Anda di halaman 1dari 3

PELAPORAN HASIL KRITIS

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BITUNG

Jl. S.H.Sarundajang

No. Dokumen :

Kel Manembo Nembo, Bitung

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)

PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN

Tanggal Terbit :

No. Revisi :

Halaman :

1/3
DITETAPKAN
DIREKTUR
Dr. Jeaneste Watuna M.MKes

1. Proses penyampaian hasil kritis kepada dokter


yang merawat pasien.
2. Nilai Hasil Kritis adalah hasil pemeriksaan
diagnostic
penunjang
yang
memerlukan
penanganan segera.
3. Pelaporan
Hasil
Kritis
adalah
proses
penyampaian nilai hasil pemeriksaan yang
memerlukan penanganan segera dan harus
dilaporkan ke DPJP dalam waktu kurang dari 1
(satu) jam.
1. Terlaksananya proses pelaporan nilai-nilai yang
perlu di waspadai (alert values interpretasi
laboratorium, kardiologi, dan radiologi untuk
tenaga kesehatan).
2. Mencegah keterlambatan penatalaksanaan pasien
dengan hasil kritis.
3. Hasil kritis dapat diterima oleh DPJP yang
merawat dan diinformasikan pada pasien sesuai
waktu.
1. Peraturan Menteri Kesehatan Rl Nomor
1691/Menkes/Per/VIII/2011 tanggal 24 Agustus
2011 tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit.
2. SK Direktur Utama Nomor: 19855 /TU.K/34/
XII/2011
tentang
Pedoman
Penerapan
International Patient Safety Goals (IPSG).\
3. Semua hasil yang perlu di waspadai dipastikan
harus diterima oleh dokter yang akan mengambil
tindakan terhadap hasil kritis tersebut.

PELAPORAN HASIL KRITIS

No. Dokumen :
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BITUNG

No. Revisi :

No. Halaman :
2/3

Jl. S.H.Sarundajang

Kel Manembo Nembo, Bitung

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

DITETAPKAN
DIREKTUR
Dr. Jeaneste Watuna M.MKes

PROSEDUR

PELAPORAN HASIL KRITIS


1. Menggunakan teknik komunikasi verbal Tulis
(write back) / Baca (read back) Konfirmasi
(Confirmation), proses pelaporan ini ditulis di
dalam rekam medis (form catatan perkembangan
terintegrasi).
2. Dokter/ perawat ruangan yang menerima laporan
hasil kritis langsung menghubungi DPJP/ PPDS
yang merawat pasien.
3. Dokter/ perawat ruangan yang menerima laporan
hasil kritis dan menghubungi DPJP/ PPDS yang
merawat pasien harus mencatat tindakan yang
diambil untuk pasien atau informasi lain terkait
klinis
4. Semua nilai kritis/ interpretasi selanjutnya
disampaikan melalui formulir hasil pemeriksaan
sesuai dengan SPO Penyerahan Hasil
5. Untuk pasien rawat jalan, hasil kritis harus
dilaporkan kepada dokter yang meminta
pemeriksaan dan harus menyampaikan hasil
kritis ke pasien.
6. Dokter/ perawat di ruangan yang menerima hasil
kritis menerapkan mekanisme pelaporan hasil
kritis sebagai berikut:
a. 15 menit pertama: harus segera melaporkan
pada
DPJP,
bila
belum
berhasil
menghubungi, ke langkah berikut:
b. 15 menit ke dua: harus melaporkan pada
DPJP, bila belum berhasil menghubungi, ke
langkah berikut:
c. 15 menit ke tiga: Bila hari kerja dapat
menghubungi: Divisi departemen terkait Bila
di luar jam kerja/ hari libur menghubungi
konsulen jaga yang bertugas, bila belum
berhasil menghubungi ke langkah berikut:
d. 15 menit ke empat: menghubungi konsulen
jaga yang bertugas, bila belum berhasil juga
maka dapat menghubungi urutan pimpinan
sebagai berikut:
a) Kepala IGD, jika tidak dapat dihubungi,

b) Kepala ICU, jika tidak dapat dihubungi


c) Direktur Medik Skeperawatan
e. Dokter yang dilaporkan tentang hasil kritis
yang
perlu
diwaspadai
tersebut,
bertanggungjawab terhadap interpretasi hasil
dan pengambilan tindakan terhadap pasien

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.
5.

Ruang Rawat Inap


Rawat jalan
IGD
Laboratorium
Radiologi