Anda di halaman 1dari 10

Jurnal Penelitian Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Hasan

ANALISA PENGELOLAAN RISIKO PROYEK-PROYEK PENGAIRAN


M. Asad Nur Abdurrahman1, Panguriseng1, Erwin B.2

Abstract: Pada pelaksanaan proyek-proyek pengairan mempunyai risiko cukup besar yang dapat menyebabkan
keterlambatan bahkan kegagalan. Untuk itu risiko-risiko yang mungkin timbul perlu dianalisa agar proyek dapat
berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Proses menganalisa kemungkinan risiko dapat menggunakan sebuah
pendekatan yang disebut Manajemen Risiko. Tugas akhir ini bertujuan untuk melakukan identifikasi risiko
pelaksanaan proyek-proyek pengairan, analisis terhadap risiko yang signifikan, dan menentukan jenis respon terhadap
risiko yang signifikan.
Proses penelitian dilakukan dengan cara melakukan survey. Rangkaian analisis dimulai dengan identifikasi risiko
melalui studi literatur, setelah itu dilakukan analisis risiko yang dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada
respoden responden yang telah dipilih sebelumnya. Analisis risiko dilakukan dengan cara memperkirakan
kemungkinan risiko yang terbesar yang akan terjadi dan dampak yang dihasilkan terhadap biaya dan juga waktu.
Langkah terakhir menetapkan respon risiko pada proyek-proyek pengairan dengan teknik wawancara kepada pihak
yang berkompeten.
Berdasarkan hasil analisa diketahui bahwa variabel risiko yang signifikan terhadap waktu menurut owner terdapat 3
macam variabel risiko yaitu pembebasan lahan, desain, serta alat dan material. Menurut kontraktor terdapat 2 macam
variabel risiko yaitu pembebasan lahan, serta alat dan material. Sedangkan variabel risiko yang signifikan terhadap
biaya, owner dan kontraktor mempunyai pandangan yang sama dimana terdapat 2 macam, yaitu pembebasan lahan,
serta alat dan material.
Key word: manajemen resiko, proyek pengairan, respon resiko

PENDAHULUAN
Risiko merupakan hal yang tidak dapat
dipisahkan dalam semua kegiatan proyek
konstruksi dan sudah merupakan bagian dari
seluruh kegiatan. Rangkaian tersebut berurutan
seperti : tahap studi kelayakan, tahap
perencanaan/perancangan, tahap pengadaan,
tahap pelaksanaan, dan tahap penggunaan.
Setiap tahapan memiliki rentang waktu yang
berbeda dan saling berkaitan. Estimasi waktu
dan biaya perlu dilakukan bertujuan untuk
memperkirakan/meramalkan besarnya biaya
yang terjadi dan lamanya waktu yang
diperlukan untuk melaksanakan suatu kegiatan
dimasa datang.
Pada industri konstruksi, proyek infrastruktur
merupakan pekerjaan yang membutuhkan
waktu yang relatif panjang dan biaya yang
cukup besar. Untuk dapat merealisasikan agar
proyek tersebut tepat biaya, mutu, waktu dan
keselamatan kerja, maka kontraktor harus
melakukan perencanaan sebaik mungkin
dengan menerapkan manajemen konstruksi.
Dalam mengembangkan suatu proyek, para
kontraktor sebaiknya membuat asumsi-asumsi
dasar mengenai kemungkinan-kemungkinan
yang akan terjadi, dan ini merupakan awal dari

ketidakpastian yang identik dengan risiko atas


keberhasilan proyek.
Ketidakpastian dapat menyebabkan risiko.
Risiko terjadi dalam bentuk kejadian yang
tidak diharapkan dan tidak dapat diprediksi
jadi hanya boleh diambil bilamana potensi
manfaat dan kemungkinan keberhasilannya
lebih besar dari pada biaya yang diperlukan
untuk menutupi kegagalan yang mungkin
terjadi. Walaupun demikian para pelaksana
proyek harus berusaha agar ketidakpastian itu
dapat diperkecil dan diantisipasi dengan
menyediakan beberapa tindakan alternatif
untuk menghadapi ketidakpastian itu. Dengab
kata lain, risiko harus dikelola dengan sebaik
mungkin, agar efektifitas perusahaan tidak
terganggu.
Pada pelaksanaan proyek-proyek pengairan
biasanya mempunyai risiko cukup besar yang
dapat menyebabkan keterlambatan bahkan
kegagalan. Untuk itu risiko-risiko yang
mungkin timbul perlu dianalisa agar proyek
dapat
berjalan
sesuai
dengan
yang
direncanakan.
Proses
menganalisa
kemungkinan
(prediksi)
risiko
dapat
menggunakan sebuah pendakatan yang disebut
Manajemen Risiko yaitu suatu pendekatan

