Anda di halaman 1dari 3

Dinas Bina Marga dan Pematusan

Pemerintah Kota Surabaya

2.2.

Pekerjaan Persiapan

PEKERJAAN TANAH

2.2.1. Lingkup Pekerjaan


Yang dimaksud dengan pekerjaan tanah disini adalah semua kegiatan yang
berkaitan dengan pematangan tanah, pengolahan tanah yang ada kaitannya
dengan stuktur bangunan antara lain pembersihan tanah, galian tanah, urugan
tanah/ peralatan ataupun pembuangan tanah.
2.2.2. Persiapan Pekerjaan Tanah
a. Bagian ini meliputi pembersihan/peralatan lapangan, pengecekan keadaan
counter, pengukuran di daerah-daerah dimana pekerjaan pembangunan akan
dilaksanakan, seperti yang ditunjukkan pada gambar-gambar dan sesuai
dengan yang ditunjukkan oleh Pengawas.
b. Pemborong bertanggung jawab untuk:
1. Peneliti yang meyeluruh atas gambar-gambar dan persyaratan kontrak
dan kontrak lain sehubungan dengan proyek ini, serta semua addendum.
2. Penelitian atas semua kondisi pekerjaan, memeriksa kondisi lapangan,
serta semua fasilitas yang ada.
3. Melakukan semua pengukuran lapangan sehubungan dengan pekerjaan
ini dan mendapatkan ketentuan atas seluruh lingkup proyek seperti yang
disyaratkan pada gambar-gambar dan persyaratan-persyaratan dan
sebagaimana yang disetujui oleh Pengawas.
c. Pemborong bertanggung jawab penuh untuk kesimpulan yang ditariknya dari
informasi yang disampaikan kepadanya dan dari pemeriksaan informasi
tentang pekerjaan tanah yang diperolehnya. Pemborong diperbolehkan atas
biaya sendiri pemeriksaaan tambahan bilamana dianggap pembangunan
yang dipersyaratkan disini.
d. Sebelum memulai sesuatu pekerjaan galian/urugan, pemborong harus yakin
bahwa semua permukaan tanah yang ada maupun garis-garis transit yang
tertera dalam gambar rencana adalah benar. Jika pemborong tidak merasa
puas
dengan
ketelitian
permukaan
tanah,
pemborong
harus
memberitahukan secara tertulis kepada pemberi tugas, jika tidak maka
tuntutan mengenai ketidak seksamaan permukaan tanah tidak akan
dipertimbangkan.
2.2.3. Pekerjaan Galian Tanah Dan Pemotongan Tanah
a. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan galian ini selain dilaksanakan untuk pondasi bangunan goronggorong gedung juga dilaksanakan untuk galian konstruksi lainnya yang
berada dibawah permukaan tanah. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah
pekerjaan
pembuatan
penyangga/konstruksi
penahan
tanah
dan
pemompaan air tanah apabila diperlukan.
b. Pelaksanaan Pekerjaan Galian
1. Pekerjaan galian tanah baik kedalamannya ataupun lebarnya
dilaksanakan sesuai dengan penampang galian yag terlukis pada gambar
rencana, pekerjaan lanjutan (tahapan pekerjaan pondasi, pile cap atau
konstruksi lain diatasnya) dapat dilaksanakan bila galian tersebut sudah
mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas.
2. Pemborong harus menjaga sedemikian rupa agar lubang-lubang galian
tersebut tidak digenagi air yang berasal dari hujan, dari parit, dari banjir,
mata air atau lain-lain sebab dengan jalan memompa, menimba,
menyalurkan keparit-parit atau lainnya dan biaya untuk pekerjaan
14

Dinas Bina Marga dan Pematusan


Pemerintah Kota Surabaya

tersebut harus dianggap


kontrak.

