Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN
Seperti kita ketahui bahwa manusia itu selain sebagai makhluk Tuhan,
juga sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia tidak akan terlepas
dari ikatan kelompok masyarakat pada umumnya. Maka dari itu didalam
kehidupan sehari-hari manusia selalu mengadakan komunikasi dengan manusia
lainya untuk mempertahankan kehidupanya.
Kehidupan manusia sehari-hari selalu terlibat dengan menerima dan
memberi informasi. Dengan melaksanakan komunikasi terjadilah integrasi
kedalam tata pergaulan bermasyarakat. Oleh sebab itu, komunikasi dalam wujud
pertukaran informasi dalam masyarakat sangat penting sekali.
Komunikasi massa adalah proses dimana organisasi media membuat dan
menyebarkan pesan kepada khalayak banyak (publik). Organisasi - organisasi
media ini akan menyebarluaskan pesan-pesan yang akan mempengaruhi dan
mencerminkan kebudayaan suatu masyarakat, lalu informasi ini akan mereka
hadirkan serentak pada khalayak luas yang beragam. Hal ini membuat media
menjadi bagian dari salah satu institusi yang kuat di masyarakat. Dalam
komunikasi masa, media masa menjadi otoritas tunggal yang menyeleksi,
memproduksi pesan, dan menyampaikannya pada khalayak.

BAB II
PEMBAHASAN
1. Manajemen Media Cetak
Pengaturan atau biasa disebut manajemen sangat di perlukan oleh
perusahaan atau organisasi pers. Manajemen dapat membantu memaksimalkan
kinerja untuk mencapai suatu tujuan. Salah satu satunya dalam organisasi pers
visual (media cetak). Manajemen media cetak dapat dilihat dari beberapa hal
berikut:
A. Struktur Organisasi Pers media cetak
Secara umum manajemen media cetak terbagi atas dua bagian besar
yakni bagian redaksi dan bagian perusahaan. Bagian redaksi membawahi
semua semua kegiatan yang berhubungan dengan produk, yakni berita, mulai
dari perencanaan peliputan, pencarian berita, pengolahan data, perancangan
halaman dan layout. Sedangkan bagian perusahaan membawahi segala
kegiatan terkait pemasaran produk, produksi, promosi, sirkulasi, iklan,
pengelolaan SDM, berbagai perjanjian kerjasama, dan sebagainya. Semua
kegiatan baik pada bagian redaksi maupun perusahaan, dipimpin oleh seorang
pemimpin umum.
Pemimpin umum bertanggung jawab menjalankan organisasi perusahaan
secara keseluruhan, memegang otoritas tertinggi dari seluruh kegiatan yang
ada di dalam perusahaan, membawahi semua unit, baik yang ada di dalam
lingkup keredaksian maupun perusahaan, namun pada kondisi tertentu tetap
menjalankan fungsi kewartawanan dalam porsi yang disesuaikan.
1.

Bagian Redaksi
Pemimpin redaksi (pemred) merupakan puncak tertinggi dibagian ini.

Pemimpin redaksi bertugas menjalankan organisasi keredaksian sehari-hari


dan melakukan pengawasan dan pembinaan pada unit kerja di bawahnya.
Selain itu, pada kondisi tertentu pemred dapat melakukan fungsinya sebagai
wartawan dengan komposisi yang disesuaikan. Pemimpin redaksi bertanggung
2

jawab kepada pimpinan umum. Dalam melaksanakan tugasnya Pemimpin


redaksi dibantu oleh:
a.

Redaktur Pelaksana
Bertanggung jawab atas kegiatan operasional redaksi sehari-hari.

Membawahi dan mengoordinasikan kegiatan beberapa unit menajerial di


bawahnya. Menjabarkan dan mengawasi pelaksanaan konsep media yang telah
digariskan dalam perencanaan peliputan, penulisan hingga penyajiannya.
Menyusun rencana kerja redaksi per empat bulan, enam bulan, dan atau per
tahun. Bertanggung jawab atas perencanaan dan pengembangan tenaga di
redaksi.
Menyelenggarakan rapat evaluasi di antara beberapa unit manajerial
yang dibawahinya, setidaknya sekali dalam seminggu, atau sebulan atau dalam
batas waktu yang disepakati. Pada kondisi tertentu, tetap menjalankan fungsi
kewartawanan dalam porsi yang disesuaikan. Melakukan pengawasan dan
pembinaan pada unit kerja di bawahnya. Bertanggung jawab pada pemimpin
redaksi.
b.