1 Dosen , Universitas Hasanuddin, Makassar 90245, 1


INDONESIA
2 Mahasiswa , Universitas Hasanuddin, Makassar 90245, INDONESI

yang
logis
dan
sistematis
untuk
mengidentifikasi, menganalisa dan menangani
risiko yang terjadi dengan tujuan untuk
menetapkan pengaruhnya dan mengenbangkan
respon manajemen yang tepat. Untuk
memperoleh pendekatan yang sesuai dalam
upaya
meminimalisasi
akibat
yang
ditimbulkan oleh risiko tersebut, maka perlu
diketahui tingkat risiko yang dikandung pleh
proyek tersebut dengan menerapkan proses
pengukuran.
METODOLOGI
Metode penelitian yang diterapkan untuk tugas
akhir ini berbentuk penelitian survei.
Penelitian survei pada umumnya dilakukan
untuk mengambil suatu generalisasi dari
pengamatan yang tidak mendalam. Penelitian
yang dilakukan berupa survei dengan cara
menjaring
pendapat
atau
persepsi,
pengalaman, dan sikap responden mengenai
faktor faktor risiko yang mempengaruhi
dalam pelaksanaan proyek dan bentuk-bentuk
penanganan
yang
dilakukan
untuk
mengantisipasi risiko yang terjadi.
Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini
menggunakan metode angket atau kuesioner.
Dimana kuesioner ini merupakan teknik
pengumpulan data yang dilakukan dengan cara
memberi
seperangkat
pertanyaan
atau
pernyataan tertulis kepada responden untuk
menjawabnya.
Ini
merupakan
teknik
pengumpulan data yang efisien bila peneliti
tahu dengan pasti variabel yang diukur dan
tahu apa yang bisa diharapkan dari responden.
Kuesioner ini dapat berupa pertanyaan tertutup
atau terbuka dan diberikan kepada responden
secara langsung atau tidak langsung.
Populasi dalam penelitian ini adalah pihakplhak yang pernah atau sedang terlibat dalam
Proyek-proyek Pengairan yang terdiri owner
dan kontraktor berjumlah 20 orang.
Analisa Probabilitas dan Dampak
Dilakukan analisis untuk mengetahui tingkat
atau besarnya risiko dan dampak terhadap

kelangsungan proyek yaitu biaya, waktu serta


respon resiko yang dilakukan. Langkah awal
adalah melakukan analisis menggunakan
Severity Index digunakan untuk menentukan
nilai
probabilitas
dan
dampak.
lalu
mengkategorikannya
berdasarkan
besar
probabilitas dampaknya. Severity index
dihitung berdasarkan hasil jawaban dari
responden.
Severity
index
dapat
menggabungkan persepsi dari responden
penelitian.
Faizal
dan
Arif
(2009)
menambahkan bahwa Severity Index lebih baik
digunakan dibandingkan dengan menggunakan
Nilai Mean dan Metode Variance. Hal ini
disebabkan karena hasil yang dikeluarkan oleh
Severity Index lebih akurat dan konsisten
terhadap jawaban dari responden. Hasil yang
dikeluarkan oleh severity index berupa
persentase. Semakin tinggi persentase suatu
variabel maka semakin berpengaruh variabel
tersebut. Untuk menghitung severity index
dapat dilihat pada Rumus :
Severity Indeks dihitung menggunakan rumus
sebagai berikut (Al-Hammad et al., 1996):
4

SI

ai.xi
i 0

4 xi

(100%)

i 0

Dimana :
ai = Konstanta penilai
xi = Frekuensi responden
I = 0,1,2,3,4,..n
x0, x1, x2, x3, x4, = respon frekuensi responden
a0=0, a1=1, a2=2, a3=3, a4=4
x0 = frekuensi responden sangat rendah/kecil
dari survey, maka a0=0
x1= frekuensi responden sangat rendah/kecil dari
survey, maka a1=1
x2 = frekuensi responden rendah/kecil dari
survey, maka a2=2
x3 = frekuensi responden tinggi/besar dari
survey, maka a3=3
x4 = frekuensi responden sangat tinggi/besar dari
survey, maka a4=4

