Anda di halaman 1dari 14

Laporan Praktikum Fisika I : Gerak Jatuh Bebas

Laporan Praktikum Fisika I


by : Mohamad Jomka Eka Sulaki

A. Judul
Gerak Jatuh Bebas.
B.

Tujuan
Agar mahasiswa dapat memahami karakteristik gerak jatuh bebas dan dapat menentukan
percepatan gerak jatuh bebas.

C. Teori Dasar
Gerak Jatuh Bebas (GJB) termasuk dalam Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB), hanya
saja benda bergerak karena dijatuhkan ke bawah dengan kecepatan awal nol (bukan dilempar
ke bawah). Dalam kasus ini, percepatan yang bekerja adalah percepatan gravitasi bumi (g),
sehingga persamaan GLBB yang awalnya :
Vt = V0 + at
S = V0t + at2
Vt2 = V02 + 2as
Pada gerak jatuh bebas S = h, V0 = 0 dan a = g maka persamaan diatas akan menjadi :
Vt = gt
h = gt2
Vt2 = 2gh
Keterangan :
Vt = Kecepatan akhir (m/s)
V0 = Kecepatan awal (m/s)
a = Percepatan benda (m/s2)
t = waktu (s)
g = Percepatan gravitasi bumi (m/s2)
s = Jarak (m)
h = Ketinggian (m)
Energi mekanik pada gerak jatuh bebas :
Em = Ep + Ek
Misalnya, sebuah benda jatuh bebas dari ketinggian h di bawah pengaruh gravitasi. Pada
ketinggian tersebut, benda memiliki energi potensial Ep = m.g.h dan energi kinetik Ek = 0.
Energi mekanik di titik A(titik awal) adalah:
EmA= EpA + EkA
EmA= m.g.h + 0 = m.g.h
Pada saat benda bergerak jatuh, tingginya berkurang dan kecepatannya bertambah. Dengan
demikian, energi potensialnya berkurang, tetapi energi kinetiknya bertambah. Tepat sebelum
benda menyentuh tanah (di titik B), semua energi potensial akan diubah menjadi energi
kinetik. Dapat dikatakan energi potensial di titik B, EpB = 0 dan energy kinetiknya EkB =
1/2m.vB2, sehingga energi mekanik pada titik tersebut adalah:
EmB = EpB + EkB
EmB = 0 + m vb2
EmB = m vb2
Dengan demikian, dapat dikatakan jika hanya gaya gravitasi yang bekerja pada benda, maka
energi mekanik besarnya selalu tetap.

Contoh dari gerak jatuh bebas adalah sebuah apel yang jatuh dari ketinggian pohon. Apel
yang jatuh tentu tanpa kecepatan awal. Ia jatuh semata-mata karena pengaruh dari gaya
gravitasi bumi yang bekerja padanya.
Pada salah satu persamaan gerak lurus, yaitu jarak yang ditempuh benda adalah sama dengan
hasil kali antara kecepatan dan waktu yang dialami benda tersebut (x = v.t) . Persamaan ini
menunjukkan bahwa jika dua buah benda yang memiliki massa yang berbeda dijatuhkan
secara bebas (tanpa kecepatan awal / V0 = 0) dari suatu ketinggian yang sama, maka
kecepatan kedua benda ketika tiba di tanah adalah sama. Jika kecepatan kedua benda sama,
maka waktu yang dibutuhkan oleh kedua benda itu untuk tiba di tanah adalah sama. Waktu
yang diperlukan untuk mencapai tanah dari benda yang jatuh bebas tidak dipengaruhi oleh
massa benda itu. Jika kita melihat kenyataan bahwa ketika sehelai kertas dan sebuah batu
dijatuhkan pada ketinggian yang sama dan ternyata batu terlebih dahulu mencapai tanah
daripada kertas, itu hanyalah diakibatkan karena pada kertas bekerja gaya gesekan udara yang
lebih besar. Gaya gesekan yang bekerja pada kertas bisa diperkecil dengan cara menggulung
kertas tersebut sebesar batu, sehingga gaya gesekannya kira-kira sama dengan yang dialami
oleh batu.
D. Alat dan Bahan
No. Katalog
FPT 16.02/66
FPT 16.04/68
FME 51.40
FME 69
FME 27.01
GMM 221
KAL 99/10-025
KAL 99/20-025

E.

Nama Alat
Rel Presisi
Kaki Rel
Pewaktu Ketik
Pita Ketik
Beban Bercelah dan Bergantung
Mistar Pita, 3m
Kabel Penghubung 25 cm, Hitam
Kabel Penghubung 25 cm, Merah
Jepit Kertas
Kertas Manila
Selotip
Power Supply

Jumlah
1
2
1
1
1 set
1
1
1
1
1
1 rol
1 unit

Cara Kerja
Karena percepatan jatuh bebas cukup besar, sebaiknya perlu menempatkan benda dan
pewaktu ketik pada tempat yang berkedudukan cukup tinggi, misalnya pada ketinggian 1,5
meter atau lebih agar data yang diperoleh mencukupi sehingga dapat dianalisis dengan baik.
a. Persiapan percobaan
1. Tempatkan pewaktu ketik pada salah satu ujung rel presisi.
2. Pasang pita ketik pada pewaktu ketik melalui alur pita.
3. Gantungkan kaitan penggantung beban pada ujung pita dengan cara melipat ujung pita di
sekeliling kaitan, dan menyemat ujungnya menggunakan penyemat (selotip).
4. Atur rangkaian alat yang tadi telah disusun di atas meja.
5. Atur pita ketik sedemikian rupa sehingga pita dapat bergerak bebas dengan sedikit mungkin
hambatan.
6. Sambungkan kedua kabel (merah dan hitam) yang telah disiapkan kepada power supply.
b. Langkah-langkah percobaan
1. Tahan pita ketik untuk mencegah pita bergerak dan upayakan agar beban menggantung
bebas.
2. Hidupkan pewaktu ketik dengan mengalirkan arus listrik melalui power supply, dan lepaskan
pita ketik agar beban jatuh bebas.

3.
4.

Matikan pewaktu ketik sesaat setelah beban smpai di lantai.


