Anda di halaman 1dari 7

Printer Tiga Dimensi sebagai Terobosan Teknologi

Adduchan Thorik Mahmudi


Manajemen Rekayasa Konstruksi, Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Malang
Pb_maniax3@yahoo.com

Abstrak
Printer 3 dimensi adalah salah satu teknologi terbaru di dunia percetakan, dimana
teknologi pertcetakan 3 dimensi ini akan menjadi salah satu tren teknologi di masa depan. Printer
3D adalah alat cetak dalam bentuk 3 dimensi yang juga dikenal sebagai prototipe cepat atau
stereolithography di mana sebuah objek tiga dimensi dibuat dengan meletakkan lapisan berturutturut beberapa bahan.
Teknologi printer 3 Dimensi akan menghasilkan benda padat, dan bukan seperti mencetak
selembar 2D seperti printer yang sudah biasa Anda gunakan. Printer 3D ini akan melengkapi
teknologi printer 2D yang sudah lama kita gunakan sebagai alat cetak yang outputnya berupa
lembaran dua dimensi.
Kata kunci : Printer, 3D, Teknologi

1. Pendahuluan
Teknologi adalah
keseluruhan
sarana untuk menyediakan barang-barang
yang diperlukan bagi kelangsungan, dan
kenyamanan hidup manusia. Secara tidak
langsung teknologi sangat membawa
pengaruh bagi kehidupan manusia baik
dampak positif maupun negatifnya
tergantung dari kita sebagai manusia
menyikapi
dalam
penggunaannya.
Penggunaan
teknologi
umumnya
digunakan untuk mempermudah dan juga
menghadapi masalah yang sedang terjadi.
Dalam dunia percetakan telah dibuat
teknologi yang bernama printer (mesin
cetak).
Printer
adalah
alat
yang
menampilkan data dalam bentuk cetakan,
baik berupa teks maupun gambar/grafik,
yang kebanyakan di atas kertas. Printer
yang biasa kita gunakan hanya mampu
mencetak dalam bentuk 2 dimensi di atas
kertas saja. Kemudian adanya inovasi dari
seorang manusia yang mengininkan mesin
cetak yang dapat membuat benda dapat
dilihat dari semua sisi dalam bentuk nyata
sesuai dengan keinginan. Alat cetak yang

dapat membuat 3D disebut printer 3D.


Teknologi ini memberikan dampak baik
dan
merupakan
sebagai
solusi
permasalahan pada semua bidang . Bidang
kesehatan, arsitektur, teknik sipil, desain
visual, dan lain sebagainya.
2. Pengertian Printer 3D
3D printer adalah proses pembuatan
benda padat tiga dimensi dari sebuah
desain secara digital menjadi bentuk 3D
yang tidak hanya dapat dilihat tapi juga
dipegang dan memiliki volume. 3D printer
dicapai dengan menggunakan proses aditif,
dimana sebuah obyek dibuat dengan
meletakkan lapisan yang berurut dari
bahan.
3D Printing adalah sebuah terobosan
baru dalam dunia teknologi. Terobosan ini
sangatlah populer di seluruh belahan
dunia, terutama di kalangan ilmuan dan
bangsawan. Hal ini karena mereka percaya
bahwa teknologi 3D Printing akan mampu
membawa dunia ini pada kemajuan dan
kesejahteraan masyarakat. Terkait dengan
definisinya sendiri, 3D Printing adalah
sebuah printer dengan kecanggihan

