Anda di halaman 1dari 25

Konsultan Perencanaan SIKIPAS ( Sistem Komunal Instalasi Pengolahan An Aerobik Sampah)

Lapas Cipinang

Bab E
Pendekatan
Metodologi dan Program Kerja
E.1. LATAR BELAKANG
Pembangunan prasarana dan sarana air limbah permukiman di Indonesia sangat
belum tercapai kondisi yang diinginkan terutama bagi masyarakat berpenghasilan
rendah di lingkungan permukiman padat penduduk,kumuh,dan rawan sanitasi
diperkotaan.Akses penduduk kepaa prasarana dan sarana air limbah permukiman
pada

dasarnya

erat

kaitanya

dengan

aspek

kesehatan,lingkungan

hidup,pendidikan,social budaya serta kemiskinan.Hasil berbagai pengamatan dan


peneliti telah membuktikan bahwa semakin besar akses penduduk kepada fasilitas
prasarana dan sarana air limbah permukiman kecil kemungkinan terjadinya kasus
penyebaran penyakit yang ditularkan melalui media air (waterborne diseases).
Salah satu lingkungan yang memiliki asks sanitasi kurang layak adalah lembaga
Permasyaratan (LAPAS).Berdasarkan Perjanjian Kerja Sama antara Kementrian
Pekerjaan Umum dengan Kementrian Hukum dan hak Azasi Manusia (HAM) nomor :
KL.02.03-DC/PKS/53/2012

tanggal

12

November

2012

mengenai

Peninkatan

Keterampilan Petugas Permasyaratan dan Narapidandi Bidang Pengelolan Air Limbah


dan Sampah,sebagai salah satu peningkatan sanitasi penghuni adalah dengan
tersedianya Sarana da Prasarana Air Limnah yang memadai.Oleh karena itu salah
satu solusi dalam meningkatkan sanitasi untuk lebih baik di lingkungan LAPAS adalah
pembangunan Instalasi.
Pengelolaan Air Limbah (IPAL) berupa Sanitasi Terpadu>Fokus kegiatan Pembangunan
adalah penanganan air limbah rumah tangga (domestic) Khususnya tinja manusia,Air
limbah cair dari dapur,cuci.
Dalam penyediaan prasarana dan sarana Sanitasi terpadu terdapat beberapa
tahapan yang perlu untuk dilakukan yaitu : tahap perencanaan,tahapa pelaksanaan
pembangubab dan tahap pengelalan (operasi dan pemeliharaaan).
PT. TRIO ALSUM SUROPATI

Jl. Kebon Kacang 29 No 22-24/25A Jakarta 10240 (021) 391.3007

Usulan Teknis

(E-1)

Konsultan Perencanaan SIKIPAS ( Sistem Komunal Instalasi Pengolahan An Aerobik Sampah)


Lapas Cipinang

Direktorat Pengembangan Pe nyehatan Lingkungan Permukiman Direktorat Jenderal


Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum melalui Satuan Kerja Pengembangan
Lingkungan Permukiman Stategis pada tahun 2013 m
E.1.1. Makasud dan Tujuan
Maksud dilaksanakannya dari kegiatan ini adalah merencanakan pembangunan
sanitasi terpadu LAPAS
E.1.2.Sasaran
Lokasi proyek yaitu di rencana lokasi Pembangunan Sanitasi Terpadu Lapas
KAbupaten Karawang
E.2. PENDEKATAN TEKNIS & METODOLOGI
Kegiatan

Jasa

Konsultansi

Pekerjaan

Perencanaan

Pembangunan

Sanitasi

Terpadu

Lapas/Rutan Kabupaten karawang dapat dilakukan terlebih dahulu dengan Pendekatan


Teknis dan Metodologi yang diadakan dalam Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan Satuan Kerja
Pengembangan

Penyehatan

Permukiman

Strategis,

Direktorat

Jenderal

Cipta

Karya,Kementrian Pekerjaan Umum TahunAnggaran 2013.


Adapun Metodologi dan Pendekatan yang akan dilakukan konsultan dengan melalui beberapa
hal di bawah ini :

E.2.1. Pendekatan Kerangka Kegiatan


Didalam Kerangka Kegiatan Pelaksanaan Penyusunan Kegiatan Jasa Konsultansi Perencanaan
Pembangunan Sanitasi Terpadu Lapas/Rutan Kabupaten karawang

yang telah dilakukan

dahulu dan telah diketahui bersama adalah sebagai berikut :


1. Peningkatan Kapasitas,yang merupakan kegiatan untuk meningkatkan kemampuan dan
pengetahuan dalam penyusunan Perencanaan Sanitasi terpadu ini , dalam hal ini tim
Pokjanis dan konsultan atau pihak ketiga yang membantu proses penyusunan perencanaan
dalam memahami dan menyelenggarakan rangkaian kegiatan ini.
2. Bersama dengan pemangku kepentingan

dan Saker untuk konsultansi menegnai

pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Startegis Serta Lapas Kabupaten


Karawang,melakukan analisis yang lebih dalam tentang potensi dan persoalaan dalam
perencanaan Pembangunan Saniatsi Terpadu.

PT. TRIO ALSUM SUROPATI

Jl. Kebon Kacang 29 No 22-24/25A Jakarta 10240 (021) 391.3007

Usulan Teknis

(E-2)

Konsultan Perencanaan SIKIPAS ( Sistem Komunal Instalasi Pengolahan An Aerobik Sampah)


Lapas Cipinang

3. Melakukan penyusunan konsep dan rencana penanganan pada perencanan pembangunan


Sanitasi Terpdu .
4. Penyusunan rencana Detail Desain ( Detail Enggineering Design/DED) untuk pelaksanaan
tahun pertama di dalam kawasan yang meliputi infrastruktur bidang Cipta Karya yang
disajikan.

E.1.2. Pendekatan Kerangka Kegiatan


Pada kegiatan ini merupakan kegiatan jasa konsultansi kegiatan Pekerjaan Perencanaan
Pembangunan Sanitasi Terpadu Lapas/Rutan Kabupaten karawang, pada Satuan Kerja
Pembinaan Pengembangan Penyehatan lingkungan Tahun Anggaran 2013, dengan metodologi
kegiatan,Penyelenggaraan

kegiatan

Perencanaan

Pembangunan

Sanitasi

Terpadu

Lapas/Rutan Kabupaten karawang ini dilakukan dengan menggunakan 3 (tiga) pendekatan,


yaitu :
(1) Pendekatan normatif,
(2) Pendekatan fasilitatif dan partisipatif,dan
(3) Pendekatan teknis Akademis.

