Anda di halaman 1dari 4

http://dgc-construction.blogspot.co.id/2014/02/PerbedaanSloof-dengan-Tie-Beam.

html

Perbeaan Sloof dan Tie Beam

11.28

Arie Kurniawan

3 comments

Terkadang kita bingung, Apa sih bedanya Sloof dengan Tie Beam ???,dalam dunia Kontruksi
kita pasti akan menemukan istilah upper structure (Struktur bagian atas) dan Sub Structure
(Struktur bagian bawah). dimana kontruksi Sloof dan Tie Beam termasuk kedalam pekerjaan Sub
Structur. disini saya akan sedikit menjelaskan mengenai Kontruksi Sloof dan Tie Beam berikut
dengan Fungsinya.

A .Sloof
Sloof adalah sebuah struktur balok (beton bertulang) yang terletak persis diatas pondasi batu kali
yang diletakan secara horizontal sepanjang pasangan pondasi itu sendiri.
Sloof biasanya terbuat dari konstruksi beton bertulang. Namun berdasarkan konstruksinya ada
beberapa macam sloof, antara lain :
1. Konstruksi Sloof dari Kayu. Pada konstruksi rumah panggung dengan pondasi tiang kayu
(misalnya di atas pondasi setempat), sloof dapat dibentuk sebagai balok pengapit. Jika
sloof dari kayu terletak di atas pondasi lajur dari batu atau beton, maka dipilih balok
tunggal.
2. Konstruksi Sloof dari Batu Bata. Rolag dibuat dari susunan batu bata yang dipasang
secara melintang dan yang diikat dengan adukan pasangan ((1 bagian portland semen : 4
bagian pasir). Konstruksi rolag tidak memenuhi syarat untuk membagi beban.

3. Konstruksi Sloof dari Beton Bertulang. Konstruksi sloof ini dapat digunakan di atas
pondasi batu kali apabila pondasi tersebut dimaksudkan untuk bangunan tidak bertingkat
dengan perlengkapan kolom praktis pada jarak dinding kurang lebih 3 m. Ukuran lebar /
tinggi sloof beton bertulang adalah >15 / 20 cm. Konstruksi sloof dari beton bertulang
juga dapat dimanfaatkan sebagai balok pengikat pada pondasi tiang
Balok Sloof ini sangat penting dan mempunyai banyak sekali manfaat . Fungsi utama sloof
adalah untuk meratakan gaya/tekanan akibat beban dari atas suatu bangunan ke pondasi
dibawahnya. Dengan adanya sloof ini diharapkan tidak terjadi penurunan pondasi pada suatu
tempat ,sehingga keretakan dinding bangunan diatas pondasi dapat dihindari. Sloof juga
berfungsi sebagai pengikat antar pondasi sehingga tiap tiap pondasi bisa saling membantu ketika
terjadi penurunan bangunan. Disamping untuk meratakan beban ,sloof sering kali ditempatkan
tepat pada level tanah dan dinding bata diatas lantai bangunan. pada posisi ini sloof berguna
untuk mencegah merembesnya air melalui pori pori bata (gaya kapileritas) yang dapat
mengakibatkan dinding menjadi lembab.
Untuk rumah satu lantai biasa dipakai sloof berukuran 12/15 atau 10/15 ,sedang untuk
bangunan bertingkat ukuran sloof menggunakan ukuran 1/12 L (jarak antar pondasi, sedangkan
penulangannya harus dihitung sesuai dengan gaya yang bekerja pada sloof itu sendiri.