Klasifikasi dari skala penilaian pada frekuensi


dan dampak adalah sebagai berikut:
Sangat Rendah / Kecil (SR/SK) 0,00SI 12,5
Rendah / Kecil (R/K) 12,5 SI 37,5
Cukup / Sedang (C) 37,5 SI 62,5
Tinggi / Besar (T/B) 62,5 SI 87,5
2

Analisa Risiko
Setelah diketahui risiko-risiko mana saja yang
telah terjadi pada proyek proyek pengairan,
lalu dilanjutkan dengan analisis risiko yang
menggunakan matriks probabilitas dan
dampak.
Menurut
Williams
(1993),
Probability Impact Matrix adalah sebuah
pendekatan yang dikembangkan menggunakan
dua kriteria yang penting untuk mengukur
risiko, yaitu :
1.
Kemungkinan
(Probability),
adalah
kemungkinan
(Probability) dari suatu kejadian yang tidak
diinginkan.
2.
Dampak
(Impact), adalah tingkat pengaruh atau
ukuran dampak (Impact) pada aktivitas lain,
jika peristiwa yang tidak diinginkan terjadi.
Tingkat risiko merupakan perkalian dari skor
probabilitas dan skor dampak yang didapat

dari responden (Well-Stam, et.al., 2004). Nilai


risiko merupakan perkalian dari skor
probabilitas dan skor dampak, skor risiko
didapat dari responden (Hillson, 2002). Untuk
mengukur risiko dapat menggunakan rumus :
R PI

Dimana :
R = Tingkat risiko
P = Kemungkinan (Probability) risiko yang
terjadi
I= Dampak (Impact) risiko yang terjadi

Probabilitas

Sangat Tinggi / Besar (ST/SB) 87,5 SI 100


Sebelum melakukan analisa risiko, katagori
risiko yang didapat sebelumnya dikonversikan
dalam bentuk angka seperti pada penjelasan
berikut :
Probabilitas
Sangat Jarang (SJ) = 1
Jarang (J) = 2
Sedang (N) = 3
Sering (S) = 4
Sangat Sering (SS) = 5
Dampak ( Terhadap Waktu )
Sangat Kecil (SK) = 1
Kecil (K) = 2
Cukup (C) = 3
Besar (B) = 4
Sangat Besar (SB) = 5
Dampak ( Terhadap Biaya )
Sangat Kecil (SK) = 1
Kecil (K) = 2
Cukup (C) = 3
Besar (B) = 4
Sangat Besar (SB) = 5
Setelah didapat kategori dari frekuensi dan
dampak maka dilakukan analisis nilai risiko.
Nilai risiko didapatkan dengan melakukan
mengeplotkan
nilai
kedalam
Matriks
Probabilitas dan Dampak.

SS

10

15

20

25

12

16

20

12

15

10

SJ

SR

ST

Dampak

Keterangan :
Risiko Tinggi
Risiko Sedang
Risiko Rendah
Gambar 1 Matriks Probabilitas dan Dampak

Dimana untuk mengukur probabiliti dan


dampak kejadian item-item risiko digunakan
skala yaitu:
Sangat Rendah / Kecil (SR/SK)
Rendah / Kecil (R/K)
Cukup Tinggi / Besar (CT/CB)
Tinggi / Besar (T/B)
Sangat Tinggi / Besar (ST/SB)
Proses pengerjaan matriks probabilitas dan
dampak adalah dengan cara memplotkan nilai
risiko yang telah di dapat ke dalam matriks.
Setelah itu di dapat nilai yang dijadikan acuan
untuk mengetahui risiko-risiko mana saja yang
kemungkinan
terjadinya
besar
dan
menimbulkan dampak yang signifikan.
Respon Risiko
Untuk mengetahui bagaimana respon yang
ditentukan pada suatu risiko dilakukan
wawancara atau interview terhadap beberapa
responden yang telah dipilih sebelumnya,
3