E.1.2.1 Pendekatan Normatif


Pada Pendekatanan Normatif ini,Pelaksanaan penyusunan Perencanaan Sanitasi Terpadu ini
dilakukan dengan mengacu pada pengumpulan data dan informasi,untuk di lanjutkan pada
analisa dalam perencanaan Saniatsi di Kabupaten Karawang .
Dalam pendekatan ini, perhatian pada masalah utama serta tindakan yang semestinya
dilakukan menjadi ciri utamanya. Dalam hal ini, suatu kondisi atau situasi yang terjadi
mencoba dijelaskan, dilihat, dan dibandingkan karakteristiknya dengan kondisi yang
seharusnya, dimana dalam konteks perencanaan Pembangunan Sanitasi Terpadu.
Pendekatan normatif ini menekankan pada kajian terhadap produk peraturan dan
kebijakan yang terkait dengan perencanaan Pembangunan Sanitasi Terpadu ini , pada
dasarnya merupakan pendekatan yang digunakan untuk merumuskan suatu kebijakan
dan strategi berdasarkan data dan informasi yang tersedia.Pendekatan ini dilakukan
mulai dari bagaimana kondisi dan permasalahan Lapas yang ada pada Pembangunan
Sanitasi Terpadu akan akan di rencanakan dalam perencanan Pembangunan Sanitasi
Terpadu tersebut. Oleh sebab itu perlu juga dengan membandingkan kondisi eksisting

PT. TRIO ALSUM SUROPATI

Jl. Kebon Kacang 29 No 22-24/25A Jakarta 10240 (021) 391.3007

Usulan Teknis

(E-3)

Konsultan Perencanaan SIKIPAS ( Sistem Komunal Instalasi Pengolahan An Aerobik Sampah)


Lapas Cipinang

dengan kriteria dan standar yang ada.


Gambar E.1. Konsepsi Normatif)

PT. TRIO ALSUM SUROPATI

Jl. Kebon Kacang 29 No 22-24/25A Jakarta 10240 (021) 391.3007

Usulan Teknis

(E-4)

Konsultan Perencanaan SIKIPAS ( Sistem Komunal Instalasi Pengolahan An Aerobik Sampah)


Lapas Cipinang

Gambar E.1. Konsepsi Normatif

Kondisi yang
akan
direncanaka
n
Di Lapas

Tujuan dan
Maksud
Sasaran
Ruang
lingkup

PERMASALAHAN dan POTENSI


- Rumusan
Potensi dan
Masalah
justifikasi
kebutuhan

EKISTING YANG SEHARUSNYA


- Berdasarkan
peraturan
- Program Kegiatan
- Kebutuhan fungsi

PT. TRIO ALSUM SUROPATI

Jl. Kebon Kacang 29 No 22-24/25A Jakarta 10240 (021) 391.3007

KONDISI
EKISTING YANG
AKAN
DIKEMBANGKA
N
/DISELESAIKAN

GOAL/TERCAPAI

Usulan Teknis

(E-5)

Konsultan Perencanaan Pembangunan Sanitasi Terpadu


Lapas/Rutan Kabupaten Karawang

E.1.2. Pendekatan Tujuan dan Sasaran

Pendekatan Tujuan dan Sasaran Layanan Jasa Konsultansi Pekerjaan Perencanaan


Pembangunan Sanitasi terpadu Lapas/Rutan Kabupaten Karawang . Pada Satuan Kerja
Pengembangan Penyehatan Lingkuingan Jenderal Cipta Karya, Kementrian Pekerjaan
Umum, Tahun Anggaran 2013, ini adalah :

Makasud dan Tujuan

Maksud dilaksanakannya dari kegiatan ini adalah merencanakan pembangunan


sanitasi terpadu LAPAS

Sasaran

Lokasi proyek yaitu di rencana lokasi Pembangunan Sanitasi Terpadu Lapas


Kabupaten Karawang
.

E.1.4. Pendekatan Perencanaan SANIATSI TERPADU


Pendekatan pendekatan Perancangan pada Layanan Jasa Konsultansi Pekerjaan
Saniatsi

terpadu.Pada

Satuan

Kerja

Pengembangan

Penyehatan

Lingkungan

Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementrian Pekerjaan Umum, Tahun Anggaran 2013
ini disesuaikan dengan kebutuhan.

1. Pendekatan Fungsi dan Aktivitas LAPAS Kabupaten Karawang


Pemahaman terhadap fungsi dan aktivitas yang akan dikembangkan perlu menjadi
dasar dalam penyusunan rencana. Untuk itu, pendekatan fungsi dan aktivitas LAPAS
ini akan memperhatikan dua unsur utama, yaitu banyaknya penghuni yang ada di
LAPAS , yang merupakan sumber dari aktivitas yang mengakibatkan banyaknya
buangan pada lokasi itu.
1. Pendekatan Prasarana dan Sarana Pendukung Pengembangan kawasan LAPAS
Analisa terhadap prasarana dan sarana pendukung fungsional kawasan yang akan
dikembangkan menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan menyangkut rumusan

PT. TRIO ALSUM SUROPATI

Jl. Kebon Kacang 29 No 22-24/25A Jakarta 10240

IV - 6

Usulan Teknis

(f-6)

Konsultan Perencanaan Pembangunan Sanitasi Terpadu


Lapas/Rutan Kabupaten Karawang

komponen penunjang Loaksi tersebut.Kebutuhan komponen untuk tempas Sanitasi ini


perlu di tingkatkan agar perencanaan yang akan dilaksanakan akan banyak
membantu dalam proses perencanaan terutama pada saat untuk menganalisa akan
kebutuhan fungsi, ukuran, dan manfaatnya nantinya.
2. Pendekatan Carrying Capacity (daya Dukung) Lokasi
Daya dukung dapat diartikan sebagai kondisi maksimum suatu ekosistem untuk
menampung komponen biotik (makhluk hidup) yang terkandung di dalamnya, dengan
juga memperhitungkan faktor lingkungan dan faktor lainnya yang berperan di alam.
4. Pendekatan Sistemik
Perencanaan suatu kawasan perlu dipandang sebagai sistem yang saling berhubungan
satu sama lain (interrelated). Komponen-komponen pembentuk kawasan perlu
disesuaikan dengan tema pengembangan yang lebih difokuskan pada kawasan
fungsional, yang memiliki keterkaitan satu sama lain yang membentuk suatu sistem.
Dengan demikian, pengembangan lahan terlantar menjadi kawasan publik harus
direncanakan dan dikembangkan dengan mempergunakan metoda berpikir sistem yang
merangkum semua komponen kawasan.

