Anda di halaman 1dari 122

UNIVERSITAS INDONESIA

Pengaruh Kegiatan Promosi Trans Studio Bandung Terhadap


Minat Khalayak
(Studi Pada Pengunjung Trans Studio Bandung
Periode Bulan Juli September 2011)

SKRIPSI

VEGA PERMATASARI ALIMAN


0906614282

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK


PROGRAM SARJANA EKSTENSI
DEPOK
JANUARI 2012

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

UNIVERSITAS INDONESIA

Pengaruh Kegiatan Promosi Trans Studio Bandung Terhadap


Minat Khalayak
(Studi Pada Pengunjung Trans Studio Bandung
Periode Bulan Juli September 2011)

SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Sosial

VEGA PERMATASARI ALIMAN


0906614282

FAKULTAS ILMU SOSIAL ILMU POLITIK


PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI
KEKHUSUSAN HUBUNGAN MASYARAKAT
DEPOK
JANUARI 2012

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, karena atas rahmat dan
karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulisan skripsi ini
dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana
Sosial Jurusan Hubungan Masyarakat pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Indonesia. Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan, dukungan, dan
bimbingan dari berbagai pihak, tentunya penulis tidak dapat menyelesaikan
penyusunan skripsi ini. Oleh Karena itu, penulis mengucapkan banyak terima
kasih kepada:
1. Dra. Askariani B. Hidayat, M.Si, selaku Ketua Program Sarjana Ekstensi
Ilmu Komunikasi FISIP UI.
2. Dra. Martini Mangkoedipoero, M.Si, selaku Sekretaris Program Sarjana
Ekstensi Ilmu Komunikasi FISIP UI.
3. Kinkin Yuliaty Subarsa P. S.Sos, M.Si, selaku pembimbing skripsi penulis
yang telah meluangkan waktu, pikiran, dan tenaganya dalam memberikan
bimbingan pada penulis. Terima kasih banyak mba kinkin.
4. Ir. Wahyuni Pudjiastuti, M.Si, selaku penguji skripsi penulis, dan terimakasih
atas segala kemudahannya.
5. Kedua orang tua (Moh. Aliman & Nani Nurwenda), kedua adikku tercinta
(Sely & Fidel), Arya Renata, Rosita Veronica, Crayon, Alva, Anggie, Cella,
beserta keluarga besar saya yang telah memberikan dukungan material dan
moral.
Akhir kata, penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak
yang telah terlibat dan membantu merampungkan skripsi ini, semoga skripsi ini
bermanfaat bagi pembaca dan juga bagi almamater.

Depok,

2011

Penulis

iv

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

ABSTRAK

NAMA
: VEGA PERMATASARI ALIMAN
PROGRAM STUDI : HUBUNGAN MASYARAKAT
JUDUL
: Pengaruh Kegiatan Promosi Trans Studio Bandung
Terhadap Minat Khalayak (Studi Pada Pengunjung Trans
Studio Bandung Periode Bulan Juli Septemer 2011)

Trans Studio Bandung merupakan salah satu indoor theme park kedua di
Indonesia setelah di Makassar. Dengan menyediakan 20 wahana wahana yang
menarik bagi pengunjungnya. Kegiatan promosi merupakan salah satu cara yang
digunakan pihak Trans Studio Bandung untuk menarik minat khalayak
pengunjungnya.
Penelitian ini mengukur pengaruh kegiatan promosi Trans Studio
Bandung terhadap minat khalayak (pengunjung). Konsep yang digunakan dalam
penelitian ini adalah kegiatan promosi dan minat khalayak. Penelitian ini
menggunakan paradigma positivis, pendekatan kuantitatif dan bersifat eksplanatif.
Survey dilakukan kepada pengunjung Trans Studio Bandung periode bulan juli
September 2011. Pada penelitian ini ditemukan adanya pengaruh yang cukup kuat
dan signifikan antara kegiatan promosi Trans Studio Bandung dan minat
khalayak.

Kata Kunci:
Kegiatan Promosi, Marketing Public Relations, Minat.

vi

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .
HALAMAN PENGESAHAN ..............................................................................
HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS .
KATA PENGANTAR ..
HALAMAN PERNYATAAN PUBLIKASI
ABSTRAK ...
ABSTRACT .
DAFTAR ISI ....
DAFTAR GAMBAR .......
DAFTAR TABEL .
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................

i
ii
iii
iv
v
vi
vii
viii
xi
xii
xiii

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Permasalahan .
1.3. Tujuan Penelitian
..
1.4. Manfaat Penelitian
..
1.4.1 Manfaat Akademis ..
1.4.2 Manfaat Praktis

1
3
5
6
6
6

BAB 2 KERANGKA TEORI


2.1. Tinjauan Literatur ........................................................................................
2.1.1 Integrated Marketing Communications (IMC) ..................................
2.1.2 Promosi ..............................................................................................
2.1.2.1 Bauran Komunikasi Pemasaran .
2.1.2.2 Tujuan Promosi .
2.1.2.3 Objek Promosi
2.1.2.4 Kegiatan Promosi ...
2.1.3 Marketing Public Relations .....................................
2.1.3.1 Strategi Marketing Public Relations
2.1.3.2 Keuntungan Marketing Public Relations .
2.1.3.3 Keberadaan PR dalam Marketing
2.1.4 Minat
2.2. Definisi Konsep
2.3. Hipotesis Teori
2.4. Model Analisis

7
7
9
9
19
21
22
24
28
29
30
31
33
35
35

BAB 3 METODOLOGI
3.1. Paradigma Penelitian
3.2. Pendekatan Penelitian

36
36
viii

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

3.3. Sifat Penelitian ..


3.4. Metode Pengumpulan Data .........
3.4.1 Data Primer ..
3.4.2 Data Sekunder ..
3.5. Populasi dan Sampel
3.5.1 Populasi .
3.5.2 Sampel ...
3.6. Teknik Penarikan Sampel
....
3.7. Unit Observasi dan Unit Analisis ..................
3.7.1 Unit Analisis ..
3.7.2 Unit Observasi
3.8. Hipotesis Penelitian
..............
3.9. Hipotesis Statistik ...................................
3.10. Operasionalisasi Konsep ...................
3.11 Uji Validitas dan Uji Reliabilitas ...............................................................
3.11.1 Uji Validitas .
3.11.2 Uji Reliabilitas .
3.12 Metode Analisis ...........................................................................................
3.12.1 Analisis Data Univariat
3.12.2 Analisis Data Bivariat ..
3.13 Kelemahan dan Keterbatasan Penelitian ..

37
38
39
39
39
39
40
41
43
43
43
43
44
44
46
46
48
50
50
52
52

BAB 4 DESKRIPSI OBJEK KAJIAN


4.1 Profil Perusahaan
54
4.2 Maskot Trans Studio Bandung ... 55
BAB 5 ANALISIS HASIL PENELITIAN
5.1. Analisis Data ...
5.1.1 Distribusi Responden Berdasarkan Pekerjaan ................................
5.1.2 Distribusi Responden Berdasarkan Penghasilan
5.1.3 Analisis Univariat
5.1.3.1 Distribusi Frekuensi Variabel Kegiatan Promosi
5.1.3.2 Distribusi Frekuensi Variabel Minat Khalayak
5.1.4 Analisis Bivariat/Regresi Linier Sederhana .

58
58
58
59
59
68
71

BAB 6 INTERPRETASI
6.1. Karakteristik Responden ...........
6.2. Interpretasi Distribusi Variabel Kegiatan Promosi
6.3. Interpretasi Distribusi Variabel Minat Khalayak ..
6.4. Interpretasi Pengaruh Kegiatan Promosi Terhadap Minat Khalayak

76
76
79
80

BAB 7 PENUTUP
7.1. Kesimpulan
.. 81
7.2. Implikasi Penelitian ... 82
ix

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

7.2.1. Implikasi Teoritis ...........................................................................


7.2.2. Implikasi Praktis ............................................................................
7.3. Rekomendasi .............
7.3.1. Rekomendasi Akademik .............................................................
7.3.1. Rekomendasi Praktis .....................................................................

82
82
82
82
83

DAFTAR PUSTAKA . 84

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Kerangka Umum Komunikasi Pemasaran

10

Gambar 3.1. Teknik Penarikan Sampel ..

37

xi

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

DAFTAR TABEL

Tabel 3.2

Operasional Konsep 39

Tabel 3.3

Validitas Kegiatan Promosi Trans Studio Bandung . 41

Tabel 3.4.

Validitas Minat Khalayak . 42

Tabel 3.5

Reliabilitas Kegiatan Promosi Trans Studio Bandung 43

Tabel 3.6

Reliabilitas Minat khalayak 44

Tabel 3.7

Skala Penelitian Likert 44

Tabel 3.8

Nilai Rata-rata Skala Likert 52

Tabel 5.1

Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pekerjaan 58

Tabel 5.2

Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan


Penghasilan .. 58

Tabel 5.3

Dimensi Iklan (Advertising) 59

Tabel 5.4

Dimensi Direct Marketing .. 62

Tabel 5.5

Dimensi Internet Marketing (Interactive) .. 63

Tabel 5.6

Dimensi Promosi Penjualan (Sales Promotion) . 64

Tabel 5.7

Dimensi Publisitas & Humas .. 65

Tabel 5.8

Dimensi Penjualan Secara Personal 67

Tabel 5.9

Dimensi Minat Subjektif . 68

Tabel 5.10

Dimensi Minat Objektif .. 70

Tabel 5.11

Anova Analisis Bivariat .. 72

Tabel 5.12

Model Summary Analisis Bivariat .. 72

Tabel 5.13

Koefisien Analisis Bivariat . 74

xii

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Indonesia merupakan Negara dengan sumber daya alam yang beraneka ragam
dan jenisnya. Dimana kepulauan Indonesia terbentang dari Sabang hingga
Merauke, karena itulah tidak mengherankan jika industri pariwisata (tourism
industry) di Indonesia berkembang cukup pesat dari tahun ke tahunnya.
Untuk lebih memperjelas pemahaman kita akan industri pariwisata, ada
baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu definisi dari kedua komponen yang
terlibat diatas yaitu industri dan pariwisata. Industri adalah berbagai jenis usaha
yang bertujuan untuk menciptakan atau menghasilkan barang-barang atau jasajasa melalui suatu proses produksi. Sedangkan pariwisata adalah suatu kegiatan
usaha yang terbentuk dalam suatu proses yang dapat menciptakan suatu nilai
tambah terhadap barang dan jasa yang telah diproses sebagai produk, baik yang
berbentuk nyata (tangible product), maupun yang berbentuk tidak nyata
(intangible product), berupa jasa pelayanan1.
Adapun pengertian pariwisata menurut Undang-Undang Republik
Indonesia No. 9 tahun 1990 tentang kepariwisataan, adalah2 :
Segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata serta usaha-usaha yang
terkait di bidang tersebut. Sedangkan pengertian usaha pariwisata secara umum
adalah suau kegiatan yang bertujuan menyelenggarakan jasa-jasa pariwisata serta
menyediakan atau mengusahakan obyek dan daya tarik wisata, usaha sarana
pariwisata dan usaha lain yang terkait di bidang tersebut.
Dari uraian di atas dapat dilihat bahwa pariwisata bukanlah merupakan
suatu industri seperti halnya industri barang jadi seperti mesin, barang konsumsi,
dan lain-lain yang mempunyai pabrik dan menghasilkan barang barang-barang
secara langsung dapat dikonsumsi oleh masyarakat sebagai hasil produksinya.

Richad Sihite, Hotel Management, Cetakan ke 5 (Surabaya: Penerbit SIC, 2000), hal. 5

Richad Sihite, Ibid hal. 5

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

Industri pariwisata merupakan kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang


untuk menghasilkan nilai tambah terhadap barang dan jasa. Komponen yang
terlibat di dalam industri, pariwisata yaitu atraksi, transportasi, akomodasi, dan
hiburan3. Berbagai komponen yang terlibat di dalam industri pariwisata ini
haruslah saling menunjang agar bisa menjadi suatu komoditas yang menarik
sehingga dapat dijual kepada khalayak.
Hiburan dan rekreasi yang termasuk kedalam komoditas pariwisata sudah
menjadi bagian dari kebutuhan dan gaya hidup masyarakat perkotaan. Para remaja
maupun orang-orang dewasa lainnya yang berekreasi ketika hari libur tiba,
ataupun untuk melepas kepenatan dari banyaknya tugas-tugas pekerjaan mereka.
Orang tua pun mengajak sering mengajak anak-anaknya untuk berekreasi selain
untuk melepas ketegangan dan mendapatkan hiburan, rekreasi juga dapat
dijadikan sebagai sarana pendidikan bagi anak. Melalui rekreasi, anak mendapat
pengetahuan dan pengalaman yang dapat membantu perkembangannya, baik
secara akademis, sosial, dan juga psikologis.
Tempat hiburan rekreasi dan hiburan saat ini sangatlah beragam, dan juga
tempat-tempat tersebut memiliki kelebihan masing-masing. Ada berbagai macam
rekreasi, antara lain adalah rekreasi olahraga dan luar lapangan, serta rekreasi
budaya dan kreatif 4. Tempat rekreasi olahraga dan luar ruangan antara lain
Taman buah Mekarsari, Taman Safari, Ocean Park, Atlantis, Kebun Binatang.
Tempat rekreasi budaya dan kreatif antara lain adalah Museum Geologi,
Taman Mini Indonesia Indah, Timezone, Trans Studio Bandung, Saung Angklung
Mang Udjo, Gunung Tangkuban Perahu, Ciater, dan tempat menarik lainnya.
Dengan maraknya tempat rekreasi, mau tidak mau, menimbulkan
persaingan dalam menarik minat konsumen. Masing-masing pihak melakukan
berbagai strategi dan cara-cara untuk berpromosi. Salah satu strategi yang sering
digunakan adalah melalui kegiatan Marketing Public Relation (MPR). Selain itu

Richad Sihite, Ibid hal. 10

www.jbptunikompp-gdl-ratihrahay-22412-2-pdf, (diakses 16 september 2011 pukul


14.00 WIB)

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

juga ruang lingkup pekerjaan MPR adalah product publicity, sponsorship, special
event, public service, publications, media event, media tours, dan trade support5.
Dibandingkan dengan profesi-profesi lainnya, kedekatan PR dengan
Marketing memang bisa dikatakan memiliki kedekatan alamiah. Hal ini
menyebabkan setiap perkembangan yang terjadi pada aplikasi pemasaran di
lapangan, hampir pasti diikuti oleh perkembangan aplikasi PR untuk profesi
pemasaran.
Sewaktu iklan tengah mencari cara efektif untuk memengaruhi konsumer,
PR mendukun dengan membantu membentuk kebutuhan konsumen, jauh sebelum
produk itu diluncurkan.
Saat kreatifitas iklan dihambat oleh zapping, yaitu memencet tombo
remote begitu jeda iklan muncul, PR dengan kredibilitas informasinya mampu
mengikat konsumen lebih kuat melalui program yang lain.6
Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa sekarang ini fungsi
PR lebih bervariatif, karena PR dan bidang-bidang lainnya memiliki ikatan yang
cukup kuat dan ada kedekatan-kedekatan antara profesi seorang PR dan profesi
bidang lainnya. Jadi satu sama lainnya bisa saling melengkapi fungsi dan tugas
masing-masing bidang selai fungsi utama mereka. Adanya perkembangan aplikasi
dari pemasaran juga tentu saja memiliki perkembangan aplikasi PR pada PR untuk
profesi pemasaran.
Trans Studio Bandung sendiri merupakan sebuah indoor theme park kedua
di Indonesia setelah Makassar. Trans Studio Bandung sendiri lebih spektakuler
dan lebih dahsyat dibandingkan Trans Studio yang berada di kota Makassar,
sehingga menjadikan Trans Studio Bandung tidak hanya terbesar di Indonesia
melainkan juga di dunia. Trans Studio Bandung memiliki luas arena 4,2 hektar,
dua kali lipatnya di bandingkan Trans Studio yang berada di Makassar yang
memiliki luas hanya 2,4 hektar. Trans Studio Bandung berlokasi di Bandung
Supermall (BSM) di jalan Gatot Subroto, kota Bandung.

Thomas L. Harris. The Marketers Guide To Public Relations. (New York: John
Willey&Sons, inc, 1993). Hal 38
6

Silih Agung Wasesa & Jim Macnamara, Strategi Public Relations, (Jakarta: PT.
Bentang Pustaka Utama,2006), hal. 359

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

Dengan adanya indoor theme park terbaru ini di Indonesia tentu saja
menarik minat khalayak untuk beramai-ramai mengunjungi tempat wisata
tersebut. Namun tidak mudah juga menarik minat khalayak dari berbagai
kalangan, oleh karena itu Trans Studio Bandung menggunakan berbagai kegiatan
promosi di berbagai media dan aspek.
Promosi adalah salah satu cara yang dilakukan pihak Trans Studio
Bandung juga yang bertujuan untuk menarik minat khalayak. Promosi ini
dilakukan gencar-gencaran oleh Trans TV dan Trans 7 dan momennya sangat pas
karena Trans Studio Bandung melakukan pre-Grand Launching pada saat libur
sekolah. Selain itu juga ada 20 wahana yang di sediakan dan semua wahanawahana tersebut sangat menantang, karena memang Trans Studio Bandung di
bangun untuk target khalayak remaja keatas.
Peneliti memilih bulan Juli- September 2011 sebagai waktu yang diambil
dalam penelitian ini karena beberapa faktor, diantaranya Trans Studio Bandung
yang baru melakukan opening pada pertengahan bulan Juni, sehingga waktu yang
diambil adalah mulai awal Juli 2011. Dan yang kedua adalah periode bulan Juli
September 2011 merupakan waktu libur bagi anak sekolah maupun mahasiswa,
sehingga termasuk kedalam kategori high season. Sehingga dominan orang
mengisi waktu liburan mereka dengan pergi ketempat-tempat hiburan.

1.2 Permasalahan
Dengan banyaknya tempat hiburan dan rekreasi, tidak bisa dihindarkan
menimbulkan persaingan-persaingan yang ketat antar tempat rekreasi. Kondisi ini
tentu saja membuat pihak pengelola tempat hiburan tersebut harus bisa
memberikan sesuatu yang beda dan yang lebih baik dibandingkan pihak
kompetitor, tidak hanya fasilitas dan pelayanan saja namun juga dalam strategi
untuk menarik perhatian masyarakat.
Promosi digunakan untuk memberikan informasi kepada khalayak tentang
produk dan mempersuasi target khalayak, dan masyarakat untuk membeli produk
atau jasa tersebut. Strategi promosi yang tepat sangat penting karena itu
merupakan salah satu faktor yang menentukan terhadap munculnya minat
khalayak.

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

Maraknya

perkembangan media, baik cetak mupun elektronik, maupun

internet juga dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai sarana dalam menarik


minat dan perhatian masyarakat, selain itu juga dengan dilakukannya kegiatan
promosi yang merupakan salah satu cara yang efektif untuk membantu
memasarkan produk kepada khalayaknya.
Trans Studio Bandung sebagai tempat hiburan (theme park) dan rekreasi yang
baru dibuka pada pertengahan bulan Juni 2011 lalu juga membutuhkan strategi
yang tepat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan produknya. Caranya
adalah dengan menawarkan berbagai kelebihan dan keunikan Trans Studio
Bandung melalui kegiatan promosi yang dilakukan. Promosi-promosi yang
dilakukan melalui media elektronik, media cetak, media internet, maupun mediamedia lainnya ini diharapkan dapat menarik minat khalayak dan juga
mendapatkan perhatian yang lebih dari masyarakat.
Berdasarkan latar belakang permasalahan diatas, maka rumusan permasalahan
yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimana kegiatan promosi Trans Studio Bandung?
2. Bagaimana minat khalayak pengunjung Trans Studio Bandung?
3. Apakah terdapat pengaruh kegiatan promosi Trans Studio Bandung
terhadap minat khalayak pada periode bulan Juli September 2011?

1.3 Tujuan Penelitian


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kegiatan promosi
yang dilakukan oleh Trans Studio Bandung terhadap minat khalayak
pengunjungnya. Secara rinci dapat dijabarkan tujuannya sebagai berikut:
1. Mengetahui dan menganalisa kegiatan promosi Trans Studio Bandung.
2. Mengetahui dan menganalisa minat khalayak pengunjung Trans Studio
Bandung.
3. Mengetahui pengaruh kegiatan promosi Trans Studio Bandung terhadap
minat khalayak pengunjung.

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

1.4 Manfaat Penelitian


1.4.1

Manfaat Akademis
Hasil penelitian ini bisa mengembangkan ilmu komunikasi khusunya di

bidang Marketing Public Relations (MPR) khususnya mengenai kegiatan promosi.


Selain itu juga bertujuan dapat memberikan wawasan dan pengetahuan bagi
peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian mengenai kegiatan promosi
terhadap minat khalayak.

1.4.2

Manfaat Praktis
Secara praktik penelitian ini dapat memberikan masukan bagi perusahaan

mengenai kegiatan promosi yang dilakukan suatu perusahaan terhadap minat


minat khalayak. Selain itu juga dengan ada penelitian ini diharapkan dapat
memberikan saran-saran yang baik dan dapat menjadi masukan bagi theme park
Trans Studio Bandung dalam menyusun kegiatan-kegiatan promosi yang lebih
baik dan secara berkala.

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

BAB 2
KERANGKA TEORI

2.1 Tinjauan Literatur


2.1.1. Integrated Marketing Communications
Menurut four As (the American Association of Advertising Agency), IMC
adalah:
Konsep perencanaan komunikasi pemasaran yang mengakui nilai tambah
rencana komprehensif yang mengkaji peran strategis masing-masing bentuk
komunikasi, misalnya iklan, direct response, promosi penjualan, dan humas, dan
memadukannya untuk meraih kejelasan, konsistensi, dan dampak komunikasi
maksimal melalui pengintegrasian pesan.
Kepopuleran IMC memunculkan paradigma baru dalam pemasaran. Bila
sebelumnya manajer merek,iklan, promosi, penjualan, atau public relations
merasa jadi pahlawan paling berjasa di bidang masing-masing, kini mereka mulai
menggabungkan kekuatan karena memahami pentingnya keterpaduan. Selain itu,
kini muncul kesadaran perlunya konsistensi pesan kampanye pemasaran, serta
keterkaitan media komunikasi yang digunakan agar menghasilkan konsistensi
reputasi antara citra merek (produk) dengan citra perusahaan (koorporat).7
Berkat penerapan konsep baru komunikasi pemasaran terpadu (Integrated
Marketing Communications atau IMC) di Indonesia kini di kenal jabatan baru
yaitu manajer promosi dan kehumasan, manajer komunikasi pemasaran, manajer
komunikasi dan pemasaran, atau general manager hingga vice president untuk
bidang itu.
Ada lima premis dasar yang mendasari upaya ini:
1. Keterpaduan (integrasi) adalah proses tak terbatas dan berujung, karena
mencakup berbagai jenjang.

Uyung Sulaksana, Integrated Marketing Communications, (Yogyakarta: Pustaka


Pelajar, 2003), hal. 30

7
Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

2. IMC bukan pekerjaan satu fungsi, melainkan multifungsi (cross


functional).
3. Semua pihak yang terkait dengan perusahaan (stakeholders) penting untuk
ditangani secara proporsional, tidak lagi terfokus hanya pada pelanggan
semata.
4. Perusahaan perlu mendengar masukan dari semua pihak (stakeholders)
termasuk pelanggan.
5. Setiap titik kontak dengan publik menyebarkan pesan komunikasi, mulai
dari kemasan produk, logo perusahaan, pengalaman menggunakan produk,
iklan, layanan pelanggan, berita di media massa, sampai rumor yang
mampu menyebar secara berantai.

