Anda di halaman 1dari 6

PEMERINTAH KABUPATEN ACEH SELATAN

DINAS KESEHATAN
KEPALA UPTD PUSKESMAS LHOK BENGKUANG
Jalan T. Cut Ali Nomor : 221 TAPAKTUAN
KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS LHOK BENGKUANG
NOMOR :
TENTANG
SASARAN KESELAMATAN PASIEN
Menimbang

: a. bahwa dalam rangka memperhatikan keselamatan pasien maka perlu


meningkatkan mutu layanan klinis, di Puskesmas Lhok Bengkuang
b. bahwa sehubungan dengan pernyataan butir a di atas, maka dipandang perlu
untuk menetapkan sasaran sasaran keselamatan pasien di Puskesmas Lhok
Bengkuang
c. bahwa sehubungan dengan pernyataan pada butir a dan b tersebut diatas,
perlu menetapkan Keputusan Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat Lhok
Bengkuang Tentang Sasaran Sasaran Keselamatan Pasien

Mengingat

: 1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan dan UndangUndang Nomor 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran
2. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik;
3. Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara;
4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2015;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2015
Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat;
6. Peraturan menteri Kesehatan No.269/MENKES/PER/III/2008 Tentang
Rekam Medis;
7. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : 13
TAHUN 2009 Tentang Pedoman Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
Dengan Partisipasi Masyarakat;
8. 8. Peraturan Menteri Kesehatan No.1691/MENKES/PER/VIII/2011 Tentang
Keselamatan Pasien Rumah Sakit;
9. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 75 Tahun 2014 Tentang Akreditasi
Puskesmas;
10. Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2014 tentang Organisasi Perangkat
Daerah;
11. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 128/Men.Kes/SK/II/ 2004 tentang
Kebijakan Dasar Puskesmas;
MEMUTUSKAN :

Menetapkan

: KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS LHOK BENGKUANG TENTANG


SASARAN SASARAN KESELAMATAN PASIEN

KESATU

Menentukan Sasaran Sasaran Keselamatan Pasien


dalam Surat Keputusan ini

sebagaimana terlampir

KETIGA

: Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan

Ditetapkan di : Tapaktuan
pada Tanggal : 2016
KEPALA UPTD PUSKESMAS LHOK BENGKUANG

IRVANDI ANASRUDDIN

LAMPIRAN : KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS


LHOK BENGKUANG
NOMOR
:
TANGGAL : 2016
TENTANG
: KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS LHOK
BENGKUANG
TENTANG
SASARAN
SASARAN
KESELAMATAN PASIEN
SASARAN SASARAN KESELAMATAN PASIEN
No.
1.
2
3.
4

5.
6
7

Jenis Pelayanan

Indikator
Kesesuaian antara anamnesa,
POLI UMUM
diagnosa, dan terapi pada status
pasien
Tidak terjadi Infeksi Pasca
RUANG TINDAKAN
Tindakan Medis
Semua tindakan penyuntikan harus
POLI GIGI
disertai inform consent
Kunjungan ulang 10 hari post
RUMAH BERSALIN
partum di RB
Ketepatan tindakan sesuai
patograph
Kunjungan KIPI kurang dari 5%
IMUNISASI
dari kunjungan imunisasi
FARMASI ( gudang
Tidak ada obat kadaluarsa
Obat)
Pemeriksaan Hb 100% pada
KIA
kunjungan ibu hamil kedua

Standar
100%
100 %
100 %
0%
0%
100 %
0%
100 %

1. Kesesuaian diagnosa dan terapi


Kesesuaian diagnosa dan terapi yaitu : terapi yang diberikan sesuai dengan diagnosa yang
didapat berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik pasien serta hasil pemeriksaan penunjang (
jika ada ) dan sesuai dengan prosedur klinis
Pengambilan data dilakukan setiap hari dari 10 penyakit yang telah ditetapkan ( merupakan 10
penyakit terbanyak di Puskesmas ):
Penatalaksanaan Hipertensi
Penatalaksanaan DBD
Penatalaksanaan demam tifoid
Penatalaksanaan ISPA
Penatalaksanaan Diare
Penatalaksanaan Dyspepsia
Penatalaksanaan Penyakit Kulit Infeksi
Penatalaksanaan Penyakit Kulit Alergi
Penatalaksanaan Penyakit kulit Jamur ( Dermatitis n)
Penatalaksanaan Myalgi
Pengukuran indicator dilakukan setiap hari, 20 % dari total kunjungan pasien, yaitu dengan
mengukur ketepatan diagnose dan terapi yang sesuai dengan SOP yang ada, dibagi jumlah yang
dipantau, penghitungan dilakukan setiap bulan

Formula Rumus:
Jumlah status yang sesuai
Jumlah sampel

X 100 %

2. Tidak terjadi infeksi pasca tindakan medis


Tidak ada infeksi yang ditimbulkan setelah dilakukan tindakan medis di ruang tindakan, sesuai
target yang ditetapkan dalam sasaran mutu unit di ruangan.Hal ini dapat diketahui jika pasien
pada saat kontrol pasca tindakan, jika pasien tidak kembali diperkiran tidak terjadi infeksi
Pengukuran dilakukan setiap hari, dengan mengambil semua tindakan yang dilakukan di ruang
tindakan, penghitungan dilakukan setiap bulan
Formula Rumus :
Jumlah Pasien tidak terjadi Infeksi
X 100 % =
Jumlah Pasien yang dilakukan tindakan