B. Tie Beam
Tie Beam adalah bentuk lain dari sloof. Pada pondasi Setempat dari plat beton bertulang (foot
plate) ,antara foot plate yang satu dengan yang lain akan dihubungkan dengan balok beton
bertulang , yang fungsinya untuk menjadikan pondasi pondasi /kolom tersebut menjadi satu
kesatuan atau rangkaian sehingga meningkatkan ke kakuan gedung. balok balok beton bertulang
ini biasa di sebut Tie Beam.
http://www.jasasipil.com/2015/11/perbedaan-antara-sloof-dan-tie-beam.html

Perbedaan antara sloof dan tie beam


Perbedaan antara sloof dan tie beam- Pada kesempatan ini saya akan berbagi informasi dan
pengetahuan mengenai perbedaan antara sloof dan tie beam dalam bangunan. Sering kali orang
menganggap bahwa sloof dan tie beam adalah sama. Padahal dari segi fungsi dan kegunaan sloof
dan tie beam mempunyai perbedaan. Namun keduanya sama-sama bagian dari struktur
bangunan. Perbedaan antara sloof dan tie beam ini lebih banyak ke fungsi dan dimensi.
Bangunan gedung memiliki elemen struktur yang umum yaitu pondasi, tie beam, kolom, balok,
dan pelat. Pada bangunan gedung bertingkat tentu kekuatan struktur lebih diperhitungkan
daripada rumah tinggal. Sebagai civil engineer, kita pun diwajibkan untuk mengerti masalah
perhitungan kekuatan struktur. Perbedaan antara sloof dan tie beam sering dibahas saat kuliah
namun kebanyakan tidak memperhatikan karena dianggap tidak penting.

Sloof
Sloof merupakan elemen struktur yang terbuat dari beton bertulang seperti balok yang berada
diatas pondasi batu kali. Sloof ini tidak menumpu pada tanah langsung. Jika anda sering melihat
pembangunan rumah tinggal yang menggunakan pondasi batu kali, pasti ada balok memanjang
berukuran 15x20 cm di atas pondasi tersebut. Sloof tersebut digunakan untuk menumpu
pasangan dinding pada rumah. Berikut perbedaan antara sloof dan tie beam.
1. Sloof biasanya hanya berukuran kecil sekitar 15x20 cm.
2. Pembesian sloof hanya standar biasanya menggunakan tulangan P12 berjumlah 4
tulangan utama dan menggunakan P6-200 untuk begelnya.
3. Sloof tidak menumpu langsung ke tanah. Biasanya terletak di atas pondasi batu kali atau
di atas plat beton.
4. Dari segi struktural, Sloof berfungsi sebagai pengaku pasangan dinding dengan cara
meratakan dan menyalurkan beban pasangan dinding ke pondasi batu kali.
5. Sloof hanya digunakan pada bangunan kecil yang tidak menggunakan pondasi menerus.
Dengan kata lain, sloof hanya untuk membuat kaku pada dinding saja. Bukan untuk
pengaku seluruh bangunan.

Tie Beam
Tie beam adalah elemen struktur yang terdapat pada bangunan gedung atau bangunan yang
menggunakan pondasi dalam atau pondasi dangkal setempat. Tie beam ini terletak di atas tanah
dan di atas pondasi dangkal setempat seperti pondasi footplat ataupun pondasi dalam. Tie beam
ini sama dengan balok hanya saja letaknya di struktur bawah. Berikut perbedaan antara sloof dan
tie beam.
1. Tie beam biasanya berukuran lebih besar dibanding dengan sloof. Ukuran tie beam sangat
tergantung dari bentang antar pondasi/kolom dan besarnya beban bangunan.
2. Pembesian tie beam sangat variatif tergantung dari desain konsultan struktur. Perhitungan
struktur hanya dilakukan oleh konsultan struktur dan kemungkinan antara proyek satu
dengan yang lain akan berbeda dari segi ukuran maupun penggunaan besi beton.
3. Tie beam menumpu langsung ke tanah sehingga penulangan pada tie beam pun berbeda
dengan penulangan balok
4. Dari segi struktural, tie beam berfungsi sebagai pengaku antara pondasi satu dengan yang
lainnya sehingga tingkat kekakuan dari struktur bawah meningkat.
5. Tie beam biasa digunakan pada bangunan besar yang mempunyai struktur bawah. Fungsi
tie beam ini sama dengan perkuatan pondasi dan mengaku seluruh bangunan gedung.