Anda di halaman 1dari 11

MANAJAMEN KEBIDANAN

KOHORT IBU DAN KOHORT BAYI

Disusun Oleh :

1.
2.
3.
4.
5.

Eka Wahyuningsih
Elok Vaikoh
Endang Istiarini
Erawati
Esti Nurulhatam

6. Ety Purnaningsih
7. Fatimah Nur Rahma
8. Fitriana Puspitasari
9. Fitriani Lestari
10. Fitrilia Maya Surya

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH
GOMBONG
2014

KATA PENGANTAR

Penulis bersyukur ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat, taufiq, dan
karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah kebidanan
KOHORT IBU DAN KOHOT BAYI

dengan baik. Makalah

ini, dapat

diselesaikan dengan baik karena dukungan dan partisipasi berbagai pihak. Oleh
karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Giyatmo, M.Kep, selaku ketua STIKES Muhamadiyah Gombong, yang
telah memberi kami

kesempatan

untuk belajar dan

mendapatkan

pengetahuan di sekolah ini.


2. Hastin Ika Indriyastuti, S.SiT. MPH, selaku ketua pogram studi DIII
Kebidanan

yang

memberikan

kebidanan.
3. Tim Manajemen Kebidanan, selaku

pembelajaran

dosen

pembimbing

tentang
yang telah

memandu kami dalam penulisan makalah ini.


4. Serta semua pihak yang turut membantu terselesaikannya makalah ini yang
tidak dapat kami sebutkan satu per-satu.
Penulis menyadari bahwa tiada sesuatu yang sempurna di dunia ini,
begitupun

makalah

yang telah penulis buat, baik dalam hal isi maupun

penulisannya. Akhir kata, penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat

sebagai sumbangan pemikiran kecil bagi kemajuan ilmu pengetahuan, baik di


Stikes Muhammadiyah Gombong maupun lingkungan masyarakat.

Kebumen, 17 April 2014

Penulis

DAFTAR
ISI
ii
HALAMAN JUDUL....................................................................................

KATA PENGANTAR...................................................................................

ii

DAFTAR ISI................................................................................................

iii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakangn...............................................................................
B. Rumusan Masalah............................................................................
C. Tujuan .............................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Kohort ...........................................................................
B. Jenis-jenis Kohort............................................................................
C. Cara Pengisian Kohort
1. Kohort Ibu..................................................................................
2. Kohort Bayi
a. Kohort Bayi yang Lama.......................................................
b. Kohort Bayi yang Baru........................................................

1
1
2
3
3
4
6
7

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan......................................................................................
B. Saran.................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA

8
8

BAB I
iii
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Angka KematianIbu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB)
merupakan indicator penting untuk menilai tingkat kesejahteraan suatu
Negara dan status kesehatan masyarakat.Angka kematian bayi sebagian besar
adalah kematian neonatal yang berkaitan dengan status kesehatan ibu saat
hamil, pengetahuan ibu dan keluarga terhadap pentingnya pemeriksaan
kehamilan dan peranan tenaga kesehatan serta ketersediaan fasilitas
kesehatan.
Kematian pada wanita hamil dan bersalin adalah masalah besar di
Negara berkembang. Di Negara berkembang sekitar 25%-50% kematian
terjadi pada wanita usia subur. Kematian saat melahirkan biasanya menjadi
factor

utama

kematian

wanita

muda

pada

masa

puncak

produktivitasnya.Angka kematian ibu merupakan tolak ukur untuk menilai


keadaan pelayanan obsestri disuatu Negara.Bila AKI masih tinggi berarti
sistem pelayanan obsestri masih buruk,sehingga memerlukan perbaikan.
Kematian ibu adalah kematian wanita yang terjadi saat hamil, bersalin
dan masa nifas.Jumlah kematian melahirkan Indonesia mencapai angka yang
spektakuler yaitu 307 per 100.000 kelahiran dari rata rata kelahiran sekitar
3-4 juta setiap tahun. Angka yang dihimpun dari Survay Demografi dan
Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2003 menunjukkan sekitar 15.000 ibu

meninggal karena melahirkan setiap tahun atau 1.279 setiap bulan atau 172
setiap pekan atau 43 orang setiap hari atau hampir 2 orang ibu meninggal
setiap jam.
2
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan registrasi kohort?
2. Apa itu kohort ibu dan kohort bayi?
3. Bagaimana cara pengisian kohort ibu dan bayi?
C. Tujuan
1. Untuk mengidentifikasi masalah kesehatan ibu dan neonatal yang
terdeteksi di rumah yang teridentinfikasi dari data bidan.
1
2. Mengetahui lebih jelas apa yang dimaksud
dengan kohort ibu dan kohort
bayi.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Upaya kesehatan Ibu dan Anak adalah upaya di bidang kesehatan
yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil, ibu bersalin, ibu
menyusui, bayi dan anak balita serta anak prasekolah.
Pemberdayaan