khusus, yakni mampu mencetak benda,


yang sama persis dengan gambar soft filenya, dalam bentuk 3D Berhubung hasil
cetakan bukan berupa gambar atau tulisan
di atas kertas, maka printer 3D pun tidak
memiliki amunisi berupa tinta, melainkan
bahan lain yang menjadi bahan dasar
pembuatan produk. Misalnya, untuk
mencetak gantungan kunci, maka tinta di
printer diganti dengan bahan plastik.
Dengan begitu, seseorang yang memiliki
Printer 3D akan mampu memiliki apapun
yang mereka inginkan, asalkan memiliki
design atau gambar dalam bentuk soft filenya.
3D Printing sebenarnya sudah
ditemukan dan digunakan sejak dulu,
khususnya oleh perusahaan yang ingin
membuat model prototype untuk produk
mereka. Proses ini dinamakan rapid
prototyping. Desainer dari perusahaan
tersebut membuat modelnya dalam file
CAD yang kemudian dikirim ke mesin 3D
printer. Tapi, masalahnya, bahan yang
digunakan masih rapuh dan gampang
hancur, jadi tidak bisa dikomersilkan.
Tapi, saat ini sudah ditemukan
campuran bahan untuk keperluan 3D
Printing yang cukup kuat yang terbuat dari
campuran plastik dan besi. Bahan ini
dinamakan nanocomposite. Bahan ini
cukup kuat, sehingga dapat bertahan lama
dan tahan pula dari benturan.
3. Sejarah Printer 3D
Canessa (2013) mengemukakan
Industri awal 3D printing dimulai pada
tahun 1980 setelah dilakukan beberapa
percobaan pada tahun 1970. Dulunya
lebih dikenal dengan istilah Rapid
Prototyping, yaitu sebuah proses dimana
seorang Engineer akan mendesign file
Computer Aided Design (CAD) lalu
mengirimnya ke mesin untuk membuat
benda nyatanya. Tapi sayangnya material
yang digunakan tidaklah cukup kuat untuk
disebut sebagai sebuah produk, lebih tepat
disebut
sebuah
model
untuk
menggambarkan bentuk nyatanya.

3D printing mulai berhasil ketika


sebuah perusahaan desain 3D menemukan
material baru yang disebut nanocomposite,
yaitu gabungan dari berbagai material
plastik dan besi. Sehingga kita dapat
merasakannya menyerupai besi dan pada
tahun 1986, Charles W. Hull memiliki hak
paten atas teknologi 3D Printing.
Berdasarkan
penemuan
inilah
sehingga 3D printing sekarang ini dapat
dimanfaatkan dalam banyak bidang,
seperti membuat bagan-bagian mobil yang
rusak, membuat organ tubuh untuk aplikasi
medis dan sebagainya.
4. Prinsip Kerja Printer 3D
Prinsip dasar atau cara kerja mesin
printer 3D secara umum terbagi pada 3
tahapan proses yaitu Model objek 3D,
Printing dan Finishing.
4.1 Model objek 3D
Model objek 3D dapat
dibuat dengan bantuan design
komputer atau scanner 3D,
proses ini menganalisa dan
mengumpulkan data dari objek
nyata untuk kemudian bentuk
dan penampilannya dibuat
digital sebagai model tiga
dimensi.
4.2 Proses Printing
Proses Printing
atau
mencetak
menggunakan
prinsip dasar Additive Layer
(lihat definisi di atas) dengan
rangkaian
proses
mesin
membaca
rancangan
tiga
dimensi dan mulai menyusun
lapisan secara berturut turut
untuk membangun model
dalam serangkaian proses
lengkap. Lapisan-lapisan ini
yang dihubungkan oleh model
virtual
(3d
model)
digabungkan secara otomatis
untuk membentuk susunan
lengkap
yang
utuh.
Keunggulan utamanya adalah
mesin printer 3d dengan teknik
ini dapat membuat bentuk
apapun tanpa batas.
4.3 Tahap Finishing
Tahap Finishing
dapat
dilakukan secara manual untuk

menyempurnakan
bagianbagian
kompleks
yang
mungkin disebabkan oleh
oversized atau ukuran yang
berbeda dari yang diinginkan.

Mempunyai cara kerja


yang sama dengan inkjet
printer. Ia menyebarkan sebuah
layer dari resin powder dan
menyemprotkan sebuat lem
yang mempunyai berbagai
warna dan akan mengeras pada
satu layer. Multi Jet Modelling
sangatlah berguna karena
sangat cepat dan mendukung
penyediaan warna.

Sesuai dengan ASTM (2010) Untuk


Teknik atau cara kerja printer 3 dimensi
sebagai berikut:
4.1 Vat Photopolymerisation
Adalah teknik untuk 3D
Printing.
Caranya
adalah
menambahkan layer terus
menerus
pada
bahan
photopolymer menuju keatas.
Material yang digunakan pada
awalnya adalah liquid (cairan)
dan akan mengeras ketika
liquid tersebut terkena sinar
ultraviolet.

