Anda di halaman 1dari 16

6/5/2015

Patofisiologi
Diabetes:
DM Tipe 1 (DMT1)
DM Tipe 2 (DMT2)

Tujuan Pembelajaran
Dapat menerangkan patofisiologi DMT1 dan
DMT2
Dapat membedakan klinis DMT1 dan DMT2
Dapat menerangkan peran faktor genetik, faktor
imunologik dan faktor lingkungan pd DMT1 dan
DMT2

6/5/2015

DIABETES MELITUS = PANCURAN GULA/MADU

KENCING MANIS

Klasifikasi DM
DMT1

Kerusakan sel , umumnya akan menjadi


defisiensi insulin,absolut, autoimun, idiopatik

DMT2

Bervariasi, mulai dari resistensi insulin yg


disertai defisiensi relatif sampai defek
sekresi insulin dengan resistensi insulin

DM Tipe
Lain
DM
Gestational

Defek genetik fungsi sel , Defek genetik


kerja insulin, Endokrinopati, Infeksi, Obat2an
Zat kimia, Peny kelenjar eksokrin Pankreas
Intoleransi Glukosa dengan onset atau
pertama diketahui saat kehamilan

Rudianto et al. Indonesian Society of Endocrinologys Summary Article of DM National Clinical Practice Guidelines. JAFES. May 2011 26(1)

6/5/2015

Membedakan DMT1 dan DMT2


Tipe 1

Tipe 2

Kerusakan sel , defiisiensi


insulin absolut

Resistensi insulin dg
defisiensi insulin sampai
dengan Defek sekresi insulin
dg resistensi insulin

Usia

Kapan saja

>30 tahun

Berat Badan

Umumnya kurus

Gemuk

Onset dari
tanda/gejala

Cepat

Bertahap

Gejala

Hiperglikemi, ketosis

Sedikit gejala klasik

Pengobatan

Terapi Insulin

Mungkin membutuhkan
Insulin

Patofisiologi

ADA. Medical Management of Type 1 Diabetes. 6th Edition. 2012

Patofisiologi

6/5/2015

PANKREAS NORMAL

INSULIN
PANKREAS DIABETES

GULA

INSULIN

INSULIN

SEL

Organ-organ yg berperan pada


keseimbangan gula darah
Menyerap makanan
Menghasilkan hormon incretin untuk merangsang
pelepasan insulin
Menghasilkan insulin untuk meningkatkan penyerapan
glukosa
Menghasilkan glukagon, yang berperan pada produksi
glukosa saat puasa.
Menyimpan glukosa dalam bentuk glikogen
memerlukan insulin
Menghasilkan glukosa dari glikogen memerlukan
glukagon
Tempat utama metabolisme glukosa (70 80%)
memerlukan insulin
Tempat penyimpanan jika terjadi kelebihan kalori
memerlukan insulin

6/5/2015

Organ organ yg terlibat dalam


keseimbangan gula darah
Penyerapan
Hormon Incretin
Glukoneogenesis
Glikogenesis

Glukosa
Darah

Hormon Insulin
Hormon Glukagon
Penggunaan Glukosa
Penyimpanan energi (lipogenesis)
Pelepasan energi (lipolisis)

Organ-organ yg terlibat pada


keseimbangan gula darah

Incretin
Alfa-glucosidase
Glikogenesis

Glukosa
Darah
Glukoneogenesis

Lipolisis

Adipocytes

Lipogenesis

Ambilan
Glukosa

Otot

Sel :
insulin

Sel :
glukagon
Pankreas

6/5/2015

Morfologi sel di pankreas:


Kerusakan sel pada DMT1
Normal

DMT1

Sel
(insulin)

Sel
(glukagon)

Proses autoimun/
tidak diketahui
penyebabnya
Jumlah sel sangat
sedikit / berkurang

Adapted from Rhodes CJ. Science. 2005;307:380-4.