Amati titik-titik ketikan pada pita ketik. Interpretasi (beri arti) jenis gerakan beban yang jatuh
bebas tersebut. Tulis interpretasi Anda pada data percobaan.
5. Potong atau tandai pita ketik yang masing-masing panjanganya lima ketik.
6. Buatlah kurva laju-waktu pada kertas manila.
7. Pada kurva laju-waktu tersebut, hubungkan titik tengah ujung atas kertas hingga membentuk
garis lurus.
8. Dari kurva laju-waktu, tentukan percepatan benda yang bergerak jatuh bebas dengan
mengukur v dan t. Catat hasilnya pada data percobaan, dan sesungguhnya hasil yang
didapat adalah percepatan gravitasi benda (beban).
9. Ulangi langkah percobaan seperti di atas untuk menentukan percepatan gravitasi beban yang
berbeda-beda besarnya (0,050 kg, 0,100 kg, dan 0,200 kg).
10. Asumsikan pewaktu ketik bergetar dengan perioda 1/50 atau 0,02 s. Ubah percepatan yang
didapatkan kedalam satuan m/s2.
F. Data Percobaan
1. Benda ke-1
Massa = 0,050 kg
Jumlah ketikan pada pita = 15 ketik
No
Interval / 5 ketik
Jarak / 5 ketik (cm)
t / 5 ketik
.
1 lima ketik ke-1
3,9
0,1
2 lima ketik ke-2
11
0,1
3 lima ketik ke-3
18,3
0,1
Jumlah ()
x = 33,2
t = 0,3
2. Benda ke-2
Massa = 0,100 kg
Jumlah ketikan pada pita = 15 ketik
No
Interval / 5 ketik
.
1 lima ketik ke-1
2 lima ketik ke-2
3 lima ketik ke-3
Jumlah ()
3. Benda ke-3
Massa = 0,200 kg
Jumlah ketikan pada pita = 15 ketik
No
Interval / 5 ketik
.
1 lima ketik ke-1
2 lima ketik ke-2
3 lima ketik ke-3
Jumlah ()
G. Perhitungan

Jarak / 5 ketik (cm)

t / 5 ketik

6
14,4
23,2
x = 43,6

0,1
0,1
0,1
t = 0,3

Jarak / 5 ketik (cm)

t / 5 ketik

6,15
15,4
24,4
x = 45,95

0,1
0,1
0,1
t = 0,3

1. Mencari waktu tiap lima ketikan.


Frekuensi dan perioda mempunyai hubungan sebagai berikut :
f = 1/T dan f = n/t
Ket :
f
T
t
n

1/T = n/t

t = nT

= frekuensi (Hz)
= perioda (s)
= waktu (s)
= jumlah ketikan

Bila diketahui perioda (T) sebesar 1/50 atau 0,02 s dan jumlah ketikan (n) adalah 15 ketikan
pada masing-masing beban, maka waktunya (t) sebesar 0,02 (T) 15 (n) = 0,3 s, dan untuk
tiap interval 5 ketik waktunya (t) adalah 0,02 (T) 5 (n) = 0,1 s.
2. Mencari v.
v = vakhir vawal = x / t
a. Beban dengan massa 0,050 kg
v = x / t
= 33,2 / 0,3
= 110,66 cm/s
b. Beban dengan massa 0,100 kg
v = x / t
= 43,6 / 0,3
= 145,33 cm/s
c. Beban dengan massa 0,200 kg
v = x / t
= 45,95 / 0,3
= 153,16 cm/s
3. Mencari percepatan gravitasi.
a = v / t(cm/(5 ketik)2)
a. Beban dengan massa 0,050 kg
a = v / t
= 110,66 / (0,3)2
= 1229,55 cm/s2
b. Beban dengan massa 0,100 kg
a = v / t
= 145,33 / (0,3)2
= 1614,81... cm/s2
c. Beban dengan massa 0,200 kg
a = v / t
= 153,166... / (0,3)2
= 1701,85... cm/s2
Dari hasil perhitungan di atas kita bisa membuat tabel sebagai berikut :
Mass
a

v[cm/
(5ketik)]

t
(5
keti
k)

0,050
kg

110,66

0,3

a = v/
t
= .....cm/
(5
ketik)2
1229,55

a
= .........
m/s2
12,29

0,100
kg
0,200
kg

145,33

0,3

153,16

0,3

1614,81

1701,85

16,14
17,01

H. Pembahasan
1. besarkah ( lebih besar daripada 10%-kah ) perbedaan percepatan jatuh bebas benda-benda
yang massanya yang berbeda-beda yang digunakan diatas ? atau tidak besarkah perbedaannya
?
Jawab :
a2/a1 x 100 % = 16,14/12,29 x 100%
= 1,31 x 100 % = 131 % - 100 % = 31 %
a3/a2 x 100 % = 17,01/16,14 x 100%
= 1,05 x 100 % = 105 % - 100 % = 5 %
a3/a1 x 100 % = 17,01/12,29 x 100 %
= 1,38 x 100 % = 138 % - 100 % = 38 %
Ket :
a1 = percepatan benda dengan massa 0,050 kg
a2 = percepatan benda dengan massa 0,100 kg
a3 = percepatan benda dengan massa 0,200 kg
2. Jika untuk percobaan ini diberikan toleransi sebesar 10% terhadap kemungkinan adanya
kesalahan, dapatkah dikatakan bahwa percepatan akibat gravitasi tidak bergantung pada
massa benda ?
Jawab :
Berdasarkan hasil percobaan di atas, dapat disimpulkan bahwa massa sebuah benda tidak
berpengaruh pada percepatan benda yang jatuh bebas. Karena dapat dilihat bahwa dengan
beban yang mempunyai massa yang berbeda-beda, percepatan yang dialami tidak jauh
berbeda nilainya. Perbedaan hasil yang didapat bisa saja terjadi karena adanya beberapa
kesalahan yang dilakukan ketika melakukan percobaan.
I.

Kesimpulan
Setelah melakukan percobaan, dapat disimpulkan bahwa pada gerak jatuh bebas, tidak
dipengaruhi oleh massa benda yang mengalami gerak jatuh bebas tersebut. Percepatan yang
didapat dari percobaan di atas yang menggunakan benda dengan massa berbeda-beda adalah
tidak jauh berbeda. Perbedaan hasil yang didapat bisa diakibatkan karena terjadinya
kesalahan saat melakukan percobaan.

LAPORAN GERAK JATUH BEBAS


PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat atau menemui benda yang mengalami gerak jatuh bebas, misalnya gerak buah yang jatuh
dari pohon, gerak benda yang dijatuhkan dari ketinggian tertentu atau bahkan gerak manusia yang jatuh dari atap rumah. Mengapa benda mengalami
gerak jatuh bebas? Gerak Jatuh Bebas alias GJB merupakan salah satu contoh umum dari Gerak Lurus Berubah Beraturan. Apa hubungannya? Apa
yang anda amati ketika melihat benda melakukan gerak jatuh bebas? misalnya ketika buah mangga yang sangat enak, lezat, manis dan bergizi jatuh
dari pohonnya. Jika kita amati secara sepintas, benda yang mengalami gerak jatuh bebas seolah-olah memiliki kecepatan yang tetap atau dengan kata
lain benda tersebut tidak mengalami percepatan. Kenyataan yang terjadi, setiap benda yang jatuh bebas mengalami percepatan tetap. Alasan ini

menyebabkan gerak jatuh bebas termasuk contoh umum GLBB. Bagaimana membuktikan bahwa benda yang mengalami gerak jatuh bebas mengalami
percepatan tetap? secara matematis akan kita buktikan pada pembahasan penurunan persamaan Gerak Jatuh Bebas.
Analogi yang mudah untuk memahami gerak jatuh bebas adalah saat kita menancapkan dua paku di tanah yang lembut, di mana ketinggian
kedua paku tersebut sama terhadap permukaan tanah. Selanjutnya, jatuhkan sebuah batu ( sebaiknya batu yang permukaannya datar ) dengan
ketinggian yang berbeda pada masing-masing paku. Anda akan melihat bahwa paku yang dijatuhi batu dengan ketingian lebih tinggi tertancap lebih
dalam dibandingkan paku yang lain. hal ini menunjukkan bahwa adanya pertambahan laju atau percepatan pada gerak batu tersebut saat jatuh ke
tanah.
B. RUMUSAN MASALAH
1.

