Anda di halaman 1dari 19

TUGASAN KUMPULAN / DR.

ZURAIDAH

TAJUK
BUDAYA ORGANISASI :
BUDAYA DAN KREATIVITI :: NORMA DAN KREATIVITI
PRINSIP-PRINSIP UTAMA MENGGALAKKAN BUDAYA KONDUSIF UNTUK
PERUBAHAN DAN PROSES KREATIF
(ORIENTASI KREATIVITI DAN INOVASI: PROSES DAN PROSEDUR)

PENDAHULUAN
Dalam era globalisasi sekarang ini tidaklah mengherankan jika kita dituntut untuk
mengikuti perkembangan zaman yang maju. Dan mahu tidak mahu kita harus dapat
beradaptasi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan. Maka wujudlah suatu input yang disebut
Budaya Organisasi yang menginstruksikan bagaimana seseorang dapat mengikuti
perkembangan zaman.
Model suatu budaya organisasi yang ideal untuk suatu organisasi ialah memiliki
paling sedikit dua sifat iaitu. Pertama strong (kuat), ertinya adalah budaya organisasi yang
dikembangkan oleh suatu organisasi harus mampu mengikat dan mempengaruhi behavior
(perilaku) para individu dalam sesuatu organisasi untuk menyelaraskan (goals congruence)
antara tujuan individu dan tujuan kelompok dengan tujuan organisasi. Selain itu Budaya
organisasi yang dibangun tersebut harus mampu mendorong para pelaku organisasi untuk
memiliki tujuan (goals), sasaran (objective), persepsi, perasaan dan kepercayaan.
Budaya organisasi yang akan dibangun harus fleksibel dan responsif terhadap
perkembangn lingkungan internal dan eksternal organisasi, seperti tuntutan dari stakeholders
eksternal dan perubahan dalam lingkungan hukum, ekonomi, politik, sosial, teknologi
informasi dan lain lainya.

DEFINISI BUDAYA
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta iaitu buddhayah, yang
merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diertikan sebagai hal-hal yang
berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggeris, kebudayaan disebut culture,
yang berasal dari kata Latin Colere, iaitu mengolah atau mengerjakan. Ia juga diertikan
sebagai mengolah tanah atau bertani.
1 |PDEP 3101

TUGASAN KUMPULAN / DR. ZURAIDAH

Dalam kehidupan seharian, orang ramai sering bertemu dengan perkataan budaya atau
kebudayaan. Ini kerana budaya atau kebudayaan tidak dapat dipisahkan dengan diri seseorang
sejak dilahirkan. Mengikut Kamus Dewan (1993), kebudayaan bermaksud keseluruhan cara
hidup (yang merangkumi cara bertindak, berkelakuan dan berfikir) serta segala hasil kegiatan
dan penciptaan yang berupa kebendaan atau kerohanian sesuatu masyarakat, tamadun,
peradaban dan kemajuan. Budaya mengikat anggota kelompok masyarakat menjadi satu
kesatuan pandangan yang menciptakan keseragaman berperilaku atau bertindak. Seiring
dengan bergulirnya waktu, budaya pasti terbentuk dalam organisasi dan dapat pula dirasakan
manfaatnya dalam memberi efek kepada organisasi secara keseluruhan.
Menurut Deal dan Peterson(1999), John(2010) dan Garatt(1990), budaya ialah entiti
keseluruhan yang kompleks. Ia merangkumi aspek-aspek seperti pengetahuan, kepercayaan,
kesenian, moral, undang-undang, norma, adat resam dan kemahiran-kemahiran lain serta
kebiasaan yang diwarisi ataupun diperoleh dan diaplikasi di dalam kehidupan. Kesemua
elemen ini adalah penting dalam menghuraikan sesuatu perkara ataupun perlakuan (Deal dan
Petterson, 1999). Manakala, menurut Marof Redzuan dan rakan-rakan (2001) pula
menghuraikan budaya sebagai fabrik masyarakat yang mengikat ahli-ahli masyarakat dan
institusinya melalui set matlamat dan nilai yang disediakan oleh budaya masyarakat itu
sendiri. Ia juga lebih dikenali sebagai concensual danholistic (menyeluruh).
DEFINASI BUDAYA ORGANISASI
Manusia adalah makhluk yang berbudaya, setiap aktivitinya mencerminkan sistem
kebudayaan yang berintegrasi dengan dirinya, baik cara berfikir, memandang sebuah
permasalahan. Pengambilan keputusan dan lain sebagainya. Budaya merupakan sejumlah
pemahaman penting seperti norma, nilai, sikap, dan keyakinan yang dimiliki bersama oleh
anggota organisasi. Budaya sebagai suatu pola asumsi dasar yang dimiliki bersama yang
terdapat dalam kelompok ketika memecahkan masalah penyesuaian eksternal dan integrasi
internal Jadi, budaya organisasi adalah bagaimana organisasi belajar berhubungan dengan
lingkungan yang merupakan penggabungan dari asumsi, perilaku, cerita, mitos, idea,
metafora, dan idea lain untuk menentukan apa erti bekerja dalam suatu organisasi
(Veithzal,2008).
Budaya mengandung apa yang boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan sehingga
dapat dikatakan sebagai suatu pedoman. Pada dasarnya Budaya organisasi dalam perusahaan
merupakan alat untuk mempersatukan setiap individu yang melakukan aktiviti secara
2 |PDEP 3101

TUGASAN KUMPULAN / DR. ZURAIDAH

bersama-sama. Kreitner dan Kinicki (1995) dalam Dewita (2007), mengemukakan bahawa
budaya organisasi adalah perekat sosial yang mengikat anggota dari organisasi. Susanto
(2006) memberikan definisi budaya organisasi sebagai nilai-nilai yang menjadi pedoman
sumber daya manusia untuk menghadapi permasalahan eksternal dan usaha penyesuaian
integrasi ke dalam perusahaan sehingga masing-masing anggota organisasi harus memahami
nilai-nilai

yang ada

dan bagaimana mereka

harus

bertindak

atau berperilaku.