mengenai respon risiko terhadap risiko-risiko


yang telah didapat dari analisis risiko
sebelumnya. Variabel risiko yang direspon
hanya pada risiko pada kategori tinggi, yang
merupakan
risiko
yang
kemungkinan
terjadinya paling tinggi dan berdampak paling
besar. Cara-cara penanganan risiko terdiri dari
4 cara, yaitu :
1. Menghindari Risiko (Risk Avoidance)
2. Memindahkan Risiko (Risk Transfer)
3. Mengurangi Risiko (Risk Reduction)
4. Menanggung Sendiri Risiko (Risk
Retention)
Metode analisanya adalah dengan cara analisis
statistika deskriptif. Mendeskripsikan terlebih
dahulu persepsi masing-masing responden,
lalu setelah mengambil kesimpulan dan
persepsi masing-masing responden didapat
penanganan yang sesuai dengan risiko
tersebut.

responden Staf, 2 responden Site


Engineer, 2 responden Direktur, 1
responden Pelaksana Utama, 1
responden Quality Control,
3
responden Manajer Proyek
PPK

pelaksana Lapangam
Staf
5%15%
20%
5%
5%
site engineer
Direktur
10%
10%
pelaksana utama
10% 20% Quality control
Manajer Proyek
Gambar 2 Jabatan responden

Pengalaman Kerja Responden


Dari data survey pendahuluan
ini juga didapat data mengenai
pengalaman kerja reponden. Dari data
tersebut didapat 4 responen 0-10 tahun,
11 responden 11-20 tahun, 3 responden
21-30 tahun, 2 responden 31-40 tahun.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Responden yang disurvey sebanyak 20 orang
baik dari kontraktor maupun owner yang
pernah atau sedang mengerjakan proyekproyek pengiran di Makassar. Dipilihnya kota
tersebut dengan alasan lokasinya terjangkau
untuk memperoleh responden.
Jumlah kuesioner yang disebar adalah 25
buah. jumlah kuesioner yang kembali adalah
20 buah. Perbandingan kuesioner yang disebar
adalah sebagai berikut:

Pengalaman Kerja Responden


0-10 tahun
10%
20%
15%

Tabel 1 Distribusi Penyebaran Kuesioner


Jumlah
Jumlah Kuesioner
Kuesioner
yang Disebar
Kembali
Owner

10

Kontraktor

15

14

Jabatan Responden
Dari data survey pendahuluan
di dapat beberapa informasi tentang
profil responden, salah satunya adalah
jabatan para responden. Dari data
tersebut di dapat 4 responden PPK, 1
responden Pelaksana Teknik, 2
responden Pelaksana Lapangan, 4

Jabatan responden
Pelaksana Teknik

55%

11-20 tahun
21-30 tahun
31-40 tahun

Gambar 3 Pengalaman kerja responden

Identifikasi Variabel Resiko


Variabel resiko yang relevan
terdapat pada proyek-proyek pengairan
dapat dilihat pada table beikut:
Tabel 2 Variabel Risiko
N
o

Variabel Risiko

Sumber

Force Majeure

Djojosoedarsono
2003

Keamanan Lapangan

Andi et al. 2003

Pembebasan Lahan

Wang and Dulaimi


2002

Inflasi dan Tingkat


Bunga

Dewanta 2011

Disain

PMI 2004

6
7

Metode Pelaksanaan
Konstruksi
Perlindungan
Lingkungan Sekitar

Wang and Dulaimi


2002

Alat dan Material

Sudarto 2007

Cost Overrun

Andi et al. 2003

10

Quality Control

Persetujuan dan
Perizinan
Sumber : Sumber Olahan, 2012

S.M. Mousavi et al
2011
Smith and Bohn
1999

Dari data survey pendahuluan yang telah


dilakukan didapat data mengenai variabel
risiko yang relevan pada proyek-proyek
pengairan. Pengolahan data yang telah
diperoleh tersebut menggunakan skala
Guttman dimana data yang akan diperoleh
berupa variabel risiko yang relevan maupun
yang tidak relevan yang terjadi pada proyek.
Berikut merupakan contoh analisa variabel
resiko dimana survey dilakukan terhadap 20
orang responden. Misalnya : 1 orang
menjawab Relevan , 19 orang menjawab tidak
relevan. Berdasarkan skor yang telah
ditetapkan dapat dihitung sebagai berikut :
Jumlah skor 1 orang yang menjawab Relevan
(R) = 1 x 2 = 2 . Jumlah skor untuk 19 orang
yang menjawab tidak relevan (TR) = 19 x 1
=19, sehingga jumlah total = 21, sedangkan
skor ideal untuk seluruh item = 20 x 2 = 40
(apabila semua responden menjawab Relevan)
dan jika semua menjawab tidak relevan
skornya adalah 20. Sedangkan skor yang
diperoleh dari penelitian = 21.
TR