Konsep IMC telah diperluas dari sekedar untuk kepentingan pemasaran,


menjadi lebih konprehensif dan menyentuh berbagai aspek terkait perusahaan.
Bila dikupas satu persatu, IMC mencangkup empat jenjang:
1. Aspek filosofis, mulai dari visi yang dijabarkan jadi misi, hingga
dirumuskanmenjadi sasaran korporat yang jadi pedoman semua fungsi
dalam perusahaan.
2. Menyangkut keterkaitan kerja antar fungsi, yakni operasi, sumber daya
manusia, R&D, pemasaran, distribusi, penjualan.
3. Menjaga keterpaduan atau integrasi berbagai fungsi tersebut untuk
mewujudkan tiga hal yaitu, konsistensi positioning untuk meraih reputasi
yang diharapkan, mmelihara interaksi sehingga terjalin ikatan hubungan
yang kokoh dengan, dan menerapkan pemasaran berbasis misi untuk
mendongkrak nilai tambah di mata stakeholders.
4. Memantapkan jalinan hubungan untuk membina loyalitas dan memperkuat
ekuitas merek (produk dan koorporat) terhadap stakeholders.8

Ibid, hal. 31

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

2.1.2. Promosi
Menurut William J. Stanfon dalam bukunya prinsip pemasaran dikatakan
bahwa:9
promosi adalah salah satu unsur dalam bauran pemasaran perusahaan
yang digunakan untuk memberitahukan, membujuk, meningkatkan tentang
perusahaan.

Menurut Michael Ray mendefinisikan promosi sebagai: the coordination


off all seller-iniated efforts to set up channels of information and persuasion to
sell goods and services or promote and idea

10

. Yang artinya koordinasi dari

seluruh upaya yang dimulai pihak penjual untuk membangun berbagai saluran
informasi dan persuasi untuk menjual barang dan jasa atau memperkenalkan suatu
gagasan.

2.1.2.1 Bauran Komunikasi Pemasaran (Promotional Mix)


Untuk menyampaikan sesuatu pada konsumen dan pihak-pihak terkait,
pemasar kini bisa memilih aktivitas komunikasi tertentu, sering disebut elemen
fungsi atau alat (tool) yang terutama terdiri dari periklanan, penjualan personal,
dan promosi penjualan. Berkat kemajuan teknologi dan perkembangan ilmu
pemasar, kini komunikasi perusahaan tidak lagi terbatas pada platform
komunikasi spesifik yang tercantum pada gambar 2.1, yang secara kolektif disebut
dengan bauran komunikasi pemasaran (promotional mix).
Style dan harga produk, bentuk dan warna kemasan, tatacara dan busana
wiraniaga, dekorasi ruangan, alat tulis kantor, kesemuanya mengkomunikasikan
sesuatu pada pelanggan.
Setiap brand contact membawa kesan yang bisa memperkuat atau justru
memperlemah citra prusahaan di mata konsumennya. Karena itu, pemasar mesti
memadukan

keseluruhan

bauran

pemasaran

agar

dapat

efektif

SaladindanOesman,1994,hal.94

10

Michael L. Ray , Advertising and Communication Managemet, Englewood Cliffs,


Prentice Hall, 1982

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

10

mengkomunikasikan pesan dan positioning strategis yang konsisten pada


konsumen.
Gambar 2.1
Kerangka Umum Komunikasi Pemasaran

Iklan

Iklan

Promosi

cetak Kontes, game

Humas

Penjualan

Pemasaran

Penjualan

promosi

langsung

Press kit

Presentasi

Catalog

Pidato

Rapat

Mailing

dan siaran
Kemasan luar

Lotere

penjualan
Kemasan

Premi/hadiah

Seminar

dalam

Program

Telemarketing

insentif

Film

Sampling

Laporan

Sampel

Belanja

tahunan
Brosur/buklet

Pekan raya

Sumbangan

internet
Pekan raya

TV shopping

awal
Poster/leafet

Pameran

Sponsorship

Fax mail

dagang
Direktori

Demonstrasi

Publikasi

E-mail

Reprint of ad

Kupon

Hubungan

Voice mail

masyarakat
Baliho

Rabat

Lobbying

Display sign

Pembiayaan

Identity media

Point

of Berbunga

purchase

rendah

Display

Entertainment

Materi

Tunjangan

Majalah intern

even

audiovisual
Simbol/logo

Tukar tambah

Videotape

Tie - ins

Sumber: Integrated Marketing Communications, 2003.

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

11

Walaupun komunikasi antar perusahaan dan konsumen secara implisit


berlangsung pada setiap unsur atau bagian dari marketing mix sebagaimana yang
telah dijelaskan sebelumnya namun sebagian besar komunikasi perusahaan
berlangsung sebagai bagian dari suatu program promosi yang diawasi dan
direncanakan dengan hati-hati. Instrument dasar yang digunakan untuk mencapai
tujuan komuikasi perusahaan disebut dengan bauran pemasaran atau promotional
mix11.
Secara traditional, bauran promosi mencangkup empat elemen yaitu: iklan
(advertising), promosi penjualan (sales promotion), publikasi/humas, dan
personal selling. Namun George E Belch & Michael A Belch menambahkan dua
elemen penting lagi dalam promotion mix, yaitu direct marketing dan interactive
media. Dua elemen tersebut telah digunakan secara luas oleh pengelola pemasaran
dewasa ini untuk berkomunikasi dengan khalayak sasarannya sebagaimana empat
elemen sebelumnya12. Masing-masing elemen dari promotional mix tersebut
dipandang sebagai suatu instrument komunikasi pemasaran terpadu yang
memainkan peran penting dalam program IMC. Masing-masing elemen dapat
menggunakan berbagai macam bentuk dan masing-masing memiliki keunggulan
dan kekurangan13.
Berikut keterangan masing-masing elemen promotionl mix, sebagai
berikut:
a.

Iklan (Advertising)
Iklan dapat dipakai untuk membangun citra jangka panjang sebuah

produk atau seketika bisa mendorong terjadinya penjualan. Secara efisien,


iklan mampu menjangkau calon pembeli walau letaknya berjauhan..
Sesuai dengan dasar dan tujuan masing-masing iklan, dan juga sesuai
dengan target perusahaan yang bersangkutan. Iklan produk bisa
berdampak pada penjualannya, hanya semata-mata karena produknya

11

George E. Belch & Michael A. Belch, Advertising and Promotion, hal. 14

12

Ibid, hal. 14

13

Morissan, Periklanan Komunikasi Pemasaran Terpadu, hal. 13

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

12

diiklankan. Sebagai konsumen masih percayabahwa merek yang di


iklankan secara besar-besaran sudah pasti menawarkan good value.

b.

Direct Marketing
Direct marketing lebih luas dari direct mail dan mail-order

catalogs karena melibatkan beragam kegiatan. Termasuk manajemen


database,

penjualan

langsung,

telemarketing,

dan

direct-response

advertising melalui direct mail, internet, media siar maupun media cetak14.
Dalam organisasi, direct marketing secara langsung berkomunikasi dengan
khalayak sasaran untuk membangkitkan respon dan transaksi.
Tujuan utamanya untuk mengubah gaya hidup dan tujuan khusunya untuk
menaikkan pendekatan rumah tangga. Kartu kredit dan nomer telepon
bebas pulsa merupakan fasilitas untuk membeli produk-produk dari directresponse advertising. Kemajuan teknologi telah memperkaya media
komunikasi, sehingga kita tidak lagi bergantung pada media konvensional
seperti radio, telepon, televisi, namun kini kita juga bisa memakai media
baru seperti komputer genggam, mesin fax, telepon seluler, internet.

c.

Interactive/Internet Marketing
Interactive/Internet marketing membawa perubahan besar dalam

dunia pemasaran dan promosi. Perubahan yang dimotori oleh kemajuan


dalam bidang tekhnologi ini membawa kita pada perkembangan
komunikasi melalui media interaktif, khususnya internet. Interactive media
mengizinkan kita untuk bergerak maju mundur dalam arus informasi
dimana pengguna dapat ikut berpartisipasi dan memodifikasikan bentuk
dan isi dari informasi yang diterimanya dalam waktu tertentu.
Tidak seperti bentuk komunikasi tradisional yaitu iklan, yang umumnya
satu arah, interactive media merupakan media baru yang mengijinkan
pengguna untuk melakukan beragam fungsi seperti menerima dan
mengubah informasi dan citra, mengadakan penyelidikan,, menjawab

14

Rhenald Kasali, Manajemen Periklanan Konsep dan Aplikasinya di Indonesia,


(Jakarta: Pustaka Utama Graffiti, 1995), hal. 17

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

13

pertanyaan-pertanyaan, dan tentu saja melakukan pembelian,. Dalam hal


ini, interactive media meliputi CD-ROM, kios-kios dan interactive TV
yang memiliki pengaruh besar dalam pemasaran melalui internet, terutama
melalui komponen yang dikenal dengan World Wide Web15.

d.

Promosi Penjualan (Sales Promotion)


Sales promotion adalah periode jangka pendek, nilai tambah

penawaran yang dirancang untuk mendorong dan mempercepat respon.


Penawaran dirancang untuk para pengguna akhir atau para pembeli;
penawaran , dalam pertukaran sales promotion dirancang untuk para
konsumen dalam jalur distribusi, seperti distributor, pedagang, grosir, dan
pengecer16.
Fokus sales promotion adalah memberi nilai tambah. Nilai tambah dapat
berupa pemberian kesempatan untuk memenangkan hadiah, potongan
harga, pemberian produk lebih, pemberian contoh produk secara gratis,
dan premium (yaitu pemberian hadiah gratis dalam bentuk tangible).

e.

Publicity dan Public Relations


1. Publicity (publikasi)
Mengacu pada komunikasi nonpersonel berkenaan dengan

organisasi, produk, jasa, atau gagasan, dibayar dan dilakukan oleh pendana
yang tidak dikenal. Publikasi biasanya berbentuk berita, editorial, atau
pemberitahuan tentang sebuah organisasi, produk-produk, dan jasa-jasa,
itu sendiri. Perusahaan atau organisasi menggunakan media untuk meliput
cerita yang mendukung sebuah produk, jasa, tujuan, atau peristiwa untuk
menimbulkan

awareness,

pengetahuan,

pendapatan,

dan

perilaku.

Beragam teknik biasa digunakan untuk mencapai publikasi termasuk news

15

Rhenald Kasali, Op.Cit, hal. 19

16

Tom Duncan, IMC, Using Advertising & Promotion To Build Brands (New York:
MoGraw-Hill /Irwin, 2002), hal. 569

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

14

release, press conferences, artikel-artikel feature, fotografi, film, dan kaset


video17.

2. Public Relations (PR)


PR adalah fungsi manajemen yang mengevaluasi sikap publik,
mengidetifikasikan kebijakan dari prosedur dari individu atau organisasi
dengan kepentingan publik. PR secara umum memiliki tujuan yang lebih
luas daripada publikasi, yaitu untuk membentuk dan memelihara citra
positif perusahaan, dari publik yang beragam18.
PR menggunakan publikasi, partisipasi dalam kegiatan komunikasi,
pengumpulan dana, sponsorship dari special event, dan beragam kegiatan
yang berhubungan dengan publik untuk mempertinggi citra organisasi19.

f. Personal Selling
Elemen terakhir dalam organisasi promotional mix adalah personal
selling, sebuah bentuk dari komunikasi tatap muka dimana penjual
berusaha untuk membantu dan membujuk para calon pembeli untuk
membeli produk atau jasa atau kegiatan atau gagasan. Personal selling
melibatkan kontak langsung antara pembeli dan penjual baik melalui tatap
muka atau melalui bentuk telekomunikasi seperti jual melalui telepon.
Interaksi ini memberikan komunikasi yang fleksibel pada pemasar,
pemasar dapat melihat atau mendengar reaksi pembeli potensial dan
karenanya dapat memodifikasi pesan tersebut dan membolehkan penjual
menyesuaikan pesan pada kebutuhan konsumen khusus atau situasi
khusus20.

17

George E. Belch & Michael A. Belch, ibid, hal. 22

18

George E. Belch & Michael A. Belch, ibid, hal. 22

19

Ibid, hal. 22

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

15

Personal selling juga melibatkan feedback yang cepat dan tepat karena
berdampak pada presentasi penjualan secara umum dapat dinilai dari
reaksi konsumen. Jika feedback kurang mendukung, penjual dapat
memodifikasi pesan. Upaya personal selling juga dapat ditargetkan pada
pasar khusus dan tipe konsumen yang memiliki prospek terbaik untuk
perusahaan produk atau jasa21.

Bauran pemasaran terdiri dari produk, harga, tempat/distribusi,


promosi/komunikasi. Atau lebih dikenal dengan nama 4 P (product, price,
place, promotion). Promosi merupakan P yang keempat yang memiliki
alat-alat komunikasi pemasaran sendiri yang disebut dengan bauran
promosi atau bauran komunikasi pemasaran. Alat-alat bauran pemasaran
yaitu:
1. Penjualan secara personal (personal selling)
Penjualan yang dimaksud adalah komunikasi atau penjualan secara
personal melalui tenaga penjualan yang dimiliki perusahaan. Personal
selling adalah bentuk penyajian scara lisan dan langsung kepada
satu/lebih konsumen dengan tujuan agar terwujudnya penjualan22.
2. Periklanan (Advertising)
Bauran komunikasi pemasaran yag paling banyak digunakan
perusahaan untuk mempromosikan produknya. Definisi periklanan
menurut Institute of Practitioners in advertising (IPA) adalah:
periklanan mengupayakan suatu pesan penjualan yang sepersuasif
mungkin kepada calon pembeli yang paling tepat atas suatu produk
berupa barang atau jasa tertentu dengan biaya yang semurahmurahnya23.

20

Ibid, hal. 24

21

Ibid, hal. 24

22

William Wells, John Burnett, Sandra Moriaty, Advertising Principle and Practice, 4th
Edition (New Jersey: Prentince Hall, 1998), hal. 96
23

Frank Jefkins, Public Relations, edisi keempat (Jakarta:Erlangga, 1996), hal.10

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

16

3. Promosi penjulaan (Sales Promotion)


Definisi promosi penjualan yaitu promosi penjualan terdiri dari
serangkaian tekhnik pemasaran yang strategis untuk menambah nilai
suatu produk atau pelayanan agar mencapai tujuan-tujuan khusus
penjualan dan pemasara.
4. Pemasaran Langsung (Direct Marketing)
Selain promosi penjualan, pemasaran langsung (direct marketing) juga
bisa dilakukan kegiatannya, meliputi:
a. Direct mail
b. Telemarketing
c. Pejualan door to door (sistem paramis, multi level, jaringan
ritel, dan tenaga penjualan/salesman)
d. Iklan respon langsung (iklan TV dan media lain yang
menganjurkan respon segera , contohnya telepon sekarang
juga)
e. Computerised home hopping (mencari dan membeli barang
yang dibutuhkan melalui internet di toko online dan lain-lain).
f. Home shopping network membeli dengan cara memesan barang
melalui jaringan TV yang khusus menayangkan program
belanja dari rumah, contohnya TV media, DRTV, dll).
g. Lain-lain (memasukan brosur, membagikan pamflet/distribusi
dari rumah ke rumah.
5. Publisitas dan hubungan masyarakat (publicity and public relations)
Humas juga berperan dalam mempromosikan produk (barang atau
jasa) yang dihasilkan perusahaan.
Humas dalam arti sebenarnya merupakan bagian penting yang
menangani hampir semua kepentingan organisasi. Permasalahannya
adalah ruang lingkup humas itu sendiri. Humas diibaratkan payung
yang dapat melingkupi sebuah area yang luas, termasuk di dalamnya:
a. Komunikasi korporat/perusahaan (corporate communication)
b. Manajemen isu (issue management)

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

17

c. Publisitas produk (product publicity)


d. Hubungan dengan investor (investor relations)
e. Komunikasi keuangan (financial communications)
f. Melobi berbagai pihak (lobbying)
g. Hubungan dengan publik (public affairs)
h. Hubungan dengan media massa (media relations)
i. Hubungan dengan komunitas (community relations)
j. Manajemen krisis (crisis management)
k. Manajemen ajang khusus (special events)
l. Pemberian sponsor (sponsorship)
m. Berbagai layanan yang berhubungan dengan semua hal
diatas24.
6. Pemberian sponsor (sponsorship)
Pemberian sponsor selain dapat menolong pihak lain secara bersamaan
juga dapat membantu mencapai tujuan komunikasi tertentu.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih kegiatan sponsorship
adalah:
a. Khalayak sasaran (Target audience), khalayak sasaran yang
disponsori harus berprofil sama dengan khalayak suatu merek.
b. Memperkuat suatu merek (brand image reinforcement),
sponsorship hendaknya digunakan dalam lingkugan yang
konsisten dega position dan citra suatu merek.
c. Dapat diperluas (Extendability), semakin luas sebuah merek
dari yang dilakukan sebuah sponsorship, maka akan semakin
banyak keuntungan yang dapat diraih.
d. Ketrlibatan sebuah merek (brand involment), apabila kegiatan
yang disponsori merupakan kgiatan yang istimewa akan
semakin baik lagi bagi sebuah merek 25.

24

John White, Laura Mazur, Strategic Communications Management: Making Public


Relations Work (Adisson Wesley Publising Company, 1995), hal. 12

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

18

7. Pameran (Exhibition)
Ajang pameran juga dapat membantu mempromosikan produk,
perusahaan bisa memilih, mengikutsertakan produknya ke jenis
pameran local, nasional, maupun internasional. Vertikal (untuk
pembeli atau penjual yang berminat terhadap fokus tertentu) atau
horizontal ( untuk pembeli atau penjual dari dari kalangan yang lebih
luas)26.
8. Identitas korporat/perusahaan (corporate identity)
Promosi melalui corporate identity bisa juga dilakukan. Corporate
identity adalah bentuk visual yang mengidentifikasikan sebuah
perusahaan atau organisasi. Logo atau nama perusahaan hanyalah
bagian yang paling tampak dari sebuah identitas organisasi. Corporate
identity merupakan bentuk simbolis yang bertindak sebagai sebuah
bendera untuk mengekspresikan semua hal mengenai organisasi atau
perusahaan. Sebuah sistem visual yang menggunakan semua hal yang
berhubungan dengan kontak publik. Penerapannya meliputi media
permanen atau interior dan eksterior bangunan, kendaraan, seragam,
dokumen-dokumen bisnis (invoice, cek, kepala surat, dll), literatur
(brosur, produk, laporan tahunan), pameran dan lain sebagainya27.
9. Pengemasan (packaging)
Pengemasan juga tidak kalah pentingnya dalam promosi produk.
Rancangan pengemasan dapat menciptakan keuntungan kompetitif
dengan menambah nilai, membuat produk itu tampak lebih baik
(seperti meningkatkan kesegarannya atau membuat produk mudah
untuk dituangkan, dan lain-lain), mengemangkan proyeksi kehadiran

25

Tom Duncan, IMC, Using Advertising and Promotion to Build Brand (Mc Graw Hill,
2002), hal. 640-641
26

P.R. Smith, Marketing Communications: An Integrated Approach (Kogan Page


Limited,1993), hal.30
27

Ibid, hal. 324

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

19

produk, memposisikan merek dalam cara tertentu, dan menciptakan


atau memperkuat hubungan merek dengan pembeli. Kemasan harus
sesuai yang dikatakan oleh perancang Michael Peters sebagai sebuah
magnet visual yang menarik konsumen untuk membeli dan bahkan
untuk menjadi setia pada suatu merek tertentu.
Tiga fungsi pengemasan adalah:
1. Melindungi (dan menyimpan)
2. Menawarkan kenyamanan
3. mengkomunikasikan28
10. Pembicaraan dari mulut ke mulut (word of mouth)
alat yang paling kua pengaruhnya dalam bauran komunikasi
pemasaran dalah word of mouth. Bahkan iklan dan penjual yang paling
ahli pun tidak bisa mengalahkan seorang teman yang menyarankan
atau mengkritik sebuah produk atau jasa29.

2.1.2.2.Tujuan Promosi
Tujuan utama dari promosi adala meninformasikan, mempengaruhi, dan
membujuk, serta mengingatkan pelanggan sasaran tentang perusahaan atau bauran
pemasarannya. Secara rinci ketiga tujuan promosi tersebut dapat dijabarkan
sebagai berikut:
1. Menginformasikan (informing), dapat berupa:
a. Menginformasikan pasarmengenai keberadaan suatu produk baru
b. Memperkenalkan cara pemakaian yang baru dari suatu produk
c. Menyampaikan perubahan harga pada pasar
d. Menjelaskan cara kerja suatu produk
e. Menginformasikan jasa-jasa yang disediakan oleh perusahaan
f. Meluruskan kesan yang keliru
g. Mengurangi ketakutan atau kekhawatiran pembeli

28

Ibid, hal. 343

29

Terence A .Shimp, Advertising Promotion Suppemental Aspect Of Integrated


Markting Communications 5th Edition (South Carolina: The Dryden Press), hal. 24

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

20

h. Membangun citra perusahaan


2. Membujuk pelanggan sasaran (persuasive), untuk:
a. Membentuk pilihan merek
b. Mengalihkan pilihan ke merek tertentu
c. Mengubah persepsi pelanggan tehadap produk atribut tertentu
d. Mendorong pembeli untuk membeli pada saast itu juga
e. Mendorong pembeli untuk menerima kunjungan wiraniaga
3. Meningankan (reminding), dapat berupa:
a. Mengingatkan

pembeli

bahwa

produk

yang

bersangkutan

dibutuhkan dalam waktu dekat


b. Mengingatkan pembeli akan tempat-tempat yang menjual produk
perusaaan
c. Membuat pembeli tetap ingat walaupun tidak ada lagi kampanye
iklan
d. Menjaga agar ingatan pertama pembeli jatuh pada perusahaan
e. Menumbuhkan persepsi pelanggan pada suatu kebutuhan (category
need)
f. Memperkenalkan dan memberikan pemahaman tentang suatu
produk kepada konsumen (brand awareness)
g. Mendorong pemilihan terhadap suatu produk (brand attitude)
h. Membujuk pelanggan untuk membeli suatu produk (brand
purchase intention)
i. Megimbangi kelemahan unsure bauran pemasaran lain (purchase
facilitation)
j. Menanamkan citra produk perusahaan (positioning)
Secara singkat promosi berkaitan dengan upaya mengarahkan seseorang
agar dapat mengenal produk perusahaan, lalu memahaminya, berubah sikap,
menyukai, yakin, kemudian akhirnya membeli dan selalu diingat kan produk atau
jasa tersebut30.

30

www.jbptunikompp-gdl-ratihrahay-22412-2-pdf, (diakses pada jumat 07 Oktober


2011, pukul 01.00 WIB)

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

21

2.1.2.3. Objek Promosi


Adapun beberapa mengenai objek-objek promosi, sebagai berikut:31
1. Menyampaikan informasi
a. Promosi memperkenalkan barang dan jasa
b. Pemberitahuan baru kepada orang ramai
c. Promosi juga memberikan informasi tentang jenis
d. Barang serta tempat mendapatkan barang tersebut
2. Meningkatkan penjualan
a. Memberitahukan informasi mengenai barang atau pemberitahuan
barang untuk pengguna
b. Membujuk

serta

mempengaruhi

mereka

membeli

atau

menggunakan/barang dan pemberitahuan berkenaan.


c. Promosi yang berkesan menyumbang kepada penjual barang atau
pemberitahuan itu bertambah. Dan diharapkan pengguna juga akan
menggunakan barang secara terus menerus.
3. Menstabilkan penjualan
Promosi digunakan untuk menarik minat pelanggan supaya mau
membeli produk yang dijual terutama pada musim perniagaan lembab.
Aktivitas promosi tertuju kepada membuat tawaran tertentu untuk
meningkatkan pembelian.
4. Memposisikan produk
Memainkan peranan yang penting untuk menyadarkan keada
pelanggan tentang kehadiran suatu produk dipasaran. Menutamakan
suatu cirri yang berbeda, unik, dan istimewa tentang produk tersebut
supaya dapat menimbulkan uatu image yang baik, menarik, dan dapat
memikat hati dan minat pelanggan.