4.6. Fused Deposition Modelling


Menggunakan bahan
nozzle yang dipanaskan dan
akan melelehkan bahan seperti
plastik pada hasil outputnya.
Nozzle tersebut akan berpindah
secara horizontal dan vertikal
yang diatur oleh komputer.
Ketika material keluar dari
nozzle, material tersebut akan
mengeras.

4.2. Material Jetting


Adalah
teknik
yang
hampir sama dengan vat
photopolymerisation
yang
membuat
bahan
liquid
mengeras
dengan
sinar
ultraviolet. Tetapi, pada proses
penyinaran
digital,
objek
pada awalnya berbentuk liquid
yang penuh. Sebagian dari
liquid tersebut akan disinari,
yang
tentu
saja
akan
mengeraskan liquid tersebut,
lalu objek yang mengeras akan
tenggelam
kebawah
dan
menaikkan liquid selanjutnya.
Proses ini terus menerus
dilakukan hingga objek 3D
tersebut berhasil dibuat.

5. Pemanfaatan Printer 3D
Teknologi 3D printing sangat
bermanfaat bagi manusia. Telah banyak
manfaat dari teknologi terbaru ini.:
5.1.

Tangan robot diciptakan


untuk membantu orang-orang
yang tidak memiliki jari-jari
tangaan. Tangan robot yang
dicetak menggunakan 3d
printing ini dapat disesuaikan
dengan
bentuk
tangan
pengguna tangan robot itu
sendiri.Tangan ini dicetak
menggunakan 3d printer
dengan
menggunakan
material plastik, yang cukup
kuat
untuk
penggunaan
sehari-hari.
Hal
ini
dikendalikan oleh gerakan
pergelangan tangan, lengan
dan tangan melalui kabel dan
return bungees.

4.4. Electron Beam Melting (EBM)


Adalah proses dari 3D
Printing untuk bahan metal.
Prosesnya di sebuah vakum
dan memulai prosesnya dengan
menyebarkan sebuah layer dari
metal powser (lebih sering
menggunakan titanium).
Electron beam akan
mencairkan powder menjadi
layer yang keras. Objek yang
dibuat dengan teknik ini akan
sangat kuat.
4.5. Multi Jet Modelling (MJM)

Tangan Robot

5.2.

Meramalkan penyakit
Kini
arkeolog
dapat
meminimalisir
kerusakan
mumi asli dalam peti, yaitu
dengan cara memindai isi
dalam peti yang selanjutnya

di cetak menjadi patung


mumi plastic berukuran
sama, dengan menggunakan
3D Printer. Kehadiran 3D
Printer diharapkan juga
mengungkap informasi lebih
tentang mumi mesir yang
misterius, seperti penyakit
yang diderita di masa
lampau
yang
dapat
membantu
meramalkan
penyakit
5.3. Bioprinting
Bioprinting adalah suatu
teknologi pembuatan organ atau
jaringan tubuh makhluk hidup
buatan dengan cara disuntikkan
tiap lapis dari sel makhluk hidup
yang disimpan mejadi medium
gel dan kemudian membentuk
struktur tiga dimennsi atau
organmenggunakan . Tujuannya
dalam jangka panjang adalah
untuk menggantikan organ atau
jaringan tubuh yang rusak.
Pada 2002, Professor
Makoto Nakamura, seorang
dokter, menyadari bahwa printer
jet dapat menghasilkan ribuan
sel per detik, sebagai ganti dari
tinta, dan membangun organ
dalam 3D. Di tahun 2008,
Nakamura berhasil membuat
biotubing, semacam pembuluh
darah, dengan printer jet.
Selain Nakamura, pada
2008, Professor Gabor Foracs
dari
Organovo
mencoba
bioprinting pembuluh darah dan
jaringan untuk jantung dari sel
ayam dengan menggunakan
printer yang memiliki 3 head.
Ketiga head masing-masing
berisi
sel
jantung,
sel
endothelial, dan kolagen sebagai
kerangka.
5.4. Pembangunan gedung
Dilansir
pada
situs
www.merdeka.com
(2014)
Sebuah
institut
yang
berkecimpung
di
bidang
arsitektur
di
Catalunya,
Spanyol,
telah
berhasil
membuat cikal bakal bangunan
pertama yang dibangun oleh