R
20

21

Tabel 3 Identifikasi Variabel Risiko


No

Variabel
Risiko

Relevan

Tidak
Relevan

Tota
l

Force Majeure

14

20

19

20

20

20

PMI 2004

11

jika satu responden saja yang menyatakan


risiko tersebut relevan, maka risiko tersebut
dinyatakan relevan atau variabel risiko
tersebut mungkin dapat terjadi pada proyek.

40

Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 20


responden maka skor 21 terletak pada daerah
Relevan. Dari analisa diatas diketahui bahwa

2
3

Keamanan
Lapangan
Pembebasan
Lahan

Ket
Releva
n
Releva
n
Releva
n

Inflasi dan
Tingkat Bunga

12

20

Releva
n

Desain

20

20

Releva
n

20

20

Releva
n

15

20

Releva
n

20

20

Releva
n

Metode
Pelaksanaan
Konstruksi
Perlindungan
Lingkungan
Sekitar
Alat dan
Material

Cost Overrun

16

20

10

Quality
Control

20

20

6
7

Persetujuan
18
2
dan Perizinan
Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2012

11

20

Releva
n
Releva
n
Releva
n

Penilaian Probabilitas
Keterangan skala untuk penilaian probabilitas
adalah sebagai berikut :
Sangat Sering (SS) = 80%-100 %
Sering (S) = 60% 80%
Sedang/Cukup (C) = 40% 60%
Jarang (T) = 20% 40%
Sangat Jarang (ST) = 0%-20%
Kriteria penetapan skala probability ini
ditetapkan sendiri oleh peneliti agar sedikit
banyak dapat mengurangi perbedaan persepsi
responden dalam mengisi kesioner, sehinnga
akan berpengaruh terhadap kualitas data yang
diperoleh. Contoh perhitungan menggunakan
metode severity index adalah sebagai berikut :
Dari data yang didapat dari kuesioner utama
didapat
penilaian
responden
terhadap
probabilitas terjadinya variabel risiko force
5

majeure yaitu 6 responden menyatakan bahwa


probabilitas terjadinya kebakaran sangat
jarang, 8 responden menyatakan bahwa
probabilitas terjadinya force majeure jarang, 2
responden menyatakan bahwa probabilitas
terjadinya force majeure sedang, 3 responden
menyatakan bahwa probabilitas terjadinya
force majeure sering, 1 responden menyatakan
bahwa probabilitas terjadinya force majeure
sangat sering maka nilai severity indexnya (SI)
adalah:

Persetujuan dan Perizinan

Rendah

Rendah

Sumber Hasil Pengolahan Data 2012

Penilaian Dampak Risiko Terhadap Aspek


Waktu

Kriteria penetapan skala impact terhadap


waktu ini dilakukan sendiri oleh pihak peneliti.
kriteria tersebut didasarkan pada penilaian
responden terhadap seringnya tingkat kejadian
yang nantinya akan mempengaruhi kelancaran
4
jalannya proyek, dimana kelancaran proyek
ai xi

tersebut akan terganggu apabila terjadi lebih


SI i 0 1
(100%)
dari 5 kali kejadian. Berikut ini adalah
keterangan skala impact terhadap waktu (kali
4 xi
i 0
kejadian)
Sangat Rendah (SR) = < 3 kali kejadian
0 6 1 8 2 2 3 3 4 1