31

www.jbptunikompp-gdl-ratihrahay-22412-2-pdf, (diakses pada jumat 07 Oktober


2011, pukul 01.00 WIB)

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

22

5. Membina image
Promosi yang berkesan dan meyakinkan dapat melariskan barang
atau pemberitahuan dan memberikan image yang baik kepada produk
atau pengeluarannya.

2.1.2.4. Kegiatan Promosi


Kegiatan promosi biasanya merupakan suatu komponen prioritas dari
kegiatan pemasaran. Dengan adanya promosi maka akan mengetahui bahwa
perasaan meluncurkan suatu produk baru yang akan menggoda konsumen untuk
melakukan kegiatan pembelian. Kegiatan promosi banyak yang mengatakan
identik dengan dana yang dimiliki oleh perusahaan,. Semakin tinggi dana yang
dimiliki oleh perusahaan maka umumnya akan menghasilkan tingkatan promosi
yang juga sangat gencar untuk dapat dilakukan.amun dana bukanlah segalagalanya, dana yang terbatas dapat diatasi dengan inovasi yang lebih pintar dan
tepat.
Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan menganalisis
keunggulan produk, modal lain yang dimiliki oleh perusahaan, dan segmen pasar
yang dibidik. Dengan pertimbangan faktor promosi diatas, maka promosi dapat
dilakukan lebih efisien dan tepat sasaran.
Kegiatan promosi sangat erat kaitannya dengan penyebaran informasi
untuk disampaikan ke konsumen. Dalam penyampaian informasi ini ada beberapa
hal penting yang hendak diperhatikan, sebagai berikut:
1. Program periklanan yang dijalankan, kegitan periklanan merupakan
sebagai media utama bagi perusahaan untuk menunjang kegiatan
promosi dimana promosi memiliki tujuan utama untuk menarik
konsumen agar mau melakukan pembelian terhadap produk

yang

diiklankan. Saat ini periklanan yang sering digunakan adalah kegiatan


media cetak dan media elektronik. Dunia iklan sendiri telah mengalami
perkembangan yang amat pesat. Salah satunya adalah dengan mulai
maraknya iklan dengan media internet.
2. Promosi dengan mengutamakan penjualan yang dilakukan secara
secara pribadi, atau lebih dikenal dengan sebutan personal selling.
Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

23

Kegiatan promosi yang satu ini bisa dikatakan sebagai ujung tombak
dari kegiatan promosi. Karena kegiatan personal selling adalah
kegiatan promosi yang mengharuskan berhadapan dengan konsumen
secara langsung.melalui kegiatan personal selling yang dilakukan
secara professional akan membantu untuk pencapaian hasil yang
maksimal. Personal selling yang dilakukan secara besar merupakan
salah satu alternatif solusi yang dapat dilakukan oleh suatu perusahaan
jika memiliki modal yang cukup besar.
3. Promosi yang dilakukan dengan mengedepankan kualitas promosi
penjualan. Promosi penjualan (sales promotion) mengedepankn aspek
penambahan intensitas terhadap strategi dalam memasarkan produk.
Penambahan intensitas disini meliputi berbagai aspek manajemen
pemasaran, meliputi peningkatan kualitas produk, kualitas pelayanan
distribusi, menambah kualitas pelayanan agar menjadi lebih baik da
masih banyak aspek lainnya yang dapat ditingkatkan demi tercapainya
kepuasan pelanggan atas produk yang telah dipasarkan.
4. Promosi dengan cara meningkatkan publisitas, cara ini lebih condong
untuk membentuk sebuah image yang lebih positif terhadap produk
yang ditawarkan. Pembentukan image positif ini dapat dilakukan
dengan iklan atau promosi yang memiliki karakteristik tertentu yang
tidak dapat dimiliki oleh strategi pemasaran produk lainnya.

Keempat komponen pemasaran yang telah dipaparkan diatas harus dpaat


dilakukan secara singkron sehingga menghasilkan strategi pemasaran yang baik
dalam jangka panjang, sehingga keuangan perusahaan dapat berjalan dengan sehat
dan kesejahteraan dapat ditingkatkan baik bagi perusahaan itu sendiri atau bagi
karyawan yang bekerja dperusahaan tersebut32.

32

www.jbptunikompp-gdl-ratihrahay-22412-2-pdf, (diakses pada jumat 07 Oktober


2011, pukul 01.30 WIB)

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

24

2.1.3. Marketing Public Relations (MPR)


Secara umum, istilah pemasaran (marketing) mengandung arti fungsi
manajemen yang bertanggung jawab mengidentifikasi, mengantisipasi, dan
memuaskan keinginan atau kebutuhan para konsumen demi memungkinkan
perusahaan menciptakan serta mendistribusikan produk-produk yang memberinya
keuntungan finansial33.
Dalam hal ini, pengertian tersebut perlu diciptakan hubungan yang baik
antara organisasi penghasil dan masyarakat pemakai produk, dan disitulah humas
ikut berperan.
Konsep dari Marketing Public Relations mulai berkembang pada dekade
1980an, hal ini dikarenakan adanya kebutuhan untuk memisahkan kegiatan PR
yang dapat mendukung kegiatan pemasaran dari keseluruhan kegiatan PR.
Marketing Public Relations itu sendiri telah berkembang sangat pesat dan hal ini
bisa terjadi karena konsep MPR itu sendiri meminjam konsep tradisional dari
pemasaran, periklanan, dan penelitian34.
Thomas L. Harris merupakan penggegas dari konsep pemasaran hubungan
masyarakat atau yang lebih dikenal dengan sebutan Marketing Public Relations
(MPR). Menurutnya, MPR berfungsi merangsang pembelian dan kepuasan
konsumen melalui komunikasi mengenai informasi yang dapat dipercaya dan
melalui pembangkitan kesan-kesan.
Definisi MPR menurut Thomas L. Harris:
Marketing Public Relationsis the process of planning, executing, and
evaluating programs that encourage purchase and consumer satisfaction through
credible communication of information and impressions that identify companies
and their products with the needs, wants, concerns, and interests of consumers35.

33

M. Linggar Anggoro. Teori & Profesi Kehumasan Serta Aplikasinya di Indonesia.

(Jakarta : Bumi Aksara 2002). hal. 8


34

Skripsi Fitria Wulandari, Pengaruh Kegiatan MPR Pada Pembentukan Ekuitas Merek
Studi Pada Public Relations Hotel Borobudur Jakarta, Ekstensi Humas, 2004.
35

Thomas L. Harris, The Marketers Guide to Public Relations (New York: John Wiley
and Sons Inc, 1993), hal. 12

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

25

Menurut definisi di atas yng dimaksud MPR adalah proses perencanaan,


pemilihan, dan evaluasi program kegiatan yang dapat meningkatkan pembelian
dan kepuasan konsumen melalui komunikasi informasi yang dapat dipercaya serta
kesan yang timbul bagi sebuah perusahaan dan produknya berkaitan dengan
kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan, keinginan, kepedulian, dan
ketertarikan konsumennya.
Sementara itu, David Pickton dan Amanda Broderick mempunyai
pendapat tentang MPR yaitu:

Marketing public relations are those parts of public relations most


focused towards marketing relevant activities36.

Definisi di atas menyatakan bahwa MPR adalah bagian dari humas yang
mana aktivitas kegiatannya berfokus kepada kegiatan pemasaran.
Berikut kegiatan-kegiatan Marketing Public Relations (MPR) menurut
David Picton dan Amanda Broderick, yang meliputi37 :
1. Planning and Management
Pada area ini dikatakan mewakili keseluruhan manajemen organisasi,
perencanaan dan kontrol humas. Ini meliputi megidentifikasi tugas
Marketing Public Relations, penentuan objektif, menentukan publik,
mengintergrasikan MPR denganmarketing communications, penjadwalan
dan mengatur implementasi MPR.
2. Media Relations
Adalah aspek penting dalam MPR dan berhubungan untuk mendapatkan
publisitas atau peliputan editorial. Media relations membantu untuk
peliputan media yang baik, publisitas yang positif dan menghindari
peliputan yang negatif.
3. Publicity

36

David Pickton and Amanda Broderick, Integrated Marketing Communications


(London:Financial Times Prentice Hall, 2001), hal. 488
37

David Picton and Amanda Broderick. Op.Cit, hal.398

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

26

Penciptaan publisitas adalah hal penting dalam Marketing Public


Relations. Publisitas sangat berkaitan dengan pers dan siaran media
dimana meliputi informasi positif tentang organisasi dan produknya untuk
mendapatkan liputan media. Publisitas yang baik dan dalam jumlah besar
akan meningkatkan citra perusahaan.
4. Publications
Pembuatan publikasi sangat penting sebagai fungsi pendukung humas.
Berbagai jenis publikasi dapat diproduksi mulai dari in-house newsletter
sampai majalah konsumen dan kemasan media.
5. Corporate Communication
Meliputi program identitas perusahaan, manajemen citra perusahaan, iklan
perusahaan, komunikasi internal, dan komunikasi dengan stake holders.
6. Sponsorship
Pemberian sumbangan adalah hal biasa yang dilakukan organisasi, tetapi
jumlah yang diberikan beragam. Sponsorship dan pemberian sumbangan
pada tujuan-tujuan seperti membangun kesadaran, kredibilitas, dan
mengurangi biaya promosi.
7. Special Events
Kegiatan humas seringkali berkaitan dengan ajang khusus (special event)
ini bisa berupa konferensi event satu hari atau event yang berlangsung
rutin dan bila memungkinkan bisa mendapatkan lipuan media (publisitas).

PR dan pemasaran sesungguhnya mencangkup keseluruhan proses


perencanaan,

implementasi,

dan

evaluasi

program-program

komunikasi

pemasaran sebagai penghubung perusaaan dengan konsumen serta masyarakat


luas, sekaligus sebagai bagian dari strategi pemasaran dan strategi perusahaan
secara keseluruhan. Pada dasarnya PR berperan penting terutama pada tingkat
korporasi. Namun dapat pula dipakai untuk mendukung pemasaran dalam
berbagai aspek. Antara untuk meningkatkan kesadaran produk, mencitrakan
kredibilitas, sebagai pelopor penjualan dan meningkatkan efektivitas promosi dan
iklan38.

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

27

Dalam program komunikasi yang dijalankannya, PR bisa mendekati


publiknya secara langsung dengan cara yang lebih halus dan tidak sekedar
mempromosikan produk/jasanya. PR yang baik bahkan bisa lebih efektif daripada
periklanan.
Pemasaran dalam kegiatan PR didasarkan pada pemikiran untuk
memenuhi kebutuhan, keinginan konsumen, yang merupakan instrument dalam
pengembangan penjualan produk/jasa , atau dengan kata lain merupakan strategi
dalam kegiatan PR untuk mengembangkan dan membuat maju, bersaing dengan
organisasi yang bersangkutan39.
Menurut Kotler, PR memiliki tujuan yang berhubungan dengan
pemasaran. Sumbangan PR pada bidang pemasaran adalah dengan membantu
peluncuran produk baru, membantu memposisikan kembali produk mapan,
membangun minat terhadap suatu kategori produk yang menghadapi masalah
public, dan membangun citra perusahaan sehingga mendukung produknya40.
Dalam mempertimbangkan kapan dan bagaimana menggunakan MPR,
manajemen harus menetapkan tujuan pemasaran, memilih pesan dan sarana MPR,
menetapkan rencana tersebut dengan hati-hati, serta megevaluasi hasilnya. Alatalat utama MPR menurut Kotler41.
a. Publikasi, dimaksudkan untuk menjangkau dan mempengaruhi pasar
sasaran mereka. Materi publikasi seperti laporan tahuan, brosur,
artikel, laporan berkala, majalah perusahaan, dan materi audio visual.
b. Peristiwa khusus, untuk menarik perhatian pelanggan/konsumen
terhadap produk baru atau kegiatan pemasaran lainnya seperti:
konferensi pers, seminar, tamasya, pameran, gathering, kompetisi,
pemberian sponsorship.

38

M. Linggar Anggoro, Teori dan Profesi Kehumasan Serta Aplikasinya di Indonesia


(Jakarta: Bumi Aksara, 2002), hal. 242-243
39

Sr. Maria Assumpta Rumanti OSF, Dasar-dasar Public Relations,Teori dan Praktek
(Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia, 2002), hal. 140
40

Philip Kotler, Manajemen Peasaran, Edisi Milenium 2, (Jakarta: PT. Prenhallindo,


2002), hal. 691
41

Ibid, hal.693

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

28

c. Berita, salah satu tugas humas adalah meciptakan berita yang


mendukung perusahaan, baik produk maupun jasanya, dan orangorangnya.
d. Pidato, seorang humas harus memiliki kemampuan public speaking
yang baik untuk menciptakan publisitas positif bagi perusahaan.
e. Kegiatan pelayanan masyarakat, kegiatan ini biasanya berkaitan
dengan social responsibility bagi masyarakat di sekitar perusahaan
untuk membangun citra baik.
f. Media identitas, adalah visual seperti logo, perusahaan, alat tulis,
brosur, formula bisnis, kartu bisnis, bangunan, seragam karyawan.

2.1.3.1. Strategi Marketing Public Relations


Ada tiga pendekatan MPR yang menggabungkan antara strategi pemsaran
tradisional dan dimensi megamarketing, yang membutuhkan komunikasi dari
bagian yang bukan merupakan bagian pemasaran traditional chain. Ada pun
strategi-strategi tersebu adalah:
1. Strategi Push
Menurut Kotler strategi ini adalah dimana perusahaan mendorong
produknya

melalui

sarana

tertentu.

Produser

secara

agresif

mempromosikan produknya ke wholesaler (perantara), wholesaler


mempromosikannya

pada

retailers

(pengercar),

dan

retailers

mempromosikannya kepada konsumen secara agresif42.


2. Strategi Pull
Masih menurut Kotler, strategi ini digunakan untuk embangun permintaan
konsumen sehingga sangat membutuhkan biaya yang besar untuk
membuat iklan dan mempromosikannya kepada konsumen43.
3. Strategi Pass

42

Thomas L.Harris, The Marketers Guide to Public Relations (New York: John Wiley
& Sons Inc, 1991), hal. 48
43

Ibid, hal. 50

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

29

Public

Relations

memiliki

kekuatan

untuk

mempengaruhi

dan

menciptakan opini pubik yang menguntungkan.

Program MPR tersebut di satu sisi, merupakan upaya untuk merangsang


(push) pembelian dan sekaligus dapat memberikan nilai-nilai (added value) atau
kepuasan bagi pelanggan (satisfied customer) yang telh menggunakan produknya.
Disisi lain melalui kiat PR dalam menyelenggarakan komunikasi timbale balik
dua arah yang di dasari oleh informasi dan pesan-pesan yang dapat dipercaya,
diharapkan dapat menciptakan kesa-kesan positif terhadap perusahaan. Hal ini
merupakan sinergi peranan CPR dari taktik pull strategy yang kemudian diikuti
dengan pass strategy untuk mendukung demi mencapai tujuan dari MPR44.

2.1.3.2. Keuntungan Marketing Public Relations


Keuntungan yang diperoleh dari kegiatan MPR adalah:45
1. Dapat lebih efektif dan efisien dalam penggunaan pembiayaan
Publikasi mengingat semakin tinggi biaya promosi di media massa
(komersial).
2. Saling melengkapi (komplementer) dengan promosi periklanan.
3. Dapat meningkatkan kredibilitas dari pesan-pesan yang disampaikan
melalui PR, sehingga dapat menembus situasi yang relatif sulit dijangkau
oleh iklan atau memiliki kemampuan menjembatani kesenjangan informasi
jika disampaikan melalui teknik periklanan yang serba terbatas.
4. Kampanye melalui iklan mempunyai keterbatasan pada ruang (space) dan
waktu yang tersedia di media elektronik dan media cetak, oleh karena itu
penggunaan promoi iklan tersebut harus membeli ruang dan waktu siarnya
agar pesan atau informasi dapat dimuat atau ditayangkan oleh media yang
bersangkutan. Sedangkan kampanye melalui PR tidak membeli space
media agar dapat dimuat ke dalam media. Pesan-pesan dikemas

44

Rosady Ruslan, Manajemen Public Relations & Media Komunikasi: Konsep dan
Aplikasi (Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2007), hal. 246-247
45

Rosady Ruslan. Op. Cit. 249-250

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

30

sedemikian rupa ke dalam bentuk news, artikel sponsor, atau feature


sehingga mampu menarik perhatian bagi pembaca atau pemirsa.
5. MPR mengandung kekuatan membujuk (persuasive approach) dan
sekaligus mendidik (educated) masyarakat atau publiknya.

2.1.3.3. Keberadaan PR dalam Marketing


Sebagai konsep memadukan bidang pemasaran kehumasan, fungsi MPR
diterapkan secara berbeda-beda. Tom Harris mengelompokannya bahwa ada lima
macam model keterkaitan antara kedua bidang tersebut46.
1. Separate but equal functions: pemasaran dan kehumasan sebagai bidang
yang terpisah namun maing-masing menjalankan fungsinya secara
sederajat.
2. Equal but overlappingfunctions: pemasaran dan kehumasan menjalankan
fungsi asing-masing secara setara dan terdapat titik persinggungan dan
koordinasi fungsi keduanya, yakni sama-sama membangun citra positif.
3. Marketing as the dominant functions: pemasaran koorporat lebih dominan
dan mengkoordinasi fungsi kehumasan dalam memperkuat citra
perusahaan.
4. PR as the dominant functions: kehumasan justru lebih dominan dan
mengkoordinasi fungsi pemasaran koorporat dan produk.
5. Marketing and PR as the same fungtions: pemasaran dan kehumasan
melakukan fungsi bersama yakni berkomunikasi dengan public dan pasar,
mulai dari segmentasi pasar/khalayak, pemetaan persepsi atau citra,
menetapkan

sasaran,

merumuskan

strategi

dan

program

hingga

evaluasinya.

Pengembangan sinergi dari fungsi PR dan pemasaran kemudian mencapai titik


temu yang dikenal dengan istilah Marketing Public Reltions (MPR)47. Bidang PR

46

Thomas L. Harris, The Marketers Guide to Public Relations (New York: John Wiley
and Sons Inc, 1993), hal. 35

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

31

melintasi dan meggabungkan setidaknya tiga disiplin ilmu yakni strategi,


pemasaran, dan kehumasan.

2.1.4. Minat
Sebelum sampai pada tahap mengkonsumsi produk, serta psikologis
konsumen akan melalui sejumlah tahapan dalam pengambilan keputusan. Minta
menjadi awal dari keputusan konsumen untuk membeli atau tidak membeli suatu
produk atau jasa, setelah menyadari dan mengetahui adanya produk tersebut di
pasar.
Sedangkan Poerwadarminto (1995) mendefinisikan minat sebagai
kecenderungan yang tinggi terhadap suatu gairah keinginan. Sukadji, Soetar Linah
& Evita E. Singgih Salim, menyatakan bahwa minat dibedakan menjadi dua
bagian: 48
1. Minat subjektif
Merupakan perasaan senang atau tidak senang pada objek yang di
dasarkan pada pengalaman.
2. Minat objektif
Merupakan reaksi menerima atau menolak pada objek atau keinginan
disekitarnya Fishben dan Ieek Azjen menjelaskan yang dimaksud
dengan minat adalah sebuah rencana atau yang sepertinya seseorang
akan berperilaku disituasi tertentu dengan cara-cara tertentu baik
seseorang akan melakukannya atau tidak.

Minat adalah bagian dari sikap, dimana sikap adalah evaluasi, perasaan,
dan kecenderungan

seseorang terhadap objek atau gagasan. Dalam kegiatan

pemasaran, objek yang dimaksud di definisikan secara luas seperti produk,


kategori produk, merek, kegiatan promosi, dan sebagainya. Sikap menempatkan
seseorang dalam kerangka pemikiran menyukai (bersikap positif) atau tidak

47

Rosadi Ruslan. Op. Cit. Hal. 251

48

Sukadji, Soetar Linah & Evita E. Singgih Salim, Sukses di perguruan tinggi, edisi
khusus, (Depok: Psikologi Pendidikan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2001)

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

32

menyukai (bersikap negatif) sesuatu yang kemudian dapat mendekatkan atau


menjauhkan terhadap hal tersebut.
Para pemasar mempelajari sikap dalam perilaku konsumen untuk
mengetahui respon konsumen terhadap suatu objek. Terdapat satu model yang
menggambarkan tiga komponen sikap. Dalam model dibawah ini masing-masing
komponen sikap saling interdependen satu sama lain. Para pemasar mempelajari
sikap dalam perilaku konsumen untuk mengetahui respon konsumen terhadap
suatu objek. Terdapat suatu model yang menggambarkan tiga komponen sikap.
Dalam model dibawah ini masing-masing komponen sikap saling interdependen
satu sama lainnya49.

Gambar 2.2
Komponen Sikap

Cognitive
Conative

Affective

Sumber: Leon G. Schiffman dan Leslie Lazar Kanuk, 2000, hal. 225

Tiga komponen sikap tersebut adalah kognitif, konatif, afektif. Perhatian


dari model ini terfokus pada penentuan secara tepat komposisi sikap dengan
maksud agar perilaku dapat dijelaskan dan diprediksi. Menurut model ini sikap
terdiri dari tiga komponen:50

49

Leon G dan Leslie Lazak Kanuk, Consumer Behavior 7th Edition (New York: Prentice
Hall, 2000), hal. 225
50

Dra. Ristiyanti Prasetijo, MBA. Prof. John J.O.I IHalauw, Ph.D. Perilaku Konsumen
(Yogyakarta: penerbit Andi Yogyakarta, 2005), hal. 106

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

33

a. Komponen kognitif (Cognitive)


Adalah pengetahuan (cognition) dan persepsi yang diperoleh
melalui kombinasi dari pengalaman langsung dengan objek sikap (attitude
object) dan informasi terkait yang di dapat dari berbagai sumber.
Komponen ini sering kali dikenal sebagai keyakinan (believe) sehingga
konsumen yakin bahwa suatu objek sikap memiliki atribut-atribut tertentu
dan bahwa perilaku tertentu akan menjurus ke akibat atau hasil tertentu
b. Komponen Afektif (affective)
Adalah emosi atau perasaan terhadap objek suatu produk atau
merek tertentu. Emosi dan perasaan terutama mempunyai hakikat evaluatif
yaitu apakah konsumen suka atau tidak terhadap produk tertentu.
c. Komponen Konatif (conative)
Kecenderungan seseorang untuk melaksanakan suatu tindakan dan
perilaku dengan cara tertentu terhadap objek sikap. Dalam pemasaran dan
penelitian konsumen, komponen konatif lazimnya diperlakukan sebagai
ekspresi niat konsumen untuk membeli atau menolok suatau produk.

Dengan melihat ketiga komponen sikap tersebut, pemasar dapat melihat


respon dari target audience . Oleh sebab itu, pembeljaran tentang sikap konsumen
(pengunjung) seringkali dihubungkan dengan proses pembentukan minat dan
keputusan pembelian konsumen. Pemasar selalu memiliki keinginan untuk
mempengaruhi pikiran konsumen, mengubah sikap konsumen, dan akhirnya
menarik minat konsumen untuk bertindak, dalam hal ini melakukan tindakan
pembelian.