E.1.5. PENDEKATAN KERANGKA PELAKSANAAN KEGIATAN SANITASI TERPADU


Pendekatan Tujuan dan Sasaran Layanan Jasa Konsultansi Pekerjaan Perencanaan

Pembangunan Sanitasi Terpadu Lapas/Rutan Kabupaten Karawang


. Pada Satuan Kerja Pengembangan Pemnyehatan Lingkungan Direktorat Jenderal Cipta
Karya, Kementrian Pekerjaan Umum, Tahun Anggaran 2013, ini adalah :

1. Identifikasi Persoalan dan Potensi Permasalahan Perencanaan SIKIPAS Cipinang


1.1. Koordinasi Tim
Melakukan

koordinasi

kegiatan

Perencanaan

Pembangunan

Sanitasi

Terpadu

LApas/Rutan Kabupaten Karawang antara Tim Pelaksana dan Pokjanis terkait lingkup
pekerjaan, waktu-waktu penting, kebutuhan penyiapan pekerjaan dan kerjasama dalam
kegiatan ini.
Tujuan :
Terkoordinasinya kegiatan Perencanaan dari awal hingga akhir.

Terjadinya kerjasama dan kesepahaman antara tikm pelaksana dan Pokjanis

Tersepakatinya batasan-batasan koordinasi dan komunikasi sehingga terbentuk

PT. TRIO ALSUM SUROPATI

Jl. Kebon Kacang 29 No 22-24/25A Jakarta 10240

IV - 7

Usulan Teknis

(f-7)

Konsultan Perencanaan Pembangunan Sanitasi Terpadu


Lapas/Rutan Kabupaten Karawang

tim yang solid antara Pokjanis dan Tim Pelaksana.


Metode

Diskusi koordinasi Langkah.

Diskusi kesiapan Tim Pelaksanan dalam menjalankan lingkup pekerjaan dan


kebutuhan penyiapan pekerjaan.

Penyamaan pemahaman lingkupn tugas Tim pelaksana dan pokjanis dalam kegiatan
Perencanaan.

Output.

Adanya kesepakatan penyelesaian pekerjaan antara Tim Pelaksana dan Pokjanis.

1.2. Penyusunan Rencana Kerja dan Metodologi


Melakukan

Revisi dan

Pemantapan

Rencana

Kerja

dalam

Penyelesaian

Kegiatan

Perencanaan Pembangunan Sanitasi Terpadu LApas/Rutan Kabupaten Karawang


termasuk Pendekatan dan Metodologi yang digunakan, Kegiatan ini ditutup dengan proses
penyepakatan Rencana Kerja oleh Pokjanis dan Tim Pelaksana.
Tujuan :

Terevisinya

dan

termantapkannya

Rencana

kerja

dan

Metodologi

Penyusunan

Perencanaan .

Tersepakati nya rencana Kerja dan metodologi Penyusunan Perencanaan


Metode

Diskusi
Langkah.

Kajian Kebutuhan data Minimum dan ketersediaan data yang ada.


Kajian kebutuhan penyesuaian strategi pelaksanaan pekerjaan terkait ketersediaan dan
kendala sumberdaya yang ada.
Penajaman Rencana Kerja dengan melakukan Penyesuaian Usulan Rencana Kerja kajian
kebutuhan Pelaksanaan Pekerjaan, dalam Rencana Kerja dilengkapi dengan diagram alir
Pekerjaan..

Penyepakatan Rencana Kerja bersama mencakup penyepakatan sasaran, tolok ukur,


pembagian peran pelaku, kerangka waktu pekerjaan sebagai bagian dan Rencana Kerja
Bersama. Penyepakatan Metodologi yang digunakan dalam penyusunan Perencanaan
Saniatsi Terpadu .
Output.

Matriks dan bagan Rencana Kerja yang telah disepakati antara Tim Pelaksana dan

PT. TRIO ALSUM SUROPATI

Jl. Kebon Kacang 29 No 22-24/25A Jakarta 10240

IV - 8

Usulan Teknis

(f-8)

Konsultan Perencanaan Pembangunan Sanitasi Terpadu


Lapas/Rutan Kabupaten Karawang

Pokjanis.

1.6. Pengumpulan Data dan Informasi


Pengumpulan data dan informasi ditujukan untuk mengetahui kondisi eksisting kawasan
Perencanaan yang akan direncanakan. Alternatif kawasan perencanaan ini dapat
diperoleh dari hasil identifikasi lokasi dalam penyusunan Perencanaan Sanitasi Terpadu.
Fokus dari pengamatan yang dilakukan adalah terkait dengan kondisi baik kualitas maupun
kuantitas infrastruktur dan permukiman dengan ditunjang pula oleh data-data sekunder dalam
lingkup lokasi

1.9. Identifikasi Potensi Permasalahan, Hambatan dan Tantangan Pembangunan.


Melakukan

identifikasi

terhadap

potensi,permasalahan,hambatan,

dan

tantangan

pembangunan permukiman dan infrastruktur keciptakaryaan pada kawasan prioritas.


Proses identifikasi ini dilakukan dengan melakukan analisis terhadap data-data dan
Hasil dari kegiatan ini akan menjadi input untuk memperoleh gambaran kebutuhan
penanganan di kawasan perencanaan yang akan direncanakan
Tujuan

Teridentifikasinya potensi, permasalahan, hambatan, dan tantangan pembangunan


permukiman dan infrastruktur keciptakaryaan pada kawasan perencanaan.

Tersusunnya skala prioritas kawasan berdasarkan kebutuhan penanganan di kawasan


perencanaan yang akan direncanakan

Metode
Survey Lapangan

Analisa Kawasan Perencanaan

Langkah langkah

Melakukan kajian dan analisis terhadap hasil pengamatan lapangan (survey primer)
dan memadukannya dengan hasil survey sekunder untuk mengidentifikasi dan
menginventarisasi potensi dan permasalahan pada kawasan prioritas baik secara fisik
maupun non fisik.

PT. TRIO ALSUM SUROPATI

Jl. Kebon Kacang 29 No 22-24/25A Jakarta 10240

IV - 9

Usulan Teknis

(f-9)

Konsultan Perencanaan Pembangunan Sanitasi Terpadu


Lapas/Rutan Kabupaten Karawang

Memetakan setiap persoalan dan potensi yang ditemukan tersebut dalam peta
spasial.

Menyusun matriks potensi dan permasalahan yang telah teridentifikasi dan


terinventarisasi, disertai dengan hambatan dan tantangan yang akan dihadapi, juga
peluang di dalam kawasan perencanaan.