Manakala, menurut Davis (1984) dalam Hasbi (2010), budaya organisasi merupakan
pola keyakinan dan nilai-nilai organisasi yang difahami, dijiwai dan dipraktikan oleh
organisasi sehingga pola tersebut memberikan erti tersendiri dan menjadi dasar aturan
berperilaku dalam organisasi. Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa
budaya organisasi merupakan suatu sistem yang berisikan norma-norma perilaku, sosial dan
moral yang dianut oleh setiap individu di dalam organisasi untuk mengarahkan tindakan
mereka

dalam

mencapai

tujuan

organisasi.

TINGKATAN BUDAYA ORGANISASI


Dalam mempelajari budaya organisasi ada beberapa tingkatan budaya dalam sebuah
organisasi,, dari yang terlihat dalam perilaku (puncak) sampai pada yang tersembunyi. Schein
(dalam Mohyi 1996: 85) mengklasifikasikan budaya organisasi dalam tiga kelas, antara lain :
1.

2.

Artefak
Artefak merupakan aspek-aspek budaya yang terlihat. Artefak lisan, perilaku, dan fisik
dalam manifestasi nyata dari budaya organisasi.
Nilai-nilai yang mendukung
Nilai adalah dasar titik berangka evaluasi yag dipergunakan anggota organisasi untuk

3.

menilai organisasi, perbuatan, situasi dan hal-hal lain yag ada dalam organisasi
Asumsi dasar
Adalah keyakinan yang dimiliki anggota organisasi tentang diri mereka sendiri, tentang
orang lain dan hubungan mereka dengan orang lain serta hakikat organisasi mereka.
Sementara Lundberg (dalam Mohyi, 1999:196)dalam studinya yang melanjutkan

penelitian (pendapat) Schein dan menjadikan tingkatan budaya organisasi sebagai topik
utama mengklasifikasikan budaya organisasi dalam empat kelas, iaitu
1. Artefak
Artefak merupakan aspek-aspek budaya yang terlihat. Artefak lisan, perilaku, dan fisik
dalam manifestasi nyata dari budaya organisasi

3 |PDEP 3101

TUGASAN KUMPULAN / DR. ZURAIDAH

2. Perspektif
Perspektif adalah aturan-aturan dan norma yag dapat diaplikasikan dalam konteks
tertentu, misalnya untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi, cara anggota
organisasi mendefinisikan situasi-siatuasi yang muncul. Biasanya anggota menyadari
perspektif ini.
3. Nilai
Nilai ini lebih abstrak dibanding perspektif, walaupun sering diungkap dalam filsafat
organisasi dalam menjalankan misinya
4. Asumsi
Asumsi ini seringkali tidak disadari lebih dalam dari artefak, perspektif dan nilai
SUMBER BUDAYA ORGANISASI
Tosi, Rizzo, Carroll (1994) mengatakan bahwa budaya organisasi dipengaruhi oleh
empat factor, yaitu: (1) pengaruh umum dari luar yang luas, (2) pengaruh dari nilai-nilai yang
ada di masyarakat (societal values), dan (3) factor-faktor spesifik dari organisasi, (4) nillainilai dari kondisi dominan.
1. Pengaruh eksternal yang luas. (Broad external influences). Mencakup factorfaktor yang tidak dapat dikedalikan oleh organisasi, seperti lingkungan alam (adanya
empat musim atau iklim tropis saja) dan kejadian-kejadian bersejarah yang
membentuk masyarakat (sejarah raja-raja dengan nilai0nilai feudal).
2.

Nilai-nilai budaya dan budaya nasional (soctetal values and national culture).
Keyakinan dan nilai-nilai yang dominan dari masyarakat luas (misalnya kebebasan
individu, kolektivisme, kesopansantunan, kebersihan, dan sebagainya).

3.

Unsure-unsur khas dari organisasi (organization specifis elements). Organisasi


selalu berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam usaha mengatasi baik masalah
eksternal maupun internal organisasi akan mendapatkan penyelesaian-penyelesaian
yang berhasil. Penyelesaian yang merupakan ungakapan dari nilai-nilai dan
keyakinan-keyakinan. Keberhasilan mengatasi masalah tersebut merupakan dasar bagi
tumbuhnya budaya organisasi. Misalnya masalah menghadapi kesulitan usaha, biaya
produksi terlalu tinggi, pemasaran biayanya tinggi juga, maka dicari jalan bagaimana
penghematan di segala bidang dapat dilakukan. Jika ternyata upayanya berhasil, biaya
produksi dapat diturunkan demikian juga biaya pemasaran, maa nilai untuk bekerja
hemat (efisien) menjadi nilai utama dalam perusahaan. Dalam sumber budaya yang

4 |PDEP 3101

TUGASAN KUMPULAN / DR. ZURAIDAH

ketiga di atas, unsure-unsur khas dari organisasi, kita temukan konsep budaya
organisasi dari Schein.

FUNGSI BUDAYA ORGANISASI


Fungsi budaya pada umumnya sukar dibezakan dengan fungsi budaya kelompok atau budaya
organisasi, karena budaya merupakan gejala sosial. Menurut Ndraha (1997 : 21) ada beberapa
fungsi budaya, iaitu :
1.

Sebagai identiti dan citra suatu masyarakat

2.

Sebagai pengikat suatu masyarakat

3.

Sebagai sumber

4.

Sebagai kekuatan penggerak

5.

Sebagai kemampuan untuk membentuk nilai tambah

6.

Sebagai pola perilaku

7.

Sebagai warisan

8.

Sebagai pengganti formalisasi

9.

Sebagai mekanisme adaptasi terhadap perubahan

10.

Sebagai proses yang menjadikan bangsa kongruen dengan negara sehingga terbentuk
nation state

Sedangkan menurut Robbins (1999:294) fungsi budaya di dalam sebuah organisasi adalah :
1.

Budaya mempunyai suatu peran menetapkan tapal batas

2.