2.2 Definisi Konsep


Dari konsep-konsep yang dipaparkan diatas, maka beberapa konsep yang
digunakan dalam penelitian ini adalah konsep promosi (promotional mix) dari
George E. Belch & Michael A. Belch.
Secara traditional, bauran promosi mencangkup empat elemen yaitu: iklan
(advertising), promosi penjualan (sales promotion), publikasi/humas, dan
personal selling. Namun George E Belch & Michael A Belch menambahkan dua
Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

34

elemen penting lagi dalam promotion mix, yaitu direct marketing dan interactive
media. Dua elemen tersebut telah digunakan secara luas oleh pengelola pemasaran
dewasa ini untuk berkomunikasi dengan khalayak sasarannya sebagaimana empat
elemen sebelumnya.
Enam masing-masing elemen dalam promotional mix, sebagai berikut:
a. Iklan (Advertising)
b. Direct Marketing
c. Interactive/Internet marketing
d. Promosi Penjualan (Sales Promotion)
e. Publicity/Public Relations
f. Penjualan Secara Personal (Personal Selling)

Sedangkan konsep minat yang dipilih adalah konsep Sukadji, Soetar Linah
& Evita E. Singgih Salim menyatakan bahwa minat dibedakan menjadi dua
bagian, yaitu:
1. Minat subjektif
Merupakan perasaan senang atau tidak senang pada objek yang di
dasarkan pada pengalaman.
2. Minat objektif
Merupakan reaksi menerima atau menolak pada objek atau keinginan
disekitarnya. Fishben dan Ieek Azjen menjelaskan yang dimaksud
dengan minat adalah sebuah rencana atau yang sepertinya seseorang
akan berperilaku disituasi tertentu dengan cara-cara tertentu baik
seseorang akan melakukannya atau tidak.

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

35

2.3

Hipotesis Teori
Terdapat pengaruh kegiatan promosi Trans Studio Bandung terhadap minat

khalayaknya.

2.4

Model Analisis
Diduga ada pegaruh kegiatan promosi Trans Studio Bandung pada minat

khalayak pengunjung Trans Studio Bandung.

Variable Independen
X

Kegiatan
Promosi

Variable Dependen
Y

Minat Khalayak
(pengunjung)

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

BAB 3
METODE PENELITIAN
3.1

Paradigma
Paradigma adalah cara pandang seorang ilmuan tentang sisi strategis yang

paling menentukan nilai sebuah disiplin ilmu pengetahuan itu sendiri51. Paradigma
dapat diartikan sebagai suatu sudut pandang dalam melihat suatu gejala sosial atau
fenomena52.
Positivisme memprediksi pola umum, dan penelitian yang menggunakan
paradigma positivisme bersifat objektif dan dapat digeneralisir53. Dalam
penelitian ini, realitas yang ditemukan diperlakukan secara universal dan objektif,
serta berdasarkan standar tertentu untuk menilai temuan yang di dapat54.
Penelitian ini menggunakan paradigma positivistik, karena ingin mengetahui
pengaruh kegiatan promosi Trans Studio Bandung tehadap minat khalayak
melalui sebuah hipotesis.

3.2

Pendekatan Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yang berorientasi pada

hasil yang berupa kesimpulan yang bersifat pasti dan jelas, pada umumnya dengan
pembuktian

hipotesis55.

Pendekatan

kuantitatif

merupakan

upaya

suatu

pengukuran untuk menerangkan fenomena sosial dengan cara memandang citra

51

Burhan Bungin, Metodelogi Penelitian Kuantitatif: Komunikasi, Ekonomi, dan


Kebijakan Publik Serta Ilmu-Ilmu Sosial Lainnya, (Jakarta: Kencana, 2006). Hal. 25
52

Bambang Prasetyo, LinaMiftahul Janah, Metode Penelitian Kuantitatif , Teori, dan


Aplikasi, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2005), hal. 25
53

John. W. Creswell, Research Design: Pendekatan Kualititatif dan Kuantitatif. (Jakarta:


KKIK Press, 2002). Hal. 30
54

Rahmat Kriyantono, Teknik Praktis, Riset Komunikasi, (Jakarta: Kencana Prenada


Media Group, 2006), hal. 54
55

Endang Poerwanti, Pendekatan Kuantitatif dalam Penelitian Perilaku (Malang:


Universitas MUhammadiyah), hal. 33

36UniversitasIndonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

37

tersebut sebagai hubungan antar variable56. Pendekatan kuantitatif yaitu


pendekatan yang mengutamakan metode pengukuran dan sampling, karna
menggunakan pendekatan deduktif yang menekankan perioritas meditail pada
koleksi data dan analisis57. Pendekatan kuantitatif menekankan secara khusus
dalam mengukur variabel-variabel dan pembuktian hipotesis yang berkaitan
dengan penjelasan suatu hubungan58.
Melalui pendekatan penelitian kuantitatif, berarti peneliti berangkat dari
sebuah teori, konsep, hipotesa juga asumsi, sebelum melakukan pengumpulan
data lapangan. Setelah sejumlah data yang diperlukan telah diperoleh dari hasil
turun lapangan, maka peneliti akan melakukan analisa data lapangan tersebut,
untuk kemudian hasilnya dicocokan kembali dengan teori-teori, konsep, hipotesa,
juga asumsi yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan demikian dapat dikatakan
bahwa penelitian ini bersifat mengkonfirmasi hubungan teori atau konsep yang
ada dengan hasil penelitian.
Dalam penelitian ini variable yang diamati adalah kegiatan promosi dan
minat khalayak (pengunjung). Dimana peneliti ingin melihat pengaruh kegiatan
promosi Trans Studio Bandung terhadap minat khalayak.

3.3

Sifat Penelitian
Sifat dari penelitian ini adalah eksplanatif dimana berdasarkan tujuan

penelitian, peneliti mencoba untuk menjelaskan ada tidaknya pengaruh

dan

menguji dengan menggunakan hipotesis. Format eksplanasi dimaksud untuk


menjelaskan suatu generalisasi sampel terhadap populasinya atau menjelaskan

56

W. Laurance Newman , Social Reserch Methods Qualitative and Quantitative


Approach 3rd Edition (USA: Allyn & Bacon, 1997), hal. 136
57

W. Laurance Newman , Social Reserch Methods Qualitative and Quantitative


Approach 4 Edition (USA: Allyn & Bacon, 1997), hal. 122
th

58

W. Laurance Newman, Op.Cit.

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

38

hubungan, perbedaan atau pengaruh satu variable dengan variable yang lainnya.
Karena itu penelitian eksplanasi menggunakan sampel dan hipotesis59.
Penelitian jenis ini berusaha untuk menguji hipotesis yang menyatakan
hubungan sebab akibat antara dua variabel atau lebih. Dalam penelitian ini
hubungan sebab akibat harus tampak nyata. Hubungan sebab akibat ini disebut
juga hubungan kausal60.
Penelitian ini menggunakan sifat penelitian eksplanatif, karena ingin melihat
hubungan sebab akibat antara dua variabel, yaitu variabel kegiatan promosi serta
variabel minat khalayak (pengunjung).

3.4

Metode Pengumpulan Data


Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah

survey dengan menyebarkan kuesioner. Penelitian survey adalah penelitian yang


mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuisioner sebagai alat
pengumpulan data yang pokok61. Survey adalah salah satu metode penelitian yang
biasa digunakan untuk pengumpulan data-data kuantitatif62. Dalam penelitian ini
memakai survey, yang disebar dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan
kepada sejumlah responden yaitu khalayak yang sudah mengunjungi Trans Studio
Bandung, periode waktu berkunjung bulan Juli September 2011.
Pengumpulan data merupakan suatu langkah dalam suatu metode ilmiah
melalui prosedur sistematik, logis, dan proses pencarian data yang valid, baik
diperoleh secara langsung (data primer) maupun tidak langsung (data sekunder)
untuk keperluan analisis dan pelaksanaan pembahasan suatu riset secara benar

59

Burhan Bungin, Metodelogi Penelitian Kuantitatif: Komunikasi, Ekonomi, dan


Kebijakan Publik Serta Ilmu-Ilmu Sosial Lainnya, (Jakarta: Kencana, 2006). Hal 38
60

Sukandarrmuidi, Metodologi Penelitian : Petunjuk Praktis Untuk Peneliti Pemula,


(Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 2004), hal. 105
61

Masri Singarimbun, Sofyan Effendi, Metode Penelitian Survey, (Jakarta:


LP3ES,1989), hal. 9
62

Courtland L Bovee and William F. Arens, Advertising 3rd Edition, (USA: Richard D,
Irwin Inc, 1992), hal. 188

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

39

untuk menemukan kesimpulan, memperoleh jawaban dan sebagai upaya untuk


memecahkan suatu persoalan yang dihadapi oleh peneliti63.
Terdapat kategori data yang dibutuhkan sebagian besar peneliti, yaitu:

3.4.1 Data Primer


Adalah data yang dihimpun secara langsung dari sumbernya atau objek
penelitian perorangan, kelompok dan organisasi yang diolah sendiri untuk
kemudian dimanfaatkan. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dengan cara
survey dan menggunakan kuesioner.
Dalam penelitian ini, kuesioner tersebut berisi pernyataan tertutup yang
digunakan penulis untuk menggambarkan karakteristik dari para responden dan
untuk mengukur dimensi-dimensi pada masing-masing variabel.

3.4.2. Data Sekunder


Merupakan upaya dalam memperoleh data dalam bentuk yang sudah jadi
melalui hasil publikasi dan informasi yang dikeluarkan berbagai organisasi atau
perusahaan64.
Dalam penelitian kali ini data yang diperoleholeh peneliti yaitu berasal
dari kegiatan korespondensi dengan staff marketing public relations dari Trans
Studio Bandung, berita-berita dan artikel-artikel yang diperoleh secara online, dan
berasal dari webisite Trans Studio Bandung tersebut. Semua itu akan menjadi
data-data yang digunakan untuk memahami dan merumuskan permasalahan,
merekonstruksi pemikiran, dan menganalisa hasil penelitian.

3.5

Populasi dan Sampel

3.5.1

Populasi
Pengertian populasi menurut Sugiono dalam bukunya yang berjudul

Metode Penelitian Administrasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari

63

Rosady Ruslan, Metode Penelitian Public Relations dan Komunikasi, (Jakarta: PT


Raja Grafindo Persada, 2004), hal.27
64

Rosady Ruslan, Op.Cit, hal.29

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

40

objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari, kemudian ditarik suatu kesimpulannya65.
Populasi penelitian ini adalah khalayak Trans Studio Bandung. Khalayak
yang dimaksud adalah pengunjung Trans Studio Bandung, periode berkunjung
bulan Juli September 2011. Peneliti mengambil periode bulan Juli September
2011 karena pada bulan Juni 2011 Trans Studio Bandung baru melaksanakan
launching area tersebut, selain itu dalam jangka 3 (tiga) bulan tersebut merupakan
waktu liburan sekolah anak sehingga itu menjadisalah satu alasan bagi peneliti
untuk mengambil penelitian selama periode bulan tersebut.

3.5.2

Sampel
Sampel adalah bagian dari populasi yang akan diteliti. Oleh karena itu,

sampel harus dilihat sebagai pendugaan terhadap populasi dan bukan populasi itu
sendiri66. Sampel adalah bagian dari populasi yang dianggap mempresentasikan
populasi karena peneliti tidak mungkin diadakan kepada seluruh populasi, sampel
juga disebut wakil semua unit strata dan sebagainya yang ada di dalam populasi67.
Secara metodologis, hasil dari suatu survey yang menggunakan sampel seringkali
lebih akurat68. Sampel memegang peranan yang penting karena banyak membantu
pengambilan kesimpulan untuk banyak kasus bilamana tidak cukup waktu
tersedia untuk mengambil semua data yang ada di populasi69.
Dalam penelitian ini sampelnya adalah pengunjung Trans Studio Bandung.
Secara rinci populasi dan sampel dari penelitian ini adalah:
a. Khalayak Trans Studio Bandung
b. Pernah mengunjungi Trans Studio Bandung

65

Sugiono, Metode Penilitian dministrasi (Bandung: Alphabeta, 2002), hal.57

66

Kenneth Bailey, Method Of Social Research, 4th Edition, (New York: The Free Press,
1994), hal.83
67

Burhan Bungin, Metodelogi Penelitian Kuantitatif: Komunikasi, Ekonomi, dan


Kebijakan Publik Serta Ilmu-Ilmu Sosial Lainnya, (Jakarta: Kencana, 2006). Hal.102
68

Eryanto, Metodologi Polling, Cetakan Pertama (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,


1999), hal.35
69

Dergibson Siagian dan Sugiarto, Metode Statistika: Untuk Bisnis dan Ekonomi,
(Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2006), hal.115

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

41

c. Time frame penelitian ini adalah selama tiga (3) bulan, karena dalam
penelitian ini mengamati pengunjung periode bulan Juli September
2011.
d. Sudah pernah menonton tayangan-tayangan seputar promosi Trans
Studio Bandung.
Berdasarkan kriteria dan data pengunjung yang diperoleh dari Trans Studio
Bandung, jumlah pengunjung periode bulan Juli Septemer 2011 yaitu time
frame tiga bulan, yang mengunjungi Trans Studio Bandung sebanyak 9600 orang.

3.6

Teknik Penarikan Sampel


Teknik penarikan sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah teknik

penarikan sampel Probabilita. Teknik penarikan sampel probabilita dapat


dilakukan jika jumlah dan sifat populasinya diketahui secara pasti70. Dalam
penelitian kali ini sudah diketahui data pengunjung yang masuk ke Trans Studio
Bandung selama periode bulan Juli September 2011.
Pendekatan sampel probabilita digunakan (terutama) untuk penelitian yang
bertujuan menggeneralisasi. Hasil dari penelitian dipakai untuk mengestimasi
suara dari masyarakat (populasi). Supaya dapat digunakan untuk tujuan tersebut,
sampel harus memenuhi prinsip probabilita prinsip ini di ambil berdasarkan asas
keacakan (randomness), yakni setiap elemen atau unsur dalam populasi memiliki
peluang yang sama untuk terpilih menjadi sampel. Dengan kata lain, penarikan
sampel dengan pendekatan probabilita adalah suatu cara penarikan sampel di
mana elemen atau unit yang terpilih berdasarkan hukum kebetulan71.
Jumlah sampel dalam penelitian ini di tentukan dengan menggunakan rumus
Slovin, yaitu sebagai berikut:

70

M. Jamiluddin Ritonga, Riset Kehumasan. (Jakarta: PT Grasindo, 2004), hal.38

71

DR. Elvinaro Ardianto, M.Si, Metodologi Penelitian Untuk Public Relations:


Kuantitatif dan Kualitatif, (Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2010), hal.169

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

42

n
Rumus Slovin:

Di mana:

N
Nd 2 1

n = Ukuran Sampel
N = Ukuran Populasi
D = Estimasi Kesalahan

Jadi, Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah:

N
Nd 2 1

9600
9600(0,1) +1

= 98,96 orang
Dibulatkan menjadi:
= 99 orang

Bila dilihat dari hasil perhitungan dengan menggunakan rumus Slovin dalam
penelitian ini, dimana total populasi nya berjumlah 9600, diperolehlah hasil
perhitungannya adalah 99 orang.
Bila digambarkan dengan jelas, bagannya adalah sebagai berikut:
Gambar 3.1
Teknik Penarikan Sampel
Populasi = 9600

Perhitungan sampel dengan rumus slovin = 99 orang

Diseleksi dengan menggunakan teknik


pengambilan sampel probabilita

Teknik Simple Random Sampling

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

43

Jumlah responden yang di dapat, diperoleh oleh peneliti melalui


pengocokan secara acak menggunakan satu ember besar berisikan nama-nama
pengunjung Trans Studio Bandung periode bulan Juli September 2011. Dari
9600 data nama-nama orang yang diperoleh melalui hasil korespondensi dengan
staff Marketing Public Relations Trans Studio Bandung, kemudian di kocok
secara acak dan munculnya 99 nama pertama, dan mereka yang muncul itulah
yang menjadi responden peneliti.

3.7

Unit Observasi dan Unit Analisis

3.7.1

Unit Observasi

Unit observasi adalah satuan dari mana data diperoleh, dapat berupa
individu, kelompok, pasangan, dokumen, dan lain sebagainya72. Unit observasi
pada penelitian ini adalah Trans Studio Bandung.

3.7.2

Unit Analisis

Unit analisis adalah satuan yang akan diteliti, dapat berupa individu,
kelompok, organisasi, kata-kata, simbol, dan masyarakat atau negara73. Unit
analisis dalam penelitian kali ini adalah individu.
Dalam penelitian ini individu tersebut merupakan khalayak atau pengunjung
dari Trans Studio Bandung periode bulan Juli September 2011.

3.8

Hipotesis Penelitian

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah


penelitian74. Rumusan hipotesis yang akan diuji dalam penelitian kali ini adalah:
Ho: Semakin rendah kegiatan promosi pada Trans Studio Bandung, semakin
rendah pula minat khalayak (pengunjung) Trans Studio Bandung.

72

Earl Babbie, The Practice of Social Research 8th Edition, (Belmont, CA: Wadsworth,
1992), hal. 199
73

Ibid, hal. 199

74

Sugiono, Op.Cit, hal.39

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

44

Ha: Semakin tinggi kegiatan promosi pada Trans Studio Bandung, semakin tinggi
pula minat khalayak (pengunjung) Trans Studio Bandung.

3.9

Hipotesisi Statistik

Ho: Tidak terdapat pengaruh antara variabel kegiatan promosi dengan minat
khalayak
H1: Terdapat pengaruh antara variabel kegiatan promosi dengan minat khalayak
Jika signifikansi > 0,05 maka Ho diterima
Jika signifikansi < 0,05 maka Ho ditolak

3.10

Operasionalisasi Konsep

Operasionalisasi konsep ini digunakan untuk mengukur variabel yang


digunakan dalam penelitian, dengan menurunkan konsep-konsep yang digunakan
menjadi indikator-indikator yang dapat menjelaskan secara padat dari konsep
tersebut, sehingga lebih mudah dimengerti oleh calon responden.
Dalam penelitian ini ada beberapa konsep yang perlu diukur melalui
indikator yang berbentuk pernyataan kepada responden. Konsep-konsep tersebut
adalah: promosi dan minat.

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

45

Tabel 3.2
Operasionalisasi Konsep

Variabel
Kegiatan
Promosi

Dimensi
Iklan
(Advertising)

Direct
Marketing

Interactive/
Internet
Marketing

Promosi
penjualan
(sales
promotion)

Publisitas &
Humas
(publicity &
Public
relations)

Indikator

Skala

1. Iklan TSB di televisi dapat


menarik perhatian
khalayak
2. Iklan TSB di media cetak
memuat pesan yang lebih
banyak dan lebih panjang
3. Iklan TSB baik di media
cetak maupun media
elektronik bersifat
informatif
4. Iklan TSB di papan
reklame (Billboard)
menarik perhatian
1. TSB memberikan
informasi melalui social
network media
2. Iklan TSB secara berkala
di tayangan televisi
menarik minat khalayak
1. Dalam web TSB fitur-fitur
di tampilkan menarik
minat khalayak
2. Dalam web TSB informasi
yang di berikan lengkap
3. Dalam web TSB
menggunakan bahasa yang
mudah di pahami
1. Hadiah langsung untuk
setiap pengunjung TSB
(seperti voucher) dapat
menarik minat khalayak
2. Undian berhadiah yang
dilakukan TSB dapat
menarik minat khalayak
1. TSB bekerja sama dengan
group band lokal
menyelenggarakan acara
musik yang menarik
2. Acara launching TSB
dapat menarik minat
khalayak

Likert

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

Likert

Likert

Likert

Likert

46
SambunganTabel3.2

Indikator
Variabel

Dimensi

Penjualan
secara
personal
(personal
selling)

Minat

Minat
subjektif
Minat objektif

3.11

Skala

3. TSB menjadi pendukung


acara (sponsor) kegiatan
di televisi (program Trans
TV) yang bersifat positif
1. Karyawan TSB selalu
bersifat ramah kepada
pengunjung
2. Karyawan TSB selalu
berpenampilan menarik
3. Karyawan TSB selalu
bersikap professional
4. Karyawan TSB selalu
bersikap sopan
1. Perasaan senang
2. Pengalaman terhadap
objek
1. Reaksi menerima pada
objek atau keinginan
2. Perilaku di situasi tersebut

Likert

Likert

Likert

Uji Validitas dan Reliabilitas

3.11.1 Uji Validitas

Penulis juga melakukan pengujian validitas dan reliabilitas untuk


mengetahui instrument (kuesioner)yang digunakan itu valid dan reliable.
Validitas adalah tingkat perbedaan nilai dari pengukuran instrument menghasilkan
perbedaan yang nyata antara individu dalam karakteristik yang ingin diukur75.
Validitas menunjukan sejauh mana suatu alat ukur itu mengukur sesuatu76.
Seringkali peneliti sosial tidak membicarakan di dalam laporan penelitiannya
apakah alat pengumpul data yang dikumpulkan betul-betul menggambarkan

75

Gilbert A. Churcill, Basic Marketing Research, International Edition, (Japan: the


Dryden press,1996), hal.112
76

DR. Elvinaro Ardianto, M.Si, Metodologi Penelitian Untuk Public Relations:


Kuantitatif dan Kualitatif, (Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2010), hal.188

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

47

fenomena yang diukur. Oleh karena itu, agar hasil penelitian dapat dipertanggung
jawabkan secara ilmiah, informasi dan reliabilitas alat ukur harus disampaikan77.
Pada penelitian ini analisis validitas akan diukur dengan menggunakan
analisis faktor, yang merupakan teknik statistik untuk mengetahui validitas
internal dari semua instrument pertanyaan. Penggunaan metode faktor analisis
sebagai uji validitas sesuai dengan hasil pengukurannya yang memiliki data yang
berskala interval atau rasio78.
Tabel 3.3
Validitas
Kegiatan Promosi Trans Studio Bandung
Item-Total Statistics

Item1
Item2
Item3
Item4
Item5
Item6
Item7
Item8
Item9
Item10
Item11
Item12
Item13
Item14
Item15
Item16
Item17
Item18
Item19
Item20
Item21
Item22
Item23
Item24
Item25
Item26
Item27

Scale Mean if
Item Deleted
83.05
82.90
83.40
82.80
83.00
83.10
83.20
83.20
83.30
83.25
83.30
83.10
83.10
83.25
83.00
83.00
83.25
83.15
83.15
82.95
83.10
83.15
83.05
83.05
83.00
82.85
83.15

Scale
Variance if
Item Deleted
250.682
249.884
251.411
252.589
256.421
256.621
258.063
254.695
259.168
261.355
253.274
260.832
253.989
253.882
251.053
255.474
259.250
252.661
251.187
252.892
254.200
254.029
249.208
250.787
252.737
255.397
255.608

Corrected
Item-Total
Correlation
.780
.837
.879
.789
.660
.683
.755
.683
.613
.628
.795
.644
.794
.739
.811
.699
.580
.878
.795
.791
.785
.689
.834
.835
.747
.827
.749

Cronbach's
Alpha if Item
Deleted
.973
.972
.972
.972
.973
.973
.973
.973
.974
.973
.972
.973
.972
.973
.972
.973
.974
.972
.972
.972
.973
.973
.972
.972
.973
.972
.973

77

Ibid, hal.188

78

Roger D. Wimmer, Mass Media Research, (USA: Wadsworth, Inc, 1983), Hal. 235

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

48

Pada tabel item total statistic diketahui bahwa nilai-nilai dari 27 item
pernyataan pada kolom corrected item-total correlation berada di atas 0,30 yang
artinya keseluruhan item pernyataan tersebut valid.
Tabel 3.4
Validitas
Minat khalayak
Item-Total Statistics

Item1
Item2
Item3
Item4
Item5
Item6
Item7
Item8
Item9
Item10
Item11
Item12
Item13
Item14
Item15
Item16
Item17
Item18

Scale Mean if
Item Deleted
54.90
54.65
54.80
54.55
54.45
54.80
54.50
54.70
54.60
54.90
54.75
54.60
54.80
54.80
54.90
54.85
54.75
54.85

Scale
Variance if
Item Deleted
112.937
109.608
111.958
112.997
115.418
115.747
114.579
110.326
113.411
111.674
114.829
113.095
109.747
112.063
108.516
111.187
109.671
107.818

Corrected
Item-Total
Correlation
.816
.898
.812
.733
.637
.632
.698
.870
.715
.814
.766
.825
.807
.805
.866
.746
.856
.880

Cronbach's
Alpha if Item
Deleted
.967
.966
.967
.968
.970
.970
.969
.967
.969
.967
.968
.967
.968
.968
.967
.968
.967
.967

Pada tabel item total statistic diketahui bahwa nilai-nilai dari 18 item
pernyataan pada kolom corrected item-total correlation berada di atas 0,30 yang
artinya keseluruhan item pernyataan tersebut valid.