Bagaimanakah hubungan antara massa benda dengan kecepatan gerak jatuh benda?

2.

Bagaimanakah hubungan ketinggian dengan kecepatan gerak jatuh benda?

C. TUJUAN
1.

Mempelajari gerak jatuh bebas.

2.

Menghitung besar percepatan gravitasi bumi g melalui percobaan gerak jatuh bebas.

DASAR TEORI
Pada masa lampau, hakekat gerak benda jatuh merupakan bahan pembahasan yang sangat menarik dalam ilmu filsafat alam. Aristoteles,
pernah mengatakan bahwa benda yang beratnya lebih besar jatuh lebih cepat dibandingkan benda yang lebih ringan. Pendapat aristoteles ini
mempengaruhi pandangan orang-orang yang hidup sebelum masa Galileo, yang menganggap bahwa benda yang lebih berat jatuh lebih cepat dari benda
yang lebih ringan yang berarti laju jatuhnya benda sebanding dengan berat benda tersebut. Mungkin sebelum mempelajari pokok bahasan ini, kita juga
berpikiran demikian.
Misalnya kita menjatuhkan selembar kertas dan sebuah batu dari ketinggian yang sama. Hasil yang kita amati menunjukkan bahwa batu
lebih dahulu menyentuh permukaan tanah/lantai dibandingkan kertas. Sekarang, coba kita jatuhkan dua buah batu dari ketinggian yang sama, di mana
batu yang satu lebih besar dari yang lain. ternyata kedua batu tersebut menyentuh permukaan tanah hampir pada saat yang bersamaan, jika
dibandingkan dengan batu dan kertas yang kita jatuhkan tadi. Kita juga dapat melakukan percobaan dengan menjatuhkan batu dan kertas yang
berbentuk gumpalan.
Apa yang berpengaruh terhadap gerak jatuh bebas pada batu atau kertas? Gaya gesekan udara. Hambatan atau gesekan udara sangat mempengaruhi
gerak jatuh bebas. Galileo mendalilkan bahwa semua benda akan jatuh dengan percepatan yang sama apabila tidak ada udara atau hambatan

lainnya.Galileo menegaskan bahwa semua benda, berat atau ringan, jatuh dengan percepatan yang sama, paling tidak jika tidak ada udara. Galileo yakin
bahwa udara berperan sebagai hambatan untuk benda-benda yang sangat ringan yang memiliki permukaan yang luas. Tetapi pada banyak keadaan
biasa, hambatan udara ini bisa diabaikan. Pada suatu ruang di mana udara telah diisap, benda ringan seperti selembar kertas yang dipegang horisontal
pun akan jatuh dengan percepatan yang sama seperti benda yang lain. Ia menunjukkan bahwa untuk sebuah benda yang jatuh dari keadaan diam, jarak
yang ditempuh akan sebanding dengan kuadrat waktu. Walaupun demikian, Galileo adalah orang pertama yang menurunkan hubungan matematis
sehingga diperoleh hasil yang sedemikian. Sumbangan Galileo yang khusus terhadap pemahaman kita mengenai gerak benda jatuh, dapat dirangkum
sebagai berikut : Pada suatu lokasi tertentu di Bumi dan dengan tidak adanya hambatan udara, semua benda jatuh dengan percepatan konstan yang
sama.
Kita menyebut percepatan ini sebagai percepatan yang disebabkan oleh gravitasi pada bumi dan memberinya simbol g. Besarnya kira-kira
9,8 m/s2. Dalam satuan Inggris alias British, besar g kira-kira 32 ft/s 2. Percepatan yang disebabkan oleh gravitasi adalah percepatan sebuah vektor
dan arahnya menuju pusat bumi.
Selama membahas Gerak Jatuh Bebas, kita menggunakan rumus/persamaan GLBB, yang telah dijelaskan pada pokok bahasan GLBB. Kita
pilih kerangka acuan yang diam terhadap bumi. Kita menggantikan x atau s (pada persamaan GLBB) dengan h (ketinggian), karena benda bergerak
vertikal. Kedudukan awal benda kita tetapkan h0 = 0 untuk t = 0 dengan kecepatan awal v 0 = 0. Percepatan yang dialami benda ketika jatuh bebas
adalah percepatan gravitasi, sehingga kita menggantikan a dengan g.Sehingga kecepatan sesaat benda v(t) yang awalnya adalah :
v (t) = vo + gt
berubah menjadi :
V(t) = gt
.................... (1)
Dan setelah waktu t benda akan bergerak sejauh :
h = vot + gt2
h = gt2
...................... (2)
Sehingga perumusan untuk mencari percepatan gravitasi melalui percobaan Gerak Jatuh Bebas dapat ditulis :
g = 2h/t2
....................... (3)
METODE PERCOBAAN
A. RANCANGAN PERCOBAAN
B. ALAT dan BAHAN
1.
Bola baja
1 set
2.
Digital counter
1 buah
3.
Receptor pad
1 buah
4.
Holding magnet
1 buah
5.
Button switch
1 buah
6.
Kabel kontak (probe)
1 buah
7.
Mistar 2 m
1 buah
8.
Mistar 30 cm
1 buah
9.
Statif
1 buah
C. LANGKAH PERCOBAAN

Langkah awal yang kita lakukan adalah menghubungakan reeceptor pad, holding
magnet, dan button switch pada digital counter kemudian menghubungkannya dengan
sumber tegangan. Selanjutnya, bola baja dilekatkan pada holding magnet sebuah magnet
dinamis (alat elektromagnet berupa solenoida yang berfungsi sebagai magnet apabila ada
tegangan listrik). Pada saat tegangan elektromagnet dihilangkan dengan cara menekann

button switch, bola dengan massa m akan jatuh dengan percepatan konstan karena gaya
gravitasi atau gaya berat sebesar :
F=m.g
Pada percobaan, waktu pengukuran secara elektronik (timer) mulai menghitung pada
saat bola dilepaskan. Setelah melewati jarak jatuh, receptor pad akan menghentikan waktu
pengukuran. Pengukuran dapat dilakukan dengan beberapa variasi jarak jatuh h dan 2 kali
manipulasi massa bola baja. Dan selama percobaan gesekan udara diabaikan.
D. VARIABEL
1.