Budaya berarti identitas bagi suatu anggota organisasi

3.

Budaya mempermudah timbulnya komitmen

4.

Budaya meningkatkan kemantapan sistem social

Budaya organisasi yang dapat diamati ialah pola-poola perilaku yang merupakan
manifestasi atau ungkapan-ungkapan dari asumsi-asumsi dasar dan nilai-nilai. O'Reilly,
Chatman, dan Caldwell menemukan ciri-ciri oranganisasi sebagai berikut:
1. Inovasi dan pengambilan risiko (innovation and risk taking). Mencari peluang baru,
mengambil risiko, bereksperimen, dan tidak merasa terhambat oleh kebijakan dan
praktek-praktek formal.
5 |PDEP 3101

TUGASAN KUMPULAN / DR. ZURAIDAH

2. Stabilitas dan keamanan (stability and security). Menghargai hal-hal yang dapat diduga
sebelumnya (predictability), keamanan, dan penggunaan dari aturan-aturan yang
mengarahkan perilaku.
3. Penghargaan kepada orang (respect for people). Memperlihatkan toleransi, keadilan dan
penghargaan terhadap orang lain.
4. Orientasi hasil (outcome orientation). Memiliki perhatian dan harapan yang tinggi
terhadap hasil, capaian dan tindakan.
5. Orientasi tim dan kolaborasi (team orientation and collaboration). Bekerja bersama
secaraa terkoordinasi dan berkolaborasi.
6. Keagresifan dan perjuangan (aggressiveness and competition). Mengambil tindakantindakan tegas di pasar-pasar menghadapi para pesaing.
Robbins (1998) menyatakan hasil-hasil penelitian yang mutakhir menetapkan bahwa ada
tujuh ciri-ciri utama yang, secara keseluruhan, mencakup esensi dari budaya organisasi.
Ketujuh ciri-ciri tersebut adalah:
1. Inovasi dan pengembangan risiko. Sejumlah mana karyawan didukung untuk menjadi
inovatif dan berani mengambil risiko.
2.

Perhatian terhadap detail. Sejauh mana karyawan diharapkan menunjukkan kacermatan,


analisa dan perhatiann terhadap detail.

3. Orientasi ke keluaran. Sejauh mana manajemen lebih berfokus pada hasil-hasil dan
keluaran daripada kepada teknik-teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai
keluaran tersebut.
4. Orientasi ke orang. Sejauh mana keputusan-keputusan yang diambil manajemen ikut
memperhitungkan dampak dari keluarannya terhadap para karyawannya.
5. Orientasi team. Sejauh mana kegiatan-kegiatan kerja lebih diorganisasi seputar
kelompok-kelompok (team) daripada seputar perorangan.
6. Keagresifan. Sejauh mana orang-orang lebih agrasif dan kompetitif daripada santai.
6 |PDEP 3101

TUGASAN KUMPULAN / DR. ZURAIDAH

7. Stabilitas. Sejauh mana kegiatan-kegiatan keorganisasian lebih menekankan status quo


dibandingkan dengan pertumbuhan.
Kalau diperhatikan kedua daftar ciri-ciri di atas tidak dapat disimpulkan mana yang
lebih tepat mencerminkan budaya organisasi perusahaannya. Sehein tidak setuju untuk
memakai kuesioner untuk mengetahui budaya organisasi satu perusahaan. Dan yang dapat
dikumpulkan melalui kuesioner tidak mungkin lengpat dan dapat menggambarkan kekhasan
dari budaya organisasinya. Ia menyarankan untuk menggunakan ancangan diagnosis klinis.
Peneliti untuk beberapa lama terjun ke perusahaan dan mengadakan observasi dan
wawancara denga pimpinan dan karyawan dan menggunakan daftar asumsi-asumsi dasar
keyakinan-keyakinan

sebagai

kerangka

penelitiannya.

BUDAYA DAN KREATIVITI


Pembudayaan Inovasi dan Kreativiti dalam Organisasi
Malaysia telah menjadikan tahun 2010 sebagai Tahun Inovasi dan Kreativiti.
Penekanan kepada aspek inovasi dan kreativiti terutama di peringkat nasional amat penting
kerana ia menggalakkan daya saing negara. Tahun Inovasi ini bukan sekadar slogan, namun
pengertian inovasi amat luas dan perlu diterjemahkan dalam seluruh aspek kehidupan yang
membawa kesejahteraan dan kemakmuran kepada rakyat.
Barangkali ada yang tidak sedar kemunculan produk seperti iPhone, Blackberry,
Twitter, Facebook dan YouTube serta kebangkitan Google adalah hasil cetusan idea inovatif
masyarakat Barat yang telah menukar cara penggunaan media dan berkomunikasi hari ini.
Antara negara-negara maju menghasilkan produk inovasi dan kreativiti seperti Jepun, Finland
dan Amerika Syarikat (AS). Oleh itu, kita juga mesti menghasilkan impak yang kreatif dalam
ekonomi global yang berdaya saing. Janganlah kita membiarkan diri ketinggalan di belakang
atau hanya duduk di takuk lama. Justeru, kita perlu berubah. Perubahan di sini bermakna kita
bersedia untuk memperbaiki diri, organisasi dan sanggup bersaing.
Menurut Prof. Dato' Ir. Dr. Zaini Ujang, dalam bukunya 'Budaya Inovasi: Prasyarat
Model Baru Ekonomi,' menyatakan bahawa kreativiti membabitkan pemikiran, idea dan
gagasan baru. Manakala inovasi pula menjurus kepada penambahbaikan dan penyesuaian
kepada pemikiran, idea yang sedia ada sehingga memberi nilai tambah baru yang boleh
diguna pakai dan dimanfaatkan serta boleh dijadikan sebagai produk atau perkhidmatan yang
7 |PDEP 3101