3.11.2 Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah istilah yang dipakai untuk menunjukan sejauhmana


hasil pengukuran relatif konsisten apabila pengukuran diulangi dua kali atau
lebih79. Reabilitas adalah indeks yang menunjukan sejauhmana suatu alat ukur

79

Ibid, hal.188

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

49

dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Bila suatu alat ukur dipakai dua kali untuk
mengukur gejala yang sama dan hasil pengukuran yang dipakai relatif konsisten,
alat ukur tersebut reliabel. Dengan kata lain, reliabilitas menunjukan konsistensi
suatu alat ukur dalam mengukur gejala yang sama80.
Metode alpha sangat cocok digunakan pada skor berbentuk skala. Sebuah
pertanyaan yang reliabel mungkin saja tidak valid, tetapi jika pertanyaan tersebut
tidak reliabel maka tidak mungkin valid. Dapat dikatakan bahwa sebuah ukuran
tidak akan valid apabila tidak reliabel, maka reliabilitas sangat penting untuk
validitas.

Tabel 3.5
Reliabilitas
Kegiatan Promosi Trans Studio Bandung
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha
.974

N of Items
27

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai Alpha Cronbach pada
variabel kegiatan promosi berada pada 0,974, artinya item-item pernyataan pada
variabel ini reliabel.

Tabel 3.6
Reliabilitas
Minat khalayak
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha
.970

N of Items
18

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai Alpha Cronbach pada variabel
minat khalayak berada pada 0,970. Artinya item-item pernyataan pada variabel ini
reliabel.

80

Ibid, hal.189

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

50

3.12

Metode Analisis

Metode analisis data yang digunakan adalah analisis bivariat. Data yang di
dapat dari survey lapangan, kemudian dianalisis dengan menggunakan metode
statistik dengan bantuan perangkat lunak Statistical Package for Social Science
(SPSS) untuk mempercepat perhitungan.
Penilaian yang dilakukan oleh responden adalah menggunakan skala
interval Likert, dimana jawaban yang akan diberikan responden akan sangat
bervariasi, yaitu mempunyai gradasi dari sangat tidak setuju sampai sangat setuju.
Sesuai dengan yang di kemukakan Mclver and Carmines (1981).

Tabel 3.7
Jawaban

Skor

Sangat Tidak Setuju

Tidak Setuju

Setuju

Sangat Setuju

Sumber: Mclver and Carmines (1981)

3.12.1 Analisis Data Univariat

Analisis Univariat adalah analisis terhadap satu variable yang dilakukan


pada tahap awal pengolahan data. Analisis data univariat atau bisa disebut sebagai
statistik deskriptif menggambarkan tentang ringkasan data-data penelitian seperti
mean, standar deviasi, varian, modus, dan lainnya81. Dalam penelitian ini, peneliti
menggunakan penilaian mean dalam perdimensinya.

81

Dwi Priyatno, 2008, Mandiri Belajar SPSS, (Yogyakarta: Penerbit Mediakom), hal. 50

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

51

Rumus Rataan Hitung (Mean)

Rata-rata hitung dihitung dengan cara membagi jumlah nilai data dengan
banyaknya data. Rata-rata hitung bisa juga disebut mean.82

Ket:
X = Nilai data
N = banyaknya jumlah data
= rata rata hitung
X = Rata rata hitung

Dalam penelitian, metode ini digunakan untuk mendapatkan gambaran


secara deskriptif bagaimana kegiatan promosi Trans Studio Bandung terhadap
minat khalayak.
Dalam menganalisis, peneliti menggunakan singkatan-singkatan
sebagai berikut:
STS : Sangat Tidak Setuju
TS : Tidak Setuju
S

: Setuju

SS : Sangat Setuju

Berdasarkan pernyataan dalam kuesioner yang menggunakan skala


likert 1-4 (Mc Iver and Carmines (1981)), maka kategorisasi nilai rata-rata
adalah sebagai berikut:

82

http://www.rumus.web.id/2011/04/rumus-statistika-matematika.html#, (diakses pada


Sabtu, 23 Desember 2011, 16.15 WIB)

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

52

Tabel 3.8
Kategorisasi Nilai Rata Rata Skala Likert
Nilai Koefisien
Korelasi (r)

Kekuatan Hubungan

Sangat buruk
1.00 1.75
Buruk
1.76 2.50
Baik
2.51 3.25
Sangat Baik
3.26 4.00
Sbr: Mc Iver and Carmines (1981)

3.12.2 Analisis Data Bivariat

Uji bivariat dilakukan untuk melihat ada atau tidaknya hubungan antara
variabel kegiatan promosi Trans Studio Bandung dengan variabel minat. Selain
itu uji ini juga dilakukan untuk melihat seberapa kuat hubungan dari kedua
variabel tersebut.
Maka dari itu pengukuran dilakukan dengan korelasi, yaitu untuk meneliti
hubungan di antara variabel variabel. Metode korelasi bertujuan untk meneliti
sejauh mana variasi pada satu faktor berkaitan dengan variasi faktor lain83.
Metode uji korelasi yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah Pearsons
Correlation.
Dalam uji bivariat ini, peneliti akan menggunakan analisis regresi
sederhana untuk melihat seberapa besar pengaruh variabel kegiatan promosi Trans
Studio Bandung terhadap variabel minat khalayak (pengunjung).

3.13

Kelemahan dan Keterbatasan dalam Penelitian

Penelitian ini memiliki kelemahan dan keterbatasan sebagai berikut:


1. Penelitian dilakukan di daerah Bandung dan para responden yang kurang
responsif dalam mengisi kuesioner penelitian karena merasa tidak kenal
dengan peneliti.

83

Jallaludin Rakhmat, Psikologi Komunikasi (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2002),

hal. 27

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

53

2. Minat khalayak merupakan suatu hal yang bersifat objektif, artinya minat
khalayak merujuk kepada pengalaman dan perasaan yang dimiliki oleh
individu. Penelitian terhadap hal yang sama dapat saja menunjukkan hasil
yang berbeda apabila diterapkan pada objek penelitian yang sama dalam
jangka waktu yang berbeda.

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

BAB 4
DESKRIPSI OBJEK KAJIAN

4.1

Profile Perusahaan

Trans Studio Theme Park, Trans Studio Bandung adalah Indoor Theme
Park ke dua di Indonesia setelah Makassar. Trans Studio Bandung lebih
spektakuler dan lebih dahsyat dibandingkan Trans Studio yang ada di Makassar,
namun keduanya tetap mempunyai keunikan tersendiri sehingga menjadikan
Trans Studio Bandung tidak hanya terbesar di Indonesia juga merupakan theme
park terbesar didunia.
Trans Studio Bandung beralamat di jalan Gatot Subroto no 289, Bandung.
Dan berada di dalam salah satu mall terbesar di kota bandung yaitu Bandung
Supermall (BSM).
Trans

Studio

Theme

Park menyajikan 20

wahana permainan

dan

bermacam bentuk hiburan yang terdapat dalam 3 (tiga) kawasan dengan tema
yang berbeda-beda dan unik. Para pengunjung dapat merasakan bagaimana
menjadi seorang bintang di depan kamera serta menjadi orang orang di belakang
layar dari tayangan tayangan favorit TRANS TV dan TRANS 7, seperti Dunia
Lain, Jelajah, Si Bolang, dan masih banyak wahana-wahana menarik lainnya.
20 wahanawahana Trans Studio Bandung dapat dijabarkan sebagai
berikut :
1. Trans City Theater
2. Yamaha Racing Coaster
3. Giant Swing
4. Marvel Superheroes 4D (Opening On December 2011)
5. Vertigo
6. Trans Car Racing
7. Si Bolang Adventure
8. Trans Broadcast Museum
9. Science Center (Opening On November 2011)
10. Trans Movie Magic (Coming soon)
11. Jelajah

54Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

55

12. Kong Climb


13. Sky Pirates
14. Amphitheater
15. Blackheart Pirate Ship
16. Negeri Raksasa
17. Dragon Riders
18. Pulau Liliput
19. Dunia Lain
20. Special Effects Action (Opening On December 2011)

4.2

Maskot Trans Studio Bandung

1. MONTY
Monty adalah salah satu pegawai di Bon Bin Bros. Bertubuh besar dan
gemar makan apa saja. Acara Trans kegemaran Monty adalah ngulik
karena host-nya kocak. Dia bekerja sebagai kameramen.
Sifat Sifat Monty:
a. Sangat bersahabat
b. Cenderung santai
c. Menggemari makanan
d. Bersahabat karib dengan Kenny
2. KENNY
Kenny adalah seorang audioman di Bon Bin Bros.Berbadan kecil dan
sangat pemalu, dia sangat mencintai pekerjaannya di Bon Bin Bros.
Acara Trans TV kesukaan Kenny adalah sketsa, karena Kenny senang
tayangan komedi yang simpel-simpel aja. Kenny bersahabat karib dengan
Monty.
Sifat Sifat Kenny:
a. Pemalu
b. Penyayang
c. Sabar
d. Menikmati hal2 lucu
e. Sedikit polos

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

56

3. MONIKA
Monika adalah seekor kucing yang cantik, memiliki daya tarik dan pandai.
Dialah yang bertanggung jawab untuk seluruh keperluan penyediaan
segala perlengkapan. Ingin semua serba rapi dan terorganisir dengan baik.
Acara Trans favorit Monika adalah INSERT, karena diam-diam, Monika
kecanduan gosip artis.
Sifat Sifat Monika:
a. Cerdas
b. Luwes
c. Sangat rapih dan teratur dalam pekerjaannya
d. Sedikit pencemas
e. Perfeksionis
f. Rada cerewet
g. Periang
4. MAUNG
Ray adalah Direktur Bon Bin Bros, dia seorang pemimpin yang baik untuk
anak buahnya. Tayangan Trans favorit Ray, selain Bioskop Trans TV
tentunya, adalah Opera Van Java.
Sifat Sifat Maung:
a. Cerdas
b. Pemimpin
c. Kreatif
d. Tidak mau terjebak pada masalah, selalu tertantang mencari solusi
e. Tidak tahan lihat orang susah84

Trans Studio Bandung juga menyediakan paket promosi, seperti:


1. Gathering
2. Team Building
3. Family day
4. Birthday party
5. Arisan, dan lain-lain

84

www.transstudiobandung.com(diaksespada11November2011,pukul15.30WIB)

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

57

Harga tiket masuk yang di tawarkan oleh Trans Studio Bandung, adalah:
1. Senin jumat yaitu Rp. 150.000,- (Seratus lima puluh ribu rupiah)
2. Sabtu Minggu atau hari libur yaitu Rp. 200.000,- (Dua ratus ribu rupiah)

Tiket masuk berlaku untuk seluruh wahana yang disediakan di dalam Trans
Studio Bandung dan atraksi sepuasnya, atau bahkan bisa berkali-kali. Tiket masuk
Trans Studio Bandung juga menggunakan kartu mega cash, harga kartu adala
Rp.10.000,-. Dengan kartu mega cash ini apat diigunakan untuk melakukan semua
transaksi di semua outlet di dalam Trans Studio Bandung.

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

DAFTAR TABEL

Tabel 3.2

Operasional Konsep 39

Tabel 3.3

Validitas Kegiatan Promosi Trans Studio Bandung . 41

Tabel 3.4.

Validitas Minat Khalayak . 42

Tabel 3.5

Reliabilitas Kegiatan Promosi Trans Studio Bandung 43

Tabel 3.6

Reliabilitas Minat khalayak 44

Tabel 3.7

Skala Penelitian Likert 44

Tabel 3.8

Nilai Rata-rata Skala Likert 52

Tabel 5.1

Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pekerjaan 58

Tabel 5.2

Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan


Penghasilan .. 58

Tabel 5.3

Dimensi Iklan (Advertising) 59

Tabel 5.4

Dimensi Direct Marketing .. 62

Tabel 5.5

Dimensi Internet Marketing (Interactive) .. 63

Tabel 5.6

Dimensi Promosi Penjualan (Sales Promotion) . 64

Tabel 5.7

Dimensi Publisitas & Humas .. 65

Tabel 5.8

Dimensi Penjualan Secara Personal 67

Tabel 5.9

Dimensi Minat Subjektif . 68

Tabel 5.10

Dimensi Minat Objektif .. 70

Tabel 5.11

Anova Analisis Bivariat .. 72

Tabel 5.12

Model Summary Analisis Bivariat .. 72

Tabel 5.13

Koefisien Analisis Bivariat . 74

xii

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

BAB 5
ANALISIS HASIL PENELITIAN
5.1. Analisis Data
5.1.1 Distribusi Responden Berdasarkan Pekerjaan
Tabel 5.1.
Distribusi Frekuensi Responden
Berdasakan Pekerjaan

Valid

PNS
Wiraswasta
Pegawai Swasta
Pekerjaan Profesional
Pelajar/Mahasiswa
Total

Analisis

terhadap

Frequency
10
10
19
2
58
99

karakteristik

Percent
10.1
10.1
19.2
2.0
58.6
100.0

Valid Percent
10.1
10.1
19.2
2.0
58.6
100.0

responden

Cumulative
Percent
10.1
20.2
39.4
41.4
100.0

berdasarkan

pekerjaan

responden menunjukan bahwa mayoritas responden yang berpartisipasi dalam


penelitian ini adalah bekerja sebagai pelajar atau mahasiswa yaitu sebanyak
58,6%. Urutan selanjutnya yaitu bekerja sebagai pegawai swasta sebanyak 19,2%,
berikutnya bekerja sebagai PNS dan wiraswasta sama-sama sebanyak 10,1%, dan
bekerja sebagai pekerja professional sebanyak 2,0%.
5.1.2

Distribusi Responden Berdasarkan Penghasilan


Tabel 5.2
Penghasilan per bulan Responden

Valid

Rp. 1.000.000 - Rp. 2.000.000,Rp. 2.000.001 - Rp. 3.000.000,Rp. 3.000.001 - Rp. 4.000.000,Rp. 4.000.001 - Rp. 5.000.000,>Rp. 5.000.000,Total

Frequency
58
25
8
6
2
99

58

Percent
58.6
25.3
8.1
6.1
2.0
100.0

Valid
Percent
58.6
25.3
8.1
6.1
2.0
100.0

Cumulative
Percent
58.6
83.8
91.9
98.0
100.0

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

59

Karakter responden selanjutnya adalah penghasilan responden. Analisis


terhadap karakteristik responden berdasarkan penghasilan menunjukan bahwa
mayoritas penghasilan responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini yang
paling dominan atau paling besar adalah rata-rata berpenghasilan Rp. 1.000.000
Rp. 2.000.000, dikarenakan animo pengunjung yang paling besar adalah usia
pelajar hingga mahasiswa.
5.1.3 Analisis Univariat
5.1.3.1 Distribusi Frekuensi Variabel kegiatan promosi
Dalam penelitian ini, variabel kegiatan promosi akan dinilai dari enam
dimensi, yaitu:
1. Iklan (Advertising)
2. Direct Marketing
3. Internet Marketing (interactive)
4. Promosi Penjualan (sales promotion)
5. Publisitas & Humas
6. Penjualan secara langsung (personal selling).

5.1.3.1.1 Dimensi Iklan (Advertising)

1.
2.
3.
4.

Tabel 5.3
Variabel Kegiatan Promosi Dimensi Iklan (Advertising)
Penilaian Responden
Pernyataan
STS TS
S
SS
(1)
(2)
(3)
(4)
Iklan Trans Studio Bandung di
0
1
55
43
televisi dapat menarik perhatian anda
0%
1% 55,6% 43,4%
Iklan Trans Studio Bandung di media
0
1
61
37
cetak menarik perhatian anda
0%
1% 61,6% 37,4%
Iklan Trans Studio Bandung baik di
0
1
54
44
media cetak maupun media elektronik 0%
1% 54,5% 44,4%
bersifat informatif
Iklan Trans Studio Bandung di papan
0
3
51
45
reklame(Billboard) menarik perhatian 0%
3% 51,5% 45,5%
anda

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

Mean
3.42
3.36
3.43

3.42

60

Pernyataan
5. Iklan Trans Studio Bandung di radioradio menarik perhatian anda
6. Iklan Trans Studio Bandung di media
internet maupun artikel-artikel yang
membahas Trans Studio Bandung
membuat anda tertarik
Mean

Penilaian Responden
STS TS
S
SS
(1)
(2)
(3)
(4)
0
0%
0
0%

1
1%
4
4%

63
63,6%
62
62,3%

35
35,4%
33
33,3%

Mean
3.34

3.29
3.37

Berdasarkan pada jawaban responden atas pernyataan yang mewakili


dimensi iklan (advertising), maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden
memiliki penilaian yang baik terhadap dimensi iklan (advertising). Dari enam
pernyataan yang di lontarkan mengenai iklan (advertising) Trans Studio Bandung,
responden paling banyak menjawab setuju.
Indikator pertama dari dimensi iklan (advertising) adalah iklan TSB dapat
menarik perhatian. Jumlah terbanyak dalam item ini adalah S (Setuju), urutan
kedua adalah jawaban SS (Sangat Setuju), urutan ketiga adalah jawaban TS
(Tidak Setuju), dan tidak ada responden yang memilih jawaban STS (Sangat
Tidak Setuju) pada item ini. Dilihat dari hasil mean yang diperoleh yaitu 3,37,
Dimensi iklan merupakan dimensi yang paling berpengaruh atau paling besar
hasilnya dalam variabel kegiatan promosi (promotional mix) ini.
Kemudian indikator yang kedua mengenai iklan TSB di media cetak
menarik perhatian. Jumlah jawaban terbanyak dalam item ini adalah S (Setuju),
urutan kedua adalah jawaban SS (Sangat Setuju), urutan ketiga adalah jawaban TS
(Tidak Setuju), dan tidak ada responden yang memilih jawaban STS (Sangat
Tidak Setuju). Sebanyak 61 reponden memilih jawaban setuju bahwa iklan TSB
di media cetak menarik minat khalayak, dan persentase responden menjawab tidak
setuju sangat kecil dalam indikator ini.
Indikator yang ketiga dalam dimensi iklan (advertising), pernyataan
mengenai iklan TSB di media cetak dan elektronik bersifat informatif dan
menghibur. Jumlah terbanyak dalam item ini adalah S (Setuju), urutan kedua
adalah jawaban SS (Sangat Setuju), urutan ketiga adalah jawaban TS (Tidak
Setuju), dan tidak ada responden yang memilih jawaban STS (Sangat Tidak

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

61

Setuju) pada item ini. Sebanyak 54 responden menjawab setuju, sehingga


persentase yang di dapat cukup besar diantara indikator lainnya. Berarti setuju
bahwa iklan di media cetak maupun elektronik sangat berpengaruh.
Indikator keempat dalam dimensi iklan (advertising), yaitu pernyataan
mengenai iklan TSB di papan reklame menarik perhatian. 55 Responden sebanyak
menyatakan setuju bahwa iklan TSB di papan reklame menarik perhatian
khalayak, indikator keempat ini juga mempunyai nilai mean yang sama dengan
indikator kedua.
Untuk indikator kelima pada dimensi iklan (advertising) pada pernyataan
iklan TSB di radio menarik perhatian. Dapat dilihat pada tabel 5.3, Jumlah
terbanyak dalam item ini adalah S (Setuju), urutan kedua adalah jawaban SS
(Sangat Setuju), urutan ketiga adalah jawaban TS (Tidak Setuju), dan tidak ada
responden yang memilih jawaban STS (Sangat Tidak Setuju) pada item ini.
Dominan responden 63 orang menjawab setuju, bahwa pernyataan iklan TSB di
radio-radio menarik minat dan perhatian adalah benar. Sedangkan hanya 1
responden saja yang tidak setuju terhadap pernyataan tersebut.
Indikator terakhir dalam dimensi iklan (advertising) adalah pernyataan
iklan TSB di media internet maupun artikel yang muncul dapat menarik minat.
Pilihan jawaban terbanyak pada item ini jatuh pada pilihan jawaban S (Setuju),
urutan kedua adalah jawaban SS (Sangat Setuju), urutan ketiga adalah jawaban TS
(Tidak Setuju), dan tidak ada responden yang memilih jawaban STS (Sangat
Tidak Setuju). Indikator terkahir dari dimensi iklan juga merupakan indikator
dengan nilai terkecil.