masyarakat

bidang

KIA

merupakan

upaya

memfasilitasi masyarakat untuk membangun sistem kesiagaan masyarakat


dalam upaya mengatasi situasi gawat darurat dari aspek non klinis terkait
kehamilan dan persalinan.
Dalam salah satu upaya untuk kesehatan ibu dan anak maka setiap ibu
hamil di suatu daerah dicatat agar resiko-resiko yang dapat terjadi dapat
dideteksi lebih dini lagi yang disebut register kohort.Register kohort adalah
sumber data pelayanan ibu hamil, ibu nifas, neonatal, bayi dan balita.
B. Jenis-jenis Kohort
1. Register kohort ibu
Register kohort ibu merupakan sumber data pelayanan ibu hamil
dan bersalin, serta keadaan/resiko yang dipunyai ibu yang di organisir
sedemikian rupa yang pengkoleksiaannya melibatkan kader dan dukun
bayi diwilayahnya setiap bulan yang mana informasi pada saat ini lebih
difokuskan pada kesehatan ibu dan bayi baru lahir tanpa adanya duplikasi
informasi.
2. Register kohort bayi

Merupakan sumber data pelayanan kesehatan bayi, termasuk


neonatal.

C. Cara Pengisian Kohort


1. Cara Mengisi Kohort Ibu
a. Kolom 1 diisi no merurut.
b. Kolom 2 diisi nomer indeks dari famili folder.
3
c. Kolom 3 diisi nama ibu hamil.
d. Kolom 4 diisi nama suami ibu hamil.
e. Kolom 5 diisi alamat ibu hamil.
f. Kolom 6 diisi umur ibu hamil.
g. Kolom 7 diisi umur kehamilan pada kunjungan pertama dalam minggu
atau tanggal HPL.
h. Kolom 8 Faktor resiko :diisi v (rumput) untuk umur ibu kurang dari 20
i.
j.
k.
l.

tahun atau lebih dari 35 tahun.


Kolom 9 Paritas diisi Gravidanya.
Kolom 10 diisi bila jarak kehamilan < 2 tahun.
Kolom 11 diisi bila BB ibu < 45 kg, lila < 23,5 cm.
Kolom 12 diisi bila TB ibu < 145 cm sd 17 Resiko tinggi : diiisi
dengan tanggal ditemukan ibu hamil dengan resiko tinggi, HB

diperiksa dan ditulis hasil pemeriksaannya.


m. Kolom 18 pendeteksian factor resiko :diisi tanggal ditemukan ibu
hamil dengan resiko tinggi oleh tenaga kesehatan.
n. Kolom diisi tanggal ditemukan ibu hamil dengan resiko tinggi oleh
Non NAKES.
o. Kolom 20. sd 22 diisi tanggal immunisasi sesuai dengan statusnya.
p. Kolom 23. sd 34 diisi umur kehamilan dalam bulan kode pengisiannya
sebagai berikut :
1) KI : Kontak pertama kali dengan tenaga kesehatan dimana saja
pada kehamilan I s/d 5 bulan dengan rambu-rambu O dan secara
langsung juga akses dengan rambu-rambu.

2) K4: Kunjungan ibu hamil yang keempat kalinya. Untuk


memperoleh K4 dapat memakai rumus 1-12 atau 0-2-2 dengan
rambu-rambu .
Perhatian:
K4 tidak boleh pada usia kehamilan 7 bulan Pada ibu
hamil pertama kali kunjungan pada usia kehamilan 5 bulan pada
bulan berikutnya yaitu 6 bulan harus berkunjung atau dikunjungi
agar tidak kehilangan K4. Pada ibu hamil yang awalnya periksa
diluar kota, dan pada akhir kehamilannya periksa di wilayah kita
karena untuk melahirkan dan penduduk setempat bisa mendapatkan
K1, K4 dan sekaligus Akses apabila ibu tersebut dapat menunjukan
pemeriksaan dengan jelas Akses :Kontak pertama kali dengan
tenaga kesehatan tidak memandang usia kehamilan dengan ramburambu .
q. Kolom 35 diisi penolong persalinan,diisi tanggal penolong persalinan
tenaga kesehatan.
r. Kolom 36 diisi tanggal bila yang menolong bukan nakes.
s. Kolom 37 diisi hasil akhir Kehamilan :Abortus diisi tanggal kejadian
t.
u.
v.
w.
x.
y.
z.
aa.

abortus.
Kolom 38 diisi lahir mati.
Kolom 39 diisi BB bila BBL < 2500 gram.
Kolom 40 diisi BB bila BBL > 2500 gram.
Kolom 41 diisi keadaan ibu bersalin,diberi tanda v bila sehat.
Kolom 42 diisi penjelaskan sakitnya.
Kolom 43 diisi sebab kematiaannya.
Kolom 44 diisi v (rumput).
Kolom 45 diisi apa bila pindah, atau yang perlu diterangkan.
6

2. Cara Pengisian Kohort Bayi


a. Cara Pengisian Kohort Bayi yang Lama
1) Kolom 1 Diisi nomor urut.
2) Kolom 2 Diisi nama bayi dan orang tua bayi.
3) Kolom 3 Diisi tanggal lahir bayi.