3. Kesesuaian diagnosa dan terapi


Kesesuaian diagnosa dan terapi yaitu : terapi yang diberikan sesuai dengan diagnosa yang
didapat berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik pasien dan sesuai dengan prosedur klinis,
Pengambilan data dilakukan setiap hari sesuai kriria yang ditetapkan :
- Penatalaksanaan Iritasi Pulpa
- Penatalaksanaan Hiperemia Pulpa
Pengukuran dilakukan setiap hari sesuai kriteria, dan peghitungannya yaitu jumlah diagnosa
dan terapi yang sesuai dibagi jumlah kasus yang ada, penghitungan dilakukan setiap bulan
Formula Rumus
Jumlah status yang sesuai
X 100 % =
Jumlah sampel (Sesuai Kriteria)

4. Angka kematian bayi : 0 % dan Anka kematian Ibu 0 %


Angka Kematian Ibu : 0 % yaitu tidak adanya kematian ibu pada saat dirawat/melahirkan di
unit Rumah bersalin Puskesmas Kecamatan Gambir
Angka Kematian bayi Baru Lahir : 0,3 % yaitu bayi yang lahir di unit Rumah bersalin
Puskesmas Kecamatan GAMBIR, tidak lebih dari 0,3 %. Adapun kriteria kematian bayi yang
masuk dalam pemantauan yaitu :
- Bayi meninggal bukan karena kelainan kongenital
- Ibu melakukan pemeriksaan Ante Natal Care di Rumah Bersalin Puskesmas
gAMBIR
Pengukuran dilakukan setiap adan kejadian yang tidak diharapkan , dan cara penghitungannya
yanitu setiapa ada ibu atau bayi meninggal karena persalinan dibagi jumlah ibu atau bayi yang
lahir di Rumah Bersalin
Untuk AKB : Setiap ada kejadian ibu hamil melahirkan di RB dan bayinya meninggal sesuai
dengan kriteria

a. Formula Rumus AKB dan AKI :


Jumlah bayi lahir meninggal

x 100 % =

jumlah bayi yang lahir


kejadian adanya ibu yang dirawat/melahirkan meninggal dunia
Ibu bersalin di Unit RB

x 100 % =

5. Pemantauan tidak terjadinya kasus KIPI dalam pelayanan Imunisasi Definisi KIPI :
adalah semua kejadian sakit dan kematian yang terjadi dalam masa 1 bulan setelah
Imunisasi
Klasifikasi KIPI ( WHO. 1999 )
- Reaksi Vaksin ( Faktor Vaksin )
- Kesalahan Program ( Kesalahan penyimpanan, pengelolaan dan tata laksana
pemberian Vaksin )
- Reaksi Suntikan ( Rasa takut / gelisah atau sakit dari tindakan penyuntikan )
- Peyebab tidak di ketahui
Gejala Klinis KIPI :
KIPI dapat timbul secara cepat / lambat dan dapat di bagi menjadi :
- Gejala Lokal
- Sistemik
- Reaksi susunan syaraf pusat
- Reaksi Lain
- Makin cepat KIPI terjadi makin cepat gejalanya timbul.
Pengambilan data dilakukan setiap pelaksanaan imunisasi, selalu dipantau
Formula Rumus :
Jumlah Kumulatif 1 bulan yang tidak terjadi KIPI
Jumlah Kumulatif 1 bulan yang di berikan Imunisasi

X 100 %

6. Obat kadaluarsa
Obat kadaluarsa artinya ditemukan adanya obat yang kadaluarsa / Expire date/ rusak di gudang
obat, unit pelayanan Puskesmas Kecamatan Gambir
Pengukuran dilakukan pada saat stok opname di gudang obat
Formula rumus :
Jumlah Obat yang kadaluarsa
Total jumlah obat

X 100 % =

7. Pemantauan kunjungan bumil dengan factor risiko /risti


Yaitu beberapa keadaan yang menambah risiko kehamilan, namun tidak secara langsung
meningkatkan risiko kematian ibu
Risiko tinggi kehamilan merupakan keadaan penyimpangan dari normal, yang secara langsung
menyebabkan kesakitan dan kematian ibu maupun bayi
Faktor Risiko pada Ibu Hamil diantaranya
- Primigravida kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun
- Anak lebih dari 4
- Jarak persalinan terakhir dan kehamilan sekarang kurang dari 2 tahun
- Tinggi badan kurang dari 145 cm
- Berat badan kurang dari 38 kg atau lingkar lengan atas kurang 23,5 cm
- Riwayat keluarga menderita penyakit kencing manis, hipertensi, dan riwayat cacat
kongenital
- Kelainan bentuk tubuh, misalnya kelainan tulang belakang atau panggul
Pengukuran dilakukan terhadap ibu hamil dengan faktorv risiko yang berkunjung ke poli KIA
PKM Gambir, dibagi jumlah kasus yang dipantau

Formula Rumus
Jumlah ibu hamil yang berkunjung ke Puskesmas
Jumlah bumul dengan faktor risiko yang dipantau

KEPALA UPTD PUSKESMAS LHOK BENGKUANG

IRVANDI ANASRUDDIN