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

62

5.1.3.1.2. Dimensi Direct Marketing


Tabel 5.4
Variabel Kegiatan Promosi Dimensi Direct Marketing
Penilaian Responden
Pernyataan
STS TS
S
SS
(1)
(2)
(3)
(4)
1. Trans Studio Bandung memberikan
0
6
64
29
informasi melalui social network 0%
6,1 64,6% 29,3%
media yang informatif
%
2. Iklan Trans Studio Bandung secara
0
2
56
41
berkala di tayangan televisi menarik 0% 2% 56,5% 41,4%
minat anda
3. Adanya petugas pemberi informasi di
1
2
56
40
depan area Trans Studio Bandung 1% 2% 56,6% 40,4%
membuat anda tertarik masuk
Mean

Mean
3.23
3.39
3.42
3.35

Berdasarkan pada jawaban responden atas pernyataan yang mewakili


dimensi direct marketing, maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden
memiliki penilaian yang baik terhadap item pernyataan-pernyataan mengenai
dimensi direct marketing. Dari tiga penyataan yang ada di dalam dimensi direct
marketing, dominan responden menjawab setuju dengan persentase paling
banyak.
Pada dimensi direct marketing, presentase tertinggi berada pada indikator
ke 3 dengan perolehan nilai mean 3,42. Pernyataan ini membuktikan adanya
ketertarikan responden untuk mengunjungi Trans Studio Bandung adalah dengan
melihat para petugas yang langsung memberikan informasi seputar wahanawahana Trans Studio Bandung.
Sedangkan nilai mean terendah ada pada indikator ke 1 karena
berdasarkan tabel di atas ada sebanyak 6 responden yang menjawab tidak setuju,
diasumsikan bahwa informsi melalui social network media masih belum
maksimal.
Tabel 5.4 menunjukan bahwa dimensi direct marketing dari kegiatan
promosi Trans Studio Bandung mendapatkan hasil jawaban yang positif dari para
responden. Dengan perolehan nilai mean keseluruhan adalah 3,35, dan sudah

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

63

dipastikan bahwa nilai mean di atas 2.50 maka dimensi direct marketing
dikatakan baik.
5.1.3.1.3 Dimensi Internet Marketing (Interactive)
Tabel 5.5
Variabel Kegiatan Promosi Dimensi Internet Marketing (Interactive)
Penilaian Responden
Pernyataan
Mean
STS TS
S
SS
(1)
(2)
(3)
(4)
1. Dalam website Trans Studio Bandung
0
4
54
41
3.37
fitur-fitur di tampilkan menarik minat
0%
4% 54,4% 41,4%
anda
2. Dalam website Trans Studio Bandung
0
3
52
44
3.41
informasi yang di berikan lengkap
0%
3% 52,5% 44,4%
3. Dalam website Trans Studio Bandung
0
4
51
44
3.40
menggunakan bahasa yang mudah di 0%
4% 51,5% 44,4%
pahami
4. Trans Studio Bandung memiliki
0
7
58
34
Social Network Media (Twitter dan 0%
7,1 58,6% 34,3% 3.27
Facebook) yang terupdate
%
5. Adanya video promosi Trans Studio
0
3
58
38
3.35
Bandung menarik minat anda
0%
3% 58,6% 38,4%
3.36
Mean
Berdasarkan pada jawaban responden atas pernyataan yang mewakili
dimensi internet marketing, maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden
memiliki penilaian yang baik terhadap item pernyataan-pernyataan mengenai
dimensi internet marketing. Dari lima penyataan yang ada di dalam dimensi
internet marketing, dominan responden menjawab setuju dengan persentase paling
banyak.
Pada dimensi internet marketing, nilai mean tertinggi sebesar 3,41 yang
dimiliki oleh indikator ke 2. Diasumsikan bahwa para responden setuju dengan
pernyataan bahwa website Trans Studio Bandung memberikan informasi yang
lengkap. Berdasarkan hasil yang diperoleh sebanyak 52 orang responden
menyatakan setuju.
Sedangkan indikator terendah dalam dimensi ini terlihat pada indikator ke
4 yaitu pernyataan bahwa Trans Studio Bandung memiliki social network media

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

64

yang update, nyatanya dengan hasil perolehan yang kecil berarti social network
media yang ada masih kurang difungsikan lagi.
Tabel 5.5 menunjukan bahwa dimensi internet marketing dari kegiatan
promosi Trans Studio Bandung mendapatkan hasil jawaban yang positif dari para
responden. Dapat dilihat dari tabel 5.5 bahwa nilai mean item keseluruhan atas
indikator-indikator dimensi ini adalah di atas 2,50. Dengan nilai mean di atas
2,50, maka dimensi internet marketing dari variabel kegiatan promosi dikatakan
baik.
5.1.3.1.4. Dimensi Promosi Penjualan (Sales Promotion)
Tabel 5.6
Variabel Kegiatan Promosi Dimensi Promosi Penjualan (Sales Promotion)
Penilaian Responden
Pernyataan
Mean
STS TS
S
SS
(1)
(2)
(3)
(4)
1. Hadiah langsung untuk setiap
0
8
68
23
pengunjung Trans Studio Bandung 0%
8,1 68,7% 23,2% 3.15
(seperti voucher) dapat menarik minat
%
anda
2. Undian berhadiah yang dilakukan
0
4
58
37
3.33
Trans Studio Bandung dapat menarik 0%
4% 58,6% 37,4%
minat anda
3. Fasilitas restaurant, dll di dalam
0
5
66
28
3.23
Trans Studio Bandung cukup 0%
5,1 66,7% 28,3%
beragam
%
4. Kartu tanda masuk Trans Studio
1
9
58
31
Bandung menarik
1%
9,1 58,6% 31,3% 3.20
%
3.23
Mean
Berdasarkan pada jawaban responden atas pernyataan yang mewakili
dimensi promosi penjualan, maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden
memiliki penilaian yang baik terhadap item pernyataan-pernyataan mengenai
dimensi promosi penjualan. Dari empat penyataan yang ada di dalam dimensi
promosi penjualan, dominan responden menjawab setuju dengan persentase paling
banyak.

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

65

Dalam dimensi promosi penjualan, indikator paling besar muncul dari


indikator ke 2, pernyataan mengenai undian berhadiah yang dilakukan Trans
Studio Bandung dapat menarik perhatian mendapat respon yang paling baik.
Diasumsikan Trans Studio Bandung berhasil menarik khalayaknya untuk
berkunjung dengan mengadakan undian-undian yang mempunyai hadiah menarik
bagi pengunjung Trans Studio Bandung.
Tabel 5.6 menunjukan bahwa dimensi promosi penjualan dari kegiatan
promosi Trans Studio Bandung mendapatkan hasil jawaban yang positif dari para
responden. Dapat dilihat dari tabel 5.6 bahwa nilai mean item keseluruhan atas
indikator-indikator dimensi ini adalah di atas 2,50. Dengan nilai mean di atas
2,50, maka dimensi promosi penjualan dari variabel kegiatan promosi dikatakan
baik.

5.1.3.1.5. Dimensi Publisitas & Humas (Publicity & Public Relations)


Tabel 5.7
Variabel Kegiatan Promosi Dimensi Publisitas & Humas (Publicity & Public
Relations)
Penilaian Responden
Pernyataan
Mean
STS TS
S
SS
(1)
(2)
(3)
(4)
1. Trans Studio Bandung meghadirkan
3
5
57
34
3.23
group band lokal menyelenggarakan
3%
5,1 57,6% 34,4%
acara musik yang menarik
%
2. Acara launching Trans Studio
1
2
57
39
3.35
Bandung menarik minat anda
1%
2% 57,6% 39,4%
3. Trans Studio Bandung menjadi
2
5
51
41
pendukung acara (sponsor) kegiatan 2%
5,1 51,5% 41,4% 3.32
di televisi (program Trans TV &
%
Trans 7) yang bersifat positif
4. Acara televisi di Trans TV & Trans 7
0
4
50
45
yang di selenggarakan di Trans 0%
4% 50,5% 45,5%
3.41
Studio Bandung menarik untuk di
tonton
5. Berita tentang Trans Studio Bandung
0
5
56
38
3.33
pada program acara TV positif
0%
5,1 56,6% 38,4%
%
3.32
Mean

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

66

Berdasarkan pada jawaban responden atas pernyataan yang mewakili


dimensi publisitas & humas, maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden
memiliki penilaian yang baik terhadap item pernyataan-pernyataan mengenai
dimensi publisitas & humas. Dari lima penyataan yang ada di dalam dimensi
publisitas & humas, dominan responden menjawab setuju dengan persentase
paling banyak.
Indikator paling menonjol dalam dimensi publisitas & humas ini adalah
pernyataan nomor 4, dengan peroleh nilai mean sebesar 3,41. Ini diasumsikan
bahwa pernyataan mengenai acara Trans TV & Trans 7 yang diselenggarakan di
Trans Studio Bandung menarik minta. Responden dominan menjawab setuju,
karena mereka memberikan respon positif terhadap acara-acara yang Televisi
yang diadakan langsung dari Trans Studio Bandung, tentu saja ini sangat
menghibur para responden.
Tabel 5.7 menunjukan bahwa dimensi publisitas & humas dari kegiatan
promosi Trans Studio Bandung mendapatkan hasil jawaban yang positif dari para
responden. Dapat dilihat dari tabel 5.7 bahwa nilai mean item keseluruhan atas
indikator-indikator dimensi ini adalah di atas 2,50. Dengan nilai mean di atas
2,50, maka dimensi publisitas & humas dari variabel kegiatan promosi dikatakan
baik.

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

67

5.1.3.1.6. Dimensi Penjualan Secara Personal (Persoal Selling)


Tabel 5.8
Variabel Kegiatan Promosi Dimensi Penjualan Secara Personal (Personal
Selling)
Penilaian Responden
Pernyataan
Mean
STS TS
S
SS
(1)
(2)
(3)
(4)
1. Karyawan Trans Studio Bandung
0
3
54
42
3.15
selalu
bersifat
ramah
kepada 0%
3% 54,5% 42,4%
pengunjung
2. Karyawan Trans Studio Bandung
1
4
59
35
3.39
selalu berpenampilan menarik
1%
4% 59,6% 35,4%
3. Karyawan Trans Studio Bandung
0
3
56
40
3.37
selalu bersikap professional
0%
3% 56,6% 40,4%
4. Karyawan Trans Studio Bandung
1
9
76
13
selalu bersikap sopan
1%
9,1 76,8% 13,1% 3.02
%
3.23
Mean
Berdasarkan pada jawaban responden atas pernyataan yang mewakili
dimensi personal selling, maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden
memiliki penilaian yang baik terhadap item pernyataan-pernyataan mengenai
dimensi personal selling. Dari lima penyataan yang ada di dalam dimensi
personal selling, dominan responden menjawab setuju dengan persentase paling
banyak.
Pada dimensi penjualan secara personal, nilai mean tertinggi berada pada
indikator ke 2 yaitu pernyataan karyawan Trans Studio Bandung berpenampilan
menarik. Mereka setuju bahwa penampilan dari wiraniaga yaitu karyawan tersebut
harus semenarik mungkin.
Sedangkan indikator terkecil pada dimensi penjualan secara personal ada
pada indikator ke 4, dan memperoleh hasil nilai mean anya 3,02. Sejumlah 9
responden menyatakan tidak setuju terhadap pernyataan tersebut, itu menandakan
mereka memiliki asumsi yang lain terhadap penampilan wiraniaga atau karyawan
Trans Studio Bandung.
Tabel 5.8 menunjukan bahwa dimensi personal selling dari kegiatan
promosi Trans Studio Bandung mendapatkan hasil jawaban yang positif dari para
responden. Dapat dilihat dari tabel 5.8 bahwa nilai mean item keseluruhan atas
Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

68

indikator-indikator dimensi ini adalah di atas 2,50. Dengan nilai mean di atas
2,50, maka dimensi personal selling dari variabel kegiatan promosi dikatakan
baik.
5.1.3.2 Distribusi Frekuensi Variabel Minat Khalayak
Dalam variabel minat khalayak dalam penelitian ini, akan dinilai
berdasarkan dua dimensi, yaitu dimensi minat subjektif dan minat objektif.
Dari hasil SPSS yang telah dilakukan, dapat dilihat dari berbagai dimensi
minat khalayak pengunjung Trans Studio Bandung, memiliki hasil minat yang
dijabarkan sebagai berikut.
5.1.3.2.1 Dimensi Minat Subjektif

1.

2.
3.
4.

5.
6.
7.

Tabel 5.9
Variabel Minat Khalayak Dimensi Minat Subjektif
Penilaian Responden
Pernyataan
STS TS
S
SS
(1)
(2)
(3)
(4)
Anda
merasa
senang
setelah
2
3
59
35
berkunjung ke Trans Studio Bandung
59,6 35,4
2,0% 3,0%
%
%
Anda merasa puas dengan wahana0
11
52
36
wahana yang tersedia di Trans Studio
11,1 52,5 36,4
0%
Bandung
%
%
%
Anda merasa ingin mencoba semua
0
11
44
44
wahana yang di sediakan Trans Studio
11,4, 44,4 44,4
0%
Bandung
%
%
%
Suasana Trans Studio Bandung
0
15
41
43
membuat anda nyaman
15,2 41,4 43,4
0%
%
%
%
Anda merasa menambah pengalaman
0
19
38
42
baru setelah berkunjung ke Trans
19,2 38,4 42,4
0%
Studio Bandung
%
%
%
Anda merasa wahana yang disediakan
0
17
43
39
Trans Studio Bandung unik dan
17,2 43,4 39,4
0%
menarik
%
%
%
Anda menyukai tata ruangan di Trans
0
24
36
39
Studio Bandung
24,2 36,4 39,4
0%
%
%
%

Mean
3.28

3.25
3.33

3.28
3.23

3.22
3.15

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

69

Pernyataan
8. Anda merasa harga tiket masuk yang di
tawarkan Trans Studio Bandung sesuai
dengan kualitasnya
9. Anda menyukai bentuk bangunan dari
Trans Studio Bandung

Penilaian Responden
STS TS
S
SS
(1)
(2)
(3)
(4)
0

18

39

42

0%

18,2
%

39,4
%

42,4
%

18

35

45

1%

18,2
%

35,4
%

45,5
%

Mean

3.24

3.25
3.25

Mean

Berdasarkan hasil jawaban responden terhadap dimensi minat subjektif


didapatkan sebuah hasil bahwa sebagian besar responden menjawab pernyataanpernyataan yang ada pada dimensi ini dengan posititf. Hal ini dapat dilihat dari
tujuh pernyataan yang digunakan, seluruh pernyataan mendapatkan hasil yang
positif, dengan nilai mean di atas 2.50. Karena mayoritas responden menjawab
positif pada dimensi ini, nilai mean keseluruhan yang didapat adalah 3.25.
Dimensi minat subjektif, dari 9 indikator yang ada, indikator paling besar
hasil perolehan mean nya berada pada indikator ke 3. Pernyataan yang ditujukan
pada responden yaitu anda merasa ingin mencoba semua wahana yang ada di
Trans Studio Bandung. Dari penyataan tersebut dapat diasumsikan bahwa para
responden tertarik terhadap wahana-wahana yang telah disediakan di Trans Studio
Bandung.
Disamping itu karena Trans Studio Bandung merupakan indoor themepark
terbaru di Indonesia maka responden tertarik untuk mencoba segala wahana yang
ada.
Pada dimensi minat subjektif juga yang mendapatkan nilai mean terendah
ada pada indikator 6 mengenai tata ruang Trans Studio Bandung. Hal ini juga
menurut responden yang menjawab pernyataan ini dengan tidak setuju karena
Trans Studio Bandung berkonsep indoor themepark sehingga tata ruangnya
terbatas.

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

70

5.1.3.2.2. Dimensi Minat Objektif


Tabel 5.10
Variabel Minat Khalayak Dimensi Minat Objektif
Penilaian Responden
Pernyataan
STS TS
S
SS
(1)
(2)
(3)
(4)
1. Anda menyukai ide tentang di bukanya
2
3
59
35
Trans Studio Bandung
59,6 35,4
2,0% 3,0%
%
%
2. Anda menyukai ide tentang jenis
0
11
52
36
wahana-wahana yang di tawarkan di
11,1 52,5 36,4
0%
Trans Studio Bandung
%
%
%
3. Setelah mengunjungi Trans Studio
0
11
44
44
Bandung anda ingin mengajak rekan11,4, 44,4 44,4
0%
rekan anda untuk mengunjunginya juga
%
%
%
4. Setelah mengunjungi Trans Studio
0
15
41
43
Bandung anda ingin menginformasikan
15,2 41,4 43,4
wahana-wahana yang ada kepada
0%
%
%
%
rekan-rekan anda
5. Setelah berkunjung anda tertarik
0
19
38
42
membuka web Trans Studio Bandung
19,2 38,4 42,4
0%
untuk mendapatkan informasi terbaru
%
%
%
6. Anda merasa informasi mengenai Trans
0
17
43
39
Studio Bandung mudah di dapat
17,2 43,4 39,4
0%
%
%
%
7. Anda ingin Trans Studio Bandung
0
24
36
39
untuk menyesuaikan harga dengan
24,2 36,4 39,4
0%
pelayanan yang anda dapat
%
%
%
8. Wahana-wahana Trans Studio Bandung
0
18
39
42
yang disediakan membuat anda ingin
18,2 39,4 42,4
mencoba kembali
0%
%
%
%
9. Anda ingin Trans Studio Bandung
1
18
35
45
membuka wahana baru yang lebih
18,2 35,4 45,5
menantang
1%
%
%
%
Mean

Mean
3.27

3.25
3.17

3.22
3.24

3.23
3.34

3.28

3.40
3.27

Berdasarkan hasil jawaban responden terhadap dimensi minat objektif


didapatkan sebuah hasil bahwa sebagian besar responden menjawab pernyataanpernyataan yang ada pada dimensi ini dengan posititf. Hal ini dapat dilihat dari 9
pernyataan yang digunakan, seluruh pernyataan mendapatkan hasil yang positif,

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

71

dengan nilai mean di atas 2.50. Karena mayoritas responden menjawab positif
pada dimensi ini, nilai mean keseluruhan yang didapat adalah 3.27
Pada dimensi minat objektif terlihat bahwa hampir seluruh hasil
mendapatkan nilai mean yang cukup tinggi. Indikator ke 3 merupakan indikator
yang mendapatkan hasil terendah atas pernyataannya. Berbeda dengan indikator
ke 8 mengenai pernyataan wahana-wahana Trans Studio Bandung yang membuat
anda ingin mencoba kembali. Pernyataan ini berkaitan dengan respon pernyataan
di dimensi minat subjektif.
Diasumsikan bahwa responden merasa tertarik terhadap wahana-wahana
yang disediakan Trans Studio Bandung. Dengan adanya rasa ketertarikan itu,
berujung pada rasa ingin mencoba kembali dan merasakan kembali bermain
dengan wahana-wahana yang disediakan Trans Studio Bandung.

5.1.4 Analisis Bivariat/Regresi Linier Sederhana


Analisis bivariat dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh variabel
kegiatan promosi (X), sebagai satu kesatuan terhadap variabel minat khalayak
(Y).
Uji Hipotesis
Ketentuan mengambil suatu keputusan dilakukan terhadap semua hipotesis
yaitu:
Ho

: Variabel independen Kegiatan promosi tidak berpengaruh terhadap


variabel minat khalayak, atau tidak ada hubungan (korelasi) antara dua
variabel.

H1

: Variabel independen kegiatan promosi berpengaruh terhadap variabel


minat khalayak, atau ada hubungan (korelasi) antara dua variabel.

Aturan uji hipotesis:


<0,05 = Ho ditolak
>0,05 = Ho diterima
Jika Ho ditolak, maka H1 diterima

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

72

Model untuk melakukan prediksi terhadap hipotesis

dilihat melalui tabel

ANOVA berikut:
Tabel 5.11
Tabel Anova Analisis Bivariat
ANOVAb
Model
1

Regression
Residual
Total

Sum of
Squares
4051.633
3240.023
7291.657

df
1
97
98

Mean Square
4051.633
33.402

F
121.298

Sig.
.000a

a. Predictors: (Constant), Kegiatan Promosi


b. Dependent Variable: Minat Khalayak

Tabel Anova menunjukkan signifikansi dari model linier yang digunakan


apakah sudah tepat atau tidak. Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa
nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai signifikansi yang diperoleh jauh lebih kecil
dari nilai yang ditentukan yaitu sebesar 0,05 (5%), dengan demikian 0,000<0,05
yang berarti bahwa Ho ditolak, yang artinya variabel kegiatan promosi (X)
berpengaruh terhadap variabel minat khalayak (Y).
Uji Kekuatan Hubungan dan Pengaruh
Sementara itu, untuk melihat kekuatan hubungan dan pengaruh variabel
kegiatan promosi (X) terhadap variabel minat khalayak (Y) yang diperoleh, dapat
dilihat pada tabel Model Summary berikut:
Tabel 5.12
Model Summary Analisis Bivariat
Model Summary
Model
1

R
R Square
.745a
.556

Adjusted
R Square
.551

Std. Error of
the Estimate
5.779

a. Predictors: (Constant), Kegiatan Promosi

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

73

Berdasarkan tabel Model Summary di atas, diperoleh angka R sebersar


0,745. Ini menunjukkan bahwa terdapat hubugnan antara kegiatan promosi dan
minat khalayak, yaitu sebesar 0,745 dengan arah positif.
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh nilai R square sebesar 0,556 atau
55,60%. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kegiatan promosi mempengaruhi
minat khalayak sebesar 55.60%, dan sisanya sebesar 44,40% dipengaruhi oleh
faktor lainnya.
Adjusted R square merupakan nilai R2 yang disesuaikan sehingga
gambarannya lebih mendekati mutu penjajakan model dalam populasi.
n -1

Adjusted R2 = 1 (1 R2)
n- k

Dimana:
n = jumlah sampel
k = jumlah parameter

100 - 1
Adjusted R2 = 1 (1 0,556)
= 0,551
100 - 2
Dari tabel Model Summary di atas, terdapat kolom Std. Error of the
Estimation, yang merupakan kesalahan standar dari penaksiran. Dapat dilihat
bahwa Std. Error of the Estimation yang didapatkan adalah bernilai 5,779.

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

74

Uji Koefisien Regresi dan Signifikansi Sederhana


Hasil pengolahan data untuk uji t dengan menggunakan SPSS versi 13.00
dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 5.13
Tabel Coefficients Analisis Bivariat
Coefficientsa

Model
1

(Constant)
Kegiatan Promosi

Unstandardized
Coefficients
B
Std. Error
-47.598
9.667
1.183
.107

Standardized
Coefficients
Beta
.745

t
-4.924
11.014

Sig.
.000
.000

a. Dependent Variable: Minat Khalayak

Kriteria Pengujian:
Ho diterima jikattabel<thitung<ttabel
Ho ditolak jika thitung<-thitung<ttabel atau thitung>ttabel
Terlebih dahulu nilai ttabel ditentukan dengan derajat kebebasan (df) = n-k
n = jumlah sampel, dalam hal ini bernilai 99
k = jumlah variabel yang digunakan, dalam penelitian ini menggunakan 2
variabel. Jadi, df=99-2=97.
Penelitian ini memakai pengujian dua sisi atau dua arah, maka tabel
distribusi t dicari pada taraf signifikansi dibaca adalah t (1/2 0,05) atau t 0,025,
maka diperoleh r tabel sebesar 1,98. Sementara t hitung sebesar 11,014. Oleh
karena nilai thitung>ttabel (11,014>1,98), maka Ho ditolak. Kesimpulannya, kegiatan
promosi berpengaruh secara nyata atau signifikan terhadap minat khalayak.
Persamaan regresi linier sederhana:
= -47,598 + 1,183X
Berdasarkan hasil uji regresi di atas, dapat dilihat bahwa kegiatan promosi
mempunyai koefisien regresi yang bernilai positif, yaitu 1,183. Koefisien bernilai
positif artinya terjadi hubungan positif antara kegiatan promosi dengan minat
khalayak, semakin tinggi kegiatan promosi, maka semakin menguatkan minat

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

75

khalayak. Yang dapat juga diartikan, setiap kenaikan 1 skor variabel kegiatan
promosi (X) dapat meningkatkan 1,183 skor variabel minat khalayak (Y)
Pengambilan

keputusan

juga

dapat

dilakukan

dengan

melihat

probabilitasnya dimana nilainya 0,000 lebih kecil dari 0,05.

Berdasarkan hasil analisis bivariat, ditemukan beberapa hasil sebagai berikut:


1. Hasil analisis bivariat menunjukan bahwa hipotesis penelitian diterima,
yakni variabel bebas mengenai kegiatan promosi (X) berpengaruh
terhadap variabel terikat minat khalayak (Y).
2. Hasil analisis bivariat menunjukan kekuatan hubungan antara kegiatan
promosi (X) dan minat khalayak (Y) sebesar 0,745 dengan kekuata
korelasi cukup kuat dan kearah positif.
3. Hasil analisis bivariat menunjukan bahwa besar pengaruh kegiatan
promosi menentukan minat khalayak sebesar 55,60. Dan menandakan
sebesar 44,40 dipengaruhi oleh faktor lainnya.