Variabel kontrol

2.

Variabel manipulasi: massa bola baja dan ketinggiannya dari reseptor pad

: jenis benda yaitu bola baja

3.

Variabel respon

: waktu yang dibutuhkan bola baja saat lepas dari holding magnet hingga menumbuk reseptor pad.
HASIL dan ANALISA

B. Analisa
Taraf ketelitian percobaan ini adalah 99,85%, yang berarti bahwa precisionnya sangat
tinggi. Dan dapat terlihat nilai rata-rata percepatan gravitasi dari hasil percobaan sebesar
9.81+ 0.014 m/s2, yaitu accuracy hasil terlihat signifikan. Jika dibentuk grafik maka bisa
dipastikan grafik akan tergambar hampir linier dengan persamaan garis yang telah terhitung y
= 9.841 . Namun, nilai rata-rata hasil percobaan berlebih 0.021 dari nilai secara teori 9,789
m/s2. Dan waktu yang dibutuhkan bola baja menyentuh receptor pad berbeda di setiap
ketinggian yang berbeda. Namun, massa yang berbeda (6,8 gr dan 1,9 gr) tidak menunjukkan
adanya perbedaan yang besar, perbedaan hanya terjadi pada ketingggian 127,0 cm. Tidak
seperti yang diperlihatkan oleh manipulasi ketinggian, pada ketinggian yang dimanipulasi
semakin besar, waktu yang ditunjukkan oleh digital counter semakin lama.
DISKUSI
Ketidaktepatan hasil percobaan yang berlebih 0.021 dari nilai secara teori disebabkan
oleh respon terhadap waktu, yaitu respon yang dilakukan oleh pengamat tidak akurat.
Terdapat empat pengamat yang berbeda yang menekan tombol switch counter dalam
serangkaian proses mendapatkan data kuantitatif dengan 2 kali manipulasi massa dan 5 kali
manipulasi ketinggian (masing-masing pengamat bertugas secara bergantian). Ada saat
dimana pengamat lebih dulu menekan tombol switch counter padahal respon alat belum siap.
Dan sebaliknya, pengamat terlambat menekan tombol switch counter. Serta perbedaan waktu
bola baja 6,8 gr dan 1,9 gr pada ketinggian 127,0 cm dikarenakan gesekan udara tidak dapat
begitu saja diabaikan. Karena percobaan dilakukan bukan dalam kondisi vakum atau ruang
hampa udara. Kecepatan benda dalam perjalananya menumbuk receptor pad senantiasa
dihambat oleh udara saat udara dan permukaan benda saling bersentuhan.
KESIMPULAN
Ketinggian berbanding lurus dengan percepatan gravitasi, semakin tinggi kedudukan batu terhadap permukaan tanah, semakin besar
kecepatan batu tersebut saat hendak menyentuh permukaan tanah. Dengan demikian, percepatan benda jatuh bebas bergantung pada ketinggian alias
kedudukan benda terhadap permukaan tanah. Di samping itu, percepatan atau pertambahan kecepatan benda saat jatuh bebas bergantung juga pada
lamanya waktu. Ketinggian berbanding lurus dengan waktu, benda yang kedudukannya lebih tinggi terhadap permukaan tanah akan memerlukan waktu
lebih lama untuk sampai pada permukaan tanah dibandingkan dengan benda yang kedudukannya lebih rendah. Dan massa tidak mempengaruhi
kecepatan jatuh benda dalam kondisi ruang hampa udara.

GERAK JATUH BEBAS


I. Tujuan
II. Alat dan bahan

: Menentukan percepatan gravitasi bumi


: 1. Kelereng/bola kecil
2. Pita ukur/mistar
3. Stopwatch

III. Langkah kerja :


1.
Dengan pita ukur, ukurlah ketinggian tempat yang berada pada jarak 0,6 m; 0,8 m; 1,0 m; 1,2 m; 1,4 m; 1,6 m; 1,8 m; dan 2,0 m di atas lantai.
2.
Lepaskan bola dari setiap ketinggian tersebut dan ukur selang waktu jatuhnya (selang waktu mulai bola dilepaskan sampai menumbuk lantai) secara
bergantian dengan stopwatch. Tuliskan hasil pengamatan anda dalam tabel berikut:

Ketinggian dari lantai

Selang waktu jatuh

Y (m)
0,60
0,80
1,0
1,2
1,4
1,6
1,8
2,0

T (sekon)

(sekon)

3.
Siapkan kertas grafik dengan skala yang sesuai, dengan sumbu y sebagai sumbu tegak dan t kuadrat sebagai sumbu mendatar. Plotlah titik-titikyang anda
peroleh dari tabel tersebut.

4.

Dengan menggunakan metode sentroid, lukislah garis lurus terbaik melalui titik-titik plot tersebut

5.

Dari grafik lurus tersebut, tentukanlah percepatan grafitasi g di tempat anda melakukan percobaan

IV. Dasar Teori


Teori gerak jatuh bebas
Pada masa lampau, hakekat gerak benda jatuh merupakan bahan pembahasan yang sangat menarik dalam ilmu filsafat alam. Aristoteles, pernah mengatakan
bahwa benda yang beratnya lebih besar jatuh lebih cepat dibandingkan benda yang lebih ringan. Pendapat aristoteles ini mempengaruhi pandangan orang-orang yang
hidup sebelum masa Galileo, yang menganggap bahwa benda yang lebih berat jatuh lebih cepat dari benda yang lebih ringan dan bahwa laju jatuhnya benda tersebut
sebanding dengan berat benda tersebut.
Galileo mendalilkan bahwa semua benda akan jatuh dengan percepatan yang sama apabila tidak ada udara atau hambatan lainnya. Galileo menegaskan bahwa
semua benda, berat atau ringan, jatuh dengan percepatan yang sama, paling tidak jika tidak ada udara. Galileo yakin bahwa udara berperan sebagai hambatan untuk
benda-benda yang sangat ringan yang memiliki permukaan yang luas. Tetapi pada banyak keadaan biasa, hambatan udara ini bisa diabaikan. Pada suatu ruang di mana
udara telah diisap, benda ringan seperti selembar kertas yang dipegang horisontal pun akan jatuh dengan percepatan yang sama seperti benda yang lain. Ia
menunjukkan bahwa untuk sebuah benda yang jatuh dari keadaan diam, jarak yang ditempuh akan sebanding dengan kuadrat waktu. Ini adalah salah satu persamaan
GLBB.
Gerak jatuh bebas atau GJB adalah salah satu bentuk gerak lurus dalam satu dimensi yang hanya dipengaruhi oleh adanya gaya gravitasi. Variasi dari gerak ini
adalah gerak jatuh dipercepat dan gerak peluru.
Rumus umum :
Secara umum gerak yang hanya dipengaruhi oleh gaya gravitasi memiliki bentuk:

di mana arti-arti lambang dan satuannya dalam SI adalah


t adalah waktu (s)

y adalah posisi pada saat t (m)

y0 adalah posisi awal (m)

v0 adalah kecepatan awal (m/s)

g adalah percepatan gravitasi (m/s2)