Pekerjaan Persiapan

telah termasuk dipadatkan

dalam harga

3. Dasar dari semua galian harus waterpass, bilamana pada dasar setiap
galian masih terdapat akar-akar tanaman atau bagian-bagian gembur,
maka ini harus digali keluar sedang lubang-lubang tadi diisi kembali
dengan pasir, disiram dan dipadatkan sehingga mendapatkan kembali
dasar yang waterpass.
4. Terhadap kemungkinan adanya air di dasar galian, baik pada waktu
penggalian maupun pada waktu pekerjaan pondasi harus disediakan
pompa air atu pompa lumpur yang jika diperlukan harus bekerja terus
menerus, untuk menghindari genangan air pada dasar galian.
5. Kontraktor harus memperhatikan pengamanan terhadap dinding tepi
galian agar tidak longsor dengan memberikan suatu dinding penahan
atau penunjang sementara atau lereng yang cukup.
6. Juga kepada Kontraktor diwajibkan mengambil langkah-langkah
pengamanan terhadap bangunan lain yang berada dekat sekali dengan
lubang galian yaitu dengan memberikan penunjang sementara pada
bangunan tersebut sehingga dapat dijamin bangunan tersebut tidak akan
mengalami kerusakan.
7. Semua tanah kelebihan yang berasal dari pekerjaan galian, setelah
mencapai jumlah tertentu harus segera disingkirkan dari halaman
pekerjaan pada setiap saat yang dianggap perlu dan atas petunjuk
Konsultan Pengawas.
8. Bagian-bagian yang akan diurug kembali harus diurug dengan tanah dan
memenuhi syarta-syarat sebagai tanah urug. Pelaksanaannya secara
berlapis-lapis dengan penimbunan lubang-lubang galian yang terletak
didalam garis bangunan harus diisi kembali dengan pasir urug yang
diratakan dan diairi serta dipadatkan sampai mencapai 95% kepadatan
maksimum yang dibuktikan dengan test laboratorium.
9. Perlindungan terhadap benda-benda berfaedah. Kecuali ditunjukkan
untuk dipindahkan, seluruh barang-barang berharga yang mungkin
ditemui dilapangan harus dilindungi dari kerusakan dan bila sampai
menderita kerusakan harus direparasi atau diganti oleh Kontraktor atas
tanggungannya sendiri. Bila suatu alat pelayanan dinas yang sedang
bekerja ditemui dilapangan dan hal tersebut tidak tertera pada gambar
atau dengan cara yang dapat diketahui oleh Kontraktor harus
bertanggung jawab untuk mengganti setiap langkah apapun untuk
menjamin bahwa pekerjaan yang sedang berlangsung tersebut tidak
terganggu
10. Bilamana sesuatu galian yang telah dilaksanakan dalamnya melebihi
yang dikehendaki atau permukaan yang tertera dalam gambar untu
dasar yang kuat Pemborong harus mengisi galian yang terlalu dalam itu
dengan bahan yang sama seperti yang ditentukan untuk pondasi dan bila
galian tersebut dibawah pondasi harus diurug keseluruhannya dengan
pasir urug tanah ada penambahan biaya.
c. Pemotongan Tanah
1. Daerah yang akan diadakan pemotongan permukaannya dapat dilihat
pada gambar rencana. Luasan daerah pemotongan maupun ketebalan
pemotongan harus dikonsultasikan dahulu dengan pihak Direksi.
15

Dinas Bina Marga dan Pematusan


Pemerintah Kota Surabaya

Pekerjaan Persiapan

2. Tanah hasil pemotongan yang memenuhi syarat untuk urugan dapat


dipergunakan sebagai bahan urugan pada daerah-daerah tertentu
sebagaimana ditunjuk pada gambar rencana.
3. Yang dimaksud pemotongan tanah disini adalah pemotongan tanah diluar
ruas jalan atau pada bahu jalan/berm yang dianggap perlu untuk
diratakan agar air hujan dapat mengalir dengan baik atau pemotongan
disesuaikan dengan gambar rencana atau mengikuti petunjuk
Direksi/Konsultan Pengawas.

16