Sekretaris Redaksi
Selain semua unit kerja tadi, Salah satu unit kerja yang tak kalah penting

adalah sekretaris redaksi. Ia bertanggung jawab atas perencanaan, pengadaan,


pengembangan dan keuangan redaksi. Ia juga bertanggung jawab atas
pengadaan tenaga di redaksi serta sarana pendukungnya. Ia pula yang
menyelenggarakan kegiatan monitoring prestasi wartawan serta membuat
evaluasi hasil kerja wartawan/koresponden.

Namun, di samping serangkaian tugas berat tadi, sekretaris redaksi juga


bertugas menyampaikan berbagai informasi dan perkembangan baik di dalam
maupun di luar redaksi pada pemred dan redpel. Ia bertugas mengatur,
menyelenggarakan

dan

menghadiri

rapat-rapat

redaksi.

Menangani

administrasi agenda keredaksian dan perencanaan peliputan, serta bertanggung


jawab pada pemred dan redpel.
c.

Koordinator Peliputan dan Manajer Produksi


Secara garis komando, koordinator peliputan berada setingkat dengan

manajer produksi. Keduanya bertanggung jawab pada redaktur pelaksana.


Koordinator peliputan membawahi redaktur dan wartawan. Sementara
redaktur, membawahi wartawan, baik itu wartawan tulis maupun wartawan
foto.
Manajer produksi adalah penguasa tertinggi pada saat produksi. Pada
saat itu, ia membawahi pengelola halaman, para editor, layouter, dan tenaga
pracetak. Ia juga bertanggung jawab untuk memastikan bahwa produk yang
dibuat akan laku di pasaran, sekaligus aman.
d.

Redaktur
Redaktur (editor) sebuah penerbitan pers biasanya lebih dari satu. Tugas

utamanya adalah melakukan editing atau penyuntingan, yakni aktivitas


penyeleksian dan perbaikan naskah yang akan dimuat atau disiarkan.
Di internal redaksi, mereka disebut Redaktur Desk (Desk Editor),
Redaktur Bidang, atau Redaktur Halaman karena bertanggung jawab penuh
atas isi rubrik tertentu dan editingnya. Seorang redaktur biasanya menangani
satu rubrik, misalnya rubrik ekonomi, luar negeri, olahraga, dsb.

e.

Wartawan
Wartawan ini terdiri dari reporter, fotografer, koresponden (wartawan

daerah) dan contributor (penyumbang naskah). Wartawan ini tidak di batasi


dengan itu saja tetapi juga pimred, redaktur pelaksana dapat melakukan tugas
wartawan selain menjabat tugas yang lain di perusahaan mereka.
f.

Bidang Pendukung Redaksi


Bagian yang tak kalah pentingnya untuk membantu kelancaran kerja

redaksi adalah bagian Perpustakaan dan Dokumentasi serta bagian Penelitian


4

dan Pengembangan (Litbang). Litbang memantau perkembangan sebuah


penerbitan, survei pembaca, dan memberikan masukan-masukan bagi
pengembangan redaksional dan bagian lainnya, termasuk pembinaan dan
pengembangan kualitas sumber daya manusia.
2.

Bagian Perusahaan
Secara umum, pemimpin

perusahaan

bertanggung

jawab

atas

kelangsungan perusahaan, terutama dari sisi finansial. Ia juga bertanggung


jawab atas ketersediaan dan terpeliharannya sumber daya. Menjalankan fungsi
pengawasan dan pembinaan pada unit kerja yang dibawahinya, terus
berkoordinasi dengan pemimpin redaksi dalam menjalankan kegiatannya yang
berhubungan dengan keredaksian, bertanggung jawab pada pemimpin umum.
Pemimpin perusahaan dibantu oleh unit kerja sebagai berikut:
a. Manajer Umum
Terkait rumah tangga perusahaan, seorang pemimpin perusahaan dibantu
oleh menejer umum. Ia bertanggung jawab dalam mengurusi pengadaan dan
pemeliharaan barang, merchandise, dan sebagainya. Dalam melaksanakan
tugasnya, ia berkoordinasi dengan bagian lain, dan dapat mendelegasikan
wewenangnya pada bagian lain sesuai porsinya masing-masing.

b.