2. Analisis Kebutuhan Fungsi SIKIPAS Cipinang


2.1. Pendataan dan Identifikasi Perencanaan Sanitasi Terpadu
Ditujukan untuk menilai dan mengetahui jenis, besaran dan lokasi infrastruktur yang
dibutuhkan berdasarkan potensi permasalahan eksisting, proyeksi dan rencana
pengembangan kawasan di masa mendatang. Analisis kebutuhan pengembangan
dilakukan berdasarkan input dari hasil survey lapangan yang dilakukan sebelumnya.
Hasil dari analisis kebutuhan ini disusun menjadi daftar kebutuhan penanganan kawasan
yang berisikan rincian komponen dan volume pada setiap infrastruktur keciptakaryaan
yang dibutuhkan pada penanganan kawasan.
Tujuan
Teridentifikasinya kebutuhan perencanaan Sanitasi Terpadu di kabupaten Karawang

berdasarkan kondisi eksisting dikaitkan dengan, standar kebutuhan dan kualitas


pelayanan.
Terpetakannya sebaran dan besaran kebutuhan penanganan dan infrastruktur

kawasan dirinci berdasarkan komponen penanganan


Metode
Analisis kebutuhan
Analisis Kebutuhan Data Primer

Langkah - langkah
Melakukan kajian terhadap potensi, permasalahan, hambatan dan tantangan yang

telah dirumuskan pada kegiatan sebelumnya


Merumuskan kebutuhan penanganan di kawasan perencanaan berdasarkan hasil

analisa kebutuhan dari data primer, permasalahan, hambatan dan tantangan.


Menyusun daftar kebutuhan penanganan yang rinci perkomponen infrastruktur dan

lokasinya
Menggambarkan kebutuhan penanganan pada peta spasial untuk menentukan lokasi-

PT. TRIO ALSUM SUROPATI

Jl. Kebon Kacang 29 No 22-24/25A Jakarta 10240

IV - 10

Usulan Teknis

(f-10)

Konsultan Perencanaan Pembangunan Sanitasi Terpadu


Lapas/Rutan Kabupaten Karawang

lokasi pada perencanaan yang membutuhkan penanganan.


Output
Daftar kebutuhan penanganan pada lokasi perencanaan
Peta kebutuhan penanganan pada lokasi perencanaan

2.2. Penetapan kebutuhan dan skala prioritas perencanaan dan pembangunan


Melakukan penetapan dan penyepakatan terhadap kebutuhan dan skala prioritas
penanganan .
Penetapan kebutuhan dan skala prioritas penanganan ini dilakukan dengan diskusi yang
melibatkan dengan instansi terkait dan para petugas LAPAS /Rutan Kabupaten Karawang.
Tujuan
Tersusunnya daftar kebutuhan penanganan berdasarkan skala prioritas penanganan yang
telah disepakati bersama dengan pemangku kepentingan terkait di daerah.
Metode
Skoring, dan Pembobotan, Diskusi.
Langkah - langkah
Melakukan kajian terhadap daftar kebutuhan penanganan dan peta kebutuhan

penanganan pada lokasi perencanaan

Menetapkan kriteria dan indicator untuk menentukan skala prioritas kebutuhan


penanganan di lokasi perencanaan yang direncanakan.

Melakukan penilaian terhadap kebutuhan penanganan dengan menggunakan kriteria

dan indicator yang telah ditetapkan untuk menentukan skala prioritas.


Menyusunan daftar kebutuhan penanganan dalam skala prioritas yang didasarkan

hasil penilaian dengan menggunakan kriteria dan indicator yang telah ditetapkan.
Output

Kebutuhan dan skala prioritas penangganan perencanaan, dan pelaksanaan


pembangunan pada Lokasi Pembangunan Sanitasi Terpadu
3. Perumusan Rencana Perencanaan Pembangunan Sanitasi Terpadu
3.1. Perumusan Konsepsi Rencana Perencanaan Pembangunan Sanitasi Terpadu.
Konsepsi penanganan perencanaan merupakan rencana konseptual dalam perencanaan

PT. TRIO ALSUM SUROPATI

Jl. Kebon Kacang 29 No 22-24/25A Jakarta 10240

IV - 11

Usulan Teknis

(f-11)

Konsultan Perencanaan Pembangunan Sanitasi Terpadu


Lapas/Rutan Kabupaten Karawang

yang memuat tujuan perencanaan,tahapan penanganan perencanaan secara spatial,


langkah-langkah

strategis

yang

dilakukan

beserta

bentuk

program-program

perencanaan yang akan dilakukan. Hasil dari perumusan konsepsi penanganan


perencanaan selanjutnya akan diturunkan kedalam rencana strategis penanganan.
Tujuan
Terumuskannya konsep, rencana perencanaan penanganan kawasan beserta
bentuk-bentuk program dalam penanganan.
Terumuskannya program-program strategis dalam penanganan perencanaan yang
sinergis

dengan

pencapaian

tujuan,

sasaran

dan

strategi

penanganan

perencanaan
3.2. Pemilihan Lokasi Pengembangan dan Pembangunan
Pemilihan lokasi di dalam perencanaan yang akan dilakukan penanganan dan
pembangunannya, yang didasarkan pada proses identifikasi atau survey, penetapan
kebutuhan dan penetapan skala prioritas penanganan perencanaan dan pengembangan.
Pada perencanaan ini dilakukan penyusunan rencana penanganan.
Langkah langkah
Melakukan kajian terhadap lokasi perencanaan yang telah ditetapkan.
Menentukan zona-zona perencanaan dalam lokasi tersebut,untuk pentahapan
pembangunan
Menentukan tahapan pembangunan per zona, penentuan tahapan pembangunan per
zona ini dapat didasarkan pada

Skala prioritas kebutuhan penanganan berdasarkan kriteria dan indikator yang


ditetapkan sebelumnya

Aspek fisik terkait dengan teknis pembangunan

Aspek pembiayaan

Aspek sosial yaitu kesiapan Rutan/Lapas Kabupaten Karawang pada kawasan

yang direncanakan
Output
Lokasi perencanaan yang akan dilakukan penangnanan dan pembangunanya.

3.3. Penyusunan Rencana Perencanaan Pembangunan Sanitasi Terpadu.


Penyusunan perencanaan dan pembangunan LAPAS pada program ini dilakukan dengan
model pembangunan perencanaan.

PT. TRIO ALSUM SUROPATI

Jl. Kebon Kacang 29 No 22-24/25A Jakarta 10240

IV - 12

Usulan Teknis

(f-12)

Konsultan Perencanaan Pembangunan Sanitasi Terpadu


Lapas/Rutan Kabupaten Karawang

Rencana perencanaan yang dihasilkan meliputi infrastruktur keciptakaryaan maupun


komponen sektor terkait lainnya, dan disusun sampai dengan tingkat kedalaman yang
bersifat operasional yang siap diimplementasikan.
Tujuan

Tersedianya

rencana

penanganan

persoalan

pembangunan

pada

lokasi

perencanaan yang dapat diacu oleh seluruh pemangku kepentingan.

Tersusunnya

komponen

penyehatan

lingkungan

perencanaan
Lapas

yang

menjadi

kabupaten

acuan

Karawang

pengembangan

dalam

program

keciptakaryaan.