Onset Klinis DMT1


Berbulan2 tahun2 keruskan sel autoimun
Progresifitas penyakit metabolik yg bertahap

Terdeteksi abnormalitas sekresi insulin

Onset Gejala Klinik

Sirkulasi
antibodi
kedalam
komponen
sel
pankreas

Gejala klinis mendadak, hiperglikemia, dan sering terjadi


ketoasidosis

ADA. Medical Management of Type 1 Diabetes. 6 th Edition. 2012

6/5/2015

Onset Klinis DMT1

Insufisiensi
sekresi insulin
dlm homeostasis
glukosa

Glukosuria

Osmosis diuretik,
Poliuria, polidipsi,
dan Penurunan
BB

Hiperglikemia
post-prandial

Ketoasidosis
Hiperglikemia
Puasa

ADA. Medical Management of Type 1 Diabetes. 6 th Edition. 2012

DMT2 adalah penyakit kronik progresif yg


ditandai dengan defisiensi insulin dan
resistensi insulin
Overweight, kurang aktivitas
(keturunan/didapat)

Faktor keturunan/didapat

Resistensi Insulin

Defisiensi Insulin
FFA

Ambilan
Glukosa

Glucolipotoxicity

Produksi
Glukosa
di hati

Hiperglikemia
Yki-Jrvinen H.
In: Textbook of Diabetes 1, third edition.
Oxford, UK: Blackwell; 2003: p22.122.19.

DMT2

6/5/2015

Insulin resistance and -cell dysfunction


are core defects of type 2 diabetes
Genetic susceptibility,
obesity, Western lifestyle

Insulin
resistance

IR

-cell
dysfunction

Type 2 diabetes
Rhodes CJ & White MF. Eur J Clin Invest 2002; 32 (Suppl. 3):313.

Morfologi Pulau Pankreas :


Defek Struktural pada DMT2

Normal

DMT2
Plak
Amiloid
Sel
(insulin)

Sel
(glukagon)

Tidak teratur dan bentuk


berubah
Penurunan jumlah sel
Plak Amiloid

Ramlo-Halsted B, et al. Prim Care 1999;26:771-89.

6/5/2015

Defisiensi Insulin umumnya sudah terjadi


saat Diagnosis DMT2 ditegakkan
DIAGNOSIS
Glukose
(mmol/l)

20

Glukosa
Postprandial

15

Glukosa
Puasa

10
5

Fungsi sel
Relatif (%)

0
250
200

Resistensi Insulin

150

Tingkat
Insulin
Kegagalan sel

100
50
0

PERUBAHAN MAKROVASCULAR
Gambaran
Klinis

Tahun

PERUBAHAN MIKROVASCULAR

10

10

15

20

25

30

Adapted from Rhodes CJ. Science. 2005;307:380-4.

Komplikasi Diabetes
hipoglikemi
Komplikasi akut

hiperglikemi

Keto-asidosis diabetik
Koma hiperglikemi
hiperosmoler non-ketotik

mikroangiopathy

Komplikasi kronis
makroangiopathy

6/5/2015

Microangiopathy

Macroangiopathy

Diabetic
Retinopathy

Stroke

Diabetic
Nephropathy

Cardiovascular
Disease

2- to 4-fold increase in
cardiovascular
mortality and stroke5

Leading cause
of blindness
in adults1,2

Leading cause of
end-stage
renal disease3,4

8/10 individuals with


diabetes die from CV
events6

Diabetic
Neuropathy

Peripheral
Arterial
Disease

1UK

Prospective Diabetes Study Group. Diabetes Res 1990; 13:111. 2Fong DS, et al. Diabetes Care 2003; 26 (Suppl. 1):S99S102. 3The Hypertension in Diabetes
Study Group. J Hypertens 1993; 11:309317. 4Molitch ME, et al. Diabetes Care 2003; 26 (Suppl. 1):S94S98. 5Kannel WB, et al. Am Heart J 1990; 120:672676.
RP & Yudkin JS. Cardiovascular disease in diabetes mellitus. In Textbook of Diabetes 2nd Edition, 1997. Blackwell Sciences. 7Kings Fund. Counting the cost.
The real impact of non-insulin dependent diabetes. London: British Diabetic Association, 1996. 8Mayfield JA, et al. Diabetes Care 2003; 26 (Suppl. 1):S78S79.