TUGASAN KUMPULAN / DR. ZURAIDAH

boleh dikomersialkan. Oleh itu, bagi membudayakan inovasi dan kreativiti ini, ia tidak boleh
dihadkan kepada sesuatu kelompok masyarakat sahaja, sebaliknya inovasi itu perlu difahamai
dan diamalkan oleh seluruh lapisan masyarakat dalam pelbagai bidang kepakaran masingmasing.
Begitu juga, perkembangan sesebuah organisasi banyak bergantung kepada tiga faktor utama,
iaitu strategi, struktur dan budaya organisasi berkenaan. Strategi dalam konteks inovasi ialah
mencari kaedah terbaik untuk mencapai matlamat organisasi. Melaluinya, usaha
membudayakan inovasi dan kreativiti boleh diterapkan dalam kalangan pekerja organisasi
agar setiap pekerja berkebolehan menjana idea baru untuk kesejahteraan rakyat
keseluruhannya. Mungkin kita boleh katakan kejayaan organisasi seharusnya tidak lagi dinilai
berdasarkan kepada program-program rutin seperti yang dilakukan setiap tahun. Sebaliknya,
ukuran kejayaan kita perlu didasarkan kepada sejauhmana keupayaan kita memperkenalkan
perubahan, idea-idea baru dan program-program baru yang menjurus kepada strategi yang
dijalankan.
Namun demikian, dalam rangka persediaan membudayakan inovasi dan kreativiti ini
struktur organisasi perlu disesuaikan dengan perancangan atau strategi yang telah disusun
atur. Tiada guna jika strategi disusun rapi dan cantik tetapi struktur organisasi tidak mampu
untuk melaksanakannya. Jika struktur organisasi disusun dengan baik menepati bidang tugas
masing-masing maka ia secara tidak langsung dapat menghasilkan banyak idea yang
mendorong melincinkan lagi perjalanan dan matlamat organisasi. Tambahan pula, sekiranya
organisasi juga memberi ruang dan peluang serta kebebasan untuk mereka melontarkan
pandangan terhadap kerjaya dalam organisasinya maka pekerja akan dapat memberi idea
yang bernas dalam ruang yang disediakan.
Bahkan struktur organisasi yang baik perlu ditunjangi oleh seorang pemimpin yang
juga baik dan cekap. Maka di sini peranan pemimpin adalah sangat penting. Setiap pemimpin
mempunyai kuasa dalam menggerakkan dan memajukan organisasi. Kegigihan pemimpin
memajukan organisasi akan menjadi contoh kepada pekerja lalu menukar cara bekerja
organisasi berkaitan supaya lebih tekun dan efektif dalam melaksanakan tugas yang
diamanahkan. Kerjasama antara pemimpin dan pekerja dalam organisasi akan menjadikan
sikap positif mereka terhadap kerja sekaligus dapat membudayakan amalan inovasi dan
kreativiti di tempat kerja.

8 |PDEP 3101

TUGASAN KUMPULAN / DR. ZURAIDAH

Faktor seterusnya ialah pembudayaan inovasi dan kreativiti memerlukan kepada


budaya organisasi yang bertitik tolak dari kefahaman penghayatan ilmu yang segar. Maka
adalah menjadi kewajipan kepada pemimpin mahupun pengurus organisasi untuk
melaksanakan penghayatan ilmu dalam kalangan kakitangannya untuk meningkatkan serta
mengembangkan budaya inovasi tersebut. Ini bermakna setiap warga kerja organisasi mesti
sentiasa berlumba-lumba untuk mendapatkan ilmu pengetahuan sebagai teras dalam
menjayakan inovasi dan kreativiti. Organisasi akan menjadi lebih cekap, hebat dan efisien
jika semua warga kerjanya mempunyai kemahiran sebagai nilai tambah seterusnya menjadi
pemangkin kepada perubahan organisasi.
Sehubungan itu, bagi mencapai matlamat tersebut, salah satunya melalui perlaksanaan
pembangunan dan penyelidikan (R&D). Melalui aktiviti R&D yang berterusan dan
komprehensif dalam pelbagai disiplin ilmu baru, sekaligus dapat mengurangkan
kebergantungan kita kepada negara luar. Di sini adalah penting bagi para pekerja organisasi
berkongsi kepelbagaian ilmu dalam usaha meneroka dan menyelidik bidang baru dalam
konteks inovasi ini.
Selain itu, dalam membudayakan inovasi dan kreativiti ini, ukuran seperti budaya
bekerja berpasukan dan melaksanakan mekanisme syura atau musyawarah adalah dilihat
sebagai aspek penting dalam membantu organisasi cemerlang. Seharusnya medan
bermesyuarat ini dapat mencungkil banyak idea baru dalam kalangan pekerjanya. Bukan itu
sahaja, melalui perbincangan ini juga maka beberapa perkara baru juga dapat diterjemahkan
dan diselesaikan dengan cepat dan mudah dalam organisasi.
Namun, keupayaan berfikir secara kreatif dan inovatif, memperkenalkan dan
melaksanakan idea-idea baru tidak akan membawa sebarang manfaat sekiranya pekerja dalam
organisasi yang berkaitan tidak memiliki nilai-nilai integriti yang tinggi. Konsep Integriti
dalam bahasa yang mudah ialah memiliki keperibadian mulia yakni nilai-nilai yang unggul
pada diri individu dan organisasi. Keperibadian mulia ini termasuklah sifat amanah, rajin,
bertanggungjawab, menepati masa, berdisiplin dan semua sifat-sifat positif dalam diri
seseorang individu. Ini bermakna nilai kreatif dan inovatif juga merupakan ciri-ciri integriti
yang perlu dipupuk dalam oragnisasi seawal mungkin. Ini penting agar pekerja dapat
melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik.