Tersedianya rencana aksi program penanganan yang bersifat strategis dan


berdampak pada penyelesaian persoalan pembangunan yang lebih luas.

Metode

Analisis dan pemetaan warga lapas Kabupaten Karawang dan kebutuhan yang akan di
butuhkanya

Analisis Pembiayaan

Langkah - langkah

Mengidentifikasi dan memetakan pemangku kepentingan LAPAS Karawang untuk turut


terlibat dalam proses perencanan.

Melakukan mengidentifikasi kebutuhan penanganan di lokasi perencanaan tahap


pertama dengan melakukan diskusi partisipatif dengan pemangku kepentingan dan
masyarakat setempat.

Menyusun dan memilih komponen yang akan dibangun, melalui beberapa kriteria,
yaitu :

Komponen yang akan dibangun harus benar-benar menjadi prioritas utama bagi
Lapas Karawang yg langsung dirasakan manfaatnya oleh Warga LAPAS Karawang .

Komponen yang akan dibangun harus memberikan dampak nyata terhadap


perbaikan lingkungan.

Komponen yang akan dibangun terlihat jelas secara visual untuk memberikan
dorongan moril bagi warga binaan maupun pemerintah bahwa perbaikan akan
memberikan dampak positif bagi lingkungan dan manusianya.

Komponen yang akan dibangun mudah dilaksanakan pembangunannya dan tidak


berada dalam tanah / lahan yang disengketakan.

Komponen yang akan dibangun dapat tercukupi oleh pembiayaan yang telah

PT. TRIO ALSUM SUROPATI

Jl. Kebon Kacang 29 No 22-24/25A Jakarta 10240

IV - 13

Usulan Teknis

(f-13)

Konsultan Perencanaan Pembangunan Sanitasi Terpadu


Lapas/Rutan Kabupaten Karawang

disediakan.
Output

Komponen perencanaan keciptakaryaan dan sektor terkait lainnya pada kawasan


pengembangan yang siap diimplemetasikan.

3.4. Penyusunan Tahapan Pelaksanaan Program Penanganan dan Pembangunan.


Tahapan pelaksanaan adalah tahapan yang menyangkut pelaksanaan fisik, dan proses
pengaturan serta pelibatan seluruh pemangku kepentingan yang terkait. Dalam Tahap
Pelaksanaan ini dijabarkan karangka waktu kegiatan pembangunan yang akan
diimplementasikan

di

lapangan

dimulai

tahap

pelaksanaan

dalam

pra

perencanaan,perencanaan,pelaksanaan,pengelolaan dan pengendalian.


Tujuan
Tujuan dari kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi layanan melalui
keterpaduan dalam penyediaan lokasi dalam rangka pengembangan penyehatan
lingkungan di Lapas Karawang.
Metode
Desk study,
Diskusi,
Analisis Pentahapan Program (Staging Analisys)
Langkah langkah
Koordinasi keterpaduan program sebelum pelaksanaan fisik dilapangan.
Rencana pelaksanaan pekerjaan, mengacu pada rencana induk dan rencana sektoral
secara terpadu sesuai dengan lokasi perencanaan.
Koordinasi dengan Intansi Lapas Karawang warga binaan seawal mungkin jika ada
permasalahan dalam implementasi di lapangan.
Menyusun jadwal yang mengakomodasikan kebutuhan pembangunan yang terpadu
dilapangan, dari seluruh pemangku kepentingan mencakup pra perencanaan,
perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan, pemeliharaaan dan pengendalian.
Output
Tersusunnya rencana kegiatan Perencanaan dilokasi perencanaan (fisik dan non-fisik)
tahun pertama.
- Tersusunnya tahapan rencana dalam pra perencanaan, perencanaan, pelaksanaan,
pengelolaan, pemeliharaan dan pengendalian

PT. TRIO ALSUM SUROPATI

Jl. Kebon Kacang 29 No 22-24/25A Jakarta 10240

IV - 14

Usulan Teknis

(f-14)

Konsultan Perencanaan Pembangunan Sanitasi Terpadu


Lapas/Rutan Kabupaten Karawang

3.5. Penyusunan Rencana Teknis Rinci


Penyusunan Rencana Teknis Rinci (Detailed Engineering Design/DED) untuk komponen
program penanganan prioritas di dalam perencanaan yang meliputi infrastruktur
keciptakaryaan.
Tujuan
Mengimplementasi rencana pengembangan penyehatan lingkungan, lebih ditekankan
pada upaya untuk mewujudkan rencana yang telah disusun dalam pelaksanaan
pembangunan secara partisipatif
Tersusunnya Rekapitulasi Anggaran Biaya dan tersusunnya Daftar Kuantitas dan Harga.
Metode
Survey lapangan (ground survey), desk study, studio.
Penyusunan Rencana Teknis Kawasan Lokasi pembangunan
Langkah Langkah
Menyiapkan gambar pra rencana berdasarkan rumusan program kegiatan hasil
pengunpulan data dan lokasi yang telah disepakati untuk pengembangan kawasan
secara keseluruhan. Gambar ini hanya memuat bentuk dan komponen- komponen fisik
apa saja yang diperlukan dalam pengembangan kawasan, namun jumlah dan
besarannya belum terinci.
Melakukan ground check dan pengukuran yang mulai di sesuaikan dengan kebutuhan
real di lapangan. Komponen rencana disusun ulang dan dilihat sejauh mana
kemungkinan dapat dilaksanakan pembangunannya di lapangan. Pemilihan komponen
yang akan dibangun harus melalui beberapa kriteria, yaitu :
Komponen yang akan dibangun harus benar-benar menjadi prioritas utama bagi

pengembangan kawasan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga binaan


setempat;
Komponen yang akan dibangun harus memberikan dampak nyata terhadap perbaikan

lingkungan yang ditata;


Komponen yang akan dibangun terlihat jelas secara visual untuk memberikan

dorongan moril bagi Warga Binaan member dampak positif bagi lingkungan dan
manusianya;
Komponen yang akan dibangun mudah dilaksanakan pembangunannya dan tidak

PT. TRIO ALSUM SUROPATI

Jl. Kebon Kacang 29 No 22-24/25A Jakarta 10240

IV - 15

Usulan Teknis

(f-15)

Konsultan Perencanaan Pembangunan Sanitasi Terpadu


Lapas/Rutan Kabupaten Karawang

berada dalam tanah/lahan yang disengketakan.


Penghitungan volume pekerjaan dan RAB.
Output
Tersedianya Site Plan Kawasan Perencanaan Penyehatan Lingkungan
Tahap pertama Tersusunnya gambar kerja/detail design yang implementatif
Tersusunnya HPS dari paket-paket pekerjaan tersebut diatas (OE).