Akan tetapi khusus untuk GJB diperlukan syarat tambahan yaitu:

sehingga rumusan di atas menjadi

GJB dan analoginya


Gerak oleh gaya gravitasi

Gerak oleh gaya listrik

Gaya

Percepatan

Kecepatan

Posisi

V. Data

Percobaan di lantai bawah (lantai 1)


Ketinggian dari lantai Y
(m)

Selang waktu jatuh T


(sekon)

T
(sekon)

Gravi
tasi

g (m
/s)

0,6

0,35

0,1225

9,79

0,8

0,41

0,1681

9,51

1,0

0,45

0,2025

9,87

1,2

0,50

0,2500

9,60

1,4

0,54

0,2916

9,60

1,6

0,57

0,3249

9,84

1,8

0,61

0,3721

9,67

2,0

0,64

0,4096

9,76

Percobaan di lantai atas (lantai 2)


Ketinggian dari lantai Y
(m)

Selang waktu jatuh


T (sekon)

T
(sekon)

Gravitasi
g (m/s)

0,6

0,35

0,1225

9,79

0,8

0,44

0,1936

8,26

1,0

0,48

0,2304

8,68

1,2

0,53

0,2809

8,54

1,4

0,58

0,3364

8,32

1,6

0,63

0,3969

8,06

1,8

0,67

0,4489

8,01

2,0

0,71

0,5041

7,93

VI. Analisis Data


Rumus :

y = gt
g = 2h/t
1. Analisis percobaan di lantai bawah
g1 = 2.0,6/(0,35)
g6 = 2.1,6/(0,57)
= 1,2/0,1225
= 3,2/0,3249
= 9,79 m/s
= 9,84 m/s
g2 = 2.0,8/(0,41)
g7 = 2.1,8/(0,61)
= 1,6/0,1681
= 3,6/0,3721
= 9,51 m/s
= 9,67 m/s
g3 = 2.1 /(0,45)
g8 = 2.2/(0,64)
= 2 /0,2025
= 4/0,4096
= 9,87 m/s
= 9,76 m/s
g4 = 2.1,2/(0,5)
= 2,4/0,25
= 9,6 m/s
g5 = 2.1,4/(0,54)
= 2,8/0,2916
= 9,6 m/8,26s
g1 = g1+g2+g3+g4+g5+g6+g7+g8 /

= 77,64 / 8
= 9,70 m/s
2. Analisis percobaan di lantai atas
g1 = 2.0,6/(0,35)
g5 = 2.1,4/(0,58)
= 1,2/0,1225
= 2,8/0,3364
= 9,79 m/s
= 8,32 m/s
g2 = 2.0,8/(0,44)
g6 = 2.1,6/(0,63)
= 1,6/0,1936
= 3,2/0,3969
= 8,26 m/s
= 8,06 m/s
g3 = 2.1 /(0,48)
g7 = 2.1,8/(0,67)
= 2 / 0,2304
= 3,6/0,4489
= 8,68 m/s
= 8,01 m/s
g4 = 2.1,2/(0,53)
g8 = 2.2/(0,71)
= 2,4/0,2809
= 4/0,5041
= 8,54 m/s
=7,93 m/s
g2 = g1+g2+g3+g4+g5+g6+g7+g8 /

= 67,59/ 8
= 8,44 m/s
Dari kedua rata-rata percepatan gravitasi, kita akan mendapatkan rata-rata percepatan gravitasi di bumi.
g = g1+g2 / 2
= 9,79 + 8,44 / 2
= 9,11 m/s
VII. Pembahasan
Dalam pengambilan data dilakukan 3 kali percobaan yang tujuannya agar data yang didapatkan valid atau benar dan hasil yang didapatkan dapat di rata-rata,
sebab jika hanya dilakukan 1 kali percobaan data yang akan diperoleh belum tentu benar.

Percobaan ini dilakukan di dua tempat yang berbeda, sehingga didapatkan dua data. Percobaan pertama dilakukan di permukaan tanah (lantai bawah),
sedangkan percobaan kedua dilakukan di lantai dua sebuah bangunan atau gedung sekolah.
Rata-rata percepatan gravitasi dari hasil percobaan pertama yaitu 9,79 m/s. Rata-rata percepatan gravitasi dari hasil percobaan yang kedua yaitu 8,44 m/s.
Antara hasil percobaan yang pertama dengan kedua memiliki percepatan gravitasi yang berbeda. Salah satu penyebabnya yaitu ketinggian tempat. Semakin tinggi
suatu tempat dari permukaan tanah gaya gravitasinya kecil, sedangkan di tempat yang rendah percepatan gravitasinya besar.
Jika kedua percepatan gravitasi tersebut di rata-rata diperoleh percepatan gravitasi bumi, yaitu 9,11 m/s . Percepatan gravitasi dari hasil percobaan ini tidak
sesuai dengan percepatan gravitasi yang telah ditentukan yaitu 9,80 m/s. Hal ini dapat berbeda disebabkan oleh berbagai faktor, seperti hambatan atau gesekan
dari udara dan spekulasi-spekulasi ; keteledoran manusia ataupun alat pengukur.

VIII. Jawaban Pertanyaan


Pertanyaan
1. Apakah hasil perhitungan percepatan gravitasi Anda dari percobaan ini sesuai dengan percepatan gravitasi di tempat Anda melakukan percobaan? Jelaskan jawaban
Anda!
2. Adakah percobaan lain untuk menghitung nilai g? Jika ya, sebutkan langkah-langkah kerjanya!
Jawaban
1. Dari hasil percobaan yang kami lakukan di permukaan tanah ( lantai bawah), data gravitasi yang kami peroleh hampir sama dengan gravitasi di tempat kami, yaitu 9,70
m/s; gravitasi standar 9,80 m/s. Sedangkan dari hasil percobaan yang kami lakukan di lantai atas (2) bangunan atau gedung sekolah, kami memperoleh data
percepatan gravitasi yang berbeda jauh dengan percepatan gravitasi standar, yaitu 8,44 m/s. Rata-rata hasil percobaan percepatan gravitasi kami yaitu 9,11 m/s.
2. Ada. Langkah-lanhkah kerjanya yaitu,
o Tancapkan dua paku di tanah yang lembut, di mana ketinggian kedua paku tersebut sama terhadap permukaan tanah.
o Selanjutnya, jatuhkan sebuah batu (sebaiknya batu yang permukaannya datar) dengan ketinggian yang berbeda pada masing-masing paku.
o Anda akan melihat bahwa paku yang dijatuhi batu dengan ketingian lebih tinggi tertancap lebih dalam dibandingkan paku yang lain. hal ini menunjukkan bahwa adanya
pertambahan laju atau percepatan pada gerak batu tersebut saat jatuh ke tanah.