9 |PDEP 3101

TUGASAN KUMPULAN / DR. ZURAIDAH

Kesimpulannya, pembudayaan inovasi dan kreativiti dalam organisasi adalah penentu


utama bagi mewujudkan pembaharuan pentadbiran yang inovatif, kreatif dan cekap untuk
terus bergerak maju kehadapan di samping melonjakkan negara ke peringkat lebih tinggi
supaya dapat bersaing dengan negara maju.
PEMBENTUKAN BUDAYA DAN IKLIM SEKOLAH YANG KONDUSIF
Budaya dan iklim sekolah yang kondusif boleh dibentuk dengan cara;
Menghargai permuafakatan
Semua guru mesti mengambil berat terhadap 'kesihatan' sekolah sebagai organisasi.
Permuafakatan dapat menghindarkan keterasingan guru, sikap pentingkan diri sendiri
sehingga tidak mahu mengakui wujudnya masalah atau tidak mahu melihat masalah orang
lain. Dengan permuafakatan guru-guru bersama-sama menyelesaikan masalah dan membuat
keputusan di samping menghargai saling-bergantungan dan bantu-membantu sesama staf.
Mengamalkan nilai kesejawatanan
Di dalam sesebuah organisasi manusia tidak bekerja seorang diri, apa pun tugas dan
peranannya seseorang itu tetap perlukan orang lain membantunya atau terlibat sama.
Kesejawatanan atau "collegiality" bermaksud satu budaya kerja yang ada kaitannya dengan
perpaduan, kerjasama, bantu-membantu, hormat-menghormati, nasihat-menasihati atau tegurmenegur di antara ahli-ahli kumpulan atas dasar profesionalisme. Jadi pemimpin yang
berkesan mestilah berkeupayaan mewujudkan suasana kesejawatanan ini di kalanngan gurugurunya, mengekalkan suasana harmoni dan perpaduan sepanjang masa di samping
mengelakkan dan mencegah unsur-unsur kronisme, nepotisme, favouritisme, rodongisme,
pilih-kasih, berat sebelah, adu-domba, fitnah-memfitnah, hasad dengki, dan iri hati; di dalam
interaksinya

dengan

staf

dan

kakitangan

lain

di

sekolah

Guru-guru berkeyakinan tinggi


Guru-gurunya penuh yakin dalam tugasnya setiap hari, mereka lebih bersedia menerima
cabaran-cabaran, mengambil risiko, dan melahirkan idea-idea kreatif serta rumusan-rumusan.
Ekoran daripada keyakinan ini akan wujud optimisme dan iltizam.Tempat kerja menjadi lebih
menyeronokkan

sementara

guru-guru

mendapat

penyempurnaan

dan

kepuasan

profesionalisme daripada kerja-kerja mereka menerusi kawalan kepada penyelesaian masalah

10 |PDEP 3101

TUGASAN KUMPULAN / DR. ZURAIDAH

dan membuat keputusan, sokongan dari rakan sejawat dan bertambahnya peluang-peluang
belajar dengan berkongsi pengetahuan dan pengalaman serta kepakaran.
Komitmen yang tinggi
Komitmen adalah satu sikap diri yang ditunjukkan dalam segala tingkah-laku dan cara
berfikir seseorang dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya. Komitmen yang tinggi
terhadap kelangsungan organisasi dan kebajikan murid umpamanya dapat dilihat daripada
perilaku guru-gurunya yang datang awal, mengajar dengan semangat, tidak curi tulang,
tumpuan kepada kerja dan mutu kerja, menepati masa dan paling utama meletakkan
kepentingan organisasi mengatasi kepentingan peribadi. Orang-orang yang berkomitmen
yang tinggi juga sentiasa dapat mematuhi dan menepati norma-norma organisasi atau
masyarakat sama ada norma-norma yang tersurat atau pun yang tersirat.
CIRI-CIRI BILIK DARJAH YANG KONDUSIF

Hubungan yang saling hormat-menghormati di antara guru dengan murid-muridnya.


Kesukarelaan murid-murid menerima aspirasi dan peraturan bilik darjah yang diaturkan

oleh pihak pentadbiran sekolah.


Perasaan kekitaan yang timbul di antara murid-murid dan guru-guru sebagai sebuah

keluarga yang mesra dan bahagia.


Kewujudan satu keadaan yang setiap murid melibatkan diri dalam kegiatan keilmuan

dalam setiap kesempatan, termasuk usaha menggunakan bahasa dengan betul dan sesuai.
Iklim bilik darjah yang baik adalah iklim bilik darjah yang terbuka dan akan
menggalakkan pelajar bebas berinteraksi di antara murid dengan murid, murid dengan
guru, serta bebas melibatkan diri dalam pelbagai aktiviti bilik darjah. Guru pula gembira

bekerja dalam keadaan mesra dan sempurna.


Iklim bilik darjah yang dikatakan kondusif adalah sebuah bilik darjah yang dikelolakan
dengan baik, yang elok dipandang dan yang teratur susunannya. Keadaan ini akan
memberi kesan cita rasa, semangat, kesejahteraan, dan bahagia kepada murid-murid yang

menggunakannya untuk menjalankan aktiviti pembelajaran mereka.


Di dalam bilik darjah, berbagai-bagai jenis interaksi boleh diwujudkan oleh guru untuk
menambahkan keberkesanan pengajaran dan pembelajaran. Jenis interaksi ini yang
diwujudkan biasanya berkait rapat dengan objektif pelajaran, pendekatan dan strategi
pengajaran yang digunakan.