Manajer PSDM
Untuk segala sesuatu yang berkaitan dengan sumber daya manusia,

pemimpin perusahaan dibantu oleh seorang manajer PSDM (pengembangan


sumber daya manusia). Menejer ini bertanggung jawab atas segala hal yang
berkaitan dengan SDM. Bertanggung jawab mengatur masalah rekruitmen,
penilaian dan penghentian karyawan, mengatur kebijakan libur, cuti, sakit, dan
sebagainya. Dalam melaksanakan tugasnya, ia berkoordinasi dengan bagian
lain, dan dapat mendelegasikan wewenangnya pada bagian lain sesuai
porsinya masing-masing.
c.

Manajer Iklan
Seorang manajer iklan, yang bertugas membuat berbagai terobosan,

yang intinya dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dari sektor yang


5

dikendalikannya. Dalam melaksanakan tugasnya, seorang menejer iklan wajib


berkoordinasi dengan bagian lain, dan dapat mendelegasikan wewenangnya
pada bagian lain sesuai porsinya masing-masing. Manajer iklan bertanggung
jawab dengan iklan eksternal yaitu iklan yang akan dipasang oleh konsumen
disuatu koran lokal.
d.

Manajer Promosi
Terkait masalah promosi, pemimpin perusahaan juga dibantu oleh

seorang menejer. Menejer promosi ini bertanggung jawab membuat berbagai


terobosan yang intinya dapat meningkatkan citra produk dan perusahaan, yang
pada akhirnya dapat mendongkrak pemasukan baik dari sisi iklam maupun
penjualan. Dan seperti yang lain, dalam melaksanakan tugasnya, menejer
promosi wajib berkoordinasi dengan bagian lain, dan dapat mendelegasikan
wewenangnya pada bagian lain sesuai porsinya masing-masing. Manajer
proposi bertanggung jawab untuk kegiatan promosi perusahaan seperti iklan,
publisitas, spanduk logo dan lain-lain untuk membesarkan nama koran lokan
tersebut dan membangkitkan kepercayaan publik.
e.

Manajer Sirkulasi
Tugas penting lainnya yang dibebankan pada pemimpin perusahaan

adalah masalah sirkulasi. Karena itu, untuk hal tersebut pemimpin perusahaan
dibantu seorang menejer yang bertanggung jawab atas penyebaran dan
penjualan produk. Menejer ini harus mampu membuat berbagai terobosan
hingga produknya benar-benar tersebar di pasaran dan terjual baik di tingkat
eceran maupun pelanggan. Sementara dalam melaksanakan tugasnya, menejer
tersebut tetap harus berkoordinasi dengan bagian lain, dan dapat
mendelegasikan wewenangnya pada bagian lain sesuai porsinya masingmasing.
f.

Sekretaris Perusahaan
Bagian yang juga tak kalah penting harus ada adalah sekretaris

perusahaan. Melalui dirinya serangkaian surat-surat masuk dan keluar, melalui


dirinyalah

semua

rapat-rapat

terkait

perusahaan

terkoordinasi

dan

terselenggara dengan baik. Ia juga menjalankan fungsi-fungsi public relation,

dan melakukan beragam terobosan dengan tujuan menciptakan kenyamanan


komunikasi, baik antara karyawan dengan karyawan, karyawan dengan atasan,
atau antara perusahaan dan pihak lain.

Struktur Redaksi Media Cetak

B. Manajemen Redaksional Media Cetak


Manajemen
pemberitaan

redaksional

adalah

melalui tahap-tahap

proses
perencanaan,

pengelolaan

materi

pengorganisasian,

penggerakan, dan pengawasan, yang mencakup proses peliputan, penulisan,


sampai pada penyuntingan ( editing ).
1.

Perencanaan

Tahap perencanaan adalah untuk menentukan isi berita esok hari dan
membahas berita-berita yang perlu ditindaklanjuti. Proses pencarian dan
penciptaan berita biasanya dimulai diruang redaksi melalui rapat proyeksi atau
rapat perencanaan berita.
Hal ini perlu dilakukan karena berita yang baik adalah hasil perencanaan
yang baik. Contoh nyata dari perencanaan adalah salah satu koran lokal yaitu
Manado Post yang melakukan rapat redaksi tiga kali seminggu yaitu senin,
kamis dan sabtu.
Senin adalah rapat untuk perencanaan selama seminggu dan rapat kamis
untuk evaluasi tengah minggu dan rapat sabtu untuk edisi minggu dan
perencanaan minggu selanjutnya.
Setiap berita yang ditampilkan di koran lokal ini selalau melalui rapat
dan persetujuan dari pimpinan redaksi sehinga menghasilkan berita yang
terkontrol serta tidak menyalahi aturan dari manajemen mereka sendiri.
2.