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

BAB 6
INTERPRETASI

6. 1. Karakteristik Responden
Setelah melakukan analisis data, langkah selanjutnya yang dilakukan oleh
peneliti adalah interpretasi data. Peneliti mencoba untuk membandingkan hasil
analisis data yang sudah ada dengan konsep-konsep yang digunakan.
Berdasarkan temuan dilapangan, diketahui bahwa pengunjung Trans
Studio Bandung khususnya periode berkunjung bulan Juli September 2011
paling banyak memiliki pekerjaan sebagai pelajar dan mahasiswa. Sebagaimana
tujuan Trans Studio Bandung memang memiliki wahana wahana yang sangat
menantang dan di sediakan bagi pengunjung yang berumur remaja hingga dewasa.
Dan sisa nya pengunjung memiliki pekerjaan di luar golongan pekerjaan di atas.
Penghasilan para pengunjung Trans Studio Bandung juga di dominasi
memiliki penghasilan antara Rp. 1.000.000 Rp. 2.000.000, yang mana memang
pada umumnya golongan pelajar dan mahasiswa memiliki tingkat penghasilan
sebesar itu.
Peneliti mengasumsikan bahwa pekerjaan dan penghasilan pengunjung
Trans Studio Bandung saling berhubungan satu sama lainnya. Adanya dominasi
pengunjung yang memiliki pekerjaan sebagai pelajar dan mahasiswa, membuat
asumsi bahwa adanya Trans Studio Bandung ini menarik minat khalayak
pengunjungnya yang berprofesi tersebut.

6. 2. Interpretasi Distribusi Variabel Kegiatan Promosi


Pada dimensi iklan (advertising) variabel kegiatan promosi, responden
cenderung memberi jawaban setuju pada tiap-tiap pernyataan yang diajukan.
Berdasarkan teori promotional mix yang dikemukakan oleh Geoge E belch &
Michael A belch, dalam paparannya mengenai elemen yang pertama atau iklan
(advertising) mengemukakan bahwa adanya iklan bertujuan membangkitkan
respon yang cepat atau aksi dari konsumen. Sementara tujuan lainnya mungkin
ingin membangun awareness atau citra positif terhadap produk atau jasa dalam

76

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

77

periode waktu yang lebih lama. Dapat dibuktikan bahwa dari pernyataanpernyataan yang diberikan peneliti terhadap responden mengenai dimensi iklan
(advertising) dominan responden setuju bahwa iklan yang dilakukan Trans Studio
Bandung melalui televisi, media cetak, papan reklame, ataupun media internet dan
artikel artikel yang muncul itu semua menarik minat khalayaknya untuk
berkunjung ke Trans Studio Bandung.
Pada dimensi direct marketing, yang mana merupakan elemen kedua yang
ada dalam promotional mix, dalam konsepnya George E belch dan Michael A
belch mengatakan direct marketing lebih luas dari direct mail, dan mail order
catalogs, karena melibatkan berbagai kegiatan termasuk telemarketing, internet,
dan media siar maupun media cetak. Hal ini jika dikaitkan dengan pengertian
tersebut, maka dengan adanya iklan secara berkala dan Trans Studio Bandung
memberikan informasinya melalui social network media (SNM), menjadi
perhatian khalayak dan menarik minat mereka untung berkunjung. Selain itu
dalam teorinya George E belch dan Michael A belch juga mengemukakan dalam
organisasi, direct marketing berkomunikasi secara langsung dengan khalayak
sasaran untuk membangkitkan respond dan transaksi. Bisa dilihat dari salah satu
pernyataan adanya petugas pemberi informasi di depan area Trans Studio
Bandung dapat menarik minat khalayak, dan respon jawaban yang dominan
menjawab setuju.
Pada dimensi internet marketing atau interactive, aspek yang dianggap
mempunyai nilai yang tinggi adalah mengenai website Trans Studio Bandung.
Berdasarkan konsep yang dikemukakan George E belch dan Michael A belch,
bahwa interactive atau internet marketing membawa perubahan besar dalam dunia
pemasaran dan promosi. Perubahan yang dimotori oleh kemajuan dalam bidang
tekhnologi ini membawa kita pada perkembangan komunikasi melalui media
interaktif khususnya internet. Hal ini dapat dilihat dari perolehan nilai persentasi
yang positif dalam pernyataan mengenai website, dan video promosi yang
dilakukan Trans Studio Bandung.
Sebagaimana dikemukakan George E belch dan Michael E belch dalam
konsepnya yaitu sales promotion adalah periode jangka pendek, nilai tambah
penawaran yang dirancang untuk mendorong dan mempercepat respon. Dan fokus

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

78

sales promotion berada pada memberi nilai tambah, dapat berupa potongan harga
(voucher), memenangkan hadiah, dan pemberian produk.
Pada dimensi publisitas & humas (publicity & public relations),
sebagaimana George E belch dan Michael A belch mengatakan bahwa dalam
elemen publikasi biasanya berbentuk berita, editorial, atau pemberitahuan tentang
organisasi, produk-produk, dan jasa-jasa itu sendiri. Dan bisa kita lihat dari hasil
analisis data bahwa responden dominan memberikan jawaban setuju, terutama
dalam item Berita tentang Trans Studio pada acara TV dinilai positif. Dan pada
item acara launching Trans Studio Bandung menarik minat anda jawaban yang
diberikan responden positif, itu sesuai dengan konsep dari elemen publikasi &
humas, khususnya dalam pengertian PR menggunakan publikasi, partisipasi dalam
kegiatan komunikasi, special event dan beragam kegiatan lainnya. Sudah dapat
dilihat bahwa penyelenggaraan launching Trans Studio Bandung menarik minat
pengunjungnya untuk datang kesana.
Pada dimensi yang keenam atau terakhir yaitu dimensi penjualan secara
personal (personal selling), bisa dilihat dari hasil analisis univariat dimensi ini,
didapatkan hasil yang baik. Ini menjelaskan bahwa adanya penjualan secara
langsung atau personal selling dalam kegiatan promosi amatlah penting, dimana
item item pernyataan menjelaskan bahwa Trans Studio Bandung memiliki
kinerja seperti karyawan yang professional dalam melakukan personal selling.
Sesuai dengan isi konsep dari George E belch dan Michael A belch bahwa
personal selling melibatkan kontak langsung antara pembeli dan penjual baik
melalui tatap muka atau interaksi lainnya dengan memberikan komunikasi yang
fleksibel. Dalam hal ini karyawan Trans Studio Bandung bertindak sebagai
penjual dan pengunjung nya sebagai pembeli.
Dapat terlihat dari interpretasi dalam variabel kegiatan promosi, dengan
adanya dimensi iklan dan lainnya yang menghasilkan nilai yang tinggi maka
respon para responden untuk mengunjungi Trans Studio Bandung semakin kuat.

6. 3. Interpretasi Distribusi Variabel Minat Khalayak


Dalam variabel minat khalayak terdapat dua dimensi yaitu dimensi minat
subjektif dan objektif.

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

79

Hasil penelitian menyatakan bahwa dari aspek minat subjektif, para


responden menyatakan bahwa mereka mengetahui Trans Studio Bandung dari
pengalaman mereka sebagai pengunjung Trans Studio Bandung. Setelah mereka
mengunjungi Trans Studio Bandung, mereka merasa puas dan senang, terbukti
dengan hasil analisa dari responden yang positif. Sehingga mereka merasa
menambah pengalaman baru mereka.
Seperti yang dikemukakan Sukadji, Soetar Linah & Evita E. Singgih
Salim, menyatakan bahwa definisi minat yang dibedakan menjadi dua, salah
satunya minat subjektif adalah merupakan perasaan senang atau tidak senang pada
objek yang di dasarkan pada pengalaman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek tersebut pengunjung
Trans Studio Bandung dominan menjawab pernyataan-pernyataan dimensi minat
subjektif dengan jawaban setuju, bisa disimpulkan bahwa mereka menyukai
wahana-wahana yang ada, merasa nyaman dengan suasana yang ada, meyukai tata
ruang dari Trans Studio Bandung. Para responden juga menyatakan bahwa mereka
merasa harga tiket masuk yang ditawarkan itu sesuai dengan kesenangan yang
mereka dapatkan di Trans Studio Bandung.
Pada dimensi yang kedua yaitu minat objektif, hasil yang diperoleh juga
positif. Para responden juga menyatakan bahwa mereka menyukai ide dengan
dibukanya Trans Studio Bandung, menyukai semua wahana-wahana yang
ditawarkan disana. Para responden juga akan memberikan informasi kepada
rekan-rekan mereka mengenai Trans Studio Bandung.
Sebagaimana dikemukakan dari konsep minat oleh Sukadji, Soetar Linah
& Evita E. Singgih Salim, minta objektif adalah merupakan reaksi menerima atau
menolak pada objek atau keinginan disekitarnya. Dari hasil yang diperoleh bahwa
responden setuju informasi mengenai Trans Studio Bandung mudah di dapat,
mereka senang berada di Trans Studio Bandung, dan mencoba wahana-wahana
disana, dari faktor-faktor itu lah menimbulkan minat pengunjung Trans Studio
Bandung untuk datang kembali kesana.

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

80

6. 4. Interpretasi Pengaruh Kegiatan Promosi Terhadap Minat Khalayak


Berdasarkan hasil analisis bivariat dapat terlihat dan diinterpretasikan,
bahwa terdapat pengaruh antara kegiatan promosi terhadap minat khalayak
berdasarkan hasil penelitian. Dari hasil uji linier sederhana yang telah dilakukan,
kegiatan promosi memiliki pengaruh yang cukup kuat terhadap minat khalayak,
itu berarti, jika kegiatan promosi semakin meningkat maka minat khalayak pun
semakin tinggi. Hal ini dapat terlihat melalui pemberian penilaian dari para
responden yang baik terhadap dimensi-dimensi variabel kegiatan promosi, dan
juga penilaian yang baik terhadap dimensi-dimensi minat khalayak pengunjung
Trans Studio Bandung.
Dari hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa dominan seluruh dimensi
dari kedua variabel tersebut memeberikan pengaruh yang signifikan. Hal ini
terbukti dari kuesioner yang telah dibagikan, didapatkan hasil analisis yang
menunjukan bahwa mayoritas responden memiliki penilaian yang baik terhadap
kedua variabel yang ada, baik itu kegiatan promosi maupun minat khalayak.
Maka melalui uji regresi linier sederhanadapat dilihat bahwa semakin
tinggi nilai yang di dapatkan kegiatan promosi, akan meningkatkan nilai yang
dimiliki oleh minat khalayak. Dan bisa dikatakan bahwa apabila semakin baik
penilaian para responden terhadap kegiatan promosi, maka semakin baik pula
minat khalayak yang diperoleh.
Dan dengan adanya kegiatan promosi yang dilakukan oleh Trans Studio
Bandung, hal ini tentu saja akan dapat memepengaruhi minat khalayak
pengunjung Trans Studio Bandung tersebut.olehkarena itu dengan adanya
beragam kegiatan promosi yang telah dilakukan maka meningkatkan minat dari
khalayak sasaran.

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

BAB 7
PENUTUP

7.1. Kesimpulan
Setelah melakukan penelitian terhadap pengunjung Trans Studio Bandung
periode bulan Juli September 2011 sebanyak 99 orang responden, maka dapat
ditarik kesimpulan berdasarkan analisis data dan interpretasi yang telah dijelaskan
pada bab-bab sebelumnya sebagai berikut:
1. Pengunjung Trans Studio Bandung yang berpartisipasi dalam
penelitian ini memiliki dominasi pekerjaan sebagai pelajar dan
mahasiswa, yang mempunyai penghasilan rata-rata Rp. 1.000.000
samapai Rp. 2.000.000 per bulan.
2. Pada variabel kegiatan promosi, dari keenam dimensi yang ada, nilai
tertinggi diperoleh pada hasil dimensi iklan (advertising), dimana
mayoritas responden memberikan jawaban yang sangat positif. Mereka
menyukai iklan-iklan Trans Studio Bandung, baik iklan di televisi,
radio, papan reklame, di media ceak maupun elektronik. Selain itu juga
dengan adanya iklan di artikel-artikel dan internet membuat minat para
responden ini ingin mengunjungi Trans Studio Bandung.
3. Pada variabel minat khalayak, dari dua dimensi yang ada, dimensi
yang mendapatkan nilai tertinggi adalah dimensi minat objektif. Yang
berarti mereka menerima dengan di bukanya Trans Studio Bandung,
ide adanya indoor theme park terbesar di Indonesia ini, dan kemudian
dengan menghadirkan wahana-wahana baru tersebut yang menjadi
perhatian khalayak dan menarik minat pengunjungnya untuk datang
Trans Studio Bandung.
4. Kegiatan promosi memiliki pengaruh yang cukup kuat terhadap minat
khalayak pengunjung Trans Studio Bandung. Dimana semakin tinggi
nilai yang didapatkan oleh kegiatan promosi, akan semakin tinggi pula
nilai yang didapat oleh minat khalayak.

81

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

82

7.2. Implikasi Penelitian


7.2.1. Implikasi Teoritis
1. Implikasi hasil penelitian ini secara teoritik dapat menjawab pertanyaan
tentang apa yang mempengaruhi minat khalayak. Selain itu, melalui
penelitian ini, dapat dilihat hal-hal apa saja yang dapat diperhatikan untuk
membangun dan menaikan minat khalayak melalui kegiatan promosi.
2. Penelitian ini juga melihat teori yang berkaitan dengan kegiatan promosi
yang cukup memadai, begitupun hal nya dengan teori yang berkenaan
dengan minat khalayak.
3. Implikasi teorotis ini juga berhubungan dengan kontribusi hasil penelitian
bagi perkembangan teori-teori komunikasi yang khususnya di bidang
kehumasan.

7.2.2. Implikasi Praktis


Dari segi praktis, hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi
yang nyata kepada pihak Trans Studio Bandung, dalam upaya meningkatkan
minat khalayak nya untuk datang berkunjung ke Trans Studio Bandung. Hasil
penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan masukan tentang aspek mana
sajakah dari kegiatan promosi yang perlu diperbaiki dan perlu ditingkatkan agar
kedepannya juga dapat memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap minat
khalayak.

7.3. Rekomendasi
7.3.1. Rekomendasi Akademis
1. Peneliti

memberikan

rekomendasi

penelitian

selanjutnya

untuk

memasukan teori-teori yang memberikan penjelasan lebih rinci tentang


dimensi-dimensi kegiatan promosi maupun minat khalayak, ini bertujuan
agar mendapatkan hasil yang lebih variatif dan mendalam.
2. Peneliti

memberikan

rekomendasi

penelitian

selanjutnya

untuk

meambahkan variabel dalam penelitian mengenai minat khalayak agar


dapat menjadi penelitian multivariat. Hal ini dilakukan agar dapat
mengetahui pengaruh terhadap minat khalayak secara lebih menyeluruh.

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

83

3. Peneliti memberikan rekomendasi penelitian selanjutnya membahas


konsep dari kegiatan promosi sebagai konsep yang lebih spesifik dan lebih
beragam.

7.3.2. Rekomendasi Praktis


1. Kegiatan promosi yang dilakukan Trans Studio Bandung sudah baik dan
beragam. Namun masih perlu ditingkatkan dan tetap dipertahankan lagi
dengan cara tetap mengadakan special event guna meningkatkan kegiatan
promosi Trans Studio Bandung, selain itu juga akan menarik minat
khalayak lainnya.
2. Trans Studio Bandung melakukan komunikasi dengan khalayaknya yaitu
pengunjung Trans Studio Bandung yaitu dengan adanya iklan-iklan, eventevent dan seluruh kegiatan yang menyangkut kegiatan promosi Trans
Studio Bandung.
3. Trans Studio Bandung dapat meningkatka komunikasinya terhadp
khalayak Trans Studio Bandung, guna mengetahui keinginan dan reaksi
pengunjung dan nantinya berguna bagi pihak Trans Studio Bandung dalam
meningkatkan kualitas mereka dan mampu bersaing dengan tempat-tempat
rekreasi lainnya yang ada di Indonesia.

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

DAFTAR PUSTAKA

BUKU

Anggoro M. Linggar. Teori dan Profesi Kehumasan Serta Aplikasinya di


Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara. 2002
Babbie Earl, The Practice of Social Research 8th Edition, Belmont, CA:
Wadsworth, 1992
Babbie Earl. The Practice of Social Research, 6th Edition. California: Woolworth.
Inc. 1992
Belch E George & Belch A Michael, Advertising and Promotion.

Bungin Burhan. Metodelogi Penelitian Kuantitatif: Komunikasi, Ekonomi, dan


Kebijakan Publik Serta Ilmu-Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana. 2006
Creswell W John. Research Design: Pendekatan Kualititatif dan Kuantitatif.
Jakarta: KKIK Press. 2002
Duncan Tom. IMC, Using Advertising & Promotion To Build Brands. New York:
MoGraw-Hill /Irwin. 2002
G Leon dan Kanuk Leslie Lazak, Consumer Behavior 7th Edition. New York:
Prentice Hall. 2000
Harris Thomas L.. The Marketers Guide To Public Relations. New York: John
Willey&Sons, inc. 1993
Jefkins Frank. Public Relations, Edisi Keempat. Jakarta: Erlangga. 1996

Kasali

Rhenald. Manajemen Periklanan Konsep


Indonesia.Jakarta: Pustaka Utama Graffiti. 1995

dan

Aplikasinya

di

Kotler Phillip. Manajemen Peasaran, Edisi Milenium 2. Jakarta: PT. Prenhallindo.


2002

84

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

85

Kriyantono Rahmat. Teknik Praktis, Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada


Media Group. 2006
L Bovee Courtland and Arens William F. Advertising 3rd Edition. USA: Richard
D, Irwin Inc. 2006
Manawi Hadari. Metode Penelitian Sosial. Yogyakarta: Gajah Mada University
Press. 1998
Morissan, Periklanan Komunikasi Pemasaran Terpadu.

Muidi Sukandar. Metodologi Penelitian : Petunjuk Praktis Untuk Peneliti Pemula.


Yogyakarta: Gajah Mada University Press. 2004
Newman W. Laurance. Social Reserch Methods Qualitative and Quantitative
Approach 3rd Edition. USA: Allyn & Bacon. 1997
Pickton David and Broderick Amanda. Integrated Marketing Communications.
London:Financial Times Prentice Hall. 2001
Poerwanti Endang. Pendekatan Kuantitatif dalam Penelitian Perilaku. Malang:
Universitas Muhammadiyah. 2005
Prasetijo. Ristiyanti MBA dan John IHalauw J.O.I. Perilaku Konsumen.
Yogyakarta: penerbit Andi Yogyakarta. 2005
Prasetyo Bambang. LinaMiftahul Janah, Metode Penelitian Kuantitatif , Teori,
dan Aplikasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. 2005
Rakhmat Jalaluddin. Metode Penelitian Komunikasi. Penerbit PT. Remaja
Rosdakarya, Bandung. 1998
Ray Michael L.. Advertising and Communication Managemet, Englewood Cliffs.
Prentice Hall. 1982
Rumanti Maria Assumpta OSf. Dasar-dasar Public Relations, Teori dan Praktek.
Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia. 2002
Ruslan Rosady. Manajemen Public Relations & Media Komunikasi: Konsep dan
Aplikasi. Jakarta: Rajagrafindo Persada. 2007

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

86

Shimp Terence A. Advertising Promotion Suppemental Aspect Of Integrated


Markting Communications 5th Edition. South Carolina: The Dryden Press.
Sihite Richad. Hotel Management, Cetakan ke 5, Surabaya: Penerbit SIC. 2000

Singarimbun & Effendi Sofian. Metode Penelitian Survey, edisi revisi. Jakarta:
LP3ES. 1991
Singarimbun Masri, Effendi Sofyan. Metode Penelitian Survey. Jakarta: LP3ES.
1989
Smith P.R. Marketing Communications: An Integrated Approach. Kogan Page
Limited. 1993
Sulaksana Uyung, Integrated Marketing Communications, Pustaka Pelajar, 2003

Wells William. John Burnett, Sandra Moriaty, Advertising Principle and


Practice, 4th Edition. New Jersey: Prentince Hall. 1998
White John, Mazur Laura. Strategic Communications Management:Making
Public Relations Work. Adisson Wesley Publising Company. 1995
Wasesa Silih Agung & Macnamara Jim, Strategi Public Relations, PT. Bentang
Pustaka Utama, 2006

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

87

Skripsi
Wulandari, Fina. Pengaruh Kegiatan Marketing Public Relations Pada
Pembentukan
Ekuitas Merek (Studi Pada Public Relations Hotel
Borobudur Jakarta). Depok. 2004

Website
http://www.pepak.com/e-BinaAnak./edisi284.htm 01 Oktober 2011, Pukul 23.00
PM
www.jbptunikompp-gdl-ratihrahay-22412-2-pdf 07 Oktober 2011, Pukul 01.00
AM
http://www.transstudiobandung.com/ 11 November 2011, Pukul 15.30 PM
http://www.rumus.web.id/2011/04/rumus-statistika-matematika.html# 23 Desember

2011, pukul 16.00 WIB

Universitas Indonesia
Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

LAMPIRAN

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

Frequency Table Identitas Responden

Pekerjaan

Valid

PNS
Wiraswasta
Pegawai Swasta
Pekerjaan Profesional
Pelajar/Mahasiswa
Total

Frequency
10
10
19
2
58
99

Percent
10.1
10.1
19.2
2.0
58.6
100.0

Valid Percent
10.1
10.1
19.2
2.0
58.6
100.0

Cumulative
Percent
10.1
20.2
39.4
41.4
100.0

Penghasilan

Valid

Rp. 1.000.000 - Rp. 2.000.000,Rp. 2.000.001 - Rp. 3.000.000,Rp. 3.000.001 - Rp. 4.000.000,Rp. 4.000.001 - Rp. 5.000.000,>Rp. 5.000.000,Total

Frequency
58
25
8
6
2
99

xiv

Percent
58.6
25.3
8.1
6.1
2.0
100.0

Valid
Percent
58.6
25.3
8.1
6.1
2.0
100.0

Cumulative
Percent
58.6
83.8
91.9
98.0
100.0

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

Frequency Table Kegiatan Promosi (X)

Iklan Trans Studio Bandung di televisi dapat menarik perhatian anda

Valid

Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
1
55
43
99

Percent
1.0
55.6
43.4
100.0

Valid Percent
1.0
55.6
43.4
100.0

Cumulative
Percent
1.0
56.6
100.0

Iklan Trans Studio Bandung di media cetak menarik perhatian anda

Valid

Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
1
61
37
99

Percent
1.0
61.6
37.4
100.0

Valid Percent
1.0
61.6
37.4
100.0

Cumulative
Percent
1.0
62.6
100.0

Iklan Trans Studio Bandung baik di media cetak maupun media elektronik
bersifat informatif dan menghibur

Valid

Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
1
54
44
99

Percent
1.0
54.5
44.4
100.0

Valid Percent
1.0
54.5
44.4
100.0

Cumulative
Percent
1.0
55.6
100.0

Iklan Trans Studio Bandung di papan reklame (Billboard) menarik perhatian


anda

Valid

Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
3
51
45
99

Percent
3.0
51.5
45.5
100.0

Valid Percent
3.0
51.5
45.5
100.0

Cumulative
Percent
3.0
54.5
100.0

Iklan Trans Studio Bandung di radio-radio menarik perhatian anda

Valid

Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
1
63
35
99

Percent
1.0
63.6
35.4
100.0

xv

Valid Percent
1.0
63.6
35.4
100.0

Cumulative
Percent
1.0
64.6
100.0

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

Iklan Trans Studio Bandung di media internet maupun artikel-artikel yang


membahas Trans Studio Bandung membuat anda tertarik

Valid

Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
4
62
33
99

Percent
4.0
62.6
33.3
100.0

Valid Percent
4.0
62.6
33.3
100.0

Cumulative
Percent
4.0
66.7
100.0

Trans Studio Bandung memberikan informasi melalui social network media


(Facebook, twitter) yang informatif

Valid

Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
6
64
29
99

Percent
6.1
64.6
29.3
100.0

Valid Percent
6.1
64.6
29.3
100.0

Cumulative
Percent
6.1
70.7
100.0

Iklan Trans Studio Bandung secara berkala di tayangan televisi menarik minat
anda