4)
5)
6)
7)

Kolom 4 Diisi jenis kelamin bayi.


Kolom 5 Diisi berat badan bayi saat lahir.
Kolom 6 Diisi alamat.
Kolom 7 dan 8 Kunjungan neonatal (bayi umur 0-7 hari dan bayi

umur 8- 1 bln).
8) Kolom 9-20 diisi hasil penimbangan bayi.
a) Berat badan bayi.
b) Status timbang bayi : N,T,TT,O
c) Status gizi :Baik,Kurang ,Buruk.
d) Diberi warna.
9) Kolom 21-27 Diisi tanggal bayi mendapatkan pelayanan imunisasi.
10) Kolom 28-31 Diisi tanggal ,jika ditemukan bayi meninggal.
11) Kolom 32 Diisi bila bayi pindah atau ada yang perlu diterangkan.

b. Cara Pengisian Kohort Bayi yang Baru


1) Kolom 1-13
a) Diisi tanggal dan bulan saat bayi diperiksa.
b) Diisi S jika sehat,diisi klasifikas/diagnosa penyakit jika sakit.
c) Diisi + jika meninggal dan tulis penyebab kematiannya.
2) Kolom 14-37
a) Diisi tanggal periksa.
b) Diisi N jika berat badan sesuai garis pertumbuhan.
c) Diisi T jika tidak naik berat badannya, tetap, atau kenaikan
d)
e)
f)
g)

berat.badannya tidak dapat mengikuti garis pertumbuhannya.


Diisi O jika tidak ditimbang pada bulan lalu.
Diisi B jika baru pertama kali di timbang.
Diisi E 1/2/3/4/5/6 jika bayi diberi asi ekslusif.
Diisi Ds jika dilakukan KPSP dan hasilnya sesuai.

h) Diisi Dm jika dilakukan KPSP dan hasilnya meragukan.


i) Diisi Dp jika dilakukan KPSP dan hasilnya ada penyimpangan.
3) Kolom 38-44 diisi tanggal dan bulan pelayanan.
4) Kolom 45 diisi tanggal dan penyebab kematian (Pnemoni, Diare,
DBD, Tetanus, Difteri).
5) Kolom 46 diisi keterangan baru atau pindah domisili.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Angka Kematian Ibu

(AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB)

merupakan indicator penting untuk menilai tingkat kesejahteraan suatu


Negara dan status kesehatan masyarakat.Dalam salah satu upaya untuk
kesehatan ibu dan anak maka setiap ibu hamil di suatu daerah dicatat agar
resiko-resiko yang dapat terjadi dapat dideteksi lebih dini lagi yang disebut
register kohort. Register kohort adalah sumber data pelayanan ibu hamil, ibu
nifas, neonatal, bayi dan balita. Register kohort ibu merupakan sumber data
pelayanan ibu hamil dan bersalin, serta keadaan/resiko yang dipunyai ibu
yang di organisir sedemikian rupa yang pengkoleksiaannya melibatkan kader
dan dukun bayi diwilayahnya setiap bulan.
B. Saran

Untuk tenaga kesehatan khususnya seorang bidan, alangkah baiknya


untuk menerapkan register kohort di setiap pelayanan kebidanannya. Agar
resiko-resiko yang dapat terjadi pada ibu dapat dideteksi lebih dini.

DAFTAR PUSTAKA
Saifuddin,Abdul Bari.dkk.2006.Pelayanan
Kesehatan Maternal dan
8
Neonatal.Jakarta:Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Simatupang,Erna
Juliana.
2008.Manajemen
Pelayanan
Kebidanan.Jakarta;EGC.
Soepardan ,Suryani. 2007.Konsep Kebidanan. Jakarta;EGC.
http://riiahanpramudiia.blogspot.com/p/perencanaan-dalammanajemen pelayanan.html (browsing 13 April 2014 jam 10.00)
http://riiahanpramudiia.blogspot.com/p/definisi-operasional.html
(browsing
13
April
2014 jam 10.00)

Anda mungkin juga menyukai