1.
2.
3.
4.
5.

IX. Kesimpulan dan Saran


Kesimpulan
Dari hasil percobaan yang dilakukan di dua tempat diperoleh hasil yang berbeda. Data yang diperoleh berbeda jauh. Percobaan yang dilakukan di permukaan
tanah, rata-rata percepatan gravitasinya 9,70 m/s. Hampir sama dengan percepatan gravitasi di permukaan bumi, yaitu 9,80 m/s. Sedangkan percobaan yang
dilakukan di lantai atas sebuah bangunan atau gedung sekolah, rata-rata percepatan gravitasinya 8,44 m/s. Berbeda jauh dengan percepatan gravitasi permukaan
bumi. Rata-rata percepatan gravitasi bumi dari hasil percobaan, yaitu 9,11 m/s
Di tempat yang tinggi percepatan gravitasi lebih kecil dibandingkan dengan di tempat yang rendah sehingga perceptan gravitasi bergantung pada ketinggian
tempat. Semakin tinggi benda dari permukaan bumi, percepatan gravitasinya semakin kecil. Dan semakin rendah benda terhadap permukaan bumi, percepatan
gravitasinya semakin besar.
Dari percobaan yang telah dilakukan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi dalam pengambilan data dalam percobaan percepatan gravitasi, yaitu :
Hambatan atau gesekan udara.
Alat (stopwatch) yang digunakan kurang baik.
Keteledoran dalam pengambilan data.
Dalam menentukan waktu terhadap jatuhnya bola kurang tepat.
Ketinggin tempat.
Saran
1. Lakukanlah percobaan dengan baik!
2. Pahami langkah-langkah kerja sebelum melakukan percobaan agar hasil yang diperoleh maksimal.
3. Jangan lupa konsentrasi dalam melakukan percobaan!
4. Kerja sama yang baik dengan teman sekelompok.

GERAK JATUH BEBAS

I.
1.
2.
II.

Tujuan:
Menentukan percepatan grafitasi benda dengan metode GJB
Membuat grafik hubungan antara s dengan t2
Dasar Teori
Adnan (2009) Menyatakan gerak jatuh bebas adalah gerak benda akibat tarikan bumi tanpa adanya gaya luar lain yang bekerja padanya. Tanpa adanya
gaya-gaya lain yang bekerja pada benda-benda yang bergerak di atas bumi gerak benda hanya di pengaruhi oleh gaya tarik bumi. Pada gerak jatuh bebas (GJB),
memiliki syarat yaitu kecepatan awal (V0) = 0. Pada gerak jatuh bebas berlaku hubungan v = gt dan S = gt2 dan g adalah percepatan gravitasi bumi. Jadi pada gerkak
ini, benda hanya di pengaruhi oleh percepatan gravitasi bumi.
Gerak jatuh bebas tejadi pada semua benda dari ketinggian tanpa memperdulikan masa benda tersebut. Suatu benda yang berat, yang bias kita
analogikan sebuah batu akan memiliki waktu jatuh yang sama dengan sebuah kertas. Namun tidak semata- mata benda yang memiliki selisih berat besar dapat jatuh
dengan waktu bersamaan, kedua benda tersebut dapat jatuh bersamaan apabila tidak ada gaya lain yang bekerja kecuali gaya grafitasi bumi. Jadi kedua bend
tersebut dapat jatuh secara bersamaan pada sebuah ruangan yang hampa udara. Karena udara secara langsung mempengaruhi kecepatan benda sampai ke tanah.
Sebagai contoh bila kita menjatuhkan batu dan kertas dari atas gedung, maka batu akan menyentuh tanah terlebih dahulu sedangkan kertas akan melayang tertiup
angin sehingga akan menyentuh tanah dengan waktu yang lama.
Pantur (1985 : 61) menyatakan gerk jatuh bebas adalah gerak yang mengakibatkan benda melewati lintasan berbentuk lurus karena pengaruh gravitasi
bumi. Gerak jatuh bebas merupakan gerak yang mengabaikan gesekan dan perubahan kecil percepatan terhadap ketinggian. Percepatan yang di alami benda jatuh
bebas disebabkan oleh gravitasi yang besarnya 9,8 m/s 2 atau 980 cm/s2dan bearah menuju pusat bumi. Gesekan yang dimaksud di sini adalah gesekan antara benda
dan udara. Suatu benda yang dijatuhkan dari ketinggian tertentu dalam ruangan terbuka akan di perlambat akibat gaya gesek dengan laju udara.
Pada percobaan gerak jatuh bebas sering di temukan bahwa hasil percepatan yang di alami benda tidak sesuai dengan kecepatan grafitasi bumi, hal
tersebut terjadi karena sesunguhnya benda tersebut telah mengalami perlambatan oleh gaya gesek udara. Percepatan yang di alami benda pada gerak jatuh bebas
akan sama dengan percepatan grafitasi bila benda tersebut di jatuhkan pada ruangan hampa udara.
Sutrisno (1986 : 78) menyatakan bahwa benda dikatakan melakukan gerak jatuh bebas jika benda tersebut tanpa kecepatan awal (V 0 = 0) dan tidak
dipengaruhi oleh gaya dorong melaikan dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi. Gerak jatuh bebas (GJB) termasuk kedalam gerak lurus berubah beraturan di percepat.

Percepatan yang dialami benda ini adalah akibat gaya tarik gravitasi bumi. Karena syarat gerak jatuh bebas adalah percepatan awalnya nol maka berlaku persamaan
GLBB sebagai berikut:
V = V0 + at
Vt2= V02 + 2as
S = V0t + at2
Karena pada gerak jatuh bebas kecepatan awal (V0 = 0) dan percepatan yang dialami benda adalah percepatan gravitasi bumi, maka berlaku rumus:
V = at
Vt2 = 2as
S = at2
Keterangan :
V = kecepatan akhir benda (m/s)
t = waktu (s)
S = Jarak yang dilalui benda (m)
a = percepatan yang dialami benda (m/s 2)
Abdullah (2012) Bila dua batu yang berbeda beratnya dijatuhkan tanpa kecepatan awal dari ketinggian yang sama dalam waktu yang sama, batu manakah
yang sampai di tanah duluan? Peristiwa di atas dalam Fisika disebut sebagai jatuh bebas, yakni gerak lurus berubah beraturan pada lintasan vertikal. Ciri khasnya
adalah benda jatuh tanpa kecepatan awal (vo = nol). Semakin ke bawah gerak benda semakin cepat.
batu yang dijatuhkan dari ketinggian yang sama dan dalam waktu yang sama. Percepatan yang dialami oleh setiap benda jatuh bebas selalu sama, yakni sama dengan
percepatan gravitasi bumi. Pada materi ini, cukup Anda ketahui bahwa percepatan gravitasi bumi itu besarnya g = 9,8 dan sering dibulatkan menjadi 10

Pada jatuh bebas ketiga persamaan GLBB dipercepat yang kita bicarakan pada kegiatan sebelumnya tetap berlaku, hanya saja vokita hilangkan dari persamaan karena
harganya nol dan lambang spada persamaan-persamaan tersebut kita ganti dengan h yang menyatakan ketinggian dan a kita ganti dengan g.

