Anda di halaman 1dari 5

ANALISIS DATA KATEGORIK

Analisis data kategorik adalah analisa yang menggunakan teknik perhitungan secara
non parametrik. Maksud dari non parametrik disini adalah perhitungan yang dilakukan
sederhana, bisa digunakan pada skala pengukuran yang lemah, pemborosan informasi, dan
saat prosedur tertentu perhitungan lebih rumit. Pada data kategorik terdapat dua uji hipotesis
yaitu uji homogenitas dan uji independensi. Uji homogenitas adalah uji yang tergantung
penelitian yang cenderung sama , sedangkan uji independensi adalah uji yang digunakan
untuk menguji ada atau tidaknya interdependensi (hubungan saling ketergantungan) antara
variable kuantitatif yang satu dengan yang lainnyaberdasarkan observasi yang ada. Uji
independensi juga biasanya uji yang tergantung penelitian yang tidak sama (non homogen).
Pada pengamatan kali ini kami ingin mengetahui apakah jenis kelamin tidak ada
kaitannya dengan jenis motor yang disukainya, atau justru sebaliknya bahwa jenis kelamin
terkait erat dengan jenis motor yang disukainya. Sebagai mana yang telah kita ketahui bahwa
perempuan cenderung menggunakan motor matic dibandingkan laki-laki. Maka dari itu kami
mencoba untuk melakukan uji homogenitas tesebut. Responden dari data ini kami dapatkan
dari mahasiswa jurusan Matematika Fakultas MIPA UNTAN. Respondennya berjumlah 60
orang dari prodi Matematika dan Statistik.

Jenis kelamin

Jenis Motor

Total responden

Matic

Non Matic

Laki-Laki

14

16

30

Perempuan

24

30

Jumlah :

38

22

60

Hipotesa sementara yaitu kebanyakan bahwa wanita lebih menyukai menggunakan


motor matic.
Adapun langkah-langkah uji hipotesisnya adalah :
a. Merumuskan hipotesis
H0 = hasil dari populasi 1 dan 2 adalah sama (homogen)
H1 = hasil dari populasi 1 dan 2 adalah berbeda ( non homogen )
b. Menentukan tingkat signifikan / tingkat kepercayaan (1- )*100%
Pada data diatas , tingkat kepercayaan menggunakan 95% sehingga didapatkan
(1-95%)*100% = 0,05 . Jadi atau tingkat kepercayaan data diatas sebesar 0,05
c. Menentukan nilai kritis / daerah penolakan H0
H0 tidak ditolak apabila W X2 (1;) dan
H0 ditolak jika W> X2 (1;) dengan X2 (1;) dapat diperoleh dari tabel distribusi chikuadrat.

d. Menghitung Statistik Uji

i=1

i= j

W =

( OijEij ) 2
Eij

Dengan : Oij adakah frekuensi observasi populasi I dengan hasil J


Eij adalah frekuensi harapan populasi I dengan hasil J
Nilai oij dapat diperoleh langsung dari hasil pengamatan , sedangkan nilai
Eij dapat dihitung dengan cara mengalikan jumlah baris dengan jumlah kolom ,
kemudian membaginya dengan jumlah total observasi. Berikut ini sistematis
rumusnya :
2

j=1

i=1

Eij ( Oij Oij) : N


e. Kesimpulan: Keputusan menolak atau menerima H0 dilakukan setelah
membandingkan nilai hasil perhitungan statistik uji dengan nilai kritis. Jika nilai
statistik uji berada dalam daerah penolakan, maka H0 ditolak.
Berdasrkan tabel diatas, perlu dilakukan langkah-langkah untuk menguji hipotesis
uji homogenitasnya.
1. Merumuskan Hipotesis
H0
:Tidak ada kaitan antara jenis kelamin dengan jenis motor yang
disukainya (homogen)
H1
:Ada kaitan antara jenis kelamin dengan jenis motor yang disukainya
(non homogen)
2. Tingkat kepercayaan yang digunakan adalah 95%, jadi =0,05
3. Menentukan nilai kritis atau daerah penolakan H0
Dari tabel chi-kuadrat diperoleh X2(1;0,05) = 3,841. Jadi, H0 tidak ditolak apabila
W 3,841 dan H0 ditolak jika W 3,841.
4. Menghitung Statistik Uji
Sebelum menghitung statistic uji W, terlebih dahulu dihitung nilai dari Eij .
E11 = ( O1*O*1 ) / N = (30*38)/ 60 = 19
E12 = ( O1*O*2 ) / N = (30*22)/ 60 = 11
E21 = ( O2*O*1 ) / N = (30*38)/ 60 = 19
E22 = ( O2*O*2 ) / N = (30*22)/ 60 = 11
Sehingga, didapatlah tabel bantuan perhitungan statistic uji W

Jenis Motor
Jenis kelamin

Jumlah
Matic

Non Matic

14 (19)

16 (11)

30

24 (19)

6 (11)

30

Laki-laki
Perempuan
Jumlah

38

22

60

Statistik Uji W dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut :


2
2
( OijEij ) 2
W =
Eij
i=1
i= j
Sehingga ,
W
= ( 14 19)2 : 19 + ( 16 11)2 : 11 + ( 24 19)2 : 19 + ( 6 11)2 : 11
= 1,3 + 2,2 + 1,3 + 2,2
= 7,0
5. Kesimpulannya :
Berdasarkan statistik uji W = 7,0 3,841 yang berarti statistik uji W berada di
daerah kritik atau daerah penolakan H0 , jadi H0 ditolak. Jadi, ada kaitan
antara jenis kelamin dengan jenis motor yang disukainya.

TUGAS KULIAH
ANALISIS DATA EKSPLORATIF
DATA KATEGORIK

Dosen Pengampu
Betri Wendra

Di susun oleh:
Puteri Ratna Dewi (H1091151025)
Bayu Mustika Khatulistiwantoro (H1091151031)
Fitriani Hartati (H1091151040)
Sumiarti (H109115046)

UNIVERSITAS TANJUNGPURA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PONTIANAK
2016