beberapa robot berukuran kecil


bernama Minibuilder. Robotrobot mini ini bekerja dengan
teknik 3D printing layaknya
sekumpulan pekerja yang secara
bergotong royong membangun
sebuah bangunan.
Minibuilder
bisa
digunakan untuk membangun
sebuah gedung dengan bentuk
apapun, tergantung material
yang digunakan Minibuilder
bekerja secara berkelompok
untuk membangun 'cangkang'
dari bangunan. Akan ada 3
robot yang masuk dalam tim
Minibuilder. Robot pertama
bertugas membangun pondasi,
yang kemudian dilanjutkan oleh
robot kedua untuk membangun
dinding, atap, maupun bagian
ruangan lain seperti jendela dan
pintu. Di bagian terakhir ada
sebuah robot yang berfungsi
merapikan dan memperkuat
seluruh sambungan yang dibuat
oleh kedua robot sebelumnya.
5.5 Industri otomotif
Industry otomotif merupakan
awal mula adaptasi dari 3 D
printer. Sekarang penggunaan
printer 3D di industry otomotif
sangat
berkembang,
yang
dibutukan konsep sederhana
untuk mengecek desain dan
penyelesaian, untuk di test pada
kendaraan, mesin dan platform.
6. Kelebihan Printer 3D
Berikut kelebihan printer 3D:
6.1 Mampu mengerjakan sekaligus 2
pekerjaan yaitu membuat benda dan
bisa langsung mewarnai benda
tersebut, serupa dengan aslinya.
6.2 Apabila ada kesalahan gambar pada
hasil scanning bisa langsung diubah
sesuai dengan keinginan
6.3 Lebih mudah digunakan
7. Kelemahan Printer 3D
Berikut Kelemahan printer 3D:
7.1 Mengurangi daya kreatifitas free
hand
7.2 Mengurangi tenaga kerja para
pengrajin

7.3 Dapat
menimbulkan
rasa
kemalasan pada masa mendatang
7.4 Tidak praktis dalam beberapa hal,
salah satunya adalah material
pembentuk.
8. Kesimpulan dan Saran
3D Printer adalah salah satu d
Teknologi Informasi dan komnikasi Masa
kini. Hal ini dapat dilihat dari kebutuhan
manusia yang semakin lama semakin
mutakhir. 3D Printer ini dapat membuat
bentuk apapun selama objek sumber dapat
di desain dalam bentuk 3 dimensi.
Penggunaan printer 3 dimensi tidak hanya
untuk memenuhi kebutuhan pribadi namun
dapat sangat bermanfaat pada bidang
industri, manufaktur, kesehatan, arsitektur,
teknik sipil, dan lain sebagainya.
Namun dalam penggunaan printer
3 dimensi ini kita harus bijak karena setiap
teknologi mempunyai dampak positif dan
negatif tergantung dari kita sebagai
pengguna.

Daftar Pustaka
Anonim.2014.http://princessglad.blogspot.c
o.id/2014/11/apa-itu3dprinting.html(diakses Jumat 16
oktober 2015)
Anonim.2013.http://www.infotechreview.com/2013/12/printer3d.html(diakses Jumat 16 Oktober
2015)
Arkanda.2013.
http://pamularmx.blogspot.co.id/2013
/10/tugas-softskill-newmedia.html(diakses jumat 16 Oktober
2015)
Anonim.2014.http://www.bedahtekno.com/
bedah-gadget/bedah-komputer/3dprinting-langkah-besar-menuju-duniamasa-depan/(diakses
Jumat
16
Oktober 2015).
Anonim.2014.http://antiuntukgalau.blogspo
t
.co.id/2014/09/artikel-printer-3dreview-artikel-3d.html(diakses Jumat
16 Oktober 2015)
Anonim 2015. http://3dprinting.com/whatis-3d-printing/ (diakses Minggu 29
November 2015)

ASTM F42.2010.Additive
Manufacturing.America

9.
10.
11.
12.

13.
14.
15.

16.