E.1.8. PENDEKATAN OUTPUT/PRODUK YANG DIHASILKAN


Pendekatan Output/Produk Layanan Jasa Konsultansi Pekerjaan Perencanaan Kelompok
Kerja

(Pokja)

Pengadaan

Satuan

Kerja

Pengembangan

Penyehatan

Lingkungan

Permukiman Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementrian Pekerjaan Umum, Tahun


Anggaran 2013, ini menghasilkan 2 (dua) produk utama, yaitu : (1) Dokumen Rencana
Pembangunan / Gambar Teknik dari hasil perencanaan Pembangunan Lapas Kabupaten
Karawang,(2) Dokumen Rencana Anggran Biaya akan pembiayaan bangunan tersebut.

1. Dokumen Gambar Teknik

Dokumen ini menekankan kepada rencana aksi program strategis penanganan persoalan
dalam Sanitasi di Lapas KArawang pada lokasi yang akan direncanakan,

Muatan
Muatan dokumen ini minimal memuat mengenai:
Hasil review dari dokumen dan kebijakan lainnya yang terkait, yang didalamnya
memuat kesimpulan rumusan strategi penanganan perencanaan Sanitasi terpadu
tersebut pada pada lokasi yang dimaksud yang di maksud.
Peta potensi, persoalan, hambatan, dan tantangan pembangunan dan pengembangan
permukiman dan delapan infrastruktur keciptakaryaan di kawasan prioritas yang
dituangkan dalam peta spasial.
Peta kebutuhan dan skala prioritas penanganan pembangunan perencanaan Sanitasi
terpadu tersebut yang di maksud.
Konsepsi, strategi, rencana dan indikasi program prioritas untuk penanganan
perencanaan Sanitasi Terpadu pada lokasi tersebut tersebut.
Tahapan pelaksanaan pembangunan fisik dan kegiatan Sektoral terkait
lain.

PT. TRIO ALSUM SUROPATI

Jl. Kebon Kacang 29 No 22-24/25A Jakarta 10240

IV - 16

Usulan Teknis

(f-16)

Konsultan Perencanaan Pembangunan Sanitasi Terpadu


Lapas/Rutan Kabupaten Karawang

Penyajian
Dokumen ini disajikan sebagai Laporan Utama Penulisan dokumen ini dilengkapi
dengan tabel dan gambar yang representative
2. Dokumen Rencana Anggaran Biaya

Dokumen ini menekankan kepada rencana pembiayaan terhadap pembangunan Sanitasi


Terpadu di lapas Kabupaten Karawang.
Muatan
Muatan dokumen ini minimal memuat mengenai:
Perhitungan Volume peklerjaan.
Perhitungan Anggaran Biaya

E.1.9. PENDEKATAN TERHADAP ANALISA AKAN PERENCANAAN


Untuk mencapai tujuan perencanaan, metoda analisis yang dilakukan dalam kegiatan ini
berupa metoda analisis baik analisis kualitatif maupun analisis kuantitatif, mencakup
analisis kesesuaian dengan kebutuhan akan Sanitasi ini,analisis lebih di fokuskan dengan
kebutuhan dari warga binaan dan lapas itu sendiri, analisis lokasi perencanaan,analisis
kebutuhan akan penanganan sampah, analisis yang menyangkut Sanitasi di Lapas.

1. Analisis Lokasi Perencanaan


Berbagai arahan yang diterima oleh Konsultan untuk perencanaan SIKIPAS di lapas
ini,Konsultan juga mengumpulkan data ekisting tersebut dan mendata potensi dan
permasalahan yang ada yang kemudian di analisa untuk memecahakan permasalahan
yang menyangkut kepada analisa tersebut. Analisis arahan kebijakan yang akan
dilakukan adalah mengkorelasikan tingkat signifikasi kebijakan dan strategi.

2. Analisis Kebutuhan akan Sanitasi Terpadu dan Sarana Penunjangnya


Analisis ini bertujuan untuk melihat keterkaitan antar kebutuhan dan yang akan
direncakan yang akan ditempatkan pada lokasi yang akan direncanakan.Adapun
penunjang yang akan direncvakan seperti : Hanggar,sarana air bersih,air kotor,
listrik,kamar mandi,gudang dan kantor.

PT. TRIO ALSUM SUROPATI

Jl. Kebon Kacang 29 No 22-24/25A Jakarta 10240

IV - 17

Usulan Teknis

(f-17)

Konsultan Perencanaan Pembangunan Sanitasi Terpadu


Lapas/Rutan Kabupaten Karawang

Dengan

demikian

interaksi

spasial

merupakan

suatu

awal

dalam

usaha

menjelaskan/menerangkan lokasi dari gejala-gejala, distribusinya (pembagian, sebaran


dalam ruang) dan difusinya (persebaran, perluasan). Interaksi spasial dapat diartikan
sebagai berikut:
1. Interaksi spasial merupakan salah satu cara untuk mengetahui pengaruh spasial dari

hubungan antara manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungannya;


2. Interaksi spasial dapat dinyatakan sebgai arus manusia, materi, informasi dan

energi;
3. Interaksi spasial merupakan dasar untuk menerangkan gejala- gejala lokasi,

relokasi, distribusi dan difusi.


3. Analisis Kecenderungan Perkembangan Kawasan Perencanaan
Metode yang digunakan dalam analisis kecenderungan perencanaan adalah metode
diskriftif dengan melihan kecenderungan perkembangan perencanaan pada saat ini dan
kecenderungan perkembangan akan kebutuhan di masa yang akan datang.

4. Analisis Daya Dukung, Daya Tampung dan Kesesuaian Lahan


Analisis daya dukung fisik untuk mengetahui sejauhmana daya dukung perencanaan ,
yang meliputi kesesuaian akan lahan yang akan di relokasikan nantinya. Sedangkan
analisis kesesuaian lahan adalah untuk mengetahui kesesuaian lahan untuk perencanan.
E.2.