Pengorganisasian
Tahap ini merupakan penyusunan struktur organisasi dan pembagian

tugas pekerjaan serta penempatan orang berikut jabatannya di dalam


struktur organisasi.
Pada proses redaksional terdapat staffing yang berfungsi untuk
melaksanakan aktifitas redaksional atau menempatkan orang-orang yang
terlibat

langsung ke

dala m

unit

kerja

bidang

redaksional,

yang

merupakan fungsi vital karena menyangkut sang pelaksana.


3.

Penggerakan
Tahap penggerakan adalah aktivitas yang menggerakan orang-orang

untuk menghasilkan produk jurnalistik. Tahap penggerakan meliputi:


a. Peliputan : proses mencari berita (news hunting) atau meliput
bahan berita dengan teknik reportase, wawancara, dan riset
kepustakaan.
b. Penulisan : menggunakan teknik melaporkan (to report) yang
merujuk pada pola piramida terbalik dan mengacu pada
5W+1H.

c. Penyuntingan : proses memperbaiki atau menyempurnakan


tulisan supaya lebih logis, mudah dipahami, dan tidak rancu,
serta tetap memperhatikan fakta dan data agar terjaga
keakuratannya.
4.

Pengawasan
Tahap ini untuk mmengetahui apakah pelaksanaan kerja telah sesuai

dengan rencana semula atau tidak. Tahap ini sangat penting untuk menjaga
apakah rubric yang dibuat tidak keluar jalur dan kaidah jurnalistik.
Sturktur manajemendi setiap media cetak berbeda satu sama lain
tergantung dengan kebijakan dan peraturan dari suatu media cetak. Media
cetak A berbeda dengan media cetak B. Selain itu manajemen dari koran
berbeda dengan manajemen tabloid dan majalah karena sasaran pasar sama
tapi tujan pemberitaan berbeda karena itu, setiap manajemen media cetak
menyesuaikan sessuai isi atau kotenten berita serta peratuan dan kebijakan
perusahaan masing-masing.

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan
Surat kabar atau biasa disebut koran merupakan salah satu media
jurnalisme cetak berisikan artikel-artikel yang memuat tulisan tentang peristiwa
atau berita penting terhangat seputar kehidupan manusia. Kadang-kadang terdapat
artikel tertentu pada koran yang isinya mengkritik pemerintahan, entah itu kinerja
pemerintah atau baik-buruknya sistem pemerintahan dijalankan. Perkembangan
media diawali dengan munculnya media cetak. Inovasi teknologi media
memunculkan

persaingan

yang

mengakibatkan

perkembangan

teknologi

komunikasi dan informasi. Hal ini turut membawa perubahan masyarakat.


Perkembangan teknologi media juga turut mempengaruhi format atau
bentuk-bentuk yang muncul di media. Misalkan, dalam bidang periklanan. Dulu,
ketika teknologi media cetak belum berkembang, suatu iklan produk dibuat
dengan menggunakan teknologi mesin tik, sedangkan gambar-gambar iklan
produk tersebut dibuat secara manual dengan menggunakan pena. Perkembangan
teknologi sekarang memudahkan orang untuk membuat iklan dengan lebih
atraktif. Menggunakan teknologi komputer, iklan suatu produk dapat didesain
dengan menggunakan grafis dan dicetak menggunakan printer. Akan tetapi,
perkembangan teknologi tidak mempengaruhi isi dari apa yang muncul di media.
Misalkan, bagaimana isi berita atau iklan tidak ada yang berubah, kecuali bentuk
atau formatnya.
Saran
Hal ini menjadikan banyak harapan kepada perusahaan media untuk lebih
efiseinsi lagi kepada hal penyebaran informasi dengan media massa khsusnya
media cetak dan juga agar setiap informasi di tuliskan lebih terkontrol serta lebih
mengedepankan keinginan pembaca.

DAFTAR PUSTAKA
10

http://www.waena.org/index.php?
option=com_content&task=view&id=719&Itemid=9 diakses pada hari senin: 14
Maret 2016
http://ranzndah.multiply.com/journal/item/11 diakses pad hari senin: 14 Maret
2016
Wikepedia Koran: http://id.wikipedia.org/wiki/media cetak #cite_note-0 diakses
pada hari senin: 14 Maret 2016.

11