Valid

Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
2
56
41
99

Percent
2.0
56.6
41.4
100.0

Valid Percent
2.0
56.6
41.4
100.0

Cumulative
Percent
2.0
58.6
100.0

Adanya petugas pemberi informasi di depan area Trans Studio Bandung


membuat anda tertarik masuk

Valid

Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
7
Total

Frequency
2
56
40
1
99

Percent
2.0
56.6
40.4
1.0
100.0

Valid Percent
2.0
56.6
40.4
1.0
100.0

Cumulative
Percent
2.0
58.6
99.0
100.0

Dalam website Trans Studio Bandung fitur-fitur di tampilkan menarik minat


anda

Valid

Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
4
54
41
99

Percent
4.0
54.5
41.4
100.0

xvi

Valid Percent
4.0
54.5
41.4
100.0

Cumulative
Percent
4.0
58.6
100.0

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

Dalam website Trans Studio Bandung informasi yang di berikan lengkap

Valid

Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
3
52
44
99

Percent
3.0
52.5
44.4
100.0

Valid Percent
3.0
52.5
44.4
100.0

Cumulative
Percent
3.0
55.6
100.0

Dalam website Trans Studio Bandung menggunakan bahasa yang mudah di


pahami

Valid

Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
4
51
44
99

Percent
4.0
51.5
44.4
100.0

Valid Percent
4.0
51.5
44.4
100.0

Cumulative
Percent
4.0
55.6
100.0

Trans Studio Bandung memiliki Social Network Media (Twitter dan Facebook)
yang terupdate

Valid

Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
7
58
34
99

Percent
7.1
58.6
34.3
100.0

Valid Percent
7.1
58.6
34.3
100.0

Cumulative
Percent
7.1
65.7
100.0

Adanya video promosi Trans Studio Bandung menarik minat anda

Valid

Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
3
58
38
99

Percent
3.0
58.6
38.4
100.0

Valid Percent
3.0
58.6
38.4
100.0

Cumulative
Percent
3.0
61.6
100.0

Hadiah langsung untuk setiap pengunjung Trans Studio Bandung (seperti


voucher) dapat menarik minat anda

Valid

Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
8
68
23
99

Percent
8.1
68.7
23.2
100.0

xvii

Valid Percent
8.1
68.7
23.2
100.0

Cumulative
Percent
8.1
76.8
100.0

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

Undian berhadiah yang dilakukan Trans Studio Bandung dapat menarik minat
anda

Valid

Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
4
58
37
99

Percent
4.0
58.6
37.4
100.0

Valid Percent
4.0
58.6
37.4
100.0

Cumulative
Percent
4.0
62.6
100.0

Fasilitas restaurant, dll di dalam Trans Studio Bandung cukup beragam

Valid

Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
5
66
28
99

Percent
5.1
66.7
28.3
100.0

Valid Percent
5.1
66.7
28.3
100.0

Cumulative
Percent
5.1
71.7
100.0

Kartu tanda masuk Trans Studio Bandung menarik

Valid

Sangat Tidak Setuju


Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
1
9
58
31
99

Percent
1.0
9.1
58.6
31.3
100.0

Valid Percent
1.0
9.1
58.6
31.3
100.0

Cumulative
Percent
1.0
10.1
68.7
100.0

Trans Studio Bandung meghadirkan group band lokal menyelenggarakan acara musik
yang menarik

Valid

Sangat Tidak Setuju


Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
3
5
57
34
99

Percent
3.0
5.1
57.6
34.3
100.0

Valid Percent
3.0
5.1
57.6
34.3
100.0

Cumulative
Percent
3.0
8.1
65.7
100.0

Acara launching Trans Studio Bandung menarik minat anda

Valid

Sangat Tidak Setuju


Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
1
2
57
39
99

Percent
1.0
2.0
57.6
39.4
100.0

xviii

Valid Percent
1.0
2.0
57.6
39.4
100.0

Cumulative
Percent
1.0
3.0
60.6
100.0

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

Trans Studio Bandung menjadi pendukung acara (sponsor) kegiatan di televisi


(program Trans TV & Trans 7) yang bersifat positif

Valid

Sangat Tidak Setuju


Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
2
5
51
41
99

Percent
2.0
5.1
51.5
41.4
100.0

Valid Percent
2.0
5.1
51.5
41.4
100.0

Cumulative
Percent
2.0
7.1
58.6
100.0

Acara televisi di Trans TV & Trans 7 yang di selenggarakan di Trans Studio


Bandung menarik untuk di tonton

Valid

Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
4
50
45
99

Percent
4.0
50.5
45.5
100.0

Valid Percent
4.0
50.5
45.5
100.0

Cumulative
Percent
4.0
54.5
100.0

Berita tentang Trans Studio Bandung pada program acara TV positif

Valid

Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
5
56
38
99

Percent
5.1
56.6
38.4
100.0

Valid Percent
5.1
56.6
38.4
100.0

Cumulative
Percent
5.1
61.6
100.0

Karyawan Trans Studio Bandung selalu bersifat ramah kepada pengunjung

Valid

Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
3
54
42
99

Percent
3.0
54.5
42.4
100.0

Valid Percent
3.0
54.5
42.4
100.0

Cumulative
Percent
3.0
57.6
100.0

Karyawan Trans Studio Bandung selalu berpenampilan menarik

Valid

Sangat Tidak Setuju


Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
1
4
59
35
99

Percent
1.0
4.0
59.6
35.4
100.0

xix

Valid Percent
1.0
4.0
59.6
35.4
100.0

Cumulative
Percent
1.0
5.1
64.6
100.0

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

Karyawan Trans Studio Bandung selalu bersikap professional

Valid

Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
3
56
40
99

Percent
3.0
56.6
40.4
100.0

Valid Percent
3.0
56.6
40.4
100.0

Cumulative
Percent
3.0
59.6
100.0

Karyawan Trans Studio Bandung selalu bersikap sopan

Valid

Sangat Tidak Setuju


Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
1
9
76
13
99

Percent
1.0
9.1
76.8
13.1
100.0

xx

Valid Percent
1.0
9.1
76.8
13.1
100.0

Cumulative
Percent
1.0
10.1
86.9
100.0

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

Descriptives
Descriptive Statistics
N

Mean

Iklan Trans Studio Bandung di televisi dapat menarik perhatian anda

99

3.42

Iklan Trans Studio Bandung di media cetak menarik perhatian anda

99

3.36

Iklan Trans Studio Bandung baik di media cetak maupun media elektronik
bersifat informatif dan menghibur

99

3.43

Iklan Trans Studio Bandung di papan reklame (Billboard) menarik


perhatian anda

99

3.42

Iklan Trans Studio Bandung di radio-radio menarik perhatian anda

99

3.34

Iklan Trans Studio Bandung di media internet maupun artikel-artikel yang


membahas Trans Studio Bandung membuat anda tertarik

99

3.29

Trans Studio Bandung memberikan informasi melalui social network


media (Facebook, twitter) yang informatif

99

3.23

Iklan Trans Studio Bandung secara berkala di tayangan televisi menarik


minat anda

99

3.39

Adanya petugas pemberi informasi di depan area Trans Studio Bandung


membuat anda tertarik masuk

99

3.42

Dalam website Trans Studio Bandung fitur-fitur di tampilkan menarik


minat anda

99

3.37

Dalam website Trans Studio Bandung informasi yang di berikan lengkap

99

3.41

Dalam website Trans Studio Bandung menggunakan bahasa yang


mudah di pahami

99

3.40

Trans Studio Bandung memiliki Social Network Media (Twitter dan


Facebook) yang terupdate

99

3.27

Adanya video promosi Trans Studio Bandung menarik minat anda

99

3.35

Hadiah langsung untuk setiap pengunjung Trans Studio Bandung (seperti


voucher) dapat menarik minat anda

99

3.15

Undian berhadiah yang dilakukan Trans Studio Bandung dapat menarik


minat anda

99

3.33

Fasilitas restaurant, dll di dalam Trans Studio Bandung cukup beragam

99

3.23

Kartu tanda masuk Trans Studio Bandung menarik

99

3.20

Trans Studio Bandung meghadirkan group band lokal menyelenggarakan


acara musik yang menarik

99

3.23

xxi

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

Acara launching Trans Studio Bandung menarik minat anda

99

3.35

Trans Studio Bandung menjadi pendukung acara (sponsor) kegiatan di


televisi (program Trans TV & Trans 7) yang bersifat positif

99

3.32

Acara televisi di Trans TV & Trans 7 yang di selenggarakan di Trans


Studio Bandung menarik untuk di tonton

99

3.41

Berita tentang Trans Studio Bandung pada program acara TV positif

99

3.33

Karyawan Trans Studio Bandung selalu bersifat ramah kepada


pengunjung

99

3.39

Karyawan Trans Studio Bandung selalu berpenampilan menarik

99

3.29

Karyawan Trans Studio Bandung selalu bersikap professional

99

3.37

Karyawan Trans Studio Bandung selalu bersikap sopan

99

3.02

Valid N (listwise)

99

xxii

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

Frequency Table Minat Khalayak (Y)

Anda merasa senang setelah berkunjung ke Trans Studio Bandung

Valid

Sangat Tidak Setuju


Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
2
3
59
35
99

Percent
2.0
3.0
59.6
35.4
100.0

Valid Percent
2.0
3.0
59.6
35.4
100.0

Cumulative
Percent
2.0
5.1
64.6
100.0

Anda merasa puas dengan wahana-wahana yang tersedia di Trans Studio


Bandung

Valid

Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
11
52
36
99

Percent
11.1
52.5
36.4
100.0

Valid Percent
11.1
52.5
36.4
100.0

Cumulative
Percent
11.1
63.6
100.0

Anda merasa ingin mencoba semua wahana yang di sediakan Trans Studio
Bandung

Valid

Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
11
44
44
99

Percent
11.1
44.4
44.4
100.0

Valid Percent
11.1
44.4
44.4
100.0

Cumulative
Percent
11.1
55.6
100.0

Suasana Trans Studio Bandung membuat anda nyaman

Valid

Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
15
41
43
99

Percent
15.2
41.4
43.4
100.0

xv
xxiii

Valid Percent
15.2
41.4
43.4
100.0

Cumulative
Percent
15.2
56.6
100.0

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

Anda merasa menambah pengalaman baru setelah berkunjung ke Trans Studio


Bandung

Valid

Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
19
38
42
99

Percent
19.2
38.4
42.4
100.0

Valid Percent
19.2
38.4
42.4
100.0

Cumulative
Percent
19.2
57.6
100.0

Anda merasa wahana yang disediakan Trans Studio Bandung unik dan menarik

Valid

Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
17
43
39
99

Percent
17.2
43.4
39.4
100.0

Valid Percent
17.2
43.4
39.4
100.0

Cumulative
Percent
17.2
60.6
100.0

Anda menyukai tata ruangan di Trans Studio Bandung

Valid

Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
24
36
39
99

Percent
24.2
36.4
39.4
100.0

Valid Percent
24.2
36.4
39.4
100.0

Cumulative
Percent
24.2
60.6
100.0

Anda merasa harga tiket masuk yang di tawarkan Trans Studio Bandung sesuai
dengan kualitasnya

Valid

Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
18
39
42
99

Percent
18.2
39.4
42.4
100.0

Valid Percent
18.2
39.4
42.4
100.0

Cumulative
Percent
18.2
57.6
100.0

Anda menyukai bentuk bangunan dari Trans Studio Bandung

Valid

Sangat Tidak Setuju


Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
1
18
35
45
99

Percent
1.0
18.2
35.4
45.5
100.0

xxiv

Valid Percent
1.0
18.2
35.4
45.5
100.0

Cumulative
Percent
1.0
19.2
54.5
100.0

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

Anda menyukai ide tentang di bukanya Trans Studio Bandung

Valid

Sangat Tidak Setuju


Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
1
15
39
44
99

Percent
1.0
15.2
39.4
44.4
100.0

Valid Percent
1.0
15.2
39.4
44.4
100.0

Cumulative
Percent
1.0
16.2
55.6
100.0

Anda menyukai ide tentang jenis wahana-wahana yang di tawarkan di Trans Studio
Bandung

Valid

Sangat Tidak Setuju


Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
2
13
42
42
99

Percent
2.0
13.1
42.4
42.4
100.0

Valid Percent
2.0
13.1
42.4
42.4
100.0

Cumulative
Percent
2.0
15.2
57.6
100.0

Setelah mengunjungi Trans Studio Bandung anda ingin mengajak rekan-rekan anda
untuk mengunjunginya juga

Valid

Sangat Tidak Setuju


Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
1
18
43
37
99

Percent
1.0
18.2
43.4
37.4
100.0

Valid Percent
1.0
18.2
43.4
37.4
100.0

Cumulative
Percent
1.0
19.2
62.6
100.0

Setelah mengunjungi Trans Studio Bandung anda ingin menginformasikan


wahana-wahana yang ada kepada rekan-rekan anda

Valid

Sangat Tidak Setuju


Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
2
15
41
41
99

Percent
2.0
15.2
41.4
41.4
100.0

xxv

Valid Percent
2.0
15.2
41.4
41.4
100.0

Cumulative
Percent
2.0
17.2
58.6
100.0

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

Setelah berkunjung anda tertarik membuka web Trans Studio Bandung untuk
mendapatkan informasi terbaru

Valid

Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
15
45
39
99

Percent
15.2
45.5
39.4
100.0

Valid Percent
15.2
45.5
39.4
100.0

Cumulative
Percent
15.2
60.6
100.0

Anda merasa informasi mengenai Trans Studio Bandung mudah di dapat

Valid

Sangat Tidak Setuju


Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
1
19
35
44
99

Percent
1.0
19.2
35.4
44.4
100.0

Valid Percent
1.0
19.2
35.4
44.4
100.0

Cumulative
Percent
1.0
20.2
55.6
100.0

Anda ingin Trans Studio Bandung untuk menyesuaikan harga dengan pelayanan yang
anda dapat

Valid

Sangat Tidak Setuju


Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
1
13
36
49
99

Percent
1.0
13.1
36.4
49.5
100.0

Valid Percent
1.0
13.1
36.4
49.5
100.0

Cumulative
Percent
1.0
14.1
50.5
100.0

Wahana-wahana Trans Studio Bandung yang disediakan membuat anda ingin


mencoba kembali

Valid

Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
16
39
44
99

Percent
16.2
39.4
44.4
100.0

Valid Percent
16.2
39.4
44.4
100.0

Cumulative
Percent
16.2
55.6
100.0

Anda ingin Trans Studio Bandung membuka wahana baru yang lebih menantang

Valid

Sangat Tidak Setuju


Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Total

Frequency
1
7
42
49
99

Percent
1.0
7.1
42.4
49.5
100.0

xxvi

Valid Percent
1.0
7.1
42.4
49.5
100.0

Cumulative
Percent
1.0
8.1
50.5
100.0

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

Descriptives
Descriptive Statistics
N

Mean

Anda merasa senang setelah berkunjung ke Trans Studio Bandung

99

3.28

Anda merasa puas dengan wahana-wahana yang tersedia di Trans Studio


Bandung

99

3.25

Anda merasa ingin mencoba semua wahana yang di sediakan Trans Studio
Bandung

99

3.33

Suasana Trans Studio Bandung membuat anda nyaman

99

3.28

Anda merasa menambah pengalaman baru setelah berkunjung ke Trans


Studio Bandung

99

3.23

Anda merasa wahana yang disediakan Trans Studio Bandung unik dan
menarik

99

3.22

Anda menyukai tata ruangan di Trans Studio Bandung

99

3.15

Anda merasa harga tiket masuk yang di tawarkan Trans Studio Bandung
sesuai dengan kualitasnya

99

3.24

Anda menyukai bentuk bangunan dari Trans Studio Bandung

99

3.25

Anda menyukai ide tentang di bukanya Trans Studio Bandung

99

3.27

Anda menyukai ide tentang jenis wahana-wahana yang di tawarkan di


Trans Studio Bandung

99

3.25

Setelah mengunjungi Trans Studio Bandung anda ingin mengajak rekanrekan anda untuk mengunjunginya juga

99

3.17

Setelah mengunjungi Trans Studio Bandung anda ingin menginformasikan


wahana-wahana yang ada kepada rekan-rekan anda

99

3.22

Setelah berkunjung anda tertarik membuka web Trans Studio Bandung


untuk mendapatkan informasi terbaru

99

3.24

Anda merasa informasi mengenai Trans Studio Bandung mudah di dapat

99

3.23

Anda ingin Trans Studio Bandung untuk menyesuaikan harga dengan


pelayanan yang anda dapat

99

3.34

Wahana-wahana Trans Studio Bandung yang disediakan membuat anda


ingin mencoba kembali

99

3.28

Anda ingin Trans Studio Bandung membuka wahana baru yang lebih
menantang

99

3.40

Valid N (listwise)

99

xxvii

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

KUESIONER

No. responden

: .

Tanggal Pengisian

: .

Pengantar:

Perkenalkan, saya Vega Permatasari Aliman mahasiswa S1 Ekstensi, Fakultas Ilmu


Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia, Departemen Ilmu Komunikasi,
Program studi Hubungan Masyarakat. Saat ini saya sedang melakukan penelitian skripsi
tentang Pengaruh Kegiatan Promosi Trans Studio Bandung Terhadap Minat
Khalayak (Studi Pada pengunjung Trans Studio Bandung periode bulan Juli
September 2011). Oleh sebab itu, riset ini saya tujukan kepada anda dalam bentuk
sebuah pernyataan dalam kuesioner ini. Saya sangat membutuhkan partisipasi dari anda
dalam mengisi kuesioner ini dengan jawaban yang jujur, tanpa ada pengaruh dari
siapapun. Kerahasiaan identitas anda akan terjamin.

Atas bantuan anda, saya ucapkan banyak terima kasih. Semoga hasil riset ini dapat
memberikan banyak manfaat untuk berbagai pihak.

Salam Hangat,

Peneliti

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

Petunjuk: isilah titik-titik di bawah ini secara singkat


1. Nama

: ..

2. Usia

: ..

Petunjuk: berilah tanda lingkaran pada jawaban yang sesuai


3. Pekerjaan

a. PNS
b. Wiraswasta (.)
c. Pegawai Swasta
d. Pekerja Profesional (Dokter, Pengacara, dll)
e. Pelajar/Mahasiswa (.)
f. Tidak Bekerja

4. Penghasilan/bulan :

a. < Rp. 1.000.000,b. Rp. 1.000.000 Rp. 2.000.000,c. Rp. 2.000.000 Rp. 3.000.000,d. Rp. 3.000.000 Rp. 4.000.000,e. Rp. 4.000.000 Rp. 5.000.000,f. >Rp. 5.000.000,-

Petunjuk:
Berikanlah penilaian anda terhadap pengaruh kegiatan promosi Trans Studio Bandung terhadap
minat khalayak dengan memberikan tanda silang (X) pada pilihan yang sesuai.

Adapun kategori jawabannya adalah sebagai berikut:


STS

: Sangat Tidak Setuju

TS

: Tidak Setuju

: Setuju

SS

: Sangat Setuju

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

A. Variabel Kegiatan Promosi

Iklan (Advertising)
No
1

Pernyataan

STS

TS

SS

STS

TS

SS

Iklan Trans Studio Bandung di televisi dapat


menarik perhatian anda

Iklan Trans Studio Bandung di media cetak


menarik perhatian anda

Iklan Trans Studio Bandung baik di media cetak


maupun media elektronik bersifat informatif dan
menghibur

Iklan Trans Studio Bandung di papan reklame


(Billboard) menarik perhatian anda

Iklan Trans Studio Bandung di radio-radio menarik


perhatian anda

Iklan Trans Studio Bandung di media internet


maupun artikel-artikel yang membahas Trans
Studio Bandung membuat anda tertarik

Direct Marketing
No
1

Pernyataan
Trans Studio Bandung memberikan informasi
melalui social network media (Facebook, twitter)
yang informatif

Iklan Trans Studio Bandung secara berkala di


tayangan televisi menarik minat anda

Adanya petugas pemberi informasi di depan area


Trans Studio Bandung membuat anda tertarik
masuk

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

Interactive/ Internet Marketing


No
1

Pernyataan

STS

TS

SS

STS

TS

SS

STS

TS

SS

Dalam website Trans Studio Bandung fitur-fitur di


tampilkan menarik minat anda

Dalam website Trans Studio Bandung informasi


yang di berikan lengkap

Dalam website Trans Studio Bandung


menggunakan bahasa yang mudah di pahami

Trans Studio Bandung memiliki Social Network


Media (Twitter dan Facebook) yang terupdate

Adanya video promosi Trans Studio Bandung


menarik minat anda

Promosi penjualan (sales promotion)


No
1

Pernyataan
Hadiah langsung untuk setiap pengunjung Trans
Studio Bandung (seperti voucher) dapat menarik
minat anda

Undian berhadiah yang dilakukan Trans Studio


Bandung dapat menarik minat anda

Fasilitas restaurant, dll di dalam Trans Studio


Bandung cukup beragam

Kartu tanda masuk Trans Studio Bandung menarik

Publisitas & Humas


No
1

Pernyataan
Trans Studio Bandung meghadirkan group band
lokal menyelenggarakan acara musik yang menarik

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

Acara launching Trans Studio Bandung menarik


minat anda

Trans Studio Bandung menjadi pendukung acara


(sponsor) kegiatan di televisi (program Trans TV &
Trans 7) yang bersifat positif

Acara televisi di Trans TV & Trans 7 yang di


selenggarakan di Trans Studio Bandung menarik
untuk di tonton

Berita tentang Trans Studio Bandung pada program


acara TV positif

Penjualan secara personal (personal selling)


No
1

Pernyataan

STS

TS

SS

Karyawan Trans Studio Bandung selalu bersifat


ramah kepada pengunjung

Karyawan Trans Studio Bandung selalu


berpenampilan menarik

Karyawan Trans Studio Bandung selalu bersikap


professional

Karyawan Trans Studio Bandung selalu bersikap


sopan

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

B. Variabel Minat

Minat subjektif
No
1

Pernyataan

STS

TS

SS

Anda merasa senang setelah berkunjung ke Trans


Studio Bandung

Anda merasa puas dengan wahana-wahana yang


tersedia di Trans Studio Bandung

Anda merasa ingin mencoba semua wahana yang


di sediakan Trans Studio Bandung

Suasana Trans Studio Bandung membuat anda


nyaman

Anda merasa menambah pengalaman baru setelah


berkunjung ke Trans Studio Bandung

Anda merasa wahana yang disediakan Trans Studio


Bandung unik dan menarik

Anda menyukai tata ruangan di Trans Studio


Bandung

Anda merasa harga tiket masuk yang di tawarkan


Trans Studio Bandung sesuai dengan kualitasnya

Anda menyukai bentuk bangunan dari Trans Studio


Bandung

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012

Minat Objektif
No
1

Pernyataan

STS

TS

SS

Anda menyukai ide tentang di bukanya Trans


Studio Bandung

Anda menyukai ide tentang jenis wahana-wahana


yang di tawarkan di Trans Studio Bandung

Setelah mengunjungi Trans Studio Bandung anda


ingin mengajak rekan-rekan anda untuk
mengunjunginya juga

Setelah mengunjungi Trans Studio Bandung anda


ingin menginformasikan wahana-wahana yang ada
kepada rekan-rekan anda

Setelah berkunjung anda tertarik membuka web


Trans Studio Bandung untuk mendapatkan
informasi terbaru

Anda merasa informasi mengenai Trans Studio


Bandung mudah di dapat

Anda ingin Trans Studio Bandung untuk


menyesuaikan harga dengan pelayanan yang anda
dapat

Wahana-wahana Trans Studio Bandung yang


disediakan membuat anda ingin mencoba kembali

Anda ingin Trans Studio Bandung membuka


wahana baru yang lebih menantang

== TERIMA KASIH ATAS PARTISIPASI ANDA ==

Universitas Indonesia

Pengaruh kegiatan..., Vega Permatasari Aliman, FISIP UI, 2012