KREATIVITI DAN PENDIDIKAN

11 |PDEP 3101

TUGASAN KUMPULAN / DR. ZURAIDAH

Di Malaysia, Kementerian Pelajaran telah melakukan pelbagai inovasi dalam bidang


kurikulum supaya pendidikan dapat berubah selari dengan perubahan yang berlaku dalam
masyarakat sama ada dalam atau luar negara. Di antara inovasi dalam bidang kurikulum yang
telah dijalankan ialah penggubalan Kurikulum Baru Sekolah Rendah (KBSR) dalam tahun
1982 yang telah diperkenalkan sebagai suatu projek perintis di 305 buah sekolah. Menjelang
tahun 1988 semua bilik darjah di sekolah rendah di seluruh negara telah mengikuti kurikulum
baru ini (Abdullah Sani Yahaya 2003). Pada tahun 1993 iaitu setelah hampir sepuluh tahun
pelaksanaannya Kurikulum Baru Sekolah Rendah telah dikaji semula dan dipertingkatkan
kualitinya serta diubah namanya kepada Kurikulum Bersepadu Sekolah Rendah (KBSR).
KBSR kemudiannya telah diikuti dengan penggubalan Kurikulum Baru Sekolah Menengah
(KBSM) yang digubal berdasarkan Falsafah Pendidikan Negara (1988) dan turut juga
memberikan penekanan ke arah pemupukan potensi individu secara menyeluruh. Salah satu
objektif KBSR ialah untuk mengembangkan dan meningkatkan daya pemikiran kreatif
pelajar ( Pusat Perkembangan Kurikulum, 2003).
Oleh itu banyak pembaharuan telah diperkenalkan yang menjadikannya lebih mesra
kreativiti berbanding dengan Kurikulum Lama Sekolah Rendah (KLSR). Salah satu aspek
pembaharuan yang diberikan perhatian yang serius dalam KBSR yang membantu ke arah
meningkatkan daya pemikiran kreatif pelajar ialah aspek pembaharuan dalam gaya
pengajaran guru. Sebagai contohnya, dalam KBSR gaya pengajaran guru yang berpusatkan
murid adalah ditekankan Jurnal Pengajian Umum Bil. 9 61 berbanding KLSR yang lebih
berpusatkan guru (Ikhsan & Norila 2005). Ini adalah kerana murid-murid seharusnya
diberikan banyak ruang dan peluang untuk mengalami proses pertumbuhan dan
perkembangan dengan cara yang sihat (Ikhsan & Norila 2005).
Untuk memupuk kreativiti dalam bilik darjah interaksi guru dengan pelajar mestilah
dua hala. Guru tidak seharusnya mendominasi dan mengawal aktiviti pembelajaran tetapi
pelajar juga harus memainkan peranan yang aktif di samping memberikan maklum balas.
INOVASI DAN KREATIVITI DALAM PENDIDIKAN
Menurut Ronger E. Miller (1971) inovasi merupakan idea, amalan atau objek yang di
anggap baru oleh seseorang. Spencer (1994) menjelaskan inovasi ialah sesuatu yang di
anggap baru dan lebih baik daripada yang lama oleh seseorang individu.
Glosari Teknologi Pendidikan (1995) pula merujuk inovasi sebagai idea, konsep atau
strategi baru yang boleh mempertingkatkan sesuatu amalan.
12 |PDEP 3101

TUGASAN KUMPULAN / DR. ZURAIDAH

Sufean Hussin (2001) dalam kertas kerjanya pada Seminar Dasar dan Pengurusan
Pendidikan menyatakan inovasi bermaksud pembaharuan, modifikasi, atau membaiki idea,
benda, ilmu dan ciptaan seni budaya tamadun dengan tujuan memenuhi fungsi-fungsi tertentu
atau memenuhi cita rasa tertentu atau memenuhi pasaran tertentu.
Zaltman et. al (1973) menyatakan inovasi ialah idea, latihan atau bahan artifak yang
kelihatan baru pada unit yang menggunakannya.
Oldham dan Cuming (1996) pula menyatakan inovasi ialah kejayaan aplikasi pertama
pada sesuatu produk atau proses. Damapour (1991) menyatakan inovasi sebagai mengenerasi
perkembangan dan penggunaan idea baru pada organisasi.
Daripada pengertian di atas dapatlah disimpulkan bahawa secara mudah inovasi boleh
diterangkan sebagai: Merupakan penghasilan baru
Berbentuk maujud dan mujarad
Berdasarkan proses penyusunan semula
Dengan menggunakan unsur yang sedia ada
Terjelma sebagai unik, memudahkan dan bernilai
Inovasi dibuat oleh manusia kreatif untuk membina trend baru atau trendsetter untuk
menjadi peneraju (pioneer) dan lantas meraih peluang maksimum dalam ekosistem yang
banyak persaingan. Secara am, inovasi terdapat dalam dua peringkat iaitu:1. Peringkat individu
2. Peringkat organisasi
Peringkat Individu
Di peringkat ini, inovasi dibuat oleh individu kreatif dengan cara menimba ilmu, meneliti
persekitaran dan seterusnya membina idea baru untuk menghasilkan sesuatu teknologi baru
atau membaiki kualiti sesuatu benda atau untuk menyelesaikan sesuatu masalah. Istilah
penting di sini ialah modifikasi.
Peringkat Organisasi

13 |PDEP 3101

TUGASAN KUMPULAN / DR. ZURAIDAH

Di peringkat organisasi, inovasi ialah ciri penting bagi sesebuah organisasi yang dinamik
dan terbuka. Di sini organisasi sentiasa hidup serta berinteraksi secara aktif dan prospektif
dengan persekitaran. Prospektif ialah sifat mencari peluang baru untuk menguasai keadaan
atau untuk meraih keuntungan maksimum.

Organisasi inovatif ialah organisasi yang berwawasan dan bijak merencana rancangan
strategik iaitu dengan cara:

Meneliti ciri-ciri kekuatannya dan menggunakannya untuk mempertahanka

kedudukannya dalam sesuatu ekosistem


Meneliti kelemahan-kelemahan dan merangka strategi mengatasi setiap kelemahan

dengan cekap dan pantas


Meneliti ekosistem dan mengenal pasti peluang-peluang yang ada untuk diperoleh secara

sistematik
Melancarkan strategi, dasar dan prosedur untuk menentang bahaya dan ancaman dari luar
dan dalam organisasi (Bryson dan Kaufman, 1988)

Kelly Dan Littman (2000) dalam bukunya The Art of Innovation menggariskan elemenelemen asas inovasi bagi apa jua organisasi, khususnya syarikat-syarikat iaitu:

Inovasi bermula dengan kepekaan terhadap semua benda dan perkara dalam persekitaran,
khususnya tentang perkara yang digemari oleh manusia dan perkara yang menyusahkan

dan dibenci oleh manusia


Inovasi dibuat bagi meningkatkan keselesaan dan kualiti apa jua perkara dan benda yang

digemari oleh manusia dan sebaliknya mengurangkan masalah pada pengguna dan klien.
Inovasi yang jitu berlaku melalui sesi muafakat dan perbincangan tentang maklumat dan
fakta yang diperoleh daripada pengguna, klien, masyarakat dan persekitaran. Sesi

muafakat berlaku secara berterusan.