Jadi, ketiga persamaan itu sekarang adalah

Persamaan-persamaan jatuh bebas


Keterangan:
g = percepatan gravitasi (m/s2)
h = ketinggian benda (m)
t = waktu (s)
vt = kecepatan pada saat t (m/s)
Perhatikan persamaan jatuh bebas yang kedua.
Bila ruas kiri dan kanan sama-sama kita kalikan dengan 2, kita dapatkan:
sehingga:
Persamaan waktu jatuh benda jatuh bebas
Dari persamaan waktu jatuh, terlihat bahwa waktu jatuh benda bebas hanya dipengaruhi oleh dua faktor yaitu h = ketinggian dan g = percepatan gravitasi bumi.
Jadi berat dari besaran-besaran lain tidak mempengaruhi waktu jatuh.Artinya meskipun berbeda beratnya, dua benda yang jatuh dari ketinggian yang sama di tempat
yang sama akan jatuh dalam waktu yang bersamaan.
Dalam kehidupan kita sehari-hari mungkin kejadiannya lain. Benda yang berbeda beratnya, akan jatuh dalam waktu yang tidak bersamaan. Hal ini dapat terjadi
karena adanya gesekan udara. Percobaan di dalam tabung hampa udara membuktikan bahwa sehelai bulu ayam dan satu buah koin jatuh dalam waktu bersamaan.
III.
1.
2.
3.
4.

IV.

Alat dan Bahan


Alat gerak jatuh bebas (GJB)
Beban logam(2,5 g dan 15 g)
Stopwatch
Pengaris (1m)

Cara kerja:

1.

Mengtur ketnggian(s) antara alat elektromagnet dengan papan dasar (90 cm).

2.

Menghidupkan saklar dan memasang beban logam besi (2,5 g) pada besi electromagnet.

3.

Menyiapkan stopwatch.

4.

Mematikan saklar dengan bersaman menghidupkan stopwatch.

5.

Mematikan stopwatch ketika beban tepat menyentuh papan dasar.

6.

Membaca dan mencatat waktu yang ditunjukan stopwatch.

7.

Mengulangi percobaan dengan ketingian yang berbeda beda (90 cm, 110 cm, 130 cm, 150 cm, 180 cm).

8.

Mengulangi percobaan dengan massa logam yang berbeda beda (2,5 g dan 15 g).

9.

Memasukan data yang diperoleh pada tabel .

N
O

V.

BEBAN LOGAM

MB(kg)

10.

Menghitung percepatan gravitasi yang di alami benda (s = gt 2).

11.

Mengambarkan grafik s terhadap t2.

12.

membuat kesimpulan dari kegiatan yang telah dilakukan.

S (m)

T (s)

t2(s2)

s/(1/2
t2)
(m/s2)

Data Hasil Pengamatan


Table 1. baut pendek (massa 2,5 g dan ketinggian yang berbeda)

NO
1
2
3
4
5

BEBAN LOGAM

MB (kg)

Baut pendek

S (m)

T (s)

0,89
1,07
-3
2,5.10
1,30
1,49
1,79
Rata-rata

0,40
0,49
0,52
0,58
0,61

MB(kg)

T (s)

t2(s2)
0,080
0,120
0,135
0,168
0,186

s/(1/2
t2)
(m/s2)
11,12
8,91
9,78
8,87
9,78
9,69

Table l1 baut panjang (massa 15 g dan ketinggian berbeda)

NO
1
2
3
4
5

VI.
a.
1.

t = 0,40 s

Baut panjang

= 11,12 m/s2

t = 0,49 s

= 8,91 m/s2

diketahui:
s = 1.3 m
=.?

S = 1,07 m
= .?

4. diketahui:
t = 0,52 s

S = 1,49 m
= .?

S (m)

0,87
1,05
15.10-3
1,28
1,47
1,77
Rata-rata

Aanalisis data
baut pendek (massa 2,5 g dan ketinggian yang berbeda)
diketahui:
2. diketahui:
s = 0,89 m
=.?

3.

BEBAN LOGAM

t = 0,58 s

0,44
0,48
0,54
0,55
0,59

t2(s2)
0,098
0,1152
0,1458
0,1512
0,1740

s/(1/2
t2)
(m/s2)
8,87
9,11
8,78
9,72
10,17
9,33

= 9,78 m/s2

5.

= 8,87 m/s2

diketahui:
s = 1,79 m
=.?

t = 0,61 s

= 9,78 m/s2

b.
1.

Baut panjang(massa 15 g dan ketinggian yang berbeda)


diketahui:
2. diketahui:
s = 0,7 m
=.?

t = 0,44 s

= 8,87 m/s2
3.diketahui:
s = 1.28 m
=.?

S = 1,05 m
= .?

t = 0,48 s

= 9,11 m/s2

t = 0,57 s

= 8,78 m/s2
5. diketahui:
s = 1,77 m
t = 0,59 s
=.?

4. diketahui:
S = 1,47 m
t = 0,55 s
= .?

= 9,72 m/s2

= 10,17 m/s2

VII.