PROGRAM

KERJA

RENCANA

PELAKSANAAAN

PEKERJAAN

PERENCANAAN

PEMBANGUNAN SANITASI TERPADU LAPAS/RUTAN KABUPATEN KARAWANG


Pelaksanaan Perencanaan Pembangunan Sanitasi Terpadu LApas/Rutan Kabupaten
Karawang yang direncanakan berjalan selama tiga bulan dapat mencapai sasarannya
jika dipenuhi asumsi-asumsi berikut:
Data-data dasar yang dibutuhkan untuk mendata pada setiap daerah lokasi
yang di tuju telah tersedia data yang dibutuhkan dan pada waktu FGD dapat
arahan dari instansi terkait;
Terjalin kerjasama yang sinergis antara konsultan instansi terkait.
E.2.1. Uraian Pelaksanaan Pekerjaan

PT. TRIO ALSUM SUROPATI

Jl. Kebon Kacang 29 No 22-24/25A Jakarta 10240

IV - 18

Usulan Teknis

(f-18)

Konsultan Perencanaan Pembangunan Sanitasi Terpadu


Lapas/Rutan Kabupaten Karawang

Uraian pelaksanaan pekerjaan merupakan suatu step / langkah konsultan didalam


penyusunan pekerjaan Perencanaan Pembangunan Sanitasi Terpadu LApas/Rutan
Kabupaten Karawang,sehingga pada uraian tersebut dapat diambil suatu langkah untuk
kelanjutan langkah berikutnya.
E.2.2. Asumsi Konsultan
Pelaksanaan Perencanaan Pembangunan Sanitasi Terpadu LApas/Rutan Kabupaten
Karawang yang direncanakan berjalan selama Tiga bulan dapat mencapai sasarannya
jika dipenuhi asumsi-asumsi berikut:

Data-data dasar yang dibutuhkan untuk perencanaan telah tersedia


Terpenuhi kualifikasi Tenaga Ahli Tim yang dibentuk yang meliputi: latar
belakang pendidikan memadai; bekerja full time (mendapat dispensasi);
mewakili berbagai instansi;

Kunjungan ke daerah sesuai jadual (tidak ada kendala cuaca, dana,


administrasi, dan lain-lain)

Terjalin kerjasama yang sinergis.

E.2.3. RENCANA KERJA


E.2.3.1. Ragam Kegiatan
Pada dasarnya kegiatan Perencanaan Pembangunan Sanitasi Terpadu LApas/Rutan
Kabupaten Karawang bertumpu pada peran aktif Konsultan dalam mencari data di LAPAS
Cipanang dengan Warga Binaan ditujukan untuk pelaksanaan yang terorganisasi
memecahkan permasalahan kegiatan perencanaan mereka sendiri sekaligus menjadi
wahana belajar bagi pihak-pihak perencana dan pelaksana program, sehingga terciptalah
gerakan pembangunan lingkungan

warga binaan dari, oleh dan untuk semua

dilingkungannya.Untuk itu maka kegiatan perencanaan ini dapat dibedakan menjadi tiga
kelompok kegiatan sebagai berikut :
1.

Kelompok kegiatan yang ditujukan untuk menciptakan peluang-peluang bagi


warga binaan ikut serta daalam perencanaan Sanitasi Terpadu tersebut.Kelompok
kegiatan ini mencakup upaya menciptakan perencanaan dengan cara :

PT. TRIO ALSUM SUROPATI

Jl. Kebon Kacang 29 No 22-24/25A Jakarta 10240

IV - 19

Usulan Teknis

(f-19)

Konsultan Perencanaan Pembangunan Sanitasi Terpadu


Lapas/Rutan Kabupaten Karawang

Meninjau

kembali/mengkaji

ulang

upaya-upaya

pelaksanaan

yang

sudah/sedang berlangsung.

Mencipta peluang-peluang baru dalam perencanaan Sanitasi

Kegiatan ini dapat dilakukan melalui, koordinasi anatar Warga Binaan dengan petugas
lapas yang akan memberikan peluang bagi konsultan untuk menciptakan perencanaan
yang lbih baik.
2.

Kelompok kegiatan yang berlangsung ditujukan kepada kelompok sasaran


untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam bidang

program perencanaan

Kelompok ini mencakup:


Mengorganisasi masyarakat sasaran menjadi kelompok swadaya

masyarakat/klien yang terorganisasi (organized clients) dalam bentuk


organisasi formal.
Melakukan pekerjaan-pekerjaan yang tidak mampu/kurang

efisien.

Meningkatkan

kemampuan

kelompok

untuk

menggali,

mengembangkan dan memobilisasi sumberdaya yang dapat diraih kelompok.


Ketiga kelompok kegiatan ini dapat dilakukan melalui proses pembinaan, bimbingan,
pelatihan dan negosiasi.
3.

Kelompok kegiatan yang ditujukan untuk mengangkat potensi kelompok


kedalam sistem pembangunan yang lebih luas.
Kelompok kegiatan ini mencakup upaya-upaya : untuk dapat

meneyleaikan perencanaan yang di dapat dri permasahan yang di dapatkan .


Negosiasi

dengan

pihak-pihak

instansi

terkait

untuk

mendapatkan sumber daya murah


Kegiatan ini dapat dilakukan melalui berbagai lobby dan pertemuan-pertemuan
negosiasi.
E.2.3.2. Langkah-Langkah
1.

Pengorganisasian Instansi Terkait

PT. TRIO ALSUM SUROPATI

Jl. Kebon Kacang 29 No 22-24/25A Jakarta 10240

IV - 20

Usulan Teknis

(f-20)

Konsultan Perencanaan Pembangunan Sanitasi Terpadu


Lapas/Rutan Kabupaten Karawang

Program pelaksanaan perencanaan bertumpu pada kekuatan stakeholder dan


warga binaa.
2.

Penyusunan Aturan Main (Rules of Game)


Merumuskan dan mencapai kesepakan tujuan kelompok dan memungkinkan
langkah yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan serta kesepakatan aturan
main (rules of game) yang dianut oleh seluruh peserta.

3.

Penyusunan Rencana Tindak (Action Plan)


Menyusun dan mencapai kesepakatan rencana tindak untuk pembangunan
bangunan dan lingkungan. Dalam penyusunan rencana tindak ini diidentifikasi
sumber-sumber daya yang dibutuhkan dan pihak-pihak yang perlu dilibatkan
beserta waktu yang dibutuhkan.

4.

Survey dan Penentuan Lokasi


Memilih dan menyepakati lokasi program penataan kawasan yang cocok dan
penjajakan awal kemungkinan penataan kawasan dilokasi tersebut.
Hasil :

Alternatif lokasi

Usulan dari Instansi yang berwenang bahwa pelaksanaan


program penataan

bangunan dan lingkungan di lokasi sangat di perlukan.

Usulan program penataan kawasan dari Instansi terkait di

Daerah, bahwa lokasi memiliki potensi yang bersejarah


5.

Negosiasi dan Penilaian (Appraisal)


Melakukan negosiasi dengan pihak-pihak terkait untuk mendapatkan kesepakatan
tindak.

6.

Realisasi Kesepakan Tindak

7.