Inovasi memerlukan lapan jenis manusia iaitu, jemaah tadbir berwawasan (visionaries),
penentu masalah (troublesshooter), pengkritik (iconoclast), detektif, seni ketukangan

(craftman), teknokrat, pemaju (enterpreneur) dan pereka bentuk fleksibel.


Inovasi memerlukan keupayaan mengatasi rintangan (barrier jumping) dan keberanian
untuk mencuba idea yang unik dan ganjil.

14 |PDEP 3101

TUGASAN KUMPULAN / DR. ZURAIDAH

Inovasi mesti diiringi dengan keinginan melakukan inovasi, suasana yang mendorong
inovasi dan penyertaan disebabkan keseronokan melakukan perkara baru dan mencipta

nama baru.
Inovasi
memerlukan

jangkaan

tentang

keadaan

masa

hadapan

KREATIVITI DALAM PEMBELAJARAN


Apa itu kreativiti? Berbagai-bagai makna dan pengertian telah diberikan terhadap erti
kreativiti. Menurut Majaro (1992) kreativiti sebagai proses pemikiran yang mendorong dalam
mengeneralisasikan idea baru.
Oldham dan Cumming (1196) menyatakakan kreativiti ialah original, berkaitan, produk yang
bermanfaat atau prosedur menghasilkan idea baru.
Nystrom (1979) menyatakan kreativiti sebagai penemuan baru di mana ia menuju ke arah
yang lebih realiti.
Mumford dan Gustafson (1998) menyebut kreativiti ialah penghasilan produk-produk dan
dihargai oleh masyarakat.
Irving Taylor (1959) pula membuat analisis ke atas seratus definisi kreativiti dan
mengklasifikasikannya kepada lima peringkat iaitu:1. Peringkat ekspresif
2. Peringkat produktif
3. Peringkat inventif
4. Peringkat inovatif
5. Peringkat emergentif
Secara am, semua pakar bersetuju novelti adalah komponen yang wajib dalam
kreativiti. Boleh diringkaskan secara umum bahawa kreativiti ialah kombinasi di antara idea
baru dan idea lama. Idea baru diperlukan dan idea lama dikaji dan dinilai semula. Ia juga
merupakan proses melihat semula, memilih, menukar ganti, gabungan antara maklumat idea
baru dan kemahiran.
15 |PDEP 3101

TUGASAN KUMPULAN / DR. ZURAIDAH

Dalam organisasi sekolah, kreativiti dilihat sebagai satu kuasa atau force yang penting
bagi mencorakkan perkembangan kreativiti dalam pengurusan sekolah (Abdul Rahim Abdul
Rashid. 2002). Pengurusan organisasi sekolah perlu kreatif bagi menjadikan sekolah
organisasi pembelajaran yang dinamis untuk mengembangkan pengetahuan baru, budaya
saintifik, penyebaran teknologi maklumat dan pembangunan potensi manusia. Cabaran
sekolah dan pendidikan dalam era perubahan k-ekonomi revolusi pengetahuan dan informasi
maklumat memerlukan sekolah mengadaptasikan pelbagai perubahan yang berlaku (Harman,
1998). Wawasan dan misi sekolah perlu bersifat kreatif bagi menjadikan sekolah organisasi
pembelajaran yang berkesan dan progresif (Wall, 1999). Pengurusan perubahan memerlukan
organisasi sekolah memantapkan lagi wawasan organisasi yang mampu membawa dan
menjadikan sekolah pusat kecemerlangan ilmu pengetahuan, penyebaran idea baru dan
menyuburkan pemikiran kreatif untuk perubahan sosial, teknologi dan membentuk
masyarakat berpengetahuan (Fransman, 1999).
Caserani dan Greatwood (1995) menggariskan beberapa langkah dan strategi penting
bagi mencetuskan kreativiti dalam organisasi sekolah dengan mengambil kira perkara-perkara
berikut:1. Mewujudkan persekitaran untuk perkembangan kreativiti
2. Menggalakkan perkembangan idea dan pendapat
3. Pengaliran dan kebebasan maklumat untuk mendorong kreativiti
4. Membina suasana dan iklim organisasi tempat kerja yang menggalakkan kreativiti
5. Membentuk struktur kreatif penyelesaian masalah
6. Perkembangan pemikiran kepada tindakan
Terdapat pelbagai jenis kreativiti yang boleh dikembangkan dalam organisasi
pembelajaran sekolah. Taylor (1975) menyarankan beberapa jenis kreativiti berikut yang
menunjukkan perbezaan dari segi proses iaitu:

Kreativiti Ekspresif - ekspresi yang berlaku secara bebas di mana originaliti dan kualiti

tidak dipentingkan (contoh, cap jari kanak-kanak)


Kreativiti Teknikal kecekapan bagi menghasilkan sesuatu produk (contoh, membuat

biola)
Kreativiti Inventif - reka cipta baru yang dihasilkan seperti penemuan telefon bimbit dan
penulisan novel

16 |PDEP 3101

TUGASAN KUMPULAN / DR. ZURAIDAH

Kreativiti Inovatif - kefahahaman dan modifikasi andaian asas dan prinsip-prinsip dengan

pendekatan alternative
Kreativiti emergentif - kreativiti yang kompleks dan bentuk yang jarang berlaku yang
boleh merintis perubahan keseluruhan prinsip atau andaian paling asas dan di peringkat
abstrak.
Dalam organisasi sekolah terdapat beberapa jenis kreativiti yang mendasari

perkembangan pendidikan di sekolah, yang meliputi:

Kreativiti kurikulum ini banyak berlaku dalam isi kandungan pelajaran, tema dan
aspek-aspek pembelajaran, reka bentuk dan gubahan bahan pembelajaran, strategi dan

pelaksanaan kurikulum.
Kreativiti pengajaran menyentuh kaedah-kaedah, pendekatan, cara, pengurusan dan
organisasi pembelajaran, perancangan dan pelaksanaan pengajaran di bilik darjah dan di

sekolah
Kreativiti profesional mengenai perkembangan guru dari segi personaliti, cara dan
budaya profesional yang dikembangkan, kecekapan dan kepakaran, amalan baru,
pemikiran baru, adaptasi terhadap inovasi pendidikan yang berlaku dan dilaksanakan

dalam profesion ini.


