakan bahan yang murah dan mudah didapat, akan memperingan

biaya perawatan kandang. Berikut contoh konstruksi kandang terbuka (open


house).
1. Atap
Bentuk atap tipe monitor. Bentuk tersebut baik untuk pertukaran udara
sehingga pembuangan gas beracun, seperti H2S, NH3, dan CO2 bisa lebih
maksimal.
Bahan atap bisa dari asbes, genting, seng, ijuk/rumbia, atau aluminium
foil. Pilihan atap disesuaikan dengan lokasi kandang (suhu dan kelembapan)
serta ketersediaan bahan dan dana.
Kemiringan atap yang baik, antara 3045o. Prinsipnya, air bisa cepat
turun dan tidak menggenang di atap sehingga menghindari air masuk ke
dalam kandang.
2. Dinding
Tinggi dinding minimal 1,8 m untuk kandang postal/panggung tunggal.
Untuk kandang tingkat tinggi, dinding bawah minimal 2 m dan tinggi dinding
kandang atas minimal 1,7 m.
Dinding kandang bisa menggunakan bambu atau kawat. Adapun tiangnya
harus kokoh yang terbuat dari bambu, kayu, atau cor.
3. Lebar kandang
Kandang panggung lebar maksimal 8 m. Untuk kandang postal, lebar
kandang maksimal 7 m. Jika dekat gawir (terhalang tebing), lebar kandang
maksimal 6 m dengan jarak minimal kandang dari gawir (tebing) 8 m.
Usahakan tinggi tebing jangan melebihi 1/2 tinggi kandang dengan drainase
yang baik.
4. Jarak antarkandang

Jarak antarkandang minimal satu lebar kandang (8 m) yang diukur dari


bagianterluar kandang.
Usahakan antara kandang tidak ada tanaman yang dapat menghalangi
sirkulasi udara.
5. Arah kandang
Membujur barattimur agar kandang mendapatkan sinar matahari yang
cukup, tetapi tidak langsung mengenai ayam.
Kandang yang membujur utara selatan akan mengakibatkan cahaya
matahari terlalu banyak masuk ke dalam kandang. Jika matahari terlalu
banyak masuk ke dalam kandang, suhu kandang menjadi tinggi serta akan
menyebabkan kepadatan semu. Kepadatan semu adalah kondisi ayam yang
mengumpul di salah satu sisi kandang yang tidak terkena matahari langsung.
Kondisi ini biasanya terjadi pagi dan sore hari ketika matahari masuk ke
dalam kandang. Akibat dari kepadatan semu adalah suhu dan gas beracun di
salah satu sisi kandang meningkat karena kepadatan menjadi tinggi dan
distribusi tempat pakan dan minum menjadi tidak seimbang. Akibatnya,
konsumsi pakan menjadi menurun dan tidak merata sehingga dapat
mengganggu pertumbuhan dan kesehatan ternak.
6. Kepadatan kandang
Target panen ayam ukuran besar (lebih dari 1,8 kg) dengan kepadatan
sebesar 67 ekor per m2.
Target panen ayam ukuran sedang (1,41,8 kg) dengan kepadatan
sebesar 8 ekor per m2.
Target panen ayam ukuran kecil (0,81,4 kg) dengan kepadatan sebesar 9
12 m2.