Metode Pelaksanaan

F.2.4. Metode Identifikasi / penentuan Lokasi


Dalam kegiatan Perencanaan Pembangunan Sanitasi Terpadu LApas/Rutan Kabupaten
Karawang, lokasi perencanaan yang akan di rencanakan belum dapat ditentukan. Oleh
karena itu, perlu dilakukan proses Identifikasi / Penentuan Lokasi terlebih dahulu

PT. TRIO ALSUM SUROPATI

Jl. Kebon Kacang 29 No 22-24/25A Jakarta 10240

IV - 21

Usulan Teknis

(f-21)

Konsultan Perencanaan Pembangunan Sanitasi Terpadu


Lapas/Rutan Kabupaten Karawang

terhadap lokasi yang telah disetujui bersama, sehingga dapat dipilih suatu keputusan
untuk direncanakan.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam pekerjaan Identifikasi Lokasi meliputi :


1. Persiapan meliputi :
Penyiapan data base yang memuat informasi lokasi yang

diperlukan.

Penyiapan perangkat keras dan lunak yang diperlukan.

2.

Koordinasi

dilaksanakan

secara

terpadu

antara

instansi

terkait

dengan

mengintegrasikan dan mensikronkan rencana dan program.


F.2.5. TENAGA AHLI
Untuk melaksanakan tugasnya, konsultan harus menyiapkan tenaga profesional dalam
jumlah yang cukup dan memenuhi persyaratan baik ditinjau dari lingkup Kegiatan
Perencanaan Pembangunan Sanitasi Terpadu LApas/Rutan Kabupaten Karawang ini,
sekurang-kurangnya berpendidikan Sarjana (S1) dengan pengalaman :
No
A

JABATAN DALAM TIM

KUALIFIKASI

PENGA-

PENDIDIKAN

LAMAN

JUMLAH
TENAGA
(Org)

TENAGA AHLI

Team Leader/Ahli Lingkungan

S1,Lingkungan

6 th

1 (satu)

Ahli lingkungan

S1,Planalogi

4 th

1 (satu)

Ahli Teknik Sipil

S1,Teknik Arsitektur

4 th

1 (satu)

Ahli Teknik Mesin

S1, Teknik Sipil

4 th

1 (satu)

Ahli Document Tender

S1, Teknik Sipil

4 th

1 (satu)

TENAGA ASSISTEN

Ass.Gambar Teknik

TENAGA PENDUKUNG

PT. TRIO ALSUM SUROPATI

Jl. Kebon Kacang 29 No 22-24/25A Jakarta 10240

1 (satu)

IV - 22

Usulan Teknis

(f-22)

Konsultan Perencanaan Pembangunan Sanitasi Terpadu


Lapas/Rutan Kabupaten Karawang

Tenaga Operator Komputer

Sekretaris

STM/D3

1 (satu)
1 (satu)

Bagi konsultan yang dapat melibatkan tenaga professional dan sesuai dengan lingkup
pekerjaan Perencanaan Pembangunan Sanitasi Terpadu LApas/Rutan Kabupaten
Karawang ini dan berpendidikan serta berpengalaman lebih tinggi dari persyaratan
diatas akan lebih diutamakan.
E.3. PELAPORAN PEKERJAAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN SANITASI TERPADU
LAPAS/RUTAN KABUPATEN KARAWANG
Konsultan akan menyerahkan hasil pekerjaan yang terdari dari :
E.3.1. Rencana Mutu kontrak
Konsultan menyerahkan Rencana Mutu kontrak (RMK) setelah menerima Surat
Pemerintah Mlai Kerja (SPMK)
E.3.2.Laporan Pendahuluan
Laporan Pendahuluan diserahkan 20 (dua puluh) hari kalender setelah diterbitkan Surat
Perintah Mulai Kerja (SPMK) dan

diterima

setelah dilakukan konsultansi dan

pembahasan dengan Tim Teknis dan Lapas Rutan KAb.Karawang sebanyak 10 (sepuluh )
eksemplar.
Laporan Pendahuluan meliputi data primer terkait :

Tanggapan atau Komentar terhadap TOR


Interprestasi dan Apresiasi konsultan dalam menangani pekerjaan
Metodologi dan Pendekatan yang akan dilaksanakan
Rencana Kerja dan Jadwal Pealksanaan pekerjaan
Struktur Organisasi Pelaksanaan pekerjaan
Rencana Jadwal penugasan Tenaga ahli
E.3.2. Laporan Antara

PT. TRIO ALSUM SUROPATI

Jl. Kebon Kacang 29 No 22-24/25A Jakarta 10240

IV - 23

Usulan Teknis

(f-23)

Konsultan Perencanaan Pembangunan Sanitasi Terpadu


Lapas/Rutan Kabupaten Karawang

Laporan Antara diserahkan 40 (empat puluh) hari kalender setelah diterbitkan Surat
Perintah Mulai Kerja (SPMK) dan

diterima

setelah dilakukan konsultansi dan

pembahasan dengan Tim Teknis dan LAPAS Karawang sebanyak 10 (sepuluh) eksemplar.

E.3.3. Laporan Konsep laporan Akhir


Laporan Konsep Akhir diserahkan selambat-lambatnya 70 (tujuh puluh) hari kalender
setelah diterbitkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dan diterima setelah dilakukan
konsultansi dan pembahasan dengan Tim Teknis dan LAPAS Kelas I Cipinang sebanyak 10
(sepuluh) eksemplar.
E.3.5.Laporan Draft laporan Akhir meliputi:
Yang berisikan kegaiatn selama 70 hari aklender sejaka SPMK
E.3.6. Laporan laporan Akhir
Laporan Akhir

di buat rangkap 10 (sepuluh) da diserahkan 90 (Sembilan puluh) hari

kalender setelah diterbitkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) .Laporan akhir ini
berisikan perbaikan dari konsep laporan konsp akhir yang telah mendapatkan masukan
dari pembahasan dengan Tim Teknis dan LAPAS Rutan Karawang.Setiap laporan harus
dilengkapi dengan sopt copi dari semua laporan yang ada dalam bentuk CD dan dibuat
masing-masing 5 keping.
Yang terdiri dari Laporan Kegiatan DED Renama Anggaran Biaya (RAB) dan Rencana
Kerja Syarat (RKS) Nota Perhitungan dan dokumenatsi diserhkan paling lambat 90 hari
kalende sejak SPMK.
E.3.7. Buku dan Poster
Buu dan Poster ringkas Standar Operasional Prosedur (SOP) penggunaan sarana dan
prasarana sanitasi terpadu kawasan LAPAS sebanayak masing-masing 5 buah
beserta dengan CD/soft copy sebanyak 2 buah

PT. TRIO ALSUM SUROPATI

Jl. Kebon Kacang 29 No 22-24/25A Jakarta 10240

IV - 24

Usulan Teknis

(f-24)

Konsultan Perencanaan Pembangunan Sanitasi Terpadu


Lapas/Rutan Kabupaten Karawang

BAGAN F.2.RENCANA KERJA PERENCANAAN SANITASI TERPADU

PT. TRIO ALSUM SUROPATI

Jl. Kebon Kacang 29 No 22-24/25A Jakarta 10240

IV - 25

Usulan Teknis

(f-25)