6Gray

Gejala Klinis
DMT1

DMT2

Poliuria

Salah satu dari gejala DMT1

Rasa Haus

Sering terjadi infeksi

Rasa Lapar yg ekstrim

Pandangan kabur

Penurunan Berat badan yg tidak


lazim

Luka/ Memar lama sembuh

Kelemahan dan iritabilitas

Kesemutan dan Baal di kaki / tangan

Infeksi berulang di kulit, gusi dan


kandung kemih

http://www.diabetes.org/diabetes-basics/symptoms/?loc=DropDownDB-symptoms

10

6/5/2015

Kadar Gula Darah pd berbagai tipe DM


dan Toleransi Glukosa Terganggu (TGT)
Tahap
Tipe

Normoglikemia
Regulasi
glukosa normal

Hiperglikermia
GPT atau TGT
(Pre-diabetes)

DM
Tidak
perlu
Insulin

Insulin
untuk
kontrol

Insulin
untuk
survival

DMT1
DMT2
Tipe Lain
DM Gestasional

Faktor genetik DMT1


Dipengaruhi genetik dan bersifat immunemediated , terdapat masa asimptomatik yg
cukup lama.
Diawali oleh sesuatu yg tidak diketahui
(cth. virus, lingkungan, dll)

Predisposisi familial, namun cara transmisinya


belum diketahui.
ADA. Medical Management of Type 1 Diabetes. 6 th Edition. 2012

11

6/5/2015

Immunologi DMT1
Dengan mendeteksi autoantibodi tersirkulasi
dapat diketahui kelainan saat preklinik
Autoantibodi merupakan petanda kerusakan sel
>90% dari pasien yg baru terdiagnosis memiliki
satu atau lebih autoantibodi
Terdapatnya 2 autoantibodi merupakan faktor
prediksi kuat untuk terjadinya DMT1 dalam 5
tahun

ADA. Medical Management of Type 1 Diabetes. 6th Edition. 2012

Genetik DMT2
Pada sebagian besar kasus terdapat
pengaruh lingkungan (contoh gaya hidup,
makanan) thd kelompok genetik yg memiliki
kecenderungan tertentu (susceptible).
Riw keluarga adalah faktor risiko penting
Faktor genetik cenderung memiliki peran utk terjadinya
resistensi insulin dan risiko kegagalan sel
Faktor genetik dan lingkungan tertentu dapat mengarah ke
faktor risiko IMT yg besar dan lemak abdominal

ADA. Medical Management of Type 2 Diabetes. 7 th Edition. 2012

12

6/5/2015

25

26

13

6/5/2015

Simpulan
Skrining faktor risiko dapat membantu
identifikasi dini terjadinya Diabetes Mellitus
DMT1 dan DMT2 dapat dibedakan dari segi
usia, onset, BB, dan progresifitas tanda dan
gejala penyakit
DMT1 dan DMT2 memiliki dasar patofisiologi yg
berbeda dan memerlukan strategi pengobatan
yg berbeda pula

28

14

6/5/2015

29

30

15

6/5/2015

31

Primary sites of action of OAD agents


Stomach

a-glucosidase inhibitors

Sulfonylureas and
meglitinides

Gut
Glucose (G)
Insulin

Pancreas
DPP4 inhibitor

Biguanides

Adipose tissue
Liver
Muscle

Thiazolidinediones
Insulin resistance

Adapted from Kobayashi M. Diabetes Obes Metab 1999; 1 (Suppl. 1):S32S40.


Nattrass M & Bailey CJ. Baillieres Best Pract Res Clin Endocrinol Metab 1999; 13:309329.

16