Rendah ( R ) = 3-5 kali kejadian


SI
(100%)
Sedang ( N ) = 5-8 kali kejadian
4 20
Tinggi ( T ) = 8-10 kali kejadian
27
Sangat Tinggi ( ST ) = >10 kali kejadian
SI (100%)
Contoh perhitungan dampak risiko terhadap
80
aspek waktu menggunakan metode severity
SI 31, 25%
index adalah sebagai berikut : misal variabel
risiko force majeure terdapat 4 responden yang
Klasifikasi dari skala penilaian pada frekuensi
menjawab sangat rendah, 8 responden lainnya
dan dampak adalah sebagai berikut:
menjawab risiko tersebut rendah, 1 responden
Sangat Rendah / Kecil (SR/SK) 0,00 SI12,5
lainnya menjawab risiko tersebut sedang, 3
Rendah / Kecil (R/K) 12,5 SI 37,5
responden lainnya menjawab risiko tersebut
Cukup / Sedang (C) 37,5 SI 62,5
tinggi, 4 responden lainnya menjawab risiko
Tinggi / Besar (T/B) 62,5 SI 87,5
tersebut sangat tinggi, maka nilai severity
Sangat Tinggi / Besar (ST/SB) 87,5 SI 100
indexnya adalah :
Diperoleh nilai severity index bernilai 31,25%,
4
ai xi
maka kategori probabilitas dari variabel risiko

0
force majeure adalah Rendah.
SI
(100%)
1
4 xi
Tabel 4 Penilaian Probabilitas
Variabel Risiko
Owner

No

i 0

Kontraktor

0 4 1 8 2 1 3 3 4 4 (100%)

Force Majeure

Rendah

Rendah

Keamanan Lapangan

Rendah

Sedang

Pembebasan Lahan

Tinggi

Tinggi

Inflasi dan Tingkat Bunga

Rendah

Rendah SI

Desain

Sedang

Tinggi

Metode Pelaksanaan Konstruksi

Sedang

Sedang SI 43, 75%

Perlindungan Lingkungan Sekitar

Rendah

Sedang

Alat dan Material

Sedang

Tinggi dan

Cost Overrun

Rendah

10

Quality Control

Rendah

SI

4 20

35
(100%)
80

Klasifikasi dari skala penilaian pada frekuensi


dampak adalah sebagai berikut:
Sedang Sangat Rendah / Kecil (SR/SK) 0,00 S 12,5
Sedang Rendah / Kecil (R/K) 12,5 SI 37,5
6

Cukup / Sedang (C) 37,5 SI 62,5


Tinggi / Besar (T/B) 62,5 SI 87,5
Sangat Tinggi / Besar (ST/SB) 87,5 SI 100
Dari hasil perhitungan tersebut diperoleh nilai
severity index (SI) = 43,75% maka risiko ini
termasuk dalam kategori Sedang

majeure terdapat 0 responden yang menjawab


risiko tersebut sangat rendah, 5 responden
menjawab risiko tersebut rendah, 8 responden
menjawab risiko tersebut sedang, 3 responden
menjawab risiko tersebut tinggi dan 4
responden menjawab bahwa risiko tersebut
sangat tinggi, maka nilai severity indexnya
diperoleh sebagai berikut :

Tabel 5 Dampak Risiko Terhadap Aspek Waktu


Variabel Risiko
Owner
Kontraktor

No

Force Majeure

Rendah

Keamanan Lapangan

Rendah

Sedang SI

Pembebasan Lahan

Tinggi

Tinggi

Inflasi dan Tingkat Bunga

Rendah

Desain

Tinggi

Rendah
Sedang

Metode Pelaksanaan Konstruksi

Sedang

Sedang

Perlindungan Lingkungan Sekitar

Rendah

Sedang

Alat dan Material

Tinggi

Cost Overrun

10

Quality Control

Sedang
Rendah

Tinggi SI
Sedang

11

Persetujuan dan Perizinan

Rendah

Sumber Hasil Pengolahan Data 2012

Sedang

a x
i

i 0

4 xi

(100%)

i 0

SI

0 0 1 5 2 8 3 3 4 4 (100%)
4 20

43
(100%)
64

Sedang SI 63, 75%


RendahKlasifikasi dari

Penilaian Dampak Risiko terhadap Aspek


Biaya
Kriteria penetapan skala impact terhadap biaya
ini dilakukan sendiri oleh pihak peneliti
dimana kriteria tersebut didasarkan pada
alokasi dana untuk penangan risiko apabila
terjadi dari biaya yang ada. Dengan panduan
seperti ini maka diharapkan dapat mengurangi
perbedaan persepsi responden dalam mengisi
kuesioner dan untuk memudahkan dalam
pengolahan data maka dilakukan proses
pemberian skala pada jawaban responden.
Berikut ini adalah keterangan mengenai skala
impact terhadap biaya:
Sangat Rendah (SR) = 0%-5% dari biaya yang
ada
Rendah (R) = 5% 10% dari biaya yang ada
Sedang/Cukup (C) = 10% - 15% dari biaya
yang ada
Tinggi (T) = 15% - 20%dari biaya yang ada
Sangat Tinggi (ST) = > 20% dari biaya yang
ada
Dimana contoh perhitungan dampak risiko
menggunakan metode severity index adalah
sebagai berikut : misal variabel risiko force