Kreativiti pemikiran - mencorakkan perkembangan minda, pandangan yang progresif,
fikiran terbuka, pembacaan dan pengetahuan yang kreatif, pencetusan idea baru yang

mendorong kemajuan diri dan kemajuan pendidikan amnya.


Kreativiti persekitaran belajar iaitu kreativiti yang mencorakkan suasana dan keadaan
tempat belajar seperti bilik darjah dan sekolah. Iklim sekolah dan bilik darjah yang
dinamik dan progresif boleh terbentuk jika ada pendekatan kreatif berlaku dalam

organisasi pembelajaran.
Kreativiti pengurusan cara sekolah dikendalikan dan beroperasi, inovasi dalam sistem
pengurusan, hubungan, sokongan, kemajuan pembelajaran, penyelesaian masalah dalam

hubungan dan perkhidmatan yang ditawarkan.


Kreativiti teknologi bagaimana teknologi digunakan untuk pencetusan inovasi dalam
pengajaran, pembelajaran dan pengurusan sekolah. Inovasi terknologi maklumat dan
sumbangannya kepada kreativiti dan inovasi sekolah.
Sekolah perlu membangunkan sistem pendidikannya yang kreatif bagi melahirkan

individu dan masyarakat yang kreatif. Pelbagai inovasi yang boleh mendorong kepada
perubahan dan kemajuan kreatif perlu diperkenalkan dalam sistem pengurusan pembelajaran
sekolah. Unsur-unsur kreatif yang dikembangkan di sekolah boleh menjadikan sekolah lebih
17 |PDEP 3101

TUGASAN KUMPULAN / DR. ZURAIDAH

berinovasi dan berdaya maju bagi membina kesejahteraan dan menggilap potensi manusia.
Wawasan falsafah pendidikan sekolah perlu bersandarkan kepada idea pemikiran progresif
yang mementingkan kreativiti dan inovasi untuk dikembangkan dalam sistem pembelajaran
sekolah.
KESIMPULAN
Inovasi dan kreativiti merupakan penyumbang ke arah perubahan organisasi,
perkembangan dan pembangunan negara. Bagi menghasilkan sebuah organisasi pembelajaran
yang kreatif dan inovatif faktor-faktor yang perlu diberi perhatian ialah pengurusan
organisasi, kepimpinan, budaya, teknologi, pemikiran, strategi pembelajaran, penyelesaian
masalah dan juga komunikasi terbuka.
Kreativiti dan inovasi yang dibentuk atau dibina perlulah bersesuaian dengan
keperluan dan kehendak masyarakat, individu dan juga negara. Ianya juga hendaklah bebas
daripada sebarang kebimbangan dan ketakutan yang merupakan pra syarat untuk
mengembangkan potensi pelajar yang seharusnya mempunyai daya kreativiti dan inovasi
yang aktif dan berdaya maju. Individu yang bersifat kreatif dan inovatif perlu diganjari
dengan sepatutnya supaya bakat yang ada tidak dipersiakan begitu sahaja.
Jadi jelas menunjukkan ciri-ciri kreatif dan inovatif bukan sahaja wujud pada
seseorang individu sahaja tetapi ia berkait rapat dengan penyumbang atau faktor-faktor lain
seperti kepimpinan, pemikiran dan budaya sesuatu organisasi itu untuk menentukan kejayaan,
pembangunan dan perkembangan sesebuah organisasi khasnya organisasi pendidikan.

18 |PDEP 3101

TUGASAN KUMPULAN / DR. ZURAIDAH

RUJUKAN:
Abd. Ghafar Md. Din(2003), Prinsip dan Amalan Pengajaran,Selangor, Utusan
Publication& Distrib.
1.
2.

Atan Long Ph.D (1980),Pedagogi Kaedah Am Mengajar, Kuala Lumpur: Fajar Bakti.

Ahmad Mohd Salleh (1997), Pendidikan Islam: Falsafah, Pedagogi dan


Metodologi.Shah Alam: Fajar Bakti Sdn. Bhd.
3.

Ee Ah Meng (2000), Pendidikan diMalaysia, Falsafah Pendidikan, Guru dan


Sekolah(edisi kedua), Kuala Lumpur: Fajar Bakti.
4.
5.

http://dukeamienerev.blogspot.com

Leonard M.S Yong, Karen L (1996), Guru Yang Kreatif, Isu- Isu Teorikal & Aplikasi
Praktikal, Kuala Lumpur: Arena Buku Sdn Bhd.
6.

Sharifah Alwiyah Alsagof (1983), Ilmu Pendidikan: Pedagogi.Kuala Lumpur:


Helnemann Asia.
7.

http://impreschoolteacha.blogspot.com/2009/01/mewujudkan-iklim-bilik-darjahyang.html
8.
9.

http://openpdf.com/ebook/budaya-sekolah-pdf.html

10.

http://www.pdfqueen.com/pdf/pe/pengertian-iklim-dan-budaya-sekolah/

11.

http://pkukmweb.ukm.my/~penerbit/jurnal_pdf/jpend31_01.pdf

12.

http://rapid4me.com/?q=ciri+bilik+darjah+kondusif

13.

http://sariphusein41.blogspot.my/2013/05/definisi-budayaorganisasi.html

19 |PDEP 3101