Pembahasan
Pada praktikum kali ini kami melakukan percobaan mengenai gerak jatuh bebas, dengan tujuan untuk menentukan percepatan gravitasi yang dialami suatu
benda serta membuat grafik dari hasil percobaan tersebut. Sebagai sarat awal suatu benda mengalami gerakan jatuh bebas maka saat di jatuhkan benda tersebut
memiliki kecepatan awal nol.
percobaan ini dilakukan dengan menggunakan alat yang telah kami rangkai sendiri, alat ini menggunakan baterai yang dihubungkan dengan besi yang di liliti
tembaga. Besi berlilitan tembaga yang di aliri arus listrik akan menghasilkan medan magnet yang mampu menarik benda seperti baut yang kami jadikan sebagai
bahan percobaan. Hal ini dilakukan agar benda seperti baut dapat tergantung pada bagian atas alat, dengan prinsip elektromagnetik maka ketika arus listrik di putus
maka medan magnet akan hilang dan baut tersebut akan trjatuh. Baut yang terjatuh akibat hilangnya medan magnet pada besi tersebut dianggap tidak memiliki
kecepatan awal yang akhirnya dapat melakukan gerak jatuh bebas.
Percobaan ini dilakukan dengan dua perlakuan, pertama yaitu baut dengan masa 2,5g namun ketinggian yang berbeda. Kedua, yaitu baut dengan masa 15g dan
ketinggian yang hamper sama dengan percobaan pertama. Perbedaan ketingian pada percobaan pertama dan kedua ini trjadi akibat perbedaan ukuran beben yang
kami gunakan sehingga membuat ketinggian percobaan pertama dan krdua memiliki selisih ketinggian di masing masing perlakuan. Antara percobaan pertama dan
kedua kami mengunakan massa benda yang berbeda untuk mengetahui pengaruh besarnya massa benda terhadap waktu jatuh benda tersebut, sedangkan kami
mengunakan perbedaan ketingian pada masing masing ketinggian yaitu untuk mengetahui pengaruh ketinggian benda terhadap waktu jatuh benda tersebut.
Percobaan ini dilakukan masing-masing sebanyak lima kali.
Berdasarkan kedua percobaan tersebut kami dapat mengetahui bahwa ketinggian beban dapat mempengaruhi waktu untuk melakukan gerak jatuh bebas, hal
tersebut dapat terlihat dari kedua grafik hasil percobaan yang telah kami lakukan, yaitu semakin besar ketinggian suatu beban dari lantai, maka semakin besar pula
waktu yang diperlukan untuk melakukan gerak jatuh bebas. Pada percobaan pertama pada keringgian 0.89 m diperlukan waktu 0,40 s, pada ketinggian 1,07 m
diperlukan waktu 0,49 s, hinga pada perlakuan ke lima dengan ketinggian 1,79 m diperlukan waktu 0,61 s. pada percobaan kedua dengan masa 15 g, pada ketinggian
0,87 m di perlukan waktu 0,44 s, pada ketinggian 1,05 m diperlukan waktu 0,48 s dan pada perlakuan ke lima dengan ketinggian 1,77 m diperlukan waktu untuk
menyentuh dasar papan sebesar 0,59 s. Jadi dari data yang kami peroleh tersebut dapat di ketahui bahwa ketingian benda berbanding lurus dengan waktu benda
untuk mencapai dasar papan. Sedangkan massa beban tidak terlalu berpengaruh pada waktu benda mencapai dasar papan.
Pada percobaan yang kami lakukan ini, kami mendapatkan data nilai percepatan gravitasi yang berbeda-beda pada setiap percobaan dengan menggunakan
rumus :
Nilai rata-rata dari percepatan gravitasi yang kami peroleh pada percobaan pertama yaitu sebesar 9,69 m/s 2. Sedangkan pada percobaan kedua nilai rata-rata
dari percepatan gravitasinya adalah 9,33 m/s 2. Nlai percepatan gravitasi yang kami peroleh mendekati teori yang telah ada sebesar 9,89 m/s 2. Sehingga dapat kami
katakan bahwa percobaan yang kami lakukan berhasil dan alat yang kami rancang dapat digunakan sebagai alat untuk melakukan percobaan gerak jatuh bebas.
Terjadi perbedaan antara percepatan gravitasi yang di alami benda dengan percepatan gravitasi pada bumi. Dalam teori di sebutkan bahwa besar gravitasi yang
di alami benda yang melakukan gerak jatuh bebas akan sama dengan percepatan gravitasi bumi. Tejadinya selisih percepatan gravitasi yang kami peroleh ini
disebabkan antaralain yaitu kurang tepatnya dalam menentukan waktu ketika benda tepat menyentuh papan dasar, yang akibatnya akan mempengaruhi dari hasil
percepatan gravitasi benda yang di peroleh. Selain itu percobaan di ruangan terbuka mengakibatkan terjadinya gesekan antara benda dan udara yang dapat
mempengaruhi perolehan waktu, sehingga akan berdampak pada nilai percepatan gravitasi yang di alami oleh benda yang kami teliti.

VIII.

Kesimpulan
Berdasarkan kedua percobaan tersebut kami dapat menyimpulkan bahwa ketinggian beban dapat mempengaruhi waktu untuk melakukan gerak jatuh bebas,
semakin besar ketinggian suatu beban dari lantai, maka semakin besar pula waktu yang diperlukan untuk melakukan gerak jatuh bebas. Jadi ketingian benda
berbanding lurus dengan waktu benda untuk mencapai dasar papan. Sedangkan massa beban tidak terlalu berpengaruh pada waktu benda mencapai dasar papan.
Nilai rata-rata dari percepatan gravitasi yang kami peroleh pada percobaan pertama yaitu sebesar 9,69 m/s 2. Sedangkan pada percobaan kedua nilai rata-rata
dari percepatan gravitasinya adalah 9,33 m/s 2. Nlai percepatan gravitasi yang kami peroleh mendekati teori yang telah ada sebesar 9,89 m/s 2. Sehingga dapat kami
katakan bahwa percobaan yang kami lakukan berhasil dan alat yang kami rancang dapat digunakan sebagai alat untuk melakukan percobaan gerak jatuh bebas.

IX.

Daftar Pustaka

Abdullah. 2012.Gerak Jatuh Bebas. (online) (http: //gurufisikamuda .blogspot.com/ 2011/05/gerak-jatuh-bebas-gaya-gesekan-udara.html)diakses pada senin 3 Desember 2012
pukul 19.30 wib.
Adnan. 2009. Gerak Parabola. (online) (Http://. Guru muda/ gerak jatuh bebas/ blogspot.com) diases pada minggu 4 november 2012 pukul 11.30 wib.
Pantur. 1985. FISIKA JILID 1. Jakarta: Erlangga
Sutrisno. 1986. FISIKA DASAR. Bandung: ITB.

Gerak Jatuh Bebas


POSTED BY KOMANG SUARDIKA POSTED ON 8/19/2013 05:01:00 AM WITH NO COMMENTS

Mungkin dari kalian ada yang belum tahu apa itu gerak jatuh bebas? Gerak jatuh bebas adalah gerak yang timbul akibat adanya gaya gravitasi dan benda
tidak berada dalam kesetimbangan. Artinya benda terlepas dan tidak ditopang oleh apapun dari segala sisi.

Benda dikatakan jatuh bebas apabila benda: (1) Memiliki ketinggian tertentu (h) dari atas tanah. (2) Benda tersebut dijatuhkan tegak lurus bidang horizontal
tanpa kecepatan awal. Selama bergerak ke bawah, benda dipengaruhi oleh percepatan gravitasi bumi (g) dan arah kecepatan/gerak benda searah,
merupakan gerak lurus berubah beraturan dipercepat. Rumus serta penjelasan terlengkap terkait gerak jatuh bebas dapat anda donwload pada link berikut.