skala penilaian pada frekuensi


dan dampak adalah sebagai berikut:
Sangat Rendah / Kecil (SR/SK) 0,00 S 12,5
Rendah / Kecil (R/K) 12,5 SI 37,5
Cukup / Sedang (C) 37,5 SI 62,5
Tinggi / Besar (T/B) 62,5 SI 87,5
Sangat Tinggi / Besar (ST/SB) 87,5 SI 100
Dari hasil perhitungan tersebut diperoleh nilai
severity index (SI) = 65,63% maka risiko ini
termasuk dalam kategori Tinggi
Tabel 6 Dampak Risiko Terhadap Aspek Biaya
Variabel Risiko
Owner

Kontraktor

Force Majeure

Tinggi

Tinggi

Keamanan Lapangan

Rendah

Sedang

Pembebasan Lahan

Sedang

Tinggi
Sedang

Inflasi dan Tingkat Bunga


Desain

Rendah
Sedang

Metode Pelaksanaan Konstruksi

Sedang

Sedang
Sedang

Perlindungan Lingkungan Sekitar

Rendah

Sedang

Alat dan Material

Tinggi

Tinggi
Sedang

Cost Overrun
Quality Control

Rendah
Sedang

Persetujuan dan Perizinan

Sedang

Sedang
Rendah

Sumber Hasil Pengolahan Data 2012

Analisa Risiko Terhadap Aspek Waktu


Analisa Probability x Impact terhadap waktu,
perhitungan ini dilakukan dengan cara
mengeplotkan penilaian probabilitas dengan
penilaian dampak risiko terhadap aspek waktu
yang telah dilakukan perubahan kategori
sebelumnya.
Berikut adalah contoh pengeplotan nilai
probabilitas dan dampak ke dalam matriks,
misal didapat nilai probabilitas dari variabel
risiko force majeure adalah 2 sedangkan
dampaknya terhadap aspek waktu adalah 3.

8
9
1
0
1
1

Lingkungan
Sekitar
Alat dan
Material
Cost
Overrun
Quality
Control
Persetujuan
dan
Perizinan

Sumber Hasil Pengolahan Data 2012

Risiko Terhadap Aspek Biaya


Analisa probability x impact terhadap biaya
dilakukan dengan cara mengeplotkan hasil
penilaian probabilitas dengan penilaian
dampak risiko terhadap aspek biaya yang telah
dilakukan sebelumnya. Berikut adalah contoh
cara pengeplotan probabilitas dan dampak
kedalam matriks, misal didapat probabilitas
variabel risiko force majeure adalah 2
sedangkan impact dari variabel force majeure
tersebut adalah 4

Gambar 4 pengeplotan nilai probabilitas dan dampak


ke dalam matriks

Setelah dilakukan pengeplotan terhadap matrik


probabilitas dan dampak variabel risiko force
majeure terletak pada kategori Sedang.
Tabel 7 Probabilitas x Dampak Terhadap Aspek Waktu
Probabili
Nilai
Dampak
tas
Risiko
N
Variabel
O
O
O
Ko
Ko
Ko
o
Risiko
w
w
w
ntra
ntra
ntra
ne
ne
ne
ktor
ktor
ktor
r
r
r
Force
2
2
2
3
R
S
1
Majeure
Keamanan
2
3
2
3
R
S
2
Lapangan
Pembebasan
4
4
4
4
T
T
3
Lahan
Inflasi dan
2
2
2
2
R
R
4 Tingkat
Bunga
3
4
4
3
T
S
5 Desain
6
7

Metode
Pelaksanaan
Konstruksi
Perlindunga
n

Gambar 5 pengeplotan nilai probabilitas dan dampak


ke dalam matriks

Setelah dilakukan pengeplotan terhadap matrik


Probabilitas dan Impact variabel risiko force
majeure terdapat pada kategori Sedang.
Tabel 8 Probabilitas x Dampak Terhadap Biaya
Probabili
Nilai
Dampak
tas
Risiko
N
Variabel
O
O
O Kon
Kon
Kon
o
Risiko
w
w
w
trak
trak
trak
ne
ne
ne
tor
tor
tor
r
r
r

Force
Majeure
Keamanan
Lapangan

3
4
5
6
7
8

Pembebasan
Lahan
Inflasi dan
Tingkat
Bunga

Desain

Metode
Pelaksanaan
Konstruksi
Perlindungan
Lingkungan
Sekitar
Alat dan
Material

1. Didapatkan variabel-variabel risiko yang


relevan terhadap proyek-proyek pengairan
terdiri dari 11 variabel
2. Variabel-variabel risiko yang
terhadap aspek waktu adalah
Menurut Owner

Cost Overrun

1
0
1
1

Quality
Control
Persetujuan
dan Perizinan

Menurut
Kontraktor
Pembebasan
Pembebasan
Lahan
Lahan
Desain
Alat dan
Alat dan Material
Material

Sedangkan Variabel-variabel risiko yang


signifikan terhadap biaya adalah

Sumber Hasil Pengolahan Data 2012

Menurut Owner

Risiko yang Signifikan Terhadap Waktu

Terdapat dua macam risiko yang signifikan


terhadap waktu yaitu dapat dilihat pada tabel
di bawah ini

Tabel 9 Risiko yang Signifikan Terhadap Waktu


Variabel Risiko
Owner
Pembebasan Lahan
Desain
Alat dan Material
Kontraktor
Pembebasan Lahan
Alat dan Material
Sumber Hasil Pengolahan Data 2012

Risiko yang Signifikan Terhadap Biaya


Terdapat empat macam risiko yang signifikan
terhadap waktu yaitu dapat dilihat pada tabel
di bawah ini
Tabel 9 Risiko yang Signifikan Terhadap Biaya
Variabel Risiko
Owner
Pembebasan Lahan
Alat dan Material
Kontraktor
Pembebasan Lahan
Alat dan Material
Sumber Hasil Pengolahan Data 2012

KESIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan

signifikan

Pembebasan
Lahan
Alat dan
Material

Menurut
Kontraktor
Pembebasan
Lahan
Alat dan
Material

Saran
1. Manajemen risiko hendaknya perlu
diperhatikan
dalam
sebuah
proyek
konstruksi, sehingga risiko-risiko potensial
yang mungkin terjadi dalam proyek dapat
diprediksi secara tepat dan mampu
melakukan
rencana
strategis
penanggulangan risiko sebelum terjadi
2. Dalam penelitian ini sebaiknya dilakukan
hipotesis kepada responden yang lebih
banyak dan lebih menguasai atau memiliki
pengalaman dalam menangani risiko-risiko
yang terjadi pada proyek proyek
pengairan sehingga hasil penelitian ini bisa
digunakan
sebagai
acuan
dalam
melaksanakan proyek dengan menggunakan
manajemen risiko pada proyek yang akan
dikerjakan selanjutnya.
3. Risiko yang ditinjau terlalu umum, perlu
adanya penelitian lanjutan dengan risiko
yang lebih khusus agar penanganannya
dapat terarah..
DAFTAR PUSTAKA
9

Antonius, Alijaya, 2007, Enterprise Risk


Management. Ray Indonesia, Jakarta
Isnaini, Rizalatul, 2011, Jurnal Analisis Dan
Respon Risiko Pada Proyek Pembangunan
Galangan Kapal Kabupaten Lamongan.
http://digilib.its.ac.id/public/ITSUndergraduate-17654-Paper-4650929.pdf
Muslich, Muhammad, 2007, Manajemen
Risiko Operasional. PT. Bumi Aksara,
Jakarta
PMI (Project Management Institute, Inc),
2004, A Guide To The Project Management
Body Of Knowledge (PMBOK) 3rd edition,
Newtown Square, Pennsylvania, USA.
Siahaan, Hinsa, 2007, Manajemen Risiko. PT.
Elex Media & Computindo, Jakarta
Sugiono, 2009, Metode Penelitian Kuantitatif
Kualitatif dan R&D. CV. Alfabeta, Bandung
Suryabrata, Sumadi, 2003, Metodologi
Penelitian. PT. Raja Grafindo Persada,
Yogyakarta

Wlufram, Ervianto, 2004, Teori Aplikasi


Manajemen Proyek Konstruksi. Andi
Offset, Jakarta

10